#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Profil Israel Katz: Menhan Baru Israel yang Ditunjuk Netanyahu
Israel Katz, politisi senior Likud, menjadi Menteri Pertahanan Israel setelah pemecatan Yoav Gallant. Dikenal dengan pandangan kerasnya, [600] url asal
#israel #menteri-pertahanan-israel-mengundurkan-diri #benjamin-netanyahu #menteri-pertahanan #hamas
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:56
v/17659956/
Jakarta: Israel Katz adalah seorang politikus senior di Israel dan anggota partai Likud yang telah menjabat di berbagai posisi penting dalam pemerintahan Israel.Pada 5 November 2024, Katz ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah pemecatan Yoav Gallant. Sebelum penunjukan ini, Katz menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan memiliki rekam jejak panjang di dunia politik Israel.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Israel Katz lahir pada 21 September 1955 di Ashkelon, Israel. Ia adalah putra dari Meir Katz dan Malka (Nira) née Deutsch, yang keduanya merupakan penyintas Holocaust dari wilayah Maramure?, Rumania.Katz dibesarkan di Moshav Kfar Ahim dan pada tahun 1973 ia bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), di mana ia bertugas di Brigade Paratroopers sebagai prajurit dan pemimpin peleton.
Setelah menyelesaikan masa dinasnya pada tahun 1977, Katz melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibrani Yerusalem dan lulus dengan gelar BA dan MA.
Karier Politik
Israel Katz memulai karier politiknya di partai Likud pada tahun 1998 setelah menjadi anggota Knesset.Sejak itu, ia telah memegang berbagai jabatan penting dalam pemerintahan Israel, termasuk Menteri Pertanian, Menteri Transportasi, Menteri Intelijen, Menteri Keuangan, dan Menteri Energi.
Pada tahun 2019 hingga 2020, Katz menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan kembali menduduki posisi tersebut pada awal 2024.
Pada 5 November 2024, Katz ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan oleh Netanyahu setelah pemecatan Yoav Gallant.
Sebagai Menteri Pertahanan, Katz dihadapkan pada tantangan besar terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, serta ketegangan dengan Iran.
Netanyahu menyebutkan bahwa Katz adalah sosok yang dapat diandalkan untuk mendukung kebijakan kerasnya dalam menghadapi musuh-musuh Israel, dan ia diharapkan untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan efektivitas militer Israel.
Kontroversi dan Pandangan Politik
Israel Katz dikenal sebagai pendukung gerakan pemukiman di Tepi Barat dan memiliki pandangan keras terkait konflik Israel-Palestina.Ia menolak solusi dua negara dan lebih mendukung pembentukan entitas otonom Palestina yang berafiliasi secara sipil dan politik dengan Yordania.
Katz juga menentang penarikan dari Dataran Tinggi Golan yang dicaplok dari Suriah, dengan alasan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian integral dari Israel dan vital untuk keamanan negara.
Selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Katz beberapa kali memicu kontroversi. Ia secara terbuka mengkritik Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, setelah Israel melarang Guterres masuk ke negara itu karena dianggap tidak cukup keras dalam mengutuk serangan rudal Iran pada Oktober 2024.
Katz menyatakan bahwa siapapun yang tidak bisa mengutuk serangan tersebut tidak pantas menginjakkan kaki di Israel.
Pada 2024, Katz menghadiri KTT NATO di Washington, D.C., di mana ia memperingatkan tentang aliansi Iran-Rusia serta bahaya yang ditimbulkan oleh Iran dan Tiongkok.
Selain itu, Katz juga mengkritik negara-negara Barat karena dianggap tidak mampu secara efektif melawan terorisme Islam.
Pernyataannya yang menyebut orang Belgia sebagai "pemakan cokelat" yang tidak siap untuk melawan terorisme mendapatkan kecaman luas di media internasional.
Komitmen Sebagai Menteri Pertahanan Israel
Setelah pemecatan Yoav Gallant, Israel Katz dengan cepat menyatakan komitmennya terhadap keamanan Israel dan berjanji untuk melanjutkan kampanye militer melawan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.Dalam sebuah pernyataan, Katz menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan kembalinya semua sandera yang ditahan oleh Hamas, menghancurkan infrastruktur Hamas di Gaza, dan menekan agresi Iran.
Penunjukannya diharapkan dapat memberikan stabilitas di tengah perang yang sedang berlangsung.
Katz diakui sebagai sekutu setia Netanyahu dan diperkirakan tidak akan menentang pendekatan keras Netanyahu terkait negosiasi gencatan senjata.
Tidak seperti pendahulunya, Yoav Gallant, yang memiliki latar belakang militer yang kuat, Katz lebih dikenal sebagai politisi berpengalaman dengan jaringan luas di dalam pemerintahan dan partai Likud. Hal ini menjadikannya pilihan yang strategis bagi Netanyahu.
Baca Juga:
PM Benjamin Netanyahu Pecat Menhan Israel karena Krisis Kepercayaan
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Profil Yoav Gallant, Menhan Israel yang Dipecat Netanyahu
Yoav Gallant, mantan Menteri Pertahanan Israel, dipecat Netanyahu pada 2024 karena krisis kepercayaan di tengah konflik dengan Hamas. [632] url asal
#israel #menteri-pertahanan-israel-mengundurkan-diri #menteri-pertahanan #benjamin-netanyahu #hamas
(MedCom - Internasional) 07/11/24 10:45
v/17661922/
Jakarta: Yoav Gallant adalah seorang politikus dan mantan pejabat militer Israel yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari tahun 2022 hingga 2024.Gallant dipecat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada November 2024 karena adanya krisis kepercayaan di tengah konflik Israel dengan Hamas.
Pemecatan ini menjadi kali kedua bagi Gallant setelah sempat dipecat sebelumnya pada Maret 2023 terkait pernyataannya tentang reformasi peradilan.
Kehidupan Awal dan Karier Militer
Yoav Gallant lahir pada 8 November 1958 di Jaffa, Tel Aviv-Yafo, Israel. Ia adalah anak dari Fruma, seorang perawat yang selamat dari Holocaust, dan Michael Gallant, seorang veteran Perang Dunia II dan pejuang di Perang Arab-Israel 1948.Gallant menghabiskan masa kecilnya di Jaffa dan kemudian pindah ke Givatayim untuk melanjutkan pendidikan di David Kalai High School. Ia memperoleh gelar BA dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan dari Universitas Haifa.
Gallant memulai karier militernya pada tahun 1977 sebagai komando di Shayetet 13, unit komando elit Angkatan Laut Israel.
Setelah beberapa tahun bertugas, ia sempat pergi ke Alaska dan bekerja sebagai penebang kayu sebelum kembali ke Israel dan melanjutkan karier di Angkatan Laut.
Gallant mencapai posisi sebagai komandan Flotilla 13 dan kemudian menjadi kepala Komando Selatan IDF. Ia juga memainkan peran penting dalam Operasi Cast Lead pada tahun 2008-2009 di Jalur Gaza.
Karier Politik
Gallant memasuki dunia politik pada tahun 2015 dengan bergabung bersama partai Kulanu. Setelah terpilih menjadi anggota Knesset, ia ditunjuk sebagai Menteri Konstruksi.Pada tahun 2018, Gallant pindah ke Likud dan kemudian menjadi Menteri Aliyah dan Integrasi pada 2019, serta Menteri Pendidikan pada 2020. Pada 2022, ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Netanyahu.
Selama menjadi Menteri Pertahanan, Gallant menjadi salah satu dari tiga anggota kabinet perang Israel bersama dengan Netanyahu dan Benny Gantz.
Ia menjadi suara moderat dalam pemerintahan sayap kanan Netanyahu, sering kali mengkritisi kebijakan agresif yang diambil terhadap Gaza dan Lebanon.
Gallant juga menjadi tokoh yang berperan dalam memimpin tanggapan Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang merupakan hari paling mematikan dalam sejarah Israel.
Pemecatan oleh Netanyahu
Yoav Gallant dipecat oleh Benjamin Netanyahu pada 5 November 2024. Netanyahu menyatakan bahwa krisis kepercayaan antara dirinya dan Gallant telah mencapai titik yang tidak dapat diperbaiki, dan bahwa tindakan serta pernyataan Gallant selama konflik telah bertentangan dengan keputusan kabinet.Gallant dianggap telah membuat pernyataan yang memberi keuntungan bagi musuh Israel, dan ketidakpercayaan ini menyebabkan ketidakmampuan untuk melanjutkan kampanye militer secara efektif.
Gallant secara emosional merespons pemecatannya dengan menyatakan bahwa keamanan Israel adalah misi hidupnya.
Ia menekankan tiga alasan utama di balik ketegangan yang terjadi, yaitu kebutuhan untuk mengesahkan wajib militer bagi pria Haredi, memprioritaskan kesepakatan untuk membebaskan sandera di Gaza, dan tuntutan untuk menyelidiki kegagalan dalam serangan Hamas pada 7 Oktober.
Gallant menentang undang-undang yang memberi pengecualian bagi komunitas Haredi dari wajib militer, dan menganggapnya sebagai ancaman bagi keamanan Israel.
Kontroversi dan Peran dalam Konflik
Selama karier militernya, Gallant terlibat dalam sejumlah operasi besar, termasuk Operasi Cast Lead di Gaza pada 2008-2009, yang mendapat kritik internasional karena penggunaan kekuatan militer yang berlebihan terhadap infrastruktur sipil.Laporan Goldstone menyatakan bahwa strategi militer Israel pada waktu itu dirancang untuk menghukum dan meneror populasi sipil, yang menyebabkan Gallant mendapat banyak sorotan negatif.
Dalam perannya sebagai Menteri Pertahanan selama Perang Israel-Hamas 2023-2024, Gallant mengeluarkan perintah untuk mengepung penuh Gaza, melarang pasokan makanan, bahan bakar, dan listrik.
Ia juga secara kontroversial menyebut warga Gaza sebagai "hewan manusia," yang menimbulkan kecaman luas.
Selain itu, Gallant menjadi target penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bersama Netanyahu dan beberapa pemimpin Hamas atas dugaan kejahatan perang selama konflik tersebut.
Pemecatan Gallant oleh Netanyahu menandai akhir dari peran pentingnya dalam kabinet pertahanan Israel, tetapi juga menunjukkan kompleksitas politik di dalam pemerintahan Israel, terutama ketika berhadapan dengan isu-isu keamanan dan militer yang sensitif.
Baca Juga:
Fakta-fakta Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)