#30 tag 24jam
Bank DKI Teken MoU Layanan Perbankan Syariah dengan Muhammadiyah Jakarta
Bank DKI memberikan dukungan layanan perbankan digital yang dapat dipergunakan oleh PW Muhammadiyah dan juga Amal Usaha Muhammadiyah. [337] url asal
#muhammadiyah #bank-dki-muhammadiyah #bank-dki-syariah #bank-muhammadiyah #muhammadiyah-kerja-sama-dengan-bank-dki-syariah #kerja-sama-muhammadiyah-bank-syariah #bank-syariah
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 22:38
v/10006420/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank DKI melalui unit usaha syariah (UUS) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DKI Jakarta dalam layanan perbankan digital.
Dilansir dari akun Instagram Bank DKI @bank.dki, MoU itu ditandatangani oleh Direktur Ritel dan Syariah Bank DKI Henky Oktavianus dan Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar di Jakarta, Sabtu (6/7/2024). Hadir pula dalam acara tersebut Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo.
"Dalam kolaborasi ini Bank DKI memberikan dukungan layanan perbankan digital yang dapat dipergunakan oleh PW Muhammadiyah dan juga Amal Usaha Muhammadiyah untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan tempat ibadah," tulis manajemen Bank DKI.
Selain itu, ruang lingkup kesepahaman tersebut juga mencakup keagenan koperasi, layanan pendaftaran Haji dan Umroh, pemanfaatan produk dan layanan, serta program yang berdasarkan prinsip perbankan syariah yang difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional.
Sementara itu, dilansir dari Antara, Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo menyampaikan harapannya mengenai kolaborasi dengan PW Muhammadiyah tersebut.
"Kami yakin, kolaborasi dengan PWM DKI Jakarta ini akan memperluas jangkauan layanan keuangan syariah dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi syariah Jakarta,” katanya.
Dia menyebutkan lingkup kerja sama di antaranya pembukaan produk tabungan, giro dan deposito, produk pembiayaan konsumer seperti Kredit Multi Guna iB dan KPR iB baik komersil maupun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta pembiayaan ritel dan korporasi.
Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi Bank DKI dapat mendukung kebutuhan Muhammadiyah DKI Jakarta melalui transaksi yang memberikan kemudahan, keamanan serta memberikan manfaat kepada umat.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa kerja sama ini menandai langkah awal dari rangkaian program kolaborasi antara Bank DKI Unit Usaha Syariah dan PW Muhammadiyah DKI Jakarta.
“Dengan semangat kemitraan dan kolaborasi yang erat, kami dan PWM DKI Jakarta berharap dapat bersama-sama mendorong perkembangan perbankan syariah di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat dan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Arie.
Adapun, Bank DKI telah menerapkan sistem Dual Banking Leverage Model (DBLM) yang memungkinkan nasabah untuk mengakses produk dan layanan syariah di seluruh kantor cabang Bank DKI.
Adu Jumbo Belanja Modal IT Mandiri Hingga BCA Tangkal Serangan Siber untuk 2024
Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini. [991] url asal
#bank #belanja-bank #belanja-it
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 21:13
v/10044185/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini, termasuk langkah-langkah untuk menangkal serangan siber yang kerap menargetkan sektor perbankan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,9 triliun pada 2024. Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengungkapkan bahwa alokasi belanja IT BNI meningkat dibanding tahun lalu, sejalan dengan transformasi besar yang sedang dilakukan oleh bank tersebut.
"Pengembangan di sisi security BNI signifikan, cukup besar," kata Toto kepada media usai Peluncuran wondr by BNI, akhir pekan lalu (5/6/2024).
Toto menjelaskan bahwa sekitar 10%-15% dari belanja IT diperuntukkan untuk meningkatkan keamanan sistem guna menghindari risiko kejadian keamanan yang dapat mempengaruhi operasi perbankan.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menyiapkan capex IT dengan nilai yang lebih besar pada tahun ini, meningkat dari capex IT pada 2023 sebesar Rp8 triliun. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa alokasi terbesar capex tahun ini digunakan untuk inovasi serta peningkatan kapasitas.
“[Ini juga] termasuk dalam penggunaan teknologi yang mutakhir dalam standar pengamanan data maupun serangan siber,” ujarnya kepada Bisnis, awal pekan ini (2/7/2024).
Hera menambahkan bahwa BCA menerapkan pengamanan dengan standar keamanan berlapis, manajemen risiko, dan akuntabilitas untuk menjaga data dan transaksi digital nasabah tetap aman. Pengamanan berlapis tersebut dilakukan melalui pendekatan People, Process, and Technology.
Bank jumbo lainnya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki capex IT yang tak kalah besar yakni Rp3 triliun pada tahun ini.
Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan alokasi capex IT pada 2024 meningkat dari tahun lalu. Pemanfaatannya adalah untuk pengembangan digitalisasi layanan, termasuk penguatan sisi sistem keamanan siber.
“[Rp3 triliun] ini untuk semuanya dalam hal pengembangan digital,” ujarnya pada Februari lalu (21/2/2024)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menyiapkan capex IT pada 2024 untuk mengantisipasi ancaman serangan siber. Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha mengatakan BRI sangat serius dalam menggarap digital dan teknologi informasi. Hal ini kemudian tergambar pada capex IT yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, termasuk pada tahun anggaran 2024.
"Anggaran tersebut akan kami manfaatkan dalam hal peningkatan resilience, information security, dan peningkatan kapabilitas, serta kapasitas sistem kami," katanya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu (11/1/2024).
Adapun, setiap tahunnya BRI menganggarkan capex sebesar Rp7 triliun hingga Rp8 triliun, di mana sekitar 57% di antaranya dialokasikan untuk capex IT.
Selain bank jumbo atau kelompok bank dengan modal inti (KBMI) IV, bank kelas kedua atau KBMI III pun menyiapkan capex IT untuk menangkal serangan siber. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) misalnya menyiapkan dana capex IT sekitar Rp900 miliar.
Corporate Secretary Bank BTN Ramon Armando mengatakan tahun ini, jumlah capex IT BTN mengalami kenaikan sekitar 40%-50% dibandingkan dengan 2023. Peningkatan capex IT itu dilakukan seiring dengan upaya BTN menjaga keamanan siber.
Lalu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,5 triliun pada 2024, termasuk untuk keamanan siber.
Capex IT di BSI terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat, pada 2022 BSI mengalokasikan dana untuk belanja IT sebesar Rp350 miliar. Angka tersebut naik tiga kali lipat menjadi Rp1,32 triliun pada 2023.
Direktur Keuangan dan Strategis BSI Ade Cahyo Nugroho menyebut belanja tersebut kerap digunakan untuk empat area utama, seperti IT security, standarisasi infrastruktur, membeli beberapa perangkat stabilitasi infrastruktur, dan terakhir untuk kepentingan bisnis development.
Bank Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber
Anggaran disiapkan perbankan untuk IT seiring dengan rawannya sektor perbankan terkena serangan siber. Berdasarkan data dari Checkpoint Research 2022, sektor jasa keuangan termasuk perbankan mendapatkan 1.131 kali serangan siber setiap pekannya.
Menurut data International Monetary Fund (IMF) pada 2020, kerugian tahunan rata-rata akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar US$100 miliar.
Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyatakan bahwa sektor perbankan sering menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber karena memiliki nilai ekonomi yang besar. "Perbankan selalu akan dilihat pertama, karena ini adalah industri yang berjalan berdasarkan kepercayaan dan keamanan," tuturnya.
Pada tahun lalu, serangan siber juga dilaporkan menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Indonesia. BSI diduga mengalami kebocoran data nasabah oleh kelompok ransomware LockBit di situs dark web, dengan total data yang bocor mencapai 1,5 TB, mencakup data nasabah dan karyawan BSI.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky memperkirakan sejumlah tren serangan siber yang akan menimpa sektor jasa keuangan seperti perbankan pada tahun ini. Dalam laporan kejahatan siber dan prediksi ancaman finansial untuk 2024, Kaspersky memproyeksikan lonjakan serangan siber yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan peniruan saluran komunikasi yang sah, sehingga akan menyebabkan meningkatnya kampanye berkualitas rendah.
Selain itu, Kaspersky memperkirakan para penjahat siber akan memanfaatkan popularitas sistem pembayaran langsung, yang mengakibatkan munculnya malware clipboard dan peningkatan eksploitasi trojan mobile banking. Salah satu kelompok yang menjalankan serangan ini adalah Grandoreiro, yang telah berekspansi ke luar negeri dan menargetkan lebih dari 900 bank di 40 negara.
Tren lainnya pada 2024 adalah meningkatnya penggunaan paket backdoor open source. Penjahat siber akan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak sumber terbuka yang banyak digunakan, yang berpotensi membahayakan keamanan dan menyebabkan pelanggaran data serta kerugian finansial.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mengungkapkan bahwa terdapat dua ancaman utama yang saat ini mengintai perbankan, yaitu ransomware dan advanced persistent threat (APT). Ransomware adalah malware yang digunakan untuk menyandera aset korban, seperti dokumen, sistem, atau perangkat. Sementara itu, APT merupakan serangan siber yang dilakukan oleh kelompok penjahat siber atau threat actor dengan metode yang dirancang untuk melakukan serangan secara terus-menerus tanpa terdeteksi, mendapatkan akses ke sistem, dan bertahan dalam sistem tersebut dalam jangka waktu yang lama.
"Dari sisi regulasi, Bank Indonesia dan OJK [Otoritas Jasa Keuangan] juga sudah responsif, di mana bank harus siap dengan ancaman siber, mitigasi risiko terkait siber diwajibkan dan harus disusun oleh bank," ujar Ishak Farid, Manggala Informatika Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN, bulan lalu (27/6/2024).
Adu Jumbo Belanja Modal IT Perbankan Tangkal Serangan Siber untuk 2024
Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini. [991] url asal
#bank #belanja-bank #belanja-it
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 21:13
v/10001733/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini, termasuk langkah-langkah untuk menangkal serangan siber yang kerap menargetkan sektor perbankan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,9 triliun pada 2024. Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengungkapkan bahwa alokasi belanja IT BNI meningkat dibanding tahun lalu, sejalan dengan transformasi besar yang sedang dilakukan oleh bank tersebut.
"Pengembangan di sisi security BNI signifikan, cukup besar," kata Toto kepada media usai Peluncuran wondr by BNI, akhir pekan lalu (5/6/2024).
Toto menjelaskan bahwa sekitar 10%-15% dari belanja IT diperuntukkan untuk meningkatkan keamanan sistem guna menghindari risiko kejadian keamanan yang dapat mempengaruhi operasi perbankan.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menyiapkan capex IT dengan nilai yang lebih besar pada tahun ini, meningkat dari capex IT pada 2023 sebesar Rp8 triliun. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa alokasi terbesar capex tahun ini digunakan untuk inovasi serta peningkatan kapasitas.
“[Ini juga] termasuk dalam penggunaan teknologi yang mutakhir dalam standar pengamanan data maupun serangan siber,” ujarnya kepada Bisnis, awal pekan ini (2/7/2024).
Hera menambahkan bahwa BCA menerapkan pengamanan dengan standar keamanan berlapis, manajemen risiko, dan akuntabilitas untuk menjaga data dan transaksi digital nasabah tetap aman. Pengamanan berlapis tersebut dilakukan melalui pendekatan People, Process, and Technology.
Bank jumbo lainnya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki capex IT yang tak kalah besar yakni Rp3 triliun pada tahun ini.
Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan alokasi capex IT pada 2024 meningkat dari tahun lalu. Pemanfaatannya adalah untuk pengembangan digitalisasi layanan, termasuk penguatan sisi sistem keamanan siber.
“[Rp3 triliun] ini untuk semuanya dalam hal pengembangan digital,” ujarnya pada Februari lalu (21/2/2024)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menyiapkan capex IT pada 2024 untuk mengantisipasi ancaman serangan siber. Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha mengatakan BRI sangat serius dalam menggarap digital dan teknologi informasi. Hal ini kemudian tergambar pada capex IT yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, termasuk pada tahun anggaran 2024.
"Anggaran tersebut akan kami manfaatkan dalam hal peningkatan resilience, information security, dan peningkatan kapabilitas, serta kapasitas sistem kami," katanya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu (11/1/2024).
Adapun, setiap tahunnya BRI menganggarkan capex sebesar Rp7 triliun hingga Rp8 triliun, di mana sekitar 57% di antaranya dialokasikan untuk capex IT.
Selain bank jumbo atau kelompok bank dengan modal inti (KBMI) IV, bank kelas kedua atau KBMI III pun menyiapkan capex IT untuk menangkal serangan siber. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) misalnya menyiapkan dana capex IT sekitar Rp900 miliar.
Corporate Secretary Bank BTN Ramon Armando mengatakan tahun ini, jumlah capex IT BTN mengalami kenaikan sekitar 40%-50% dibandingkan dengan 2023. Peningkatan capex IT itu dilakukan seiring dengan upaya BTN menjaga keamanan siber.
Lalu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,5 triliun pada 2024, termasuk untuk keamanan siber.
Capex IT di BSI terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat, pada 2022 BSI mengalokasikan dana untuk belanja IT sebesar Rp350 miliar. Angka tersebut naik tiga kali lipat menjadi Rp1,32 triliun pada 2023.
Direktur Keuangan dan Strategis BSI Ade Cahyo Nugroho menyebut belanja tersebut kerap digunakan untuk empat area utama, seperti IT security, standarisasi infrastruktur, membeli beberapa perangkat stabilitasi infrastruktur, dan terakhir untuk kepentingan bisnis development.
Bank Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber
Anggaran disiapkan perbankan untuk IT seiring dengan rawannya sektor perbankan terkena serangan siber. Berdasarkan data dari Checkpoint Research 2022, sektor jasa keuangan termasuk perbankan mendapatkan 1.131 kali serangan siber setiap pekannya.
Menurut data International Monetary Fund (IMF) pada 2020, kerugian tahunan rata-rata akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar US$100 miliar.
Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyatakan bahwa sektor perbankan sering menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber karena memiliki nilai ekonomi yang besar. "Perbankan selalu akan dilihat pertama, karena ini adalah industri yang berjalan berdasarkan kepercayaan dan keamanan," tuturnya.
Pada tahun lalu, serangan siber juga dilaporkan menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Indonesia. BSI diduga mengalami kebocoran data nasabah oleh kelompok ransomware LockBit di situs dark web, dengan total data yang bocor mencapai 1,5 TB, mencakup data nasabah dan karyawan BSI.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky memperkirakan sejumlah tren serangan siber yang akan menimpa sektor jasa keuangan seperti perbankan pada tahun ini. Dalam laporan kejahatan siber dan prediksi ancaman finansial untuk 2024, Kaspersky memproyeksikan lonjakan serangan siber yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan peniruan saluran komunikasi yang sah, sehingga akan menyebabkan meningkatnya kampanye berkualitas rendah.
Selain itu, Kaspersky memperkirakan para penjahat siber akan memanfaatkan popularitas sistem pembayaran langsung, yang mengakibatkan munculnya malware clipboard dan peningkatan eksploitasi trojan mobile banking. Salah satu kelompok yang menjalankan serangan ini adalah Grandoreiro, yang telah berekspansi ke luar negeri dan menargetkan lebih dari 900 bank di 40 negara.
Tren lainnya pada 2024 adalah meningkatnya penggunaan paket backdoor open source. Penjahat siber akan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak sumber terbuka yang banyak digunakan, yang berpotensi membahayakan keamanan dan menyebabkan pelanggaran data serta kerugian finansial.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mengungkapkan bahwa terdapat dua ancaman utama yang saat ini mengintai perbankan, yaitu ransomware dan advanced persistent threat (APT). Ransomware adalah malware yang digunakan untuk menyandera aset korban, seperti dokumen, sistem, atau perangkat. Sementara itu, APT merupakan serangan siber yang dilakukan oleh kelompok penjahat siber atau threat actor dengan metode yang dirancang untuk melakukan serangan secara terus-menerus tanpa terdeteksi, mendapatkan akses ke sistem, dan bertahan dalam sistem tersebut dalam jangka waktu yang lama.
"Dari sisi regulasi, Bank Indonesia dan OJK [Otoritas Jasa Keuangan] juga sudah responsif, di mana bank harus siap dengan ancaman siber, mitigasi risiko terkait siber diwajibkan dan harus disusun oleh bank," ujar Ishak Farid, Manggala Informatika Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN, bulan lalu (27/6/2024).
Adu Jumbo Belanja Modal IT Perbankan Tangkal Serangan Siber di 2024
Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini. [991] url asal
#bank #belanja-bank #belanja-it
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 21:13
v/10001732/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank di Indonesia telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi (IT) jumbo untuk tahun ini, termasuk langkah-langkah untuk menangkal serangan siber yang kerap menargetkan sektor perbankan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,9 triliun pada 2024. Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengungkapkan bahwa alokasi belanja IT BNI meningkat dibanding tahun lalu, sejalan dengan transformasi besar yang sedang dilakukan oleh bank tersebut.
"Pengembangan di sisi security BNI signifikan, cukup besar," kata Toto kepada media usai Peluncuran wondr by BNI, akhir pekan lalu (5/6/2024).
Toto menjelaskan bahwa sekitar 10%-15% dari belanja IT diperuntukkan untuk meningkatkan keamanan sistem guna menghindari risiko kejadian keamanan yang dapat mempengaruhi operasi perbankan.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menyiapkan capex IT dengan nilai yang lebih besar pada tahun ini, meningkat dari capex IT pada 2023 sebesar Rp8 triliun. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa alokasi terbesar capex tahun ini digunakan untuk inovasi serta peningkatan kapasitas.
“[Ini juga] termasuk dalam penggunaan teknologi yang mutakhir dalam standar pengamanan data maupun serangan siber,” ujarnya kepada Bisnis, awal pekan ini (2/7/2024).
Hera menambahkan bahwa BCA menerapkan pengamanan dengan standar keamanan berlapis, manajemen risiko, dan akuntabilitas untuk menjaga data dan transaksi digital nasabah tetap aman. Pengamanan berlapis tersebut dilakukan melalui pendekatan People, Process, and Technology.
Bank jumbo lainnya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki capex IT yang tak kalah besar yakni Rp3 triliun pada tahun ini.
Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan alokasi capex IT pada 2024 meningkat dari tahun lalu. Pemanfaatannya adalah untuk pengembangan digitalisasi layanan, termasuk penguatan sisi sistem keamanan siber.
“[Rp3 triliun] ini untuk semuanya dalam hal pengembangan digital,” ujarnya pada Februari lalu (21/2/2024)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menyiapkan capex IT pada 2024 untuk mengantisipasi ancaman serangan siber. Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha mengatakan BRI sangat serius dalam menggarap digital dan teknologi informasi. Hal ini kemudian tergambar pada capex IT yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, termasuk pada tahun anggaran 2024.
"Anggaran tersebut akan kami manfaatkan dalam hal peningkatan resilience, information security, dan peningkatan kapabilitas, serta kapasitas sistem kami," katanya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu (11/1/2024).
Adapun, setiap tahunnya BRI menganggarkan capex sebesar Rp7 triliun hingga Rp8 triliun, di mana sekitar 57% di antaranya dialokasikan untuk capex IT.
Selain bank jumbo atau kelompok bank dengan modal inti (KBMI) IV, bank kelas kedua atau KBMI III pun menyiapkan capex IT untuk menangkal serangan siber. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) misalnya menyiapkan dana capex IT sekitar Rp900 miliar.
Corporate Secretary Bank BTN Ramon Armando mengatakan tahun ini, jumlah capex IT BTN mengalami kenaikan sekitar 40%-50% dibandingkan dengan 2023. Peningkatan capex IT itu dilakukan seiring dengan upaya BTN menjaga keamanan siber.
Lalu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS) menganggarkan capex IT sebesar Rp1,5 triliun pada 2024, termasuk untuk keamanan siber.
Capex IT di BSI terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat, pada 2022 BSI mengalokasikan dana untuk belanja IT sebesar Rp350 miliar. Angka tersebut naik tiga kali lipat menjadi Rp1,32 triliun pada 2023.
Direktur Keuangan dan Strategis BSI Ade Cahyo Nugroho menyebut belanja tersebut kerap digunakan untuk empat area utama, seperti IT security, standarisasi infrastruktur, membeli beberapa perangkat stabilitasi infrastruktur, dan terakhir untuk kepentingan bisnis development.
Bank Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber
Anggaran disiapkan perbankan untuk IT seiring dengan rawannya sektor perbankan terkena serangan siber. Berdasarkan data dari Checkpoint Research 2022, sektor jasa keuangan termasuk perbankan mendapatkan 1.131 kali serangan siber setiap pekannya.
Menurut data International Monetary Fund (IMF) pada 2020, kerugian tahunan rata-rata akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar US$100 miliar.
Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyatakan bahwa sektor perbankan sering menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber karena memiliki nilai ekonomi yang besar. "Perbankan selalu akan dilihat pertama, karena ini adalah industri yang berjalan berdasarkan kepercayaan dan keamanan," tuturnya.
Pada tahun lalu, serangan siber juga dilaporkan menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Indonesia. BSI diduga mengalami kebocoran data nasabah oleh kelompok ransomware LockBit di situs dark web, dengan total data yang bocor mencapai 1,5 TB, mencakup data nasabah dan karyawan BSI.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky memperkirakan sejumlah tren serangan siber yang akan menimpa sektor jasa keuangan seperti perbankan pada tahun ini. Dalam laporan kejahatan siber dan prediksi ancaman finansial untuk 2024, Kaspersky memproyeksikan lonjakan serangan siber yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan peniruan saluran komunikasi yang sah, sehingga akan menyebabkan meningkatnya kampanye berkualitas rendah.
Selain itu, Kaspersky memperkirakan para penjahat siber akan memanfaatkan popularitas sistem pembayaran langsung, yang mengakibatkan munculnya malware clipboard dan peningkatan eksploitasi trojan mobile banking. Salah satu kelompok yang menjalankan serangan ini adalah Grandoreiro, yang telah berekspansi ke luar negeri dan menargetkan lebih dari 900 bank di 40 negara.
Tren lainnya pada 2024 adalah meningkatnya penggunaan paket backdoor open source. Penjahat siber akan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak sumber terbuka yang banyak digunakan, yang berpotensi membahayakan keamanan dan menyebabkan pelanggaran data serta kerugian finansial.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mengungkapkan bahwa terdapat dua ancaman utama yang saat ini mengintai perbankan, yaitu ransomware dan advanced persistent threat (APT). Ransomware adalah malware yang digunakan untuk menyandera aset korban, seperti dokumen, sistem, atau perangkat. Sementara itu, APT merupakan serangan siber yang dilakukan oleh kelompok penjahat siber atau threat actor dengan metode yang dirancang untuk melakukan serangan secara terus-menerus tanpa terdeteksi, mendapatkan akses ke sistem, dan bertahan dalam sistem tersebut dalam jangka waktu yang lama.
"Dari sisi regulasi, Bank Indonesia dan OJK [Otoritas Jasa Keuangan] juga sudah responsif, di mana bank harus siap dengan ancaman siber, mitigasi risiko terkait siber diwajibkan dan harus disusun oleh bank," ujar Ishak Farid, Manggala Informatika Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN, bulan lalu (27/6/2024).
Langkah OJK atas Revisi RPK AJB Bumiputera Setelah Tidak Keberatan
OJK bakal melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan perubahaan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. [330] url asal
#ojk #ajb-bumiputera #asuransi-bumiputera-1912 #klaim-ajb-bumiputera
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 19:57
v/9993266/
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan perubahaan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912.
Sebelumnya, regulator telah mengeluarkan pernyataan tidak keberatan atas revisiRPK AJB Bumiputera 1912. Adapun surat pernyataan tidak keberatan OJK atas RPK tersebut disampaikan OJK melalui surat Nomor S-20/D.05/2024 tertanggal 1 Juli 2024 kepada peserta Rapat Umum Anggota (RUA), Dewan Komisaris dan Direksi AJB Bumiputera 1912 yang diterima pada 2 Juli 2024
“OJK akan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan Perubahan RPK untuk memastikan klaim kepada nasabah dapat mulai dibayarkan secara merata,” kata Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila saat dihubungi Bisnis pada Minggu (7/7/2024).
Iwan memastikan sebelum menyatakan tidak keberatan atas perubahan RPK AJB Bumiputera 1912, pihaknya telah melakukan analisa atas perubahan RPK yang disampaikan.
Dia menyebut perubahan RPK ini, secara umum menitik-beratkan pada upaya untuk mempercepat pembayaran klaim kepada nasabah melalui upaya konversi aset tetap menjadi aset likuid, di mana sebagian besar dari hasil konversi ini digunakan untuk membayar klaim.
Selain itu, lanjut dia, pembayaran klaim dilakukan secara prorata proporsional atas seluruh klaim yang timbul.
“AJB Bumiputera harus melakukan komunikasi secara berkala atas pembayaran klaim yang dilakukan kepada pemegang polis dan menyediakan layanan informasi yang memadai kepada pemegang polis dan pihak terkait lainnya,” kata Iwan.
Tidak hanya sampai disitu, Iwan menyebut AJB Bumiputera juga melakukan efisiensi biaya operasional untuk lebih fokus pada usaha yang dapat memberikan nilai tambah kepada perusahaan.
Sebelumnya, manajemen AJB Bumiputera 1912 pun menyambut baik dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerjasamanya dalam upaya penyehatan keuangan perusahaan agar kembali sehat dan dapat terus berusaha. Dengan demikian dapat manfaat bagi seluruh anggotanya, pekerja, mitra kerja dan seluruh pihak lainnya.
“Komitmen yang tertuang dalam revisi RPK AJB Bumiputera 1912 akan dijunjung setinggi-tingginya dan terus bekerja dengan terukur, terstruktur dan sistematis,” kata Sekretaris Perusahaan AJB Bumiputera 1912 Hery Darmawansyah dalam keterangan resminya pada Kamis (4/7/2024).
Intip Bunga Simpanan Bank Digital Juli 2024, Ada yang Tembus 10%
Sejumlah bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, bahkan mencapai 10%, jauh di atas bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). [1,217] url asal
#bank-digital #bunga-simpanan-bank-digital #bunga-deposito-paling-tinggi
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 18:00
v/9988207/
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, bahkan mencapai 10%, jauh di atas bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC misalnya, menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun, sedangkan PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menawarkan bunga simpanan hingga 8,75% per tahun.
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) memberikan bunga simpanan mencapai 9% per tahun, sementara PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) melalui Bank Saqu menawarkan bunga simpanan hingga 10%.
Bunga simpanan bank digital ini jauh melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, yang menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum sebesar 4,25%. Akibatnya, simpanan nasabah di bank tersebut tidak dijamin oleh LPS.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, ini merupakan bagian dari strategi bisnis bank-bank digital. Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS untuk bersaing dan menghimpun dana guna menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski demikian, LPS telah menyurati bank-bank tersebut agar memberikan informasi transparan kepada masyarakat tentang bunga simpanan tinggi mereka. "Kami meminta bank-bank itu untuk transparan kepada masyarakat tentang bunga simpanan tinggi yang mereka tawarkan," ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR RI beberapa waktu lalu.
LPS juga meminta perbankan untuk memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin oleh LPS. "Kami juga melakukan survei, dan setiap bank yang tidak memenuhi ketentuan transparansi program penjaminan LPS akan ditegur oleh OJK [Otoritas Jasa Keuangan]," tambah Purbaya.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan tren bunga tinggi bank digital akan terus berlanjut, bahkan hingga tiga tahun ke depan. "Tren perebutan dana di pasar semakin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi," ujarnya kepada Bisnis.
Berikut Bunga Bank Digital per Juli 2024
1. Bank Saqu
Bank Saqu yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab memiliki produk simpanan bernama Busposito. Produk ini memungkinkan pembukaan deposito bersama, yang semakin banyak pengikut maka tawaran bunga semakin tinggi. Di sini, bunga simpanan bisa mencapai 7%.
Selain itu, Bank Saqu menawarkan produk simpanan bernama Tabungmatic atau menabung otomatis dengan tawaran bunga tinggi maksimal 10%.
Head of Go To Market PT Bank Jasa Jakarta Marcella Pravinata menjelaskan di produk tersebut, uang kembalian dari setiap transaksi menggunakan QRIS di aplikasi Bank Saqu akan diubah menjadi tabungan yang disimpan di Saku Booster dengan insentif menabung sebesar 10% per tahun. Adapun, syarat dan ketentuan berlaku.
“Sistem kerjanya begini, misal nasabah beli kopi seharga Rp29.000, maka nasabah itu bisa pilih pembulatan Rp50.000. Jadi, Rp29.000 dipakai untuk kopi dan Rp21.000 masuk ke Tabungmatic yang juga disimpan di Saku Booster,” ujarnya.
2. Bank Amar
Bank Amar menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun. Nasabah dapat menyetor dananya mulai dari Rp100.000.
Melansir dari situs resmi perusahaan, Bank Amar menawarkan rate berupa suku bunga deposito, di mana untuk tenor 1 bulan bunga yang ditawarkan mencapai 5,75% per tahun. Lalu untuk tenor 3 bulan mencapai 6% per tahun.
Selanjutnya, pada 6 bulan Bank Amar menawarkan bunga hingga 6,25%, sementara itu 12 bulan sebesar 7%. Kemudian, untuk tenor 18 bulan perseroan menawarkan 7,5%.
Lebih lanjut, apabila nasabah menyimpan dananya selama 24 bulan, maka Bank Amar menawarkan bunga hingga 8% per tahun, sedangkan untuk tenor 36 bulan mencapai 9% per tahun.
Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan Bank Amar memberikan bunga simpanan dengan menyesuaikan keinginan nasabah. "Kalau memang mereka mencarinya adalah interest hunter, kami kasihkan, ada caranya itu mendapatkan deposito 9%, namun mereka di-lock sampai 3 tahun," tuturnya.
Dalam kalkulasinya, apabila nasabah menyimpan dananya dengan nominal deposito Rp1 juta, dengan memilih opsi penyimpanan di deposito selama 3 tahun, estimasi saldo di akhir periode menjadi Rp1,27 juta.
Meski begitu, selain menawarkan bunga tinggi, Bank Amar memberikan opsi lain bagi nasabah. "Untuk teman-teman yang memang mencari security ada berangkas," katanya.
Bank Amar sendiri menawarkan produk tabungan dengan fitur proteksi mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yakni brangkas.
3. Krom Bank
Krom Bank menawarkan produk simpanan berupa deposito dengan bunga 8,75% per tahun. Dalam kalkulasi di situs resminya, apabila nasabah menyimpan simpanan dengan nominal Rp1 juta dengan tenor 6 bulan saja sudah mendapatkan bung 8% atau saldo menjadi Rp1,03 juta.
Adapun, dalam produk deposito berjangka, nasabah bisa menggunakan fitur untuk mengalokasikan dana sesuai tujuan jangka panjang, dengan memilih periode jatuh tempo sesuai rencana keuangan nasabah. Dalam satu akun, nasabah bisa membuat 20 deposito.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan bank telah memberikan bunga simpanan tinggi guna menarik minat nasabah. “Untuk tetap bisa mengakuisisi pengguna, Krom [melakukan] diferensiasi produk dan layanan, Krom Bank menawarkan produk dan layanan yang berbeda dengan bank tradisional, seperti bunga tinggi, fitur fleksibel, dan edukasi keuangan,” ujarnya.
4. Bank Neo Commerce
Melansir dari situs resmi perusahaan, suku bunga deposito BNC belum berubah sejak 15 Oktober 2023. Nasabah bisa menempatkan dananya minimum Rp100.000.
Adapun, jangka waktu deposito beragam. Misal, deposito WOW 7 hari mendapatkan suku bunga 5,5% per tahun. Sementara WOW 1 bulan 6,5% per tahun, dan WOW 3 bulan 7% per tahun. Kemudian, suku bunga WOW 6 bulan mendapatkan imbal hasil 7,5% per tahun serta WOW 12 bulan mencapai 8% per tahun.
Berdasarkan kalkulasi di situs resminya, apabila nasabah menyimpan dana Rp1 juta dengan tenor 1 tahun, maka estimasi saldo pada akhir periode menjadi Rp1,08 juta.
5. Seabank
Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun, dengan kurun jatuh tempo 1, 3, dan 6 bulan. Nasabah dapat membuka deposito minimal saldo Rp1 juta. Adapun, penempatan deposito relatif dalam jangka waktu singkat, mulai dari 1 bulan.
Dari pihak bank, Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan meski memiliki bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital. "Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
6. Bank Jago
Melansir dari situs resminya, mulai 12 Juni 2024 suku bunga deposito PT Bank Jago Tbk. (ARTO) untuk simpanan Rp1 juta hingga Rp49,99 juta menjadi 4,25% per tahun. Kemudian, simpanan di Rp50 juta hingga Rp99,99 juta menjadi 4,75% per tahun dan di atas Rp100 juta adalah 5,25% per tahun.
7. Allo Bank
PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan deposito dengan suku bunga mulai 4% hingga 6%, di mana, minimum setoran awal adalah Rp1 juta.
8. Bank Raya
Berdasarkan keterangan tertulis manajemen PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), perseroan menawarkan bunga deposito mulai 3% hingga 3,5% dengan pilihan tenor 1, 3, 6, 12, 24 hingga 36 bulan.
Tak hanya itu, Bank Raya juga menawarkan produk simpanan layaknya deposito dengan minimal setoran awal Rp50 juta. Adapun, untuk tenor 1 bulan bunga yang didapatkan 4%, 3 bulan mendapatkan bunga 4,25%, 6 bulan dengan bunga 4,5%, 12 bulan dengan bunga 5%, dan tenor 24 bulan dengan bunga 6%.
Unit Link Masih Dominasi Pendapatan Premi Prudential Indonesia
Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unit link terus mendominasi pendapatan premi PT Prudential Life Assurance hingga kuartal I/2024 [291] url asal
#prudential #prudential-indonesia #asuransi-unit-link
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 17:37
v/9983272/
Bisnis.com, JAKARTA — Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unit link terus mendominasi pendapatan premi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hingga kuartal I/2024. Pada periode tersebut, Prudential Indonesia mencatat pendapatan premi unit link sebesar Rp4,11 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa produk PAYDI berkontribusi sebesar 77% terhadap total pendapatan premi Prudential Indonesia pada periode tersebut," ujar Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, kepada Bisnis pada Minggu (7/7/2024).
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), unit link berkontribusi sebesar 40,8% terhadap pendapatan premi industri asuransi jiwa sepanjang 2023. Dengan kontribusi sebesar itu, Karin menegaskan bahwa produk unit link menjadi bagian penting bagi Prudential Indonesia.
Karin juga menyebutkan bahwa produk unit link masih diminati masyarakat. Untuk mendorong produk ini, Prudential Indonesia berkomitmen memberikan layanan terbaik serta menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi saat ini dan mendatang. Mereka menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses untuk setiap tahap kehidupan dan masa depan.
Selain itu, Prudential Indonesia juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penempatan dana pada subdana PRULink sesuai dengan strategi investasi masing-masing subdana, seperti memilih instrumen dengan bisnis yang berkesinambungan, kinerja keuangan yang solid, manajemen berkualitas, valuasi menarik, dan likuiditas baik.
Karin juga mengimbau nasabah untuk selalu memperbarui profil risiko agar dapat memilih subdana PRULink yang sesuai dengan profil risiko masing-masing. Nasabah PRULink juga memiliki kesempatan untuk melakukan "switching" atau mengubah pilihan subdana investasi ke yang lebih sesuai dengan profil risiko saat ini.
"Tentunya, semua kembali ke preferensi nasabah atau calon nasabah. Masing-masing jenis produk asuransi didesain khusus untuk segmen nasabah tertentu. Produk unit link lebih sesuai untuk nasabah yang telah familiar dengan investasi. Bagi mereka yang menginginkan proteksi sekaligus berinvestasi, unit link bisa menjadi pilihan," tandas Karin.
BNI Life Catat Premi Unit Link Tumbuh pada Semester I/2024
Premi asuransi unit link BNI Life meningkat 7,8% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp604,5 miliar per Juni 2024. [305] url asal
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 16:13
v/9978591/
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asuransi jiwa PT BNI Life Insurance (BNI Life) mencatatkan pertumbuhan premi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link pada semester I/2024. Premi asuransi unit link perseroan meningkat 7,8% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp604,5 miliar.
"Pertumbuhan premi unit link di semester I/2024 sebesar Rp604,5 miliar atau mengalami pertumbuhan 7,8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya," kata Arry Herwindo W, GM Corsec, Legal, dan Corcomm BNI Life kepada Bisnis pada Minggu (7/7/2024).
Premi unit link BNI Life mengalami lompatan setelah sebelumnya mengalami penurunan pada kuartal I/2024. Pada periode tersebut, premi unit link mencapai Rp249 miliar, berkontribusi sebanyak 19% dari gross written premium (GWP).
Pada kuartal I/2024, premi unit link BNI Life mengalami penurunan sekitar 21% yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan tren industri pada periode tersebut.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal I/2024, premi unit link turun sebesar 16,4% yoy menjadi Rp19,22 triliun dari Rp22,98 triliun pada kuartal I/2023. Sementara premi tradisional meningkat 18,4% yoy menjadi Rp26,77 triliun pada kuartal I/2024 dari Rp22,62 triliun pada kuartal I/2023.
Arry menyebut pihaknya optimistis bahwa premi unit link akan terus meningkat pada paruh kedua tahun ini. Dia menambahkan, pihaknya memiliki strategi untuk meningkatkan produk asuransi yang terikat dengan investasi itu.
Beberapa pendekatan yang dilakukan antara lain, mengadakan seminar, webinar, dan workshop untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat produk unit link. Selain itu, menyediakan produk unit link yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan profil risiko nasabah. BNI Life juga meluncurkan produk-produk dengan fitur tambahan seperti perlindungan kesehatan atau investasi yang menarik.
"Dengan mengimplementasikan strategi-strategi ini, BNI Life dapat meningkatkan daya tarik produk unit link dan mendorong peningkatan premi," ungkapnya.
Adu Mekanik Super App Bank Mandiri, BNI, BRI, Hingga BCA, Mana Paling Moncer?
Sejumlah bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) gencar mengembangkan aplikasi super. [94] url asal
#bri #mandiri #bni #bca #super-app
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 15:40
v/9973911/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank jumbo di Indonesia, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), semakin agresif dalam mengembangkan aplikasi super atau super app mereka. Langkah ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa besar nilai transaksi yang dihasilkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut.
Pekan lalu, BNI meluncurkan super app bernama wondr by BNI. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menjelaskan bahwa peluncuran wondr by BNI adalah bagian dari transformasi BNI dalam menghadirkan inovasi di bidang aplikasi perbankan.
BCA Tutup Layanan Bank Draft untuk Semua Mata Uang, Simak Penjelasannya!
Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA menutup layanan bank draft untuk seluruh mata uang terhitung per 12 Agustus 2024. [196] url asal
#bca #bank-bca #bbca #bank-draft #wesel
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 12:09
v/9959678/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menutup layanan bank draft untuk seluruh mata uang terhitung per 12 Agustus 2024 nanti.
Berdasarkan laman resminya, BCA tidak dapat lagi melayani penerbitan bank draft. Adapun, stop payment dan pembatalan bank draft tetap dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Bank draft yang masih outstanding dapat dicairkan oleh bank tertarik hingga masa berlaku bank draft kedaluwarsa," tulis BCA di laman resminya pada beberapa waktu lalu.
Sementara layanan pencairan bank draft yang terbit sebelum 12 Agustus 2024 akan tetap tersedia hingga 28 Februari 2025 atau hingga masa berlaku bank draft kedaluwarsa.
Adapun, bank draft atau wesel bank merupakan metode pembayaran yang mirip dengan cek. Jumlah penerbitan dana dijamin oleh bank yang menerbitkan dengan sumber dana berasal dari rekening bank penerbit.
Pengguna layannya biasanya meminta opsi pembayaran bank draft dalam rangka pembelian besar, seperti uang muka saat membeli properti.
Saat pengguna meminta layanan bank draft, bank memastikan penggunanya itu memiliki cukup uang di rekening untuk menutupi jumlah yang diminta. Kemudian, bank menarik uang dari rekening dan memindahkannya ke rekening cadangan bank.
Langkah selanjutnya, bank menyiapkan draft dengan nama pengguna dan jumlah dana yang dibayarkan kepada pihak ketiga atau penerima pembayaran.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Legit Bisnis Paylater hingga Ironi Bank Syariah Dalam Negeri
Selain bisnis paylater, terdapat bula sejumlah berita pilihan lainnya seperti investor asing di GOTO, prospek pasar pelumas hingga daya tarik bank syariah [929] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #top-5-news #paylater #bisnis-paylater #finansial #goto #fca #bursa-efek-indonesia #pasar-saham #shell #pasar-pelumas #industri-pelumas #bank-syariah #bank-syariah-indone
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 08:12
v/9940359/
Bisnis, JAKARTA - Layanan bayar tunda atau Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi satu inovasi di sektor keuangan yang makin berkembang. Tidak hanya pelaku bisnis pembiayaan, pemain bisnis perbankan pun turut menyasar bisnis tersebut. Lalu selegit apa bisnis Paylater di Indonesia?
Laporan tersebut menjadi salah satu ulasan pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Minggu (7/7/2024). Selain itu, terdapat bula sejumlah berita pilihan lainnya seperti investor asing di GOTO, prospek pasar pelumas hingga daya tarik bank syariah. Berikut selengkapnya.
1. Selegit Apa Bisnis Paylater?
Skema BNPL atau paylater memberi kesempatan kepada penggunanya untuk mengakses produk atau jasa yang diinginkan, lalu pembayarannya dapat dilakukan dengan skema cicilan dalam kurun waktu tertentu. Rata-rata penyedia layanan, menyediakan fasilitas cicilan hingga 12 kali.
Ada dua model layanan paylater yang berkembang selama ini, yakni close loop yakni layanan paylater yang disediakan oleh penyedia hanya untuk bertransaksi di platform yang mereka miliki. Artinya, fasilitas dana yang tersedia di dalam platform itu, tidak dapat digunakan untuk pembayaran jasa di platform lain.
Sementara itu, model open loop memberi kesempatan kepada penggunanya untuk bertransaksi tidak hanya di lingkup platform penyedia, tapi juga pembayaran di platform lain.
Layanan paylater kini mulai merambah ke perbankan. Bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, hingga yang terkini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mengembangkan skema pinjaman berbasis paylater ini. Lantas selegit apa bisnis paylater ini?
2. Investor Asing Mulai Koleksi Saham GOTO Setelah Jual Rp6 Triliun
Investor asing tercatat mulai mengoleksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp26,35 miliar dalam sepekan. Langkah ini diambil setelah melakukan aksi jual hingga Rp6,1 triliun pada pekan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI, rincian aksi tersebut adalah sebanyak Rp25,14 miliar saham dibeli di pasar reguler. Lalu, Rp1,21 miliar saham dibeli asing di pasar nego dan tunai. Investor asing melakukan pembelian melalui broker berkode YP, yaitu Mirae Asset Sekuritas sebanyak 598,3 juta saham.
UBS Sekuritas Indonesia dengan kode AK juga menjadi broker yang paling aktif melakukan pembelian bersih terhadap saham GOTO dengan membeli lebih dari 299,1 juta dalam sepekan.
Sementara itu, broker yang melakukan penjualan terbanyak terhadap saham GOTO adalah Semesta Indovest Sekuritas dengan kode MG. Semesta Indovest Sekuritas menjual sebanyak 1,4 miliar saham GOTO dalam sepekan.
Setelah Semesta Indovest Sekuritas, broker selanjutnya yang juga menjual saham GOTO adalah JP Morgan Sekuritas Indonesia, dengan penjualan yang hampir menyentuh 350,9 miliar.
Pada penutupan perdagangan kemarin, saham GOTO tercatat masih stagnan di level gocap atau Rp50. Sebanyak 303,61 juta saham ditransaksikan dengan nilai Rp15,18 miliar. Kapitalisasi pasar GOTO adalah sebesar Rp60,07 triliun. Bagaimana reaksi Bursa Efek Indonesia?
3. Saham Big Caps Masih Berisiko Ikuti Jejak BREN Masuk FCA
Emiten-emiten berkapitalisasi jumbo (big caps) masih ada risiko masuk ke papan pemantauan khusus full call auction (PPK FCA) seperti yang dialami PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
Hal tersebut karena masih ada klausul yang tidak direvisi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kriteria nomor 10 disebutkan bahwa emiten yang masuk PPK FCA adalah saham yang dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.
Ketentuan tersebut mendapat pandangan kritis di kalangan investor. Sebab, suatu saham yang disuspensi BEI selama dua hari karena aktivitas perdagangan bisa langsung masuk PPK FCA, termasuk emiten big caps.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang mengatakan bahwa emiten berkapitalisasi pasar besar juga berisiko masuk FCA. Dia juga menyinggung soal pihak-pihak tertentu yang menyebabkan anomali harga suatu saham. Artinya, saham tersebut mengalami kenaikan atau penurunan harga yang tidak wajar.
4. Ironi Daya Tarik Bank Syariah di Negara Muslim Terbesar
Bank syariah di Indonesia nyatanya masih minim daya tarik dari investor, dibandingkan dengan bank konvensional. Padahal, Indonesia sebagai salah satu negara terbesar berpenduduk muslim.
Kondisi tersebut tercermin dari aksi korporasi di bank syariah yang masih sepi. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin berasumsi kurang tertariknya investor di perbankan syariah karena rendahnya pangsa pasar bank tersebut.
Misalnya saja, diasumsikan sebanyak 80% penduduk muslim kurang tertarik menyimpan dana atau mengambil pembiayaan di bank syariah. Sehingga pangsa pasar perbankan syariah kurang berkembang.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa aset perbankan syariah di Indonesia hanya 7,32% terhadap keseluruhan aset perbankan nasional per Maret 2024. OJK juga mencatat, masyarakat Indonesia memang kurang tertarik menggunakan layanan keuangan syariah, termasuk bank syariah. Pada 2023, indeks inklusi keuangan syariah berada di level 12,88%.
Menurut Amin, meskipun pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia terus meningkat, namun tetap kecil. Ada beberapa faktor yang mendorong sulit berkembangnya bisnis perbankan syariah di Indonesia.
5. Prospek Industri Pelumas Shell di Tanah Air
Shell Indonesia menatap optimistis bisnis pelumas di dalam negeri memiliki prospek yang cerah seiring dengan banyaknya populasi penduduk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang cukup konsisten dibandingkan dengan negara lain dipandang sebagai salah satu tolok ukur sebagai market penting bagi Shell.
Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditopang oleh proyek infrastruktur sehingga bisnis peralatan industri pun sangat berkembang. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar potensial perusahaan asal Belanda itu.
Sejak awal tahun 2015, Shell Indonesia membangun pabrik pelumas pertama, yang bernama Marunda di Bekasi dengan kapasitas 136 juta liter per tahun. Lalu di tahun 2022, Shell memperluas pabrik pelumas Marunda (Lubricants Oil Blending Plant/ LOBP) di Bekasi, Jawa Barat.
Langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan akan produk pelumas premium yang terus meningkat di Indonesia. Perluasan LOBP untuk meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat menghasilkan hingga 300 juta liter produk pelumas per tahun dibandingkan dengan kapasitas awal di 136 juta liter. Bagaimana kebutuhan pelumas di dalam negeri?
BNI (BBNI) Siap Gelontorkan Rp1,9 Triliun Buat Belanja Modal IT
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menganggarkan biaya modal untuk IT sebesar Rp1,9 triliun pada 2024. [402] url asal
(Bisnis.Com - Finansial) 06/07/24 18:33
v/9884907/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menganggarkan biaya modal (capital expenditure/capex) untuk teknologi informasi (IT) sebesar Rp1,9 triliun pada 2024, termasuk pengembangan digital banking dan meningkatkan keamanan siber.
Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengatakan alokasi belanja BNI untuk IT memang meningkat dibanding tahun lalu, pasalnya saat ini BNI sedang melakukan transformasi besar.
Bahkan, dia menuturkan usai meluncurkan transaksi banking platform yakni super app wondr bagi segmen ritel, ke depan pihaknya akan membuat portal layanan digital wholesale.
“Nah sekarang ini kita lagi siapkan, yang kita akan launching segera. Jadi kita buat portal yang buat Wholesale Digital Banking Platform,” ujarnya pada awak media usai Peluncuran wondr by BNI, Jumat (5/6/2024).
Nantinya, platform ini akan menjadi satu kesatuan dari berbagai channel yang ada di wholesale, mulai dari cash management, trade finance, supply chain hingga forex.
Selain itu, pihaknya juga sedang memperbarui bagian dari loan management system yang berkaitan dengan proses evaluasi risiko peminjam (underwriting), baik untuk segmen ritel maupun wholesale.
“Proses ini tujuannya apa? Agar kita nantinya loan profile jauh lebih bagus dibanding saat ini, karena semua proses sudah tersentralisasi dengan menggunakan scoring,knowledge ataupun kalkulasi untuk cashflow,” ucapnya.
Selanjutnya, sekitar 10%-15% belanja IT diperuntukkan untuk meningkatkan keamanan sistem. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kejadian keamanan (security incident) yang dapat mempengaruhi operasi perbankan mereka.
“Saya selalu bilang bahwasannya menjadi foundation ke depannya. Makanya pengembangan di sisi security di BNI juga signifikan, cukup besar," katanya.
Sebelumnya, Toto menjelaskan bahwa BNI menggunakan pendekatan yang komprehensif dalam mengamankan sistem dengan menerapkan beberapa lapisan (layers) keamanan dalam mengembangkan super app terbarunya, wondr.
“Layer paling atas itu edukasi ke nasabah, agar [nasabah] menggunakan atau menjaga password-nya dengan hati-hati supaya tidak terjadi social engineering,” ucapnya.
Layer berikutnya adalah kontrol terhadap aplikasi. BNI melakukan kontrol terhadap aplikasi untuk memastikan bahwa setiap aplikasi yang digunakan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Layer ketiga melibatkan penerapan teknologi keamanan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) terkait liveness detection. Kemudian, BNI juga mengadopsi Multi factor authentication (MFA).
“Seluruh faktor-faktor keamanan seperti enkripsi datanya, lalu yang berkaitan dengan server-servernya harus selalu tidak bisa diakses sembarang orang, termasuk backup-nya,” ujar Toto.
Dia melanjutkan untuk layer terakhir yang paling bawah, BNI memasang anti fraud, di mana pada saat terjadi anomalo, maka transaksi yang terjadi bakal tertolak.
“Jadi ini kelebihan-kelebihan yang kita apply agar wondr by BNI menjadi secara security yang paling baik,” ucapnya.