JAKARTA,investor.id – Produksi kakao Indonesia diperkirakan akan turun lagi tahun ini. Pola cuaca El Nino 2023 masih berdampak hingga tahun ini, kata asosiasi petani kakao.
Musim kemarau tahun lalu tercatat sebagai yang paling parah sejak 2019. Denomena El Nino berlangsung lebih lama dari biasanya, mengakibatkan kekeringan yang merugikan hasil panen, termasuk untuk kakao.
"Produksi masih terdampak oleh El Nino (yang terjadi) tahun lalu, meskipun beberapa area perkebunan sudah mulai menghasilkan panen," beber Ketua Asosiasi Petani Kakao Arif Zamroni, seperti dikutip Reuters, Senin (29/7/2024).
Dirinya memperkirakan produksi tahun ini mencapai 230.000 metrik ton (MT), turun dari produksi tahun lalu yang mencapai 315.000 ton. "Kita masih dalam tahap pemulihan pasca El Nino yang melanda sejak Oktober tahun lalu, mungkin Juni sudah mulai stabil," imbuhnya.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian RI telah mengumumkan produksi kakao Indonesia turun 8,3% per tahun selama periode 2015-2023.
Demi mendongkrak produksi, pemerintah berencana menggunakan dana dari pungutan ekspor minyak kelapa sawit untuk membiayai pengembangan sektor kakao dan kelapa.
Saat ini Indonesia mengenakan pajak ekspor sebesar 0% hingga 15% untuk biji kakao, yang dipungut dan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Saya senang mendengar hal ini, tetapi industri perlu memberikan dukungan jangka panjang kepada petani, selain pendanaan agar berhasil dalam mendongkrak produksi," tambah Arif.
Indonesia merupakan eksportir produk kakao terbesar keempat di dunia tahun lalu, tetapi harus mengimpor 62% biji kakao yang dibutuhkan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News