Mulusnya Transisi Pemerintahan ke Prabowo Ciptakan Stabilitas Politik yang Kuat
Peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Muhammad Anwar mengatakan, transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto memiliki sejumlah kelebihan yang membedakannya
(InvestorID) 11/10/24 10:45 16301748
JAKARTA, investor.id - Peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Muhammad Anwar mengatakan, transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto memiliki sejumlah kelebihan yang membedakannya dari transisi-transisi sebelumnya.
Salah satu aspek paling mencolok dari transisi pemerintahan kali ini adalah kuatnya konsolidasi kekuasaan di bawah koalisi politik yang hampir tanpa oposisi. Koalisi besar yang terbentuk antara partai-partai pendukung Jokowi dan Prabowo memberikan stabilitas politik yang sangat signifikan.
“Bahkan, sinyal bahwa PDI-P, partai terbesar yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, kemungkinan akan bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo, memperkuat dominasi koalisi tersebut,” kata Anwar kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Menurut dia, situasi ini berbeda dari transisi-transisi sebelumnya yang seringkali diwarnai oleh ketegangan antara kubu pemerintah dan oposisi. Dengan hampir seluruh kekuatan politik utama berada di barisan yang sama, potensi konflik politik dalam negeri bisa ditekan, memungkinkan proses transisi berjalan lebih mulus dan efisien.
Selanjutnya, peran kunci “Orang-Orang Prabowo” dalam Pemerintahan Jokowi. Kelebihan lain yang membuat transisi ini unik adalah adanya banyak sosok yang dekat dengan Prabowo yang telah dipersiapkan dan dimasukkan ke dalam kabinet Jokowi.
Mereka telah terlibat dalam perumusan dan implementasi kebijakan strategis pemerintah, yang menciptakan kesinambungan antara kebijakan Jokowi dan visi Prabowo.
“Tokoh-tokoh ini memainkan peran penting dalam bidang-bidang seperti pertahanan, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga transisi kebijakan tidak akan mengalami disrupsi besar,” katanya.
hal ini memberikan kepercayaan bahwa program-program pro-rakyat, termasuk pembangunan infrastruktur dan kebijakan kesejahteraan sosial, akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan di bawah pemerintahan baru.
Anwar juga menyoroti di masa transisi ini, kondisi keamanan nasional juga terbilang stabil. Tidak ada ketegangan politik yang signifikan atau ancaman besar terhadap keamanan dalam negeri yang dapat mengganggu proses pergantian pemerintahan.
Keamanan yang relatif stabil ini sangat berbeda dari beberapa transisi sebelumnya yang diwarnai oleh protes, demonstrasi besar-besaran, atau ketidakpastian politik.
“Stabilitas ini memberikan ruang bagi proses transisi yang lebih terencana dan terkoordinasi, serta memastikan bahwa pemerintah dapat terus berfungsi dengan baik meskipun berada di ambang pergantian kepemimpinan,” katanya.
Kesinambungan Pembangunan Ekonomi
Dia berpendapat proses transisi ini akan menjadi krusial dalam memastikan kelangsungan kebijakan ekonomi yang sudah berjalan, terutama yang berdampak pada rakyat kecil. Pemerintahan Jokowi dikenal dengan proyek infrastruktur besar-besaran dan berbagai program bantuan sosial yang penting bagi masyarakat miskin.
“Jika Prabowo melanjutkan arah kebijakan tersebut dengan beberapa penyesuaian yang sesuai dengan visi dan misinya, ada potensi positif bagi kesinambungan pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Namun, beberapa hal perlu diawasi, seperti bagaimana Prabowo akan menangani masalah ketimpangan ekonomi dan bagaimana ia akan memperlakukan subsidi serta program-program yang bersifat pro-rakyat kecil.
Keberlanjutan dan perluasan program kesejahteraan sosial akan menjadi tanda komitmen pemerintah untuk tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat miskin.
“Jadi, transisi ini bukan hanya soal perubahan pemimpin, tetapi lebih pada arah kebijakan yang akan diambil, terutama apakah bisa memperbaiki keadaan masyarakat bawah atau malah terjadi pergeseran fokus yang bisa mengesampingkan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Anwar mengingatkan meskipun transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo tampak berjalan mulus di permukaan, kelancaran proses tersebut tidak serta merta menjamin kesinambungan program-program pro-rakyat tanpa kendala. Tantangan utama yang dihadapi adalah kejatuhan kelas menengah, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Penurunan daya beli dan ketidakstabilan ekonomi yang menghantam kelompok ini memicu kekhawatiran akan menurunnya dukungan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang baru. *Tanpa langkah pemulihan yang jelas dan cepat, dampak buruk terhadap konsumsi domestik bisa memperburuk situasi.*
Selain itu, isu-isu kerawanan yang sering muncul menjelang Pilkada juga berpotensi menggoyahkan stabilitas politikdi berbagai daerah. Keretakan sosial dan dinamika politik lokal dapat memperlambat pelaksanaan kebijakan, termasuk program pro-rakyat yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Oleh karena itu, meskipun transisi kekuasaan berjalan tanpa hambatan berarti, faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi kelas menengah dan ketegangan politik lokal menjelang pilkada dapat menjadi hambatan serius dalam menjaga kelanjutan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #muhammad-anwar #ideas #transisi #prabowo-gibran #stabilitas-politik #berita-ekonomi-terkini