#30 tag 24jam
Bank Raya Paparkan Strategi Perkuat Inovasi Bisnis Digital
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk total kredit pada kuartal II-2024 mencapai Rp6,8 triliun atau tumbuh sebesar 12,1 persen secara year on year (yoy). [960] url asal
#bank-raya #emiten-agro #kinerja-keuangan #laporan-kinerja #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 27/08/24 14:22
v/14770362/
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk total kredit pada kuartal II-2024 mencapai Rp6,8 triliun atau tumbuh sebesar 12,1 persen secara year on year (yoy).
Pertumbuhan tersebut turut menopang pertumbuhan Total Aset Bank Raya di kuartal II-2024 menjadi sebesar Rp13,1 triliun atau tumbuh 9 persen (yoy).
Komitmen Bank Raya untuk terus memperkuat bisnis digital juga ditunjukkan dengan disbursement kredit digital selama kuartal II-2024 yang mencapai Rp8,1 triliun atau tumbuh 60,3 persen (yoy).
Sehingga mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya mencapai Rp1,5 Trilliun atau tumbuh sebesar 81,5 persen (yoy).
Di kuartal II-2024, Bank Raya berhasil memperbaiki Rasio NPL gross menjadi 4,14 persen dan NPL Net sebesar 1,8 persen dari sebelumnya pada kuartal II/2023 Rasio NPL Gross tercatat sebesar 4,35 persen dan NPL Nett sebesar 1,75 persen.
Seiring dengan pertumbuhan kredit, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp8,7 triliun atau tumbuh 5,7 persen (yoy).
Adapun, untuk pertumbuhan DPK terus digenjot terutama dari pertumbuhan Digital Saving yang tumbuh sebesar 22,3 persen (yoy) menjadi Rp891,6 miliar dan volume transaksi yang tumbuh sebesar 12,5 persen (yoy) menjadi Rp1,6 triliun.
Berkat kinerja yang membaik, Bank Raya berhasil membukukan laba bersih di kuartal II-2024 sebesar Rp 20 miliar dengan kenaikan 115,9 persen (yoy).
Pencapaian kinerja Bank Raya yang tumbuh juga tercermin dari rasio profitabilitas dan efisiensi Bank Raya yang menunjukkan perbaikan.
Adapun, rasio NIM pada kuartal II-2024 menjadi 4,31 persen dari sebelumnya 3,53 persen. Selain itu cost to income ratio pada kuartal II-2024 juga membaik menjadi 52,44 persen dari sebelumnya 82,95 persen.
Sementara itu, sepanjang semester I-2024, Bank Raya telah meluncurkan berbagai produk yang menyasar pada segmen mikro dan kecil serta komunitas seperti QRIS Merchant untuk para pelaku usaha, dan Saku Bersama untuk mengakomodir kebutuhan transaksi keuangan komunitas.
Raya Apps juga semakin lengkap dengan hadirnya fitur Quick Access untuk transaksi QRIS. Fitur Quick Access dengan shortcut menu pada halaman login, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam pembayaran menggunakan QRIS di aplikasi Bank Raya yang tersedia pada halaman login.
Tidak hanya itu, Bank Raya juga terus mendorong perluasan champion product Bank Raya, Pinang Dana Talangan, untuk menjangkau market yang lebih luas.
Bukan hanya sekadar melayani pinjaman jangka pendek untuk mendukung produktivitas agen BRILink, tapi juga memperluas kolaborasi dengan ekosistem BRI Group seperti kolaborasi dengan Pegadaian untuk akses dana talangan bagi para agen gadai seluruh Indonesia.
Untuk mendukung perluasan jangkauan produk digital, Bank Raya terus mengoptimalkan potensi sinergi dengan ekosistem BRI dimulai dari pemanfaatan channel BRI seperti Tarik dan Setor Tunai di ATM BRI dan Agen BRILink, perluasan cakupan layanan diantaranya melalui kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo).
Di samping itu untuk menjangkau lebih banyak segmen UMKM, Bank Raya juga memperluas kolaborasi dengan ekosistem digital lainnya seperti misalnya fintech, komunitas pelaku usaha dan juga paguyuban kuliner melalui cluster unggulan Bank Raya.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan dengan adanya permintaan pasar yang tinggi terhadap produk perbankan digital, Bank Raya melihat kesempatan untuk berinovasi dengan semakin luas.
Maka kolaborasi menjadi pendongkrak untuk pertumbuhan bisnis agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan produk digital Bank Raya.
"Sehingga ke depan, kami akan terus memperluas dan memperdalam kolaborasi dengan sejumlah ekosistem dan komunitas," jelas Ketut, dalam keterangan resmi, Selasa (27/8).
Semakin Optimis dengan Pertumbuhan Kredit Digital yang Positif
Salah satu growth driver pertumbuhan bisnis digital Bank Raya adalah ekspansi Pinang Dana Talangan. Produk pinjaman digital Bank Raya yang ditujukan untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, pada kuartal II-2024 tercatat telah disalurkan sebanyak Rp 7,2 triliun atau tumbuh 58,9 persen (yoy) kepada kurang lebih 33 ribu agen BRILink dan Agen Pegadaian.
Untuk posisi kuartal II-2024 tercatat outstanding Pinang Dana Talangan mencapai Rp491 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 177,4 persen (yoy).
Selain itu, pertumbuhan juga tercatat pada Pinang Flexi, yang merupakan pinjaman multiguna untuk karyawan tetap sebesar 74,8 persen (yoy) atau outstanding tercatat mencapai Rp385 miliar.
Adapun outstanding ragam produk kredit digital Bank Raya lainnya, seperti Pinang Maxima, Pinang Performa dan Pinang Connect yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha nasabah Bank Raya tercatat mencapai Rp 564 miliar atau tumbuh 37,5 persen (yoy).
Hal ini menunjukkan bahwa Bank Raya secara aktif menyalurkan kredit kepada masyarakat untuk mendukung kebutuhan finansial dan pertumbuhan usaha mereka. Pertumbuhan tersebut juga diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga.
Pertumbuhan kredit digital diikuti dengan pertumbuhan simpanan digital. Pada kuartal II-2024, pertumbuhan Giro tumbuh sebesar 55,4 persen (yoy) menjadi Rp772 miliar, tabungan tumbuh 5,1 persen (yoy) atau menjadi Rp1,5 triliun dan deposito tumbuh 1,9 persen (yoy) menjadi Rp6,3 triliun.
Sedangkan pertumbuhan dana murah terus digenjot terutama dari pertumbuhan digital saving yang tumbuh sebesar 22,3 persen (yoy).
Pertumbuhan digital saving menunjukkan bahwa produk digital saving Bank Raya yang didukung dengan fitur yang mudah telah mampu menjawab kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi perbankan digital sehari-hari.
Pertumbuhan dana murah tersebut mendorong peningkatan rasio CASA Bank Raya pada kuartal II-2024 menjadi 26,8 persen dari sebelumnya pada 24 persen di kuartal II-2023.
Dengan pertumbuhan tersebut semakin memperkokoh kondisi likuiditas Bank Raya, hal ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Raya tercatat pada kuartal II-2024 sebesar 78,25 persen dari sebelumnya sebesar 73,77 persen pada kuartal II-2023.
Dari sisi permodalan, Perseroan masih memiliki modal yang kuat terlihat dari rasio Total CAR pada kuartal II-2024 sebesar 40,84 persen, yang mayoritas merupakan modal Tier 1 yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Perseroan kedepan.
“Kami berharap, Bank Raya dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, memudahkan transaksi harian nasabah, dan membantu lebih banyak pelaku usaha untuk terus maju dan produktif," tutup Bagus.
Bank Raya (AGRO) Ungkap Alasan Buyback Saham Rp 20 Miliar
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengungkap alasan dibalik aksi korporsi yang akan dilakukan perusahaan berupa pembelian Kembali atau buyback saham sebesar Rp 20 miliar. [306] url asal
#bank #emiten-agro #buyback #saham #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 27/08/24 12:57
v/14770366/
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengungkap alasan dibalik aksi korporsi yang dilakukan perusahaan berupa pembelian Kembali atau buyback saham sebesar Rp 20 miliar.
Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti S. Pertiwi menjelaskan, aksi korporasi itu sudah direstui investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ia optimistis prospek kinerja bank raya kedepannya akan terus membaik usai buyback.
“Sehingga ke depan kami optimis gitu bahwa Bank Raya ke depan akan terus memberikan nilai tambah kepada stakeholder,” kata Rustarti dalam konferensi pers Public Expose 2024 secara virtual, Selasa (27/8).
Ia menyebut hal itu terlihat dari kinerja perusahaan per Juni 2024 yang menunjukan perbaikan dan pertumbuhan positif sepanjang kuartal II 2024. Rustarti menjelaskan, setelah buyback saham, proses buyback ini akan dilakukan selama satu tahun ke depan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu buyback dapat dilaksanakan satu tahun setelah RUPS.
AGRO Ungkap Tujuan Buyback
Proses buyback yang direncanakan oleh Bank Rakyat Indonesia ini akan berlangsung hingga Agustus 2025 dengan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Saham-saham yang dibeli kembali dalam proses ini akan diberikan kepada karyawan dan manajemen sebagai bagian dari program kepemilikan saham.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan karyawan, diharapkan agar mereka lebih termotivasi untuk mencapai target perusahaan.
Rustarti menjelaskan bahwa meskipun buyback sedang dilakukan, ketentuan minimum kepemilikan saham publik, yang saat ini mencapai 13,5%, tidak akan terpengaruh.
Persentase ini tetap jauh di atas batas minimum yang diatur sebesar 7,5%, memastikan bahwa saham publik tetap berada pada tingkat yang stabil dan signifikan.
Rustarti juga menegaskan bahwa buyback ini tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan, termasuk total aset, ekuitas, laba bersih, maupun laba per saham. Sehingga, langkah ini diharapkan tidak mengganggu kinerja keuangan yang telah dipublikasikan.
“Tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan dan juga tidak akan ada dampak signifikan terhadap indikator keuangan perseroan,” jelasnya.
Bank Raya Catatkan Kinerja Positif di Kuartal II-2024
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan pertumbuhan positif untuk total kredit pada Kuartal II/2024 sebesar 12,1 persen (yoy) atau mencapai Rp6,8 triliun. [897] url asal
#bank-raya #kinerja #emiten-agro #kinerja-perusahaan #perbankan #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 25/07/24 16:19
v/12073125/
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan pertumbuhan positif untuk total kredit pada Kuartal II/2024 sebesar 12,1 persen (yoy) atau mencapai Rp6,8 triliun. Pertumbuhan tersebut turut menopang pertumbuhan total aset Bank Raya di kuartal II/2024 menjadi sebesar Rp13,1 triliun atau tumbuh 9,0 persen (yoy).
Komitmen Bank Raya untuk terus memperkuat bisnis digital juga ditunjukkan dengan penyaluran kredit digital selama Semester 1/2024 yang mencapai Rp8,1 triliun atau tumbuh 60,3 persen (yoy), sehingga mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 81,5 persen (yoy) mencapai Rp1,5 trilliun.
Pencapaian kinerja Bank Raya yang terus bertumbuh tercermin dari rasio profitabilitas dan efisiensi Bank Raya yang juga terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari perbaikan rasio NIM pada kuartal II/2024 menjadi 4,31 persen dari sebelumnya 3,53 persen.
Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) pada kuartal II/2024 yang membaik menjadi 52,44 persen dari sebelumnya 82,95 persen. Berkat profitabilitas yang membaik, Bank Raya berhasil membukukan laba bersih di kuartal II/2O24 sebesar Rp20 miliar dengan kenaikan 115,9 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan laba ini mencerminkan prospek kinerja perusahaan ke depan akan terus membaik, yang ditopang oleh kinerja yang solid melalui ekspansi bisnis, perbaikan kualitas aset, serta transformasi model bisnis dengan peralihan portofolio kredit ke digital.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan dalam kuartal kedua tahun 2024, Bank Raya terus membuktikan pertumbuhan kinerja yang positif.
”Kami terus berfokus untuk menjadi bank digital yang mampu memenuhi kebutuhan para nasabah melalui keunggulan produk kami untuk menghadirkan produk bank digital yang shorter, faster, smaller,” tutur dia, dalam keterangan resmi, Kamis (25/7).
Untuk itu, kata Bagus, Bank Raya terus melakukan eksplorasi ke sektor-sektor ekonomi dan segmen bisnis yang memiliki prospek yang menjanjikan untuk menumbuhkan bisnis digital.
Bagus menambahkan Bank Raya juga akan terus mendorong keunggulan Online to Offline (O2O) untuk semakin mempermudah akses nasabah melalui Community Branch yang tersebar di berbagai daerah.
”Ini yang akan dioptimalkan untuk eksplorasi potensi dalam pemberdayaan komunitas-komunitas guna mendorong pertumbuhan transaksi di Bank Raya,” ujarnya.
Adapun, salah satu growth driver pertumbuhan bisnis digital Bank Raya adalah ekspansi Pinang Dana Talangan. Ini merupakan salah satu produk pinjaman unggulan Bank Raya yang ditujukan untuk mendukung produktivitas Agen BRILink).
Pada semester 1/2024 tercatat telah disalurkan sebanyak Rp7,2 triliun atau tumbuh 58,9 persen (yoy) kepada kurang lebih 32 ribu agen BRILink dan Agen Pegadaian. Untuk posisi akhir kuartal 2/2024 tercatat outstanding Pinang Dana Talangan mencapai Rp490 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 177,4 persen (yoy).
Selain itu, juga tercatat pertumbuhan pada Pinang Flexi, yang merupakan pinjaman multiguna untuk karyawan tetap sebesar 89,7 persen (yoy) atau outstanding tercatat mencapai Rp372 miliar.
Adapun outstanding ragam produk kredit digital Bank Raya lainnya, seperti Pinang Maxima, Pinang Performa dan Pinang Connect yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha nasabah Bank Raya tercatat mencapai Rp570 miliar atau tumbuh 28,2 persen (yoy).
Hal ini menunjukkan bahwa Bank Raya secara aktif menyalurkan kredit kepada masyarakat untuk mendukung kebutuhan finansial dan pertumbuhan usaha mereka. Pertumbuhan tersebut juga diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga.
Di kuartal II/2024, Bank Raya berhasil memperbaiki Rasio NPL gross menjadi 4,14 persen dan NPL Net sebesar 1,80 persen dari sebelumnya pada Kuartal II/2023 Rasio NPL Gross tercatat sebesar 4,35 persen dan NPL Nett sebesar 1,75 persen.
Pertumbuhan kredit diikuti dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp8,7 triliun atau tumbuh 5,7 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 55,4 persen (yoy) menjadi Rp772 miliar, tabungan menjadi Rp1,5 triliun atau tumbuh 5,1 persen (yoy) dan deposito menjadi Rp6,3 triliun atau tumbuh 1,9 persen (yoy).
Pertumbuhan dana murah terus digenjot terutama dari pertumbuhan Digital Saving yang tumbuh sebesar 22,3 persen (yoy).
Pertumbuhan digital saving menunjukkan bahwa produk digital saving Bank Raya yang didukung dengan fitur yang mudah telah mampu menjawab kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi perbankan digital sehari-hari.
Pertumbuhan dana murah tersebut mendorong peningkatan rasio CASA Bank Raya pada kuartal II/2024 menjadi 26,8 persen dari sebelumnya pada 24,0 persen di kuartal II/2023.
Pertumbuhan dari sisi Kredit yang berhasil diimbangi dengan pertumbuhan dari sisi Dana Pihak Ketiga membuat kondisi likuiditas Bank Raya tetap terjaga, tercatat Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Raya pada kuartal II/2024 sebesar 78,25 persen dari sebelumnya sebesar 73,77 persen pada kuartal II/2023.
Dari sisi permodalan, Perseroan masih memiliki modal yang kuat terlihat dari rasio Total CAR pada kuartal II/2024 sebesar 40,84 persen, yang mayoritas merupakan modal Tier 1 yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Perseroan kedepan.
Semakin Perkuat Jangkauan ke Komunitas untuk Perluas Akses Perbankan Digital
Di kuartal II/2024 ini, Bank Raya juga aktif memperkenalkan beberapa produk dan fitur baru untuk mendukung komitmen Perseroan dalam menghasilkan produk perbankan digital yang berkualitas seperti Saku Bareng.
Disamping itu, langkah untuk mendorong penetrasi produk di berbagai komunitas juga dilakukan melalui program Cluster Unggulan yang merupakan program pemberdayaan komunitas pelaku usaha lokal yang memiliki potensi agar mereka dapat mengoptimalkan kemudahan digitalisasi perbankan guna mendukung perluasan usaha mereka.
Bagus menegaskan bahwa fungsi intermediasi yang baik tersebut membuktikan komitmen pertumbuhan bisnis digital berkelanjutan dan langkah yang sejalan dengan ekspansi bisnis digital ke depan.
Pencapaian-pencapaian tersebut semakin mengukuhkan roadmap Bank Raya bertransformasi menjadi bank digital yang tumbuh sehat dan tangguh, serta semakin mempercepat langkah Bank Raya menuju pertumbuhan berkelanjutan.