Pastikan Subsidi Tepat Sasaran, Prabowo Bakal Manfaatkan Teknologi Digital

Pastikan Subsidi Tepat Sasaran, Prabowo Bakal Manfaatkan Teknologi Digital

Prabowo memastikan penyaluran subsidi maupun bantuan sosial (bansos) bakal lebih tepat sasaran. Halaman all

(Kompas.com) 20/10/24 14:06 16747896

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan penyaluran subsidi maupun bantuan sosial (bansos) bakal lebih tepat sasaran ke depannya sehingga tujuan subsidi dapat tercapai yakni untuk membantu masyarakat tidak mampu.

Pasalnya, selama ini masih banyak masyarakat tidak mampu yang tidak mendapatkan subidi maupun bansos.

Di sisi lain, masyarakat mampu justru tercatat menjadi penerima subsidi dan atau bansos.

KOMPAS.com/ Nugraha Perdana Ilustrasi tumpukan pupuk di salah satu kios di Kota Malang, Jawa Timur.

"Kita harus berani meneliti dan kalau perlu kita ubah subsidi itu harus kepada langsung keluarga-keluarga yang membutuhkan," ujar Prabowo dalam pidatonya setelah dilantik menjadi Presiden RI periode 2024-2029 di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Prabowo yakin tujuan ini bisa dicapai, salah satunya dengan membenahi cara penyaluran subsidi dan bansos dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh itu," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, pemerintah telah mengalokasi anggaran subsidi energi sebesar Rp 203,41 triliun.

Alokasi ini turun Rp 1,12 triliun dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang semula diusulkan Rp 204,53 triliun. Pengurangan subsidi energi ini dilakukan karena adanya perubahan asumsi kurs rupiah dari Rp 16.000 menjadi Rp 16.000 per dollar AS.

Prabowo berencana ubah skema subsidi energi

Sebelumnya, Prabowo juga sempat mengatakan akan mengubah skema subsidi barang, khususnya energi, menjadi bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat miskin.

ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdana usai dilantik pada sidang paripurna MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029.ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wpa.
Rencana ini diambil karena penyaluran subsidi dalam bentuk barang selama ini dinilai tidak tepat sasaran.

"Sekarang banyak subsidi kita setelah dikaji kurang dinikmati lapisan paling bawah. Karena subsidi itu adalah diarahkan ke subsidi barang," tutur Prabowo dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Prabowo menambahkan, pihaknya sedang mengkaji untuk mengubah subsidi menjadi bantuan yang lebih tepat sasaran untuk keluarga.

"Kita sedang mengkaji, mengubah subsidi menjadi subsidi kepada keluarga," ujarnya.

Prabowo menekankan pentingnya memiliki data penerima bantuan yang jelas untuk memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.

"Kita harus sekarang mencari data by name by address setiap keluarga yang golongan paling bawah," katanya.

Setelah mendapatkan data tersebut, bantuan yang akan menggantikan subsidi barang akan disalurkan melalui sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) terkait.

"Kita berharap BRI, BNI, Pos Indonesia, PLN, dengan semua jaringannya sampai ke desa, bisa membantu melancarkan pengiriman subsidi itu langsung ke keluarga yang miskin," tutur Prabowo.

Rencana pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto juga mencakup perubahan skema subsidi energi seperti bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik.

Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, menilai bahwa subsidi energi lebih baik diberikan dalam bentuk BLT kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga lebih tepat sasaran.

"Kita ingin dengan data diperbaiki, disempurnakan supaya mereka (masyarakat miskin) diberi saja transfer tunai langsung, bukan pada komoditinya, tetapi kepada keluarganya yang berhak terima," kata Burhanuddin dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook 2025, dikutip pada Jumat (27/9/2024).

Menurut dia, subsidi energi sebesar Rp 540 triliun yang selama ini diberikan masih belum sesuai dengan realitas di lapangan.

#bansos #prabowo-subianto #bantuan-sosial #bantuan-langsung-tunai #subsidi-energi #subsidi

http://money.kompas.com/read/2024/10/20/140600226/pastikan-subsidi-tepat-sasaran-prabowo-bakal-manfaatkan-teknologi-digital