#30 tag 24jam
Dimeriahkan Panji Sakti, Sound of Humanity Dompet Dhuafa Padukan Musik dan Kepedulian untuk Palestina
Dompet Dhuafa menggelar Sound of Humanity untuk menyatukan kekuatan seni musik dan rasa kepedulian, khususnya pada kemerdekaan Palestina. Halaman all [819] url asal
#palestina #dompet-dhuafa #sound-of-humanity
(Kompas.com) 28/10/24 21:09
v/17129889/
KOMPAS.com - Dompet Dhuafa kembali menggelar Konser amal Sound of Humanity (SOH) untuk menyatukan kekuatan seni musik dan rasa kepedulian.
Kali ini, SOH digelar di Alun-alun Tugu Sirih, Kota Gurindam, Tanjungpinang Dompet Dhuafa pada Minggu (20/10/2024).
Saat dunia tengah bergulat dengan krisis kemanusiaan di Palestina, SOH menawarkan secercah harapan dan wadah untuk solidaritas.
Kolaborasi itu dilakukan Dompet Dhuafa Kepulauan Riau bersama komposer musik Panji Sakti, musisi lokal, Aliansi Tanjungpinang Jaga Palestina, serta masyarakat Kepri.
Malam itu, ratusan pasang telinga khidmat menikmati musikalisasi puisi oleh Panji Sakti. Lagu berjudul “Kepada Noor” berhasil menghipnotis kesyahduan pengunjung sekaligus menutup perhelatan SOH.
Panji mengatakan, di penampilan pertamanya di Kepulauan Riau, dia berterima kasih kepada para pengunjung yang sedang memelihara kebaikan hatinya.
Panji meyakini bahwa kehadiran para penonton merupakan bagian dari kebaikan yang dijaga Tuhan dalam diri mereka.
“Terima kasih teman-teman yang telah berdonasi. Kita kadang bingung berdonasi lewat jalur apa, teman-teman bisa mempercayakannya kepada Dompet Dhuafa,” ujarnya dalam siaran pers.
Dalam penampilannya, Panji juga menyuarakan kepeduliannya terhadap Palestina. Ia prihatin atas genosida yang sedang terjadi masyarakat Palestina.
Ajakan untuk berdonasi pun disambut masyarakat dengan baik. Ini terlihat dari donasi kemanusiaan yang terhimpun sebesar Rp 37.215.000. Donasi ini akan disalurkan ke Palestina melalui Dompet Dhuafa.
Selain donasi yang terkumpul, konser itu berfungsi menjadi pengingat kuat bahwa seni dan budaya dapat menjadi alat yang ampuh untuk perubahan sosial.
Dengan mempertemukan musisi, penyair, dan anggota masyarakat dari berbagai latar belakang, Dompet Dhuafa berupaya menciptakan ruang agar suara dapat diperkuat dan empati dapat berkembang.
Hal itu terlihat dari keterlibatan para pegiat sosial, seniman juga masyarakat setempat dalam SOH.
Partisipasi mereka tidak hanya memperkaya lanskap budaya, tetapi menggarisbawahi sifat universal dari penderitaan manusia.
Tragedi yang terjadi di Palestina adalah pengingat bahwa merupakan kewajiban semua pihak untuk berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang terpinggirkan dan tertindas.
Memupuk kemanusiaan
Selain acara musik, SOH menghadirkan berbagai kegiatan lain, seperti pembacaan puisi, penampilan band dan musisi lokal, tari tradisional, serta diskusi publik bertajuk “Tanah yang Terpenjara: Satu Tahun Serangan Terhadap Genosida di Palestina”.
Diskusi tersebut diisi Senior Officer Creative Content Dompet Dhuafa Dedi Fadlil, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kepri Didik Supriyanto, dan Ustaz Eko Iskarisma.
Dedi mengatakan, berbagai upaya konkret telah dan terus diimplementasikan Dompet Dhuafa untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Upaya dari berbagai jalur, baik itu melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi nonpemerintah (NGO) lokal di Palestina,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, sinergi kemanusiaan juga terjalin bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA).
Bantuan yang bergulir, antara lain logistik, tenda pengungsian, ambulans, pelayanan kesehatan, program ketahanan pangan, seperti DD Kitchen dan Food Bank.
“Kami juga mendukung ketika Ramadhan, seperti memberikan paket berbuka puasa, kado lebaran, dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Dedi juga mengingatkan, pada November mendatang, masyarakat Gaza akan memasuki musim dingin.
“Pada November ini, masyarakat Gaza juga mulai memasuki musim dingin dan ini jangan sampai lupa dari perhatian kita. Bisa kita upayakan dan pikirkan dari sekarang upaya yang bisa kita berikan untuk membantu mereka memasuki musim dingin di November ini,” ujarnya.
Dalam hal ini, SOH merupakan langkah dari Dompet Dhuafa untuk mengajak masyarakat memberikan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat Gaza.
“SOH serta penggalangan dana hari ini merupakan ikhtiar Dompet Dhuafa untuk mulai memberikan bantuan terkait musim dingin yang tak kurang dari sebulan lagi akan mereka hadapi,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Didik juga mengungkapkan bahwa dukungan seni itu merupakan upaya untuk kemerdekaan Palestina.
“Dompet Dhuafa berkolaborasi bersama musisi-musisi lokal di sini untuk Palestina. Dari aksi ini dengan mengekspresikannya dengan karya seni yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau berhasil menggalang dana dan dukungan bagi Palestina,” katanya.
Dia mengatakan, Dompet Dhuafa tak akan berhenti berisik menyuarakan kebenaran untuk Palestina.
Dengan konser amal, kampanye kemanusiaan, dan kolaborasi yang tak pernah habis, Dompet Dhuafa ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli, berdonasi, dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Dompet Dhuafa juga ingin menjadi garda depan dalam menyuarakan keadilan di tengah ketidakadilan yang masyarakat Palestina alami.
Dompet Dhuafa berencana pula untuk terus melakukan aksi-aksi serupa sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Berbagai kegiatan kreatif dan inovatif akan terus digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kemerdekaan Palestina.
Ulurkan tangan dan satukan langkah Anda bersama Dompet Dhuafa untuk Palestina melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina.
imeriahkan Panji Sakti, Sound of Humanity Dompet Dhuafa Padukan Musik dan Kepedulian untuk Palestina
Dompet Dhuafa menggelar Sound of Humanity untuk menyatukan kekuatan seni musik dan rasa kepedulian, khususnya pada kemerdekaan Palestina. Halaman all [819] url asal
#palestina #dompet-dhuafa #sound-of-humanity
(Kompas.com) 28/10/24 21:09
v/17129888/
KOMPAS.com - Dompet Dhuafa kembali menggelar Konser amal Sound of Humanity (SOH) untuk menyatukan kekuatan seni musik dan rasa kepedulian.
Kali ini, SOH digelar di Alun-alun Tugu Sirih, Kota Gurindam, Tanjungpinang Dompet Dhuafa pada Minggu (20/10/2024).
Saat dunia tengah bergulat dengan krisis kemanusiaan di Palestina, SOH menawarkan secercah harapan dan wadah untuk solidaritas.
Kolaborasi itu dilakukan Dompet Dhuafa Kepulauan Riau bersama komposer musik Panji Sakti, musisi lokal, Aliansi Tanjungpinang Jaga Palestina, serta masyarakat Kepri.
Malam itu, ratusan pasang telinga khidmat menikmati musikalisasi puisi oleh Panji Sakti. Lagu berjudul “Kepada Noor” berhasil menghipnotis kesyahduan pengunjung sekaligus menutup perhelatan SOH.
Panji mengatakan, di penampilan pertamanya di Kepulauan Riau, dia berterima kasih kepada para pengunjung yang sedang memelihara kebaikan hatinya.
Panji meyakini bahwa kehadiran para penonton merupakan bagian dari kebaikan yang dijaga Tuhan dalam diri mereka.
“Terima kasih teman-teman yang telah berdonasi. Kita kadang bingung berdonasi lewat jalur apa, teman-teman bisa mempercayakannya kepada Dompet Dhuafa,” ujarnya dalam siaran pers.
Dalam penampilannya, Panji juga menyuarakan kepeduliannya terhadap Palestina. Ia prihatin atas genosida yang sedang terjadi masyarakat Palestina.
Ajakan untuk berdonasi pun disambut masyarakat dengan baik. Ini terlihat dari donasi kemanusiaan yang terhimpun sebesar Rp 37.215.000. Donasi ini akan disalurkan ke Palestina melalui Dompet Dhuafa.
Selain donasi yang terkumpul, konser itu berfungsi menjadi pengingat kuat bahwa seni dan budaya dapat menjadi alat yang ampuh untuk perubahan sosial.
Dengan mempertemukan musisi, penyair, dan anggota masyarakat dari berbagai latar belakang, Dompet Dhuafa berupaya menciptakan ruang agar suara dapat diperkuat dan empati dapat berkembang.
Hal itu terlihat dari keterlibatan para pegiat sosial, seniman juga masyarakat setempat dalam SOH.
Partisipasi mereka tidak hanya memperkaya lanskap budaya, tetapi menggarisbawahi sifat universal dari penderitaan manusia.
Tragedi yang terjadi di Palestina adalah pengingat bahwa merupakan kewajiban semua pihak untuk berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang terpinggirkan dan tertindas.
Memupuk kemanusiaan
Selain acara musik, SOH menghadirkan berbagai kegiatan lain, seperti pembacaan puisi, penampilan band dan musisi lokal, tari tradisional, serta diskusi publik bertajuk “Tanah yang Terpenjara: Satu Tahun Serangan Terhadap Genosida di Palestina”.
Diskusi tersebut diisi Senior Officer Creative Content Dompet Dhuafa Dedi Fadlil, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kepri Didik Supriyanto, dan Ustaz Eko Iskarisma.
Dedi mengatakan, berbagai upaya konkret telah dan terus diimplementasikan Dompet Dhuafa untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Upaya dari berbagai jalur, baik itu melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi nonpemerintah (NGO) lokal di Palestina,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, sinergi kemanusiaan juga terjalin bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA).
Bantuan yang bergulir, antara lain logistik, tenda pengungsian, ambulans, pelayanan kesehatan, program ketahanan pangan, seperti DD Kitchen dan Food Bank.
“Kami juga mendukung ketika Ramadhan, seperti memberikan paket berbuka puasa, kado lebaran, dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Dedi juga mengingatkan, pada November mendatang, masyarakat Gaza akan memasuki musim dingin.
“Pada November ini, masyarakat Gaza juga mulai memasuki musim dingin dan ini jangan sampai lupa dari perhatian kita. Bisa kita upayakan dan pikirkan dari sekarang upaya yang bisa kita berikan untuk membantu mereka memasuki musim dingin di November ini,” ujarnya.
Dalam hal ini, SOH merupakan langkah dari Dompet Dhuafa untuk mengajak masyarakat memberikan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat Gaza.
“SOH serta penggalangan dana hari ini merupakan ikhtiar Dompet Dhuafa untuk mulai memberikan bantuan terkait musim dingin yang tak kurang dari sebulan lagi akan mereka hadapi,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Didik juga mengungkapkan bahwa dukungan seni itu merupakan upaya untuk kemerdekaan Palestina.
“Dompet Dhuafa berkolaborasi bersama musisi-musisi lokal di sini untuk Palestina. Dari aksi ini dengan mengekspresikannya dengan karya seni yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau berhasil menggalang dana dan dukungan bagi Palestina,” katanya.
Dia mengatakan, Dompet Dhuafa tak akan berhenti berisik menyuarakan kebenaran untuk Palestina.
Dengan konser amal, kampanye kemanusiaan, dan kolaborasi yang tak pernah habis, Dompet Dhuafa ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli, berdonasi, dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Dompet Dhuafa juga ingin menjadi garda depan dalam menyuarakan keadilan di tengah ketidakadilan yang masyarakat Palestina alami.
Dompet Dhuafa berencana pula untuk terus melakukan aksi-aksi serupa sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Berbagai kegiatan kreatif dan inovatif akan terus digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kemerdekaan Palestina.
Ulurkan tangan dan satukan langkah Anda bersama Dompet Dhuafa untuk Palestina melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina.
Berikan Bantuan Kesehatan, Dompet Dhuafa Bangun Medical Point untuk Warga Palestina
Dompet Dhuafa kembali berkomitmen untuk membantu masyarakat Palestina dengan menghadirkan medical point. Halaman all [580] url asal
#palestina #dompet-dhuafa #medical-point-in-gaza
(Kompas.com) 07/10/24 11:47
v/16102439/
KOMPAS.com – Dompet Dhuafa membangun medical point atau klinik, untuk rakyat Palestina di beberapa titik, salah satunya klinik hemodialisa di Gaza Utara. Medical point ini telah memberikan pelayanan vaksinasi polio kepada 400 anak di bawah usia 10 tahun.
Hal tersebut merupakan komitmen Dompet Dhuafa untuk membantu masyarakat Palestina terutama anak-anak, perempuan, dan mereka yang terlambat mendapatkan layanan kesehatan serta masyarakat yang berada di kamp pengungsian.
Ketua Alfursan Palestinian Emergency Association (FPEA) Fares A Afana berterima kasih atas bantuan kesehatan yang sangat membantu terutama untuk para penyintas.
"Saya pribadi dan juga yayasan kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para amilnya serta orang-orang yang mendukung kegiatannya dengan memberikan bantuan peralatan-peralatan kesehatan yang ini sangat membantu sekali untuk para penyintas yang ada di sini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2024).
Dikarenakan sulitnya akses masuk ke Palestina, Dompet Dhuafa dan jaringan solidaritas untuk kemanusiaan global, berkolaborasi dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus mengirimkan bantuan.
Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, seperti pangan dan air minum, pengadaan pakaian musim dingin, distribusi obat-obatan, pengadaan sarana medis dan ambulans, instalasi dapur umum, sedekah daging saat momen kurban, termasuk juga penyediaan bahan bakar minyak untuk operasional rumah sakit atau klinik maupun ambulans.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengatakan bahwa semua program yang dijalankan merupakan hasil kolaborasi dari banyak pihak.
“Berharap dengan banyak pihak yang peduli maka banyak masyarakat Palestina yang dapat terbantu. Penyaluran program yang amanah akan terus kami tegakan, demi kemerdekaan Palestina,” katanya.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga menggelar Teater Musikal "Tanah yang Terpenjara" bekerja sama dengan Titimangsa di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Pentas teater musikal tersebut memadukan unsur tari, puisi, orasi kemanusiaan, dan musik yang mengisahkan gambaran kehidupan sehari-hari rakyat Palestina.
Hasil penjualan tiket dan dana dalam teater musikal tersebut, seluruhnya akan disalurkan untuk rakyat Palestina.
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Muhsin Syihab mengapresiasi upaya Dompet Dhuafa yang terus melantangkan suara untuk Palestina.
“Saya mengapresiasi upaya Dompet Dhuafa yang tak kenal lelah dan terus melantangkan suara untuk Palestina yang tak kenal lelah dan terus melantangkan suara untuk Palestina,” ucapnya.
Perlu diketahui, setahun sejak genosida di Palestina, setidaknya 41.272 orang meninggal dunia selama lebih dari 11 bulan terakhir, serta 95.551 orang terluka di Jalur Gaza.
Lebih dari 564 sekolah di Jalur Gaza terkena dampak langsung atau rusak akibat serangan Israel. Kemudian, 360.000 unit rumah atau hunian terdampak serangan tersebut, sehingga mengakibatkan lebih dari 1,7 juta jiwa terpaksa mengungsi.
Sebagai informasi tambahan, Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial.
Selama 31 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta corporate social responsibility (CSR).
Suhu Capai 14 Derajat Celsius, Dompet Dhuafa Siapkan Minuman Hangat dan Selimut untuk Korban Gempa Bandung
Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan minuman dan pakaian hangat untuk penyintas gempa Bandung yang terdampak cuaca dingin. Halaman all [558] url asal
(Kompas.com) 26/09/24 12:48
v/15583468/
KOMPAS.com - Dompet Dhuafa melalui Dapur Keliling (Darling) Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), Disaster Management Center (DMC), dan Dompet Dhuafa Jawa Barat membuka layanan minuman hangat di Posko Pengungsian Lapangsari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari sejak Kamis (19/9/2024).
Suhu pada malam itu menunjukkan 14 derajat celcius. Para relawan dan penyintas menutupi diri dengan pakaian hangat seperti jaket, selimut, bahkan sarung untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.
Selain minuman hangat, Dompet Dhuafa juga berencana mendirikan dapur umum di posko pengungsian lainnya serta mendistribusikan kasur, selimut, dan perlengkapan lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Person in charge (PIC) Penanganan Gempa Jawa Barat DMC Dompet Dhuafa Taqi Falsafati mengatakan, pihaknya melihat suhu di malam hari cukup ekstrim, yakni mencapai 14 derajat Celsius.
“Untuk itu, kami berupaya menyediakan minuman hangat agar para pengungsi tetap merasa nyaman dan terhindar dari hipotermia,” ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (26/9/2024).
Taqi mengatakan, sejak 19 September kemarin, Dompet Dhuafa sudah bergerak untuk menghadirkan Dapur Keliling sebagai Pos Hangat.
“Rencananya, kami akan hadirkan setidaknya hingga dua pekan ke depan dan bisa diperpanjang," jelasnya.
Pada kesempatan itu, ratusan porsi minuman hangat seperti teh, kopi, dan susu pun disajikan untuk mereka yang terdampak cuaca dingin.
"Alhamdulillah, adanya bantuan ini sangat berarti bagi kami. Minuman hangat ini membuat kami merasa lebih tenang dan hangat," ungkap salah seorang pengungsi, Ibu Ani.
Adapun suhu udara yang terlalu dingin tanpa penanganan dan pencegahan yang tepat dapat mengakibatkan paru-paru basah atau yang biasa disebut pneumonia.
Kekhawatiran juga muncul atas datangnya penyakit lain yang mematikan akibat suhu udara dingin, yaitu hipotermia.
"Alhamdulillah ada yang hangat-hangat," imbuh salah satu penyintas saat menuangkan air hangat ke gelasnya.
Hingga kini, data dampak kerusakan gempa yang didapatkan tim Dompet Dhuafa adalah dua rumah rusak ringan di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Cihampelas.
Di samping itu, ada sebanyak 204 rumah terdampak di Kecamatan Pasirwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, dan Kecamatan Sukaresmi.
Kemudian, ada sebanyak 656 rumah terdampak yang tersebar di Kecamatan Kertasari, Kecamatan Pangalengan, Kecamatan Pacet, Kecamatan Arjasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Ibun, dan Kecamatan Rancaekek.
Total kerusakan akibat gempa ini tercatat sebanyak 861 rumah terdampak, 24 fasilitas pendidikan terdampak, ?40 tempat ibadah terdampak, ?5 fasilitas kesehatan terdampak, dan 20 fasum terdampak.
Pemerintah sudah mengeluarkan edaran bahwa masa tanggap darurat berlangsung hingga 1 Oktober 2024 mendatang.
Saat ini, tim DMC Dompet Dhuafa sudah berhasil membuka Pos Relawan yang beralamat di Jalan Raya Pacet 29, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Sahabat baik yang ingin membantu meringankan beban para pengungsi dapat menyalurkan bantuannya di alamat tersebut atau melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/indonesiasiapsiaga.
Mari kita doakan agar masyarakat Kabupaten Bandung tetap kuat serta segera pulih.
Meningkatnya Saham Syariah Tumbuhkan Wakaf Saham di Masyarakat
Saham ditegaskan tidak bertentangan dengan prinsip syariah karena merupakan surat berharga bukti penyertaan modal dari investor kepada perusahaan [433] url asal
#dompet-dhuafa #saham-syariah #wakaf-saham #info-tempo
(Bisnis Tempo) 25/09/24 14:36
v/15539590/
INFO BISNIS – Jumlah investor saham syariah dalam lima tahun terakhir sejak 2018 telah meningkat 240 persen dari 44.536 investor, menjadi 151.560 investor pada Juli 2024. Meningkatnya angka saham syariah ini menjadi pendorong untuk menumbuhkan tingkat wakaf saham di kalangan masyarakat.
Wakaf saham, seperti dikutip dari Ustadz Oni Sahroni di sebuah kolom syariah Republika, diperbolehkan dalam Islam. Tetapi terdapat syarat bahwa saham yang diwakafkan adalah saham syariah. Kesimpulan mengenai hukum wakaf saham ini juga menjadi keputusan Standar Syariah Internasional melalui Accounting And Auditing Organization For Islamic Financial Institutions (AAOIFI).
Saat ini pilihan saham syariah semakin beragam, data dari IDX menunjukkan, dari sisi transaksi, per 9 September 2024, secara year-to-date, rata-rata harian volume transaksi dari saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia sebesar 76 persen dari total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata harian nilai transaksi dari saham syariah sebesar 58 persen dari total nilai transaksi di BEI. Rata-rata harian frekuensi transaksi dari saham syariah sebesar 71 persen, sementara kapitalisasi pasar dari saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia mencapai 54 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh memiliki pertumbuhan yang sangat signifikan.
Saham ditegaskan tidak bertentangan dengan prinsip syariah karena merupakan surat berharga bukti penyertaan modal dari investor kepada perusahaan. Kemudian investor akan mendapatkan bagi hasil atau dividen. Islam tidak melarang model seperti ini, karena sama dengan kegiatan musyarakah atau syirkah.
Sebelum diwakafkan, maka saham harus jelas objek dan nilainya. Misalnya saja kejelasan tentang berapa lembar saham, nilai, dan termasuk apakah yang diwakafkan tersebut sahamnya atau hanya manfaat dari sahamnya. Sejak harta diwakafkan, maka ia adalah milik mustahik atau penerima manfaat. Nantinya dikuasakan kepada nazir untuk dikelola sehingga hasilnya lebih bermanfaat dan produktif dalam artian yang luas.
Wakaf saham sudah diakui di Indonesia dan objek wakaf saham terdiri dari Saham Syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Wakaf sudah diatur dalam PP No.42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 41 Tahun 2004. Sedangkan dalam Peraturan Menteri No. 73 Tahun 2013 juga sudah disebutkan tentang cara perwakafan benda tidak bergerak dan benda bergerak selain uang. Begitupun mengenai wakaf uang sudah disebutkan dalam Fatwa MUI.
Saat ini Dompet Dhuafa sudah berkolaborasi dengan beberapa Sekuritas untuk penerimaan wakaf saham, diantaranya PT Phillip Sekuritas Indonesia dan PT Panin Sekuritas. Selain program wakaf saham, berbagai inovasi kebermanfaatan telah Dompet Dhuafa wujudkan melalui portofolio wakaf seperti Rumah Sakit, sekolah, masjid, greenhouse produktif, serta fasilitas umum lainnya. Untuk berwakaf melalui Dompet Dhuafa yang memiliki berbagai program produktif, berbagai program wakaf produktif ini bisa dicek melalui https://digital.dompetdhuafa.org/wakaf. (*)
Kebaikan Bersama, Dompet Dhuafa Bagikan Makanan untuk Masyarakat Pra-Sejahtera
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng Zaini Tafrikhan berharap program TMS dapat membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Halaman all [505] url asal
#program-dompet-dhuafa #program-traktir-makan-saudaramu
(Kompas.com) 23/09/24 11:56
v/15432466/
KOMPAS.com - Dompet Dhuafa cabang (Jateng) meluncurkan program "Traktir Makan Saudaramu" (TMS) untuk menyediakan makanan bagi yang membutuhkan, seperti lanjut usia (lansia), yatim, dan duafa.
Program tersebut dimulai pada Jumat (30/8/2024) dengan pembagian 300 paket makanan siap saji, termasuk kepada warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang.
Program TMS menargetkan dua kelompok penerima bantuan, yakni masyarakat umum yang membutuhkan, seperti yatim, lansia, tukang becak, dan kuli panggul, serta mustahik Dompet Dhuafa yang sudah terdaftar sebagai penerima manfaat.
Adapun tujuannya adalah untuk memberikan makanan bergizi secara rutin dan gratis, mengurangi ketergantungan pada makanan sisa, dan memastikan mereka mendapatkan makanan yang layak.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng Zaini Tafrikhan berharap program TMS dapat membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, karena nutrisi penting untuk mendukung aktivitas mereka.
“Karena nutrisi ini penting sebagai penunjang aktivitas masyarakat, termasuk dalam bekerja mencari nafkah untuk keluarga,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/9/2024).
Menurut Bank Dunia, sepertiga orang Indonesia mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan selama pandemi Covid-19, dan diperkirakan ada tambahan 5-8 juta orang miskin pada tahun 2024.
Tim Dompet Dhuafa Jateng juga sering menemukan pemulung dan tukang becak di Kawasan Kota Lama Semarang yang mencari makanan dari tempat sampah.
Kolaborasi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang
Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang dalam menyiapkan makanan.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berkontribusi dalam proses penyajian makanan, sehingga program TMS juga menjadi bagian dari program pembinaan mereka.
Person in Charge (PIC) Program Layanan Sosial Dompet Dhuafa Yusuf Amukti mengatakan bahwa makanan yang disajikan oleh WBP berkualitas dan profesional.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan berdampak positif bagi masyarakat. Kami juga berharap akan semakin banyak kolaborasi dalam program ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan WBP LPP Kelas IIA Semarang Rini mengatakan bahwa mereka melakukan berbagai kegiatan pembinaan, termasuk kerajinan tangan dan keterampilan memasak.
“Kami senang dapat berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk program ini. Kami berharap masyarakat melihat bahwa WBP juga dapat berkarya dan berkontribusi positif dalam kesehariannya,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan sinergi antara lembaga sosial dan instansi pemasyarakatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi, dampak kebaikan bisa dirasakan lebih luas.
Mari bersama-sama memberikan makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Traktir Makan Saudaramu dari Dompet Dhuafa. Anda dapat berkontribusi melalui https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/traktirmakansaudaramu.
Dua Bintang Sepak Bola Australia Ini Gelar "Soccer Clinic Activity" bagi Siswa Perguruan Islam Al Syukro Universal Dompet Dhuafa
Josh Kennedy dan Gema Simon mengadakan pelatihan sepak bola khusus bagi siswa Al Syukro Universal Dompet Dhuafa program BRIDGE. Halaman all [616] url asal
#sepak-bola #duta-besar #bridge #dompet-dhuafa #kedubes-australia
(Kompas.com) 17/09/24 21:59
v/15157380/
KOMPAS.com — Dua bintang sepak bola asal Australia, Josh Kennedy dan Gema Simon, mengadakan pelatihan sepak bola bagi siswa Perguruan Islam Al Syukro Universal Dompet Dhuafa. Pelatihan ini dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Australia-Indonesia.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Australia ini merupakan bagian dari program Sekolah Australia-Indonesia Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) diadakan di Sekolah Dasar (SD) Islam Al Syukro Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/9/2024).
Perguruan Islam Al Syukro Universal Dompet Dhuafa sendiri telah menjalin kerja sama dalam program BRIDGE School Partnership sejak 2019.
Dalam kegiatan bertajuk "Soccer Clinic Activity", Josh dan Gema secara langsung melatih siswa SD, sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) dari Perguruan Islam Al Syukro Universal Dompet Dhuafa dengan berbagai teknik dasar sepak bola, mulai dari mengoper, menerima bola, menggiring bola, hingga teknik dasar lainnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi berharap kerja sama antara kedua belah pihak dapat terus ditingkatkan, terutama dalam peningkatan pengalaman dan kemampuan anak-anak.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi berharap kerja sama antara kedua belah pihak dapat terus ditingkatkan, terutama dalam peningkatan pengalaman dan kemampuan anak-anak.
“Mitra untuk kemajuan, mitra untuk kebahagiaan,” ujar Parni Hadi dalam siaran persnya, Selasa (17/9/2024).
Sekretaris Pertama Diplomasi Publik, Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta, Kristopher Maslin mengungkapkan, pihaknya sangat antusias menyelenggarakan "Soccer Clinic Activity".
“Ya, jadi Kedubes Australia sangat senang bekerja dengan partner sekolah BRIDGE. Hari ini, kita di sini untuk melakukan pelatihan sepak bola, saat kita merayakannya pada peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Australia-Indonesia,” kata Khristopher.
Sementara itu, siswa terlihat sangat bersemangat saat berlatih. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan minat dalam olahraga sepak bola.
Talita dan Qisya, siswa kelas 6 SD Al Syukro Universal mengaku senang dan tak menyangka bisa belajar langsung dengan atlet negara kanguru tersebut.
“Aku ga nyangka aja baru main tiba-tiba langsung sama atlet, apalagi ngeliat Gema atlet perempuan jadi pengen juga jadi atlet,” ujar Talita.
Program BRIDGE
BRIDGE merupakan program yang bertujuan untuk menghubungkan berbagai sekolah di Indonesia dengan sekolah mitra di Australia, membangun hubungan antara komunitas sekolah Indonesia dan Australia, serta menyediakan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pengajar Indonesia dan Australia.
BRIDGE telah berjalan selama 16 tahun di Indonesia dan telah membentuk 253 kemitraan sekolah Indonesia - Australia. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia didanai oleh Pemerintah Australia dan dilaksanakan oleh Asia Education Foundation (AEF) di University of Melbourne.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kedubes Australia di Jakarta ini memiliki dampak yang signifikan terhadap program ekstrakurikuler sepak bola di sekolah sehingga siswa dapat memperoleh wawasan teknik sepak bola yang lebih mumpuni.
“Kami antusias dan dari Dompet Dhuafa juga mendukung kegiatan seperti ini, karena memang ini tujuannya untuk peserta didik dan siswa, karena kita ingin mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk berwawasan global sesuai dengan visinya Al Syukro,” ujar Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal Cici Kurniasih.
53 Anak Dhuafa akan Dilatih Menjahit untuk Disalurkan ke Kawasan Industri Terpadu Batang
Program tersebut juga menyiapkan anak-anak dhuafa untuk magang di Jepang. [432] url asal
#pelatihan-menjahit #puluhan-dhuafa-dilatih-menjahit #dhuafa-dilatih-menjahit #dhuafa-disalurkan-ke-industri #industri-siap-tampung-dhuafa #ruang-amal-indonesia
(Republika - Khazanah) 28/08/24 14:00
v/14802617/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sukses kegiatan pelatihan menjahit untuk 50 anak dhuafa di Batang dan menyalurkannya ke dunia industri di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada akhir Juni hingga awal Juli 2024 lalu, Ruang Amal Indonesia akan kembali menggelar kegiatan serupa.
Rencananya, program Amal Vokasi yang bertajuk Madani Vokasi Academy yang diselenggarakan atas kolaborasi Ruang Amal Indonesia dan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero tersebut akan diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada 9-14 September 2024.
Selain bekerjasama dengan PNM, Ruang Amal Indonesia juga telah bekerjasama dengan Anjungan Siap Kerja KITB untuk membantu anak-anak dhuafa di Batang dan sekitarnya mengakses peluang kerja di KITB.
Menurut CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet mengatakan bahwa sebelumnya Ruang Amal Indonesia telah berhasil mengantarkan 96 persen peserta pelatihan yang berasal dari keluarga dhuafa diterima kerja di PT. Yih Quan Footwear yang ada di KITB.
"Alhamdulillah, pada program sebelumnya kami sudah berhasil mengantarkan 48 anak dhuafa di Batang atau 96 persen mendapatkan pekerjaan di KITB melalui program unggulan kami yaitu Amal Vokasi. Kami berharap, melalui program ini banyak anak-anak dhuafa yang bisa mendapatkan pekerjaan, sehingga dapat membantu ekonomi keluarganya," ujar Slamet, CEO Ruang Amal Indonesia, lewat keterangan tertulis, Rabu (28/8/2024).
Menurutnya, kegiatan pada 9-14 September 2024 mendatang akan diikuti oleh 53 anak dhuafa yang ditargetkan minimal 90 persennya di antaranya dapat diterima kerja di KITB. Ia optimis target tersebut dapat tercapai jika seluruh peserta mau mengikuti tahapan pelatihan secara serius.
Slamet menjelaskan bahwa program Amal Vokasi merupakan program unggulan Ruang Amal Indonesia yang fokus pada pelatihan SDM dan penyiapan SDM siap kerja yang menyasar anak-anak dhuafa di Indonesia. Melalui program Amal Vokasi, Ruang Amal Indonesia tidak hanya memberikan pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga pendampingan penempatan kerja.
Bahkan, program Amal Vokasi Ruang Amal Indonesia ini tidak hanya menarget pelatihan dan pendampingan kerja dalam negeri, tapi juga luar negeri, terutama Jepang dan Eropa.
"Program Amal Vokasi kami lainnya adalah pelatihan Bahasa Jepang yang kami targetkan untuk anak-anak dhuafa yang punya keinginan kuat untuk magang maupun bekerja di Jepang. Insya Allah ini akan menjadi ikhtiar Ruang Amal Indonesia untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di Indonesia," lanjut Slamet.
Slamet menambahkan, saat ini Ruang Amal Indonesia telah bekerjasama dengan LPK Prodigi untuk pelatihan bahasa Jepang, serta beberapa mitra lainnya untuk penempatan tenaga kerja di Jepang baik untuk skema magang maupun SSW (Spesific Skill Worker).
"Ke depan sedang kita persiapkan juga selain ke Jepang, adalah bagaimana anak-anak dhuafa ini akan kita latih bahasa untuk kemudian kita dampingi ke Austria dan beberapa negara Eropa yang saat ini sudah mulai berkomunikasi dengan Ruang Amal Indonesia,"jelas dia.
Rela Jual Motor Demi ABD Anak Semata Wayang, Keluarga Ini Dapat Bantuan dari Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa memberikan bantuan alat bantu dengar untuk anak di di Banjarnegara dari kelaurga kurang mampu. Halaman all [1,003] url asal
#dompet-dhuafa #alat-bantu-dengar #disabilitas
(Kompas.com) 27/08/24 21:23
v/14777958/
KOMPAS.com - Di balik keindahan alam pedesaan Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, tersembunyi kisah perjuangan sebuah keluarga.
Di balik senyum sederhana Jauhar (31) dan Ana (30), harapan untuk memiliki anak yang sehat dan sempurna pupus. Pasalnya, mereka harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit dengan kondisi sang anak tercinta.
Diagnosis gangguan pendengaran yang cukup berat pada anak semata wayang keduanya menjadi ujian berat yang harus mereka hadapi.
Namun, demi melihat Yazdan (3) bisa mendengar dunia, pasangan suami-istri itu rela menjual satu-satunya kendaraan bermotor yang menjadi alat operasional utamanya sehari-hari.
Jauhar sangat ingin membelikan dua unit alat bantu dengar (ABD) pada Yazdan agar terapinya dapat lebih maksimal sehingga diharapkan dapat mengejar ketertinggalan anaknya.
Dengan keputusan sulit, kendaraan sebagai teman setianya sejak lama itu pun dijual.
“Waktu itu, kami hanya menangis dan bingung harus bagaimana dan bisa apa? Pernah direkomendasikan dokter spesialis lakukan operasi implan koklea, kami belum sanggup,” katanya dalam siaran pers, Selasa (26/8/2024).
Namun, Jauhar juga ingin maksimalkan upaya untuk membantu Yazdan selagi masa tumbuh kembangnya. Untuk itu, dia dan Ana memutuskan menjual motor untuk membeli satu unit ABD.
Membeli ABD yang harganya cukup fantastis bagi mereka juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangat mereka untuk memberikan yang terbaik bagi Yazdan tak pernah padam.
Di sisi lain, tantangan juga datang dari lingkungan sekitar. Yazdan yang masih sulit berbicara membuatnya kerap diejek teman-teman sebayanya.
“Hambatan sudah pasti pada komunikasi, apalagi pada balita (bayi di bawah lima tahun). Kami tidak tahu keinginan dia (Yazdan), tiba-tiba hanya marah, begitupun komunikasi terhadap teman-temannya. Namun, alhamdulillah, dia selama ini nalar dan cepat toilet training-nya sudah bisa,” ujar Ana.
Sebelumnya, saat Yazdan berusia hampir dua tahun, kedua orangtuanya makin khawatir dengan tumbuh kembangnya.
Yazdan tidak menoleh ketika dipanggil dan sedikit sekali bersuara (speech delay). Padahal, usia 0-6 tahun merupakan periode yang amat penting bagi seorang anak atau menjadi masa emas dalam tahap pertumbuhan anak.
Sejak saat itu, Jauhar dan Ana mencoba melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.
Selama menjalani fisioterapi, Yazdan masih kesulitan untuk merespons suara sehingga dari dokter spesialis anak menganjurkan untuk melakukan tes pendengaran.
Saat itu, diketahui bahwa Yazdan mengalami gangguan pendengaran cukup berat dengan tingkat pendengaran 98 desibel (dB) untuk telinga kanan dan 97.5 dB untuk telinga kiri. Yazdan pun disarankan menggunakan ABD.
Bantuan dari orang baik
Nasib Yazdan yang membutuhkan penanganan khusus terus menjadi perhatian Jauhar dan Ana. Sayangnya, keterbatasan ekonomi keluarga membuat mereka tidak leluasa dalam menghadapi situasi tersebut.
Selain memikirkan biaya hidup sehari-hari, mereka juga harus merawat sang ibu dari Ana yang sudah lansia dan tinggal bersamanya.
Di tengah perjuangan mereka, sebuah keajaiban datang. Jauhar mendapatkan informasi bahwa Dompet Dhuafa memiliki program bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Jauhar pun mencoba mengajukan bantuan satu unit ABD untuk anaknya.
Melalui program donasi, Jauhar dan Ana mendapatkan bantuan ABD tambahan untuk Yazdan. Kebaikan hati para donatur semakin menguatkan semangat mereka untuk terus berjuang.
Sejak menggunakan sebuah ABD, perubahan mulai terlihat pada Yazdan. Mata bulatnya yang dulu sering kosong kini berbinar penuh semangat.
Ia mulai merespons suara-suara di sekitarnya dan mencoba meniru ucapan orang-orang di sekitarnya.
DOK. Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa berfoto bersama kedua orangtua dari Azdan (3), Jauhar (31) dan Ana (30). Dompet Dhuafa melalui program donasi memberikan bantuan alat bantu dengar (ABD) kepada Azdan (3) di Banjarnegara, Jawa Tengah.Meskipun belum bisa berbicara dengan lancar, setiap kemajuan kecil yang ia capai menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.
“Reaksi pertama menggunakan ABD itu Yazdan takut dan nangis. Mungkin ia kira itu alat apa dan kaget mendengar suara pertama kali, lama-kelamaan mulai terbiasa,” kata Ana.
Ana mengatakan, meskipun Yazdan terlahir dalam keadaan khusus, dia selalu mendukung dan menguatkan mental, berdamai, dan menerima keadaan.
“Kelak nanti sekolah, yang akan pertama kali kami kasih tahu terkait Yazdan, ya guru-nya,” ujar Ana.
Jauhar pun bersyukur dengan bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa. Dia meyakini kondisi keluarganya juga dialami banyak juga orangtua dan anak lain di luar sana.
“Sekarang, saya penerima manfaat. Semoga nanti saya yang bisa ikut membantu anak-anak lain,” sebutnya.
Tim Strategic Partnership Dompet Dhuafa Jawa Tengah (Jateng) Unit Purwokerto Syinta mengatakan, bantuan ABD bagi anak-anak dengan gangguan dengar (tuli) merupakan salah satu aktivitas program Peduli Tuna Rungu Indonesia.
Dompet Dhuafa Jateng menggulirkan program itu melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Jateng Tengah sejak 2016.
“Bantuan ABD ini juga sebagai wujud partisipasi dalam upaya rehabilitasi anak-anak dengan gangguan dengar untuk dapat berkomunikasi (bicara),” jelasnya.
Untuk diketahui, gangguan pendengaran bisa ringan, sedang, berat atau sangat berat. Gangguan ini dapat memengaruhi satu telinga atau kedua telinga dan menyebabkan kesulitan mendengar percakapan atau suara keras.
Orang-orang yang memiliki gangguan pendengaran biasanya berkomunikasi melalui bahasa lisan dan dapat memperoleh manfaat dari alat bantu dengar, implan koklea, dan perangkat bantu lainnya serta teks terjemahan.
Tidak hanya dalam wujud bantuan ABD, pendampingan juga dilakukan bersama komunitas-komunitas lain yang konsen pada isu disabilitas tuli.
Bantuan itu, di antaranya kampanye bahasa isyarat, pemeriksaan gangguan pendengaran, aktivitas promotif-preventif lain seperti seminar-seminar.
Sebuah keluarga di pedalaman Banjarnegara itu membuktikan bahwa cinta dan kasih sayang mampu mengatasi segala keterbatasan. Meski hidup sederhana, mereka berjuang keras agar anak mereka yang tuli bisa mendengar dunia.
Pengorbanannya menjadi hal baik yang sepatutnya kita dengar. Layaknya jika di toko-toko ada promo “Beli Satu, Dapat Satu”, maka kisah keluarga Yazdan mengabarkan bahwa “Beri Satu, Dapat Lebih”.
Kembali Gelar Belanja Bareng Yatim, Dompet Dhuafa Bebaskan Anak Belanja di Supermarket
Dompet Dhuafa menggelar program Belanja Bareng Yatim dengan mengajak 20 anak yatim berbelanja di Lulu Hypermarket, Tangerang Selatan. Halaman all [822] url asal
#dompet-dhuafa #belanja-bareng-yatim
(Kompas.com) 31/07/24 22:08
v/12788559/
KOMPAS.com - Lembaga filantropi Islam Dompet Dhuafa terus melaksanakan program Belanja Bareng Yatim, yakni program satu hari berbagi bahagia dengan anak yatim.
Paling baru, Dompet Dhuafa menggelar Belanja Bareng Yatim sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi pada bulan Muharram di Lulu Hypermarket, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2024).
Kegiatan itu digelar berkat kolaborasi Dompet Dhuafa dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Lulu Hypermarket yang menjadikan acara ini lebih istimewa.
General Manager Komunikasi dan Teknologi Dompet Dhuafa Dian Mulyadi mengapresiasi jalinan kolaborasi antara Dompet Dhuafa, BSI, dan Lulu Hypermarket.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Acara kolaborasi BSI bersama Lulu Hypermarket dan Dompet Dhuafa dalam Belanja Bareng Yatim hari ini setidaknya kita melibatkan 20 anak yatim. Kami mereka berbelanja merasakan kebahagiaan bersama dengan teman-teman yang lain,” katanya dalam siaran pers, Rabu (31/72024).
Dian berharap, kegiatan tersebut bisa membawa kebaikan bersama dan kebahagiaan di hati anak-anak yatim.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada BSI yang terus mempercayakan dan memberikan amanahnya melalui Dompet Dhuafa hingga kerja sama ini bisa terus terjalin berbagi kebaikan dan manfaat untuk semua,” katanya.
Adapun kerja sama dengan BSI memungkinkan pemberian bantuan yang lebih signifikan dan terorganisir.
Sementara itu, dukungan dari Lulu Hypermarket memastikan kebutuhan sehari-hari anak-anak yatim terpenuhi dengan produk-produk berkualitas.
Membahagiakan anak yatim
Pada kesempatan itu, Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI, Saut Parulian Saragih mengatakan, pihaknya ingin memberikan pengalaman kepada anak yatim untuk berbelanja bersama BSI yang juga menjadi sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual bagi sesama.
Pada bulan Muharram ini, BSI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) bekerja sama memberikan kesempatan belanja di supermarket menggunakan layanan BSI, yakni BSI Mobile dan QRIS.
Apresiasi itu juga sebagai bentuk syukur atas capaian transaksi Donasi Anak Yatim di BSI Mobile telah menghimpun dana sebesar Rp 3 miliar.
“Untuk menambah kemanfaatan bagi masyarakat, beberapa strategi BSI dalam meningkatkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di BSI Mobile, di antaranya adalah bekerja sama dengan mitra LAZ yang terverifikasi Departemen Agama,” katanya.
BSI juga menyediakan menu program-program donasi tematik yang dibutuhkan masyarakat dan melakukan kampanye peningkatan awareness ZISWAF di BSI Mobile.
Sementara itu, Asisten Manager Fresh Fruit Lulu Hypermarket BSD Fernandi berharap, kolaborasi yang memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dapat terus berlanjut. Apalagi mereka sangat membutuhkan perhatian.
ia menyatakan, Lulu Hypermarket siap memfasilitasi pelakasanaan program ini.
“Kami sudah sering sekali berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk melaksanakan kegiatan amal terutama untuk belanja dengan anak yatim,” ujarnya
Fernandi mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan BSI dan Dompet Dhuafa, terutama karena bisa memfasilitasi kegiatan Dompet Dhuafa dalam kegiatan berbagi dan untuk kesuksesan acara tersebut.
Kebahagiaan Adam
Salah satu anak yatim penerima manfaat tersebut, Adam, turut memanfaatkan momen tersebut untuk membeli Al Quran, sebuah pilihan unik dan berbeda dari teman-temannya yang lain.
Dari sekian banyak barang, siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) ini memilih Al Quran lantaran miliknya sudah rusak.
“Tadi aku belanja Al Quran sama beberapa sembako karena buat ngaji dan yang lama sudah rusak kertasnya pada copot makanya Adam beli Al Quran yang baru,” ujarnya.
Sebelum membeli Al Quran, Adam membuka terlebih dahulu Al-Quran yang akan dipilih. Lembar demi lembar ia periksa untuk memastikan tidak ada kecacatan.
“Tadi milih-milih liat-liat dulu dalamnya bagus apa engga, terus kalo bagus aku ambil. Senang banget, karena jadi bisa baca Al Quran,” katanya.
Saat ini, Adam sudah membaca sampai pada juz 9. Ia gemar mengaji lantaran ingin bisa selalu mendoakan sang ayah yang sudah dua tahun meninggalkannya.
“Ngajinya sudah sampai juz 9, ngajinya juga rajin untuk bisa baca doa buat bapak. Doanya Al Fatihah, terus Adam doain semoga bisa masuk surga. Adam suka kangen, kalau kangen Adam doa buat bapak,” ungkapnya.
Selain membeli Al Quran, dia juga menghadiahkan sembako untuk kebutuhan sehari-hari kepada sang mama.
“Adam senang bisa belanja, bisa beli-beli sama punya teman baru. Terima kasih BSI, Lulu Hypermarket, dan Dompet Dhuafa karena aku bisa belanja bisa beli Al Quran dan beli kebutuhan lain kaya beras, susu, mie instan dan yang lain untuk mama,” tuturnya.
Adam merupakan satu dari 20 anak yatim terpilih yang bisa berbelanja kebutuhan pokok untuk menunjang hidup sehari-hari. Jumlah anak yatim yang mengikuti acara tersebut mencapai 140 anak.
Selain Dompet Dhuafa, BSI juga berkolaborasi dengan tujuh LAZ, yakni BSI Maslahat, Dompet Dhuafa, DT Peduli, Griya Yatim dan Dhuafa, LAZISMu, Rumah Yatim, dan Rumah Zakat.
"Lebih Dekat dengan Dompet Dhuafa" Ajak Influencer Tebarkan Manfaat untuk Sesama
Para bidan dan perawat dari RS RST Zona Madina juga membuka pertemuan dengan menyuguhkan tarian budaya Indonesia. Halaman all [780] url asal
#tenaga-kesehatan #kebaikan #dompet-dhuafa #influencer #parni-hadi #rst-zona-madina
(Kompas.com) 31/07/24 21:52
v/12783177/
KOMPAS.com - Dompet Dhuafa mengadakan temu kebaikan bersama para influencer bertajuk “Lebih Dekat Dengan Dompet Dhuafa” di Aula Qatar Charity Kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, Selasa (30/07/2024).
Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) Parni Hadi beserta jajaran pengawas juga pembina YDDR dan Yayasan Rumah Sehat Terpadu (RST) Zona Madina turut menghadiri acara tersebut.
Hasan Afif dan Bella Fawzi memandu kemeriahan temu kebaikan di sana. Para bidan dan tenaga kesehatan dari RS RST Zona Madina juga membuka pertemuan dengan menyuguhkan tarian budaya Indonesia.
Direktur RS RST Zona Madina dr Muhammad Zakaria mengaku bahagia bisa menghadiri acara itu. Dia juga menyinggung pengalamannya saat pertama kali di RST Zona Madina.
“Saya pernah ditanya tujuan oleh seorang dokter, teman yang juga ‘guru’ saya, ke RST ingin apa? Saya jawab, ingin mengobati orang sakit,” sebut dr Zakaria melalui siaran persnya, Rabu (31/7/2024).
“Dia (dokter) bilang lagi, naikan lagi level keinginannya agar bermanfaat, bukan sekadar mengobati lalu selesai. Saya lalu sadar dalam hal pelayanan itu, ada komunikasi, ada empati dan peduli dengan pasiennya,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, RST Zona Madina saat i i memiliki 11 layanan yang memiliki fasilitas zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Zakat bahkan menjadi budaya para anak muda dan dokter.
"Mulai dari mana pun, kapan pun, dengan apa pun, apa yang bisa hari ini. Korelasinya saya hanya bagian kecil beri manfaat untuk masyarakat. Syiar zakat melalui manfaat layanan kesehatan, manfaat untuk orang banyak,” jelas dr Zakaria.
Sementara itu, Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina YDDR Parni Hadi mengatakan, sebagai wartawan, dia perlu menimbang berbagai konsekuensi dari pekerjaannya.
“Saya ini wartawan, saya merasa ini tugas journalist prophetic, penerus tugas kenabian. Mewartakan kabar yang saya takut dosa dengan dampaknya. Saya beri contoh, apa dampaknya jika kabar ini saya siarkan? Apakah orang tambah sejahtera atau jangan-jangan menambah rumit keadaan? Life, love, beauty, suffering, and happiness,” ucapnya.
DOK. Dompet Dhuafa Acara Lebih Dekat dengan Dompet Dhuafa bersama para influencer di RST Zona Madina, Parung, Bogor, Selasa (30/7/2024).Parni Hadi juga mengajak para influencer untuk membagikan pengalaman bahagia dan harapan kebaikan dalam bentuk karya yang kelak bisa dibukukan bertema “Kado Untuk Indonesia”.
Kebahagiaan tersebut juga dituangkan dalam sebuah puisi berjudul ‘Poetry of Life’ yang dibacakan dengan penuh makna oleh influencer serta pengawas dan pengurus Dompet Dhuafa.
Anggota Dewan Pembina YDDR Yudi Latif mengatakan, kebaikan ditentukan oleh kemaslahatan, bukan posisi tinggi.
Berbeda dengan era dahulu, sebutnya, ketika pejuang intelektual berjaya, saat ini adalah era teknologi dan digitalisasi.
"Teman-teman yang datang hari ini sangat terhormat pada masanya. Namun, tiap kehormatan ada tanggung jawabnya,” terang Yudi Latif.
Dia pun mencontohkan kunang-kunang yang menerangi sekitarnya. Jika banyak kunang-kunang, akan ada lautan cahaya yang menerangi dunia.
"Seperti kebaikan, dari apa yang bisa kita lakukan, menjadi lautan kebaikan. Yang membuat Indonesia bermasalah saat ini adalah energi negatif, keburukan terorganisasi. Jika kita bersama Dompet Dhuafa yang adalah jangkar kebaikan terorganisasi, 2045 terwujud senyum dan bahagia,” ungkapnya.
Adapun pegiat sosial komunitas hijabers mengaku, Dompet Dhuafa merupakan organisasi paket lengkap yang memiliki kinerja baik dan membagikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Dompet Dhuafa sudah seperti keluarga bagiku. Banyak hal yang bisa didapat, banyak cerita dan pengalaman ketika berkegiatan bersama Dompet Dhuafa, bukan sekadar memberi bantuan. Jadi setiap orang punya perannya masing-masing," ucapnya.
Sementara itu, fashion blogger Nada Puspita mengaku membantu donasi kemanusiaan lewat Dompet Dhuafa. Hal ini dilakukan karena terinspirasi dari aksi Parni Hadi.
Menurutnya, Dompet Dhuafa dan Parni Hadi membuka matanya. Dia pun teringat oleh almarhum ayah yang bijaksana dan menginspirasinya.
“Apalagi saat ini kita itu dengan kesibukan kita sehari-hari, jarang melakukan deep conversation about life. Maka sepulang dari sini, harapannya kita bisa semakin seimbang dalam menjalani kehidupan dan bisa membuat ekosistem kebaikan yang sangat berdampak. Karena apa lah kita dengan pekerjaan kita, jika tidak bisa bermanfaat untuk orang lain,” ujar Nada.
Sebagai informasi, selain sharing pengalaman, acara itu diisi pula penampilan seni musik dari para tenaga kesehatan RST Dompet Dhuafa bersama seniman Chiki Fawzi.
Acara kemudiaan dilanjutkan dengan doa kebaikan dan foto bersama. Selanjutnya, para influencer diajak melakukan tour visit di RST Zona Madina bersama para nakes.
Seni Jadi Donasi, "Melukis Slide" Salurkan Bantuan untuk Palestina
Perusahaan di bidang desain itu mengajak masyarakat ikut membantu warga Palestina lewat kampanye 'Kaos Setitik Harapan untuk Palestina'. Halaman all [677] url asal
#desain #donasi #palestina #gaza #dompet-dhuafa #melukis-slide #kaos-setitik-harapan-untuk-palestina
(Kompas.com) 30/07/24 16:24
v/12663356/
KOMPAS.com - Penerbit lokakarya "Melukis Slide dengan Hati", PT Artistik Salindia Lima, ikut berkontribusi memberikan bantuan bagi Palestina.
Perusahaan di bidang desainslide presentasi powerpoint dan keynote itu mengajak masyarakat ikut membantu warga Palestina lewat kampanye "Kaos Setitik Harapan untuk Palestina".
Donasi itu diberikan Founder Melukis Slide, Andy Sukma Lubis kepada Senior Officer Kemitraan dan Kerja Sama Dompet Dhuafa Utammi Sri di Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2024).
Founder Melukis Slide Andy Sukma Lubis mengatakan bahwa penjualan kaos yang terkumpul dari program Kaos Setitik Harapan untuk Palestina selama sepekan adalah Rp 15.738.000.
Ia menilai, kebaikan dan kepedulian adalah kumpulan rasa kemanusiaan para donatur Melukis Slide.
"Guru saya pernah berkata, 'hidup di dunia hanya sekali. Maka jadikan hasil karyamu dari ilmu yang Allah titipkan kepadamu menjadi sebuah jalan yang melahirkan sebuah legacy. Ilmu itu suatu saat akan dipertanggungjawabkan. Maka, ketika masih hidup, apa yang bisa kamu berikan kepada orang lain'," tuturnya lewat siaran pers, Selasa (30/7/2024).
Hal lain yang selalu ia ingat adalah perkataan seorang motivator Jamil Azzaini. Perkataannya menyebutkan, apa yang pernah diterima, diberikan kembali kepada orang lain.
Dia mengakui bahwa dia mendapatkan titipan ilmu dari Allah berupa keahlian mendesain, yang kemudian disalurkan agar bermanfaat bagi orang lain.
Bahwa makna kalimat terima kasih itu adalah apa yang pernah diterima, diberikan kembali kepada orang lain. Dalam hal ini, Andy dan tim mengakui mendapatkan titipan ilmu dari Allah berupa keahlian mendesain. Maka itu, ia kemudian menyalurkan ilmu-ilmu itu agar bermanfaat bagi orang lain.
“Alhamdulillah, kami dititipkan ilmu dari Allah berupa ilmu desain, maka kami manfaatkan itu untuk mendesain kaos," ucapnya.
Menurutnya, Palestina saat ini membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Oleh karenanya, upaya desain kaos yang dilakukan Melukis Slide menjadi aksi pengumpulan donasi yang bisa dilakukan.
"Hari ini kami menyerahkan donasi dari para donatur yang ikut dalam program Kaos Setitik Harapan untuk Palestina. Semoga ini menjadi kebaikan dan keberkahan bagi para donatur dan semua yang terlibat yang dicatat di sisi Allah," jelasnya.
DOK. Dompet Dhuafa Lewat kampanye Kaos Setitik Harapan untuk Palestina, Melukis Slide menyalurkan bantuan bagi warga Palestina melalui Dompet Dhuafa, Selasa (23/7/2024).Sementara itu, Senior Officer Kemitraan dan Kerja Sama Dompet Dhuafa Utammi Sri menjelaskan, Dompet Dhuafa memiliki tiga skema dalam melakukan respons kemanusiaan di Palestina.
Pertama, sebutnya, penyaluran bantuan pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga lainnya. Kedua, pengiriman tim atau relawan Dompet Dhuafa ke perbatasan di Rafah.
"Ketiga, melalui kerja sama kemitraan lokal dengan lembaga kemanusiaan di Palestina," sebutnya.
Dia menjelaskan, saat ini respons kemitraan lokal di Palestina dilakukan untuk membantu perjuangan kemerdekaan warga Palestina.
"Tentu ini perlu dukungan dari semua pihak. Alhamdulillah, kali ini dukungan dari Melukis Slide menambah energi dukungan kita semua untuk Palestina. Semoga, dengan ini, semakin banyak masyarakat tergerak untuk mendukung Palestina," jelasnya.
Krisis kemanusiaan di Palestina
Dompet Dhuafa menjadi salah satu lembaga filantropi Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kejahatan genosida Israel di Palestina.
Data Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) menyebutkan bahwa sejak pecah konflik bersenjata pada 7 Oktober 2023 hingga kini, jumlah korban tewas warga Palestina mencapai lebih dari 36.000 jiwa dan 86.000 lainnya luka-luka. Sebanyak 36.171 korban jiwa berada di Jalur Gaza dan 519 korban jiwa di Tepi Barat.
Sementara itu, sudah ada ratusan pihak, termasuk perusahaan, organisasi, lembaga, kelompok, komunitas, hingga perorangan yang telah menyatakan dukungannya terhadap warga Palestina bersama Dompet Dhuafa.
Implementasi dukungan itu dicurahkan dengan berbagai donasi melalui Dompet Dhuafa. Donasi ini kemudian diteruskan ke Palestina untuk membantu warga yang terdampak.