#30 tag 24jam
Bank Sentral Norwegia Ungkap Rencana Adopsi CBDC
Norwegia siapkan rencana adopsi CBDC untuk masa depan sistem keuangan yang lebih stabil dan efisien di era digital. [606] url asal
#bank-sentral-cbdc #cbdc #mata-uang-digital-cbdc #norwegia
(BlockChain-Media) 23/10/24 17:00
v/16886300/
Norges Bank, sebagai bank sentral Norwegia, akan memfinalisasi rekomendasi mengenai perlunya mata uang digital CBDC dan rencana adopsinya pada tahun depan. Langkah ini menandai fase penting menuju era baru dalam ekosistem keuangan negara yang dikenal sebagai salah satu yang paling cashless di dunia.
Meskipun negara-negara lain, seperti Swiss dan Brasil, telah mengambil langkah maju dengan rencana mereka, Bank Sentral Norwegia menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk mempercepat proses tersebut dan masih mengeksplorasi peran CBDC dalam sistem keuangannya.
Keberlanjutan Penggunaan Uang TunaiDikutip dari laporan Bloomberg, Pal Longva, Wakil Gubernur Bank Sentral Norwegia, dalam wawancaranya di Oslo menegaskan bahwa Norwegia tidak merasa tertekan untuk segera melakukan perubahan.
“Saya tidak berpikir kita tertinggal dalam upaya CBDC. Kami sejalan dengan banyak bank sentral lainnya. Kami sedang mempelajari isu-isu kompleks dan memiliki banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dievaluasi. Saat ini, tidak ada urgensi,” ungkapnya pada wawancara tersebut, Selasa (22/10/2024).

Meskipun penggunaan uang tunai di Norwegia mengalami penurunan yang signifikan, survei sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaannya tetap stabil dalam beberapa tahun terakhir. Hanya sekitar 2 persen dari total peserta dalam survei yang dilakukan oleh Norges Bank menyatakan mereka menggunakan uang tunai saat melakukan pembayaran di tempat fisik.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Norwegia mulai beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Peran CBDC dalam transisi ini menjadi sangat penting, karena dapat memberikan alternatif yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.
Brasil Selangkah Lebih Maju dalam Pengembangan CBDCDi sisi lain, Brasil juga melanjutkan pengembangan CBDC yang dikenal sebagai Drex. Fase kedua uji coba Drex kini dibuka bagi lebih banyak peserta untuk menguji transaksi yang lebih kompleks, dengan tujuan mempersiapkan adopsi CBDC di berbagai sektor keuangan.
Inisiatif ini mencerminkan tren global yang semakin mendorong negara-negara untuk mempercepat adopsi CBDC, sejalan dengan Norwegia yang tetap mengawasi perkembangan ini.
Drex dirancang untuk mengatasi berbagai kebutuhan transaksi digital, mulai dari penyelesaian sekuritas hingga transaksi antarbank.
Dalam fase uji coba tersebut, BCB berharap dapat memperluas cakupan Drex dan mengundang lebih banyak pihak untuk berpartisipasi.
Langkah Brasil ini juga menunjukkan bahwa negara-negara lain, termasuk Indonesia dan Norwegia, sedang aktif dalam proses pengembangan mata uang digital CBDC mereka sendiri.
Pendekatan Hati-hati dalam Pengembangan CBDCLongva Menambahkan bahwa Norges Bank berencana untuk mengeksplorasi adopsi CBDC dengan dua versi. Wholesale adalah versi pertama yang dirancang untuk transaksi antara bank dan bank sentral, sementara versi ritel akan digunakan langsung oleh konsumen.
“Belakangan ini, ada kecenderungan di banyak bank sentral untuk memberikan bobot yang lebih besar pada studi pendekatan wholesale, termasuk di Norwegia,” jelasnya.
Longva menekankan pentingnya kolaborasi dengan bank-bank swasta dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses ini. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan CBDC bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang dialog dan kerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat.
Peran CBDC dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih stabil dan efisien sangat penting di era digital ini.
Menjelang tenggat waktu laporan pemerintah pada 15 November mengenai pembayaran yang aman dan sederhana, keputusan mengenai adopsi CBDC akan bergantung pada para pembuat kebijakan di Norwegia.
Harapan Baru untuk Masa Depan Sistem KeuanganDengan semua perkembangan ini, Norwegia berupaya mempersiapkan diri untuk era baru dalam sistem keuangan, di mana peran CBDC dapat menjadi bagian integral dari infrastruktur keuangan negara.
Adopsi CBDC diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, memberikan stabilitas, dan mengurangi risiko yang terkait dengan penggunaan uang tunai.
Sementara itu, negara-negara lain seperti Brasil dan Indonesia juga menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan mata uang digital CBDC mereka. Pengembangan Drex di Brasil dan Rupiah digital di Indonesia mencerminkan tren global yang mendorong adopsi CBDC.
Dengan pendekatan hati-hati dan kolaboratif, Norwegia dan negara-negara lainnya berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era baru ini. [dp]
Uji Coba Mata Uang CBDC Brasil Masuki Fase Selanjutnya
Bank Sentral Brasil (BCB) mulai fase baru uji coba mata uang digital CBDC (Drex), menjajaki transaksi kompleks di sektor keuangan. [549] url asal
#bank-sentral-cbdc #cbdc #mata-uang-digital #rupiah-digital
(BlockChain-Media) 14/10/24 18:20
v/16462030/
Brasil kini memasuki fase baru dalam pengembangan mata uang digital CBDC, yang dikenal sebagai Drex. Bank Sentral Brasil (BCB) telah membuka kesempatan bagi lebih banyak peserta untuk bergabung dalam fase kedua uji coba ini.
Fase uji coba mata uang CBDC kali ini difokuskan pada pengujian transaksi yang lebih kompleks, dengan tujuan mempersiapkan Drex agar dapat digunakan di berbagai sektor keuangan di Brasil.
Menurut laporan terbaru dari Valor Econômico, BCB menyatakan bahwa adopsi CBDC ini diharapkan menjadi solusi inovatif bagi berbagai kebutuhan transaksi digital, mulai dari penyelesaian sekuritas hingga transaksi antarbank.
Pihak BCB ingin memperluas cakupan uji coba Drex dan mengundang lebih banyak pihak untuk berpartisipasi untuk mencoba sistemnya.
“Bank Sentral Brasil (BCB) telah membuka panggilan untuk perusahaan baru yang ingin berpartisipasi dalam Drex, proyek yang menciptakan infrastruktur ‘tokenisasi’ untuk sistem keuangan Brasil,” berdasarkan informasi dari laporan tersebut, Kamis (10/10/2024).
Laporan tersebut juga mengungkan bahwa uji coba CBDC kali ini dilakukan untuk memperluas cakupan Drex dan menerima lebih banyak kasus penggunaan yang lebih kompleks.
“Ide utamanya adalah memperluas jumlah konsorsium dan menerima kasus penggunaan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang diuji pada fase pertama,” seperti yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Langkah Brasil ini merupakan bagian dari tren global yang mendorong adopsi CBDC, di mana banyak negara lain juga mulai mengembangkan mata uang CBDC mereka sendiri.
Menurut data terbaru dari Atlantic Council, lebih dari 134 negara saat ini menunjukkan minat untuk mengembangkan mata uang digital CBDC. Beberapa negara telah resmi meluncurkannya, sementara yang lain, termasuk Brasil dan Indonesia, masih dalam proses pengembangan.

Uji coba Drex mencerminkan upaya BCB untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional di tengah peningkatan popularitas cryptocurrency. Mata uang ini juga dianggap sebagai alternatif yang lebih stabil dan teregulasi di tengah ketidakpastian pasar kripto.
Namun, beberapa pihak di Brasil memperingatkan bahwa perubahan teknologi yang dilakukan dalam pengembangan dan adopsi CBDC tidak selalu memberikan solusi yang sempurna.
George Marcel Smetana, seorang spesialis inovasi di Bradesco, mengatakan bahwa ada kesalahpahaman mengenai disintermediasi dalam dunia blockchain.
“Terkadang Anda hanya mengganti pemain lama dengan pendatang baru,” ujarnya.
Menurut Smetana, penting untuk mempertanyakan apakah teknologi blockchain benar-benar menawarkan keuntungan yang diharapkan atau justru memperkenalkan tantangan baru.
Selain itu, adopsi CBDC di Brasil juga dipandang sebagai alat penting untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran nasional.
Adopsi CBDC tidak hanya terjadi di Brasil. Di berbagai belahan dunia, negara-negara lain juga sedang mempersiapkan peluncuran mata uang CBDC. Salah satunya adalah Indonesia, yang melalui Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan Proyek Garuda sebagai bagian dari pengembangan Rupiah digital.
Pengembangan Rupiah digital sejalan dengan upaya global untuk mengintegrasikan sistem keuangan digital secara lebih luas. Mata uang digital CBDC, termasuk Rupiah digital, dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan dalam sistem keuangan tradisional, seperti tingginya biaya transaksi, inefisiensi, serta risiko keamanan.
Sama seperti Brasil, Indonesia juga memperhatikan interoperabilitas antara mata uang digital mereka dengannegara lain. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem pembayaran digital dapat berfungsi secara global, memungkinkan transaksi antarnegara yang lebih cepat dan efisien.
Uji coba mata uang CBDC di Brasil diharapkan menjadi pelopor inovasi dalam sistem pembayaran digital. Begitu pula di Indonesia, pengembangan Rupiah digital bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor keuangan digital dan mengurangi risiko dalam transaksi digital.
Fase uji coba ini menekankan pentingnya pengujian teknologi dan keamanan sistem keuangan tersebut, sambil mempersiapkan regulasi pasar kripto yang diperlukan untuk peluncuran penuh mata uang digital CBDC. [dp]