#30 tag 24jam
Kabur dari Fasilitas Penelitian, 43 Monyet Ancam Warga di South Carolina
Sebuah kota kecil di Carolina Selatan menjadi geger setelah 43 ekor monyet rhesus kabur dari fasilitas penelitian Alpha Genesis Primate Research Centre di AS. [290] url asal
#hewan-buas #monyet #amerika-serikat #hewan #hewan-kabur
(MedCom - Internasional) 08/11/24 11:34
v/17774308/
South Carolina: Sebuah kota kecil di South Carolina, Amerika Serikat (AS) menjadi geger setelah 43 ekor monyet rhesus kabur dari fasilitas penelitian Alpha Genesis Primate Research Centre di Yemassee pada Rabu 7 November 2024. Hal ini disampaikan oleh Matthew Garnes, administrator kota tersebut.Warga sekitar dihimbau untuk menjaga pintu dan jendela tertutup demi mencegah primata-primata tersebut masuk ke dalam rumah.
Dalam postingan Facebook, Departemen Kepolisian Yemassee memperingatkan warga untuk memastikan pintu dan jendela terkunci untuk mencegah hewan-hewan ini memasuki rumah.
Dalam pembaruan informasi menjelang siang, polisi menyatakan bahwa tim dari Alpha Genesis sudah melihat beberapa monyet dan mencoba menarik mereka menggunakan umpan makanan.
Pihak kepolisian juga menyarankan warga yang menemukan monyet-monyet tersebut untuk tidak mencoba berinteraksi, melainkan segera menghubungi layanan darurat 911.
Monyet-monyet muda ini semuanya berjenis kelamin betina, dengan berat sekitar 6 hingga 7 pon. Pihak berwenang menyatakan bahwa mereka belum pernah digunakan dalam penelitian dan terlalu muda untuk menularkan penyakit.
"Mereka digambarkan sebagai hewan yang sangat pemalu dan akan berkumpul dalam kelompok," ungkap Garnes, dikutip dari Radio New Zealand, Jumat 8 November 2024.
Ia menambahkan bahwa meskipun monyet-monyet ini tidak agresif, mereka mungkin merasa gelisah karena lapar.
Tim kepolisian telah memasang beberapa perangkap dan menggunakan kamera termal untuk membantu pelacakan. Mereka juga bekerja sama dengan kantor sheriff Beaufort County serta pejabat pertanian dan satwa liar negara bagian.
Menurut situs resminya, fasilitas Alpha Genesis ini adalah salah satu pusat penelitian primata terbesar di AS dengan lahan lebih dari 100 hektar untuk penelitian dan pembiakan monyet.
Kasus kaburnya monyet bukanlah pertama kalinya terjadi di Carolina Selatan; pada tahun 2016, 19 ekor monyet juga pernah melarikan diri dari fasilitas yang sama namun berhasil ditemukan kembali dalam enam jam. (Muhammad Reyhansyah)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Prancis Marah Besar Usai Polisi Israel Masuk ke Gereja yang Dikelola Negeri Napoleon
Hubungan Israel dengan Prancis tengah memanas setelah polisi Israel masuk ke Gereja Eleona di Bukit Zaitun. [845] url asal
#prancis #israel #militer-israel #konflik-palestina-israel #lebanon-diserang
(MedCom - Internasional) 08/11/24 11:17
v/17765838/
Yerusalem: Hubungan Israel dengan Prancis tengah memanas setelah polisi Israel masuk ke Gereja Eleona di Bukit Zaitun. Prancis sudah menegaskan bahwa gereja itu dikelola Prancis.Kejadian tersebut berlangsung sesaat Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot bermaksud kunjungi ke gereja yang dikelola Prancis itu.
Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan memanggil duta besar Israel untuk membahas insiden penahanan dua penjaga Prancis dengan visa diplomatik oleh polisi Israel di Gereja Eleona di Gunung Zaitun, menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, ke gereja yang dikelola Prancis di Yerusalem.
Duta besar akan dipanggil “dalam beberapa hari mendatang” untuk membahas insiden di Gereja Eleona di Bukit Zaitun, kata kementerian di Paris.
“Mereka (polisi Israel) tanpa izin untuk melakukannya, pasukan keamanan Israel memasuki lokasi dengan bersenjata. Kami tidak ingin mengunjungi lokasi dalam kondisi seperti itu,” pernyataan dari Pihak kepolisian.
Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa dua petugas keamanan ditahan setelah menolak untuk menunjukkan identitas mereka. Namun mereka dibebaskan setelah menunjukkan kartu identitas diplomatik mereka. Prancis menyatakan bahwa kedua pria tersebut, yang merupakan staf Konsulat Prancis di Yerusalem, dibebaskan setelah Barrot campur tangan.
"Tindakan-tindakan ini tidak dapat diterima," kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
"Prancis mengutuk keras tindakan-tindakan tersebut karena tindakan-tindakan tersebut terjadi dalam konteks di mana Prancis tengah melakukan segala upaya untuk meredakan kekerasan di wilayah tersebu,” sebut pihak Prancis.
Insiden di gereja itu terjadi saat Barrot berada di Israel untuk membahas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon, tempat Israel memerangi kelompok teror Hamas dan Hizbullah yang didukung Iran, menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan dimulainya serangan roket dan pesawat tak berawak harian oleh Hizbullah keesokan harinya.
Kementerian Luar Negeri Israel menyalahkan dua diplomat Prancis atas keributan tersebut.
“Setiap menteri dari negara asing yang datang dalam kunjungan resmi ke Israel akan didampingi oleh petugas keamanan atas nama negara, dan petugas keamanan tersebut akan mengawal pergerakan menteri tersebut selama kunjungannya,” ungkap kementerian tersebut.
Kunjungan Barrot ke gereja tersebut disertai dengan keamanan pribadi yang disediakan oleh Israel, yang "telah diklarifikasi sebelumnya dalam dialog persiapan dengan Kedutaan Besar Prancis di Israel," tambah kementerian tersebut.
"Selama kunjungan, terjadi perselisihan antara pasukan keamanan Israel dan dua penjaga keamanan Prancis yang menolak mengidentifikasi diri mereka," katanya. "Keduanya ditahan oleh polisi dan segera dibebaskan setelah mengidentifikasi diri mereka sebagai diplomat."
Dalam rekaman kejadian yang beredar di media sosial, salah seorang polisi Prancis, yang tidak mengenakan seragam, berulang kali mengatakan kepada petugas, "Jangan sentuh saya," pertama dalam bahasa Prancis dan kemudian dalam bahasa Inggris, lalu ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil polisi.
"Di dalam video — yang dimulai di tengah-tengah konfrontasi verbal — penjaga Prancis tersebut, yang tampaknya tidak bersenjata, tidak terdengar mengidentifikasi dirinya sebagai diplomat."
Kompleks gereja tersebut, yang juga dikenal sebagai “Gereja Pater Noster,” karena kepercayaan bahwa Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada para pengikutnya di sana, dikelola oleh Prancis, sebagai salah satu dari empat yang disebut “wilayah kekuasaan nasional Prancis di Tanah Suci.”
“Wilayah Prancis” — yang juga mencakup Makam Raja-Raja dan Gereja Saint Anne di Yerusalem serta biara Benediktin di Abu Ghosh — telah menjadi lokasi insiden diplomatik sebelumnya.
“Wilayah Eleona adalah wilayah yang bukan hanya milik Prancis selama lebih dari 150 tahun, tetapi juga keamanannya dijamin oleh Prancis,” kata Barrot kepada pers pada hari Kamis.
"Integritas dari empat wilayah yang menjadi tanggung jawab Prancis di Yerusalem harus dihormati," tambahnya.
Polisi mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka hanya melakukan pekerjaan mereka.
"Dua orang di biara tersebut, yang awalnya tidak dikenal, berusaha mencegah personel keamanan ISA (badan keamanan internal Shin Bet) pendeta tersebut menjalankan tugas mereka dengan menolak mereka masuk ke lokasi tersebut," kata pernyataan itu
Rekaman AFP menunjukkan polisi memberi tahu polisi yang mendampingi Barrot bahwa lain kali mereka harus menunjukkan kartu identitas mereka.
“Saya mengerti; saya minta maaf,” salah satu polisi menjawab tetapi menambahkan bahwa petugas yang menahannya tahu siapa dia.
"Mereka tahu kami bekerja di konsulat Prancis karena kami berdebat satu sama lain tentang apakah tempat ini milik Prancis atau bukan," kata polisi itu.
"Eleona adalah tempat suci,” kata Pastor Laurent, rektor Gereja Saint Anne, kepada AFP.
“Di Israel, tempat-tempat suci adalah tempat yang sangat dilindungi. Anda tidak boleh masuk dengan senjata. Selain itu, tempat ini adalah wilayah Prancis.”
Yurisdiksi situs-situs khusus tersebut didasarkan pada kesepakatan tahun 1948 antara Prancis dan Israel yang pada gilirannya didasarkan pada kesepakatan berabad-abad dengan Kekaisaran Ottoman, tetapi tidak pernah secara resmi diratifikasi oleh Knesset.
Pada Januari 2020, Presiden Prancis Emmanuel Macron meninggikan suaranya kepada personel keamanan Israel setelah mereka menerobos pengawalan Prancis untuk memasuki Gereja Saint Anne.
“Ini Prancis di sini, dan semua orang tahu aturannya,” kata Macron kepada petugas Israel, dalam bahasa Inggris, saat itu.
Kedua insiden tersebut mengingatkan kita pada pertikaian tahun 1996 ketika Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, marah kepada tentara Israel karena terlalu dekat dengannya saat berkunjung ke Yerusalem dan mendorong para simpatisan, penduduk setempat, serta jurnalis yang mencoba menjabat tangannya atau mendekatinya.
Ketika iring-iringannya tiba di Gereja Saint Anne, Chirac marah menemukan petugas bersenjata Israel di dalam gereja, dan dia menuntut mereka pergi sebelum dia sendiri masuk ke dalam. (Antariska)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Akui Kemenangan Trump, Obama Dorong Transisi Kekuasaan yang Damai
Mantan Presiden Barack Obama mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas kemenangan pemilu. Dia dan menekankan pentingnya transisi kekuasaan yang damai. [146] url asal
#pilpres-as #barack-obama #donald-trump #amerika-serikat
(MedCom - Internasional) 08/11/24 10:57
v/17759281/
Washington: Mantan Presiden Barack Obama mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas kemenangan di pemiluAmerika Serikat (AS). Dia dan menekankan pentingnya transisi kekuasaan yang damai.Pernyataan Obama ini sangat kontras dengan penolakan Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya empat tahun lalu untuk mengakui kekalahannya dari Joe Biden, yang berujung pada serangan kekerasan oleh para pendukungnya terhadap Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.
"Ini jelas bukan hasil yang kita harapkan," kata Obama dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Jumat 8 November 2024.
"Namun, hidup dalam demokrasi berarti mengakui bahwa sudut pandang kita tidak akan selalu menang, dan bersedia menerima pengalihan kekuasaan secara damai,” imbuh Obama.
Mantan presiden itu juga menyuarakan kebanggaannya atas upaya Wakil Presiden Kamala Harris dan pasangannya Tim Walz, yang kalah telak dalam pemilu.
Obama menyebut mereka sebagai “dua pelayan masyarakat luar biasa yang menjalankan kampanye luar biasa.” (Antariska)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Ucapan Selamat Putin ke Trump, Siap Buka Hubungan Lagi dengan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberi selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya dalam pemilihan umum. [235] url asal
#rusia #vladimir-putin #donald-trump #amerika-serikat #pilpres-as
(MedCom - Internasional) 08/11/24 06:19
v/17739086/
Moskow: Presiden RusiaVladimir Putin telah memberi selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya dalam pemilihan umum. Putin mengatakan dia siap untuk terlibat dengan Amerika Serikat.Pemimpin Kremlin itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah forum kebijakan di Sochi, Rusia, pada Kamis. Menjawab pertanyaan di akhir pidatonya yang panjang, Putin mengatakan dia ingin "memanfaatkan kesempatan ini untuk memberi selamat kepada (Trump) atas pemilihannya sebagai presiden Amerika Serikat."
Ketika ditanya oleh moderator forum apakah dia siap untuk berdiskusi dengan Trump, Putin menjawab: "Kami siap."
"Rusia tidak merusak hubungan dengan AS dan terbuka untuk menghidupkannya kembali, tetapi keputusan ada di tangan Amerika,” ujar Putin, seperti dikutip Anadolu, Jumat 8 November 2024
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan janji Trump untuk merundingkan akhir perang di Ukraina dengan cepat, yang menunjukkan bahwa usulan presiden terpilih itu layak dipelajari,” imbuh Putin.
Trump mengkritik skala bantuan AS ke Ukraina — yang telah melampaui USD100 miliar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 — yang memicu kekhawatiran di Kyiv dan Uni Eropa bahwa Trump bermaksud memaksakan perdamaian sebagian besar berdasarkan ketentuan Moskow.
Putin memperingatkan bahwa kekuatan politik di Washington telah menghalangi Trump dari janjinya untuk memperbaiki hubungan dengan Moskow selama masa jabatan sebelumnya.
Pemimpin Rusia itu juga memuji Trump atas caranya bertahan hidup dari penembakan di sebuah rapat umum musim panas ini.
"Perilakunya pada saat percobaan pembunuhan terhadapnya meninggalkan kesan pada saya. Dia ternyata seorang pria pemberani," pungkasPutin.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Pilpres 2024 Seperti Mengulang Pemilu 2024 saat Trump Kalahkan Clinton
Ini sama seperti delapan tahun lalu dalam pemilihan presiden melawan Hillary Clinton. [870] url asal
#donald-trump #hillary-clinton #kamala-harris #amerika-serikat #pilpres-as #pemilu-as
(MedCom - Internasional) 07/11/24 16:39
v/17682251/
Washington: Pada akhirnya, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum 2024 ditentukan oleh Wisconsin. Ini sama seperti delapan tahun lalu dalam pemilihan presiden melawan Hillary Clinton.Clinton difavoritkan untuk menduduki Gedung Putih pada tahun 2016 dan kekalahannya menggemparkan seluruh negeri dan dunia.
Hasil tahun ini dan bagaimana malam pemilihan berlangsung tidak hanya menyerupai pemilihan umum 2016 – tetapi juga hampir identik.
Juru survei Partai Republik Frank Luntz mengatakan, enam hari yang lalu bahwa pemilihan presiden 2024 mengingatkannya "sangat mirip dengan 2016."
“Saya pikir ada banyak kesamaan, saat ini, antara kampanye ini dan kampanye itu," kata Luntz kepada CNN, Kamis, 8 November 2024.
Perpecahan di negara ini signifikan saat itu, orang-orang tidak berpikir Trump memiliki peluang saat itu. Dia terus menang dan menang."
Pada 2016, kemenangan telak diraih Trump, yang memenangkan Electoral College dengan 304 suara dibandingkan dengan 227 suara yang diraih Clinton.
Ketika Amerika melihat peta untuk pemilihan 2024, peta tersebut berada di angka 295 untuk Trump dan 226 untuk Wakil Presiden Kamala Harris - dengan Nevada dan Arizona masih harus ditentukan.
Peta 2024 - dikurangi negara bagian yang belum ditentukan - terlihat hampir sama dengan versi 2016, kecuali untuk suara terbagi di Nebraska pada tahun 2024.
Trump, pada 2016 dan 2024, memenangkan negara bagian medan pertempuran Georgia, Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania. Negara-negara bagian itulah yang dimenangkan Joe Biden pada tahun 2020 untuk mengamankan kemenangannya.
Kesamaan antara kampanye Clinton dan Harris untuk tahun 2024 tidak hanya meluas ke peta.
Delapan tahun lalu, Clinton tampak memiliki momentum setelah kampanye bertabur bintang pada Malam Pemilihan di North Carolina, dengan penampilan dari Bon Jovi dan Lady Gaga. Hal itu mencerminkan adegan Harris di Philadelphia, yang didukung oleh Gaga lagi, Oprah Winfrey, dan Katy Perry.
Malam Pemilihan 2024 dimulai dengan cara yang sama seperti delapan tahun lalu. Sekitar pukul 7 malam pada Hari Pemilihan, Kentucky dan Indiana memilih Trump, sementara Vermont memilih Harris. Negara bagian yang sama dan hasil yang sama juga diumumkan pertama kali dalam pemilihan tahun 2016.
Tidak butuh waktu lama bagi fatamorgana merah untuk menjadi fokus dalam kedua pemilihan. Negara bagian asal JD Vance, Ohio – yang saat itu merupakan negara bagian yang masih belum jelas pemenangnya – dipilih untuk Trump tahun ini pada waktu yang hampir bersamaan dengan saat negara bagian itu berubah menjadi merah delapan tahun lalu, pada pukul 10:35 malam. Clinton telah membuat kemajuan dalam minggu-minggu terakhir perlombaan di Negara Bagian Buckeye, tetapi itu tidak cukup.
Harris tidak pernah diproyeksikan untuk memenangkan Ohio, tetapi setelah kehebohan atas rumor tak berdasar dari Partai Republik tentang migran Haiti yang "memakan hewan peliharaan orang," mungkin ada harapan bahwa hal itu dapat membantu Partai Demokrat. Namun, itu tidak terjadi.
Pada pukul 11.00 malam tahun 2016, jalan Trump menuju Gedung Putih jauh lebih jelas daripada jalan Demokrat, seperti yang terlihat tadi malam.
Pada pukul 10.50 malam tahun 2016, Trump memperoleh 29 suara elektoral dengan memenangkan negara bagian Florida yang saat itu masih belum jelas pemenangnya dalam kejutan yang mengejutkan.
Tahun ini Trump melaju dengan mudah menuju kemenangan di negara bagian Sunshine pada pukul 8 malam pada Selasa malam. Negara bagian medan pertempuran Pennsylvania, yang menurut jajak pendapat, berada dalam jangkauan Harris, disebut untuk Trump pada pukul 1.35 dini hari pada tahun 2016. Panggilan monumental itu datang tepat setelah pukul 2.00 dini hari pada hari Rabu tahun ini.
Tidak lama setelah itu, manajer kampanye Clinton, John Podesta, mendesak para pendukung untuk "menghitung suara" dan "membawa pulang ini." Jen O'Malley, ketua kampanye Harris, merasa perlu untuk mengirim memo optimis antara pukul 10.00 dan 11.00 malam untuk menenangkan kegelisahan.
"Sementara kami terus melihat data mengalir masuk dari negara-negara Sun Belt, kami telah mengetahui selama ini bahwa jalur terjelas kami menuju 270 suara elektoral terletak melalui negara-negara Blue Wall," kata O'Malley.
“Dan kami merasa senang dengan apa yang kami lihat,” lanjutnya.
Pada pesta menonton Harris di Howard University di Washington DC Selasa malam, penasihat senior kampanye Cedric Richmond mengatakan wakil presiden tidak akan berbicara saat hasil penghitungan suara keluar.
“Ini mengingatkan kita pada Javits Center, New York pada tahun 2016, saat Hillary Clinton tidak menyapa para pendukungnya, dan hanya mengirim kepala stafnya untuk memberi tahu semua orang agar pulang,” kata jurnalis Jon Sopel dan kolumnis The Independent sebelum hasil penghitungan suara dikonfirmasi.
Delapan tahun lalu, pada pukul 2.29 pagi, negara bagian Wisconsin dimenangkan Trump, dan semuanya berakhir. Sama seperti pada Selasa pukul 5.30 pagi ketika ia memperoleh 10 suara elektoral negara bagian, sehingga ia melampaui angka 270.
Pada pukul 2.50 pagi, Clinton telah menelepon Trump untuk secara resmi mengakui kekalahan dan memberi selamat kepadanya atas kemenangannya dan ia naik panggung di New York untuk menyatakan kemenangan segera setelahnya.
Harris baru mengakui kekalahan setelah tahun ini, tetapi Trump tidak membuang waktu untuk merayakan kemenangan sekitar pukul 3.00 pagi.
Pada dini hari Rabu pagi, ada suasana kegembiraan di kantor pusat Trump di West Palm Beach saat kandidat dari Partai Republik itu berdiri di panggung dan mengklaim kemenangan bahkan sebelum hasil dari Wisconsin keluar.
Saat tim kampanye Trump menghidupkan kembali kegembiraan delapan tahun lalu, bagaimana malam itu berlangsung tidak diragukan lagi akan membawa kembali kenangan buruk bagi Clinton dan Demokrat.
Baca juga: Donald Trump Jadi Presiden ke-47 AS usai Raih 277 Suara Elektoral
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Pandangan Luar Negeri Trump-Vance: Dukungan Penuh untuk Israel, Ukraina Dikurangi
Trump-Vance membawa kebijakan luar negeri tegas: dukungan penuh untuk Israel, penurunan bantuan ke Ukraina, sikap keras terhadap Cina, serta ambisi normalisasi [922] url asal
#donald-trump #presiden-amerika-serikat-donald-trump #israel #ukraina #tiongkok
(MedCom - Internasional) 07/11/24 14:06
v/17672857/
Jakarta: Presiden dan Wakil Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) tahun 2024, Donald Trump dan JD Vance membawa pandangan yang unik dan terkadang kontroversial dalam kebijakan luar negeri AS.Keduanya memiliki pandangan yang tegas terhadap isu-isu global, mulai dari perang di Ukraina hingga hubungan dengan Tiongkok dan Timur Tengah.
Dengan Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS pada tahun 2024, mereka siap membawa dunia ke arah yang berbeda, dengan pendekatan "America First" yang semakin kuat.
Ukraina: Perdamaian yang Dipertanyakan
Donald Trump telah berulang kali mengklaim bahwa ia dapat mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina dalam waktu 24 jam. Meskipun demikian, rincian konkret mengenai bagaimana ia akan mencapainya tidak pernah diungkapkan.Dia juga menyatakan bahwa Ukraina mungkin harus menyerahkan sebagian wilayahnya untuk mencapai perdamaian—a gagasan yang ditolak keras oleh Ukraina dan komunitas internasional.
Di sisi lain, JD Vance telah menunjukkan skeptisisme terhadap dukungan AS untuk Ukraina. Vance pada 12 April 2024 memberitahu New York Times bahwa Ukraina tidak punya kemungkinan untuk menang.
“Pertanyaan paling fundamental: berapa banyak (dana) yang Ukraina butuhkan dan berapa banyak yang bisa kita berikan? Biden menyarankan $60 miliar dapat memberikan antara kemenangan dan kekalahan dalam perang besar antara Rusia dan Ukraina. Itu juga salah.... secara fundamental, kita tidak punya kapasitas untuk memanufaktur persenjataan yang dibutuhkan Ukraina” Ujar Vance, melansir New York Times.
Menekankan bahwa AS seharusnya fokus pada kepentingan domestik daripada mendukung Ukraina tanpa jaminan keberhasilan. Hal ini menandakan kemungkinan penurunan dukungan AS untuk Ukraina di bawah kepemimpinan Trump-Vance.
Tiongkok: Tarik Ulur Hubungan Ekonomi dan Keamanan
Trump dan Vance memiliki pandangan yang sama dalam mengambil sikap keras terhadap Tiongkok.Trump juga menegaskan bahwa Taiwan harus membayar AS untuk pertahanan mereka, dan percaya bahwa Tiongkok tidak akan berani menyerang Taiwan yang dikelola secara demokratis selama ia menjabat.
Sikap tegas terhadap Tiongkok ini menunjukkan bahwa ketegangan terkait masalah Taiwan akan tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Trump-Vance.
Trump berencana meningkatkan tarif impor Tiongkok dan membatasi kepemilikan Tiongkok atas aset di AS, terutama di sektor energi dan teknologi.
Trump menganggap kebijakan ini penting untuk melindungi ekonomi AS dan mengkritik Tiongkok karena 'menguasai sektor-sektor strategis', seperti yang dinyatakannya dalam kampanye di Michigan pada April 2024.
Sedangkan JD Vance merupakan salah satu anggota sayap kanan AS yang dikenal memiliki pandangan Asia First. Dia menyatakan bahwa AS seharusnya fokus terhadap Asia Timur daripada Eropa.
“Ada banyak orang-orang jahat di seluruh dunia, dan saya lebih tertaik dengan beberapa masalah di Asia Timur sekarang daripada di Eropa” Ujar Vance pada Konferensi Munich, 18 Februari 2024.
Vance, yang menggambarkan dirinya sebagai 'nasionalis ekonomis', menyatakan bahwa AS harus melindungi industri dalam negerinya dari persaingan Tiongkok.
"Jika kalian akan menggunakan tenaga kerja budak di Tiongkok, maka kalian akan mendapatkan denda besar sebelum membawa produk itu kembali ke Amerika Serikat. Itu satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Amerika memiliki basis industri yang kuat," sebut Vance kepada Fox News, Oktober 2024.
Dengan fokus pada peningkatan tarif dan melindungi pekerja AS. Sikap keras terhadap Tiongkok ini menunjukkan bahwa hubungan antara AS dan Tiongkok akan tetap tegang di bawah kepemimpinan Trump-Vance.
Timur Tengah: Dukungan Penuh untuk Israel
Dalam konteks Timur Tengah, Trump mendukung penuh Israel, terutama dalam perang melawan Hamas di Gaza. Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada tahun 2017 dan merencanakan memindahkan kedutaan Amerika Serikat (AS) ke kota yang disengketakan tersebut.Dalam konteks Iran, ia berjanji untuk terus memberikan dukungan militer kepada Israel tanpa syarat, dan memberikan "tangan bebas" bagi Netanyahu dalam menghadapi Iran.
Menjelang antisipasi serangan balasan Israel, dia pernah beberapa kali menyarankan agar Israel menyerang situs nuklir Iran, meskipun dengan protes Presiden Joe Biden.
"Mereka menanyakan dia (Biden), apa yang kamu pikirkan tentang Iran? Apakah kamu akan menyerang Iran? Dan dia mengatakan, 'selama mereka tidak menyerang situs nuklir'. Bukankah itu yang kita seharusnya serang?" ujar Trump dalam acara kampanye calon presiden di Carolina Utara, 4 Oktober 2024.
Sedangkan JD Vance juga menunjukkan dukungan penuh terhadap Israel. Dalam wawancaranya di CNN, “State of the Union” pada bulan Mei, Vance menyatakan dukungannya untuk Israel dalam perang dengan Hamas.
“Tujuan kita di Timur Tengah seharusnya untuk mendukung Israel untuk memiliki hubungan yang baik dengan Saudi dan negara-negara teluk Arab lainnya.. Tidak mungkin kita bisa melakukannya kecuali jika Israel mengalahkan Hamas” Ujar Vance.
Vance merupakan pendukung keras Israel dalam perang di Gaza. Pada pidatonya di institusi Quincy pada bulan Mei dia menyarankan agar AS “berhenti mendukung Ukraina” dan mendukung Israel secara penuh.
Di sisi lain, Trump juga berambisi mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan Saudi Arabia, sebuah upaya yang sudah dimulai pada masa jabatan pertamanya.
Memprediksi Dunia di Bawah Kepemimpinan Trump-Vance
Di bawah kepemimpinan Trump dan Vance, dunia diprediksi akan menghadapi peningkatan ketidakpastian, dengan pendekatan yang lebih unilateral dalam kebijakan luar negeri AS.Keduanya cenderung memprioritaskan kepentingan nasional dengan mengurangi komitmen terhadap aliansi dan kerja sama internasional.
Fokus pada keamanan domestik, peningkatan tarif, dan kebijakan proteksionis lainnya menunjukkan bahwa hubungan AS dengan banyak negara, termasuk Eropa, Tiongkok, dan sekutu-sekutu lainnya, akan terus diuji.
Khususnya Ukraina yang saat ini sedang berhadapan dengan invasi Rusia, diperkirakan akan mendapatkan pengurangan bantuan dari AS.
Dengan janji untuk "menghentikan perang, bukan memulai perang", Trump berupaya memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang membawa perdamaian, meskipun kebijakan-kebijakan yang diusulkannya tampaknya justru dapat memicu ketegangan di beberapa wilayah.
Dunia berada dalam fase transisi yang berpotensi besar untuk perubahan besar, tergantung bagaimana Trump dan Vance mengeksekusi visi mereka untuk kebijakan luar negeri AS.
Baca Juga:
Profil Donald Trump, Sang Trilliuner Kontroversial yang Kembali Jadi Presiden AS
Profil JD Vance, Wakil Presiden Pendamping Donald Trump
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Selain Donald Trump, 7 Pemimpin Negara Ini Juga Eks Terpidana
Tujuh tokoh, termasuk Mandela dan Lula, pernah dipenjara tapi sukses memimpin negara. Trump jadi contoh terbaru, terpidana yang kembali jadi Presiden AS 2024 [442] url asal
#donald-trump #pidana-pemilu #pemilu-as-2024 #pemilu-as #presiden-amerika-serikat-donald-trump
(MedCom - Internasional) 07/11/24 11:59
v/17663931/
Jakarta:Donald Trump adalah salah satu contoh terbaru seorang tokoh yang pernah menjadi terpidana yang berhasil menjadi pemimpin negara.Trump dihukum atas kejahatan berat pada Mei 2024, ketika ia dinyatakan bersalah atas 34 tuduhan terkait pembayaran uang tutup mulut untuk mempengaruhi pemilu 2016.
Namun, dia bukan yang pertama. Sejarah mencatat bahwa ada sejumlah tokoh yang, setelah menghadapi hukuman penjara atau dakwaan, berhasil bangkit dan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Berikut adalah tujuh di antaranya:
Nelson Mandela (Afrika Selatan)

Sumber: AFP
Nelson Mandela dihukum penjara selama 27 tahun karena aktivitasnya melawan apartheid. Setelah dibebaskan pada tahun 1990, ia berhasil menjadi Presiden Afrika Selatan pada tahun 1994, menjadikan dirinya simbol perdamaian dan rekonsiliasi di negara tersebut.
Lula da Silva (Brasil)

Sumber:EVARISTO SA / AFP
Lula da Silva dihukum penjara pada tahun 2018 atas tuduhan korupsi dan pencucian uang. Meski sempat dilarang mencalonkan diri, Mahkamah Agung Brasil membatalkan putusan tersebut pada tahun 2021.
Setelah bebas, Lula memenangkan pemilu tahun 2022 dan kembali menjabat sebagai Presiden Brasil.
Anwar Ibrahim (Malaysia)

Sumber: AFP/DAVID GRAY
Anwar Ibrahim mengalami beberapa kali penahanan dengan tuduhan sodomi dan korupsi, yang sebagian besar dipandang sebagai bermotif politik.
Ia akhirnya dibebaskan pada tahun 2018 setelah menerima pengampunan dari Raja Malaysia, dan kemudian berhasil menjadi Perdana Menteri Malaysia pada tahun 2022.
Kwame Nkrumah (Ghana)

Sumber: Domain Publik
Kwame Nkrumah ditahan pada tahun 1950 karena aktivitas politiknya melawan kolonialisme Inggris. Setelah dibebaskan, ia menjadi Perdana Menteri Ghana pada tahun 1952 dan kemudian Presiden ketika Ghana meraih kemerdekaan pada tahun 1957.
Jomo Kenyatta (Kenya)

Sumber: Arsip Nasional Belanda
Jomo Kenyatta ditahan pada tahun 1952 dan dijatuhi hukuman karena dianggap terlibat dalam Pemberontakan Mau Mau yang anti-kolonial.
Setelah dibebaskan pada tahun 1961, ia menjadi Presiden pertama Kenya pada tahun 1964 setelah negara itu merdeka dari Inggris.
José Mujica (Uruguay)

Sumber: AFP
José Mujica adalah mantan gerilyawan dari kelompok Tupamaros yang dipenjara selama 14 tahun pada masa kediktatoran militer di Uruguay.
Setelah dibebaskan pada tahun 1985, Mujica memasuki politik dan berhasil menjadi Presiden Uruguay dari tahun 2010 hingga 2015. Dia dikenal karena gaya hidupnya yang sederhana dan dermawan.
Adnan Menderes (Turki)

Sumber: Universitas Adnan Menderes.
Adnan Menderes, mantan Perdana Menteri Turki, ditahan dan dihukum mati setelah kudeta militer pada tahun 1960.
Sebelum penahanannya, Menderes adalah pemimpin yang dipilih secara demokratis dan memimpin Turki dari tahun 1950 hingga 1960. Dia tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah modern Turki.
Ketujuh tokoh ini memiliki kisah hidup yang unik, menunjukkan meskipun mereka memiliki status terpidana dan narapidana, mereka tetap mampu unjuk gigi dan menjadi pemimpin negara, sangat inspiratif!
Baca Juga:
Profil Donald Trump, Sang Trilliuner Kontroversial yang Kembali Jadi Presiden AS
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil Israel Katz: Menhan Baru Israel yang Ditunjuk Netanyahu
Israel Katz, politisi senior Likud, menjadi Menteri Pertahanan Israel setelah pemecatan Yoav Gallant. Dikenal dengan pandangan kerasnya, [600] url asal
#israel #menteri-pertahanan-israel-mengundurkan-diri #benjamin-netanyahu #menteri-pertahanan #hamas
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:56
v/17659956/
Jakarta: Israel Katz adalah seorang politikus senior di Israel dan anggota partai Likud yang telah menjabat di berbagai posisi penting dalam pemerintahan Israel.Pada 5 November 2024, Katz ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah pemecatan Yoav Gallant. Sebelum penunjukan ini, Katz menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan memiliki rekam jejak panjang di dunia politik Israel.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Israel Katz lahir pada 21 September 1955 di Ashkelon, Israel. Ia adalah putra dari Meir Katz dan Malka (Nira) née Deutsch, yang keduanya merupakan penyintas Holocaust dari wilayah Maramure?, Rumania.Katz dibesarkan di Moshav Kfar Ahim dan pada tahun 1973 ia bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), di mana ia bertugas di Brigade Paratroopers sebagai prajurit dan pemimpin peleton.
Setelah menyelesaikan masa dinasnya pada tahun 1977, Katz melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibrani Yerusalem dan lulus dengan gelar BA dan MA.
Karier Politik
Israel Katz memulai karier politiknya di partai Likud pada tahun 1998 setelah menjadi anggota Knesset.Sejak itu, ia telah memegang berbagai jabatan penting dalam pemerintahan Israel, termasuk Menteri Pertanian, Menteri Transportasi, Menteri Intelijen, Menteri Keuangan, dan Menteri Energi.
Pada tahun 2019 hingga 2020, Katz menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan kembali menduduki posisi tersebut pada awal 2024.
Pada 5 November 2024, Katz ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan oleh Netanyahu setelah pemecatan Yoav Gallant.
Sebagai Menteri Pertahanan, Katz dihadapkan pada tantangan besar terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, serta ketegangan dengan Iran.
Netanyahu menyebutkan bahwa Katz adalah sosok yang dapat diandalkan untuk mendukung kebijakan kerasnya dalam menghadapi musuh-musuh Israel, dan ia diharapkan untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan efektivitas militer Israel.
Kontroversi dan Pandangan Politik
Israel Katz dikenal sebagai pendukung gerakan pemukiman di Tepi Barat dan memiliki pandangan keras terkait konflik Israel-Palestina.Ia menolak solusi dua negara dan lebih mendukung pembentukan entitas otonom Palestina yang berafiliasi secara sipil dan politik dengan Yordania.
Katz juga menentang penarikan dari Dataran Tinggi Golan yang dicaplok dari Suriah, dengan alasan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian integral dari Israel dan vital untuk keamanan negara.
Selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Katz beberapa kali memicu kontroversi. Ia secara terbuka mengkritik Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, setelah Israel melarang Guterres masuk ke negara itu karena dianggap tidak cukup keras dalam mengutuk serangan rudal Iran pada Oktober 2024.
Katz menyatakan bahwa siapapun yang tidak bisa mengutuk serangan tersebut tidak pantas menginjakkan kaki di Israel.
Pada 2024, Katz menghadiri KTT NATO di Washington, D.C., di mana ia memperingatkan tentang aliansi Iran-Rusia serta bahaya yang ditimbulkan oleh Iran dan Tiongkok.
Selain itu, Katz juga mengkritik negara-negara Barat karena dianggap tidak mampu secara efektif melawan terorisme Islam.
Pernyataannya yang menyebut orang Belgia sebagai "pemakan cokelat" yang tidak siap untuk melawan terorisme mendapatkan kecaman luas di media internasional.
Komitmen Sebagai Menteri Pertahanan Israel
Setelah pemecatan Yoav Gallant, Israel Katz dengan cepat menyatakan komitmennya terhadap keamanan Israel dan berjanji untuk melanjutkan kampanye militer melawan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.Dalam sebuah pernyataan, Katz menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan kembalinya semua sandera yang ditahan oleh Hamas, menghancurkan infrastruktur Hamas di Gaza, dan menekan agresi Iran.
Penunjukannya diharapkan dapat memberikan stabilitas di tengah perang yang sedang berlangsung.
Katz diakui sebagai sekutu setia Netanyahu dan diperkirakan tidak akan menentang pendekatan keras Netanyahu terkait negosiasi gencatan senjata.
Tidak seperti pendahulunya, Yoav Gallant, yang memiliki latar belakang militer yang kuat, Katz lebih dikenal sebagai politisi berpengalaman dengan jaringan luas di dalam pemerintahan dan partai Likud. Hal ini menjadikannya pilihan yang strategis bagi Netanyahu.
Baca Juga:
PM Benjamin Netanyahu Pecat Menhan Israel karena Krisis Kepercayaan
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Baru Terpilih sebagai Presiden AS, Trump Langsung Bahas Iran Bersama Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiskusi dengan Presiden Terpilih AS Donald Trump pada Rabu, 6 November 2024 terkait ‘ancaman Iran. [552] url asal
#amerika-serikat #benjamin-netanyahu #donald-trump #iran
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:47
v/17659957/
Yerusalem: Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu berdiskusi dengan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu, 6 November 2024 terkait ‘ancaman Iran’, di tengah konflik yang terus berlangsung di Gaza dan Lebanon.Media pemerintah Arab Saudi juga melaporkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman berbicara langsung dengan Trump untuk menyampaikan ucapan selamat. Perlu diketahui, kunjungan pertama Trump ke luar negeri pada masa jabatan sebelumnya adalah ke Riyadh pada 2017.
Menurut pernyataan dari kantor Netanyahu, ia mengucapkan selamat atas kemenangan Trump, dan keduanya sepakat bekerja sama untuk memperkuat keamanan Israel. "Keduanya juga membahas ancaman dari Iran," tambah pernyataan tersebut dikutip dari Channel News Asia, Kamis 7 November 2024.
Hizbullah, yang didukung Iran, menyatakan bahwa puluhan ribu pejuangnya siap untuk melawan Israel, seraya menambahkan bahwa hasil pemilu AS tidak akan berdampak pada konflik di Lebanon.
Pemimpin Hizbullah memperingatkan bahwa tidak ada area di Israel yang ‘aman’ dari serangan mereka. Militer Israel sendiri melaporkan bahwa sekitar 120 proyektil ditembakkan melintasi perbatasan pada Rabu.
Israel juga menyebutkan adanya peluncuran misil dari Gaza menuju wilayah selatan, di mana Israel telah terlibat pertempuran dengan Hamas, kelompok yang juga didukung Iran, sejak serangan besar Palestina pada 7 Oktober 2023.
Serangan udara Israel pun menghantam wilayah selatan Beirut, markas utama Hizbullah, setelah peringatan evakuasi diumumkan.
Israel dan Hizbullah telah berperang sejak akhir September saat militer Israel memperluas operasi di Gaza guna mengamankan perbatasan utara dengan Lebanon.
Serangan lintas perbatasan Hizbullah dimulai tahun lalu sebagai bentuk dukungan bagi Hamas setelah serangan 7 Oktober.
Upaya menghentikan perang di Gaza yang dipicu oleh serangan Hamas belum berhasil membuahkan hasil, sementara konflik di Lebanon telah menewaskan setidaknya 3.050 orang sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu.
Dalam pidato yang menandai 40 hari sejak pendahulunya Hassan Nasrallah terbunuh dalam serangan, ketua baru Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan bahwa puluhan ribu pejuang perlawanan telah siap berperang.
Pidato Qassem yang disiarkan setelah kemenangan Trump diumumkan itu sebenarnya telah direkam sebelumnya. Ia menyatakan bahwa siapapun pemenang pemilu AS, hal itu tidak akan mempengaruhi upaya gencatan senjata di Lebanon.
Perang yang berkepanjangan
Qassem menekankan bahwa perang yang sedang berlangsung ini hanya bisa diakhiri di medan perang, dengan menyebutkan pertempuran di Lebanon selatan dan serangan-serangan Hizbullah terhadap Israel.Hizbullah pada Rabu mengumumkan memiliki misil Fatah 110 buatan Iran yang memiliki jangkauan 300 kilometer. Analis militer, Riad Kahwaji menyebut misil tersebut sebagai "senjata paling akurat" milik kelompok tersebut.
Hizbullah juga melaporkan serangan terhadap pangkalan angkatan laut dekat Haifa di Israel menggunakan drone dan misil, yang merupakan serangan keempat terhadap pangkalan tersebut dalam sebulan terakhir.
Selamatkan Kami
Di Gaza, di mana perang selama 13 bulan terakhir telah berdampak parah, masyarakat berharap Trump dapat menemukan solusi. Serangan 7 Oktober oleh Hamas menewaskan 1.206 orang, kebanyakan warga sipil, menurut data resmi Israel.
Kampanye balasan Israel telah menyebabkan 43.391 kematian di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan wilayah yang dikelola Hamas.
Seorang warga Gaza yang kehilangan tempat tinggal, Mamdouh al-Jadba, menyuarakan keinginan untuk perdamaian. "Kami diusir, dibunuh tidak ada lagi yang tersisa bagi kami. Kami menginginkan perdamaian," katanya, seraya berharap agar Trump menjadi sosok yang bisa mengakhiri konflik ini.
Netanyahu menyambut kemenangan Trump sebagai "comeback terbesar dalam sejarah."
Sebagai sekutu dan pendukung utama militer Israel, kemenangan Trump dianggap sebagai momentum krusial di Timur Tengah. (Muhammad Reyhansyah)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(FJR)
Profil Yoav Gallant, Menhan Israel yang Dipecat Netanyahu
Yoav Gallant, mantan Menteri Pertahanan Israel, dipecat Netanyahu pada 2024 karena krisis kepercayaan di tengah konflik dengan Hamas. [632] url asal
#israel #menteri-pertahanan-israel-mengundurkan-diri #menteri-pertahanan #benjamin-netanyahu #hamas
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:45
v/17661922/
Jakarta: Yoav Gallant adalah seorang politikus dan mantan pejabat militer Israel yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari tahun 2022 hingga 2024.Gallant dipecat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada November 2024 karena adanya krisis kepercayaan di tengah konflik Israel dengan Hamas.
Pemecatan ini menjadi kali kedua bagi Gallant setelah sempat dipecat sebelumnya pada Maret 2023 terkait pernyataannya tentang reformasi peradilan.
Kehidupan Awal dan Karier Militer
Yoav Gallant lahir pada 8 November 1958 di Jaffa, Tel Aviv-Yafo, Israel. Ia adalah anak dari Fruma, seorang perawat yang selamat dari Holocaust, dan Michael Gallant, seorang veteran Perang Dunia II dan pejuang di Perang Arab-Israel 1948.Gallant menghabiskan masa kecilnya di Jaffa dan kemudian pindah ke Givatayim untuk melanjutkan pendidikan di David Kalai High School. Ia memperoleh gelar BA dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan dari Universitas Haifa.
Gallant memulai karier militernya pada tahun 1977 sebagai komando di Shayetet 13, unit komando elit Angkatan Laut Israel.
Setelah beberapa tahun bertugas, ia sempat pergi ke Alaska dan bekerja sebagai penebang kayu sebelum kembali ke Israel dan melanjutkan karier di Angkatan Laut.
Gallant mencapai posisi sebagai komandan Flotilla 13 dan kemudian menjadi kepala Komando Selatan IDF. Ia juga memainkan peran penting dalam Operasi Cast Lead pada tahun 2008-2009 di Jalur Gaza.
Karier Politik
Gallant memasuki dunia politik pada tahun 2015 dengan bergabung bersama partai Kulanu. Setelah terpilih menjadi anggota Knesset, ia ditunjuk sebagai Menteri Konstruksi.Pada tahun 2018, Gallant pindah ke Likud dan kemudian menjadi Menteri Aliyah dan Integrasi pada 2019, serta Menteri Pendidikan pada 2020. Pada 2022, ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Netanyahu.
Selama menjadi Menteri Pertahanan, Gallant menjadi salah satu dari tiga anggota kabinet perang Israel bersama dengan Netanyahu dan Benny Gantz.
Ia menjadi suara moderat dalam pemerintahan sayap kanan Netanyahu, sering kali mengkritisi kebijakan agresif yang diambil terhadap Gaza dan Lebanon.
Gallant juga menjadi tokoh yang berperan dalam memimpin tanggapan Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang merupakan hari paling mematikan dalam sejarah Israel.
Pemecatan oleh Netanyahu
Yoav Gallant dipecat oleh Benjamin Netanyahu pada 5 November 2024. Netanyahu menyatakan bahwa krisis kepercayaan antara dirinya dan Gallant telah mencapai titik yang tidak dapat diperbaiki, dan bahwa tindakan serta pernyataan Gallant selama konflik telah bertentangan dengan keputusan kabinet.Gallant dianggap telah membuat pernyataan yang memberi keuntungan bagi musuh Israel, dan ketidakpercayaan ini menyebabkan ketidakmampuan untuk melanjutkan kampanye militer secara efektif.
Gallant secara emosional merespons pemecatannya dengan menyatakan bahwa keamanan Israel adalah misi hidupnya.
Ia menekankan tiga alasan utama di balik ketegangan yang terjadi, yaitu kebutuhan untuk mengesahkan wajib militer bagi pria Haredi, memprioritaskan kesepakatan untuk membebaskan sandera di Gaza, dan tuntutan untuk menyelidiki kegagalan dalam serangan Hamas pada 7 Oktober.
Gallant menentang undang-undang yang memberi pengecualian bagi komunitas Haredi dari wajib militer, dan menganggapnya sebagai ancaman bagi keamanan Israel.
Kontroversi dan Peran dalam Konflik
Selama karier militernya, Gallant terlibat dalam sejumlah operasi besar, termasuk Operasi Cast Lead di Gaza pada 2008-2009, yang mendapat kritik internasional karena penggunaan kekuatan militer yang berlebihan terhadap infrastruktur sipil.Laporan Goldstone menyatakan bahwa strategi militer Israel pada waktu itu dirancang untuk menghukum dan meneror populasi sipil, yang menyebabkan Gallant mendapat banyak sorotan negatif.
Dalam perannya sebagai Menteri Pertahanan selama Perang Israel-Hamas 2023-2024, Gallant mengeluarkan perintah untuk mengepung penuh Gaza, melarang pasokan makanan, bahan bakar, dan listrik.
Ia juga secara kontroversial menyebut warga Gaza sebagai "hewan manusia," yang menimbulkan kecaman luas.
Selain itu, Gallant menjadi target penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bersama Netanyahu dan beberapa pemimpin Hamas atas dugaan kejahatan perang selama konflik tersebut.
Pemecatan Gallant oleh Netanyahu menandai akhir dari peran pentingnya dalam kabinet pertahanan Israel, tetapi juga menunjukkan kompleksitas politik di dalam pemerintahan Israel, terutama ketika berhadapan dengan isu-isu keamanan dan militer yang sensitif.
Baca Juga:
Fakta-fakta Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil JD Vance, Wakil Presiden Pendamping Donald Trump
JD Vance, veteran dan penulis, menjadi Wakil Presiden AS pada 2024 mendampingi Trump. Kontroversial karena pandangan konservatifnya, termasuk imigrasi. [982] url asal
#donald-trump #pemilu-as-2024 #pemilu-as #wakil-presiden-baru-amerika-serikat #amerika-serikat
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:34
v/17661925/
Jakarta:JD Vance menjadi sorotan setelah terpilih sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat pada pemilu tahun 2024, mendampingi Donald Trump dalam masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut.Vance, yang sebelumnya menjabat sebagai senator dari Ohio, dikenal sebagai politisi kontroversial dengan latar belakang penulis, veteran, dan kapitalis ventura.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
JD Vance lahir dengan nama James Donald Bowman pada 2 Agustus 1984 di Middletown, Ohio, sebuah kota kecil di Rust Belt Amerika Serikat. Ia berasal dari keluarga dengan akar Skotlandia-Irlandia.Orang tuanya, Don dan Bev Bowman, bercerai ketika Vance masih kecil, dan ia kemudian mengubah nama belakangnya menjadi Vance, nama keluarga ibunya.
Masa kecil Vance diwarnai dengan tantangan besar, termasuk kemiskinan dan masalah kecanduan narkoba yang dialami ibunya. Karena itu, Vance dibesarkan sebagian besar oleh kakek-nenek dari pihak ibu yang telah pindah dari Kentucky ke Ohio.
Setelah lulus dari Middletown High School pada tahun 2003, Vance bergabung dengan Korps Marinir Amerika Serikat dan dikerahkan ke Irak dalam Perang Irak.
Setelah selesai bertugas, ia melanjutkan pendidikan di Ohio State University dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts dalam ilmu politik dan filsafat pada tahun 2009. Ia kemudian melanjutkan studi di Yale Law School, tempat ia memperoleh gelar hukum pada tahun 2013.
Karier Bisnis dan Publikasi Buku
Setelah menyelesaikan studinya di Yale, Vance bekerja sebagai pengacara korporat di firma hukum Sidley Austin LLP dan kemudian beralih ke karier di industri teknologi sebagai kapitalis ventura.Ia bekerja di berbagai perusahaan investasi, termasuk Mithril Capital milik Peter Thiel, dan mendirikan firma investasi Narya Capital di Cincinnati pada tahun 2019.
Pada tahun 2016, Vance menerbitkan buku berjudul "Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis" yang menceritakan pengalamannya tumbuh besar di Ohio dan Kentucky.
Buku ini memberikan gambaran yang keras tentang kehidupan di komunitas kelas pekerja di Appalachia dan menjadi best-seller, menarik perhatian publik karena dianggap menggambarkan latar belakang pendukung Donald Trump dalam pemilu 2016. Buku ini kemudian diadaptasi menjadi film pada tahun 2020 yang disutradarai oleh Ron Howard.
Karier Politik
Vance memulai karier politiknya dengan memenangkan pemilu senat Amerika Serikat untuk negara bagian Ohio pada tahun 2022, mengalahkan kandidat Demokrat, Tim Ryan.Pada awalnya, Vance dikenal sebagai kritikus keras Donald Trump, bahkan pernah menyebut Trump sebagai "Hitler-nya Amerika".
Namun, pada tahun 2021, setelah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai senator, ia mengubah pendiriannya dan mulai mendukung Trump, bahkan mengadopsi banyak kebijakan populis Trump dan menjadi pendukung setianya.
Pada pemilu 2024, Vance dipilih oleh Trump sebagai calon wakil presiden. Keduanya berhasil memenangkan pemilu, dan Vance menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat.
Pemilu ini ditandai oleh berbagai dinamika dan strategi yang menarik perhatian publik, termasuk kemenangan Trump yang cukup signifikan di Iowa yang menjadikannya sebagai calon kuat dari Partai Republik.
Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee pada Juli 2024 mengukuhkan Trump sebagai kandidat presiden, dengan Vance sebagai wakilnya .
Kampanye Trump dan Vance berfokus pada perluasan otoritas cabang eksekutif, termasuk penerapan sistem Schedule F untuk memperkuat kontrol presiden terhadap birokrasi, serta kebijakan anti-imigran yang mencakup operasi deportasi besar-besaran .
Selain itu, kebijakan mereka menekankan isolasionisme melalui agenda "America First", penolakan terhadap energi bersih, dan penutupan Departemen Pendidikan .
Sebagai sosok yang dikenal sebagai konservatif nasional dan populis sayap kanan, Vance sering mengutarakan pandangan-pandangan kontroversial tentang berbagai isu sosial dan politik, termasuk penolakannya terhadap aborsi, pernikahan sesama jenis, dan bantuan militer Amerika untuk Ukraina.
Posisi dan Pandangan Politik
Sebagai seorang politisi, Vance dikenal dengan pandangan konservatifnya terhadap isu-isu sosial. Ia menentang aborsi tanpa pengecualian, termasuk dalam kasus pemerkosaan atau inses, serta pernikahan sesama jenis.Ia juga kerap mengkritik bantuan militer Amerika untuk Ukraina selama invasi Rusia, menyatakan bahwa Amerika seharusnya lebih fokus pada isu-isu domestik. Selain itu, Vance mengusulkan pelarangan federal terhadap perawatan afirmasi gender bagi anak-anak di bawah umur.
Vance sering mengkritik universitas-universitas di Amerika Serikat, yang ia sebut sebagai "musuh" karena dianggap menyebarkan ideologi progresif.
Ia mendukung langkah untuk mengurangi pendanaan bagi universitas yang tidak sesuai dengan pandangan konservatifnya dan memperkuat nilai-nilai keluarga tradisional.
Ia bahkan menyarankan agar orang tua memiliki hak suara lebih besar dibandingkan individu yang tidak memiliki anak, meskipun belakangan ia menyebutnya sebagai eksperimen pemikiran.
Kontroversi
Selama kampanye dan masa awal jabatannya, Vance terlibat dalam berbagai kontroversi yang mencerminkan pandangan konservatifnya yang keras.Salah satu kontroversi terbesar adalah penolakannya terhadap semua bentuk aborsi, tanpa pengecualian bahkan dalam kasus pemerkosaan atau inses.
Hal ini mendapat kecaman luas dari kelompok pendukung hak-hak perempuan yang menganggapnya sebagai serangan terhadap hak reproduksi.
Vance juga dikritik keras karena pandangannya tentang imigrasi. Ia mendukung kebijakan yang sangat ketat terhadap imigran dan menolak konsep perlindungan bagi pengungsi, dengan alasan bahwa Amerika perlu fokus pada masalah dalam negeri.
Pandangannya ini dipandang oleh banyak pihak sebagai bentuk xenofobia yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Retorika Vance yang keras terhadap universitas juga menuai banyak kontroversi. Ia menuduh bahwa lembaga pendidikan tinggi di Amerika telah "terinfeksi" ideologi liberal yang merusak moral generasi muda dan mendorong untuk membatasi pendanaan bagi universitas yang tidak sejalan dengan pandangan konservatif.
Hal ini memicu protes dari kalangan akademisi yang menilai bahwa kebijakan Vance berpotensi membatasi kebebasan akademik.
Selain itu, Vance sering kali menjadi pusat perhatian karena komentarnya mengenai komunitas LGBTQ+. Ia menentang pernikahan sesama jenis dan menyatakan bahwa keluarga tradisional adalah pilar utama stabilitas masyarakat.
Pernyataan ini membuatnya mendapat kritik dari kelompok LGBTQ+ dan pendukung hak-hak minoritas yang menuduhnya tidak memahami atau bahkan memusuhi komunitas tersebut.
JD Vance adalah figur politik yang menarik perhatian dengan perjalanan hidup yang berliku, dari masa kecil penuh tantangan hingga menjadi wakil presiden Amerika Serikat.
Sebagai seorang politisi, ia membawa pandangan-pandangan konservatif dan nasionalis yang kerap kontroversial, dengan fokus pada masalah keluarga, keamanan nasional, dan penolakan terhadap kebijakan-kebijakan progresif.
Sebagai pendamping Donald Trump, Vance berjanji akan membawa perubahan yang berfokus pada kepentingan rakyat Amerika yang selama ini merasa diabaikan oleh elit politik.
Baca Juga:
Profil Paslon Trump-Vance: Mantan Presiden dan Cawapres AS 2024
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil Donald Trump, Sang Trilliuner Kontroversial yang Kembali Jadi Presiden AS
Donald Trump kembali menjadi Presiden AS pada 2024, mengalahkan Kamala Harris. Kampanyenya fokus pada ekonomi dan keamanan, meski kontroversi dan kritik [1,128] url asal
#donald-trump #presiden-amerika-serikat #presiden-amerika-serikat-donald-trump #pemilu-as-2024 #pemilu-as
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:20
v/17659964/
Jakarta:Donald John Trump kembali menjadi pusat perhatian dunia politik setelah memenangkan pemilu Presiden Amerika Serikat pada tahun 2024, menjadikannya kembali sebagai Presiden. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Presiden ke-45 dari tahun 2017 hingga 2021.Kemenangan ini membuatnya menjadi presiden kedua dalam sejarah Amerika Serikat yang memenangkan dua masa jabatan yang tidak berturut-turut, setelah Grover Cleveland.
Kehidupan Awal dan Pendidikan

Gambar: Trump ketika masih muda. (New York Daily News)
Donald Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York City. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Fred Trump dan Mary Anne MacLeod.
Fred Trump adalah seorang pengembang properti sukses, yang memberikan pengaruh besar terhadap Donald muda dalam dunia bisnis real estate.
Trump menempuh pendidikan di New York Military Academy pada usia 13 tahun, di mana ia dikenal sebagai siswa yang disiplin dan penuh semangat kompetitif.
Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke Universitas Fordham selama dua tahun sebelum pindah ke Wharton School di Universitas Pennsylvania, tempat ia meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang Ekonomi pada tahun 1968.
Karier Bisnis

Gambar: Trump dalam acara tv "The Apprentice". (Douglas Gorenstein/NBC)
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Trump bergabung dengan perusahaan keluarga, Elizabeth Trump & Son, yang kemudian diubah namanya menjadi The Trump Organization pada tahun 1971.
Di bawah kepemimpinannya, The Trump Organization berkembang pesat, terutama di bidang properti.
Trump fokus pada pengembangan gedung pencakar langit, hotel mewah, kasino, dan lapangan golf. Trump Tower di Manhattan menjadi simbol kesuksesannya di dunia real estate.
Trump juga dikenal sebagai figur televisi melalui reality show "The Apprentice" pada tahun 2004, yang berlangsung selama 14 musim hingga 2015.
Acara ini memperkenalkannya pada khalayak yang lebih luas dan memperkuat citranya sebagai pengusaha sukses dan tegas.
Karier Politik

Gambar: Trump dan Burung Elang. (The Guardian)
Trump memasuki dunia politik pada tahun 2015 dengan mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik. Dalam pemilu 2016, ia berhasil mengalahkan kandidat Demokrat, Hillary Clinton, meskipun kalah dalam perolehan suara populer.
Selama masa jabatan pertamanya (2017-2021), Trump dikenal dengan berbagai kebijakan kontroversial, seperti pelarangan perjalanan dari negara-negara mayoritas Muslim, pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko, serta reformasi pajak yang memberikan keuntungan besar bagi perusahaan besar.
Trump juga terkenal karena pendekatannya yang tidak konvensional dalam politik internasional. Ia bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dalam upaya mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea, dan mengadopsi kebijakan "America First" yang sering mengubah prioritas tradisional kebijakan luar negeri Amerika.
Ia juga terlibat dalam dua kali proses pemakzulan, tetapi lolos dari pemberhentian dalam kedua kasus tersebut.
Setelah kalah dalam pemilu 2020 melawan Joe Biden, Trump kembali mencalonkan diri dalam pemilu 2024. Meski menghadapi berbagai tantangan hukum, Trump berhasil memenangkan pemilu melawan Kamala Harris.
Kemenangannya dianggap sebagai kebangkitan politik yang luar biasa, terutama setelah upaya untuk menggulingkan hasil pemilu 2020 berujung pada kerusuhan di Capitol.
Pemilu 2024
Pemilu 2024 merupakan salah satu pemilu paling bergejolak dalam sejarah Amerika Serikat. Setelah kekalahan di tahun 2020 dan berbagai tantangan hukum, banyak yang memperkirakan karier politik Trump telah berakhir.Namun, Trump berhasil membalikkan keadaan dengan kampanye yang agresif dan fokus pada isu-isu yang menjadi perhatian utama pemilih, seperti ekonomi, inflasi, dan keamanan nasional.
Trump mengalahkan Kamala Harris dengan memperoleh 279 suara elektoral, sementara Harris mendapatkan 223 suara.
Kemenangan ini didorong oleh pendekatan Trump yang fokus pada keluhan utama masyarakat Amerika, yaitu meningkatnya biaya hidup dan ketidakamanan perbatasan.
Selama kampanye, Trump juga harus menghadapi dua percobaan pembunuhan. Meskipun demikian, Trump tetap melanjutkan kampanyenya dengan penuh semangat, menunjukkan ketangguhannya kepada para pendukungnya.
Dalam kampanye 2024, Trump berfokus pada perluasan kekuasaan cabang eksekutif melalui penerapan sistem Schedule F untuk memperkuat kontrol presiden terhadap birokrasi federal, serta mengarahkan Departemen Kehakiman untuk mengejar musuh politik domestik.
Trump mengatakan akan fokus pada pemulihan ekonomi dan peningkatan keamanan nasional. Ia berjanji untuk "menghentikan perang, bukan memulai perang," mengatasi inflasi, menurunkan biaya hidup, serta menerapkan kebijakan imigrasi ketat termasuk deportasi massal bagi imigran ilegal.
Ia juga berjanji untuk menurunkan pajak korporasi dan mengembalikan produksi manufaktur ke Amerika Serikat.
Trump menggambarkan Partai Republik sebagai "partai akal sehat" dengan fokus pada keamanan, pendidikan yang lebih baik, dan militer yang kuat tetapi tidak digunakan untuk memulai konflik.
Kampanye ini juga menekankan kebijakan anti-imigrasi, deportasi massal, dan kebijakan luar negeri isolasionis "America First". Selain itu, Trump berjanji untuk mencabut dan mengganti Affordable Care Act, serta menutup Departemen Pendidikan.
Kekayaan
Donald Trump dikenal sebagai salah satu trilliuner dengan sumber kekayaan yang beragam, terutama dari bisnis real estate melalui The Trump Organization. Selain real estate, Trump memiliki kekayaan dari proyek lisensi merek dan acara televisi "The Apprentice".Pada Oktober 2024, Forbes memperkirakan kekayaan Trump sebesar $6,6 miliar, sementara Bloomberg memperkirakan $7,07 miliar. Kekayaannya juga berasal dari produk berlisensi dan berbagai perjanjian bisnis.
Trump menerima warisan dari ayahnya, Fred Trump, yang diperkirakan sebesar $500 juta. Meski menerima warisan besar, Trump menggambarkan dirinya sebagai "self-made man."
Kontroversi

Gambar: Foto mugshot Trump ketika ditahan Kepolisian. (Fulton County Sheriff's Office)
Donald Trump menghadapi berbagai kontroversi selama karier politiknya. Selama masa jabatannya, ia menghadapi dua kali proses pemakzulan.
Pemakzulan pertama pada 2019 terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam tekanan terhadap Presiden Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden dan keluarganya, serta menahan bantuan militer sebagai alat tawar.
Pemakzulan kedua terjadi pada 2021, setelah kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021, di mana Trump dituduh menghasut para pendukungnya untuk menyerbu Capitol sebagai upaya mencegah pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pemilu 2020.
Selain itu, Trump juga memerintahkan serangan udara yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani pada Januari 2020, yang menimbulkan ketegangan besar antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dikritik karena dianggap meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah tanpa konsultasi dengan Kongres.
Trump juga menerima kritik atas kebijakan imigrasinya, seperti pelarangan perjalanan bagi warga dari beberapa negara mayoritas Muslim dan penahanan anak-anak imigran di pusat penahanan yang terpisah dari orang tua mereka.
Kebijakannya terkait pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko juga menjadi sorotan, terutama karena pendanaan yang dialokasikan sebagian besar berasal dari anggaran militer tanpa persetujuan penuh dari Kongres.
Trump sering berkonflik dengan media, menyebut mereka sebagai "musuh rakyat." Ia kerap menggunakan media sosial untuk menyampaikan kritik terhadap lawan politik, jurnalis, dan bahkan anggota Partai Republik yang tidak mendukungnya.
Akun Twitter-nya ditangguhkan pada awal 2021 setelah kerusuhan di Capitol karena dianggap menyebarkan informasi yang dapat memicu kekerasan.
Trump juga menghadapi berbagai tuntutan hukum, termasuk tuduhan penipuan terkait nilai properti yang berlebihan untuk mendapatkan keuntungan finansial dan pinjaman.
Pada tahun 2024, ia dinyatakan bersalah atas penipuan terkait properti komersial oleh pengadilan New York. Tuduhan lainnya melibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pengungsi dan kasus pelecehan seksual, yang sebagian besar belum mencapai putusan akhir.
Kontroversi tersebut telah membuatnya menjadi sosok yang sangat polarizing di Amerika Serikat, dengan sebagian masyarakat mengaguminya sebagai tokoh yang melawan "kekuasaan elit," sementara yang lain menganggapnya sebagai ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi.
Baca Juga:
Memimpin Suara Elektoral, Trump Dipastikan Akan Jadi Presiden AS
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)