Sri Mulyani Laporkan Realisasi APBN 2024 ke Jokowi Jelang Pergantian Kepemimpinan
Sri Mulyani laporkan perkembangan APBN 2024 ke Jokowi sebelum pergantian kepemimpinan ke Prabowo. Halaman all
(Kompas.com) 10/10/24 15:34 16254014
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melaporkan perkembangan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis (10/10/2024).
Laporan ini disampaikan sebelum memasuki masa pergantian kepemimpinan ke era Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Sri Mulyani tiba di Istana pada pukul 10.56 WIB dan menyelesaikan laporan sekitar pukul 12.05 WIB.
Usai menyampaikan laporan, ia memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil pertemuannya dengan Kepala Negara.
"Saya melaporkan tentang perkembangan pelaksanaan APBN sebelum pergantian presiden, tadi disampaikan bagaimana pelaksanaan APBN 2024," ujarnya.
Saat ditanya mengenai masukan dari Presiden Jokowi terkait kelanjutan pelaksanaan APBN, Sri Mulyani menyatakan bahwa ia akan memberikan keterangan secara lengkap pekan depan.
"Nanti minggu depan saya akan buat konferensi pers soal hal itu," katanya.
Sri Mulyani sebelumnya menargetkan defisit APBN 2024 sebesar 2,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun ini.
Meskipun hingga akhir Agustus 2024, realisasi defisit kas negara baru mencapai 0,68 persen dari PDB, atau senilai Rp 153,7 triliun.
"Outlook 2,7 persen dari PDB seperti yang di Banggar dan DPR. Ini karena penerimaan mengalami tekanan dan belanja pertumbuhannya cukup baik," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/9/2024).
Diketahui, target defisit dalam APBN 2024 awalnya ditetapkan sebesar 2,29 persen terhadap PDB, atau sebesar Rp 522,8 triliun, namun kemudian melebar menjadi 2,7 persen terhadap PDB.