Erick Thohir: PMN Tak Cuma Buat BUMN Sakit, tapi Penugasan
Sekitar 70 persen suntikan dana dari pemerintah ke BUMN digunakan untuk mengerjakan penugasan dan pengembangan usaha. Halaman all
(Kompas.com) 05/07/24 19:54 9778140
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan suntikan dana berupa penyertaan modal negara (PMN) ke perusahaan pelat merah tidak melulu untuk BUMN sakit.
Menurutnya, sekitar 70 persen suntikan dana dari pemerintah ke BUMN digunakan untuk mengerjakan penugasan dan pengembangan usaha.
"Periksa dulu BUMN yang mana. Waktu saya ketemu dengan Komisi VI, itu jelas hampir 70 persen BUMN yang disuntik itu karena penugasan. Ada juga restrukturisasi," ujar Erick saat ditemui di Sarinah, Jakarta, Jumat (5/7/2024).
SHUTTERSTOCK/ABDURRAHIM HUSAIN Ilustrasi badan usaha milik negara (BUMN), Kementerian BUMN.
PMN tunai diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT KAI, PT INKA, PT Hutama Karya, dan PT Pelni.
Sementara PMN non-tunai diberikan ke PT Hutama Karya, PT Len Industri, PT Bio Farma, PT Sejahtera Eka Graha, PT Varuna Tirta Prakasya, PT ASDP Indonesia Ferry, Perum Damri, Perum LPPNPI/Airnav Indonesia, PT Pertamina, PT Perkebunan Nusantara III, Perum Perumnas, dan PT Danareksa.
Beberapa BUMN itu memang diketahui sedang mengalami masalah keuangan, di antaranya PT Varuna Tirta Prakasya yang dititip kelola di PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Erick mengatakan, dirinya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan pada perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah kedua kementerian tersebut.
"Saya dengan Ibu Sri Mulyani juga bersepakat, bagaimana kita memetakan mana BUMN yang ada di bawah Ibu Sri Mulyani, mana BUMN yang di bawah saya, kita saling sinergi," kata dia.
"Dan itu menjadi bagian bagaimana kita dengan Menteri Keuangan selalu bekerja sama untuk melakukan perbaikan-perbaikan," pungkas Erick.