TANGERANG, KOMPAS.com - Polisi bernama Iptu Gunawan menyebut, banyak penghuni Asrama Polri Larangan yang menjadi korban aksi kejahatan ganjal ATM.
Korbannya lebih dari lima orang dengan nominal uang yang berbeda-beda.
"Kalau informasi dari masyarakat sekitar itu lebih dari lima (korbannya). Macam-macam nominalnya, dari yang saya dengar itu ada sampai Rp 118 juta, Rp 38 juta, Rp 20 juta dan lain-lain," ujar Gunawan saat ditemui di Asrama Polri Larangan, Ciledug, kota Tangerang, Rabu (30/10/2024).
Biasanya, kata dia, pada pagi hari, kondisi lingkungannya masih terlihat sepi dan tidak banyak aktivitas.
Sedangkan lokasi kejadian tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.
"Di situlah kadang-kadang saya ketika berangkat dinas suka merhatiin lingkungan sekitar dulu," sambung dia.
Sebelumnya, Gunawan menggagalkan aksi pelaku ganjal ATM di Jalan Gotong Royong, Ciledug, Kota Tangerang.
Kejadian itu bermula ketika dirinya hendak berangkat dinas di Binmas Polsek Pondok Aren. Saat itu, dia mencurigai sebuah motor Honda Beat yang diduga berpelat nomor bodong.
"Jadi pagi hari, saya melihat ada motor menggunakan pelat nomor R, Honda Beat menggunakan nomor palsu," jelas Gunawan.
Karena curiga, dia pun menghentikan kendaraannya dan melihat salah satu pelaku masuk ke ruang ATM.
"Ternyata ada laki-laki masuk ke ruang ATM. Dia mencoba untuk membantu seorang ibu yang sedang mengambil uang di ATM," kata dia.
Kata Gunawan, ibu tersebut juga tampak panik di dalam ruang ATM sehingga dia langsung mendatanginya.
"Saya langsung bertanya, 'ibu kenapa?'. 'Iya, Pak ini keganjal'. Terus saya tanya laki-laki itu 'kamu ngapain?', 'Enggak, Pak, saya cuma bantu'. 'Bantu apa? Ibu kenal enggak?'. 'Enggak'. 'Wah kamu, berarti kamu maling ya? Penjahat kamu?'. Saya bilang gitu," kata Gunawan menceritakan perbincangannya di ruang ATM itu.
Merasa yakin bahwa laki-laki itu pelaku kejahatan, dia langsung memitingnya. Namun, pelaku melawan dengan menusuk tangan Gunawan dengan pisau.
"Langsung saya melakukan pendorongan dan sempat melarikan diri karena sudah mengayunkan senjata tajam sehingga warga tidak ada yang berani," jelas dia.
Dalam kondisi terluka, Gunawan masih terus melakukan pengejaran hingga pelaku terjebak di lokasi buntu.
"Alhamdulillah dia mentok dan pada saat dia mau memanjat, langsung saya tarik hingga dia jatuh ke tong sehingga saya langsung mengamankan bersama warga," ucap dia.
Begitu pula dengan pisau milik pelaku yang langsung diambil oleh Gunawan agar tidak melakukan perlawanan lagi.
"Saya juga langsung mengamankan pisau yang dia bawa karena kondisinya memang panik dan di situlah pelaku sempat diamankan bersama dengan warga," imbuh dia.
Sedangkan dua pelaku lainnya kabur dengan sepeda motor.
"Kalau dari informasi warga pada saat saya mengamankan satu orang itu ada dua orang boncengan sepeda motor tapi langsung kabur," kata Gunawan.
"Mereka boncengan terus tiba-tiba langsung menghilang gitu aja," sambung dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebut, kasus tersebut tengah diselidiki oleh pihak kepolisian dari Polsek Ciledug.
Sedangkan pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan modus ganjal ATM dan juga membawa senjata tajam.
"Ancamannya di atas lima tahun penjara," kata Ade Ary.
Dalam beberapa tahun terakhir, penipuan bermodus layanan perbankan semakin marak. Terlebih karena perkembangan teknologi yang semakin maju, modus kejahatan pun semakin bervariasi.
Kita sebagai pengguna layanan perbankan harus selalu berhati-hati karena banyak modus kejahatan yang mungkin mengintai kita, baik melalui HP, ATM, maupun laptop.
Simak artikel ini untuk mengetahui 7 modus penipuan perbankan yang mungkin saat ini mengintai Anda. Dengan demikian, Anda bisa semakin mewaspadai agar tidak menjadi korbannya.
Macam-macam Penipuan Perbankan
Berikut ini beberapa macam modus penipuan perbankan yang harus kita waspadai:
1. Phishing
Dalam laporan Komisi Perdagangan Federal AS, Selasa (7/5/2024), phishing adalah salah satu modus penipuan perbankan yang sering ditemukan. Penjahat akan memanfaatkan email, pesan, atau panggilan palsu untuk mengelabui korban.
Dalam berbagai kasus, penjahat berpura-pura menjadi pegawai bank dan meminta nasabah memverifikasi informasi pribadi. Jika informasi rahasia diketahui penjahat, maka dapat digunakan untuk masuk ke akun Anda dan menghabiskan uang di rekening Anda.
Jika menerima email, pesan, atau telepon dari bank dan menanyakan informasi pribadi, maka hal ini kemungkinan adalah penipuan. Kunjungi website bank dan hubungi customer service resmi untuk memastikan legalitas orang yang menghubungi Anda.
2. Akun Palsu
Penjahat juga mungkin menggunakan modus penipuan perbankan dengan membuat akun palsu dengan identitas Anda. Penjahat biasanya sudah mencuri data pribadi sehingga bisa masuk ke rekening nasabah dan menguras saldo Anda.
Untuk mencegah hal ini terjadi, selalu gunakan multi-factor authentication, seperti kata sandi atau kode teks untuk masuk ke dalam rekening bank. Ganti password secara berkala agar mempersulit para penjahat melakukan aksinya.
3. Situs Bank Palsu
Sering kali penjahat membuat situs web palsu yang mirip dengan nama-nama bank terkenal. Anda mungkin terkecoh karena namanya mirip. Tapi setelah diklik, maka penjahat bisa meretas informasi pribadi untuk masuk ke akun bank Anda.
Untuk mencegahnya, detikers sebaiknya mencatat nama-nama situs resmi bank. Selain itu, kalian harus jeli ketika menerima pesan teks di HP atau iklan-iklan yang muncul.
Biasanya penjahat memberikan penawaran menarik dan meminta Anda untuk mengklik link. Biasanya mereka memakai situs gratisan seperti blogspot atau wordpress.
4. Aplikasi atau Ekstensi Berbahaya
Selain melalui situs web, penjahat juga bisa menggunakan aplikasi atau ekstensi browser yang berbahaya, Hal ini bisa terjadi ketika detikers mengunduh aplikasi dari pihak ketiga atau sumber ilegal.
Penjahat telah merancang aplikasi tersebut untuk meretas perangkat HP dan mengakses kata sandi ataupun informasi pribadi yang ada di dalam ponsel. Untuk mencegahnya, pastikan mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan terpercaya.
Selain itu, ketika menyetujui persyaratan aplikasi atau ekstensi baru, bacalah ketentuannya dengan lengkap. Jika dirasa ada hal mencurigakan, segera hapus aplikasi karena mungkin berbahaya.
5. Ganjal ATM dan Pasang Stiker Bank
Dikutip dari buku Waspadalah! (Modus-modus Penipuan & Perampokan di Sekitar Kita) oleh Abdillah Firmanzah Hasan, modus penipuan perbankan lainnya adalah dengan menggunakan modus ATM tertelan.
Penjahat biasanya memasang ganjal di mesin ATM agar kartu Anda tertelan. Penjahat juga sudah memasang stiker berisi nomor kontak palsu namun desainnya dibuat mirip aslinya.
Korban yang ATM-nya tertelan akan menghubungi nomor telepon penjahat, kemudian diarahkan untuk memberikan informasi pribadinya. Penjahat akan dengan mudah membobol kartu ATM dan menguras uang Anda.
Modus seperti ini biasanya dilakukan di daerah terpencil. Untuk mencegahnya, selalu catat nomor call center resmi bank Anda.
6. Modus Penipuan Transfer Nyasar
Dilansir dari situs BNI dan Seabank, transfer nyasar mungkin adalah modus penipuan pinjol. Penjahat mungkin sudah memegang data pribadi Anda untuk mengajukan utang di pinjol.
Saat pinjaman sukses dicairkan, uang akan dikirimkan ke nomor rekening Anda. Penjahat kemudian akan menghubungimu dan mengatakan telah melakukan salah transfer ke nomor rekeningmu.
Anda akan diminta mengembalikan uang yang disebut nyasar tersebut. Setelahnya, Anda akan menanggung utang yang diajukan penjahat tersebut.
Jika menerima uang nyasar, sebaiknya melaporkan kejadian tersebut ke kantor bank Anda atau bisa juga ke kantor polisi. Jangan pernah mengembalikan uang transfer nyasar sendiri.
7. Undian dan Investasi Bodong
Modus penipuan terakhir adalah penipu akan menyebarkan informasi bahwa Anda memenangkan undian dengan hadiah tertentu. Penipu akan meminta korban membayarkan biaya administrasi atau pajak.
Modus serupa ialah penipu menawarkan investasi bodong dengan keuntungan menggiurkan, namun sebenarnya dapat kita perkirakan besar keuntungan ini tidak wajar. Detikers jangan mudah tergiur keuntungan yang besar, dan jangan mudah mengirimkan uang kepada orang lain.
Nah, itulah 7 modus penipuan perbankan yang bisa mengintai kita setiap saat. Sampaikan juga kepada keluarga agar tidak menjadi korban.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga dari empat pelaku ganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di minimarket Pademangan Timur, Jakarta Utara, sudah dua kali beraksi.
"Sebelumnya pernah juga, jadi saya merhatiin orangnya," ucap kepala minimarket bernama Cucun saat diwawancarai, Jumat (19/7/2024).
Saat pertama kali mengganjal ATM, perbuatan para pelaku tidak ketahuan.
Kepala minimarket tersebut baru sadar ada aksi ganjal ATM di tempatnya bekerja usai salah satu korban bertanya kepadanya.
"Pas dia ngeganjal ATM, ada korban di belakang. Korban itu balik lagi ke sini (minimarket) dia nanya, 'Mbak, ATM saya tadi yang ketelan tahu enggak ya?'. Saya jawab, 'kenapa pak?'. Dia bilang, 'duit saya ilang sekitar Rp 30 juta'," terang Cucun.
Dari situ, Cucun berusaha mengingat ciri-ciri pelaku untuk berjaga-jaga ketika datang kembali ke minimarket.
Benar saja, pelaku itu berusaha kembali melancarkan aksinya di tempat kerja Cucun.
Cucun pun meminta bawahannya untuk selalu mengawasi gerak-gerik pelaku.
"Saya ngasih tahu pramuniaga saya, 'tolong lihatin baju putih yang kotak-kotak, kayaknya dulu pernah ke sini ganjal ATM'. Terus diperhatiin," ujar Cucun.
Benar saja, pelaku tersebut berusaha melancarkan aksinya kembali dengan mengganjal ATM.
Bawahan Cucun bernama Marcel pun langsung meneriaki pelaku. Saat diteriaki, ketiga pelaku langsung kabur dengan mobil sewaan.
"Kalau tadi pagi belum sempat karena keburu diteriakin. Di ATM juga ramai, jadi belum sempat mengambil," ungkap Cucun.
Marcel berusaha mengejar para pelaku dan memukul kaca mobilnya, tetapi tak pecah.
Tukang aksesoris bernama Solihin yang mangkal di depan minimarket tersebut pun ikut membantu Marcel dengan meneriaki pelaku.
"Saya teriakin maling, baru ramai," kata Solihin.
Kemudian, mobil para pelaku terhalang mobil lain di depannya sehingga tidak bisa melarikan diri.
Warga pun berdatangan dan ikut menangkap tiga pelaku, sementara satunya berhasil melarikan diri.
Petugas Indomaret pun langsung membawa para pelaku ke Polsek Pademangan dan membuat laporan.