PGN dan Universitas Udayana Bersinergi Wujudkan Swasembada Energi Hijau di Masa Transisi
Kolaborasi PGN-Universitas Udayana bertujuan memperkuat riset dan kapabilitas pengelolaan energi ramah lingkungan, serta siapkan SDM energi unggul. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 10:00 17311796
BALI, KOMPAS.com – Dalam menghadapi tantangan keekonomian energi baru terbarukan (EBT), PT PGN Tbk, subholding gas dari Pertamina, bekerja sama dengan Universitas Udayana melalui rangkaian kegiatan Pertamina Goes To Campus 2024 (PGTC 2024).
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset dan kapabilitas pengelolaan energi yang ramah lingkungan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap mengelola energi masa depan di tengah transisi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Program Pembinaan Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra, menyoroti pentingnya transisi energi dengan menekankan peran gas bumi sebagai energi fosil yang lebih ramah lingkungan.
"Kami mendapat tugas dari Presiden untuk melaksanakan swasembada energi, karena energi impor akan menggerus ekonomi Indonesia dan tugas kita bersama adalah menjaga pengelolaan energi melalui program diversifikasi energi," ujar Mirza, melalui keterangan pers, Kamis (31/10/2024).
Mirza menambahkan bahwa untuk mencapai NZE 2060, tantangan terbesar adalah memastikan keekonomian EBT, serta sinergi antara pengaturan hulu dan hilir energi.
"Itulah mengapa PGN berperan dalam mendistribusikan energi yang lebih baik dari sisi lingkungan," ujarnya.
Selain itu, cadangan gas bumi yang cukup, dihadapkan pada kendala infrastruktur yang masih perlu diperkuat untuk menjangkau masyarakat.
Dukung Transisi Menuju EBT
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Universitas Udayana sangat penting dalam menghadirkan inovasi riset energi yang mendukung transisi menuju EBT.
“Pengelolaan energi di masa depan bagi PGN perlu kolaborasi dengan civitas akademika untuk mengembangkan riset yang inovatif. Kolaborasi ini juga menyiapkan SDM unggul untuk pengelolaan energi ke depan," ujar Arief.
Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut positif kerja sama ini, menekankan pentingnya riset bersama untuk mengurangi jejak karbon.
“Universitas Udayana sebagai lembaga pendidikan berkomitmen untuk bersinergi dengan PGN, agar edukasi dan peningkatan wacana terkait transisi energi dapat bergulir dengan lancar,” kata Prof. Ketut.
PGN melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas sosialisasi mengenai pemanfaatan gas bumi kepada generasi muda.
Arief berharap kolaborasi ini dapat memperkenalkan produk beyond pipeline seperti CNG dan LNG, yang relevan di Bali mengingat terbatasnya infrastruktur gas bumi di pulau ini.
PGN juga berencana mengeksplorasi energi hidrogen sebagai langkah menuju bisnis rendah karbon yang mendukung NZE 2060.
#bali #universitas-udayana #ebt #transisi-energi #nze-2060 #swasembada-energi