Peran Strategis Bulog Mewujudkan Swasembada Pangan Halaman all

Peran Strategis Bulog Mewujudkan Swasembada Pangan Halaman all

Kesejahteraan petani jadi kunci peningkatan produksi beras. Produksi beras bakal meningkat secara berkelanjutan hanya jika petani berasnya sejahtera. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 05/11/24 08:52 17501711

Urusan Pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa” - Presiden Soekarno.

KALIMAT profetik yang disampaikan Presiden Soekarno di atas saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor (kini IPB University) pada 27 April 1952, masih relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

Lebih dari 72 tahun setelah pidato Bung Karno, Indonesia belum mampu sepenuhnya memenuhi pangan bagi rakyatnya dari produksi sendiri. Indonesia masih melakukan impor beras untuk menjaga stok aman di dalam negeri.

Selain beras, Indonesia juga masih melakukan impor terhadap sejumlah komoditi, yaitu jagung, kedelai, gula, bawang putih, daging sapi dan gandum.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyadari penting dan strategisnya memperkokoh sektor pangan dengan memasukkan swasembada pangan sebagai program prioritas pemerintahan di periode 2024-2029.

Targetnya, swasembada pangan utamanya beras tercapai pada empat sampai lima tahun ke depan.

Swasembada akan ditempuh lewat upaya ekstensifikasi dan intensifikasi serta dikerjakan secara bersama-sama lintas kementerian.

Kementerian Pertanian akan mengoptimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektare, Kementerian Pekerjaan Umum fokus membenahi irigiasi dan pengairan, dan BUMN menyiapkan benih dan pupuk.

Beberapa langkah yang akan ditempuh dengan mencetak sawah baru seluas 3 juta hektare di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Di Merauke, ditargetkan pencetakan sawah 1 juta hektare, di Kalimantan Tengah seluas 500.000 hektare, Kalimantan Selatan seluas 300.000 hektare.

Sementara di lima propinsi lainnya, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Aceh ditargetkan dicetak 200.000 hektare sawah baru.

Untuk memperkokoh ketahanan pangan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 139,4 triliun pada 2025.

Anggaran ini akan disebar ke berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan BUMN.

Luas panen menurun

Luas panen padi di Indonesia dari tahun ke tahun juga terus menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, luas panen padi di Indonesia seluas 10,21 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 53,98 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jika dibandingkan tahun 2022, luas panen 2023 turun 0,24 juta hektare atau 2,29 persen. Produksi padi 2023 mengalami penurunan sebesar 0,77 juta ton atau 1,4 persen dari tahun 2022.

Jan Prince Permata Data BPS

#bulog #swasembada-pangan #petani #impor-beras

https://money.kompas.com/read/2024/11/05/083222926/peran-strategis-bulog-mewujudkan-swasembada-pangan?page=all