#30 tag 24jam
Mendag Bakal Rutinkan Business Matching demi Kejar UMKM Go Internasional
Kemendag memfasilitasi para pelaku UMKM dengan mengadakan pertemuan rutin berupa business matching. [349] url asal
#kemendag #umkm #business-matching #pasar-internasional #umkm-go-global #kemendag-umkm-go-global
(Bisnis.Com - Ekonomi) 08/11/24 13:51
v/17771083/
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memfasilitasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengadakan pertemuan rutin berupa business matching.
Nantinya, pertemuan business matching itu untuk mempromosikan produk UMKM agar bisa tembus ke pasar internasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan pertemuan ini diperuntukkan untuk perwakilan dan para pembina UMKM. Adapun, pembina yang dimaksud salah satunya adalah perbankan dan akan diganti secara berkala.
Hal ini mengingat salah satu program yang menjadi salah satu fokus utama Kemendag adalah menggenjot ekspor Indonesia.
Budi menerangkan, melalui business matching ini akan secara berkala membahas akar permasalahan UMKM sulit menembus pasar internasional.
“Kami akan membuat business matching dengan perwakilan kita untuk mempromosikan produk-produk kita. Jadi secara rutin, tiap bulan nanti akan ada business matching dengan para pembina UMKM,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Lebih lanjut, Kemendag di bawah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) juga akan melakukan penjadwalan keikutsertaan pameran produk dalam negeri untuk bisa masuk ke pasar luar negeri. Namun, pameran ini juga harus tetap melalui proses kurasi produk.
Di samping itu, Kemendag juga akan memfasilitasi UMKM dengan membahas terkait proses perizinan, promosi, hingga perpajakan. “Karena teman-teman di UMKM kan problemnya macam-macam,” imbuhnya.
Budi menjelaskan pembinaan ini juga dilakukan untuk mengukur daya saing yang dimiliki pasar UMKM dalam negeri. Sebab, jika suatu produk akan diekspor, maka produk tersebut dipastikan harus bernilai tinggi.
Meski begitu, lanjut Budi, daya saing tidak melulu dari produk, melainkan juga dari sisi manajemen perusahaan. “Kalau perusahaannya nggak tahu cara ekspor dan sebagainya kan juga itu dari daya saing. Nah itu kami ajarin semua, kita ada pelatihan,” terangnya.
Selain pelatihan, Kemendag juga akan memberikan pendampingan ke para pelaku UMKM, seperti mendesain produk. Dia pun mengeklaim akan memperbanyak pendampingan UMKM ke depan.
Serta, lanjut dia, pemasaran produk dalam negeri ke kancah internasional. Dalam hal ini, Kemendag akan mencari para buyer dan agregator ekspor di luar negeri.
“Jadi target kita kan secepatnya UMKM ini segera bisa ekspor. Saya pikir banyak ini teman-teman yang punya semangat yang sama dengan kita, jadi nanti kita bisa saling kolaborasi,” pungkasnya.
Friny Collection Mampu Raih Omzet Puluhan Juta Setiap Bulan
Friny Collection menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia melalui program business matching. [717] url asal
#bank-indonesia #riau #omzet-puluhan-juta #omzet-umkm #friny-collection #business-matching #omzet-puluhan-juta
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 07/11/24 09:53
v/17651355/
Bisnis.com, PEKANBARU-- Pasar ekonomi syariah terus berkembang pesat, memberikan peluang besar bagi berbagai sektor, termasuk fashion. Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif dari pengembangan ekonomi syariah dan dukungan Bank Indonesia (BI) adalah Friny Collection, sebuah usaha pakaian ready to wear modest fashion Melayu Riau yang kini dikelola oleh Rini Handayani.
Didirikan pada tahun 1993, Friny Collection memulai perjalanannya sebagai bisnis keluarga. Rini, generasi kedua dari usaha ini, telah mengintegrasikan nilai-nilai budaya Melayu ke dalam produk fesyen sehari-hari.
Di bawah kepemimpinannya, Friny Collection tidak hanya mempertahankan identitas budaya, tetapi juga berinovasi dengan bahan ramah lingkungan seperti rayon dan katun, untuk mendukung konsep sustainable fashion.
Sejak tahun 2020, Friny Collection menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia melalui program business matching. Program ini memberikan pelatihan dan pembekalan terkait permodalan/pembiayaan, pemasaran produk termasuk ekspor. Selain itu Bank Indonesia juga memberikan dukungan dalam bentuk bantuan sarana & prasana, berupa 10 unit alat produksi.
"Hadirnya BI memberi dorongan besar dalam pengembangan usaha kami, terutama dalam memanfaatkan media digital untuk pemasaran," ujar Rini kepada tim liputan Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Riau, Rabu (6/11/2024).
Keikutsertaan Friny Collection dalam program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2023 juga membuka peluang usaha lebih luas. Melalui berbagai acara seperti Festival Ekonomi Syariah (Fesyar), produk mereka semakin dikenal, bahkan mampu menembus pasar internasional di Jawa dan Singapura.
"Ini menjadi eksposur penting bagi kami, menunjukkan bahwa produk bordir Melayu Riau bisa diterima di pasar yang lebih besar," tambahnya.
Selain itu, pendekatan syariah yang diterapkan Friny Collection tidak hanya memperkuat nilai-nilai bisnis, tetapi juga memberikan keadilan dalam pengelolaan usaha dan kesejahteraan pekerjanya. Dengan sistem bagi hasil atau gaji tetap, Rini memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapat manfaat yang adil dari bisnis ini.
Program pembinaan dan business matching dari BI tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk dalam pengembangan strategi pemasaran dan inovasi produk.
"Kami tidak hanya diajarkan cara memproduksi, tetapi juga bagaimana memasarkan katalog produk dengan efektif melalui media sosial & e-commerce" jelas Rini.
Dengan omzet yang mencapai Rp60-70 juta per bulan, Friny Collection membuktikan bahwa usaha berbasis budaya dan prinsip syariah mampu bersaing di pasar modern.
Rini berharap dukungan dari BI dan instansi terkait terus berlanjut, agar UMKM seperti Friny Collection bisa terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan menjadi simbol kebanggaan daerah.
Melalui kombinasi tradisi, inovasi, dan dukungan strategis, Friny Collection menjadi contoh sukses bagaimana UMKM dapat berkembang pesat dalam ekosistem ekonomi syariah. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya dan memberikan dampak positif bagi komunitas.
Kepala BI Riau Panji Achmad mengatakan salah satu upaya mendorong tumbuhnya UMKM syariah di daerah salah satunya adalah dengan rutin menggelar program business matching.
"Di era globalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat, UMKM menghadapi tantangan besar untuk bertahan dan berkembang. Namun, dengan adanya program business matching, pintu-pintu peluang baru kini terbuka lebar bagi mereka," ungkapnya.
Menurut Panji, business matching mempertemukan UMKM dengan mitra potensial seperti investor, distributor, dan penyedia layanan keuangan, dan lewat upaya ini diharapkan menjadi katalis penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai sektor termasuk produk dan ekosistem syariah.
Salah satu manfaat utamanya adalah akses ke pasar yang lebih luas, dimana dalam sesi business matching, UMKM memiliki kesempatan untuk memamerkan produk dan jasa mereka kepada calon pembeli dan mitra bisnis, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Hal ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau oleh mereka.
Tidak hanya itu, business matching juga menjadi jembatan yang menghubungkan UMKM dengan sumber pendanaan. Bagi banyak pelaku UMKM, kendala terbesar adalah keterbatasan modal.
Melalui program ini, mereka dapat bertemu langsung dengan investor atau institusi keuangan termasuk perbankan yang tertarik untuk memberikan suntikan dana. Pendanaan ini sangat krusial untuk membantu mereka meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, dan mengembangkan inovasi baru.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, program business matching dari Bank Indonesia menjadi alat strategis yang mampu mendorong UMKM untuk melangkah lebih jauh.
"Ini tidak hanya memperkuat fondasi bisnis mereka tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan yang berkelanjutan. Bagi UMKM, inisiatif ini adalah peluang emas untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha yang lebih kompetitif dan berdaya saing di kancah nasional maupun internasional," pungkasnya.
Adapun program Jelajah Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Riau 2024 ini didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.
Kendalikan Produk Impor, Kemenperin Kejar Pembentukan Tim P3DN
Percepatan pembentukan Tim P3DN sejalan dengan upaya untuk mengurangi ketergantungan impor sampai dengan 5 persen. [402] url asal
#kemenperin #p3dn #tim-p3dn #business-matching #pemberdayaan-industri
(IDX-Channel - Economics) 10/10/24 12:27
v/16247212/
IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan pentingnya percepatan pembentukan Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kementerian, Lembaga, BUMN/BUMD, hingga ke taraf pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.
Keberadaan Tim P3DN memiliki peran vital dalam hal pelaksanaan koordinasi, pengawasan, hingga evaluasi pelaksanaan penggunaan PDN pada pengadaan barang jasa pemerintah.
"Pada tahun 2022, jumlah Tim P3DN terbentuk sebanyak 593 tim dan mengalami peningkatan menjadi 659 tim pada tahun 2023. Kami berharap, di akhir tahun ini jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai 710 tim dari unsur Kementerian, Lembaga, BUMN, BUMD, hingga pemerintah daerah," kata Sekretaris Jenderal Eko S.A Cahyanto dalam Forum Komunikasi Tim P3DN di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Eko menyampaikan, percepatan pembentukan Tim P3DN sejalan dengan upaya untuk mengurangi ketergantungan impor sampai dengan 5 persen. Kemudian, amanat terkait pembatasan impor tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang tercantum dalam Inpres 2 Tahun 2022.
"Presiden telah menyampaikan arahan jelas kepada setiap Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah agar 95 persen anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah dialokasikan untuk produk dalam negeri,” kata dia.
Guna memastikan pencapaian target 95 persen anggaran pengadaan barang jasa pemerintah untuk PDN, Eko menyebutkan terdapat tiga langkah percepatan yang dapat dilaksanakan oleh masing-masing Tim P3DN.
Pertama, Tim P3DN dapat melakukan pengendalian penggunaan produk impor sesuai dengan Surat Edaran Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi nomor 87 tahun 2022. Pada ketentuan tersebut dicantumkan bahwa penggunaan produk impor atau PDN dengan nilai TKDN dibawah 25 persen hanya dapat dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri/Pimpinan instansi masing- masing.
Selanjutnya, Tim P3DN juga diharapkan dapat secara konsisten melaksanakan Business Matching (BM) dalam rangka membahas kebutuhan belanja PDN antara instansi dan produsen dalam negeri.
"Kami mendapatkan banyak tanggapan positif dari produsen terkait pelaksanaan BM. Kegiatan ini ternyata dapat membuka peluang pasar baru untuk PDN masuk pada pengadaan barang jasa pemerintah," kata Eko.
Langkah ketiga yang bisa dilakukan oleh Tim P3DN adalah memastikan bahwa program ini tepat guna dan tepat sasaran.
"Tim P3DN masing-masing instansi harusnya melakukan identifikasi kebutuhan rencana pembelian PDN mulai dari tahap perencanaan kegiatan,” tuturnya.
Langkah ini juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri yang menyatakan bahwa kewajiban penggunaan PDN dilakukan pada tahap perencanaan pengadaan barang/jasa dan pengguna diharapkan dapat melakukan inventarisasi rencana kebutuhan tahunan barang/jasa.
"Hal ini perlu dilakukan agar seluruh pihak dapat mengidentifikasi lebih awal terhadap rencana pengadaan yang akan membeli produk impor," kata Eko.
(NIA DEVIYANA)
MIHAS 2024 Fasilitasi Business Matching Ratusan Penjual dan Pembeli Internasional
International Sourcing Programme yang merupakan bagian dari MIHAS menjadi wadah bagi pertemuan antara ratusan penjual dan pembeli. [338] url asal
#mihas-2024 #pameran-produk-halal-di-malaysia #penjual-pembeli-internasional #business-matching #international-sourcing-programme #insp
(MedCom - Internasional) 18/09/24 15:49
v/15186654/
Kuala Lumpur: Ratusan calon pembeli dari berbagai negara berdatangan ke acara International Sourcing Programme atau INSP, yang merupakan bagian dari pameran halal Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) tahun ini pada 17-20 September 2024.
Diselenggarakan oleh Badan Pembangunan Perdagangan Luar Malaysia (MATRADE), INSP merupakan acara business matching, yang mempertemukan antara penjual (seller) dan pembeli (buyer) dari berbagai negara dunia.
Dalam INSP tahun ini, terdapat setidaknya 800 penjual Malaysia dan 350 pembeli internasional dari 53 negara, dengan potensi nilai transaksi mencapai RM1,7 miliar. Terdapat juga 20 premium buyers dari 13 negara dengan potensi penjualan mencapai RM1 miliar.
"Jaringan global kami yang terdiri dari 49 kantor perdagangan telah berhasil mengamankan partisipasi pembeli internasional terkemuka, yang menggarisbawahi semakin menonjolnya acara tersebut di pasar halal global,” ujar CEO MATRADE Datuk Mohd Mustafa Abdul Aziz.
Ratusan pembeli internasional dalam INSP MIHAS 2024 termasuk dari Eropa, Asia Selatan, Tiongkok dan Asia Timur Laut, Asia Tengah, dan Amerika. Untuk 20 pembeli premium, mereka mewakili raksasa industri seperti hipermarket dan pengecer besar dengan gerai nasional dari negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), India, Inggris, Taiwan, Hong Kong, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Pembeli ini secara kolektif menghasilkan pendapatan lebih dari USD60 miliar pada 2023.
Acara INSP MIHAS 2024 diharapkan dapat mengakomodasi sesi pencocokan bisnis, mendorong kemitraan baru, dan memperluas akses pasar bagi bisnis Malaysia. “INSP MIHAS 2024 akan memfasilitasi setidaknya 2.500 sesi pencocokan bisnis,” kata Datuk Mohd Mustafa.
Ia menekankan pentingnya INSP MIHAS 2024 secara strategis dalam memperkuat hubungan perdagangan internasional, memperluas akses pasar bagi para pelaku bisnis Malaysia, dan berkontribusi pada pengembangan rantai pasokan global yang berkelanjutan. Program ini, lanjut Datuk Mohd Mustafa, merupakan komponen penting dalam upaya memposisikan Malaysia sebagai pemain utama dalam ekosistem halal internasional.
INSP MIHAS 2024 diselenggarakan secara hibrida, dengan sesi virtual berlangsung dari 15 Februari hingga 30 November 2024. Sesi tatap muka diadakan pada 18 September 2024 di Menara MATRADE bersamaan dengan MIHAS 2024 di kompleks Malaysia International Trade Exhibition Centre (MITEC) pada 17-20 September 2024.
Baca juga: MIHAS 2024: Malaysia Berkomitmen Perkuat Perdagangan dengan Negara-Negara ASEAN
(WIL)
OJK Business Matchingkan Wirausaha Muda Syariah di ISFO 2024
ISFO merupakan salah satu upaya OJK untuk meliterasi dan menginklusi generasi muda. [1,097] url asal
#isfo-2024 #info-tempo #business-matching #ojk #otoritas-jasa-keuangan #friderica-widyasari-dewi #cerdas-cermat
(Bisnis Tempo) 17/09/24 23:36
v/15152158/
INFO BISNIS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Grand Final Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024 di Auditorium RRI Jakarta, Selasa, 17 September 2024. Kompetisi yang sudah dimulai sejak Juni 2024 itu menghadirkan para finalis untuk menentukan juara Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) untuk kategori pelajar dan mahasiswa, serta pemenang untuk kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS).
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, terdapat perbedaan penyelenggaraan dari ISFO sebelum-sebelumnya yang sudah berlangsung pada 2022 dan 2023. “Tahun ini kita adakan kompetisi Wirausaha Muda Syariah,” ujar dia.
“Kami business matchingkan para wirausaha muda syariah, karena mereka memiliki program sudah bagus tetapi belum ada pendanaan, jadi kami kawinkan dengan pelaku jasa keuangan,” tambah Friderica. Anggota Dewan Komisioner OJK ini mengatakan, melalui ISFO, kebutuhan para pelaku wirausaha muda syariah didengarkan sehingga apa yang mereka produksi sesuai dengan kebutuhan konsumen.
ISFO, kata Friderica, merupakan salah satu upaya OJK untuk meliterasi dan menginklusi generasi muda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), awalnya literasi yang diperoleh di angka 9 dan 12 persen, kini meningkat menjadi 39 persen pada 2023. “Hasilnya luar biasa,” ucap dia. Menurutnya, masih ada pekerjaan rumah (PR) pada inklusi yang masih berada di angka 12 persen. “Tentu ini PR kita bersama agar kita sama-sama mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.”
Sementara itu, untuk menjadi finalis dalam kategori WMS bukan perkara mudah. Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Feri Ardiansyah misalnya, usaha Macpop yang dia rintis harus bersaing dengan 12 tim yang terdiri dari 203 mahasiswa yang telah memiliki bisnis atau usaha mikro.
Macpop merupakan produk makaroni berbahan dasar labu kuning. Camilan ini diyakini lebih sehat dikarenakan proses pembuatannya dengan metode oven atau pemanggangan. Selain itu, labu kuning memiliki kalori yang rendah, tinggi protein, dan juga banyak serat.
Pada seleksi akhir, Feri pun harus mempresentasikan usahanya di Demo Day. “Presentasi ini agar kita ke depan bisa bekerja sama dengan angel investor dan siap didorong untuk go international,” kata mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu. OJK, kata Feri, mengharapkan produk-produk dari WMS bisa diekspor. “Jadi enggak cuma menopang perekonomian Indonesia tetapi juga bisa ke luar negeri,” kata dia.
Sedangkan mahasiswa Prodi Ekonomi Universitas Pertamina, Sandi Pamungkas, mengaku tak menyangka dapat mengikuti kompetisi ini, dan bahkan menjadi juara pertama. “Jujur ini pertama kali aku mengikuti kompetisi yang cukup besar yakni di ISFO 2024.”
Sandi mengembangkan aplikasi MooApps, sebuah aplikasi pendeteksi penyakit jantung pada hewan yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan dokter hewan dan mengurangi risiko kematian hewan ternak yang mendadak. Melalui ISFO, dia mengaku mendapatkan banyak pelajaran sehingga dapat mengembangkan kembali produknya.
“ISFO itu bukan kompetisi yang biasa karena masukan-masukan yang diberikan oleh dewan juri sungguh berkualitas. Saya yang founder dan terjun ke lapangan saja tidak kepikiran, tetapi dewan juri yang profesional itu memikirkan dan memberi tahukan masukan sehingga saya bisa melakukan pengembangan,” tutur dia.
Sandi ke depan, juga berencana mewujudkan apa yang disarankan oleh dewan juri ISFO yakni memasang chip ke hewan ternak. “Ke depan, kita tidak pakai kalung-kalungan lagi tetapi suntik langsung ketanam chipnya. Hal itu untuk mempermudah, efisien, dan lebih terjangkau.” Dia pun berencana menggaet investor untuk dapat mengembangkan usahanya itu.
Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (tengah) memberikan hadiah untuk para pemenang kompetisi cerdas cermat keuangan syariah kategori mahasiswa dalam acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISRO) 2024 di Auditorium RRI, Jakarta, Selasa, 17 September 2024. Dok. Tempo
Dia pun berharap ISFO dapat mengembangkan sektor-sektor keuangan ekonomi syariah khususnya di bidang WSM. “Aku berharap banget teman-teman di luar sana bisa ikut kompetisi, tidak hanya untuk meningkatkan value dari bisnisnya tapi belajar banyak juga untuk literasi keuangan dan ketemu dewan juri-dewan juri yang hebat seperti apa yang aku temui sekarang.”
Grand Final ISFO dihadiri sekitar 480 peserta secara offline dan 350 peserta secara daring. Melalui kegiatan ini, telah diperoleh tiga juara untuk setiap kompetisi, yakni: Kompetisi CCKS Pelajar, juara 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Batam, juara 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, dan juara 3 diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Lampung Timur. Sedangkan kompetisi CCKS Mahasiswa, juara 1 diraih Universitas Airlangga, juara 2 diraih Universitas Indonesia, dan juara 3 diraih oleh Universitas Brawijaya.
Sementara itu untuk kompetisi WMS, juara 1 diraih Universitas Pertamina pemilik bisnis MooApps, juara 2 diraih Universitas Padjajaran pemilik bisnis Hi-Up Indonesia, dan juara 3 diraih UPN Veteran Jawa Timur pemilik bisnis Macpop. Pada moment itu Lomba Best Supporter, juara 1 diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Batam, juara 2 diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Lampung Timur, dan juara 3 diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang
Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai serta tabungan SimPel iB untuk pelajar dan tabungan emas untuk mahasiswa dengan total sebesar Rp112 juta. Kemudian, ada penyerahan produk inklusi keuangan syariah oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), UUS Bank DKI, dan UUS PT Pegadaian.
Salah satu peserta kompetisi CCKS dari Universitas Indonesia Ahmad Muzakki mengatakan, tahun ini peserta CCKS lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Peserta-pesertanya terlihat massif dan begitupun sosialisasi yang diberikan OJK baik melalui kantor cabang maupun wilayah-wilayahnya.”
Ahmad melihat, keuangan syariah saat ini juga lebih inklusif bahkan peserta-peserta yang dia temui memiliki latar belakang yang beragam. “Enggak semua beragama Islam, yang saya salut dari mereka adalah mereka nonmuslim tetapi mau mempelajari keuangan syariah.”
Dia pun berharap ISFO ke depan bisa lebih bagus lagi. “Semoga lebih bervariasi lombanya, enggak hanya cerdas cermat keuangan syariah tetapi juga mungkin pengiriman karya tulis ilmiah, dan lain sebagainya.”
Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas V.M. Tarihoran bersyukur acara Grand Final ISFO 2024 bisa terselenggara dengan baik setelah terdapat tahapan-tahapan sejak Juni 2024. ISFO 2024, disambut animo yang sangat tinggi dari para siswa maupun mahasiswa karena sejak diluncurkan pada Juni telah menarik minat 4.373 peserta dari seluruh Indonesia. Adapun jumlah itu terdiri dari kompetisi CCKS untuk kategori pelajar diikuti 858 tim atau 2.574 pelajar SMA atau sederajat, kategori mahasiswa diikuti 532 tim atau 1596 mahasiswa, dan kompetisi WMS diikuti 12 tim yang terdiri dari 203 mahasiswa yang telah memiliki bisnis atau usaha mikro.
Para peserta kompetisi, kata Horas, kemudian diberikan pemahaman, pengetahuan, dan pembekalan melalui berbagai sarana informasi dan edukasi digital yang disediakan OJK antara lain melalui website resmi OJK, Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dan berbagai materi edukasi keuangan syariah. Selama periode berlangsung, tercatat terdapat penambahan jumlah akun pada LMSKU sebanyak 3749 akun.
“Kami harapkan bukan hanya membuka akun tapi juga belajar, ikut kuisnya, dan dapat sertifikat,” kata Horas. Dia pun berharap, kehadiran ISFO 2024 dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. (*)
Gelar BJB EXPORTPRENEUR, Bank BJB Siap Lahirkan Eksportir Baru
Potensi pasar ekspor di Indonesia semakin berkembang, Bank BJB mengadakan Exportpreneur untuk mendukung UMKM ke pasar global [835] url asal
#bank-bjb #umkm #go-global #ekspor #business-matching #seminar
(Bisnis.Com) 15/09/24 19:26
v/15067451/
Bisnis.com, BANDUNG - Potensi pasar ekspor Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan produk lokal di pasar internasional.
Beberapa produk unggulan Indonesia, seperti kopi, rempah-rempah, tekstil, dan produk kerajinan tangan, menunjukkan potensi besar untuk diterima oleh pasar global.
Pertumbuhan ekspor Indonesia tercatat terus meningkat, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia, data April 2024, mencapai US$19,62 miliar. Dibanding April 2023 nilai ekspor naik sebesar 1,72 persen. Ekspor nonmigas per April 2024 mencapai US$18,27 miliar, naik 1,33 persen jika dibanding ekspor nonmigas April 2023.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari - April 2024 mencapai US$81,92 miliar. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$76,67 miliar. Negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia meliputi Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara di Eropa, seperti Belanda dan Jerman.
Melihat potensi tersebut, bank bjb berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memasuki pasar ekspor melalui program baru bertajuk "bjb Exportpreneur."
Program ini bertujuan untuk melahirkan eksportir baru dari kalangan UMKM dengan memberikan edukasi dan pelatihan yang komprehensif tentang dunia ekspor.
Program yang akan dijadikan acara tahunan, diisi dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dengan seminar bertema “Optimalkan Produk UMKM Lokal untuk Menembus Pasar Global” pada tanggal 12 September 2024 di Sport and Creative Center bank bjb, Bandung.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartotomenyampaikan "bjb Exportpreneur merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan UMKM dalam memasuki dunia ekspor. Program ini bertujuan agar UMKM mampu mengoptimalkan produk lokal mereka dan bersaing di pasar global."
Seminar ini diselenggarakan sebagai kick-off kegiatan serial pelatihan ekspor yang akan digelar selama dua bulan mendatang, dari Oktober hingga November.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan UMKM tentang prosedur ekspor serta menumbuhkan mental dan kesiapan mereka dalam menghadapi peluang dan tantangan perdagangan global.
Widi menambahkan, "Dengan seminar ini, kami berharap dapat memberikan panduan yang jelas kepada para pelaku UMKM agar siap bersaing secara global."
Kegiatan seminar ini menghadirkan beberapa pembicara berpengalaman, antara lain Mochamad Lukmanul Hakim, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang akan membahas Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengembangan ekspor.
Pekik Warnendya, Export Director PT Nusa Tropical Indonesia, akan mengupas potensi pasar ekspor untuk produk unggulan, sementara Maman Nurjaman, pendiri Amanah Export Academy dan praktisi ekspor, akan membahas fundamental ekspor.Acara ini juga turut dihadiri tamu undangan lainnya yang terdiri dariPengurus komunitas UMKM dan pimpinan lembaga kewirausahaan dariperguruan tinggi.
Lebih lanjut, Widi menjelaskan bahwa peserta seminar memperoleh berbagai manfaat, termasuk akses ke layanan konsultasi dan pembiayaan dari bank bjb.
"Kami juga menyediakan layanan International & Transaction Banking bank bjb, yaitu Trade Finance Service, untuk membantu memfasilitasi transaksi perdagangan internasional para pelaku UMKM," ujarnya.
Seminar ini dihadiri oleh 250 peserta, terdiri dari pelaku UMKM dan pengusaha muda dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Peserta yang mengikuti seminar juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan serial pelatihan ekspor yang akan digelar secara online selama tujuh pertemuan, termasuk klinik ekspor, kurasi produk, dan peluang business matching dengan pembeli luar negeri. Kegiatan ini merupakan sinergi antara bank bjb bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan komunitas UMKM.
“Kami berharap melalui sinergi ini, UMKM bisa semakin berkembang dan mampu menembus pasar ekspor,” tambah Widi.
Pasca seminar, bank bjb akan melanjutkan sosialisasi dan pendaftaran untuk kegiatan serial pelatihan ekspor. bank bjb ingin memastikan setiap UMKM yang bergabung mendapatkan manfaat optimal dan siap untuk berkompetisi di pasar global. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara lengkap akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka.
Bank bjb juga menyediakan meja konsultasi layanan (open table) selama kegiatan berlangsung. Tujuannya, memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang layanan dan produk bank bjb yang dapat mendukung kegiatan ekspor mereka.
Setelah kegiatan seminar, bank bjb akan memulai pendaftaran kegiatanbjb Exportpreneur melalui website resmi www.bankbjb.co.id untukkegiatan serial pelatihan ekspor. Peserta terbuka untuk seluruh pelakuUMKM Indonesia, dan kegiatan ini tidak dipungut biaya.
Dalam Serial Pelatihan Ekspor peserta akan mendapatkan materi lengkap, dari materimindset dan mental, ketentuan dan prosedur, cara mencari buyer, caraclosing dengan buyer, Kepabeanan dan Pajak, Perjanjian ekspor dan lain sebagainya.
Pelatihan akan melibatkan institusi resmi pemerintah yang membidangi ekspor dan praktisi ekspor/eksportir berpengalaman yang memiliki jejaring pasar di negeri.
Kegiatan akan dijalankan selama dua bulan dari bulan Oktober hinggaNovember 2024. Selama kegiatan dua bulan, peserta akan mendapatkankesempatan seperti konsultasi dan bimbingan gratis (klinik ekspor), Fasilitasi Pembuatan Katalog Produk Ekspor yang selanjutnya akanmenjadi bahan kurasi produk, dan aktivitas promosi. Bagi peserta yang produknya lolos kurasi, maka peserta akan mengikuti business matchingdengan calon buyer.
Dengan adanya program bjb Exportpreneur ini, bank bjb berharap bisa mendorong peningkatan jumlah eksportir dari kalangan UMKM. Melalui berbagai inisiatif dan dukungan yang diberikan, bank bjb terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar ekspor bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Kami yakin, melalui program ini, akan lahir eksportir-eksportir baru yang mampu bersaing di pasar internasional. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM dan ekspor Indonesia ke depan," tutup Widi Hartoto.
Dorong UMKM Perluas Akses ke Pasar Global, Kadin, Sampoerna, dan JETRO Luncurkan WikiExport Halaman all
WikiExport hadir dalam bentuk platform informasi dan chatbot bagi pelaku UMKM. Halaman all [1,027] url asal
#umkm #ekspor #kadin #sampoerna #business-matching #sampoerna-retail-community
(Kompas.com) 26/07/24 09:02
v/12181056/
JAKARTA, KOMPAS.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkolaborasi dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) serta Japan External Trade Organization (JETRO) meluncurkan program tahap lanjutan, yakni “Teknologi Peningkatan EksporUMKM Indonesia: WikiExport”.
Peluncuran program tersebut digelar di acara “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia”, Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).
Program itu berfokus pada pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan jumlah UMKM siap ekspor.
WikiExport hadir dalam bentuk platform informasi serta chatbot bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tertarik untuk masuk dalam program business matching ekspor serta impor. Platform ini dikelola Lembaga Wirausaha Ekspor Kadin.
Selain program ekspor langsung, WikiExport juga menyediakan informasi program untuk pelaku UMKM yang ingin ekspor dengan menjadi bagian dari mata rantai perusahaan besar. Tujuannya ialah mendorong lebih banyak UMKM bisa mengekspor produknya, serta memperluas pasar ekspor.
Ketua Kadin Arsjad Rasjid mengatakan bahwa banyak pelaku UMKM masih kebingungan untuk memasuki pasar ekspor. Banyak pula dari mereka kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel serta mendapatkan informasi terkait mitra negara tujuan dan akses ekspor.
“Kadin sebagai mitra strategis yang mendukung agenda pemerintah hadir untuk menjawab (tantangan) itu. Kami berkomitmen untuk mendukung UMKM naik kelas dan menembus pasar ekspor,” ujar Arsjad.
Pada 2022, lanjut dia, Kadin meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Program ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Inisiatif itu menjadi cikal bakal kehadiran WikiExport. Untuk kali pertama, WikiExport diperkenalkan sebagai Legacy Program pada B20 Indonesia Summit 2022 yang digelar di Bali.
Kemudian, pada 2023, program WikiExport berhasil membawa sembilan UMKM Indonesia siap ekspor untuk mengikuti business matching. Transaksi yang tercatat selama business matching sebesar 1 juta dollar AS atau senilai Rp 16,1 miliar.
Hingga pada 2024, WikiExport menyempurnakan tahap lanjutan dengan menghadirkan layanan chatbot 2024 Wikiexport.ai serta kursus insentif dan sertifikasi.
UMKM binaan Sampoerna tembus pasar global
Usaha batik tradisional Shiroshima dari Yogyakarta dan UMKM spesialis roti bekatul dari Semarang Super Roti berhasil masuk ke pasar global berkat program business matching hasil kolaborasi Kadin Indonesia dengan JETRO dan Sampoerna.
Kedua usaha itu merupakan UMKM binaan Sampoerna melalui program Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
Sebagai informasi, SETC merupakan program berkelanjutan Sampoerna yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan UMKM di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”.
Diresmikan pada 2007, SETC telah memberikan pelatihan kepada 72.000 peserta dari seluruh Indonesia. SETC juga didukung oleh fasilitas pelatihan seluas 27 hektare di Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).
Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi mengatakan, melalui SETC, Sampoerna memberikan pembinaan komprehensif untuk pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, mulai dari pertanian, peternakan, hingga pengolahan makanan dan minuman.
“Pelatihan itu dilakukan untuk mengembangkan usaha dan membuka peluang ekspor produk UMKM,” ucap Ivan.
Ivan menceritakan, sektor UMKM memiliki “tempat” tersendiri bagi Sampoerna. Adapun Sampoerna berawal dari warung atau usaha mikro di Surabaya, Jawa Timur, lebih dari satu abad lalu.
“Komitmen Sampoerna (terhadap pengembangan UMKM) tak lepas dari sejarah kami yang dimulai dari warung kecil. Hal itu menjadi semangat kami untuk mengembangkan lebih banyak UMKM di Indonesia agar dapat naik kelas,” jelas Ivan.
Kemudian, Sampoerna juga memiliki program Sampoerna Retail Community (SRC).
KOMPAS.com/Aningtias Jatmika Sejumlah UMKM binaan Sampoerna menampilkan produknya dalam Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia, Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).SRC merupakan program peningkatan kapasitas toko kelontong yang mencakup edukasi penataan toko, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga literasi digital.
Program yang diluncurkan sejak 2008 itu telah menyasar lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia.
Berdasarkan riset Kompas Gramedia pada 2023, peritel yang tergabung dalam SRC mencatatkan omzet hingga Rp 236 triliun pada 2022. Angka ini setara dengan 11,36 persen PDB retail nasional 2022.
“Anggota SRC menerima pemberdayaan yang terintegrasi dalam mengelola toko dan keuangan mereka, turut membantu pemasaran produk UMKM sekitar melalui Pojok Lokal, hingga menerima dukungan digitalisasi melalui sistem AYO by SRC,” jelas Ivan.
Kolaborasi multiheliks ciptakan efek berganda
Ivan menambahkan, dalam membina UMKM, Sampoerna mengedepankan kolaborasi model multiheliks dengan melakukan kemitraan inklusif dengan pemerintah, organisasi dunia usaha, akademisi dan universitas, sektor swasta, serta media dan pemangku kepentingan lain.
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi yang telah tercipta dengan Kadin Indonesia, baik lewat gelaran ‘Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia’ maupun inisiasi WikiExport,” ucapnya.
Hal senada pun disampaikan Arsjad. Menurutnya, kemitraan yang dilakukan bersama Sampoerna di “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia” merupakan salah satu wujud nyata dari kolaborasi dan sinergi yang harus ditingkatkan guna mengembangkan kapasitas UMKM nasional agar bisa berdaya saing global dan berorientasi ekspor.
“UMKM berperan penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Pertumbuhan jumlah UMKM yang berorientasi ekspor turut memperkuat fundamental perekonomian nasional,” kata Arsjad.
Dalam sambutannya pada peresmian “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia”, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah juga menyadari peran penting pembinaan dan pendampingan bagi UMKM agar dapat merambah pasar global.
Oleh sebab itu, pemerintah secara konsisten mendorong perusahaan menengah dan besar untuk dapat melakukan berbagai program kemitraan dengan UMKM.
“Selain sebagai offtaker, sektor swasta juga dapat membantu membangun rantai nilai yang berkelanjutan, termasuk membangun UMKM yang memiliki orientasi pasar ekspor dan berdaya saing global,” ucap Airlangga.
Menurutnya, kolaborasi inklusif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sampoerna dan Kadin Indonesia bersama Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor Nasional, turut berkontribusi dalam pengembangan kapasitas UMKM nasional.
Menko Airlangga menambahkan, inisiatif yang digagas tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Pada akhirnya, peningkatan ekspor bisa memperkuat neraca perdagangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui pengembangan dan perluasan ekspor UMKM.
“Kolaborasi itu diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi nasional yang berpotensi menciptakan efek berganda,” ujarnya.
Dorong UMKM Perluas Akses ke Pasar Global, Kadin, Sampoerna, dan JETRO Luncurkan WikiExport
WikiExport hadir dalam bentuk platform informasi dan chatbot bagi pelaku UMKM. Halaman all [1,027] url asal
#umkm #ekspor #kadin #sampoerna #business-matching #sampoerna-retail-community
(Kompas.com) 26/07/24 09:02
v/12156840/
JAKARTA, KOMPAS.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkolaborasi dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) serta Japan External Trade Organization (JETRO) meluncurkan program tahap lanjutan, yakni “Teknologi Peningkatan EksporUMKM Indonesia: WikiExport”.
Peluncuran program tersebut digelar di acara “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia”, Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).
Program itu berfokus pada pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan jumlah UMKM siap ekspor.
WikiExport hadir dalam bentuk platform informasi serta chatbot bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tertarik untuk masuk dalam program business matching ekspor serta impor. Platform ini dikelola Lembaga Wirausaha Ekspor Kadin.
Selain program ekspor langsung, WikiExport juga menyediakan informasi program untuk pelaku UMKM yang ingin ekspor dengan menjadi bagian dari mata rantai perusahaan besar. Tujuannya ialah mendorong lebih banyak UMKM bisa mengekspor produknya, serta memperluas pasar ekspor.
Ketua Kadin Arsjad Rasjid mengatakan bahwa banyak pelaku UMKM masih kebingungan untuk memasuki pasar ekspor. Banyak pula dari mereka kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel serta mendapatkan informasi terkait mitra negara tujuan dan akses ekspor.
“Kadin sebagai mitra strategis yang mendukung agenda pemerintah hadir untuk menjawab (tantangan) itu. Kami berkomitmen untuk mendukung UMKM naik kelas dan menembus pasar ekspor,” ujar Arsjad.
Pada 2022, lanjut dia, Kadin meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Program ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Inisiatif itu menjadi cikal bakal kehadiran WikiExport. Untuk kali pertama, WikiExport diperkenalkan sebagai Legacy Program pada B20 Indonesia Summit 2022 yang digelar di Bali.
Kemudian, pada 2023, program WikiExport berhasil membawa sembilan UMKM Indonesia siap ekspor untuk mengikuti business matching. Transaksi yang tercatat selama business matching sebesar 1 juta dollar AS atau senilai Rp 16,1 miliar.
Hingga pada 2024, WikiExport menyempurnakan tahap lanjutan dengan menghadirkan layanan chatbot 2024 Wikiexport.ai serta kursus insentif dan sertifikasi.
UMKM binaan Sampoerna tembus pasar global
Usaha batik tradisional Shiroshima dari Yogyakarta dan UMKM spesialis roti bekatul dari Semarang Super Roti berhasil masuk ke pasar global berkat program business matching hasil kolaborasi Kadin Indonesia dengan JETRO dan Sampoerna.
Kedua usaha itu merupakan UMKM binaan Sampoerna melalui program Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
Sebagai informasi, SETC merupakan program berkelanjutan Sampoerna yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan UMKM di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”.
Diresmikan pada 2007, SETC telah memberikan pelatihan kepada 72.000 peserta dari seluruh Indonesia. SETC juga didukung oleh fasilitas pelatihan seluas 27 hektare di Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).
Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi mengatakan, melalui SETC, Sampoerna memberikan pembinaan komprehensif untuk pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, mulai dari pertanian, peternakan, hingga pengolahan makanan dan minuman.
“Pelatihan itu dilakukan untuk mengembangkan usaha dan membuka peluang ekspor produk UMKM,” ucap Ivan.
Ivan menceritakan, sektor UMKM memiliki “tempat” tersendiri bagi Sampoerna. Adapun Sampoerna berawal dari warung atau usaha mikro di Surabaya, Jawa Timur, lebih dari satu abad lalu.
“Komitmen Sampoerna (terhadap pengembangan UMKM) tak lepas dari sejarah kami yang dimulai dari warung kecil. Hal itu menjadi semangat kami untuk mengembangkan lebih banyak UMKM di Indonesia agar dapat naik kelas,” jelas Ivan.
Kemudian, Sampoerna juga memiliki program Sampoerna Retail Community (SRC).
KOMPAS.com/Aningtias Jatmika Sejumlah UMKM binaan Sampoerna menampilkan produknya dalam Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia, Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).SRC merupakan program peningkatan kapasitas toko kelontong yang mencakup edukasi penataan toko, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga literasi digital.
Program yang diluncurkan sejak 2008 itu telah menyasar lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia.
Berdasarkan riset Kompas Gramedia pada 2023, peritel yang tergabung dalam SRC mencatatkan omzet hingga Rp 236 triliun pada 2022. Angka ini setara dengan 11,36 persen PDB retail nasional 2022.
“Anggota SRC menerima pemberdayaan yang terintegrasi dalam mengelola toko dan keuangan mereka, turut membantu pemasaran produk UMKM sekitar melalui Pojok Lokal, hingga menerima dukungan digitalisasi melalui sistem AYO by SRC,” jelas Ivan.
Kolaborasi multiheliks ciptakan efek berganda
Ivan menambahkan, dalam membina UMKM, Sampoerna mengedepankan kolaborasi model multiheliks dengan melakukan kemitraan inklusif dengan pemerintah, organisasi dunia usaha, akademisi dan universitas, sektor swasta, serta media dan pemangku kepentingan lain.
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi yang telah tercipta dengan Kadin Indonesia, baik lewat gelaran ‘Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia’ maupun inisiasi WikiExport,” ucapnya.
Hal senada pun disampaikan Arsjad. Menurutnya, kemitraan yang dilakukan bersama Sampoerna di “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia” merupakan salah satu wujud nyata dari kolaborasi dan sinergi yang harus ditingkatkan guna mengembangkan kapasitas UMKM nasional agar bisa berdaya saing global dan berorientasi ekspor.
“UMKM berperan penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Pertumbuhan jumlah UMKM yang berorientasi ekspor turut memperkuat fundamental perekonomian nasional,” kata Arsjad.
Dalam sambutannya pada peresmian “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia”, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah juga menyadari peran penting pembinaan dan pendampingan bagi UMKM agar dapat merambah pasar global.
Oleh sebab itu, pemerintah secara konsisten mendorong perusahaan menengah dan besar untuk dapat melakukan berbagai program kemitraan dengan UMKM.
“Selain sebagai offtaker, sektor swasta juga dapat membantu membangun rantai nilai yang berkelanjutan, termasuk membangun UMKM yang memiliki orientasi pasar ekspor dan berdaya saing global,” ucap Airlangga.
Menurutnya, kolaborasi inklusif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sampoerna dan Kadin Indonesia bersama Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor Nasional, turut berkontribusi dalam pengembangan kapasitas UMKM nasional.
Menko Airlangga menambahkan, inisiatif yang digagas tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Pada akhirnya, peningkatan ekspor bisa memperkuat neraca perdagangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui pengembangan dan perluasan ekspor UMKM.
“Kolaborasi itu diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi nasional yang berpotensi menciptakan efek berganda,” ujarnya.
LPEI Fasilitasi UKM di Jateng Perluas Akses ke Pasar Internasional
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Tengah saat ini memiliki 2.261 eksportir. [886] url asal
#lpei #ukm #ekspor-aceh-bergantung-sumut #business-matching
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 10/07/24 22:02
v/10350463/
Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali menyelenggarakan pertemuan dengan eksportir unggulan Jawa Tengah. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kontribusi dan mendukung pertumbuhan eksportir di Jawa Tengah.
"LPEI mendukung peningkatan ekspor pelaku usaha dengan memberikan fasilitas seperti Business Matching untuk memperluas akses ke buyer internasional, baik secara konvensional maupun digital." kata Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Maqin U Norhadi, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).
Hal ini disampaikannya saat acara 'LPEI Export Forum 2024' di Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (3/7) yang lalu. Forum dengan tema 'Bedah Pasar Ekspor Produk Unggulan Jawa Tengah' diselenggarakan LPEI bekerja sama dengan DJPPR Kementerian Keuangan, Bea Cukai Jawa Tengah, dan Disperindag Provinsi Jawa Tengah.
Menempati posisi kelima terbesar di Indonesia dalam jumlah eksportir, Jawa Tengah tidak hanya menjadi pusat produksi tetapi juga penggerak ekonomi yang signifikan melalui sektor ekspor.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting para eksportir khususnya eksportir dari kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Tengah saat ini memiliki 2.261 eksportir dengan rincian 1.897 eksportir dengan nilai ekspor di bawah Rp 50 miliar, 296 eksportir dengan nilai ekspor Rp 50 hingga Rp 500 miliar, dan 68 eksportir dengan nilai ekspor di atas Rp 500 miliar.
Distribusi ekspor Jawa Tengah didominasi oleh beberapa komoditas utama seperti pakaian dan aksesoris bukan rajutan (20,18%), pakaian dan aksesoris rajutan (12,24%), alas kaki (11,01%), kayu dan barang dari kayu (9,98%), serta perabotan, lampu, dan alat penerangan (7,20%).
Diversifikasi ini menunjukkan kemampuan Jawa Tengah dalam memproduksi berbagai jenis produk yang diminati di pasar internasional.
Di sisi lain, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 30,43 persen, disusul oleh Tiongkok (7,66%), Jepang (6,51%), Singapura (6,49%), dan Belanda (5,6%).
Selain itu, jumlah buyer yang bekerja sama dengan eksportir Jawa Tengah kian meningkat dengan 22,25% di antaranya merupakan buyer yang loyal. Hal ini menunjukkan adanya hubungan perdagangan yang kuat antara Jawa Tengah dengan beberapa negara ekonomi terbesar di dunia dan kepercayaan dan buyer internasional terhadap produk Jawa Tengah.
Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist LPEI Rini Satriani menganalisis pertumbuhan ekspor Jawa Tengah akan tetap stabil hingga 2025 didukung oleh sejumlah produk unggulan.
"Beberapa produk memiliki nilai peluang ekspor signifikan di 2024 ini antara lain Produk Kayu diperkirakan mencapai nilai US$ 2,20 miliar, produk Furniture senilai US$ 2,30 miliar dan minyak Atsiri untuk beauty products yang diperkirakan mencapai nilai US$ 1,40 miliar," ucapnya.
LPEI juga menjelaskan fasilitas dan dukungan LPEI kepada pelaku UKM ekspor. Mereka disebut dapat memanfaatkan berbagai Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sesuai dengan profil atau karakteristik ekspor yang ada seperti PKE UKM yang dirancang untuk UKM berorientasi ekspor, PKE Kawasan untuk pasar tujuan negara non-tradisional) dan PKE Trade Finance dengan skema transaksi trade.
Tercatat hingga Juni 2024, LPEI telah melakukan disbursement fasilitas PKE Kawasan sebesar Rp 4.247 miliar dengan ekspor lebih dari 40 negara, PKE Trade Finance sebesar Rp 8.187 miliar dengan ekspor lebih dari 55 negara, dan PKE UKM hingga Rp 1.058 miliar untuk pangsa ekspor ke lebih dari 65 negara.
Salah satu pelaku usaha yang telah memanfaatkan pembiayaan PKE LPEI adalah Margono Paper, produsen fancy paper atau kertas motif berwarna dengan 90% produknya di ekspor ke 50 negara di 5 benua. Pembiayaan PKE Kawasan dari LPEI membantu usaha Margono Paper dalam mengembangkan bisnis dengan menambah negara tujuan ekspor ke negara-negara non tradisional.
Sementara itu, irektur Ekspor PT Margono Paper Ferianti Chandranta mengatakan Margono Paper membutuhkan tambahan modal kerja di tengah tingginya permintaan fancy paper di seluruh dunia.
Ini terjadi karena pandemi COVID-19 yang membuat pabrik fancy paper di Eropa dan China tutup. Hal ini membuka peluang bagi Margono Paper untuk ekspansi ekspor ke negara baru dan ekspor berkelanjutan.
"LPEI hadir dengan berbagai produk yang dapat membantu pelaku usaha berorientasi ekspor. Dukungan pembiayaan LPEI mampu meningkatkan daya saing perusahaan untuk menembus pasar global, termasuk ekspor ke negara-negara non tradisional. Dengan bunga yang sangat kompetitif kami bisa memperlancar cash flow dan menambah modal untuk membeli bahan baku, yang pada akhirnya mendorong inovasi perusahaan dengan menambah variasi produk lain," katanya.
LPEI juga menggelar pertemuan dengan pelaku UKM di Yogyakarta pada Sabtu (6/7). Pertemuan yang juga dihadiri pengurus KADIN Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan mempersiapkan para pelaku UKM dan para eksportir untuk masuk ke dalam platform digital yang sedang disiapkan LPEI.
"LPEI memiliki komitmen kuat untuk membantu produk lokal Indonesia menembus pasar internasional dan mendorong berbagai komoditas Indonesia dapat berani mendunia. Melalui Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Desa Devisa, LPEI terus melakukan pendampingan dan mencetak eksportir baru dan memperkuat ekosistem ekspor. LPEI tengah menyiapkan marketplace yang dirancang khusus untuk kemudahan dan ketersediaan pelayanan di dalam ekosistem ekspor yang diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia," kata Maqin.
Lebih lanjut, Maqin menjelaskan marketplace membantu UKM dalam meningkatkan kinerja ekspor mereka dengan memanfaatkan informasi berbasis riset data dan teknologi digital dalam pengambilan keputusan mereka di bidang ekspor.
Melalui terobosan digital ini, LPEI juga mendorong pelaku ekspor unggulan Jawa Tengah untuk mengembangkan program pelatihan yang diperlukan oleh mereka dan tim.
Hasil penelitian tersebut membantu para pembuat kebijakan dan regulator untuk menyempurnakan ekosistem ekspor UKM dan lainnya. Hasil studi ini juga dapat diperluas ke negara-negara berkembang lainnya dengan struktur ekonomi dan sistem hukum yang serupa.
(anl/ega)