Apindo: Penyusunan Kabinet Prabowo Pertimbangkan Stabilitas dan Akselerasi Ekonomi

Apindo: Penyusunan Kabinet Prabowo Pertimbangkan Stabilitas dan Akselerasi Ekonomi

Kabinet yang disusun Presiden Prabowo turut mempertimbangkan stabilitas ekonomi. Kabinet yang dimaksud juga bisa membuat Prabowo sungkan. - Halaman all

(InvestorID) 20/10/24 20:39 16752165

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penentuan pengisian kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan stabilitas dan akselerasi ekonomi. Penyusunan kabinet turut dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani mengatakan, dalam konteks stabilitas, presiden akan cenderung mengambil unsur birokrat dari partai, yang bisa memberikan dukungan secara politik. Terutama agar pemerintah mendapatkan sokongan dalam menjalankan program pembangunan yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat.

“Dukungan secara politik untuk program-program strategis dan program populis yang menjadi janji kampanye sebelumnya,” tutur Ajib pada Minggu (20/10/2024).

Kedua, yaitu dalam konteks akselerasi ekonomi, Prabowo akan memperkuat jajaran pembantunya di kabinet dari unsur teknokrat. Hal tersebut sesuai dengan kapabilitas yang dimiliki oleh figur-figur terpilih.

“Dengan keahlian, pengalaman dan portofolio yang dimiliki, diharapkan mampu mendongkrak dan memberikan daya ungkit maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi kedepannya,” ucap Ajib.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan bahwa selain transisi yang berjalan mulus, pemerintah harus berkomitmen untuk menjalankan perbaikan. Situasi guyub saat ini berpotensi membuat presiden terpilih sungkan untuk melakukan terobosan besar. Transisi yang mulus memang menjadi nilai lebih, selama Prabowo konsisten melakukan perbaikan di banyak aspek.

“Dalam konteks investasi dan dunia usaha, pak Prabowo perlu fokus memperbaiki iklim investasi dan usaha yang semakin memburuk dalam 5 tahun terakhir. Sektor manufaktur yang berguguran perlu mendapatkan perhatian utama,” terang Wijayanto.

Kebijakan yang Realistis

Wijayanto menerangkan, program-program yang memakan banyak anggaran, seperti IKN dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, perlu dikalibrasi ulang mengingat kondisi fiskal yang sangat rentan. Artinya, sejumlah kebijakan bisa dilanjutkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan.

“Apabila keputusan yang diambil realistis dan konkrit maka dunia usaha akan melihat hal tersebut sebagai sinyal positif bahwa pemerintahan Prabowo akan serius melakukan perbaikan,” kata Wijayanto.

Dia menambahkan, pemerintah harus meningkatkan kepastian hukum, kualitas regulasi dan kinerja birokrasi perlu dibangun kembali. Dalam hal ini pemerintah harus memprioritaskan pemberantasan korupsi dan penghilangan ekonomi biaya tinggi. Ikhtiar tersebut hanya bisa dilakukan dengan rencana yang jelas dan konkret, komitmen yang kuat serta implementasi yang kredibel, dunia usaha akan percaya.

“Solusi bagi kondisi fiskal yang buruk perlu dikomunikasikan dengan baik, dengan rencana yang realistis. Formasi dan kredibilitas kabinet merupakan titik penting bagi pak Prabowo untuk membangun kepercayaan dunia usaha,” tutur Wijayanto.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #kabinet-prabowo #kabinet-prabowo-gibran #prabowo-subianto #stabilitas-ekonomi #apindo #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/national/377313/apindo-penyusunan-kabinet-prabowo-pertimbangkan-stabilitas-dan-akselerasi-ekonomi