Pasangan calon Pilkada DKI Jakarta, Dharma-Kun, tawarkan internet gratis dan super apps tanpa potongan untuk ojol. Program GETUK TULAR untuk ekonomi rakyat. [332] url asal
Pasangan calon nomor urut 2 Pilkada DKI Jakarta, Dharma Pongrekun-Kun Wardana menjanjikan internet gratis hingga membuat super apps yang di dalamnya terdapat aplikasi ojek online (ojol) yang tidak ada pemotongan biaya bagi ojol.
"Paslon Darma-Kun punya program unggulan yaitu GETUK TULAR. Getuk tular adab adalah suatu sistem ekonomi adat yang menjadi pusaran ekonomi Jakarta yang akan menyelesaikan semua persoalan ekonomi yang ada di Jakarta karena mengamankan ekonomi rakyat sehingga rakyat dapat bertahan bahkan dapat diwariskan sampai dengan cucu dan cicitnya," kata Dharma Pongrekun di acara debat Pilkada DKI Jakarta di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Minggu (27/10/2024).
Dharma menambahkan, nantinya masyarakat Jakarta dapat unggul karena hanya dengan di rumah saja ekonomi akan masuk ke pundi-pundinya jadi rakyat Jakarta jangan lagi merasa khawatir Terusir dari Jakarta walaupun biaya hidupnya mahal.
Kun Wardana menambahkan, untuk bisa meningkatkan pertumbuhan yang inklusif meningkatkan kesetaraan dan juga meningkatkan kesejahteraan sosial melalui lompatan. lompatan dengan mengoptimalkan ekonomi digital untuk bisa memungkinkan ekonomi digital ini tumbuh maka perlu pergelaran infrastruktur digital untuk itu akan memberikan internet gratis untuk setiap rumah di Jakarta.
"Kemudian kita juga akan memagari ya dengan teknologi block chain yang bisa menyaring konten-konten negatif dengan juga melihat traffic yang ada dan yang ketiga dengan regulasi kemudian kita juga akan memberikan aplikasi yang di dalam Jaki menjadi super FPS menjadi super portal di sana ada aplikasi kesehatan pendidikan keuangan bahkan transportasi," ungkapnya.
Ia menambahkan lagi, pihaknya akan membuat aplikasi ojek online ya dengan memberikan kesejahteraan yang lebih bagi para ojol yaitu dengan tidak adanya potongan untuk para ojol dan juga dengan memberikan BPJS Kesehatan gratis BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian gratis.
"untuk mereka kemudian kita juga akan memperbaiki tata kelola dengan memperkuat transparansi dan partisipasi publik dengan apa dengan teknologi yang akan menjamin keamanan dan menjamin transparansi tidak lagi ada Miss management penyimpangan korupsi pungutan liar dan juga orang-orang dalam yang bisa memanipulasi data semuanya akan secure di sini," tutup Kun Wardana.
Pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2024-2029 jalur independen, Dharma Pongrekun - Kun Wardana telah mendapatkan kepastian lolos dari KPU. [382] url asal
Bisnis.com, JAKARTA -- Pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2024-2029 jalur independen, Dharma Pongrekun - Kun Wardana telah mendapatkan kepastian lolos untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diselenggarakan November 2024 mendatang. Pasangan militer-sipil ini telah memenuhi syarat faktual berdasarkan pleno KPU DKI Jakarta. Selanjutnya, nama yang akan bertarung dengan Ridwan Kamil dari KIM+ dengan calon wakil yang digadang-gadangkan dari PKS Suswono akan diumumkan KPU pada 19 Agustus 2024 mendatang.. Pasangan Dharma-Kun membutuhkan 618.968 suara untuk lolos. Sedangkan KTP yang diserahkan ke KPU DKI Jakarta mencapai 933.040 namun hanya 826.766 yang memenuhi syarat untuk diverifikasi.
"Kami sudah melakukan rapat pleno penetapan verifikasi faktual tahap dua hari ini dan hasil ini akan diberikan ke KPU DKI Jakarta," kata Ketua KPU Jakarta Utara Abdul Bahder Maloko dikutip dari Antara, Rabu (14/8/2024).
Dia menyatakan untuk wilayahnya, pasangan Dharma-Kun menyerahkan 183.820 KTP dukungan Dari jumlah ini sebanyak 105.895 dinyatakan memenuhi syarat.
Lalu bagaimana profil Kun Whardana, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024-2029 jalur independen ini?
Dikutip dari Dataindonesia.id, Kun Wardana Abyoto lahir di Jakarta 11 Agustus 1969. Setelah lulus TK, Kun menjalani pendidikan akselerasi untuk tingkat SD - SMP. Sosok ini dinyatakan lulus SMP pada 1980 atau baru 11 tahun. Demikian juga tingkat atas, dia melewaji jalur akselerasi di SMA Terunajaya, namun saat ujian akhir dinyatakan tidak lulus. Kun kemudian mengulang pendidikan sekolah menengah lanjutannya pada SMA 3 Jakarta. Di sana ia belajar secara normal. Ketika EBTA 1982, ia lulus dengan nilai rata-rata 7.
Di usia 13 tahun, Kun Wardana berhasil masuk Universitas Trisakti. Ia menempuh pendidikan S1 jurusan teknik elektro Universitas Trisakti selama kurang lebih 5 tahun. Ia berhasil lulus menjadi sarjana pada usia 18 tahun 7 bulan dan dinobatkan sebagai yang termuda saat itu.
Lalu, ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia dan lulus pada 1992. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan untuk gelar doktor di Institut Teknologi Bandung dan lulus pada 1995.
Saat ini, seperti dikutip dari situs PDDikti.com, Kun Wardana tercatat sebagai dosen tetap di Institut Sains dan Teknologi Nasional. Ia tercatat mengajar program studi teknik elektro sejak 2002 hingga 2023.
Dalam karir politiknya, Kun Wardana sempat tercatat sebagai sekretars jenderal Partai Demokrasi Kebangsaan pada 2010-2015. Selanjutnya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Kun bertarung lewat Partai Amanat Nasional (PAN).