Bisnis.com, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum Sumatra Utara (KPU Sumut) menunjuk Rumah Sakit Adam Malik Medan sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut dalam Pilkada Serentak 2024.
Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sumut Raja Ahab Damanik mengatakan, RS Adam Malik menjadi satu dari 3 rumah sakit yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Sumut untuk menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah di Pilkada Sumut 2024.
Raja menyebut, terpilihnya RS Adam Malik mengacu pada sejumlah pertimbangan yang diambil setelah dilakukan survei ke ketiga rumah sakit tersebut.
"Kami telah melakukan survei ke ketiga rumah sakit tersebut dan hasil survei kami bawa ke dalam rapat pleno. Hasilnya, Rumah Sakit Adam Malik yang kami tunjuk," kata Raja, Selasa (27/8/2024).
Adapun pertimbangan utama penunjukan RS Adam Malik sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan cagub dan cawagub Sumut, kata Raja, ialah lantaran statusnya sebagai rumah sakit umum tipe A di wilayah ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, RS Adam Malik juga berpengalaman menjadi tempat pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah di Pilkada Sumut yang lalu; di samping indikator penilaian lain yang jadi poin utama KPU seperti pelayanan, fasilitas, serta kemudahan akses menuju rumah sakit.
KPU Sumut sendiri menjadwalkan pemeriksaan kesehatan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut mulai tanggal 27 Agustus hingga 2 September 2024, atau bertepatan dengan saat dibukanya proses pendaftaran calon kepala daerah.
"Bakal pasangan calon [gubernur dan wakil gubernur] yang telah melakukan pendaftaran dan dinyatakan memenuhi syarat akan kami beri surat pengantar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit yang ditunjuk," sambung Raja.
Sebagai informasi, hingga pukul 16.00 WIB tadi atau bertepatan dengan berakhirnya masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Sumut hari pertama, Selasa (27/8/2024), belum ada satu bakal pasangan calon pun yang mendaftar.
Pendaftaran calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2024 sendiri akan berlangsung selama 3 hari, mulai 27-29 Agustus 2024.
Anggota KPU Sumut Robby Effendi mengatakan, di hari pertama dan kedua pendaftaran (27 dan 28 Agustus), pihaknya menerima kedatangan bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut ke kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan hanya sampai pukul 16.00 WIB.
Masa pendaftaran akan diakhirkan pada pukul 23.59 WIB, Kamis (29/8/2024) mendatang. "Kami sesuai jadwal punya 3 hari. Hari ini dan besok kami tunggu sampai pukul 16.00 WIB. Tanggal 29 kami tunggu sampai pukul 23.59 WIB," ujar Robby. (K68)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei terkini Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Juli menunjukkan bahwa tingkat popularitas tertinggi di Sumatera Utara ditempati oleh mantan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Sedangkan tingkat kedisukaan (akseptabilitas) tertinggi ditempati oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.
"Walaupun sama-sama populer, itu tingkat akseptabilitas Bobby sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat akseptabibilitas dari Edy Rahmayadi," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan rilis survei secara daring dipantau di Jakarta, Ahad (28/7/2024).
Survei mencatat bahwa Edy Rahmayadi dikenal oleh 90,9 persen warga dan disukai oleh 68,4 persen dari yang mengenal namanya. Sementara itu, Bobby Nasution dikenal oleh 88,4 persen warga dan disukai oleh 82,2 persen dari yang mengenalnya.
"Mengapa untuk sementara ini Bobby yang lebih unggul? Kalau lihat dari angka ini karena tingkat akseptabilitas Bobby lebih tinggi dibandingkan tingkat akseptabilitas Edy Rahmayadi, ini penjelasannya," ujarnya.
Adapun nama mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck) menempati urutan ketiga dengan popularitas tertinggi di Sumatera Utara. "Musa Rajekshah tingkat popularitasnya di angka 72,6 persen. Tingkat akseptabilitasnya atau kesukaan juga tinggi, bahkan melebihi Bobby Nasution, yaitu 84,8 persen," katanya.
Djayadi menyebut nama lain yang juga meraih popularitas di atas 50 persen di Sumatera Utara ialah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dengan tingkat popularitas sebesar 71,2 persen dan kedisukaan sebesar 52,8 persen. "Jadi orang Sumatera Utara kenal betul nih kenal sama Ahok. Nah, cuma memang tingkat kesukaannya lebih rendah dibanding tiga nama tadi," tuturnya.
Survei LSI pada tanggal 7 hingga 17 Juli 2024 itu dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki hak pilih dalam pemilu. Yakni, mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei berlangsung.
Pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 800 responden. Wawancara secara tatap muka dengan margin of error sekitar kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, Bobby Nasution mengakui adanya peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga dirinya bisa maju sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Sumatera Utara di Pilgub 2024. Bobby dikenal sebagai menantu Jokowi setelah menikahi Kahiyang.
Hal itu disampaikan Bobby setelah menerima surat rekomendasi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadi Bacagub Sumatera Utara di Pilgub 2024. "Ya saya sampaikan partisipasi atau peran dari orang tua pasti ada," kata Bobby kepada awak media di markas DPP PKB pada Kamis (4/7/2024).
Bobby secara khusus menyebut Jokowi berperan mendoakannya selaku orang tua. Bobby meyakini doa punya fungsi penting untuk menjadikannya Bacagub Sumut. "Di dalam hal ini itu peran yang paling besar adalah mendokan. Itu yang saya sampaikan, yang bisa saya pastikan," ujar Bobby.
Selain itu, Bobby angkat bicara mengenai lawan potensialnya di Pilgub Sumut yaitu Edy Rahmayadi yang berstatus pejawat Gubernur Sumut. Bobby merasa siap beradu ide dan gagasan untuk memajukan Sumut.
"Yang kita sampaikan ini adalah bagaimana gagasannya, apa yang mau kita bawa di Sumut. Tinggal kita meyakinkan masyarakat apa yang dari kita ini, dari parpol koalisi, dari calonnya bisa diterima masyarakat, rasional, bisa dijalankan bahwa Sumut ini masyarakatnya lebih sejahtera, lebih maju lagi. Dan ini diterima ya kita optimis untuk bisa menangkan itu," ucap mantan Wali Kota Medan itu.