#30 tag 24jam
Pegadaian Borong Penghargaan detikcom Awards 2024
PT Pegadaian meraih dua penghargaan sekaligus di ajang detikcom Awards 2024 yang berlangsung di Jakarta, pada Kamis (17/10). [440] url asal
#pegadaian #detikcom-awards #pencapaian-pegadaian #slogan #cicil #titipan #pegadaian-borong #elvi-rofiqotul-hidayah #pegadaian-digital #inovasi-pegadaian #apresiasi #inklusivitas #outstanding #ajang-detikcom #kenaik
(detikFinance) 18/10/24 10:38
v/16717354/
Jakarta - PT Pegadaian meraih dua penghargaan sekaligus di ajang detikcom Awards 2024 yang berlangsung di Jakarta, pada Kamis (17/10). Penghargaan ini menegaskan komitmen dan inovasi Pegadaian dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia.
Penghargaan bertajuk 'Shaping a New Era: Innovation, Adaptation, and Transformation For Better Indonesia' ini merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada individu, merek, dan lembaga di Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang.
Adapun pertama penghargaan yang berhasil diraih oleh Pegadaian di antaranya, kategori Inovator Pengembangan Ekosistem Emas, yang diterima langsung oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah. Pegadaian dinilai sukses mengembangkan ekosistem emas, berkontribusi pada stabilitas ekonomi Indonesia, dan mewujudkan visi untuk menjadi Leader in Gold Ecosystem.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan meraih penghargaan sebagai Tokoh Pendukung Inklusivitas Keuangan, yang dinilai progresif dalam menghadirkan inovasi dan solusi hingga mewujudkan kemandirian masyarakat termasuk dalam berwirausaha.
Damar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung pencapaian Pegadaian, terutama Insan Pegadaian yang berkontribusi luar biasa terhadap perusahaan.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada detikcom atas apresiasi ini dan pihak-pihak yang mendukung pencapaian Pegadaian sejauh ini, terutama nasabah setia dan seluruh Insan Pegadaian atas kontribusinya yang luar biasa," ujar Damar dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2024).
Penghargaan ini, lanjut Damar, sejalan dengan visi dan misi untuk menjadi Leader in Gold Ecosystem. Damar juga mengatakan bahwa jika sebelumnya Pegadaian dikenal dengan slogan 'mengatasi masalah tanpa masalah' ,kini Pegadaian mengatasi masalah dengan 'Meng-EMAS-kan Indonesia'.
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro, Pegadaian berkomitmen untuk memberikan akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas, Pegadaian menawarkan berbagai pilihan investasi emas yang menarik. Melalui produk-produk seperti Cicil Emas, Arisan Emas, dan Tabungan Emas yang dapat diakses tidak hanya melalui outlet, namun juga melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Aplikasi Pegadaian Digital hingga Agustus 2024 telah memiliki 3,2 juta nasabah Tabungan Emas dengan saldo titipan sebesar 9,075 ton.
Melalui 4.092 outlet yang sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan lebih dari 240 ribu Agen Hebat Pegadaian dan pengembangan digitalisasi melalui Pegadaian Digital, yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari 24 juta nasabah.
Tercatat hingga 31 Agustus 2024, Pegadaian telah mencetak outstanding loan sebesar Rp 81,846 Triliun, tumbuh 25,8% secara yoy, serta kenaikan aset sebesar Rp 98,935 triliun hingga akhir Agustus 2024, yang turut mendukung catatan positif perusahaan.
"Pegadaian senantiasa menjalankan peran sebagai perusahaan jasa keuangan yang terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian nasional dengan mewujudkan keberlanjutan ekonomi, sosial, serta lingkungan," tambah Damar.
(akd/ega)Pria 39 Tahun Ikut Khitanan Massal di Palembang, Dapat Hidayah Mimpi Salat Langsung Mualaf
Pria 39 tahun ikut khitanan massal di Palembang hingga mencuri perhatian emak-emak yang mengantar anaknya. Pria tersebut baru mualaf karena mendapat hidayah. - Bagian all [217] url asal
#khitanan-massal #mualaf #kota-palembang #hidayah #anak-anak
(iNews - Terkini) 27/09/24 15:40
v/15629733/
PALEMBANG, iNews.id - Yayasan Masjid Majelis Taklim Sultan Agung menggelar kegiatan khitanan massal di Kelurahan I Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Jumat (27/9/2024). Kegiatan bakti sosial ini bekerja sama dengan TNI untuk anak-anak, baik dari golongan warga mampu maupun tidak mampu.
Acara ini disambut antusias para orang tua dan anak-anak sekitar maupun jemaah Majelis Taklim Sultan Agung. Sepanjang kegiatan tangisan anak-anak bersahutan menghiasi jalannya khitanan massal tersebut. Untuk penyemangat dan hiburan, anak-anak yang telah berkhitan diberikan hadiah berupa suvenir dan uang saku.
Menariknya di antara puluhan anak-anak, ada satu pria dewasa yang ikut dikhitan. Pria tersebut bernama Muhammad Jefri berusia 39 tahun warga Sako Baru.
Dia sempat menjadi perhatian para emak-emak yang datang mengantarkan anak mereka dikhitan. Bahkan emak-emak di lokasi sampai meminta untuk berfoto bersama.
Muhammad Jefri menceritakan dia merupakan seorang mualaf. Dia meminta dikhitan yang menjadi sunah bagi umat Muslim.
"Sudah sudah 6 bulan mempelajari Islam. Saya dikasih hidayah mimpi salat. Saat itu juga saya memutuskan masuk Islam," katanya.
Ketua Majelis Taklim Sultan Agung Ustaz Fauzi mengatakan, khitanan massal ini menjadi program tahunan untuk membantu masyarakat.
"Jadi hari ini kita ada bakti sosial khitanan massal. Alhamdullilah ada seorang mualaf baru sebulan lalu dan minta dikhitan hari ini," ucapnya.
Editor: Donald Karouw
Buta dan Gemar Menghina Nabi, Pengemis Ini Akhirnya Bertobat
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, barulah pengemis ini menyadari kekhilafannya. [502] url asal
#kisah-hidayah #pengemis-yahudi-masuk-islam #penghina-nabi-bertobat #tobatnya-penghina-nabi
(Republika - Khazanah) 24/08/24 07:00
v/14613867/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu sudut dekat pintu Kota Madinah menjadi tempat mangkal seorang pengemis buta. Dia menganut kepercayaan Yahudi. Setiap kali ada orang yang mendekatinya, nenek tua ini selalu berpesan, "Jangan pernah engkau dekati Muhammad! Lelaki sialan itu adalah orang gila, pembohong, dan tukang sihir!"
Seandainya dia tidak buta, barangkali tabiat dan perangainya itu akan cepat berubah. Sebab, Rasulullah Muhammad SAW sendiri yang gemar mendatanginya.
Bukan untuk menghardiknya atau sekadar meminta klarifikasi atas hasutannya itu. Nabi SAW justru rajin datang kepadanya dengan menenteng makanan.
Tanpa bicara sepatah kata pun, beliau lantas duduk di sebelah pengemis Yahudi buta itu. Setelah meminta izin, Rasulullah SAW pun menyuapi orang tua tadi dengan penuh kasih sayang. Hal itu dilakukannya rutin, bahkan kemudian menjadi kebiasaan Nabi SAW setiap pagi.
Seiring waktu, Allah SWT memanggil beliau. Rasulullah SAW wafat. Tentu, peristiwa ini menyisakan duka yang teramat dalam di tengah para keluarga, sahabat, dan kaum Muslimin seluruhnya.
Sementara itu, kepemimpinan umat sudah berada di tangan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sang khalifah ini memang sudah bertekad untuk mengikuti tradisi dan kebijakan-kebijakan peninggalan Rasulullah SAW. Bahkan termasuk rutinitasnya sehari-hari.
Pada suatu hari, Abu Bakar berkunjung ke rumah putrinya, Aisyah. Abu Bakar bertanya kepada anaknya yang juga istri Nabi SAW itu.
"Wahai putriku, adakah satu sunnah kekasihku (Rasulullah SAW) yang belum aku tunaikan?" tanya Abu Bakar.
Aisyah pun menjawab, "Wahai ayahku, engkau adalah seorang ahli sunnah, dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum engkau lakukan kecuali satu saja".
"Apakah itu?"
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang sering duduk di sana," ungkap Aisyah.
Maka keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan. Dia pun bergegas menuju titik lokasi yang dimaksud, supaya berjumpa dengan si pengemis.
Betapa gembira Abu Bakar mendapati adanya seorang pengemis buta yang duduk di dekat sana. Setelah mengucapkan salam, Abu Bakar lalu duduk dan meminta izin kepadanya untuk menyuapinya.
Namun, di luar dugaan pengemis tadi malah murka dan membentak-bentak, "Siapakah kamu!?"
Abu Bakar menjawab, "Aku ini orang yang biasa menyuapimu."
"Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," teriak si pengemis lagi.
"Jikalau benar kamu adalah dia, maka tidak susah aku mengunyah makanan di mulutku. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu dengan mulutnya sendiri. Barulah kemudian dia menyuapiku dengan itu," terang nenek ini mengungkapkan kekesalannya.
Abu Bakar tidak kuasa menahan derai air matanya, "Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, Abu Bakar. Orang mulia itu telah tiada. Dia adalah Rasulullah Muhammad SAW."
Mendengar penjelasan Abu Bakar, pengemis tadi seketika terkejut. Dia lalu menangis keras. Setelah tenang, dia bertanya memastikan, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghina, memfitnah, dan menjelek-jelekan Muhammad. Padahal, belum pernah aku mendengar dia memarahiku sedikit pun. Dia yang selalu datang kepadaku setiap pagi dengan membawakan makanan. Dia begitu mulia."
Maka di hadapan Abu Bakar ash-Shiddiq, pengemis Yahudi buta itu mengucapkan dua kalimah syahadat. Demikianlah, dia masuk Islam karena menyadari betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW.
Organisasi Ini Siap Bantu Implementasi Program Prabowo-Gibran
Jaringan Pengajian Al Hidayah tersebar hingga tingkat bawah. [308] url asal
#pengajian-al-hidayah #organisasi-sayap #partai-golkar #hetifah-sjaifudian #bantu #implementasi #prabowo-gibran
(MedCom) 23/08/24 00:05
v/14525668/
Jakarta: Pengajian Al Hidayah siap membantu implementasi program pemerintahan terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Sebab, Pengajian Al Hidayah merupakan organisasi yang didirikan Partai Golkar."Tentu saja kita harus mengikuti ritme dan program yang disampaikan oleh ketua umum Partai Golkar terpilih Pak Bahlil Lahadalia, serta menjadi organisasi yang support program-program pemerintah," kata Ketua Umun DPP Pengajian Al Hidayah Hetifah Sjaifudian melalui keterangan tertulis, Kamis 22 Agustus 2024.
Wakil Ketua Komisi X DPR itu menyebut jaringan Pengajian Al Hidayah tersebar hingga tingkat bawah. Hal itu diyakini efektif membantu program pemerintah.
"Kami akan ikut mensosialisasikan, ikut mengedukasi masyarakat, meningkatkan penyadaran dan tingkat penerimaan masyarakat terhadap program-program pemerintah, jangan sampai terjadi miskomunikasi, misinformasi dan lain-lain. Kalu ada aspirasi dari bawah, tentu Al hidayah siap menjadi channel untuk itu," ungkap dia.
| Baca juga: Jadi Ketum, Bahlil Representasi Kaum Muda di Partai Golkar |
Hetifah menyampaikan salah satu program Prabowo-Gibran yang paling ditunggu yaitu makan bergizi gratis. Sebab, kader memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap penghapusan stunting, pendidikan dan lainnya.
"Dalam Rapimnas Pengajian Al Hidayah juga membahas cukup banyak program-program yang inline dengan apa yang menjadi program pemerintah seperti makanan sehat gratis yang tujuannya menghapus stunting," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut pihaknya menampun berbagai masukan ormas Pengajian Al-Hidayah. Masukan tersebut akan disampaikan ke Ketua Umum DPP Partai Golkar terpilih yakni bapak Bahlil Lahadalia.
"Bagi partai Golkar, tentu apa yang disampaikan oleh ibu-ibu pengajian Al Hidayah ini akan menjadi perhatian serius kami, agar betul-betul bisa diperjuangkan nantinya," kata Ace.
Selain itu, Ace berharap Pengajian Al Hidayah membantu Golkar mendulang suara di Pilkada 2024. Sebab, pemilih perempuan dan millenial cukup banyak.
"Tentu Pengajian Al Hidayah bisa terus berinovasi dalam upaya menggaet pemilih milenial atau remaja putri untuk bisa memenangkan pertarungan di pilkada nanti," ujar dia.
(ABK)
Weekend Story: Sepekan 2 Vonis Kasus Pembunuhan, Beda Nasib Yosef dan Ronald Tannur
Yosef, kasus pembunuhan di Subang divonis 20 tahun penjara, sementara Ronald Tannur, anak mantan anggota DPR divonis bebas dari tuduhan pembunuhan kekasihnya. - Bagian all [837] url asal
#pembunuhan #penganiayaan #yosep-hidayah #ronald-tannur #subang
(iNews - Terkini) 28/07/24 07:02
v/12385869/
JAKARTA, iNews.id- Dalam sepekan dua kasus pembunuhan mendapatkan vonis berbeda. Pelaku dan korban di dua kasus masing-masing merupakan orang dekat.
Yosef Hidayah, terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, divonis 20 tahun penjara. Sementara itu, Gregorius Ronald Tannur, anak mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dinyatakan bebas dari tuduhan pembunuhan terhadap kekasihnya.
Sosok Yosef Hidayah maupun Ronald Tannur menyita perhatian publik setelah kasus yang menjerat masing-masing mencuat. Yosef Hidayah maupun Ronald Tannur terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

Yosef Hidayah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap istri dan anaknya, sedangkan Ronald Tannur terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian kekasihnya, Dini Sera Afrianti.
Dalam kasus ini, Yosef Hidayah dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, sementara Ronald Tannur dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 dan Pasal 359 KUHP tentang penganiayaan.
Pakar hukum pidana dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Hibnu Nugroho ketika dimintai tanggapannya menyampaikan, janggal putusan PN Surabaya yang membebaskan Gregorius Ronald Tannur.
"Aneh sekali keputusan itu. Jelas ada CCTV. Kecuali kalau peristiwa di pelosok gak ada bukti," katanya kepada iNews.id.
Dia menilai tidak masuk akal alasan majelis hakim yang mengatakan, korban tewas karena penyakit akibat minuman beralkohol. "Karena jelas dia (korban) meninggal karena mengalami penganiayaan berat," katanya.
Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa banding dengan novum yang jelas dimiliki untuk membantah hakim. Selain itu dia juga memahami kecurigaan keluarga korban dan kuasa hukumnnya terhadap adanya sesuatu di balik putusan hakim tersebut. Termasuk akan dilaporkannya ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).
Pada kesempatan terpisah, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakir mengatakan, putusan hakim terkait erat dengan dakwaan JPU.
Dia mencontohkan, jika dakwaannya keliru, hakim akan sulit memutuskan hukuman yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang sebenarnya.
"Dalam kasus itu, orang sengaja membunuh tetapi dia menggunakan pasal dakwaan penganiayaan yang menimbulkan akibat matinya orang. Kan dua hal yang berbeda," ujar Mudzakir, Sabtu (27/7/2924).
Dia menjelaskan, menganiaya itu tujuannya menimbulkan akibat luka berat, sedangkan pembunuhan akibatnya mati. "Jadi ini dua hal yang berbeda. Jika hanya penganiayaan yang menimbulkan akibat mati, padahal fakta hukumnya pembunuhan berencana berarti itu kan prinsip hukumnya enggak cocok," katanya.
Dalam tindakan penganiayaan berat yang menimbulkan kematian orang tanpa ada maksud membunuh, kata dia termasuk dalam tindak pidana penganiayaan.
"Pertanyaan hukumnya adalah jaksa hanya mendakwa dengan Pasal 338 saja atau ditambah Pasal 340 atau ada pasal yang lebih meringankan adalah pasal penganiayaan berat yang menimbulkan matinya orang lain," ucapnya
Dalam kasus orang sengaja membunuh, kata dia seharusnya pasal berlapisnya itu pembunuhan berencana, pembunuhan dan penganiayaan berat yang menimbulkan akibat mati.
"Tapi kalau di situ misalnya ada 338, tapi ada juga pasal penganiayaan berat yang menimbulkan akibat matinya orang maka menurut pendapat saya hakim dapat memilih antara penganiayaan yang menimbulkan matinya orang atau melakukan pembunuhan secara sengaja," ucapnya.
Menurutnya untuk kasus seperti ini yang paling mungkin dilakukan, yaitu jaksa mengajukan kasasi.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto mengungkapkan, vonis merupakan wewenang hakim berdasarkan alat bukti yang diperiksa di pengadilan dan berdasarkan keyakinan hakim.
"Jadi meskipun sama-sama terkait perkara pembunuhan maka sangat mungkin berbeda karena alat bukti dan keyakinan hakimnya berbeda," katanya.
Yosep menemukan mayat istrinya, Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu, di bagasi mobil Toyota Alphard yang terparkir di garasi rumah korban pada 18 Agustus 2021.
Polisi melakukan lima kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dua kali autopsi, memeriksa 121 saksi, dan mengumpulkan 261 alat bukti.
Setelah dua tahun, kasus ini menemui titik terang pada Oktober 2023 ketika tersangka Danu menyerahkan diri. Polisi menetapkan empat tersangka lain, termasuk Yosep, Mimin, Arighi dan Abi.
Yosef Hidayah divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang pada 25 Juli 2024. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta vonis seumur hidup.
Menanggapi vonis tersebut, Yosef melalui kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan banding.
Pada Selasa, 3 Oktober 2023, Gregorius Ronald Tannur dan kekasihnya, Dini Sera Afrianti, berada di tempat karaoke Blackhole KTV di Lenmarc Mall, Surabaya.
Setelah berkaraoke dan minum-minuman beralkohol, mereka cekcok di depan lif dan Ronald menampar Dini hingga memukul botol Tequilla yang dibawanya ke arah pacarnya itu. Penganiayaan berlanjut di basement dan Dini sempat dilindas dengan mobil.
Kematian Dini
Dini mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. Kondisi Dini saat dibawa ke rumah sakit sempat terekam dan viral di media sosial.
Pada Jumat, 6 Oktober 2023, Ronald ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 dan 359 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 12 tahun penjara.
Sidang perdana Ronald digelar secara daring pada Selasa, 19 Maret 2024, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Putusan akhir mengejutkan karena Ronald Tannur divonis bebas oleh majelis hakim. Dalam pertimbangannya, hakim menilai Ronald tidak terbukti membunuh atau menganiaya Dini hingga tewas.
Meskipun jaksa sebelumnya menuntut Ronald dengan hukuman 12 tahun penjara, putusan bebas ini memicu polemik dan sorotan secara luas. Apalagi, ayah Ronald, Edward Tannur mantan anggota DPR dari Fraksi PKB.
Editor: Kurnia Illahi
Terdakwa Pembunuhan Istri dan Anak di Subang Yosep Hidayah tak Terima Divonis 20 Tahun
Majelis hakim memvonis terdakwa Yosep Hidayah 20 tahun penjara. [318] url asal
#vonis-yosep-hidayah #yosep-hidayah #pembunuhan-ibu-dan-anak-subang #pembunuhan-subang #yosep-hidayah-banding #pembunuhan-subang #kasus-pembunuhan-subang
(Republika - News) 26/07/24 06:32
v/12142884/
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Yosep Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan istrinya, Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang pada 2021 silam bakal melakukan banding atas vonis 20 tahun penjara. Ia merasa dijadikan kambing hitam dalam kasus yang menjeratnya.
Rohman Hidayah kuasa hukum Yosep Hidayah mengatakan kliennya akan mengajukan banding. Ia merasa banyak saksi-saksi di persidangan yang tidak dipertimbangkan oleh hakim. "Surat pernyataan banding sudah kami tandatangan, kami akan banding," ucap dia, Jumat (26/7/2024).
Rohman menyebut penyidikan kasus yang menjerat kliennya tidak menerapkan scientific investigation. Bahkan terdapat DNA di baju terdakwa M Ramdanu tidak diperiksa termasuk keberadaan stik golf yang digunakan untuk memukul kedua korban.
"Nggak, itu tidak dilakukan. Salah satunya adalah DNA di baju Danu itu tidak dicari. (Stik golf) nggak ada. Sampai saat ini nggak ada," kata dia.
Ia merasa kliennya dijadikan kambing hitam dalam peristiwa itu. Oleh karena itu pihaknya mengajukan upaya hukum banding.
"Boleh dibilang dijadikan kambing hitam. Makanya kita mengajukan upaya hukum karena pak Yosep merasa dikambing hitamkan," kata Rohman.
Sebelumnya, Yosep Hidayah terdakwa kasus pembunuhan istrinya Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang divonis hukuman penjara 20 tahun. Ia terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama pada tahun 2021 silam.
Majelis hakim yang diketuai oleh Ardhi Wijayanto mengatakan terdakwa Yosep Hidayah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Ia menuturkan, tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar dalam kasus tersebut.
"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Yosep Hidayah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama," ucap hakim ketua saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Subang, Kamis (25/7/2024).
Dengan fakta tersebut, ia mengatakan majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana kepada terdakwa 20 tahun hukuman penjara. Putusan pidana tersebut dikurangkan dengan masa penahanan yang dijalankan terdakwa sebelum putusan dibacakan.
"Dua menjatuhkan pidana kepada terdakwa Yosep Hidayah dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata Ardhi.
Yosep Hidayah, Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Divonis 20 Tahun Penjara
Yosep dinilai majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. [387] url asal
#vonis-yosep-hidayah #kasus-pembunuhan-ibu-dan-anak #kasus-pembunuhan-ibu-dan-anak-subang #kasus-pembunuhan-subang #pn-subang
(Republika - News) 25/07/24 19:38
v/12090687/
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Yosep Hidayah terdakwa kasus pembunuhan istrinya Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang divonis hukuman 20 tahun penjara. Yosep dinilai terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama pada tahun 2021 silam.
Majelis hakim yang diketuai oleh Ardhi Wijayanto mengatakan terdakwa Yosep Hidayah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Ia menuturkan, tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar dalam kasus tersebut.
"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Yosep Hidayah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama," ucap hakim ketua saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Subang, Kamis (25/7/2024).
Dengan fakta tersebut, ia mengatakan majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana kepada terdakwa 20 tahun hukuman penjara. Putusan pidana tersebut dikurangkan dengan masa penahanan yang dijalankan terdakwa sebelum putusan dibacakan.
"Dua menjatuhkan pidana kepada terdakwa Yosep Hidayah dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata Ardhi.
Ardhi mengatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa orang lain, menganggu ketenteraman dan keharmonisan di masyarakat. Selain itu, terdakwa berbelit-belit selama di persidangan.
Sedangkan hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum. Selain itu, bersikap sopan selama menjalani persidangan.
Sebelumnya, dalam surat dakwaan, pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia berawal dari keluhan Yosep kepada Ramdanu, keponakannya, bahwa tidak memiliki uang di warung pecel lele Jalan Cagak, tanggal 17 Agustus 2021. Yosep pun bercerita kepada Danu bahwa selama ini diberi uang dari istrinya dengan cara dijatah.
Terdakwa pun meminta bantuan kepada Danu. Ia mengatakan akan 'memberikan pelajaran' kepada istri dan anaknya yang langsung disetujui Danu. Mereka pun langsung berangkat dari warung pecel lele ke rumah terdakwa dan korban usai membahas rencana 'memberikan pelajaran' kepada kedua korban.
Dalam rencana itu, Yosep meminta agar Danu mengambil golok di rumah dan berjaga-jaga di luar rumah. Selain itu, Danu diminta untuk menunggu instruksi dari Yosep.
Yosep pun memasuki ke dalam rumah dan bertemu dengan Tuti dan Amalia. Aksi pembunuhan pun terjadi saat tanggal 18 Agustus 2021 dini hari. Korban Tuti dipukul oleh stik golf dan dibacok menggunakan golok. Sedangkan korban Amalia dipukul stik golf dan dibenturkan kepalanya ke tembok.
Dalam kasus tersebut, Danu telah ditetapkan tersangka dan telah diserahkan ke Pengadilan Negeri Subang untuk menjalani persidangan. Sedangkan tersangka lainnya, Mimin, istri siri Yosep dan kedua anak tiri Yosep masih dalam penyidikan.
Yosef Hidayah Divonis 20 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Subang
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Yosef Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan terhadap istri dan anaknya. - Bagian all [194] url asal
#pembunuhan #yosep-hidayah #vonis #subang #istri-dan-anak
(iNews - Terkini) 25/07/24 19:15
v/12090638/
SUBANG, iNews.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Yosef Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan terhadap istri dan anaknya. Putusan ini dibacakan pada Kamis (25/7/2024).
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, Yosef terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada 18 Agustus 2021.
Pertimbangan yang memberatkan, yaitu sikap Yosef tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.
"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain," ujar Ketua Majelis Hakim, Ardhi Wijayanto.
Setelah mendengar putusan tersebut, Yosef bersama kuasa hukumnya menyatakan keberatan atas putusan tersebut dan akan mengajukan banding. Mereka beralasan, majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi meringankan dan tidak menindaklanjuti hilangnya rekaman CCTV yang dinilai penting dalam perkara ini.
"Kami meminta Polda Jabar untuk segera menangkap oknum polisi yang menghilangkan CCTV tersebut," ujar Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir dan akan menunggu arahan dari Kejaksaan Agung terkait upaya hukum selanjutnya.
Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini sempat menggemparkan publik karena melibatkan anggota keluarga korban. Setelah melalui proses penyelidikan panjang, polisi akhirnya menetapkan lima tersangka, termasuk Yosef.
Editor: Kurnia Illahi
5 Pembenci Islam Jadi Mualaf, Dapat Hidayah dari Video Youtube Hingga Sepakbola
Mereka yang dahulu terkenal sebagai pegiat paham Islamofobia ini mendapat hidayah. [2,209] url asal
#mualaf #pembenci-islam-jadi-mualaf #joram-van-klaveren #alquran #islamofobia-jadi-mualaf #hidayah-bagi-islamofobia #paham-islamofobia #para-mualaf #mualaf-dapat-hidayah #mualaf-di-eropa #islam-di-erop
(Republika - Khazanah) 10/07/24 08:38
v/10310767/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hidayah tak mengenal suku bangsa, ras dan warna kulit. Saat Allah sudah menyentuh jiwa dengan keindahan Islam, sosok yang tadinya keras hati dan penuh benci pun menjadi Muslim. Sudah terbukti banyak sekali mereka yang bahkan secara fisik 'terstigma' sebagai anti Islam karena berkulit putih, bermata biru dan tinggal di Eropa jatuh ke pangkuan agama yang dibawa Rasulullah SAW.
Mereka yang dahulu terkenal sebagai pegiat paham Islamofobia ini mendapat cahaya hidayah hingga menjadi mualaf. Berikut lima diantaranya yang dirangkum Republika.
1. Joram Van Klaveren
Joram Van Klaveren adalah seorang penulis buku anti Islam. Ia menjadi tangan kanan Geert Wilders, yang menyusun pesan-pesan Partai Kebebasan (PVV) yang menggambarkan Islam sebagai agama “kebohongan” dan mendorong agar Alqur’an dan masjid dilarang di Belanda.
Tetapi itu dulu, Joram van Klaveren kini adalah seorang mualaf dan saat ini terus berupaya secara aktif membongkar mitos-mitos yang dulu pernah ia gembar-gemborkan tentang Islam
“Hal-hal yang saya bantu kembangkan masih ada, mereka masih menggunakan alat yang saya berikan kepada mereka,” katanya kepada Guardian. “Saya benar-benar mendengar mereka mengatakan hal-hal yang saya buat,” lanjutnya yang dipublikasikan pada Jumat (3/5/2024).
Buku anti Islam karyanya, kembali mencuat di Belanda dalam beberapa bulan terakhir, ketika PVV muncul sebagai partai dengan suara terbanyak dalam pemilu Belanda baru-baru ini, sejalan dengan lonjakan platform nativis dan populis di seluruh Eropa. “Saya berada dalam politik anti-Islam selama 12 tahun, jadi saya harus melawan narasi ini setidaknya selama 12 tahun untuk menyamakan kedudukan,” kata pria berusia 45 tahun itu.
Dibesarkan dalam keluarga Protestan yang sangat religius di Amsterdam, Van Klaveren mengatakan kekhawatiran awalnya terhadap Islam dipengaruhi oleh gerejanya. Citra Islam di matanya semakin memburuk setelah peristiwa 11 September dan pembunuhan tragis sutradara film Theo van Gogh oleh seorang Muslim yang menggambarkan dirinya sebagai seorang jihadis, yang kemudian mendorong Van Klaveren untuk bergabung dengan partai Wilders pada 2010.
Sejak itu, ia mulai aktif dalam gerakan melarang kehadiran masjid-masjid dan alquran di Belanda. Ia juga melakukan segala cara untuk melarang sekolah Islam dan pelajaran bahasa Arab di Belanda. “Saat itu, saya pikir itu adalah hal yang baik karena kami memerangi Islam,” imbuhnya.
Van Klaveren kemudian memutuskan hubungan dengan Geert Wilders pada tahun 2014 setelah rapat umum, di mana pemimpin PVV bertanya kepada pendukungnya apakah mereka menginginkan “lebih sedikit warga Maroko” di negara tersebut. Bagi Van Klaveren, hal itu tampaknya merupakan langkah yang terlalu jauh. “Saya berpikir, ya, saya harus keluar karena sekarang ini sudah menjadi masalah etnis.”
Dia mendirikan partainya sendiri, tetapi gagal mendapatkan satu kursi pun dalam pemilu nasional. Van Klaveren kemudian keluar dari dunia politik, dan menetapkan tujuan untuk menyelesaikan sebuah buku yang telah dia tulis bertahun-tahun sebelumnya. Dia pun membayangkan buku itu sebagai sebuah buku besar akademis yang akan mengungkap ancaman yang ditimbulkan oleh Islam.
Demi bukunya itu, Van Klaveren terjun langsung mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Namun semakin dia mendalami ajaran Islam, semakin membuatnya tertarik pada Islam.
Hanya saja, ketertarikannya saat itu ia hempaskan karena pekerjaannya sehari-hari di sebuah stasiun radio evangelis. Lagi-lagi ketika keingin tahuannya tentang Islam mulai kembali menggelitiknya. Dia harus bergulat dengan statusnya sebagai suara umat Kristen konservatif.
Akhirnya hidayah Allah datang. Dia lantas meninggalkan bukunya dan meletakkannya di rak buku di rumahnya.Ketika itu, tiba-tiba buku-bukunya berjatuhan ke lantai. Van Klaveren lantas mengambil sebuah mushaf Alquran yang turut jatuh. Saat ia mengambilnya, Alquran tersebut terbuka dan tepat di surat Alhajj ayat 46.
“Terjemahannya berbunyi: ‘Bukan mata yang buta, tapi hati,’ dan saya berpikir: 'Ya, ini benar-benar masalah saya,” ujar Klaveren.“Kedengarannya seperti dongeng, tapi itu benar-benar terjadi,” tegasnya.
Selanjutnya pada 2019, ia mengumumkan perpindahan agamanya ke publik. Ia sengaja mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi seorang Mualaf sebagai kesempatan untuk meluruskan apa-apa yang telah dibuatnya di masa lalu, tentang anti Islam.
“Dia bilang ‘kamu juga punya tanggung jawab. Karena kamu menghasut kebencian (terhadap Muslim)’,” kata Van Klaveren mengenang nasihat gurunya.
2. Arthur Wagner
Seorang politisi terkemuka dari Alternative for Germany (AfD) telah masuk Islam dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin di partai anti-Muslim tersebut. Arthur Wagner, yang merupakan anggota terke mu ka partai sayap kanan di negara bagian Jerman timur di Bran denburg, mengundurkan diri karena 'alasan pribadi'.
Meskipun Arthur Wagner keluar dari jabatan kepemimpinan AfD di Brandenburg, dia tetap menjadi anggota partai. AfD merupakan partai yang menilai Islam tidak sesuai dengan konstitusi Jerman dan meng ingin kan larangan terhadap menara masjid dan burqa yang menutupi wajah.
AFD menjadi partai terbesar ketiga Jerman di parlemen setelah pemilihan umum September 2017 lalu, dilansir di Huffington Post, Kamis (25/1). Partai anti- Muslim ini mengatakan bahwa hak tersebut merupakan hak konstitusional kebebasan beragama, terlepas dari kehidupan baru Wagner.
"Wagner juga bisa memilih agama lain," ujar Daniel Friese, juru bicara partai. "Wagner mengundurkan diri pada 11 Januari dari dewan negara atas kemauannya sendiri. Baru, setelah itu, diketahui bahwa dia telah masuk Islam," jelas Friese.
Sementara itu, Wagner me nolak berkomentar mengenai sta tus mualafnya. "Itu urusan pribadi saya," katanya. Di negara bagian Brandenburg, Wagner fokus pada gereja dan komunitas iman, menurut media milik pemerintah, Deutsche Welle.
AfD mulai menonjol pada 2015 dengan masuknya pengungsi dan migran ke Eropa. Par tai ini bekerja untuk menarik orang-orang Jerman dengan memicu ketakutan akan perom bak an budaya dan ancaman ter ha dap gaya hidup Jerman aki bat kedatangan migran.
Partai tersebut terpilih se bagai anggota Bundestag atau par lemen untuk pertama kalinya de ngan memenangkan 12,6 per sen suara dalam pemilihan fede ral September 2017. Mereka mem promosikan kebijakan, se perti pemulangan 500 ribu peng ungsi Suriah yang tinggal di Jer man, mengklaim bahwa perang saudara Suriah hampir berakhir. Berita tersebut memicu ce mooh pada media sosial. Banyak pengguna Twitter yang menyerang Wagner karena masuk Islam setelah menjadi pimpinan partai yang telah mencerca keha diran Muslim di Jerman.
Mantan ketua kelompok sayap kanan..
5. Isa Chris Skellorn
Perasaan benci mewarnai perjumpaan awal Isa Chris Skellorndengan Islam. Lelaki asal Leeds, Inggris, itu semula menganggap agama tersebut sebagai sesuatu yang asing (alien) bagi orang-orang Britania dan Eropa umumnya.
Waktu itu, ia memandang ajaran Nabi Muhammad SAW sangat mengancam eksistensi kebudayaan Barat. Untuk mengekspresikan kebenciannya, Chris Skellorn cukup aktif di internet. Melalui akun media sosialnya, ia menyebarkan hasutan-hasutan yang bernada Islamofobia. Tujuannya untuk meyakinkan orang-orang, Islam adalah virus yang menakutkan bagi kehidupan modern.
Di satu sisi, ketika belum menjadi seorang mualaf, Chris mudah terpengaruh pelbagai pemberitaan tentang terorisme yang acap kali disangkutpautkan dengan Islam.
Sebagai contoh, serangan teroris di London pada 7 Juli 2005. Peristiwa nahas itu menelan 52 korban jiwa dan mengakibatkan ratusan orang luka-luka. Oleh berbagai media massa, para pelaku bom bunuh diri itu dicap sebagai kelompok teroris Islamis.
Di sisi lain, Chris sendiri memiliki pengalaman buruk saat masih muda. Sebagai siswa SMA, ia termasuk korban perundungan (bullying). Dan, beberapa perundungnya adalah anakanak keturunan Pakistan yang satu sekolah dengannya. Berkali-kali, ia menerima hantaman dan pukulan dari mereka sehingga membuatnya trauma.
Begitu lulus dari SMA, cara pandang Chris terhadap dunia makin monokrom. Baginya, semua orang Islam adalah musuh yang mesti dienyahkan. Ajaran agama ini baginya hanyalah pendatang yang tidak pantas berada di Inggris, tanah airnya.
Di bangku kuliah, ia diajak seorang kawannya untuk bergabung dengan gerakan Liga Pertahanan Inggris (English Defence League/EDL). Organisasi yang didirikan lima tahun sesudah Peristiwa Bom London itu menganut paham politik sayap-kanan ekstrem. Ideologinya, antara lain, adalah Islamofobia.
Bagai gayung bersambut, Chris merasa sangat cocok dengan EDL. Sejak terdaftar sebagai anggota gerakan tersebut, ia pun aktif dalam berbagai unjuk rasa anti-Islam. Pemuda itu bertemu dengan banyak orang sebayanya yang juga menaruh antipati terhadap Muslimin.
“Awalnya, aku tidak tahu bahwa itu (EDL) adalah sebuah organisasi. Kupikir, aku hanya berkumpul dengan orang-orang yang sepemikiran denganku mengenai masalah besar yang dihadapi kita semua, yakni Islam,” ujar Isa Chris Skellorn kepada Leeds Live, seperti dikutip Republika.co.id beberapa waktu lalu.
Lingkaran pertemanannya di EDL mengubah pribadinya. Chris mulai menyukai minuman keras, bahkan menenggak khamar sampai mabuk. Ia pun tidak ragu-ragu untuk mengonsumsi narkoba. Komunikasinya dengan orang tua tidak lagi baik.
Chris menceritakan pengalaman pertamanya ikut demonstrasi EDL di Leeds. Sebelum turun ke jalan, ia ikut dengan kawan-kawannya untuk membicarakan isi orasi yang hendak disampaikan dalam aksi.
Yang jelas, spanduk dan baliho yang akan dikibarkan mesti memuat pesan anti- Islam yang kuat. Rasanya waktu itu aku sangat antusias. Ikut demonstrasi seperti ikut menonton pertandingan sepak bola di stadion, katanya.
Dua tahun lamanya Chris menjadi anggota EDL Leeds. Belakangan, ia menyadari bahwa dalam masa itu dirinya hanya membebek para petinggi organisasi. Tidak pernah sekalipun terlintas dalam benaknya untuk mengenal atau mencari tahu sendiri segala hal tentang Islam.
Chris awalnya mengira, Islam adalah agama yang seharusnya dipeluk oleh orang-orang non- Eropa saja. Barulah sesudah lewat dua tahun aktif di EDL, ia mafhum bahwa Muslim bukanlah identik dengan kebangsaan tertentu.
Katakanlah, Arab ternyata tidak sama dengan Islam. Bahkan, di dunia Arab pun ada banyak pemeluk Kristen, misalnya.
Pada faktanya, negara dengan jumlah Muslimin terbanyak justru bukan negeri mana pun di Timur Tengah, melainkan Indonesia sebuah republik di Asia Tenggara.
"Islam adalah agama yang mengatasi golongan etnis, kebangsaan, ras, atau warna kulit. Selama dua tahun di sana (EDL), aku hanya menerima dan menerima apa kata orang. Aku belum sampai pada kesadaran, sesungguhnya banyak yang tidak kupahami tentang Islam," ucapnya.
Sampailah ia pada pengujung tahun ketiga sebagai seorang simpatisan gerakan Islamofobia itu. Chris mulai berani untuk mempertanyakan banyak hal tentang ideologi EDL. Pertama-tama, ia hendak menggali, sebenarnya adakah sesuatu sungguh-sungguh berasal dari ajaran Islam yang pantas dibenci oleh dirinya dan manusia pada umumnya?
Benih kesadaran
Chris Skellorn perlahan-lahan menjauh dari berbagai aktivitas EDL. Sebaliknya, ia kian aktif menjelajah internet guna menemukan sumbersumber pengetahuan tentang Islam.
Tidak puas dengan itu, penggemar olah raga sepak bola itu juga menyambangi beberapa toko buku di Leeds. Tujuannya adalah mendapatkan buku-buku tentang ajaran agama tauhid ini, termasuk mushaf Alquran plus terjemahan dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW
Pada 2013 terjadi perpecahan di tataran pimpinan EDL. Salah seorang tokohnya, Tommy Robinson, memutuskan untuk keluar. Keputusan itu dipengaruhi kedekatannya dengan kelompok pemikir Muslim yang moderat, yakni The Quilliam. Think tank itu berdiri pada 2008. Beberapa inisiatornya adalah kalangan akademisi, seperti Ed Husain dan Maajid Nawaz.
Namanya merujuk pada sosok Abdullah Quilliam (1856-1932), seorang mualaf yang mendirikan masjid pertama di Inggris. Tokoh asal Liverpool itu lahir dengan nama lengkap Willian Henry Quilliam. Putra seorang bangsawan lokal itu menjadi Muslim usai mengunjungi Maroko pada 1887.
Hingga 2010, Chris memang tertarik untuk mempelajari Islam secara mandiri. Namun, dirinya masih mengidap kecanduan akan narkoba dan miras. Hal itu cenderung menghalanginya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Bahkan, mulai 2015 dirinya sempat terperosok lagi pada paham Islamofobia. Pada 7 Januari di Paris, Prancis, terjadi penembakan terhadap sejumlah editor Charlie Hebdo. Kejadian itu dilatari kegusaran terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW yang dibuat media massa satir tersebut.
Siapa sangka, hidayah Allah menerangi hatinya dengan jalan berbeda. Pada suatu malam, Chris menemukan sebuah video di Youtube mengenai status Yesus (Nabi Isa). Tayangan itu menegaskan bahwa Nabi Isa adalah seorang utusan Tuhan, bukan anak Tuhan".
Chris senang menyaksikan video itu karena sejak kecil dirinya pun dididik dengan pemahaman demikian. Semula, ia mengira tayangan itu dibuat oleh sebuah denominasi Nasrani. Keesokan harinya, dirinya bekerja seperti biasa dan pulang larut malam.
Chris pun memanggil taksi. Dalam perjalanan pulang, ia pun menuturkan video yang ditontonnya kemarin. Ternyata, sopir kendaraan ini adalah seorang Muslim. Menanggapi cerita Chris, pengemudi itu menyatakan bahwa Islam mengajarkan, Nabi Isa adalah utusan Allah. Dan, Tuhan tidak beranak, tidak pula diperanakkan. "Begitu tahu dia (sopir taksi) adalah orang Islam, langsung aku katakan, 'Kamu Muslim, kamu teroris!' Tidak disangka, dia tersenyum saja mendengar perkataanku," kenang Chris.
Sampai di depan rumahnya, Chris pun turun dari taksi. Sambil menerima bayaran, sopir tersebut dengan tenang berkata kepadanya, Coba Anda tonton hingga tuntas video itu. Beberapa hari berlalu. Karena kejadian di taksi itu, Chris berupaya untuk tidak lagi menonton video tersebut.
Namun, hatinya justru merasa terpanggil untuk menyimak hingga tuntas tayangan di Youtube itu. Seolah-olah hatiku berkata, aku harus mencari tahu kebenaran, ujarnya.
Masuk Islam
Beberapa pekan lamanya, Chris Skellorn meng ikuti kajian yang diadakan saluran Youtube itu. Ia pun makin yakin akan kebenaran risalah Islam.
Agama ini mengajarkan, Nabi Isa adalah salah satu dari sekian banyak orang mulia yang menjadi utusan Allah SWT di sepanjang sejarah. Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Risalah yang dibawa beliau berlaku hingga akhir zaman kepada seluruh umat manusia.
Inilah yang menjelaskan, Islam mengatasi segala identitas suku, bangsa, dan warna kulit. Akhirnya, Chris condong pada keyakinan agama ini.
Suatu hari, ia merekam dirinya sendiri yang sedang berlatih melafalkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab. Ternyata, video itu kemudian disebarluaskan oleh seorang kawannya yang aktivis EDL ke khalayak luas.
Awalnya, Chris merasa malu untuk mengakui nya. Bahkan, ia beberapa kali menyatakan bahwa video itu hanya editan. Di berbagai platform medsos, ia menulis, "Saya bukan Muslim!"
Akan tetapi, lama kelamaan ia makin sering merenung. Sejak serius mempelajari Islam, dirinya tanpa disadari mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, semisal mabukmabukan atau mengonsumsi narkoba. Dengan penuh kesadaran, ia pun membulatkan tekad untuk menjadi Muslim.
Chris lalu memulai kontak dengan komunitas pemuda Masjid Raya Leeds. Mereka antusias sekali begitu mendengar ada yang hendak masuk Islam.
Tidak lama kemudian, mantan aktivis Islamofobia ini mengucapkan, "Asyhaduan Laa Ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah."
5 Pembenci Islam Jadi Mualaf, Dapat Hidayah dari Quran, Video Youtube Hingga Sepakbola
Mereka yang dahulu terkenal sebagai pegiat paham Islamofobia ini mendapat hidayah. [2,209] url asal
#mualaf #pembenci-islam-jadi-mualaf #joram-van-klaveren #alquran #islamofobia-jadi-mualaf #hidayah-bagi-islamofobia #paham-islamofobia #para-mualaf #mualaf-dapat-hidayah #mualaf-di-eropa #islam-di-erop
(Republika - Khazanah) 10/07/24 08:38
v/10281944/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hidayah tak mengenal suku bangsa, ras dan warna kulit. Saat Allah sudah menyentuh jiwa dengan keindahan Islam, sosok yang tadinya keras hati dan penuh benci pun menjadi Muslim. Sudah terbukti banyak sekali mereka yang bahkan secara fisik 'terstigma' sebagai anti Islam karena berkulit putih, bermata biru dan tinggal di Eropa jatuh ke pangkuan agama yang dibawa Rasulullah SAW. Mereka yang dahulu terkenal sebagai pegiat paham Islamofobia ini mendapat cahaya hidayah hingga menjadi mualaf. Berikut lima diantaranya yang dirangkum Republika.
1. Joram Van Klaveren
Joram Van Klaveren adalah seorang penulis buku anti Islam. Ia menjadi tangan kanan Geert Wilders, yang menyusun pesan-pesan Partai Kebebasan (PVV) yang menggambarkan Islam sebagai agama “kebohongan” dan mendorong agar Alqur’an dan masjid dilarang di Belanda.
Tetapi itu dulu, Joram van Klaveren kini adalah seorang mualaf dan saat ini terus berupaya secara aktif membongkar mitos-mitos yang dulu pernah ia gembar-gemborkan tentang Islam
“Hal-hal yang saya bantu kembangkan masih ada, mereka masih menggunakan alat yang saya berikan kepada mereka,” katanya kepada Guardian. “Saya benar-benar mendengar mereka mengatakan hal-hal yang saya buat,” lanjutnya yang dipublikasikan pada Jumat (3/5/2024).
Buku anti Islam karyanya, kembali mencuat di Belanda dalam beberapa bulan terakhir, ketika PVV muncul sebagai partai dengan suara terbanyak dalam pemilu Belanda baru-baru ini, sejalan dengan lonjakan platform nativis dan populis di seluruh Eropa. “Saya berada dalam politik anti-Islam selama 12 tahun, jadi saya harus melawan narasi ini setidaknya selama 12 tahun untuk menyamakan kedudukan,” kata pria berusia 45 tahun itu.
Dibesarkan dalam keluarga Protestan yang sangat religius di Amsterdam, Van Klaveren mengatakan kekhawatiran awalnya terhadap Islam dipengaruhi oleh gerejanya. Citra Islam di matanya semakin memburuk setelah peristiwa 11 September dan pembunuhan tragis sutradara film Theo van Gogh oleh seorang Muslim yang menggambarkan dirinya sebagai seorang jihadis, yang kemudian mendorong Van Klaveren untuk bergabung dengan partai Wilders pada 2010.
Sejak itu, ia mulai aktif dalam gerakan melarang kehadiran masjid-masjid dan alquran di Belanda. Ia juga melakukan segala cara untuk melarang sekolah Islam dan pelajaran bahasa Arab di Belanda. “Saat itu, saya pikir itu adalah hal yang baik karena kami memerangi Islam,” imbuhnya.
Van Klaveren kemudian memutuskan hubungan dengan Geert Wilders pada tahun 2014 setelah rapat umum, di mana pemimpin PVV bertanya kepada pendukungnya apakah mereka menginginkan “lebih sedikit warga Maroko” di negara tersebut. Bagi Van Klaveren, hal itu tampaknya merupakan langkah yang terlalu jauh. “Saya berpikir, ya, saya harus keluar karena sekarang ini sudah menjadi masalah etnis.”
Dia mendirikan partainya sendiri, tetapi gagal mendapatkan satu kursi pun dalam pemilu nasional. Van Klaveren kemudian keluar dari dunia politik, dan menetapkan tujuan untuk menyelesaikan sebuah buku yang telah dia tulis bertahun-tahun sebelumnya. Dia pun membayangkan buku itu sebagai sebuah buku besar akademis yang akan mengungkap ancaman yang ditimbulkan oleh Islam.
Demi bukunya itu, Van Klaveren terjun langsung mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Namun semakin dia mendalami ajaran Islam, semakin membuatnya tertarik pada Islam.
Hanya saja, ketertarikannya saat itu ia hempaskan karena pekerjaannya sehari-hari di sebuah stasiun radio evangelis. Lagi-lagi ketika keingin tahuannya tentang Islam mulai kembali menggelitiknya. Dia harus bergulat dengan statusnya sebagai suara umat Kristen konservatif.
Akhirnya hidayah Allah datang. Dia lantas meninggalkan bukunya dan meletakkannya di rak buku di rumahnya.Ketika itu, tiba-tiba buku-bukunya berjatuhan ke lantai. Van Klaveren lantas mengambil sebuah mushaf Alquran yang turut jatuh. Saat ia mengambilnya, Alquran tersebut terbuka dan tepat di surat Alhajj ayat 46.
“Terjemahannya berbunyi: ‘Bukan mata yang buta, tapi hati,’ dan saya berpikir: 'Ya, ini benar-benar masalah saya,” ujar Klaveren.“Kedengarannya seperti dongeng, tapi itu benar-benar terjadi,” tegasnya.
Selanjutnya pada 2019, ia mengumumkan perpindahan agamanya ke publik. Ia sengaja mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi seorang Mualaf sebagai kesempatan untuk meluruskan apa-apa yang telah dibuatnya di masa lalu, tentang anti Islam.
“Dia bilang ‘kamu juga punya tanggung jawab. Karena kamu menghasut kebencian (terhadap Muslim)’,” kata Van Klaveren mengenang nasihat gurunya.
2. Arthur Wagner
Seorang politisi terkemuka dari Alternative for Germany (AfD) telah masuk Islam dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin di partai anti-Muslim tersebut. Arthur Wagner, yang merupakan anggota terke mu ka partai sayap kanan di negara bagian Jerman timur di Bran denburg, mengundurkan diri karena 'alasan pribadi'.
Meskipun Arthur Wagner keluar dari jabatan kepemimpinan AfD di Brandenburg, dia tetap menjadi anggota partai. AfD merupakan partai yang menilai Islam tidak sesuai dengan konstitusi Jerman dan meng ingin kan larangan terhadap menara masjid dan burqa yang menutupi wajah.
AFD menjadi partai terbesar ketiga Jerman di parlemen setelah pemilihan umum September 2017 lalu, dilansir di Huffington Post, Kamis (25/1). Partai anti- Muslim ini mengatakan bahwa hak tersebut merupakan hak konstitusional kebebasan beragama, terlepas dari kehidupan baru Wagner.
"Wagner juga bisa memilih agama lain," ujar Daniel Friese, juru bicara partai. "Wagner mengundurkan diri pada 11 Januari dari dewan negara atas kemauannya sendiri. Baru, setelah itu, diketahui bahwa dia telah masuk Islam," jelas Friese.
Sementara itu, Wagner me nolak berkomentar mengenai sta tus mualafnya. "Itu urusan pribadi saya," katanya. Di negara bagian Brandenburg, Wagner fokus pada gereja dan komunitas iman, menurut media milik pemerintah, Deutsche Welle.
AfD mulai menonjol pada 2015 dengan masuknya pengungsi dan migran ke Eropa. Par tai ini bekerja untuk menarik orang-orang Jerman dengan memicu ketakutan akan perom bak an budaya dan ancaman ter ha dap gaya hidup Jerman aki bat kedatangan migran.
Partai tersebut terpilih se bagai anggota Bundestag atau par lemen untuk pertama kalinya de ngan memenangkan 12,6 per sen suara dalam pemilihan fede ral September 2017. Mereka mem promosikan kebijakan, se perti pemulangan 500 ribu peng ungsi Suriah yang tinggal di Jer man, mengklaim bahwa perang saudara Suriah hampir berakhir. Berita tersebut memicu ce mooh pada media sosial. Banyak pengguna Twitter yang menyerang Wagner karena masuk Islam setelah menjadi pimpinan partai yang telah mencerca keha diran Muslim di Jerman.
Mantan ketua kelompok sayap kanan..
5. Isa Chris Skellorn
Perasaan benci mewarnai perjumpaan awal Isa Chris Skellorndengan Islam. Lelaki asal Leeds, Inggris, itu semula menganggap agama tersebut sebagai sesuatu yang asing (alien) bagi orang-orang Britania dan Eropa umumnya.
Waktu itu, ia memandang ajaran Nabi Muhammad SAW sangat mengancam eksistensi kebudayaan Barat. Untuk mengekspresikan kebenciannya, Chris Skellorn cukup aktif di internet. Melalui akun media sosialnya, ia menyebarkan hasutan-hasutan yang bernada Islamofobia. Tujuannya untuk meyakinkan orang-orang, Islam adalah virus yang menakutkan bagi kehidupan modern.
Di satu sisi, ketika belum menjadi seorang mualaf, Chris mudah terpengaruh pelbagai pemberitaan tentang terorisme yang acap kali disangkutpautkan dengan Islam.
Sebagai contoh, serangan teroris di London pada 7 Juli 2005. Peristiwa nahas itu menelan 52 korban jiwa dan mengakibatkan ratusan orang luka-luka. Oleh berbagai media massa, para pelaku bom bunuh diri itu dicap sebagai kelompok teroris Islamis.
Di sisi lain, Chris sendiri memiliki pengalaman buruk saat masih muda. Sebagai siswa SMA, ia termasuk korban perundungan (bullying). Dan, beberapa perundungnya adalah anakanak keturunan Pakistan yang satu sekolah dengannya. Berkali-kali, ia menerima hantaman dan pukulan dari mereka sehingga membuatnya trauma.
Begitu lulus dari SMA, cara pandang Chris terhadap dunia makin monokrom. Baginya, semua orang Islam adalah musuh yang mesti dienyahkan. Ajaran agama ini baginya hanyalah pendatang yang tidak pantas berada di Inggris, tanah airnya.
Di bangku kuliah, ia diajak seorang kawannya untuk bergabung dengan gerakan Liga Pertahanan Inggris (English Defence League/EDL). Organisasi yang didirikan lima tahun sesudah Peristiwa Bom London itu menganut paham politik sayap-kanan ekstrem. Ideologinya, antara lain, adalah Islamofobia.
Bagai gayung bersambut, Chris merasa sangat cocok dengan EDL. Sejak terdaftar sebagai anggota gerakan tersebut, ia pun aktif dalam berbagai unjuk rasa anti-Islam. Pemuda itu bertemu dengan banyak orang sebayanya yang juga menaruh antipati terhadap Muslimin.
“Awalnya, aku tidak tahu bahwa itu (EDL) adalah sebuah organisasi. Kupikir, aku hanya berkumpul dengan orang-orang yang sepemikiran denganku mengenai masalah besar yang dihadapi kita semua, yakni Islam,” ujar Isa Chris Skellorn kepada Leeds Live, seperti dikutip Republika.co.id beberapa waktu lalu.
Lingkaran pertemanannya di EDL mengubah pribadinya. Chris mulai menyukai minuman keras, bahkan menenggak khamar sampai mabuk. Ia pun tidak ragu-ragu untuk mengonsumsi narkoba. Komunikasinya dengan orang tua tidak lagi baik.
Chris menceritakan pengalaman pertamanya ikut demonstrasi EDL di Leeds. Sebelum turun ke jalan, ia ikut dengan kawan-kawannya untuk membicarakan isi orasi yang hendak disampaikan dalam aksi.
Yang jelas, spanduk dan baliho yang akan dikibarkan mesti memuat pesan anti- Islam yang kuat. Rasanya waktu itu aku sangat antusias. Ikut demonstrasi seperti ikut menonton pertandingan sepak bola di stadion, katanya.
Dua tahun lamanya Chris menjadi anggota EDL Leeds. Belakangan, ia menyadari bahwa dalam masa itu dirinya hanya membebek para petinggi organisasi. Tidak pernah sekalipun terlintas dalam benaknya untuk mengenal atau mencari tahu sendiri segala hal tentang Islam.
Chris awalnya mengira, Islam adalah agama yang seharusnya dipeluk oleh orang-orang non- Eropa saja. Barulah sesudah lewat dua tahun aktif di EDL, ia mafhum bahwa Muslim bukanlah identik dengan kebangsaan tertentu.
Katakanlah, Arab ternyata tidak sama dengan Islam. Bahkan, di dunia Arab pun ada banyak pemeluk Kristen, misalnya.
Pada faktanya, negara dengan jumlah Muslimin terbanyak justru bukan negeri mana pun di Timur Tengah, melainkan Indonesia sebuah republik di Asia Tenggara.
"Islam adalah agama yang mengatasi golongan etnis, kebangsaan, ras, atau warna kulit. Selama dua tahun di sana (EDL), aku hanya menerima dan menerima apa kata orang. Aku belum sampai pada kesadaran, sesungguhnya banyak yang tidak kupahami tentang Islam," ucapnya.
Sampailah ia pada pengujung tahun ketiga sebagai seorang simpatisan gerakan Islamofobia itu. Chris mulai berani untuk mempertanyakan banyak hal tentang ideologi EDL. Pertama-tama, ia hendak menggali, sebenarnya adakah sesuatu sungguh-sungguh berasal dari ajaran Islam yang pantas dibenci oleh dirinya dan manusia pada umumnya?
Benih kesadaran
Chris Skellorn perlahan-lahan menjauh dari berbagai aktivitas EDL. Sebaliknya, ia kian aktif menjelajah internet guna menemukan sumbersumber pengetahuan tentang Islam.
Tidak puas dengan itu, penggemar olah raga sepak bola itu juga menyambangi beberapa toko buku di Leeds. Tujuannya adalah mendapatkan buku-buku tentang ajaran agama tauhid ini, termasuk mushaf Alquran plus terjemahan dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW
Pada 2013 terjadi perpecahan di tataran pimpinan EDL. Salah seorang tokohnya, Tommy Robinson, memutuskan untuk keluar. Keputusan itu dipengaruhi kedekatannya dengan kelompok pemikir Muslim yang moderat, yakni The Quilliam. Think tank itu berdiri pada 2008. Beberapa inisiatornya adalah kalangan akademisi, seperti Ed Husain dan Maajid Nawaz.
Namanya merujuk pada sosok Abdullah Quilliam (1856-1932), seorang mualaf yang mendirikan masjid pertama di Inggris. Tokoh asal Liverpool itu lahir dengan nama lengkap Willian Henry Quilliam. Putra seorang bangsawan lokal itu menjadi Muslim usai mengunjungi Maroko pada 1887.
Hingga 2010, Chris memang tertarik untuk mempelajari Islam secara mandiri. Namun, dirinya masih mengidap kecanduan akan narkoba dan miras. Hal itu cenderung menghalanginya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Bahkan, mulai 2015 dirinya sempat terperosok lagi pada paham Islamofobia. Pada 7 Januari di Paris, Prancis, terjadi penembakan terhadap sejumlah editor Charlie Hebdo. Kejadian itu dilatari kegusaran terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW yang dibuat media massa satir tersebut.
Siapa sangka, hidayah Allah menerangi hatinya dengan jalan berbeda. Pada suatu malam, Chris menemukan sebuah video di Youtube mengenai status Yesus (Nabi Isa). Tayangan itu menegaskan bahwa Nabi Isa adalah seorang utusan Tuhan, bukan anak Tuhan".
Chris senang menyaksikan video itu karena sejak kecil dirinya pun dididik dengan pemahaman demikian. Semula, ia mengira tayangan itu dibuat oleh sebuah denominasi Nasrani. Keesokan harinya, dirinya bekerja seperti biasa dan pulang larut malam.
Chris pun memanggil taksi. Dalam perjalanan pulang, ia pun menuturkan video yang ditontonnya kemarin. Ternyata, sopir kendaraan ini adalah seorang Muslim. Menanggapi cerita Chris, pengemudi itu menyatakan bahwa Islam mengajarkan, Nabi Isa adalah utusan Allah. Dan, Tuhan tidak beranak, tidak pula diperanakkan. "Begitu tahu dia (sopir taksi) adalah orang Islam, langsung aku katakan, 'Kamu Muslim, kamu teroris!' Tidak disangka, dia tersenyum saja mendengar perkataanku," kenang Chris.
Sampai di depan rumahnya, Chris pun turun dari taksi. Sambil menerima bayaran, sopir tersebut dengan tenang berkata kepadanya, Coba Anda tonton hingga tuntas video itu. Beberapa hari berlalu. Karena kejadian di taksi itu, Chris berupaya untuk tidak lagi menonton video tersebut.
Namun, hatinya justru merasa terpanggil untuk menyimak hingga tuntas tayangan di Youtube itu. Seolah-olah hatiku berkata, aku harus mencari tahu kebenaran, ujarnya.
Masuk Islam
Beberapa pekan lamanya, Chris Skellorn meng ikuti kajian yang diadakan saluran Youtube itu. Ia pun makin yakin akan kebenaran risalah Islam.
Agama ini mengajarkan, Nabi Isa adalah salah satu dari sekian banyak orang mulia yang menjadi utusan Allah SWT di sepanjang sejarah. Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Risalah yang dibawa beliau berlaku hingga akhir zaman kepada seluruh umat manusia.
Inilah yang menjelaskan, Islam mengatasi segala identitas suku, bangsa, dan warna kulit. Akhirnya, Chris condong pada keyakinan agama ini.
Suatu hari, ia merekam dirinya sendiri yang sedang berlatih melafalkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab. Ternyata, video itu kemudian disebarluaskan oleh seorang kawannya yang aktivis EDL ke khalayak luas.
Awalnya, Chris merasa malu untuk mengakui nya. Bahkan, ia beberapa kali menyatakan bahwa video itu hanya editan. Di berbagai platform medsos, ia menulis, "Saya bukan Muslim!"
Akan tetapi, lama kelamaan ia makin sering merenung. Sejak serius mempelajari Islam, dirinya tanpa disadari mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, semisal mabukmabukan atau mengonsumsi narkoba. Dengan penuh kesadaran, ia pun membulatkan tekad untuk menjadi Muslim.
Chris lalu memulai kontak dengan komunitas pemuda Masjid Raya Leeds. Mereka antusias sekali begitu mendengar ada yang hendak masuk Islam.
Tidak lama kemudian, mantan aktivis Islamofobia ini mengucapkan, "Asyhaduan Laa Ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah."