#30 tag 24jam
Deretan 5 Konglomerat yang Terlibat dalam Proyek 3 Juta Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menggandeng 5 konglomerat Indonesia dalam menjalankan program 3 juta rumah. [21] url asal
#3-juta-rumah #3-juta-hunian #maruarar-sirait #konglomerat
(Bisnis Tempo) 02/11/24 13:37
v/17377444/
Jika rencana program 3 juta rumah ini benar-benar akan diwujudkan, di manakah lokasi untuk proyek ini akan dibangun?
Deretan 5 Konglomerat yang Terlibat dalam Proyek 3 Juta Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menggandeng lima konglomerat Indonesia dalam menjalankan program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebag [1,288] url asal
#3-juta-rumah #3-juta-hunian #maruarar-sirait #konglomerat
(Bisnis Tempo) 02/11/24 13:37
v/17363309/
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menggandeng lima konglomerat Indonesia dalam menjalankan program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai program mengefisiensi anggaran, yang ada hanya sebesar Rp 5,07 triliun.
Kelima konglomerat yang dimaksud, diantaranya Sugianto Kusuma atau Aguan dari Agung Sedayu Group, Prajogo Pangestu bos Barito Pacific, Boy Thohir dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk, dan Franky Widjaja dari Grup Sinar Mas.
“Saya sudah undang empat partner saya, kebetulan kami membangun Hotel Nusantara di IKN (Ibu Kota Nusantara), ada dari Agung Sedayu Group, Pak Aguan, ada Prajogo dari Barito Pacific, Pak Boy Thohir dari Adaro Energy, ada Pak Franky dari Sinar Mas,” kata Maruarar saat ditemui sebelum rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2024.
Lebih lanjut, Maruarar juga menuturkan terdapat satu perusahaan yang juga ikut menyusul dan mengaku siap untuk membantu melaksanakan program 3 juta rumah, yaitu PT Harum Energy Tbk dengan Lawrence Barki sebagai Komisaris Utama.
“Saya mendapatkan telepon dari Pak Lawrence Barki dari Grup Harum Energy. Dia mengatakan juga siap membantu,” ucap Maruarar usai raker bersama Komisi V DPR RI.
Proyek 3 juta rumah ini merupakan bentuk efisiensi karena anggaran yang ada hanya sebesar Rp 5,07 triliun. Meskipung dengan anggaran yang terbatas, Maruarar menyatakan bahwa ia tetap bertekad merealisasikan program tersebut. Dengan melibatkan perusahaan-perusahaan swasta, Maruarar optimistis dapat melakukan groundbreaking program 3 juta rumah pada 10 November 2024.
Profil 5 Konglomerat Proyek 3 Juta Rumah
1. Sugianto Kusuma (Aguan)
Aguan lahir pada 9 Januari 1951, di Palembang, Sumatra Selatan. Agung Sedayu Group yang didirikan Aguan merupakan induk usaha yang membawahi berbagai segmen bisnis, seperti pembangunan gedung bertingkat tinggi, pengembangan kota, mal, hotel dan resort, serta proyek komersial lainnya.
Proyek-proyek terkenal yang pernah ditangani Agung Sedayu Group, di antaranya Grand Galaxy City, Kelapa Gading Square, Green Lake City, dan Ancol Mansion. Menurut Globe Asia, total harta kekayaan Aguan mencapai 970 juta US Dolar atau sekitar Rp 14 triliun pada 2018.
Sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 13 April 2016, Aguan pernah terlibat kasus reklamasi yang menyeret Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, Mohamad Sanusi yang disebut menerima uang dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.
Sejak 1 April 2016, Aguan dilarang bepergian ke luar negeri. Namun, KPK memutuskan untuk tidak memperpanjang status cekalnya dalam rapat yang digelar pimpinan lembaga antirasuah tersebut pada Kamis, 29 September 2016.
Diketahui, Aguan menjadi pimpinan Konsorsium Nusantara, sebuah wadah kumpulan investor dalam negeri yang membantu pembangunan IKN. Beberapa proyek yang rencananya bakal dibangun Konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) IKN tersebut mencakup hotel, taman kota, kafe, hingga pusat olahraga.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944. Ia adalah anak seorang pedagang karet yang memulai kariernya sebagai sopir angkutan kota. Ia pernah merantau ke Jakarta, tetapi setelah mengalami kegagalan, ia memilih untuk kembali ke kampung halamannya.
Pada tahun 1969, ia mulai bekerja di PT Djajanti Group di bawah pimpinan konglomerat Tionghoa, Phang Djoen Phen. Dengan pengalaman yang diperoleh, ia kemudian mendirikan perusahaannya sendiri yang menjadi dasar berdirinya Barito Pacific pada akhir tahun 1980-an.
Pada tahun 1993, perusahaan kayu miliknya, Barito Pacific Timber, resmi didirikan. Seiring waktu, ia mengurangi keterlibatannya dalam bisnis kayu dan mengubah nama perusahaan menjadi Barito Pacific pada tahun 2007.
Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri. Kemudian, pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia, sehingga menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Prajogo juga memperluas bisnisnya ke industri pertambangan batu bara melalui Petrindo Jaya Kreasi, yang telah terdaftar di bursa saham sejak Maret 2023. Menurut Forbes, kekayaan Prajogo mencapai USD 51 miliar atau sekitar Rp 800 triliun (dengan kurs Rp 15.698) per Rabu, 30 Oktober 2024.
3. Boy Thohir
Pemilik asli nama Garibaldi Thohir ini merupakan anak dari salah satu pemilik grup Astra International, Teddy Thohir. Kariernya diawali dari Astra setelah memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Northrop University, Amerika Serikat.
Lebih lanjut, pria kelahiran Jakarta pada 1965 itu mencoba peruntungan karir dengan mendirikan perusahaan properti berupa apartemen di kawasan Casablanca. Namun, akhirnya dia menjual perusahaan tersebut kepada ayahnya.
Pada 1992, Boy Thohir bergabung dengan PT Allied Indo Coal, sebuah perusahaan pertambangan yang berlokasi di Sawah Lunto, Sumatra Barat. Beberapa tahun kemudian, pada 1997, dia mengakuisisi PT Wahana Ottomitra Multiartha atau PT WOM Finance, sebuah perusahaan multifinansial yang fokus pada pembiayaan, terutama untuk pembelian sepeda motor Honda.
Kemudian pada 2005, Boy Thohir, yang merupakan kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir, mengakuisisi PT Adaro Energy Tbk. dan berhasil menjabat sebagai Direktur Utama. Di tahun 2011, perusahaan tersebut diakui oleh Forbes sebagai The Asia’s Fab 50 Companies, dan pada saat yang sama, Boy Thohir meraih penghargaan Businessman of the Year dari Forbes Indonesia.
Menurut informasi dari PT Surya Esa Perkasa Tbk, Boy Thohir telah menduduki beberapa posisi penting, termasuk Presiden Direktur PT Surya Esa Perkasa Tbk (2009-2020), Presiden Direktur PT Panca Amara Utama (2012-2018), Presiden Komisaris PT Panca Amara Utama (2018-sekarang), dan Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (2014-sekarang).
Menurut Forbes, Boy Thohir dan keluarganya memiliki kekayaan sebesar 3,3 miliar Dolar AS, setara dengan sekitar Rp 51,8 triliun per 12 Juni 2023. Ia juga berada di peringkat ke-17 sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2023.
4. Franky Oesman Widjaja
Franky Oesman Widjaja adalah putra pendiri Sinar Mas Group, almarhum Eka Tjipta Widjaja. Ia saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada 15 Juli 2020.
Lulusan Bachelor of Commerce dari Universitas Aoyama Gakuin, Jepang, pada tahun 1979 ini juga memegang beberapa posisi lainnya, termasuk Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan sejak 2015, Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk sejak 2011, Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Realty Tbk sejak 2001, Komisaris Utama PT Purimas Sasmita sejak 2002, serta Chairman (sejak 2000) dan CEO (sejak 1996) di Golden Agri-Resources Ltd (GAR).
Di luar dunia usaha, Franky Widjaja juga berperan sebagai Co-Chairman Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PisAgro), Anggota Grow Asia Business Council, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).
Ia juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pengarah Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), serta Anggota Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Prasetiya Mulya.
5. Lawrence Barki
Lawrence Barki adalah putra tertua dari Kiki Barki, pendiri perusahaan batu bara PT Harum Energy Tbk. Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris sesuai dengan keputusan RUPST yang diadakan pada 25 Agustus 2020.
Ia meraih gelar sarjana dari School of Management, Boston University, di Amerika Serikat. Sejak 1995, Lawrence bergabung dengan Harum Energy dan saat ini masih aktif sebagai komisaris dan direktur di beberapa anak perusahaan.
Harum Energy sendiri memiliki berbagai anak usaha yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan nikel, pengolahan serta pemurnian nikel (smelter), hingga layanan logistik yang meliputi penggunaan tugboat dan kapal tongkang.
Anak-anak perusahaan Harum Energy meliputi PT Layar Lintas Jaya, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Santan Batubara, PT Bumi Karunia Pertiwi, PT Karya Usaha Pertiwi, PT Position, PT Infei Metal Industry, PT Westrong Metal Industry, dan PT Blue Sparking. Selain itu, ada juga entitas terkait seperti PT Sunny Metal Industry dan Nickel Industries Limited.
Dalam laporan Forbes pada Rabu, 30 Oktober 2024, terungkap bahwa Kiki Barki dan keluarganya memiliki total kekayaan sebesar 1,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 20,3 triliun. Kiki Barki, yang merupakan ayah dari Lawrence Barki, berada di peringkat ke-33 sebagai miliarder terkaya di Indonesia untuk tahun 2023.
MELYNDA DWI PUSPITA
Deretan 5 Konglomerat yang Digandeng dalam Proyek 3 Juta Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menggandeng 5 konglomerat Indonesia dalam menjalankan program 3 juta rumah. [1,288] url asal
#3-juta-rumah #3-juta-hunian #maruarar-sirait #konglomerat
(Bisnis Tempo) 02/11/24 13:37
v/17376092/
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menggandeng lima konglomerat Indonesia dalam menjalankan program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai program mengefisiensi anggaran, yang ada hanya sebesar Rp 5,07 triliun.
Kelima konglomerat yang dimaksud, diantaranya Sugianto Kusuma atau Aguan dari Agung Sedayu Group, Prajogo Pangestu bos Barito Pacific, Boy Thohir dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk, dan Franky Widjaja dari Grup Sinar Mas.
“Saya sudah undang empat partner saya, kebetulan kami membangun Hotel Nusantara di IKN (Ibu Kota Nusantara), ada dari Agung Sedayu Group, Pak Aguan, ada Prajogo dari Barito Pacific, Pak Boy Thohir dari Adaro Energy, ada Pak Franky dari Sinar Mas,” kata Maruarar saat ditemui sebelum rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2024.
Lebih lanjut, Maruarar juga menuturkan terdapat satu perusahaan yang juga ikut menyusul dan mengaku siap untuk membantu melaksanakan program 3 juta rumah, yaitu PT Harum Energy Tbk dengan Lawrence Barki sebagai Komisaris Utama.
“Saya mendapatkan telepon dari Pak Lawrence Barki dari Grup Harum Energy. Dia mengatakan juga siap membantu,” ucap Maruarar usai raker bersama Komisi V DPR RI.
Proyek 3 juta rumah ini merupakan bentuk efisiensi karena anggaran yang ada hanya sebesar Rp 5,07 triliun. Meskipung dengan anggaran yang terbatas, Maruarar menyatakan bahwa ia tetap bertekad merealisasikan program tersebut. Dengan melibatkan perusahaan-perusahaan swasta, Maruarar optimistis dapat melakukan groundbreaking program 3 juta rumah pada 10 November 2024.
Profil 5 Konglomerat Proyek 3 Juta Rumah
1. Sugianto Kusuma (Aguan)
Aguan lahir pada 9 Januari 1951, di Palembang, Sumatra Selatan. Agung Sedayu Group yang didirikan Aguan merupakan induk usaha yang membawahi berbagai segmen bisnis, seperti pembangunan gedung bertingkat tinggi, pengembangan kota, mal, hotel dan resort, serta proyek komersial lainnya.
Proyek-proyek terkenal yang pernah ditangani Agung Sedayu Group, di antaranya Grand Galaxy City, Kelapa Gading Square, Green Lake City, dan Ancol Mansion. Menurut Globe Asia, total harta kekayaan Aguan mencapai 970 juta US Dolar atau sekitar Rp 14 triliun pada 2018.
Sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 13 April 2016, Aguan pernah terlibat kasus reklamasi yang menyeret Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, Mohamad Sanusi yang disebut menerima uang dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.
Sejak 1 April 2016, Aguan dilarang bepergian ke luar negeri. Namun, KPK memutuskan untuk tidak memperpanjang status cekalnya dalam rapat yang digelar pimpinan lembaga antirasuah tersebut pada Kamis, 29 September 2016.
Diketahui, Aguan menjadi pimpinan Konsorsium Nusantara, sebuah wadah kumpulan investor dalam negeri yang membantu pembangunan IKN. Beberapa proyek yang rencananya bakal dibangun Konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) IKN tersebut mencakup hotel, taman kota, kafe, hingga pusat olahraga.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944. Ia adalah anak seorang pedagang karet yang memulai kariernya sebagai sopir angkutan kota. Ia pernah merantau ke Jakarta, tetapi setelah mengalami kegagalan, ia memilih untuk kembali ke kampung halamannya.
Pada tahun 1969, ia mulai bekerja di PT Djajanti Group di bawah pimpinan konglomerat Tionghoa, Phang Djoen Phen. Dengan pengalaman yang diperoleh, ia kemudian mendirikan perusahaannya sendiri yang menjadi dasar berdirinya Barito Pacific pada akhir tahun 1980-an.
Pada tahun 1993, perusahaan kayu miliknya, Barito Pacific Timber, resmi didirikan. Seiring waktu, ia mengurangi keterlibatannya dalam bisnis kayu dan mengubah nama perusahaan menjadi Barito Pacific pada tahun 2007.
Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri. Kemudian, pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia, sehingga menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Prajogo juga memperluas bisnisnya ke industri pertambangan batu bara melalui Petrindo Jaya Kreasi, yang telah terdaftar di bursa saham sejak Maret 2023. Menurut Forbes, kekayaan Prajogo mencapai USD 51 miliar atau sekitar Rp 800 triliun (dengan kurs Rp 15.698) per Rabu, 30 Oktober 2024.
3. Boy Thohir
Pemilik asli nama Garibaldi Thohir ini merupakan anak dari salah satu pemilik grup Astra International, Teddy Thohir. Kariernya diawali dari Astra setelah memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Northrop University, Amerika Serikat.
Lebih lanjut, pria kelahiran Jakarta pada 1965 itu mencoba peruntungan karir dengan mendirikan perusahaan properti berupa apartemen di kawasan Casablanca. Namun, akhirnya dia menjual perusahaan tersebut kepada ayahnya.
Pada 1992, Boy Thohir bergabung dengan PT Allied Indo Coal, sebuah perusahaan pertambangan yang berlokasi di Sawah Lunto, Sumatra Barat. Beberapa tahun kemudian, pada 1997, dia mengakuisisi PT Wahana Ottomitra Multiartha atau PT WOM Finance, sebuah perusahaan multifinansial yang fokus pada pembiayaan, terutama untuk pembelian sepeda motor Honda.
Kemudian pada 2005, Boy Thohir, yang merupakan kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir, mengakuisisi PT Adaro Energy Tbk. dan berhasil menjabat sebagai Direktur Utama. Di tahun 2011, perusahaan tersebut diakui oleh Forbes sebagai The Asia’s Fab 50 Companies, dan pada saat yang sama, Boy Thohir meraih penghargaan Businessman of the Year dari Forbes Indonesia.
Menurut informasi dari PT Surya Esa Perkasa Tbk, Boy Thohir telah menduduki beberapa posisi penting, termasuk Presiden Direktur PT Surya Esa Perkasa Tbk (2009-2020), Presiden Direktur PT Panca Amara Utama (2012-2018), Presiden Komisaris PT Panca Amara Utama (2018-sekarang), dan Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (2014-sekarang).
Menurut Forbes, Boy Thohir dan keluarganya memiliki kekayaan sebesar 3,3 miliar Dolar AS, setara dengan sekitar Rp 51,8 triliun per 12 Juni 2023. Ia juga berada di peringkat ke-17 sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2023.
4. Franky Oesman Widjaja
Franky Oesman Widjaja adalah putra pendiri Sinar Mas Group, almarhum Eka Tjipta Widjaja. Ia saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada 15 Juli 2020.
Lulusan Bachelor of Commerce dari Universitas Aoyama Gakuin, Jepang, pada tahun 1979 ini juga memegang beberapa posisi lainnya, termasuk Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan sejak 2015, Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk sejak 2011, Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Realty Tbk sejak 2001, Komisaris Utama PT Purimas Sasmita sejak 2002, serta Chairman (sejak 2000) dan CEO (sejak 1996) di Golden Agri-Resources Ltd (GAR).
Di luar dunia usaha, Franky Widjaja juga berperan sebagai Co-Chairman Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PisAgro), Anggota Grow Asia Business Council, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).
Ia juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pengarah Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), serta Anggota Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Prasetiya Mulya.
5. Lawrence Barki
Lawrence Barki adalah putra tertua dari Kiki Barki, pendiri perusahaan batu bara PT Harum Energy Tbk. Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris sesuai dengan keputusan RUPST yang diadakan pada 25 Agustus 2020.
Ia meraih gelar sarjana dari School of Management, Boston University, di Amerika Serikat. Sejak 1995, Lawrence bergabung dengan Harum Energy dan saat ini masih aktif sebagai komisaris dan direktur di beberapa anak perusahaan.
Harum Energy sendiri memiliki berbagai anak usaha yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan nikel, pengolahan serta pemurnian nikel (smelter), hingga layanan logistik yang meliputi penggunaan tugboat dan kapal tongkang.
Anak-anak perusahaan Harum Energy meliputi PT Layar Lintas Jaya, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Santan Batubara, PT Bumi Karunia Pertiwi, PT Karya Usaha Pertiwi, PT Position, PT Infei Metal Industry, PT Westrong Metal Industry, dan PT Blue Sparking. Selain itu, ada juga entitas terkait seperti PT Sunny Metal Industry dan Nickel Industries Limited.
Dalam laporan Forbes pada Rabu, 30 Oktober 2024, terungkap bahwa Kiki Barki dan keluarganya memiliki total kekayaan sebesar 1,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 20,3 triliun. Kiki Barki, yang merupakan ayah dari Lawrence Barki, berada di peringkat ke-33 sebagai miliarder terkaya di Indonesia untuk tahun 2023.
MELYNDA DWI PUSPITA
Deretan Lokasi Proyek 3 Juta Rumah Kabinet Prabowo
Jika rencana program 3 juta rumah ini benar-benar akan diwujudkan, di manakah lokasi untuk proyek ini akan dibangun? [602] url asal
#3-juta-rumah #3-juta-hunian #kabinet-merah-putih #kabinet-prabowo #kabinet-prabowo-gibran
(Bisnis Tempo) 02/11/24 10:21
v/17418629/
TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan rencananya untuk mewujudkan program ambisius 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada saat Pemilihan Presiden 2024. Dalam usaha ini, ia berencana untuk menjalin kemitraan dengan lima pengusaha terkemuka guna merealisasikan visi tersebut.
Maruarar menjelaskan bahwa skema kerjasama ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mengingat total anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp 5,07 triliun. Selain itu, anggaran tersebut harus dipotong untuk kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meskipun tantangan ini ada, ia dengan tegas menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menjalankan mandat dari Prabowo demi mencapai tujuan besar ini.
"Buat IKN 2025 total sekitar Rp 1,2 triliun, berarti paling sekitar Rp 3,5 triliun untuk rumah. Saya mau menyampaikan data-data itu, tapi apakah saya menyerah?" ujar Maruarar Sirait dalam acara Diskusi Program Tiga Juta Rumah yang diadakan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 28 Oktober 2024.
Jika rencana ini benar-benar akan diwujudkan, di manakah lokasi untuk proyek tiga juta rumah yang akan ditangani? Mari kita simak rangkuman informasi lengkap terkait hal ini.
Politikus yang kerap disapa Ara itu telah mengajukan permohonan untuk lahan seluas 1.000 hektare di Banten yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan proyek tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan ini merupakan aset yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari para koruptor.
"Minggu lalu, hari pertama kerja saya datang ke Kejaksaan Agung. Di Banten, dari koruptor sudah dapat sekitar 1.000 hektare. Saya sudah bicara ke Ibu Menteri, saya mau yakinkan ke Kemenkeu, itu bisa buat rakyat," ujarnya, Selasa, 29 Oktober 2024.
Tanah yang disita dari para pelaku korupsi dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan rumah bagi masyarakat, sehingga harga jualnya bisa lebih terjangkau. Di samping itu, pemanfaatan lahan sitaan ini juga berkontribusi pada efisiensi anggaran dan pengoptimalan aset negara.
"Kalau tanahnya bisa diberikan dengan murah atau gratis ke rakyat, kemudian dia punya material bangunan untuk bangun rumahnya juga bisa murah, saya rasa kita bisa benar-benar kasih harga murah buat rakyat, karena komponen tanah dan komponen bahan bisa murah," tambahnya.
Selain memanfaatkan lahan sitaan di Banten, proyek pembangunan tiga juta rumah juga akan dilaksanakan di Tangerang, di mana Maruarar Sirait telah menyumbangkan lahan seluas 2,5 hektare. Menurutnya, kontribusi tanah ini merupakan bagian dari upayanya untuk mendukung inisiatif Prabowo dalam mewujudkan program tiga juta rumah bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ara menjelaskan bahwa lahan tersebut akan dikembangkan oleh Agung Sedayu dan akan menjadi contoh nyata dari program 3 juta rumah. Melalui skema ini, ia menargetkan bahwa dalam waktu delapan bulan ke depan, Kementerian PKP dapat menyerahkan rumah secara gratis kepada beberapa masyarakat di sekitar yang membutuhkan.
Ara turut mengungkapkan rencananya untuk bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah pada hari Sabtu, 2 November 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi rumah susun yang terletak di kawasan tersebut.
"Hari Sabtu, saya bersama Menteri BUMN Bapak Erick Thohir akan ke Batang, Jawa Tengah untuk melihat rumah susun yang sudah selesai terbangun tapi yang menempati masih sedikit," ujar Maruarar Sirait di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2024, dikutip dari Antara.
Sebelum berangkat ke Jawa Tengah, Ara merencanakan kunjungan ke Wisma Atlet pada hari Jumat, 1 November 2024, di mana ia akan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Ara berencana untuk memanfaatkan aset-aset hunian yang telah dibangun oleh pemerintah tetapi masih belum terisi sepenuhnya. Dengan pendekatan ini, Ara berharap agar aset-aset tersebut bisa diberdayakan untuk menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
RACHEL CAROLINE L.TORUAN | RADEN PUTRI ALPADILLAH GINANJAR
Pilian editor: Program 3 Juta Rumah Prabowo Dimulai Maruarar Sirait Groundbreaking Proyek Pertama yang Dibiayai Aguan
Deretan Lokasi Proyek 3 Juta Rumah Kabinet Prabowo
Jika rencana program 3 juta rumah ini benar-benar akan diwujudkan, di manakah lokasi untuk proyek ini akan dibangun? [602] url asal
#3-juta-rumah #3-juta-hunian #kabinet-merah-putih #kabinet-prabowo #kabinet-prabowo-gibran
(Bisnis Tempo) 02/11/24 10:21
v/17363347/
TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan rencananya untuk mewujudkan program ambisius 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada saat Pemilihan Presiden 2024. Dalam usaha ini, ia berencana untuk menjalin kemitraan dengan lima pengusaha terkemuka guna merealisasikan visi tersebut.
Maruarar menjelaskan bahwa skema kerjasama ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mengingat total anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp 5,07 triliun. Selain itu, anggaran tersebut harus dipotong untuk kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meskipun tantangan ini ada, ia dengan tegas menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menjalankan mandat dari Prabowo demi mencapai tujuan besar ini.
"Buat IKN 2025 total sekitar Rp 1,2 triliun, berarti paling sekitar Rp 3,5 triliun untuk rumah. Saya mau menyampaikan data-data itu, tapi apakah saya menyerah?" ujar Maruarar Sirait dalam acara Diskusi Program Tiga Juta Rumah yang diadakan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 28 Oktober 2024.
Jika rencana ini benar-benar akan diwujudkan, di manakah lokasi untuk proyek tiga juta rumah yang akan ditangani? Mari kita simak rangkuman informasi lengkap terkait hal ini.
Politikus yang kerap disapa Ara itu telah mengajukan permohonan untuk lahan seluas 1.000 hektare di Banten yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan proyek tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan ini merupakan aset yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari para koruptor.
"Minggu lalu, hari pertama kerja saya datang ke Kejaksaan Agung. Di Banten, dari koruptor sudah dapat sekitar 1.000 hektare. Saya sudah bicara ke Ibu Menteri, saya mau yakinkan ke Kemenkeu, itu bisa buat rakyat," ujarnya, Selasa, 29 Oktober 2024.
Tanah yang disita dari para pelaku korupsi dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan rumah bagi masyarakat, sehingga harga jualnya bisa lebih terjangkau. Di samping itu, pemanfaatan lahan sitaan ini juga berkontribusi pada efisiensi anggaran dan pengoptimalan aset negara.
"Kalau tanahnya bisa diberikan dengan murah atau gratis ke rakyat, kemudian dia punya material bangunan untuk bangun rumahnya juga bisa murah, saya rasa kita bisa benar-benar kasih harga murah buat rakyat, karena komponen tanah dan komponen bahan bisa murah," tambahnya.
Selain memanfaatkan lahan sitaan di Banten, proyek pembangunan tiga juta rumah juga akan dilaksanakan di Tangerang, di mana Maruarar Sirait telah menyumbangkan lahan seluas 2,5 hektare. Menurutnya, kontribusi tanah ini merupakan bagian dari upayanya untuk mendukung inisiatif Prabowo dalam mewujudkan program tiga juta rumah bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ara menjelaskan bahwa lahan tersebut akan dikembangkan oleh Agung Sedayu dan akan menjadi contoh nyata dari program 3 juta rumah. Melalui skema ini, ia menargetkan bahwa dalam waktu delapan bulan ke depan, Kementerian PKP dapat menyerahkan rumah secara gratis kepada beberapa masyarakat di sekitar yang membutuhkan.
Ara turut mengungkapkan rencananya untuk bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah pada hari Sabtu, 2 November 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi rumah susun yang terletak di kawasan tersebut.
"Hari Sabtu, saya bersama Menteri BUMN Bapak Erick Thohir akan ke Batang, Jawa Tengah untuk melihat rumah susun yang sudah selesai terbangun tapi yang menempati masih sedikit," ujar Maruarar Sirait di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2024, dikutip dari Antara.
Sebelum berangkat ke Jawa Tengah, Ara merencanakan kunjungan ke Wisma Atlet pada hari Jumat, 1 November 2024, di mana ia akan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Ara berencana untuk memanfaatkan aset-aset hunian yang telah dibangun oleh pemerintah tetapi masih belum terisi sepenuhnya. Dengan pendekatan ini, Ara berharap agar aset-aset tersebut bisa diberdayakan untuk menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
RACHEL CAROLINE L.TORUAN | RADEN PUTRI ALPADILLAH GINANJAR
Pilian editor: Program 3 Juta Rumah Prabowo Dimulai Maruarar Sirait Groundbreaking Proyek Pertama yang Dibiayai Aguan
Bagaimana Cara Menteri Perumahan Maruarar Sirait Penuhi Janji Prabowo untuk Program 3 Juta Rumah?
Program 3 juta rumah per tahun program yang dijanjikan Prabowo sejak kampanye Pilpres 2024. Bagaimana Menteri Perumahan Maruarar Sirait memenuhinya? [550] url asal
#maruarar-sirait #prabowo #menteri-perumahan #3-juta-rumah #3-juta-hunian #perumahan #kabinet-merah-putih
(Bisnis Tempo) 25/10/24 07:29
v/16962285/
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, telah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, yaitu merealisasikan program pembangunan 3 juta rumah dalam sebulan. Salah satu fokus utama dalam program tersebut adalah permasalahan lahan. Maruarar, yang kerap disapa Ara, berkomitmen untuk membangun sistem yang menyeluruh dan kokoh dalam menjalankan tugas ini.
Dalam sebuah wawancara setelah pelantikannya di Istana Negara pada 21 Oktober 2024, Ara menjelaskan bahwa diperlukan regulasi yang mampu menyatukan semua pihak terkait untuk mencapai target program ini.
Menurutnya, sinergi antar-stakeholder sangat krusial dalam mewujudkan visi besar tersebut. Ara juga menegaskan bahwa isu lahan menjadi salah satu tantangan strategis dalam pelaksanaan program ini. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memanfaatkan lahan yang sudah dimiliki oleh negara, termasuk yang dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk digunakan dalam pembangunan rumah bagi masyarakat.
Pelantikan Maruarar sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman periode 2024-2029 merupakan bagian dari pengumuman Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Pada acara pelantikan tersebut, Prabowo membacakan sumpah jabatan di depan para menteri kabinet barunya, termasuk Ara.
Dalam sumpahnya, Maruarar berjanji untuk setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika jabatan, dan mengabdikan diri demi kepentingan bangsa dan negara.
Dalam jangka pendek, Ara berharap dapat segera memulai pembangunan rumah dalam 100 hari pertama masa kerja Presiden Prabowo. Salah satu strategi yang akan digunakan adalah memanfaatkan tanah-tanah sitaan yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari tindak pidana korupsi.
Maruarar menyatakan bahwa dukungan penuh dari Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin, sangat mendorong semangatnya untuk segera menjalankan program ini. Jaksa Agung sebelumnya telah menyatakan bahwa program pembangunan 5 juta unit rumah untuk masyarakat kecil membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk Kejaksaan yang memiliki wewenang atas sejumlah besar tanah sitaan.
Burhanuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara Kejaksaan Agung dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kejaksaan telah memulai proses pengadaan lahan tersebut, dan dalam waktu dekat diharapkan akan ada kejelasan mengenai luas tanah yang bisa diserahkan kepada Kementerian untuk pembangunan rumah bagi rakyat kecil. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proses ini membutuhkan mekanisme yang jelas dan waktu untuk penyelesaian secara administratif dan teknis.
Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan perumahan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat kecil. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung akan menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program 3 juta rumah ini. Maruarar berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik sesuai dengan target yang ditetapkan, memberikan dampak positif bagi rakyat, serta mendukung pencapaian visi pembangunan nasional di era kepemimpinan Presiden Prabowo.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyebutBank Tanahmenjadi salah satu kunci kesuksesan program 3 jutarumah. Ia pun bakal berkoordinasi agar bisa mendapatkan lahan untuk merealisasikan program Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Maruarar juga mengklaim telah bertemu dengan sejumlah pimpinan lembaga pemerintah untuk mendapatkan informasi tentang lahan-lahan yang bisa digunakan kementeriannya untuk membangun rumah.
"KementerianPerumahanakan berusaha untuk mendapatkan tanah tersebut secara gratis,” ujar Maruarar di kantornya, dikutip melalui keterangan resmi, Kamis, 24 Oktober 2024. “Caranya, menggunakan lahan sitaan yang sudahfixdanclearagar pembangunannya berjalan lancar.”
Program 3 juta hunian per tahun merupakan program yang dijanjikanPrabowosejak masa kampanye Pilpres 2024. Presiden ke-8 Indonesia itu berjanji membangun rumah rakyat sebanyak 2 juta di pedesaaan dan 2 juta di perkotaan.
ANGELINA TIARA PUSPITALOVA I RIRI RAHAYU
Program 3 Juta Rumah, Solusi Hunian dan Pertumbuhan Ekonomi
Program 3 Juta Rumah Pemerintahan Prabowo Subianto berpotensi mendongkrak ekonomi dan memberi masyarakat peluang lebih besar memiliki rumah layak. [426] url asal
#btn #program-kerja #3-juta-hunian #pertumbuhan-ekonomi #info-tempo
(Bisnis Tempo) 20/10/24 21:50
v/16758474/
INFO BISNIS - Program pembangunan tiga juta rumah per tahun yang akan digulirkan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan anggaran ratusan triliun rupiah, program ini akan mendorong sektor riil serta membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berencana meluncurkan Program 3 Juta Rumah per tahun, yang diperkirakan mampu memicu pertumbuhan ekonomi serta memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak. Program ini ditargetkan akan menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan perputaran uang di daerah.
Menurut anggota tim satgas perumahan, Bonny Z. Minang, program ini tidak hanya fokus pada pengentasan kemiskinan melalui pembangunan rumah subsidi, tetapi juga berupaya mendorong pemerataan ekonomi. "Program prioritas Pak Prabowo adalah pengentasan kemiskinan yang salah satu instrumennya mengandalkan sektor perumahan. Efek berantai proyek ini akan menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja dan meningkatkan perputaran uang di daerah," kata Bonny.
Proyek ini dirancang untuk membangun 3 juta rumah setiap tahunnya, dengan alokasi 1 juta unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan dan 2 juta unit untuk masyarakat pedesaan. Estimasi dari Bank BTN menyebutkan bahwa potensi transaksi dari program ini dapat mencapai Rp400 triliun per tahun, dengan harga rumah subsidi di perkotaan sekitar Rp200 juta dan di pedesaan berkisar antara Rp75 juta hingga Rp100 juta per unit.
Dana besar tersebut akan mengalir ke para pengembang lokal, terutama yang berada di daerah pedesaan. Tim satgas menekankan pentingnya melibatkan pengembang kecil-menengah agar tercipta pemerataan ekonomi. "Pembangunan rumah subsidi di pedesaan akan diserahkan kepada pengembang lokal, bukan konglomerat, agar modal dapat mengalir ke daerah-daerah dan terjadi pemerataan," tambah Bonny.
Selain itu, sektor properti ini diyakini akan memberi dampak berantai yang signifikan terhadap 183 subsektor usaha lain, mulai dari industri semen, baja, hingga toko bangunan dan UMKM lokal. Jika program ini berjalan sesuai rencana, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat mencapai target 8 persen dengan kontribusi besar dari sektor properti.
Namun, Bonny menegaskan bahwa dukungan dari sektor perbankan dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan program ini. "Proyek strategis ini membutuhkan dukungan penuh dari sektor perbankan dan pelaku usaha, karena dana dari APBN saja tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan modal kerja dalam pengadaan dan pembiayaan rumah," katanya.
Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P Napitupulu, juga menyatakan kesiapan perseroannya untuk mendukung program ini dengan kapabilitas yang telah terbukti. "BTN mendukung Program 3 Juta Rumah per tahun karena kami memiliki pangsa pasar KPR subsidi nasional yang kuat. BTN siap mendanai pengembang melalui kredit konstruksi, serta mengajukan beberapa skema subsidi KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah," ujar Nixon.(*)
Program 3 Juta Rumah, Solusi Hunian dan Pertumbuhan Ekonomi
Program 3 Juta Rumah Pemerintahan Prabowo Subianto berpotensi mendongkrak ekonomi dan memberi masyarakat peluang lebih besar memiliki rumah layak. [426] url asal
#btn #program-kerja #3-juta-hunian #pertumbuhan-ekonomi #info-tempo
(Bisnis Tempo) 20/10/24 21:50
v/16770673/
INFO BISNIS - Program pembangunan tiga juta rumah per tahun yang akan digulirkan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan anggaran ratusan triliun rupiah, program ini akan mendorong sektor riil serta membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berencana meluncurkan Program 3 Juta Rumah per tahun, yang diperkirakan mampu memicu pertumbuhan ekonomi serta memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak. Program ini ditargetkan akan menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan perputaran uang di daerah.
Menurut anggota tim satgas perumahan, Bonny Z. Minang, program ini tidak hanya fokus pada pengentasan kemiskinan melalui pembangunan rumah subsidi, tetapi juga berupaya mendorong pemerataan ekonomi. "Program prioritas Pak Prabowo adalah pengentasan kemiskinan yang salah satu instrumennya mengandalkan sektor perumahan. Efek berantai proyek ini akan menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja dan meningkatkan perputaran uang di daerah," kata Bonny.
Proyek ini dirancang untuk membangun 3 juta rumah setiap tahunnya, dengan alokasi 1 juta unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan dan 2 juta unit untuk masyarakat pedesaan. Estimasi dari Bank BTN menyebutkan bahwa potensi transaksi dari program ini dapat mencapai Rp400 triliun per tahun, dengan harga rumah subsidi di perkotaan sekitar Rp200 juta dan di pedesaan berkisar antara Rp75 juta hingga Rp100 juta per unit.
Dana besar tersebut akan mengalir ke para pengembang lokal, terutama yang berada di daerah pedesaan. Tim satgas menekankan pentingnya melibatkan pengembang kecil-menengah agar tercipta pemerataan ekonomi. "Pembangunan rumah subsidi di pedesaan akan diserahkan kepada pengembang lokal, bukan konglomerat, agar modal dapat mengalir ke daerah-daerah dan terjadi pemerataan," tambah Bonny.
Selain itu, sektor properti ini diyakini akan memberi dampak berantai yang signifikan terhadap 183 subsektor usaha lain, mulai dari industri semen, baja, hingga toko bangunan dan UMKM lokal. Jika program ini berjalan sesuai rencana, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat mencapai target 8 persen dengan kontribusi besar dari sektor properti.
Namun, Bonny menegaskan bahwa dukungan dari sektor perbankan dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan program ini. "Proyek strategis ini membutuhkan dukungan penuh dari sektor perbankan dan pelaku usaha, karena dana dari APBN saja tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan modal kerja dalam pengadaan dan pembiayaan rumah," katanya.
Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P Napitupulu, juga menyatakan kesiapan perseroannya untuk mendukung program ini dengan kapabilitas yang telah terbukti. "BTN mendukung Program 3 Juta Rumah per tahun karena kami memiliki pangsa pasar KPR subsidi nasional yang kuat. BTN siap mendanai pengembang melalui kredit konstruksi, serta mengajukan beberapa skema subsidi KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah," ujar Nixon.(*)
Perumnas Sebut Ketersediaan Lahan Tak Jadi Halangan Realisasi Proyek 3 Juta Hunian
Direktur Utama Perum Perumnas mengklaim ketersediaan lahan tak jadi halangan realisasi program pembangunan 3 juta hunian yang digagas Prabowo Subianto [465] url asal
#3-juta-hunian #prabowo-subianto #prabowo #perumnas
(Bisnis Tempo) 11/10/24 05:03
v/16287493/
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) Budi Saddewa Sudiro mengklaim ketersediaan lahan tak jadi halangan dalam merealisasikan program pembangunan 3 juta hunian yang digagas presiden terpilih, Prabowo Subianto. Menurutnya, ketersediaan lahan akan terus bertambah seiring waktu.
“Untuk mendukung 3 juta (hunian) ini, land bankPerumnas yang siap dibangun setidaknya bisa mencapai 700 ribu (hunian). Sisanya nanti kita harus nambah," ujar Budi kepada wartawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2024.
Alih-alih ketersediaan lahan, menurut Budi, tantangan terbesar dari realisasi proyek ini adalah pendanaan dan ketersediaan pasar. “Ini tergantung dari off-taker dan pendanaan. Pembelinya ada enggak? Daya belinya ada enggak?" ujarnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Budi menyebut Perum Perumnas mengusulkan disediakan lembaga perantara yang siap membeli produk-produk hunian yang dibangun. Salah satunya menurut Budi, bisa berupa Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
“Kalau Perumnas bangun (hunian) lalu belum terjual, di-off take dulu oleh Tapera. Namun, kalau konsumen yang sudah beli di Perumnas kemudian tidak mampu mengangsur, kan harus kami buy back lagi,” jelasnya.
Mekanisme seperti ini, menurut Budi, penting dilakukan agar data atas ketersediaan dan kebutuhan hunian bisa dihitung. Sehingga, penjualan rumah bersubsidi tepat sasaran. Target tersebut, kata Budi, telah mencakup rencana penyediaan hunian di perkotaan dan pedesaan dengan estimasi unit pengembangan rumah sederhana tapak sebanyak 474.111 unit, rumah susun sewa 19.163 unit, dan rumah susun milik sebanyak 204.062 unit.
Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto berjanji akan membangun tiga juta hunian setiap tahun. Rinciannya, dua juta unit rumah akan dibangun pemerintah di desa dan satu juta unit apartemen di kota.
Adapun, pembangunan 2 juta unit rumah di pedesaan akan dipercayakan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sedangkan, pembangunan apartemen di kota akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dia mencontohkan di Jakarta, program ini akan membidik kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya.
Perumda Pasar Jaya kini menaungi 153 unit pasar di Jakarta. Di tiap-tiap pasar itu, Hashim mengatakan pemerintah bisa membangun kompleks menara yang bisa mencapai 1.000 unit apartemen untuk setiap pasar. Itu berarti, kata dia, sama dengan hunian bagi 153 ribu keluarga.
Hashim menjelaskan, masalah yang selalu dihadapi oleh sektor perumahan adalah pengadaan tanah. Dia mengatakan bila ingin bergerak cepat, pemerintah harus jeli melihat di mana saja lahan milik negara. Lahan milik negara, menurut dia, akan diutamakan untuk perumahan rakyat.
Dengan rencana itu, Hashim mengatakan dalam sepuluh tahun akan terbangun 30 juta hunian, baik rumah maupun apartemen. Hal ini, menurut dia, dapat menjawab permasalahan adanya 27 juta rumah tak layak huni (RTLH). “Itu adalah tantangan dan itu adalah target Pak Prabowo. Dia ingin membangun, selama dia menjadi presiden. Insya Allah bisa dua periode," kata dia.
Han Revanda Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Perumnas Sebut Ketersediaan Lahan Tak Jadi Halangan Realisasi Proyek 3 Juta Hunian
Direktur Utama Perum Perumnas mengklaim ketersediaan lahan tak jadi halangan realisasi program pembangunan 3 juta hunian yang digagas Prabowo Subianto [465] url asal
#3-juta-hunian #prabowo-subianto #prabowo #perumnas
(Bisnis Tempo) 11/10/24 05:03
v/16284729/
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) Budi Saddewa Sudiro mengklaim ketersediaan lahan tak jadi halangan dalam merealisasikan program pembangunan 3 juta hunian yang digagas presiden terpilih, Prabowo Subianto. Menurutnya, ketersediaan lahan akan terus bertambah seiring waktu.
“Untuk mendukung 3 juta (hunian) ini, land bankPerumnas yang siap dibangun setidaknya bisa mencapai 700 ribu (hunian). Sisanya nanti kita harus nambah," ujar Budi kepada wartawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2024.
Alih-alih ketersediaan lahan, menurut Budi, tantangan terbesar dari realisasi proyek ini adalah pendanaan dan ketersediaan pasar. “Ini tergantung dari off-taker dan pendanaan. Pembelinya ada enggak? Daya belinya ada enggak?" ujarnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Budi menyebut Perum Perumnas mengusulkan disediakan lembaga perantara yang siap membeli produk-produk hunian yang dibangun. Salah satunya menurut Budi, bisa berupa Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
“Kalau Perumnas bangun (hunian) lalu belum terjual, di-off take dulu oleh Tapera. Namun, kalau konsumen yang sudah beli di Perumnas kemudian tidak mampu mengangsur, kan harus kami buy back lagi,” jelasnya.
Mekanisme seperti ini, menurut Budi, penting dilakukan agar data atas ketersediaan dan kebutuhan hunian bisa dihitung. Sehingga, penjualan rumah bersubsidi tepat sasaran. Target tersebut, kata Budi, telah mencakup rencana penyediaan hunian di perkotaan dan pedesaan dengan estimasi unit pengembangan rumah sederhana tapak sebanyak 474.111 unit, rumah susun sewa 19.163 unit, dan rumah susun milik sebanyak 204.062 unit.
Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto berjanji akan membangun tiga juta hunian setiap tahun. Rinciannya, dua juta unit rumah akan dibangun pemerintah di desa dan satu juta unit apartemen di kota.
Adapun, pembangunan 2 juta unit rumah di pedesaan akan dipercayakan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sedangkan, pembangunan apartemen di kota akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dia mencontohkan di Jakarta, program ini akan membidik kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya.
Perumda Pasar Jaya kini menaungi 153 unit pasar di Jakarta. Di tiap-tiap pasar itu, Hashim mengatakan pemerintah bisa membangun kompleks menara yang bisa mencapai 1.000 unit apartemen untuk setiap pasar. Itu berarti, kata dia, sama dengan hunian bagi 153 ribu keluarga.
Hashim menjelaskan, masalah yang selalu dihadapi oleh sektor perumahan adalah pengadaan tanah. Dia mengatakan bila ingin bergerak cepat, pemerintah harus jeli melihat di mana saja lahan milik negara. Lahan milik negara, menurut dia, akan diutamakan untuk perumahan rakyat.
Dengan rencana itu, Hashim mengatakan dalam sepuluh tahun akan terbangun 30 juta hunian, baik rumah maupun apartemen. Hal ini, menurut dia, dapat menjawab permasalahan adanya 27 juta rumah tak layak huni (RTLH). “Itu adalah tantangan dan itu adalah target Pak Prabowo. Dia ingin membangun, selama dia menjadi presiden. Insya Allah bisa dua periode," kata dia.
Han Revanda Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.