Wuling Motors memberikan jaminan harga jual kembali mobil-mobil SUV-nya tetap tinggi. Wuling memberikan jaminan harga bekas dua mobil SUV-nya yaitu Wuling Almaz dan Wuling Alvez tetap stabil.
Wuling membuat terobosan dengan memperkenalkan program "Berani Lebih Bersama Wuling SUV" untuk konsumen Wuling New Almaz RS dan Wuling Alvez. Program ini menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari Resale Value Guarantee atau jaminan nilai jual sebesar 70% di tahun ketiga, gratis biaya jasa perawatan, serta garansi seumur hidup untuk komponen inti HEV (Hybrid Electric Vehicle) bagi kendaraan Wuling Hybrid.
"Kami ingin konsumen merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam memiliki kendaraan SUV Wuling, dengan jaminan nilai jual kembali yang tinggi serta berbagai layanan purnajual yang menguntungkan. Dengan peluncuran program ini, kami berharap dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun kepercayaan yang semakin kuat terhadap brand Wuling," papar Ricky Christian, Marketing Operation Director Wuling Motors, dalam siaran persnya.
Dalam program Resale Value Guarantee sebesar 70 persen, Wuling menjamin bahwa pemilik Wuling Almaz RS dan Alvez bisa mendapatkan kembali 70 persen dari harga pembelian saat menjual kembali mobilnya pada tahun ketiga. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, termasuk melakukan perawatan rutin di bengkel resmi Wuling dan tidak adanya modifikasi pada kendaraan. Ada juga program gratis biaya jasa perawatan gratis hingga 8 tahun atau 100.000 km guna memastikan bahwa kendaraan selalu dalam kondisi terbaik tanpa tambahan biaya perawatan selama periode tersebut.
Wuling menghadirkan garansi seumur hidup untuk komponen inti pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle. Komponen inti itu mencakup drive motor, power battery, dan motor control unit. Dengan adanya garansi ini, Wuling menjamin keandalan kendaraan hybrid untuk jangka panjang dan memberikan rasa tenang serta aman kepada para pemilik Wuling New Almaz RS Hybrid.
"Garansi seumur hidup untuk komponen inti HEV merupakan layanan purnajual kami yang memberikan konsumen pengalaman berkendara menggunakan teknologi hybrid dengan rasa tenang. Kami percaya bahwa komitmen ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam memilih Wuling sebagai kendaraan pilihan yang berinovasi di segmen new energy vehicle," kata Maulana Hakim, selaku Aftersales Director Wuling Motors.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kendaraan listrik (EV) telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan salah satu aspek terpenting yang sering menjadi perhatian adalah ketahanan baterai.
Banyak orang khawatir bahwa seiring bertambahnya jarak tempuh, baterai kendaraan listrik akan mengalami degradasi yang signifikan, mengakibatkan penurunan performa.
Namun, studi kasus dari seorang pemilik Tesla Model X 100D yang melakukan perjalanan hingga 200.000 mil (sekitar 321.869 kilometer) dalam waktu lima tahun menunjukkan bahwa ketahanan baterai Tesla jauh lebih baik dari yang diperkirakan.
Tesla Model X 100D: Performa Setelah 200.000 Mil
Mengutip unilad.com, seorang pemilik Tesla Model X 100D, Christian, yang pertama kali membeli kendaraan ini pada tahun 2018, telah menempuh jarak lebih dari 200.000 mil dalam lima tahun. Kendaraan ini digunakan sebagai transportasi harian, bahkan dijuluki “bayi”-nya oleh pemiliknya, yang menggambarkan betapa ia puas dengan performa mobil tersebut.
Tesla sendiri memperkirakan bahwa baterai kendaraan listrik mereka akan kehilangan sekitar 12 hingga 15 persen kapasitasnya setelah menempuh 200.000 mil.
Namun, Christian melaporkan bahwa baterai Tesla Model X 100D miliknya hanya mengalami penurunan kapasitas sekitar 10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan baterai Tesla tidak hanya memenuhi ekspektasi, tetapi juga melampauinya.
Penggunaan di Jalan Raya Berkecepatan Tinggi
Christian juga menguji performa Tesla Model X 100D di jalan tol Jerman yang terkenal, Autobahn, yang memiliki beberapa segmen tanpa batasan kecepatan. Ia melaporkan bahwa mobilnya mampu mencapai kecepatan 150 mph (sekitar 241 km/jam) tanpa mengalami masalah yang berarti.
Meskipun kecepatan ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka waktu lama, Tesla Model X 100D tetap dapat melaju dengan nyaman pada kecepatan 125 mph (sekitar 201 km/jam) selama baterai masih memiliki daya yang cukup.
Pengalaman Pengguna dan Tanggapan dari Komunitas
Christian pertama kali menjadi viral pada tahun 2022 setelah berbagi pengalamannya melalui saluran YouTube Out of Spec Reviews. Dalam wawancara tersebut, ia membahas perjalanan panjangnya bersama Tesla Model X 100D dan bagaimana mobil tersebut tetap berfungsi dengan baik meskipun telah menempuh jarak yang sangat jauh.
Hal ini menimbulkan kekaguman di kalangan pengguna lain, terutama mengenai daya tahan baterai yang tetap tinggi meskipun sering diisi ulang menggunakan supercharger, metode pengisian daya cepat yang umumnya dianggap kurang baik untuk kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Sejumlah pengguna YouTube memberikan tanggapan positif terhadap ketahanan Tesla Model X 100D milik Christian. Salah satu komentar menyatakan kekagumannya terhadap baterai yang masih memiliki kapasitas 90 persen setelah menempuh 200.000 mil, meskipun sering diisi ulang dengan supercharger.
Komentar lainnya menyebutkan bahwa penurunan kapasitas baterai yang hanya sekitar 10 persen merupakan hasil yang luar biasa, dan hal ini membuat mereka semakin mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik.
PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), Holding Rumah Sakit (RS) BUMN, kembali berinovasi mendukung kesejahteraan pekerja PT Pertamina (Persero). [766] url asal
PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), Holding Rumah Sakit (RS) BUMN, kembali berinovasi mendukung kesejahteraan pekerja PT Pertamina (Persero). Dalam rangkaian Employee Well-being Week & Health Expo pada 7-11 Oktober 2024, Pertamina melakukan re-launching fasilitas Day Care di Kantor Pusat Pertamina yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta Pusat.
Pertamina mempercayakan pengelolaan Day Care ini kepada Klinik Pertamina IHC, salah satu unit usaha IHC. Klinik Pertamina IHC mengelola fasilitas tersebut dengan menerapkan sistem yang terstruktur serta melibatkan tenaga profesional yang terlatih dan berpengalaman.
Day Care ini terbagi menjadi dua unit terpisah, satu untuk bayi usia 3 hingga 11 bulan dan satu lagi untuk toddler usia 1 hingga 5 tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan fokus dan kualitas pengasuhan yang optimal.
Mengusung metode pendidikan Montessori, Day Care ini memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk belajar sesuai minat dan bakat mereka dengan menciptakan suasana yang mendukung kreativitas dan perkembangan kognitif anak. Day Care ini diasuh langsung di bawah pengawasan dan standar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Klinik Pertamina IHC telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bermutu untuk mengelola Day Care ini. Mereka terdiri dari bidan berpengalaman, perawat ahli, dan tenaga dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Seluruh tenaga ini telah tersertifikasi dan dilatih sesuai dengan standar Kementerian PPPA.
Day Care ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas premium yang mendukung kenyamanan anak-anak, seperti mainan edukatif, tempat tidur, ruang belajar, lingkungan bermain yang terpisah, serta sistem pengawasan melalui CCTV yang memberikan rasa aman bagi orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka di sini.
Ke depannya Klinik Pertamina IHC berencana mengembangkan layanan ini dengan menghadirkan dokter spesialis anak yang akan secara rutin mengunjungi Day Care untuk memantau tumbuh kembang anak-anak.
Plt. Direktur Utama IHC, dr. Lia Gardenia Partakusuma berharap agar Day Care ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak pekerja Pertamina dan perusahaan-perusahaan BUMN lainnya di seluruh Indonesia.
"IHC sebagai anak perusahaan Pertamina sangat bangga dapat mendukung kesejahteraan keluarga pekerja Pertamina melalui fasilitas Day Care ini. Ini bukan hanya sekadar tempat pengasuhan, tetapi juga pusat pendidikan dan tumbuh kembang yang dapat merangsang kreativitas, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial mereka sejak dini," ujar dr. Lia dalam keterangan tertulis, Minggu (13/10/2024). Senada dengan dr. Lia, Direktur Klinik Pertamina IHC Devi D Pritasari menggarisbawahi pentingnya kompetensi dan kecerdasan emosional para tenaga pengasuh dalam hal pengelolaan SDM.
"Klinik Pertamina IHC telah menyiapkan tim pengasuh Bidan, tenaga perawat profesional untuk pengasuh bayi, dan lulusan PGTK untuk mengasuh Toddler. Mereka tersertifikasi ramah dan memahami hak anak dari Kementerian PPPA. Kami berupaya menciptakan lingkungan Day Care yang aman, hangat, dan sehat untuk pertumbuhan psikologis anak," jelas Devi.
"Fasilitas Day Care menjadi bagian penting dalam mewujudkan well-being di lingkungan kerja PT Pertamina (Persero) dan kami berharap dapat melayani kebutuhan Day Care BUMN lain, agar para pekerja dapat lebih optimal berkontribusi kepada perusahaan dan negeri kita tercinta. Bersama kita dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan generasi penerus yang sehat," tambahnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan Pertamina peduli kesehatan dan kesejahteraan pekerja agar dapat bekerja dengan optimal sehingga menghasilkan kinerja yang terbaik.
"Dengan adanya berbagai fasilitas pendukung untuk pekerja, termasuk Day Care, Pertamina berharap para pekerja dapat bekerja dengan tenang dan fokus, sehingga pekerja memiliki mental yang sehat dan produktivitas pekerja bisa optimal," jelas Fadjar.
Sebagai informasi, acara peresmian Day Care ini dihadiri sejumlah manajemen dari PT Pertamina (Persero) dan IHC, termasuk Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, SVP Human Capital Development PT Pertamina (Persero) Edy Karyanto, Plt. Direktur Utama IHC dr. Lia Gardenia Partakusuma, Direktur Keuangan IHC Alvin Christian, Direktur Komersial IHC dr. Harmeni Wijaya, serta Direktur Klinik Pertamina IHC Devi D Pritasari.