Penetrasi dan Densitas Asuransi Mulai Merekah
Penetrasi asuransi di Indonesia mulai kembali merekah, sementara tingkat densitas asuransi konsisten berkembang. - Halaman all
(InvestorID) 05/11/24 17:22 17515629
JAKARTA, investor.id – Penetrasi asuransi di Indonesia mulai merekah sejak mengalami penurunan dalam kurun beberapa tahun belakangan. Sementara densitas asuransi konsisten berkembang ke arah positif.
Merujuk Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2024, penetrasi asuransi tercatat berada di posisi 3,1% pada tahun 2020. Sejak itu, penetrasi menurun menjadi 3,0% pada 2021, lalu sebesar 2,7% pada 2022, dan kembali turun ke level 2,6% pada 2023.
Penetrasi asuransi mulai bergerak naik pada tahun 2024 ini. Berdasarkan catatan OJK, penetrasi asuransi meningkat ke posisi 2,80% pada September 2024.
Di samping itu, densitas asuransi tercatat konsisten bergerak naik kendati dihadapkan pandemi Covid-19. Densitas asuransi pada 2020 misalnya yang sebesar Rp 1.774.612, terus naik menjadi Rp 2.080.020 per September 2024.
Untuk diketahui, penetrasi asuransi merupakan rasio antara dana di industri asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara densitas asuransi merupakan rata-rata pendapatan masyarakat yang disisihkan untuk membeli produk asuransi dalam kurun satu tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menerangan, tingkat densitas dan penetrasi asuransi relatif terus meningkat hingga September 2024. Hal ini didorong dengan masih terus bertumbuhnya premi di sektor asuransi secara umum.
“OJK akan terus mengawal agar dapat tercapai tingkat densitas 2,4 juta rupiah dan penetrasi 3,2% pada 2027 sesuai dengan target yang dicanangkan pada peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia,” ungkap Ogi kepada wartawan, pada Selasa (5/11/2024).
Penetrasi Asuransi 2018-2024
Meski penetrasi dan densitas asuransi di Indonesia bergerak ke arah positif, keduanya masih jauh tertinggal di bawah sejumlah negara tetangga lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Mengacu data ASEAN Insurance Surveillance Report 2022, penetrasi asuransi Singapura yang berada pada level 12,5%, Malaysia pada level 3,8%, Thailand pada Level 4,6%. Dari sisi densitas, Singapura mencatat Rp 136.314.430, Malaysia dengan densitas Rp 6.575.570, begitu juga Thailand yang sebesar Rp 6.115.960.
Ogi menerangkan, sebagaimana diketahui bersama, sejak krisis keuangan yang terjadi di tahun 1997 dan 1998, terjadi reformasi sektor jasa keuangan di Indonesia secara besar-besaran. Namun, reformasi itu belum menyentuh sampai ke sektor perasuransian.
“Indikator berupa penetrasi dan densitas cenderung stagnan (2-3%) dalam 2 dekade ini,” terang dia.
Ogi menambahkan, hal tersebut yang memicu OJK dalam 2 tahun terakhir ini untuk melakukan berbagai perubahan. Perubahan yang dimaksud sejalan dengan momentum terbitnya UU P2SK untuk melakukan perubahan di sektor perasuransian.
Adapun berikut tingkat penetrasi dan densitas asuransi 2018-2024;
Tingkat penetrasi asuransi:
2018 – 2,9%
2019 – 3,0%
2020 – 3,1%
2021 – 3,0%
2022 – 2,7%
2023 – 2,6%
Sep 2024 – 2,80%
Tingkat densitas asuransi:
2018 – Rp 1.600.140
2019 – Rp 1.751.514
2020 – Rp 1.774.612
2021 – Rp 1.897.110
2022 – Rp 1.923.380
2023 – Rp 1.977.000
Sep 2024 – Rp 2.080.020
Sumber: Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian 2023-2027, AAUI
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #penetrasi-asuransi #penetrasi-asuransi-di-indonesia #densitas-asuransi #densitas-asuransi-di-indonesia #penetrasi-dan-densitas-asuransi #otoritas-jasa-keuangan-ojk #n-a
https://investor.id/insurance/379146/penetrasi-dan-densitas-asuransi-mulai-merekah