15 Investor Taiwan Minat Relokasi Bisnis Tekstil ke RI, tapi Minta 4 Syarat

15 Investor Taiwan Minat Relokasi Bisnis Tekstil ke RI, tapi Minta 4 Syarat

Sebanyak 15 investor asal Taiwan berminat merelokasi bisnisnya di sektor tekstil ke Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 02/11/24 10:14 17358697

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 investor asal Taiwan berminat merelokasi bisnisnya di sektor tekstil ke Indonesia. Namun, mereka meminta pemerintah memenuhi sejumlah persyaratan.

Permintaan ini diungkapkan ketika perwakilan dari Taiwan Textile Federation dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Jumat (1/11/2024).

"Asosiasi Tekstil Taiwan datang dan mereka menyatakan punya keinginan untuk investasi di Indonesia karena beberapa dari mereka sudah investasi di Indonesia, di daerah Purwakarta. Permintaan mereka ada beberapa hal," ujar Airlangga.

Berikut empat permintaan 15 investor asing asal Taiwan itu kepada pemerintah.

1. Dimudahkan membeli tanah

Para calon investor asing itu meminta agar proses pembelian tanah di Indonesia dimudahkan agar mereka bisa segera bangun pabrik di Indonesia.

Mengingat mereka ingin menerapkan strategi China Plus One (C+1) yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada China dengan mendiversifikasi bisnis ke negara lain.

Namun Airlangga justru menyarankan mereka untuk membangun pabrik di kawasan industri agar proses mengurus izin analisis dampak lingkungan (amdal) lebih cepat.

"Kalau keluar kawasan mereka amdalnya lama dan juga dua-tiga tahun hanya pematangan lahan. Tetapi kalau masuk kawasan itu akan menjadi mudah karena semuanya sudah selesai, baik amdal maupun lahan," ucapnya.

2. Memanfaatkan energi hijau

Para investor asal Taiwan itu juga meminta agar pemerintah mematuhi kerangka kerja dan pedoman lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESGcompliance sesuai regulasi yang telah diatur pemerintah maupun perusahaan.

FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi environmental, social and governance (ESG).
Dia bilang, sumber energi hijau yang dimiliki Indonesia ada tiga, berupa gas, hidro, hingga panel surya terapung (solar floating) dimana keseluruhannya tersedia di kawasan industri Jawa Barat.

"Sekarang industri tekstil yang high-end, semuanya meminta ESG compliance. Di dalam ESG compliant itu energinya hijau," kata dia.

3. Diberikan harga gas murah

Mereka juga meminta agar pemerintah memberikan harga jual gas industri dengan harga yang murah untuk mendukung operasional mereka.

Pasalnya, para investor ini mengeluhkan harga gas industri di Indonesia terlalu tinggi di atas 12 dollar AS per millions of british thermal units (MMBTU).

"Saya katakan kalau harganya 9 dollar AS per MMBTU, itu rata-rata industri dapat segitu. Jadi kalau mereka dapat di atas itu, mereka mesti sampaikan ke pemerintah, nanti pemerintah panggil lah PGN atau siapa," jelasnya.

4. Percepat penyelesaian IEU-CEPA

Pemerintah juga diminta untuk mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Pasalnya, para investor menginginkan pasar yang menguntungkan di Indonesia seperti layaknya di China dan Vietnam.

Mengingat saat ini keuntungan terbesar mereka diperoleh melalui investasi di China dan Vietnam, terutama karena Vietnam memiliki perjanjian IEU-CEPA dan Comprehensive and Progresive Trans-Pasific Partnership Agreement (CPTPP) sehingga dibebaskan bea masuk barang impor

"Sedangkan Indonesia saat sekarang dengan Eropa masih 16 sampai 20 persen. Dan end user mereka yang besar-besar, itu komit kalau Indonesia bisa mendapatkan IEU-CEPA, itu mereka akan relokasi bahkan dari Vietnam ke Indonesia," ucapnya.

Oleh karenanya, setelah pertemuan ini pemerintah akan berupaya untuk menyelesaikan perjanjian IEU-CEPA dan memenuhi persyaratan dari pada investor tersebut jika dapat direalisasikan.

"Jadi itu PR-PR yang harus diselesaikan," tukasnya.

#tekstil #kawasan-industri #investasi-di-indonesia #harga-gas-industri #investor-taiwan #esg

https://money.kompas.com/read/2024/11/02/101401326/15-investor-taiwan-minat-relokasi-bisnis-tekstil-ke-ri-tapi-minta-4-syarat