#30 tag 24jam
Keamanan Finansial di Era Digital, Lebih dari Sekadar Punya Tabungan dan Investasi
Keamanan finansial di era digital tidak lagi sekadar punya tabungan dan investasi. Konsepnya lebih dari itu. Simak artikel berikut untuk mengetahuinya Halaman all [722] url asal
#phising #phishing #link-palsu #keamanan-siber #layanan-keuangan #layanan-keuangan-digital #dompet-digital #dana #lembaga-keuangan
(Kompas.com) 29/10/24 14:25
v/17153285/
KOMPAS.com - Di era digital, konsep keamanan finansial mengalami perluasan makna. Tidak hanya tentang punya tabungan cukup atau investasi menguntungkan, konsep tersebut juga mencakup kemampuan seseorang untuk melindungi aset keuangannya dari berbagai ancaman kejahatan siber (cyber crime).
Salah satu kejahatan siber yang perlu diwaspadai adalah phishing. Pelakunya umumnya menyamar sebagai institusi tepercaya untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti data login atau nomor kartu kredit.
Modus itu sering dilakukan melalui tautan (link) palsu yang dikirim lewat WhatsApp atau email, seolah-olah berasal dari lembaga resmi.
Ketika korban memasukkan data pada halaman palsu yang menyerupai situs asli, informasi tersebut dicuri dan digunakan untuk tindakan kriminal. Dengan data ini, pelaku juga dapat mengambil alih akun korban dan melakukan tindakan merugikan lainnya.
Menurut laporan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) yang dikutip dari Kompas.id, Senin (15/4/2023), terdapat 69.117 laporan phishing berupa domain .id dari 2018 hingga triwulan I-2023.
Khusus triwulan I 2023, jumlah laporan yang masuk mencapai 26.675 atau meningkat 220 persen dari triwulan IV 2022. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam upaya phishing di Indonesia.
Kerugian akibat phishing
Mudah untuk memahami seberapa besar risiko phishing terhadap keamanan keuangan melalui berbagai pemberitaan media massa. Salah satu kasus yang menimpa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung, Bali, I Wayan Misna (56), menjadi contoh nyata.
Dikutip dari Kompas TV, Jumat (3/2/2023), Wayan menjadi korban dan kehilangan uang sebesar Rp 654 juta dari rekeningnya.
Kejadian itu bermula ketika ia mengeklik tautan palsu di Facebook yang mengaku berasal dari bank tempat ia menyimpan uangnya. Tautan tersebut membawa Wayan ke situs palsu yang menirukan tampilan situs resmi bank sehingga ia tanpa sadar memberikan data login yang digunakan pelaku untuk menguras rekeningnya.
Phishing tidak hanya berdampak pada kerugian finansial langsung, seperti yang dialami oleh anggota DPRD tersebut, tetapi juga membawa konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan mental dan fisik korban.
Dikutip dari Mind Body Green, Kamis (21/3/2024), stres yang ditimbulkan oleh masalah keuangan, termasuk dari penipuan online seperti phishing, terbukti dapat mempercepat penuaan, menurunkan fungsi kognitif, dan meningkatkan kadar protein peradangan dalam tubuh.
Melihat besarnya dampak ancaman siber terhadap keamanan finansial dan kesehatan, penyedia layanan keuangan digital DANA turut ambil bagian dalam upaya edukasi dan perlindungan pengguna.
Melalui campaign #AwasJebakanBadman, DANA mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan nama besar perusahaan.
dok. DANA Agar terhindar dari modus link palsu pemulihan akun DANA, pengguna dapat melakukan monitor, konfirmasi, dan lapor.DANA menerapkan prinsip “Monitor”, “Konfirmasi”, dan “Lapor” sebagai langkah pencegahan yang komprehensif.
Prinsip “Monitor” sendiri mengajak pengguna untuk selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan yang menghubungi mereka. Misalnya, pesan yang mengaku dari DANA tentang pembekuan akun.
Dalam kondisi itu, jika ada yang menghubungi dan berkata bahwa akun DANA sedang dibekukan, sebaiknya jangan langsung panik. Buka akun DANA dan cek terlebih dahulu apakah akun dibekukan atau tidak.
Lalu, “Konfirmasi” mendorong pengguna untuk memverifikasi setiap aktivitas mencurigakan melalui fitur “DANA Protection”. Pengguna dapat memeriksa keaslian link, nomor telepon, atau akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Sementara, prinsip “Lapor” memfasilitasi pengguna untuk melaporkan oknum mencurigakan melalui fitur “Lapor via Aduan Nomor” di DANA Protection. Laporan akan diteruskan ke layanan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk ditindaklanjuti.
Untuk meningkatkan keamanan pengguna, DANA menyediakan beberapa tip penting.
- Jangan pernah mengunduh atau menginstal aplikasi DANA dari tautan yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp atau Telegram.
- Jika memang benar akun Anda bermasalah, jangan mengeklik tautan atau memberikan informasi apa pun kepada pihak yang menghubungi Anda. Segera blokir dan laporkan nomor tersebut.
- Untuk bantuan, hubungi DANA Customer Care melalui DIANA (asisten virtual DANA), e-mail resmi help@dana.id, atau call center 1500 445 .
- Perlu diingat, DANA tidak memiliki layanan customer care melalui WhatsApp atau Telegram.
- Untuk memastikan keaslian informasi di media sosial, cek apakah akun DANA memiliki tanda centang biru. Jangan terkecoh dengan akun-akun serupa yang tidak terverifikasi.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah semakin banyaknya domain phishing yang menggunakan protokol “HTTPS”. Padahal, protokol ini sering dianggap sebagai indikator keamanan sebuah situs web. Berdasarkan laporan IDADX, pada triwulan I-2023, sebanyak 99 persen domain phishing menggunakan protokol tersebut.
Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan memanfaatkan fitur keamanan yang disediakan oleh penyedia layanan seperti DANA, keamanan finansial di era digital dapat dicapai.
Ingat, keamanan finansial lebih dari sekadar punya tabungan dan investasi, tapi juga kemampuan melindungi aset dari ancaman kejahatan siber! Yuk, bertransaksi dengan aman pakai DANA.
Pedang Bermata 2, AI Juga Picu Serangan Siber Generasi Baru
Terlepas dari upaya ini, kesenjangan antara kebijakan dan kesiapsiagaan tetap ada. [488] url asal
#cyber-security #survey #keeper-security #phishing #smishing
(MedCom) 29/10/24 13:18
v/17153548/
Jakarta: Munculnya dan kemajuan berkelanjutan dari Kecerdasan Buatan (AI) mengubah keamanan siber, memperkenalkan kompleksitas baru dalam deteksi dan respons ancaman. Penelitian baru dari Keeper Security menunjukkan bahwa meskipun organisasi menerapkan kebijakan terkait AI, masih ada kesenjangan penting dalam kesiapan secara keseluruhan.Survei Keeper menyoroti bahwa 84% pemimpin TI dan keamanan menemukan alat yang didukung AI telah membuat serangan phishing dan smishing – yang sudah menjadi ancaman kritis – semakin sulit dideteksi. Sebagai tanggapan, 81% organisasi telah menerapkan kebijakan penggunaan AI untuk karyawan. Kepercayaan pada kebijakan ini juga tinggi, dengan 77% pemimpin menyatakan bahwa mereka sangat atau sangat akrab dengan praktik terbaik untuk keamanan AI.
Terlepas dari upaya ini, kesenjangan antara kebijakan dan kesiapsiagaan tetap ada. Laporan Ancaman Data Teratas 2024 Keeper mengungkapkan bahwa 51% pemimpin keamanan mengidentifikasi serangan bertenaga AI sebagai ancaman paling serius yang dihadapi organisasi mereka, dan 35% merasa organisasi mereka paling tidak siap untuk memerangi serangan ini, dibandingkan dengan jenis ancaman siber lainnya.
Untuk mengatasi tantangan yang muncul ini, organisasi berfokus pada beberapa strategi utama:
Enkripsi Data: Ini adalah ukuran yang paling banyak diadopsi, dengan 51% pemimpin TI memasukkannya ke dalam strategi keamanan mereka. Enkripsi membantu melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak sah, yang sangat penting dalam mempertahankan diri dari serangan yang digerakkan oleh AI.
Pelatihan dan Kesadaran Karyawan: Diakui sebagai prioritas tinggi, 45% organisasi berfokus pada peningkatan program pelatihan mereka untuk mempersiapkan karyawan dengan lebih baik menghadapi lanskap ancaman yang terus berkembang. Pelatihan yang efektif dapat membantu karyawan mengenali dan merespons upaya phishing dan smishing yang didukung AI.
Sistem Deteksi Ancaman Tingkat Lanjut: Dengan 41% organisasi berinvestasi dalam sistem ini, ada penekanan yang jelas pada peningkatan kemampuan untuk mendeteksi dan merespons ancaman canggih yang digerakkan oleh AI. Solusi deteksi ancaman tingkat lanjut dapat memberikan peringatan dini dan mengurangi potensi kerusakan dari serangan ini.
Munculnya serangan siber yang digerakkan oleh AI menghadirkan tantangan baru, tetapi praktik keamanan siber mendasar – seperti enkripsi data, pelatihan karyawan, dan deteksi ancaman tingkat lanjut – tetap penting. Organisasi harus memastikan langkah-langkah dasar ini diperbarui dan disesuaikan secara konsisten untuk memenuhi ancaman yang muncul.
Selain dasar-dasar ini, mengadopsi kerangka kerja keamanan canggih seperti zero trust dan menerapkan solusi Privileged Access Management (PAM) sepertiPenjagaPAMdapat meningkatkan ketahanan secara signifikan.
Zero trust memastikan bahwa setiap pengguna, perangkat, dan aplikasi terus diverifikasi sebelum mengakses sistem penting, meminimalkan risiko akses yang tidak sah dan membatasi radius ledakan jika serangan terjadi. PAM membantu mengamankan akun organisasi yang paling sensitif dengan mengontrol, memantau, dan mengaudit akses istimewa, yang sangat penting dalam mempertahankan diri dari serangan canggih berbasis AI yang menargetkan kredensial tingkat tinggi.
Organisasi juga harus tetap proaktif dengan meninjau kebijakan keamanan secara teratur, melakukan audit rutin, dan menumbuhkan budaya kesadaran keamanan siber. Sementara organisasi membuat kemajuan, keamanan siber adalah bidang yang terus berkembang yang membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan.
Menggabungkan praktik mendasar dengan pendekatan modern seperti zero trust dan PAM akan membantu organisasi tetap berada di depan ancaman yang didukung AI yang berkembang.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Anti Scam Center Pusaka Belum Rilis, Ini 3 Tip Aman Hindari Phishing
Lewat campaign #AwasJebakanBadman, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor Halaman all [537] url asal
#phishing #ojk #kejahatan-siber #dompet-digital #dana
(Kompas.com) 22/10/24 14:02
v/16831310/
KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi pembentukan anti-scam center bernama pusat penanganan penipuan transaksi keuangan (Pusaka).
Anti-scam center dibentuk dalam rangka semakin meningkatkan perlindungan konsumen dan masyarakat terhadap kejahatan siber.
Sebagai one-stop solution, Pusaka dapat mempercepat aduan kejahatan di sektor keuangan. Pasalnya, layanan ini melibatkan 16 kementerian dan lembaga, termasuk kepolisian, yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti).
Pusaka sendiri semula ditargetkan meluncur pada Agustus 2024. Namun, kini layanan itu masih dalam tahap penyempurnaan dan diharapkan selesai pada akhir 2024.
Pusaka diuji coba bersama dengan 15 bank, 3 sistem pembayaran, dan 3 marketplace di lingkungan OJK.
Meski layanan Pusaka belum rilis, sejumlah penyedia jasa keuangan juga terus berinovasi untuk menghindari kejahatan siber, termasuk phishing. Inovasi ini juga dihadirkan oleh DANA lewat campaign #AwasJebakanBadman.
Serangan phishing sendiri menargetkan pengguna DANA karena ada oknum tidak bertanggung jawab yang mengirim link palsu pemulihan akun DANA.
Modus operandi penipuan itu biasanya diawali dengan pesan yang mengaku dari pihak DANA. Penipu akan menginformasikan bahwa akun DANA korban sedang dibekukan dan memerlukan pemulihan segera. Mereka kemudian akan mengirimkan tautan yang diklaim sebagai link pemulihan akun.
Lewat campaign #AwasJebakanBadman, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor jika mencurigai adanya tindak penipuan mengatasnamakan DANA.
dok. DANA Agar terhindar dari modus link palsu pemulihan akun DANA, pengguna dapat melakukan monitor, konfirmasi, dan lapor.Pertama, monitor. Jika menerima link pemulihan akun DANA oleh oknum mencurigakan, jangan panik, apalagi langsung mengeklik link-nya. Cek terlebih dahulu apakah benar akun DANA Anda dibekukan atau tidak. Jika tidak, abaikan atau laporkan saja chat tersebut.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link yang diterima berasal dari sumber tepercaya, Anda bisa memeriksanya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Selain mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link yang dikirim oknum mencurigakan terbukti palsu, Anda dapat melaporkannya melalui DANA Protection. Laporan bisa dibuat melalui fitur Lapor via Aduan Nomor.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga pengguna DANA lain.
Selain tiga langkah tersebut, DANA juga membagikan sejumlah tip agar pengguna tidak mudah terjebak dalam modus penipuan.
- Jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
- Jangan langsung percaya jika ada yang mengatakan jika akun DANA Anda dibekukan.
- Tetap tenang dan segera cek apakah akun DANA Anda benar dibekukan.
- Jika benar, jangan klik linkdan berikan informasi apa pun ke pihak tersebut.
- Segera blokir dan laporkan nomor tersebut ke DANA Customer Care melalui DIANA atau melalui e-mailresmi help@dana.id dan call center 1500 445
Perlu diketahui, DANA tidak memiliki layanan customer care melalui WhatsApp ataupun Telegram. Selain itu, akun resmi media sosial DANA juga hanya yang bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh akun serupa.
Anda harus selalu ingat, jika akun DANA Anda benar dibekukan, langsung saja lapor ke DIANA, call center, atau e-mail resmi DANA.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia. Yuk, transaksi aman pakai DANA!
7 Modus Penipuan Perbankan yang Mengintai Kita
7 modus penipuan perbankan berikut ini mungkin sedang mengintai kita. Kenali dan waspadai agar kita tidak jadi korbannya. [956] url asal
#phishing #penipuan #bank #modus-atm #situs #pinjol #seabank #kejahatan #penipuan-perbankan #ganjal-atm #komisi-perdagangan-federal-as #polisi #6-modus-penipuan-transfer-nyasar-dilansir #penipu #modus #modus-penipua
(detikFinance) 21/10/24 20:47
v/16799820/
Dalam beberapa tahun terakhir, penipuan bermodus layanan perbankan semakin marak. Terlebih karena perkembangan teknologi yang semakin maju, modus kejahatan pun semakin bervariasi.
Kita sebagai pengguna layanan perbankan harus selalu berhati-hati karena banyak modus kejahatan yang mungkin mengintai kita, baik melalui HP, ATM, maupun laptop.
Simak artikel ini untuk mengetahui 7 modus penipuan perbankan yang mungkin saat ini mengintai Anda. Dengan demikian, Anda bisa semakin mewaspadai agar tidak menjadi korbannya.
Macam-macam Penipuan Perbankan
Berikut ini beberapa macam modus penipuan perbankan yang harus kita waspadai:
1. Phishing
Dalam laporan Komisi Perdagangan Federal AS, Selasa (7/5/2024), phishing adalah salah satu modus penipuan perbankan yang sering ditemukan. Penjahat akan memanfaatkan email, pesan, atau panggilan palsu untuk mengelabui korban.
Dalam berbagai kasus, penjahat berpura-pura menjadi pegawai bank dan meminta nasabah memverifikasi informasi pribadi. Jika informasi rahasia diketahui penjahat, maka dapat digunakan untuk masuk ke akun Anda dan menghabiskan uang di rekening Anda.
Jika menerima email, pesan, atau telepon dari bank dan menanyakan informasi pribadi, maka hal ini kemungkinan adalah penipuan. Kunjungi website bank dan hubungi customer service resmi untuk memastikan legalitas orang yang menghubungi Anda.
2. Akun Palsu
Penjahat juga mungkin menggunakan modus penipuan perbankan dengan membuat akun palsu dengan identitas Anda. Penjahat biasanya sudah mencuri data pribadi sehingga bisa masuk ke rekening nasabah dan menguras saldo Anda.
Untuk mencegah hal ini terjadi, selalu gunakan multi-factor authentication, seperti kata sandi atau kode teks untuk masuk ke dalam rekening bank. Ganti password secara berkala agar mempersulit para penjahat melakukan aksinya.
3. Situs Bank Palsu
Sering kali penjahat membuat situs web palsu yang mirip dengan nama-nama bank terkenal. Anda mungkin terkecoh karena namanya mirip. Tapi setelah diklik, maka penjahat bisa meretas informasi pribadi untuk masuk ke akun bank Anda.
Untuk mencegahnya, detikers sebaiknya mencatat nama-nama situs resmi bank. Selain itu, kalian harus jeli ketika menerima pesan teks di HP atau iklan-iklan yang muncul.
Biasanya penjahat memberikan penawaran menarik dan meminta Anda untuk mengklik link. Biasanya mereka memakai situs gratisan seperti blogspot atau wordpress.
4. Aplikasi atau Ekstensi Berbahaya
Selain melalui situs web, penjahat juga bisa menggunakan aplikasi atau ekstensi browser yang berbahaya, Hal ini bisa terjadi ketika detikers mengunduh aplikasi dari pihak ketiga atau sumber ilegal.
Penjahat telah merancang aplikasi tersebut untuk meretas perangkat HP dan mengakses kata sandi ataupun informasi pribadi yang ada di dalam ponsel. Untuk mencegahnya, pastikan mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan terpercaya.
Selain itu, ketika menyetujui persyaratan aplikasi atau ekstensi baru, bacalah ketentuannya dengan lengkap. Jika dirasa ada hal mencurigakan, segera hapus aplikasi karena mungkin berbahaya.
5. Ganjal ATM dan Pasang Stiker Bank
Dikutip dari buku Waspadalah! (Modus-modus Penipuan & Perampokan di Sekitar Kita) oleh Abdillah Firmanzah Hasan, modus penipuan perbankan lainnya adalah dengan menggunakan modus ATM tertelan.
Penjahat biasanya memasang ganjal di mesin ATM agar kartu Anda tertelan. Penjahat juga sudah memasang stiker berisi nomor kontak palsu namun desainnya dibuat mirip aslinya.
Korban yang ATM-nya tertelan akan menghubungi nomor telepon penjahat, kemudian diarahkan untuk memberikan informasi pribadinya. Penjahat akan dengan mudah membobol kartu ATM dan menguras uang Anda.
Modus seperti ini biasanya dilakukan di daerah terpencil. Untuk mencegahnya, selalu catat nomor call center resmi bank Anda.
6. Modus Penipuan Transfer Nyasar
Dilansir dari situs BNI dan Seabank, transfer nyasar mungkin adalah modus penipuan pinjol. Penjahat mungkin sudah memegang data pribadi Anda untuk mengajukan utang di pinjol.
Saat pinjaman sukses dicairkan, uang akan dikirimkan ke nomor rekening Anda. Penjahat kemudian akan menghubungimu dan mengatakan telah melakukan salah transfer ke nomor rekeningmu.
Anda akan diminta mengembalikan uang yang disebut nyasar tersebut. Setelahnya, Anda akan menanggung utang yang diajukan penjahat tersebut.
Jika menerima uang nyasar, sebaiknya melaporkan kejadian tersebut ke kantor bank Anda atau bisa juga ke kantor polisi. Jangan pernah mengembalikan uang transfer nyasar sendiri.
7. Undian dan Investasi Bodong
Modus penipuan terakhir adalah penipu akan menyebarkan informasi bahwa Anda memenangkan undian dengan hadiah tertentu. Penipu akan meminta korban membayarkan biaya administrasi atau pajak.
Modus serupa ialah penipu menawarkan investasi bodong dengan keuntungan menggiurkan, namun sebenarnya dapat kita perkirakan besar keuntungan ini tidak wajar. Detikers jangan mudah tergiur keuntungan yang besar, dan jangan mudah mengirimkan uang kepada orang lain.
Nah, itulah 7 modus penipuan perbankan yang bisa mengintai kita setiap saat. Sampaikan juga kepada keluarga agar tidak menjadi korban.
(bai/row)
US$35 Juta Raib Digondol Pelaku Phishing Kripto
Pencurian US$35 juta melalui phishing kripto menunjukkan celah keamanan serius di dunia Ethereum dan risiko bagi para investor. [515] url asal
#ethereum #hack #phishing #phishing-kripto
(BlockChain-Media) 11/10/24 22:54
v/16329789/
Dunia kripto kembali dihebohkan dengan kasus pencurian aset digital bernilai fantastis. Serangan phishing kripto ini pertama kali terdeteksi oleh Scam Sniffer dan korban mengalami kerugian yang cukup besar.
“Seseorang kehilangan 15.079 fwDETH (US$35 juta) setelah menandatangani tanda tangan digital phishing,” tulisnya di X.

Mereka mengungkapkan bahwa korban terjebak saat memberikan izin tanda tangan, yang pada akhirnya membuka akses bagi pelaku ke dompet digitalnya.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi, tetapi jumlah aset yang hilang menjadikannya salah satu kasus terbesar yang pernah dilaporkan dalam pasar kripto.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para investor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam hal keamanan dan otorisasi transaksi.
KorbanPhishingAlami Kerugian US$35 JutaKerugian besar yang dialami oleh korban, yang diketahui menggunakan alamat dompet. Setelah korban memberikan tanda tangan phishing kripto, aset digital miliknya segera dipindahkan ke dompet milik.
Selain itu, dalam beberapa waktu sebelumnya, terjadi kasus serupa di mana seorang pengguna kehilangan aset bernilai US$2,47 juta dalam bentuk Aave Ethereum sDAI akibat skema yang serupa.
Dalam kasus tersebut, korban juga terjebak oleh tanda tangan phishing yang sama berbahayanya. Kasus ini menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan memiliki berbagai teknik yang digunakan untuk menipu dan mengakses aset tanpa izin.
Kedua insiden ini menyoroti betapa rentannya sistem keamanan kripto terhadap serangan phishing. Pelaku kejahatan hanya memerlukan satu langkah sederhana, yakni memperoleh tanda tangan digital dari korban.
Dengan memperoleh tanda tangan ini, mereka mampu memanfaatkan celah otorisasi untuk mentransfer aset kripto korban ke dompet mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman serangan phishing kripto bukanlah masalah sepele.
CREATE2: Celah Masuk Bagi HackerDalam kasus pencurian US$35 juta ini, pelaku kejahatan berhasil memanfaatkan fitur CREATE2 yang ada pada jaringan Ethereum untuk menciptakan alamat smart contract secara prediktif dan melakukan aksi jahat tanpa terdeteksi.
Fitur ini memungkinkan prediksi alamat smart contract di masa depan, yang dalam kondisi normal digunakan oleh pengembang untuk berbagai keperluan. CREATE2 sering dimanfaatkan oleh platform seperti Uniswap dalam membuat kontrak Pair yang diperlukan dalam transaksi di bursa desentralisasi.
Pelaku dapat memanfaatkan CREATE2 untuk menghasilkan alamat kontrak sementara yang hanya berlaku setelah korban memberikan izin melalui tanda tangan digital.
Setelah tanda tangan phishing kripto diperoleh, pelaku hanya membutuhkan waktu singkat untuk meluncurkan smart contract di alamat yang sudah diprediksi dan langsung mentransfer aset korban.
Dengan menggunakan CREATE2, pelaku dapat menyembunyikan niat jahat mereka dengan cara yang sulit dideteksi. Aset korban dipindahkan begitu cepat sehingga sistem keamanan tidak memiliki waktu untuk memberikan peringatan.
Risiko seperti ini sering kali luput dari perhatian investor kripto yang tidak atau belum memahami sepenuhnya kompleksitas sistem kontrak di jaringan blockchain Ethereum.
Meningkatkan Kesadaran akan Risiko Keamanan KriptoKasus pencurian dengan metode phishing kripto ini memperlihatkan bahwa keamanan di dunia kripto membutuhkan perhatian lebih serius. Serangan phishing, yang memanfaatkan fitur seperti CREATE2, memberikan ancaman nyata bagi para pengguna.
Kejadian ini juga menyoroti perlunya edukasi yang lebih mendalam bagi para pengguna kripto mengenai metode perlindungan yang efektif. Mereka harus memahami bahwa dalam dunia kripto, risiko kehilangan aset dapat terjadi dalam sekejap.
Kehati-hatian dan kewaspadaan ekstra menjadi hal yang mutlak. Sistem keamanan digital harus selalu diperbarui, dan pengguna harus terus mengedukasi diri agar menghindari terkena phishing kripto. [dp]
Phishing Kripto Kembali Makan Korban, Kerugian Capai US$2,47 Juta
Korban kehilangan US$2,47 juta dalam bentuk Aave Ethereum sDAI akibat phishing kripto, pelaku gunakan celah CREATE2 untuk lewati keamanan. [288] url asal
#pencurian-kripto #phishing #phishing-kripto #smart-contract
(BlockChain-Media) 10/10/24 22:18
v/16270311/
Serangan phishing kripto kembali memakan korban. Scam Sniffer, merupakan pihak pertama yang mendeteksi transaksi tersebut, mengungkapkan bahwa korban terjebak dalam proses otorisasi izin, sehingga mereka kehilangan aset yang dimiliki.
“Seseorang kehilangan aset senilai US$2,47 juta dalam bentuk Aave Ethereum sDAI setelah menandatangani tanda tangan phishing,” tulisnya di X.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang bahaya yang terus mengancam investor kripto, terutama terkait kelemahan pada sistem keamanan.
PelakuPhishingKripto Manfaatkan CelahCREATE2Dengan nilai kerugian mencapai US$2,47 juta, pelaku phishing kripto berhasil mencuri aset kripto korban dengan memanfaatkan celah dalam mekanisme keamanan dompet kripto.
Serangan tersebut memanfaatkan fitur CREATE2, sebuah opcode di jaringan Ethereum yang memungkinkan seseorang untuk memprediksi alamat smart contract sebelum kontrak tersebut diluncurkan di blockchain.
CREATE2 sejatinya adalah fitur yang bermanfaat dalam jaringan Ethereum. Fitur ini sering digunakan oleh platform terkemuka seperti Uniswap untuk membuat kontrak Pair, yang diperlukan dalam transaksi di bursa desentralisasi.
Scam Sniffer menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan tersebut telah memutarbalikkan fungsinya untuk tujuan yang merugikan.
“Dengan CREATE2, pelaku dapat dengan mudah menghasilkan alamat baru sementara untuk setiap tanda tangan jahat. Setelah korban menandatangani tanda tangan tersebut, pelaku membuat kontrak di alamat tersebut dan mentransfer aset pengguna. Motivasinya adalah untuk menghindari pemeriksaan keamanan dompet,” jelasnya.

Meskipun jumlah korban menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, nilai kerugian melonjak tajam, menunjukkan bahwa serangan kini lebih terfokus pada pengguna yang memiliki aset bernilai besar.
Para pelaku kejahatan dunia maya tidak hanya terus mengembangkan teknik baru, tetapi juga semakin cepat dan lebih cerdik dalam mengeksploitasi celah keamanan. Dalam menghadapi ancaman ini, investor kripto diharapkan lebih berhati-hati dan waspada dalam setiap interaksi mereka di ruang digital.
Phishing kripto mungkin terus berkembang, tetapi tindakan pencegahan yang tepat dan cepat dapat mengurangi risiko serta menghindari kerugian lebih besar. [dp]
Peretas Kembali Berulah, Kini Situs Lego Jadi Sasaran Kripto Scam
Peretas targetkan Situs Lego untuk mempromosikan kripto scam bernama LEGO Coin, menipu pengguna dengan tautan phishing. [183] url asal
(BlockChain-Media) 06/10/24 14:02
v/16062449/
Situs resmi Lego baru-baru ini mengalami peretasan yang mempromosikan kripto scam dengan menggunakan token palsu yang bernama LEGO.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar Lego dan pelanggannya, meskipun promosi palsu tersebut hanya bertahan singkat sebelum pihaknya berhasil mengendalikan situasi.
Kejadian ini menyoroti meningkatnya ancaman keamanan digital, terutama terkait dengan crypto scam yang semakin menyasar perusahaan besar.
Mempromosikan Token Lego PalsuInsiden ini pertama kali terungkap pada 5 Oktober, ketika ZTBricks, salah satu penggemar Lego, menemukan adanya promosi kripto scam di situs mereka.
“Seseorang membuka situs kalian dan mengubah halaman utamanya! Halaman tersebut mengarah ke situs kripto ke akun yang hampir pasti bukan milik Anda!” tulisnya di X.
Pesan tersebut menawarkan hadiah rahasia bagi siapa saja yang membeli LEGO. Tentu saja, promosi ini hanyalah tipuan. Para pengguna yang mengklik tombol “Beli Sekarang” di bawah pesan tersebut diarahkan ke situs phishing, yang diduga dikelola oleh peretas.

Dalam era di mana transaksi kripto semakin umum, penting bagi pengguna untuk berhati-hati terhadap promosi yang mencurigakan dan terindikasi sebagai phishing, bahkan jika promosi tersebut muncul di situs atau akun media sosial dari perusahaan besar sekalipun. [dp]
Pendiri F2Pool Diduga Kehilangan US$32 Juta Akibat Phishing Kripto
Hacker kembali berulah dengan menggunakan metode phishing kripto, kali ini korbannya diduga adalah Shixing Mao, pemilik F2Pool. [181] url asal
(BlockChain-Media) 29/09/24 15:00
v/15721982/
Kasus peretasan menggunakan metode phishing kripto kembali terjadi dengan korban terbaru yang diduga sebagai Shixing Mao, pendiri F2Pool, yang kehilangan aset senilai jutaan dolar.
Dompet kripto yang diduga milik Mao tersebut dengan akhiran “e57” menjadi target serangan phishing canggih pada 27 September lalu.
Serangan ini dilaporkan pertama kali oleh firma keamanan Certik, dompet tersebut terkuras sebanyak 12.083 Spark Wrapped Ethereum (spWETH) yang bernilai sekitar US$32 juta.
“Baru-baru ini, EOA 0xaa1582084c4f588ef9be86f5ea1a919f86a3ee57 terkuras sebanyak 12.083 spWETH (~US$32 juta),” tulis mereka di X.

Hal ini menambah kekhawatiran tentang betapa mudahnya peretas memanfaatkan mesin pencari untuk menyebarkan serangan phishing kripto. Scam Sniffer memperingatkan bahwa hasil pencarian di Search Engine manapun tidak sepenuhnya aman, dan pengguna harus berhati-hati agar tidak menghubungkan dompet mereka ke situs yang mencurigakan.
Bahkan mesin pencari Bing juga dilaporkan menampilkan situs phishing yang serupa pada bulan lalu sebelumnya.
Serangan phishing kripto yang diduga menyerang pendiri dari F2Pool menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi di dunia digital. Pengguna harus lebih berhati-hati apabila ingin menghindariphising, terutama ketika berhadapan dengan situs web yang tampak seperti platform resmi. [dp]
Waspada Phishing dengan Modus Link Palsu, Begini 3 Cara Menghindarinya Halaman all
Modus phishing sering kali dilakukan lewat pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya. Halaman all [586] url asal
#phishing #link-palsu #dompet-digital #dana
(Kompas.com) 26/09/24 14:04
v/15584667/
KOMPAS.com –Phishing menjadi salah satu metode penipuan siber yang semakin marak terjadi di era digital.
Berasal dari kata "fishing" atau memancing, metode ini menargetkan kelemahan manusia dengan memancing korban agar memberikan informasi pribadi atau data sensitif.
Mereka biasanya menyamar sebagai pihak yang tepercaya, seperti bank, perusahaan teknologi besar, atau lembaga pemerintah, guna memperoleh kepercayaan korban.
Salah satu cara paling umum yang digunakan dalam phishing adalah dengan menyebarkan tautan atau link palsu.
Berdasarkan laporan Indonesian Anti-Phising Data Exchange (IDADX), total pengaduan serangan phishing di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, IDADX menerima sebanyak 26.675 laporan serangan phishing pada periode kuartal I 2023.
Modus phishing sering kali dilakukan melalui e-mail, pesan teks, atau media sosial. Penjahat siber akan mengirimkan pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya, misalnya halaman login bank, e-commerce, atau akun e-mail pengguna. Namun, saat korban mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang meniru situs asli.
Setelah korban berada di situs palsu, mereka diminta untuk memasukkan informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau data sensitif lainnya.
Ketika informasi tersebut sudah diinput, penjahat siber dapat dengan mudah mencuri dan menggunakannya untuk keperluan ilegal, seperti pencurian identitas atau transaksi keuangan tanpa sepengetahuan korban.
Incar pengguna dompet digital
Serangan phishing juga sering menargetkan pengguna layanan keuangan, termasuk dompet digital (e-wallet), seperti salah satunya DANA.
Penipu kerap mengelabui calon korban dengan mengirim link palsu DANA Kaget. Untuk melindungi penggunanya dari penipuan link palsu DANA Kaget dan berbagai modus penipuan lain, aplikasi dompet digital DANA merilis campaign #AwasJebakanBadman.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Lewat campaign itu, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor jika mencurigai adanya tindak penipuan mengatasnamakan DANA.
Pertama, monitor. Pengguna DANA harus bisa menyadari serta mendeteksi jika ada oknum mencurigakan yang menghubungi dan mengirimkan link.
Perlu diingat bahwa format link DANA Kaget asli adalah https://link.dana.id/dan hanya bisa dibuka lewat aplikasi DANA. DANA Kaget asli bisa langsung diklaim di aplikasi DANA jika akun dalam status log-in. Bila mendapatkan link selain format tersebut, bisa dipastikan link itu palsu.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link DANA Kaget yang diterima, Anda bisa mengeceknya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Dengan melakukan konfirmasi di DANA Protection, Anda bisa lebih mudah untuk mengetahui oknum yang mencoba menipu.
Tak hanya mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link DANA Kaget yang diterima terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya lewat bagian Laporkan via Aduan Nomor yang ada di DANA Protection.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga membantu pengguna DANA lain.
Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
Selalu rahasiakan PIN dan kode one-time password (OTP) Anda. Jangan pernah dibagikan ke siapa pun, termasuk pihak DANA. Lalu, segera ganti PIN jika terlanjur mengeklik link tidak jelas atau terlanjur membagikan PIN dan kode OTP.
Untuk diketahui, akun resmi media sosial DANA hanya satu dan bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh dengan akun serupa lain, ya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan download aplikasi DANA di sini serta kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.
Waspada Phishing dengan Modus Link Palsu, Begini 3 Cara Menghindarinya
Modus phishing sering kali dilakukan lewat pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya. Halaman all [586] url asal
#phishing #link-palsu #dompet-digital #dana
(Kompas.com) 26/09/24 14:04
v/15584663/
KOMPAS.com –Phishing menjadi salah satu metode penipuan siber yang semakin marak terjadi di era digital.
Berasal dari kata "fishing" atau memancing, metode ini menargetkan kelemahan manusia dengan memancing korban agar memberikan informasi pribadi atau data sensitif.
Mereka biasanya menyamar sebagai pihak yang tepercaya, seperti bank, perusahaan teknologi besar, atau lembaga pemerintah, guna memperoleh kepercayaan korban.
Salah satu cara paling umum yang digunakan dalam phishing adalah dengan menyebarkan tautan atau link palsu.
Berdasarkan laporan Indonesian Anti-Phising Data Exchange (IDADX), total pengaduan serangan phishing di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, IDADX menerima sebanyak 26.675 laporan serangan phishing pada periode kuartal I 2023.
Modus phishing sering kali dilakukan melalui e-mail, pesan teks, atau media sosial. Penjahat siber akan mengirimkan pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya, misalnya halaman login bank, e-commerce, atau akun e-mail pengguna. Namun, saat korban mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang meniru situs asli.
Setelah korban berada di situs palsu, mereka diminta untuk memasukkan informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau data sensitif lainnya.
Ketika informasi tersebut sudah diinput, penjahat siber dapat dengan mudah mencuri dan menggunakannya untuk keperluan ilegal, seperti pencurian identitas atau transaksi keuangan tanpa sepengetahuan korban.
Incar pengguna dompet digital
Serangan phishing juga sering menargetkan pengguna layanan keuangan, termasuk dompet digital (e-wallet), seperti salah satunya DANA.
Penipu kerap mengelabui calon korban dengan mengirim link palsu DANA Kaget. Untuk melindungi penggunanya dari penipuan link palsu DANA Kaget dan berbagai modus penipuan lain, aplikasi dompet digital DANA merilis campaign #AwasJebakanBadman.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Lewat campaign itu, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor jika mencurigai adanya tindak penipuan mengatasnamakan DANA.
Pertama, monitor. Pengguna DANA harus bisa menyadari serta mendeteksi jika ada oknum mencurigakan yang menghubungi dan mengirimkan link.
Perlu diingat bahwa format link DANA Kaget asli adalah https://link.dana.id/dan hanya bisa dibuka lewat aplikasi DANA. DANA Kaget asli bisa langsung diklaim di aplikasi DANA jika akun dalam status log-in. Bila mendapatkan link selain format tersebut, bisa dipastikan link itu palsu.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link DANA Kaget yang diterima, Anda bisa mengeceknya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Dengan melakukan konfirmasi di DANA Protection, Anda bisa lebih mudah untuk mengetahui oknum yang mencoba menipu.
Tak hanya mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link DANA Kaget yang diterima terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya lewat bagian Laporkan via Aduan Nomor yang ada di DANA Protection.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga membantu pengguna DANA lain.
Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
Selalu rahasiakan PIN dan kode one-time password (OTP) Anda. Jangan pernah dibagikan ke siapa pun, termasuk pihak DANA. Lalu, segera ganti PIN jika terlanjur mengeklik link tidak jelas atau terlanjur membagikan PIN dan kode OTP.
Untuk diketahui, akun resmi media sosial DANA hanya satu dan bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh dengan akun serupa lain, ya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan download aplikasi DANA di sini serta kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.
Waspada! Kerugian Akibat Phishing Kripto Melonjak hingga 215 Persen!
Kerugian akibat phishing kripto kini semakin mengkhawatirkan, dengan kerugian yang meningkat hingga 215 persen dalam satu tahun terakhir! [365] url asal
#apa-itu-phishing #etherscan #hacking #phishing-kripto
(BlockChain-Media) 18/09/24 20:25
v/15195059/
Kasus phishing kripto di menunjukkan peningkatan yang besar. Serangan siber ini semakin canggih, dengan kerugian yang dialami korban melonjak hingga 215 persen dalam satu tahun terakhir.
Phishing, teknik penipuan dengan cara meniru situs web asli, membuat banyak investor kripto menjadi korban peretasan yang menggunakan situs palsu untuk mencuri dana mereka.
KerugianPhishingKripto Naik 215 Persen Dalam Setahun TerakhirMenurut perusahaan keamanan Web3, Scam Sniffer, kerugian yang ditimbulkan oleh serangan phishing kripto meningkat sangat besar.
Salah satu serangan terbesar terjadi pada bulan Agustus, di mana lebih dari 9.100 korban kehilangan total sekitar US$63 juta.
“Pada Agustus, sekitar 9.145 korban kehilangan sekitar US$63 juta akibat penipuan phishing kripto. Meskipun jumlah korban menurun 34 persen dibandingkan bulan Juli, jumlah uang yang dicuri melonjak 215 persen,” tulis mereka di X.

Yu Xian, pendiri dari perusahaan keamanan SlowMist, juga memperingatkan bahwa serangan phishing kripto juga tidak hanya terjadi pada mesin pencarian, tetapi juga sosial media seperti Telegram, di mana tautan disebarkan melalui grup pesan dan airdrop palsu untuk menipu pengguna.
“Phishing di ekosistem TON semakin meningkat. Karena karakteristik ekosistem Telegram yang terlalu bebas, banyak tautan phishing (atau dalam bentuk bot) disebarkan melalui grup pesan, airdrop, dan metode penipuan lainnya untuk mencuri aset,” sebutnya.
Pentingnya Teliti Saat Mengunjungi Situs WebMelihat skala dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangan phishing, baik di sektor perbankan maupun kripto, penting bagi pengguna untuk selalu teliti dalam memeriksa keaslian situs web yang mereka kunjungi.
Jangan pernah terburu-buru menghubungkan dompet kripto atau memasukkan informasi pribadi tanpa terlebih dahulu memverifikasi keaslian URL.
“Pengguna harus lebih waspada, terutama ketika menggunakan dompet digital atau melakukan transaksi perbankan online,” tulis Scam Sniffer dalam peringatannya.
Menurut mereka, salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari serangan phishing adalah dengan selalu memeriksa URL secara hati-hati dan teliti, memastikan bahwa situs yang dikunjungi adalah situs resmi, dan tidak sembarangan mengunjungi tautan yang mencurigakan dari email atau pesan instan.
Dengan kerugian phishing yang semakin besar, baik di dunia perbankan maupun kripto, menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi pengguna internet untuk waspada dan berhati-hati setiap kali mengakses situs web yang berpotensi rentan terhadap penipuan.
Lakukan verifikasi URL secara teliti dan tidak sembarangan menghubungkan dompet digital menjadi langkah penting untuk menghindari phishing.[dp]
OPINI : Imaji Ketahanan Digital & Akselerasi Ekonomi AI
Teknologi dan kecerdasan buatan adalah multiplier bagi pertumbuhan PDB. [888] url asal
#ekonomi-ai #ransomware-dan-phishing #pertumbuhan-pdb #pdb #ketahanan-digital
(Bisnis.Com - Teknologi) 14/08/24 10:19
v/14400348/
Bisnis.com, JAKARTA - Di usia Republik Indonesia ke 79 tahun, kita mengalami era kecerdasan aritifisial (AI). Di mana teknologi AI terintegrasi di kehidupan manusia. Memungkinkan komputer membantu melakukan tugas selayaknya kecerdasan manusia dari pembelajaran hingga pengambilan keputusan.
Karakteristik utama era ini meliputi pembelajaran mesin, jaringan saraf tiruan, Generatif AI, dan otomatisasi. Semuanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Meskipun membawa banyak manfaat, era ini juga menimbulkan tantangan dari etika, privasi, hingga dampak lapangan kerja.
Apabila dikaitkan dengan transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden terpilih Prabowo Subianto, bagaimana tantangan ini bisa diubah jadi keuntungan.
Di berbagai kesempatan, Pak Prabowo menyampaikan target pertumbuhan ekonomi 8% dan 19 juta lapangan pekerjaan baru selama lima tahun. Pertanyaannya, bagaimana AI dan ekonomi digital mampu mendukung rencana itu? Di sisi lain, bagaimana kita membangun tata kelola ketahanan digital, karena serangan siber (ransomware dan phishing) meningkat lebih dari 300% di seluruh dunia.
Mari kita mulai dari potensi ekonomi AI. Teknologi adalah multiplier bagi pertumbuhan PDB, menurut Maddison Project, sejarah mencatat revolusi industri di tahun 1800-an meningkatkan PDB hingga 4x lipat. Lantas kita menikmati komputer, internet, smartphone, hingga cloud computing. Kini dengan AI, diprediksi AI meningkatkan PDB hingga 20x lipat.
Studi Kearney menyampaikan AI menambah US$366 miliar ke PDB Indonesia pada 2030. Kajian ELSAM dan Access Partnership mengungkapkan Gen AI akan membuka kapasitas produksi US$243,5 miliar, setara 18% PDB Indonesia di tahun 2022. Kondisi ini menegaskan bagaimana Indonesia telah menjadi salah satu tujuan utama investasi AI dan hypercloud.
Sejalan dengan potensi ini, pada 30 April 2024, Satya Nadella, CEO dan Chairman Microsoft Corporation mengumumkan investasi sebesar US$1,7 miliar selama 4 tahun di infrastruktur baru cloud dan AI di Indonesia.
Komitmen untuk mendukung pemerintah mewujudkan fondasi infrastruktur untuk transformasi AI. Yang juga menarik, laporan IDC menyebutkan, bila organisasi menginvestasikan setiap US$1 ke dalam AI, mereka mendapatkan rata-rata US$3,50 sebagai keuntungan.
Lantas bagaimana adopsi AI di Indonesia? Laporan Work Trend Index 2024 yang dikeluarkan Microsoft dan LinkedIn, menemukan 92% karyawan, termasuk yang bekerja remote, menggunakan Gen AI di tempat kerja. Bahkan 92% pemimpin bisnis mengakui pentingnya AI dalam mempertahankan keunggulan kompetitif. Di sisi lain, 76% karyawan sudah membawa solusi AI mereka ke tempat kerja.
Fenomena adaptif ini patut diapresiasi, tetapi menghasilkan konsekuensi lain. Bagaimana proteksi, akuntabilitas, dan keamanan data perusahaan saat digunakan dengan peralatan pribadi karyawan. Meski demikian, 48% menyuarakan kekhawatiran belum memiliki visi dan rencana jelas dalam penerapannya.
Berikutnya, kesediaan talenta para developer AI. Peran mereka kritikal mengungkit potensi Indonesia sebagai negara ekonomi digital. Menariknya, lebih dari 3,1 juta developer di Indonesia telah menggunakan GitHub, platform pengembangan software, kolaborasi, dan inovasi. Yang membanggakan, jumlahnya terbesar ketiga di Asia Pasifik, setelah India dan China.
Pertumbuhannya juga tercepat di Asia Pasifik, 31 persen angkanya. Diproyeksikan menembus lima terbesar global di 2026. Selain itu, parameter lainnya, jumlah proyek Gen AI developer Indonesia di platform GitHub, bertumbuh hingga 213% di tahun 2023.
Yang juga diharapkan talenta dari dunia kampus terhubung dengan industri. Mereka turut membangun aplikasi AI dibutuhkan industri demi akselerasi produktivitas dan inovasi. Sehingga ekosistem digital yang terbangun makin solid. Kini, banyak organisasi telah menggunakan solusi Gen AI. Di antaranya DANA, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Telkomsel, serta Universitas Terbuka.
Lantas, bagaimana transformasi AI dan ketahanan digital sektor pemerintah? Kita harus meningkatkan maturity pengunaan hyperscale cloud di kalangan pemerintah. Sehingga kita punya kemampuan melindungi dan mempertahankan sistem, jaringan, dan data dari serangan siber yang makin canggih.
Hyperscale cloud juga menghadirkan skalabilitas, pemerintah akan mampu mengelola dan memproses data besar dengan cepat dan efisien, hal penting untuk aplikasi AI.
Efisiensi menjadi benefit lainnya, sehingga pemerintah dapat mengalihkan biaya infrastruktur IT ke prioritas lainnya. Hal penting hyperscale cloud menawarkan keamanan data dan kehandalan sistem, karena fitur keamanan canggih, deteksi ancaman, pemulihan bencana dari serangan siber, dan keandalan uptime guna memastikan layanan publik berjalan tanpa gangguan.
Tentu saja, dengan harapan akselerasi adopsi AI di Indonesia, hyperscale cloud memungkinkan pemrosesan data yang cepat dan efisien, seperti analisis data, pengenalan pola, dan pengambilan keputusan otomatis. Hal ini akan mengantarkan pemerintah untuk menangguk inovasi dan pengembangan produk. Karena kementerian dan lembaga lebih mudah mengembangkan dan menguji model AI tanpa perlu investasi infrastruktur.
Yang kita perlukan road map Manifesto Transformasi AI dan Ketahanan Digital. Hal mendesak yang harus dilakukan, meninjau dua kebijakan.
Pertama, merevisi PP No. 71/2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik untuk tata kelola data agar kementerian dan lembaga memanfaatkan hyperscale cloud, klasifikasi data, kemudahan data lintas batas negara dengan kepercayaan, manajemen resiko siber dalam pengelolaan data dan Informasi, serta perlindungan identitas digital juga implementasi zero trust policy framework.
Kedua, SE Menteri Kominfo Etika Kecerdasan Artifisial ditingkatkan dari komitmen sukarela jadi mengikat. Misalnya menjadi Peraturan Menteri Kominfo tentang tata kelola AI. Regulasi itu diharapkan mencakup prinsip etika, risiko berjenjang dan mitigasi, serta upaya tata kelola.
Dalam menyusun berbasis risiko ini, AI regulatory sandbox sebagai platform penguji implementasian AI lintas sektor. Di mana, fokus utamanya menganalisa risiko data dan etika, sebelum penerapan secara luas.
Bila dua kebijakan ini dapat diselesaikan, hal ini dalam memberikan fondasi transformasi AI bagi pemerintahan berikutnya. Meningkatkan maturity pemanfaatan hyperscale cloud akan menghasilkan efisiensi operasional kementerian dan lembaga, memperkuat keamanan siber, mempercepat inovasi dalam layanan publik melalui teknologi AI.
Di sisi lain, kebijakan ini berpotensi meningkatkan investasi hyperscale cloud computing dan infrastruktur AI di Indonesia, sehingga jadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka potensi pekerjaan baru di ekosistem ekonomi digital.
