Menakar Kondisi Ekonomi Indonesia 2025 di Bawah Pemerintahan Baru
Pemerintahan baru dinilai masih akan menghadapi tantangan di sektor ekonomi tahun depan. Halaman all
(Kompas.com) 26/10/24 20:47 17028376
JAKARTA, KOMPAS.com -Pemerintahan baru dinilai masih akan menghadapi tantangan di sektor ekonomi tahun depan. Namun demikian, Indonesia dinilai telah mampu menentukan arah pertumbuhan sesuai target.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan, eskalasi global semakin kompleks dan risiko geoekonomi kembali meningkat.
“Namun, Indonesia berhasil dalam menavigasi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta ekspor barang dan jasa di tengah berbagai krisis yang terjadi, bahkan dapat tumbuh tinggi di atas rata-rata global, meskipun pertumbuhan ekonomi yang mandek di kisaran 5 persen bahkan masih merasakan scarring effect akibat pandemi Covid-19 menjadi catatan kritis,” kata dia dalam Hana Bank Economic Outlook 2025, dikutip Sabtu (26/10/2024).
SHUTTERSTOCK/THAPANA_STUDIO Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Aviliani menyarankan untuk menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui reformasi birokrasi dan penegakan hukum.
Selain itu, ia juga berpendapat mengenai revolusi menuju negara industri, pembenahan di seluruh komponen penyusun Produk Domestik Bruto (PDB), dan kerja sama dengan pihak swasta.
Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan meningkatkan Penanaman Modal Asing (PMA). Selain itu, penting untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dan kinerja usaha kecil.
Sementara itu Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi Kabinet Merah Putih, yang meliputi ketidakpastian global dan dinamika internal.
Lebih lanjut Yunarto menjelaskan, arah kebijakan ekonomi pemerintahan yang baru mengedepankan ekonomi dorongan besar (big push), proteksionisme, dan reindustrialisasi atau padat karya.
Adapun, sektor-sektor yang menjadi prioritas antara lain pangan, industrialisasi, infrastruktur, energi, pemerataan, sumber daya manusia, dan tata kelola.
Dalam waktu yang bersamaan, Direktur Utama PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) Jong Jin Park menuturkan, adanya pelantikan pemerintahan baru Indonesia, pemilihan presiden Amerika Serikat, penurunan suku bunga global, dan meningkatnya risiko geopolitik akan memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia ke depannya.
“Hana Bank berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan optimal kepada para nasabah dan berusaha menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan di masa depan,” ujar dia.
Sebagai informasi, Hana Bank Economic Outlook 2025 merupakan Economic Outlook ke-14 yang rutin diadakan oleh Hana Bank sejak 2010. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 nasabah korporasi Hana Bank dari berbagai sektor.
#reformasi-birokrasi #pertumbuhan-ekonomi #ekonomi #pemerintahan-baru #kabinet-merah-putih