#30 tag 24jam
Tingkatkan Layanan Pelanggan, Alva Gaet Google Cloud
Alva telah memilih Google Cloud sebagai penyedia layanan cloud utamanya dan memanfaatkan infrastruktur AI [1,080] url asal
#google-cloud #kolaborasi-strategis #alva #lifestyle-mobility-solution #elektrifikasi-kendaraan-dua-roda #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Industri) 01/10/24 11:40
v/15804779/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alva sebagai perusahaan lifestyle mobility solution, pemimpin lokal elektrifikasi kendaraan dua roda, mengumumkan kolaborasi strategis dengan Google Cloud yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, loyalitas, dan permintaan terhadap kendaraan roda dua listriknya.
Alva telah memilih Google Cloud sebagai penyedia layanan cloud utamanya dan memanfaatkan infrastruktur AI yang dioptimalkan terbaik di kelasnya, serta cloud data dan teknologi AI untuk mendorong inovasi yang terarah pada empat pilar utamanya.
Yakni: memajukan upaya R&D yang terarah, meningkatkan tim customer service dengan insights pelanggan yang dipersonalisasi, meningkatkan produktivitas staf penjualan, dan meningkatkan upaya pemasaran melalui pembuatan konten yang relevan secara lokal.
Purbaja Pantja, Chief Executive Officer Alva mengatakan, elektrifikasi mengubah sektor mobilitas dan Alva bertujuan untuk menjadikan satu dari setiap tiga sepeda motor listrik di Indonesia sebagai kendaraan Alva dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
"Teknologi data cloud dan AI dari Google Cloud sangat penting dalam membantu kami mendapatkan insights berbasis data yang akan memandu R&D dan pengalaman di setiap touchpoint dalam perjalanan pelanggan, yang pada akhirnya mempercepat adopsi dan permintaan terhadap kendaraan listrik," ungkap dia dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (1/10).
Untuk membangun dasar pendekatan berbasis data terhadap pengalaman pelanggan, Alva menggunakan platform data terintegrasi terdepan dari Google Cloud, yaitu BigQuery. Platform ini berfungsi menggabungkan data terstruktur dan tidak terstruktur di seluruh organisasi, seperti data dari sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP), platform manajemen hubungan pelanggan (CRM), dan sensor IoT yang dipasang pada kendaraan roda duanya, serta data dari layanan lain dalam ekosistem Google yang lebih luas yang saat ini digunakan oleh Alva, antara lain Google Ads, Google Maps, dan Android Auto.
Pendekatan terbuka Google Cloud terhadap data memungkinkan basis data Alva terhubung dengan mitra eksternal, sehingga semua data relevan dapat dikumpulkan dalam satu platform untuk visibilitas.
Kemudahan penggunaan solusi data dari Google Cloud memungkinkan tim Business Intelligence Alva mengurangi waktu yang dihabiskan dalam mengembangkan kode plumbing untuk mengakses data, dari 80% menjadi sekitar 25%.
Alva juga mengintegrasikan platform datanya dengan model AI pada platform AI perusahaan Google Cloud, Vertex AI, untuk menganalisis dan mengekstraksi insights berharga guna meningkatkan pengalaman yang menyeluruh bagi pelanggan mereka.
Hal ini termasuk kemampuan untuk mengekstraksi data dan insights dari data di seluruh perusahaan, terlepas dari format atau di mana data tersebut berada dalam organisasi, untuk menjawab pertanyaan tentang bisnis.
Salah satu insights penting yang dihasilkan dari platform data terintegrasi di Google Cloud yang telah memandu R&D di Alva adalah kecemasan pengguna terkait pengisian daya kendaraan listrik.
Calon pembeli sering bertanya apakah kendaraan roda dua listrik Alva dapat menempuh jarak hingga 120 kilometer dengan sekali pengisian daya. Namun, data menunjukkan bahwa pelanggan mereka biasanya hanya berkendara sejauh 60 hingga 100 kilometer per hari.
Mendalami hal ini, Alva melakukan survei kepada pelanggan tentang kekhawatiran mereka dan terungkap bahwa pengendara sebenarnya lebih khawatir tentang ketersediaan stasiun pengisian daya pada rute yang mereka ambil daripada jarak maksimum kendaraan listrik tersebut.
“Dengan mengintegrasikan silo data di seluruh organisasi ke dalam BigQuery, tim R&D kami dapat menggunakan AI untuk menganalisis perilaku umum pengendara dan bagaimana mengatasinya dengan cara yang tidak hanya menyenangkan pengendara, tetapi juga meningkatkan keunggulan kompetitif kami," ungkap Purbaja.
Sebagai contoh, mengintegrasikan Google Maps untuk navigasi langsung ke dasbor kendaraan dapat meningkatkan keselamatan pengendara karena mereka tidak perlu terus-menerus mengalihkan fokus ke perangkat eksternal seperti ponsel.
Fitur-fitur tersebut juga dapat diintegrasikan dengan Aplikasi My Alva, yang sudah memanfaatkan Firestore, basis data non server milik Google Cloud untuk mencegah kehilangan data yang tidak diinginkan.
Google Identity Management yang mengamankan identitas dan data pengguna di aplikasi; serta Firebase, platform pengembangan aplikasi seluler dan web dari Google yang dirancang untuk mengurangi waktu dan usaha yang dibutuhkan dalam membangun dan memelihara infrastruktur backend, sehingga memungkinkan pengembang untuk lebih fokus pada menciptakan pengalaman pengguna yang luar biasa.
Kasus penggunaan lain yang dieksplorasi Alva melibatkan pemberdayaan tim customer service dengan petunjuk kontekstual tentang pengendara yang mendukung percakapan yang lebih kaya dan lebih memuaskan.
Saat ini dalam tahap pembuktian konsep, sistem pendukung bertenaga AI menghasilkan ringkasan otomatis pengendara yang mengambil insights relevan dari data di BigQuery. Hal ini dapat mencakup data tentang perilaku berkendara yang berasal dari sensor IoT yang dipasang pada kendaraan listrik Alva seperti kecepatan, akselerasi, pengereman, orientasi giroskop, dan jarak yang ditempuh.
Informasi ini kemudian dapat dianalisis untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan informasi lain, seperti tingkat atau kesehatan baterai kendaraan, jadwal servis kendaraan, atau jika pengendara merupakan pelanggan baru yang mungkin belum sepenuhnya memahami semua fitur kendaraannya.
Dengan AI yang meringkas dan menggabungkan informasi di berbagai sistem, tim customer service memiliki konteks lebih luas tentang alasan pelanggan ketika menelepon, dan memungkinkan mereka memberikan tambahan sentuhan personal yang krusial dalam hubungan dengan pelanggan.
Misalnya, jika seorang pelanggan menelepon saat mereka sedang dalam perjalanan pulang-pergi kerja di tengah jarak yang biasa mereka tempuh, seorang agen dapat menyimpulkan bahwa pertanyaan tersebut mungkin merupakan permintaan prioritas yang melibatkan kerusakan kendaraan, bahkan sebelum berbicara dengan pelanggan.
Alva juga berupaya mengoptimalkan pengalaman karyawan, khususnya di bidang pemasaran dan penjualan yang dipersonalisasi dengan kekuatan analisis data bertenaga AI.
Reaksi pelanggan dan calon pembeli terhadap pesan pemasaran dapat bervariasi berdasarkan geografi. Menggunakan AI untuk menganalisis data terkait interaksi pelanggan dan penjualan pada platform data Google Cloud dapat membantu Alva mengidentifikasi pesan yang paling sesuai dengan wilayah atau kelompok audiens tertentu.
Tim pemasaran dapat memperoleh insights yang lebih baik dari data dan bereksperimen serta mengulanginya dengan lebih cepat, sehingga mengoptimalkan efektivitas kampanye pemasaran digital mereka untuk menghasilkan lebih banyak prospek dan kesadaran merek.
Insights seputar preferensi pelanggan juga dapat memberi keunggulan kepada tim penjualan, memberi mereka pemahaman tentang cara terbaik memenuhi kebutuhan calon pembeli, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Alva juga tengah berupaya memanfaatkan kemampuan enterprise-ready gen AI seperti Vertex AI Search and Conversation yang memungkinkan tim pemasaran untuk memperoleh insights dan rekomendasi dari penyimpanan data dalam bahasa alami untuk mendukung pembuatan konten pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok audiens tertentu dengan cepat dan dalam skala besar.
Fanly Tanto, Country Director, Indonesia, Google Cloud menambahkan, Industri otomotif tengah mengalami perubahan mendasar seiring pasar yang bergerak menuju pengurangan emisi karbon. Pihaknya sangat antusias dapat mendukung para pemimpin mobilitas hijau seperti Alva seiring mereka terus mendorong batasan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Kolaborasi Google Cloud dengan Alva adalah demonstrasi yang sangat baik tentang bagaimana analisis data dan AI terdepan dapat membantu bisnis tetap unggul dalam menghadapi gangguan.
"Melalui kerja sama ini, kami bangga dapat berkontribusi mempercepat transisi Indonesia menuju kendaraan listrik yang sejalan dengan tujuan nasional untuk mengurangi emisi," tandas dia.
Alva Gandeng Google Cloud, Apa Manfaatnya?
Alva mengumumkan kolaborasi strategis dengan Google Cloud. [322] url asal
#alva #google-cloud #artificial-intelligence #industri-otomotif
(MedCom - Otomotif) 01/10/24 09:43
v/15804364/
Produsen motor listrik ini akan memanfaatkan infrastruktur AI dan cloud dari Google Cloud untuk mendukung empat pilar utama perusahaan, yaitu memperkuat R&D, meningkatkan layanan pelanggan, mendukung produktivitas tim penjualan, dan mengoptimalkan pemasaran melalui konten yang relevan secara lokal.
"Elektrifikasi mengubah sektor mobilitas, dan kami berambisi menjadikan satu dari setiap tiga sepeda motor listrik di Indonesia sebagai kendaraan ALVA dalam tiga hingga lima tahun ke depan.Teknologi cloud dan AI dari Google Cloud akan membantu kami mendapatkan insights berbasis data yang memandu R&D dan pengalaman pelanggan di setiap touchpoint, mempercepat adopsi kendaraan listrik," ujar kata CEO ALVA, Purbaja Pantja, melalui keterangan resminya.
Dengan menggunakan BigQuery dari Google Cloud, perusahaan menggabungkan berbagai sumber data, termasuk dari ERP, CRM, dan sensor IoT di kendaraannya. Platform ini memungkinkan pabrikan mengintegrasikan data dari berbagai layanan seperti Google Ads, Google Maps, dan Android Auto, memberikan visibilitas penuh atas seluruh data perusahaan.
| Baca Juga: Konsistensi BMW M Menjadi Safety Car MotoGP |
Insights berbasis AI ini juga memandu inovasi R&D. Salah satu temuan penting adalah kecemasan pelanggan tentang ketersediaan stasiun pengisian daya, meskipun jarak tempuh harian pengguna biasanya berkisar antara 60 hingga 100 kilometer, lebih rendah dari 120 kilometer yang sering ditanyakan calon pembeli.
Selain itu, merek motor listrik ini berencana meningkatkan pengalaman customer service dengan AI yang menyediakan petunjuk kontekstual berbasis data pengendara, termasuk perilaku berkendara dan status kesehatan kendaraan.
Kerja sama ini juga akan membantu tim pemasaran dan penjualan dalam mengoptimalkan pesan mereka, menggunakan AI untuk memahami preferensi regional dan audiens tertentu. Hal ini bertujuan mempercepat pembuatan konten pemasaran yang relevan dan meningkatkan produktivitas penjualan.
"Kami sangat senang dapat mendukung ALVA dalam inovasi hijau dan mempercepat transisi Indonesia menuju kendaraan listrik, sejalan dengan tujuan nasional untuk mengurangi emisi," tambah Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(UDA)
Solana dan Google Cloud Bermitra Kuat untuk Masa Depan Web3 Gaming
Solana dan Google Cloud bermitra untuk menciptakan pengalaman gaming Web3 yang lebih menarik dan menyenangkan melalui GameShift. [572] url asal
#game #gaming #google-cloud #solana
(BlockChain-Media) 25/09/24 12:00
v/15531339/
Google Cloud bersama Solana Labs tengah berperan penting dalam membentuk masa depan industri gaming melalui kemitraan mereka. Inovasi ini diperlihatkan dalam acara Solana Breakpoint di mana Google Cloud memperkenalkan GameShift, sebuah layanan yang menyediakan berbagai kebutuhan game berbasis Web3.
Melalui pengumuman resminya, kini layanan tersebut telah tersedia di Google Cloud Marketplace, yang memungkinkan pengembang game untuk memanfaatkan teknologi blockchain dengan lebih mudah dan aman.
“Kami membantu membentuk masa depan gaming melalui kemitraan kami dengan Solana Labs! Inti kolaborasi ini adalah GameShift, yang menyediakan berbagai fitur Web3 yang diperlukan oleh game,” sebut Google Cloud, Selasa (24/9/2024).
Selain itu, GameShift juga menawarkan berbagai fitur utama yang memungkinkan para pengembang game untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang aman dan efisien bagi para pemain.
“Penerapan transaksi yang aman dan berbiaya rendah untuk pembelian dalam game, langganan, atau hadiah. API ini mendukung pembayaran dalam mata uang fiat dan kripto, mengelola konversi mata uang serta pemrosesan transaksi di belakang layar,” sebutnya.

Teknologi Web3 memberikan nilai lebih bagi para pemain. Dengan Web3, para pemain tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra dan pencipta bersama di dalam ekosistem game.
Hal ini penting karena para pemain saat ini semakin menyadari peran mereka dalam memberikan nilai pada sebuah game, serta bagaimana mereka dimonetisasi. Sebagai hasilnya, pemain mengharapkan pengalaman yang lebih dalam dan memuaskan.
Solana, sebagai salah satu blockchain terdepan, mendukung transaksi tinggi dengan uptime 99,95 persen serta miliaran transaksi setiap harinya. Solana juga dikenal sebagai salah satu blockchain terbaik dalam hal volume NFT, perdagangan di bursa terdesentralisasi, dan transaksi stablecoin.
Blockchain juga memungkinkan skema monetisasi yang lebih efisien dan selaras dengan interaksi pemain, seperti mikrotransaksi yang lebih hemat biaya, pasar sekunder untuk aset permainan, serta monetisasi mata uang dalam game.
Komposabilitas blockchain, yang memungkinkan interaksi program on-chain dari penyedia berbeda, turut menyederhanakan pengalaman bagi pemain dan pengembang.
Dalam hal pembayaran, komposabilitas ini mengurangi biaya dan kompleksitas dalam menawarkan layanan game uang nyata, memperoleh bunga dari saldo nilai tersimpan, serta menyediakan berbagai metode pembayaran dan penarikan.
Solana GameShift hadir untuk menyederhanakan Web3 bagi pengembang game yang sebelumnya mungkin merasa kewalahan dengan kompleksitas teknologi ini.
Dikutip dari pengumuman resminya, menurut Jack Buser, direktur untuk sektor Games di Google Cloud, menyebutkan bahwa banyak studio game yang mulai mempertimbangkan implementasi blockchain.
“Studio game belakangan ini mulai mempertimbangkan Web3 sebagai pendekatan baru untuk pertumbuhan dan pengembangan, namun sering kali merasa terhalang oleh kompleksitas teknologi dan komunitas Web3 yang tampak rumit,” ungkapnya.
Jack melihat bahwa Solana GameShift dapat menjadi solusi bagi masalah kompleksitas tersebut.
“Studio game sudah terbebani, dan membutuhkan solusi seperti GameShift yang menyediakan antarmuka teknis dan kultural yang disederhanakan untuk Web3,” tambahnya.
Dengan GameShift, pengembang tidak perlu memiliki pengalaman blockchain untuk memulai.
Meskipun demikian, salah satu kekhawatiran utama pengembang terhadap Web3 adalah terkait keamanan pemain, mengingat sejarah peretasan dan penipuan di dalam ekosistem ini.
Namun, Solana GameShift menghadirkan solusi dengan dompet non-kustodial yang aman, di mana setiap dompet pengguna didukung oleh kunci kriptografi yang terpisah, sehingga meminimalkan risiko pencurian aset pemain.
Sistem ini juga dilengkapi dengan simulasi alur persetujuan transaksi yang memberi pemain peringatan terkait perubahan saldo mereka, serta hanya menggunakan layanan on-chain dari penyedia yang tepercaya.
Kemitraan antara Google Cloud dan GameShift semakin memperkuat ekosistem Web3 dalam gaming. Dengan integrasi GameShift di Google Cloud Marketplace, pengembang dapat dengan cepat mengaktifkan fitur Web3 di backend game mereka yang sudah ada.
Ke depan, kolaborasi antara Google Cloud dan Solana Labs akan terus mendorong inovasi di industri game Web3. [dp]
Google Cloud Luncurkan Layanan Blockchain RPC Baru
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal. [647] url asal
#aplikasi-terdesentralisasi #blockchain #defi #google #google-cloud #remote-procedure-call #web3
(BlockChain-Media) 18/09/24 10:36
v/15173582/
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal.
Google Cloud secara resmi meluncurkan layanan baru Blockchain RPC (Remote Procedure Call) yang dirancang untuk mendukung pengembang Web3. Layanan ini memberikan cara yang lebih mudah bagi para pengembang untuk berinteraksi dengan data blockchain, menawarkan solusi yang hemat biaya, scalable, dan andal, serta mengurangi kerumitan dalam mengelola infrastruktur node (simpul) blockchain.
Nalin Mittal, Web3 Product Lead di Google Cloud, menyatakan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen Google Cloud untuk mendukung ekosistem Web3.
“Kami ingin membantu pengembang mempercepat pembangunan aplikasi terdesentralisasi (DeFi) mereka dengan infrastruktur yang kuat dan dapat diandalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 September 2024.

Keandalan RPC sering kali menjadi tantangan utama bagi para pengembang Web3, karena dapat mempengaruhi kinerja dan ketersediaan aplikasi mereka. Banyak pengembang saat ini mengandalkan berbagai penyedia RPC untuk memastikan aplikasi mereka (misalnya wallet) tetap berjalan dengan baik. Dengan layanan Blockchain RPC dari Google Cloud, pengembang kini dapat memanfaatkan keunggulan Google Cloud dalam mengelola infrastruktur berskala besar di ekosistem Web3, memberikan fondasi yang kokoh untuk aplikasi terdesentralisasi.
Disebutkan, layanan Blockchain RPC ini ditujukan untuk berbagai organisasi, mulai dari startup yang membutuhkan cara cepat untuk masuk ke dunia blockchain, hingga perusahaan besar yang membutuhkan keandalan, keamanan, dan kinerja tinggi dari infrastruktur Google Cloud. Dalam tahap peluncuran, Google Cloud menawarkan layanan gratis yang mencakup hingga 100 request per detik, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi realtime yang membutuhkan banyak data.
Layanan ini sepenuhnya kompatibel dengan standar Ethereum JSON-RPC, sehingga pengembang dapat dengan mudah memadukannya ke dalam aplikasi mereka hanya dengan satu baris kode.
“Kami memberikan solusi yang tidak hanya hemat biaya, tetapi juga mudah diakses oleh semua kalangan pengembang, dari yang baru memulai hingga yang sudah berpengalaman,” tambah Mittal.
Kyle Quintal, Kepala Teknik di 0xArc, juga memberikan pandangannya mengenai layanan baru ini.
“Layanan Blockchain RPC dari Google Cloud memberikan response time yang cepat, sesuai harapan. Ditambah lagi, Google Cloud mengikuti standar EIP1474 dan memiliki pilihan layanan gratis, kami langsung memadukannya ke dalam sistem kami dan sejauh ini hasilnya sangat memuaskan,” katanya.
Fitur utama dari layanan Blockchain RPC Google Cloud mencakup keandalan tingkat perusahaan, yang memanfaatkan infrastruktur Google Cloud untuk memberikan keamanan dan keandalan. Selain itu, layanan ini menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan dengan node khusus, dengan kemampuan menangani hingga 100 permintaan per detik dan 1 juta permintaan per hari pada tier gratis.
Mittal menekankan bahwa layanan ini juga dapat dengan mudah diadaptasi oleh pengembang yang sebelumnya menggunakan penyedia RPC lain hanya dengan mengganti endpoint RPC mereka.
“Ini adalah solusi yang fleksibel dan dapat dengan cepat disesuaikan dengan kebutuhan para pengembang,” ujar Mittal.
Ini Alasan Google Pakai Blockchain Hedera Hashgraph yang Terafiliasi dengan Deutsche Telekom
Lebih Jauh tentang RPCRemote Procedure Call (RPC) adalah metode komunikasi yang memungkinkan satu program/aplikasi (klien) di suatu komputer meminta layanan atau menjalankan fungsi di program lain (server) di komputer yang berbeda, seolah-olah fungsi itu dijalankan secara lokal di komputer klien.
Bayangkan Anda sedang berada di rumah (klien) dan membutuhkan bahan makanan dari pasar (server). Alih-alih pergi sendiri ke pasar, Anda bisa menelepon seseorang (RPC), dalam hal ini disediakan oleh Google Cloud, yang berada di pasar untuk membeli barang-barang yang Anda butuhkan.
Google Izinkan Iklan Game Berbasis NFT
Anda memberi tahu mereka barang yang diinginkan, mereka membelinya, dan mengantarkannya kembali ke Anda. Dari perspektif Anda, seolah-olah Anda mendapatkan barang tanpa harus pergi ke pasar sendiri, padahal orang lain yang menjalankan tugas tersebut untuk Anda.
Begitu juga dengan RPC, di mana program meminta “tugas” dilakukan oleh program lain yang terletak jauh, namun terlihat seolah dilakukan di tempat yang sama, berkat Google Cloud.
Pada teknologi blockchain, RPC seperti di Google Cloud ini memungkinkan aplikasi atau pengembang untuk meminta data atau layanan dari node blockchain tanpa harus menjalankan atau mengelola node itu sendiri, terlebih-lebih untuk berkomunikasi denagn blockchain yang berbeda-beda. [ps]
Induk Google Makin Cuan Berkat Iklan, Pendapatan Naik 14 Persen
Alphabet yang merupakan induk Google mencatatkan kinerja positif pada Q2 2024. Alphabet makin cuan berkat bisnis iklan. Halaman all [480] url asal
#google #iklan #google-search #alphabet #google-cloud #youtube
(Kompas.com) 25/07/24 09:06
v/12030402/
KOMPAS.com - Alphabet, perusahaan induk Google, mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal II-2024 (Q2 2024) atau April hingga Juni pada Selasa (23/7/2024) waktu Amerika Serikat. Secara umum, bisnis raksasa teknologi itu melebihi proyeksi analis.
Meski demikian, terdapat beberapa unit bisnis yang meleset dari perkiraan analis, walaupun secara umum masih menghasilkan cuan bagi Alphabet.
Pendapatan Alphabet untuk kuartal ini tembus 84,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.376 triliun), naik 14 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu (Year-on-Year/YoY) sebesar 74,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.212 triliun).
Jumlah tersebut mengalahkan proyeksi rata-rata analis, sebesar 84,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.367 triliun). Keuntungan bersih Alphabet juga naik 28 persen, menjadi 23,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 383 triliun).
Beberapa faktor yang mendongkrak kinerja Alphabet ini antara lain bisnis iklan yang tumbuh pesat hingga bisnis cloud yang kian diminati seiring dengan tren perusahaan teknologi berlomba membangun model AI dan mengintegrasikan AI ke dalam bisnisnya.
"(Kinerja ini) Menunjukkan momentum berkelanjutan yang luar biasa dalam penelusuran (Google Search) dan kemajuan besar cloud, dengan inisiatif AI kami yang mendorong pertumbuhan baru," kata CEO Alphabet, Sundar Pichai dalam keterangan resmi, dikutip KompasTekno dari Financial Times, Kamis (25/7/2024).
Pendapatan iklan Alphabet pada kuartal II-2024 sebesar 64,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.045 triliun). Jumlah tersebut naik 11 persen dibanding tahun lalu dan menjadi sumber pendapatan terbesar induk Google tersebut.
Pendapatan iklan di YouTube naik 13 persen menjadi 8,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 141 triliun) YoY, meleset dari perkiraan analis 8,93 miliar dollar AS (sekitar Rp 145 triliun).
Alphabet juga melaporkan pendapatan Google Cloud pada kuartal II-2024, sebesar 10,35 miliar dollar AS (sekitar Rp 168 triliun triliun), naik 29 persen YoY.
Sementara itu bisnis mobil ototom Waymo, menghasilkan 365 juta dollar AS (sekitar Rp 5,9 triliun) dibanding 285 juta dollar AS (sekitar Rp 4,6 triliun) YoY.
Pada kuartal yang berakhir pada bulan Juni ini, belanja Alphabet terhitung naik 1 miliar dollar AS menjadi 13 miliar dollar AS (sekitar Rp ) dibanding kuartal sebelumnya atau naik dua kali lipat YoY.
Hal ini menjadi indikasi adanya lonjakan investasi pada pusat data, chip baru untuk melatih model AI hingga pengembangan produk AI perusahaan yang disebut Gemini.