Adu Potensi Cuan Saham Ciputra (CTRA) vs Pakuwon (PWON)
Saham Pakuwon (PWON) dan Ciputra Development (CTRA) direkomendasikan beli. Lantas, seberapa besar potensi cuan masing-masing saham? - Halaman all
(InvestorID) 05/07/24 14:00 9678948
JAKARTA, investor.id – Saham emiten ‘Raja Mal’ Alexander Tedja, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) direkomendasikan beli. Begitu juga dengan saham emiten Grup Ciputra, PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Lantas, seberapa besar potensi cuan masing-masing saham emiten properti tersebut?
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer mengungkapkan bahwa secara kinerja, Pakuwon dibayangi pelemahan rupiah yang tercermin pada laporan keuangan kuartal I-2024. Pelemahan rupiah mengakibatkan laba bersih Pakuwon turun 35,9% yoy menjadi Rp 421,6 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 658,4 miliar.
“Penurunan laba bersih Pakuwon pada kuartal I-2024 mungkin tampak mengkhawatirkan, namun hal itu bukan disebabkan oleh kinerja buruk perusahaan, melainkan karena pelemahan rupiah,” tulis Axell dalam risetnya.
Adapun pendapatan emiten berkode saham PWON tersebut naik 10,5% menjadi Rp 1,53 triliun pada kuartal I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,38 triliun. Laba kotor juga naik 14% menjadi Rp 851,5 miliar dari Rp 747,1 miliar. Margin laba kotor meningkat menjadi 55,6% dari 54%. Sedangkan EBITDA tumbuh 8%.
“Sentimen negatif pelemahan rupiah hanya bersifat sementara dan tidak memengaruhi prospek jangka panjang PWON ataupun investasi secara berkelanjutan,” jelas dia.
Sepanjang kuartal I-2024, PWON mencatatkan penjualan pemasaran (marketing sales) yang solid sebesar Rp 385 miliar, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 298 miliar. Hal itu disebabkan oleh program insentif pajak PPN DTP dari pemerintah yang masih berlanjut hingga akhir tahun. Dengan begitu, PWON berada di jalur yang tepat untuk mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun.
Pendapatan berulang yang berkontribusi 78% terhadap total pendapatan PWON pada kuartal I-2024 juga menunjukkan peningkatan sebesar 10,8% menjadi Rp 1,2 triliun dari Rp 1,08 triliun. Hal itu disebabkan oleh tingkat hunian mal yang lebih tinggi dan kenaikan pendapatan sewa.
Potensi Cuan PWON vs CTRA
NH Korindo Sekuritas merekomendasikan beli saham PWON dengan target harga Rp 530. Target harga tersebut mengimplikasikan PBV sebesar 1,32 kali, yang setara dengan rata-rata PBV 3 tahun.
Saat ini, saham PWON diperdagangkan pada PBV sebesar 1 kali. Pada perdagangan Kamis (4/7/2024), PWON bertengger di level Rp 376. Dengan demikian, potensi cuan saham PWON mencapai 41%. Risiko utamanya adalah suku bunga, perubahan kebijakan pemerintah, dan penurunan daya beli konsumen.
Sementara itu, NH Korindo Sekuritas juga merekomendasikan beli saham emiten properti lainnya, yaitu Ciputra Development (CTRA). Target harga saham CTRA dipatok sebesar Rp 1.450. Target harga baru tersebut mencerminkan PBV sebesar 1,31 kali, setara dengan standar deviasi (SD) lima tahun +1. Saat ini, CTRA diperdagangkan pada PBV sebesar 1,02 kali.
Pada perdagangan Kamis (4/7/2024), CTRA berada di level Rp 1.130. Dengan begitu, potensi cuan saham CTRA sebesar 28%.
NH Korindo Sekuritas telah mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga yang cukup besar dalam 12 bulan ke depan, yang dapat mendorong kinerja sektor properti lebih lanjut. Risiko utamanya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat suku bunga, dan penurunan daya beli masyarakat.
Pada kuartal I-2024, Ciputra Development (CTRA) mencatatkan marketing sales Rp 3,32 triliun. Meskipun 4% lebih rendah secara year on year (yoy) dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 3,45 triliun, angka tersebut melampaui ekspektasi.
“Dengan target marketing sales CTRA tahun ini sebesar Rp 11,1 triliun, mereka telah mencapai 30% dalam 3 bulan pertama,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.
CTRA berhasil membukukan pendapatan Rp 2,32 triliun pada kuartal I-2024 atau naik 8,7% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 2,13 triliun. Laba bersih juga naik 16,9% menjadi Rp 483 miliar dari Rp 413 miliar. Hal itu seiring peningkatan margin laba kotor, margin laba usaha, dan margin laba bersih.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pwon #ctra #pakuwon #ciputra #saham-pwon #saham-ctra #saham-cuan #rekomendasi-saham #nh-korindo-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366140/adu-potensi-cuan-saham-ciputra-ctra-vs-pakuwon-pwon