#30 tag 24jam
4 Tips Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK Saat Interview
Saat interview kerja, pewawancara sering menanyakan alasan dipecat atau terdampak PHK. Agar tidak salah jawab, simak 4 tipsnya di sini. [834] url asal
#phk #dipecat #pekerjaan #interview-kerja
(detikFinance - Terbaru) 28/09/24 11:15
v/15671511/
Pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dipecat dari perusahaan lamanya tentu harus segera bangkit dan semangat mencari pekerjaan baru.
Saat melamar di sebuah perusahaan, pewawancara yang biasanya divisi human resources (HR) akan menanyakan beberapa hal, salah satunya ditanya soal alasan dipecat atau terdampak PHK. Pertanyaan ini membuat sebagian orang gugup karena khawatir penjelasannya justru menjadi bumerang, sehingga jadi tidak lolos tahap wawancara.
Lantas, bagaimana menyikapi pertanyaan tentang alasan dipecat atau terdampak PHK dari perusahaan sebelumnya? Simak tips menjawabnya dalam artikel ini.
Tips Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK
Saat wawancara kerja, HR bisa saja menanyakan alasan kenapa kamu dipecat atau terdampak PHK dari perusahaan sebelumnya. Mengutip situs Enhancv, berikut tips menjawabnya:
1. Berkata Jujur
Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, detikers harus menjawabnya dengan jujur. Jelaskan mengapa kamu bisa dipecat atau terdampak PHK dari tempat kerja sebelumnya.
Jawaban yang jujur lebih bisa diterima oleh perekrut daripada menjawab dengan alasan yang bertele-tele. Selain itu, kemungkinan besar HR akan menghubungi atasan kamu sebelumnya untuk memverifikasi cerita detikers.
2. Tetap Profesional
Walau harus bercerita secara terus terang, kamu harus tetap terlihat profesional di depan pewawancara. Saat menjelaskan apa yang terjadi, tetapi tenang dan sampaikan hal-hal tersebut dengan positif.
Sebaiknya hindari menggunakan kata-kata negatif dan cenderung menyerang perusahaan atau atasan detikers di tempat kerja sebelumnya. Langkah tersebut justru membuat HR menjadi ragu karena sikapmu yang kurang profesional di dunia kerja.
3. Belajar dari Pengalaman Sebelumnya
Menyampaikan alasan dipecat dari perusahaan sebelumnya bisa membantumu agar belajar dari pengalaman. Nah, coba jelaskan kepada pewawancara bahwa meski sudah dipecat, hal tersebut justru menyadarkanmu akan kesalahan-kesalahan di masa lalu yang tidak akan diulangi kembali.
Cara ini akan dipandang positif oleh HR. Soalnya, meski kamu sudah dipecat bukan berarti menyalahkan keadaan maupun orang lain, tapi justru membuatmu tersadar untuk lebih baik lagi ke depannya.
4. Promosikan Sisi Positif Kamu
Ketika ditanya alasan dipecat atau terdampak PHK, hal itu bisa menjadi titik balik untuk mempromosikan sisi positif kamu di bidang pekerjaan daripada terus-menerus menjual cerita sedih ke pewawancara.
Cukup sampaikan secara ringkas dan jujur tentang alasan kamu dipecat dari pekerjaan. Setelah itu, jelaskan kepada HR bahwa selama kamu bekerja masih memiliki hal-hal positif yang berdampak terhadap perusahaan.
Cara tersebut dapat mengubah arah pembicaraan, dari yang awalnya fokus terhadap kesalahanmu di masa lalu menjadi target yang detikers ingin raih bersama perusahaan baru.
Contoh Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK
Setelah mengetahui tips-tipsnya, kini detikers tinggal mengolah kata-kata yang baik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Agar tidak gugup, simak beberapa contohnya di bawah ini yang mengutip situs The Balance Money:
Contoh Jawaban Pertama
"Saya dipecat oleh perusahaan lama saya karena kurang cekatan. Saya bekerja tidak sesuai dengan keterampilan sehingga saya kewalahan dalam menghadapi tekanan. Tapi, pemecatan saya adalah berkah tersendiri. Sekarang saya memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan kualifikasi dan minat saya."
Contoh Jawaban Kedua
"Pekerjaan sebelumnya tidak berjalan dengan baik, jadi atasan saya dan saya sepakat bahwa sudah saatnya bagi saya untuk pindah ke posisi yang akan memberikan hasil yang lebih baik bagi kami berdua. Sekarang, saya melamar di perusahaan Bapak/Ibu karena saya sudah belajar dari pengalaman dan siap bekerja."
Contoh Jawaban Ketiga
"Saya terdampak PHK karena pabrik di tempat saya kerja sebelumnya menghentikan operasionalnya dan memilih mendirikan pabrik di negara lain. Sangat disayangkan karena atasan saya sebelumnya mengenal saya sebagai pribadi yang baik dan melakukan pekerjaan secara profesional. Selain itu, saya sudah lima kali mendapatkan penghargaan sebagai karyawan terbaik bulanan sepanjang 2023."
Demikian penjelasan mengenai cara menjawab alasan dipecat atau terdampak PHK saat interview kerja. Semoga bermanfaat!
(ilf/fds)
Bingung Saat Ditanya Pilih Keluarga atau Pekerjaan? Ini Jawabannya
Saat interview kerja, pewawancara sering bertanya apakah lebih memilih keluarga atau pekerjaan. Berikut tips menjawabnya yang tepat. [844] url asal
#wawancara-kerja #interview-kerja #keluarga
(detikFinance - Moneter) 23/09/24 05:45
v/15421839/
Saat wawancara kerja, HR atau pewawancara akan bertanya kepada kandidat tentang banyak hal. Bahkan, ada sejumlah pertanyaan yang membuat kandidat perlu hati-hati dalam menjawabnya, misalnya saat ditanya apakah memilih keluarga atau pekerjaan.
Pertanyaan ini biasanya muncul ketika kandidat sudah berkeluarga dan memiliki anak. Sejumlah kandidat kerap kebingungan dalam menjawab pertanyaan ini karena sulit untuk memutuskan mana yang lebih utama, keluarga atau pekerjaan.
Lantas, bagaimana cara menjawabnya saat ditanya pilih keluarga atau pekerjaan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Tips Menjawab Pertanyaan "Pilih Keluarga atau Pekerjaan?"
Pertanyaannya sederhana, tapi terkadang membuat kandidat bingung saat menjawabnya. Sebab, jika memilih keluarga maka kamu akan kesulitan mendapat pekerjaan. Sebaliknya, jika memilih pekerjaan maka kamu akan sulit untuk lebih dekat dengan keluarga.
Mengutip laman University of The People, sebenarnya tidak ada jawaban pasti mengenai pilihan antara keluarga atau pekerjaan. Banyak HR yang menanyakan hal tersebut untuk meyakinkan kandidat bahwa ia bisa membagi waktu antara keduanya.
Saat menjawab pertanyaannya, detikers bisa menjelaskan bagaimana cara kamu membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Dalam beberapa hal, kamu bisa mengutamakan keluarga dahulu dibandingkan pekerjaan dan begitupun sebaliknya.
Sebagai contoh, ketika anak kesayanganmu sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dalam kondisi tersebut, kamu harus mengutamakan keluarga dibandingkan pekerjaan.
Namun, bukan berarti kamu melepas pekerjaan begitu saja karena masih memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan. Jadi, kamu bisa meminta kepada atasan untuk mempertimbangkan work from home (WFH), melakukan meeting online, atau mengundurkan deadline dari jadwal yang seharusnya.
Jawaban tersebut bisa menggambarkan dirimu sebagai kandidat yang bertanggung jawab. Artinya, kamu bertanggung jawab sebagai orang tua dalam keluarga sekaligus karyawan yang patuh terhadap aturan perusahaan.
Banyak Pekerja yang Dilema saat Memilih Karier atau Keluarga
Salah satu tantangan besar yang dihadapi para pekerja yang sudah berkeluarga adalah membagi waktu antara karier dan keluarga. Hal ini membuat beberapa pekerja dilema saat membagi waktu antara keduanya.
Dilansir Times of India, sebuah survei di Amerika Serikat pada 2013 lalu mengungkapkan bahwa 42 persen wanita karier mengurangi waktu kerja mereka demi keluarga, sedangkan 33 persen perempuan tidak bekerja sama sekali demi mengasuh anak di rumah. Sementara hanya 10 persen pria yang keluar dari pekerjaannya untuk mengasuh seseorang dalam keluarga.
Dr James Tooley, seorang profesor di bidang edukasi dari University of Newcastle mengatakan, banyak wanita karier yang merasa kurang bahagia ketika tidak mengutamakan keluarga dan anak-anaknya.
Berdasarkan temuannya lewat analisis data yang dikumpulkan lebih dari 100.000 pria dan wanita di Inggris dan AS, Tooley menemukan bahwa banyak orang tua yang lebih puas jika mereka tinggal di rumah dan membesarkan anak-anaknya.
Lalu, hasil studi terhadap 1.200 wanita karier yang telah menikah di beberapa kota besar menunjukkan bahwa 650 responden memilih menunda rencana untuk memiliki anak. Alasannya karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Tips Membagi Waktu antara Karier dan Keluarga
Meski jadi dilema bagi banyak orang, tapi sebenarnya membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga tidak terlalu sulit. Kembali mengutip situs University of The People, berikut cara membagi waktu antara karier dan keluarga:
1. Fokus dengan Apa yang Dihadapi
Ketika sedang bekerja, jangan terobsesi atau membayangkan bahwa kamu bisa pulang cepat ke rumah. Tetaplah fokus bekerja agar pekerjaan cepat selesai.
Nah, ketika sudah di rumah dan bersama keluarga, cobalah untuk tidak memikirkan pekerjaan di kantor. Sisakan waktu luang untuk bercengkrama bersama istri dan anak-anak, sebelum kembali tidur dan melanjutkan aktivitas di esok hari.
2. Sisakan Waktu Luang untuk Keluarga
Terkadang, tuntutan pekerjaan bisa membuatmu terasa jauh dari keluarga. Saat memasuki akhir pekan, gunakan waktu tersebut untuk bersantai bersama keluarga, mulai dari jalan-jalan, liburan ke luar kota, atau staycation untuk menghabiskan waktu bersama.
Itu dia tips menjawab pertanyaan 'pilih keluarga atau pekerjaan?' ketika sedang wawancara. Semoga dapat membantu detikers.
(ilf/fds)
15 Contoh Jawaban Motivasi Kerja saat Interview Agar Tidak Kagok
Saat interview biasanya akan ditanya tentang motivasi kerja. Simak 15 contoh jawaban motivasi kerja saat interview agar tidak kagok. [1,601] url asal
#interview-kerja #wawancara-kerja #motivasi-kerja
(detikFinance - Terbaru) 18/09/24 12:15
v/15178426/
Saat wawancara kerja, biasanya HR atau pewawancara akan bertanya kepada kandidat tentang motivasi kerja. Bagi sebagian orang pertanyaan ini terbilang mudah untuk dijawab, padahal detikers harus hati-hati karena bisa menjadi pertanyaan 'jebakan'.
Perlu diingat, jika muncul pertanyaan tentang motivasi kerja maka kandidat harus menjawab secara jujur, singkat, padat, dan jelas. Jawaban yang terlalu pendek ataupun panjang justru bisa membuat HR sedikit ragu.
Selain itu, jawaban juga harus berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Jangan sampai melenceng jauh sehingga membuat HR tidak yakin dengan kamu.
Lantas, bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja saat interview? Simak contoh jawaban yang baik dalam artikel ini.
Contoh Jawaban Motivasi Kerja saat Interview
Pertanyaan yang muncul saat interview kerja sangat beragam, salah satunya tentang motivasi kerja. Meski pertanyaannya terdengar sepele, tapi tak bisa dijawab secara sembarangan.
Agar bisa menjawab pertanyaannya dengan baik, simak beberapa contoh jawaban motivasi kerja yang dilansir dari Indeed Career, Top Resume, dan Cultivated Culture.
Contoh 1
"Saya adalah orang yang teratur dan tak suka membuang waktu. Menjadi orang yang teratur di tempat kerja dan di rumah telah membantu saya untuk mengelola waktu dalam mencapai tujuan dan target.
Hal ini juga bisa membantu saya agar pekerjaan saya bisa terselesaikan dengan baik tanpa harus membebani diri secara berlebihan. Dengan begitu, saya bisa fokus melakukan pekerjaan dengan hasil yang berkualitas.
Manajemen waktu yang baik itu sangat membantu saya dalam mempertahankan standar yang sangat baik secara konsisten."
Contoh 2
"Memberikan pelayanan kepada pelanggan menjadi hal yang memotivasi saya dalam bekerja. Sebab, saya bekerja sebagai sales associate, sehingga dalam sehari-harinya saya sibuk dengan penyelesaian masalah pelanggan.
Saya berupaya untuk memahami pertanyaan mereka dan menjelaskan bagaimana prosedur operasional kami dalam bekerja.
Hal ini benar-benar memotivasi saya dan meningkatkan kepercayaan diri. Terlebih saat setiap kali pelanggan memberikan ulasan bagus dan penilaian tinggi terhadap kinerja saya."
Contoh 3
"Di tempat kerja dahulu, saya adalah pemimpin tim yang terdiri dari 10 orang. Tugas kami yaitu meningkatkan hasil produksi, sehingga tim harus bekerja secara efisien untuk memberikan hasil yang akurat dan konsisten.
Saya memiliki tujuan untuk menyederhanakan proses tim, sehingga tim menjadi lebih produktif tanpa harus terbebani oleh beban dan ritme kerja yang berlebihan.
Bekerja dalam tim serta menyelesaikan tugas secara akurat dan cepat dari jadwal merupakan target yang saya lakukan setiap hari. Saya ingin membantu perusahaan ini agar selalu mencapai keuntungan."
Contoh 4
"Saya jelas termotivasi oleh hasil. Oleh karena itu, saya selalu bersemangat ketika memiliki tujuan nyata untuk dicapai.
Dalam pekerjaan saya saat ini, kami memiliki sasaran triwulanan dan tahunan yang sangat jelas dan terukur. Jadi, saya ditugaskan untuk bekerja dengan manajer dan tim dalam membuat strategi bulanan agar memenuhi angka akhir kuartal dan akhir tahun kami.
Mencapai target-target perusahaan merupakan sebuah target yang luar biasa. Hal ini bisa membuat saya ingin lebih berorientasi pada hasil yang lebih baik lagi."
Contoh 5
"Mempelajari sebuah keterampilan baru adalah motivasi saya. Saya sangat senang jika nantinya keterampilan dan pengetahuan saya bisa berkembang melalui posisi pekerjaan yang saya lamar ini.
Selain dari pengalaman kerja, saya juga mengembangkan keahlian saya secara konsisten melalui berbagai pelatihan dan kursus. Bahkan, sebagian pembayaran kursus berasal dari kantong saya sendiri.
Jadi, saya sangat yakin bahwa dengan semangat saya yang selalu ingin belajar, saya bisa lebih inovatif dan sangat berguna di tempat kerja nantinya."
Contoh 6
"Saya sudah menyukai dan melakukan kegiatan yang berhubungan coding sejak SMA hingga kuliah. Ayah saya adalah seorang software developer, beliau sudah membantu saya dan mempelajari saya terkait bidang itu.
Hal ini membuat saya berhasil menjadi ahli dalam Java dan C++. Memecahkan masalah dengan coding merupakan hal yang menantang bagi saya sekaligus alasan saya untuk meraih kesuksesan dalam bidang ini."
Contoh 7
"Saya punya pengalaman dalam bertanggung jawab untuk mengarahkan tim software development di berbagai perusahaan.
Saya pernah berhasil membawa tim saya mencapai pengiriman produk 100% tepat waktu selama enam bulan berturut-turut. Tantangan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal adalah hal yang selalu memotivasi saya untuk bisa lebih baik lagi."
Contoh 8
"Saya suka angka. Menganalisis data dan memberikan hasil yang akurat adalah hal yang memotivasi saya. Saya senang menggunakan perangkat untuk mengolah data dan angka seperti Spreadsheet dan Microsoft Excel.
Di posisi saya saat ini, saya bekerja membuat laporan analisis penjualan bulanan. Memberikan informasi penting dari data sangat memotivasi saya, karena dengan begitu saya bisa membantu perusahaan bisa menentukan sasaran penjualannya.
Saya yakin, keberadaan saya di perusahaan ini akan membantu memberikan kontribusi besar terhadap hal tersebut."
Contoh 9
"Saya termotivasi untuk bekerja di sini karena dapat membantu saya untuk terus belajar dan mengembangkan keahlian saya.
Saya selalu berupaya menjadi orang yang paling terlibat dan memberikan manfaat positif ketika mengerjakan proyek-proyek menantang.
Selain itu, saya juga termotivasi oleh kesempatan untuk bekerja dengan rekan-rekan yang berpengalaman dan berpengetahuan luas. Hal ini dapat membantu saya belajar dan berkembang dalam karir saya."
Contoh 10
"Saya sangat termotivasi dengan pekerjaan yang saya lakukan sebagai guru. Saya akan merasa sangat puas ketika melihat siswa saya berhasil dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Selain itu, saya juga termotivasi untuk memberikan kontribusi yang baik dalam kehidupan orang lain. Oleh sebab itu, saya selalu merasa terinspirasi ketika melihat dampak positif dari hasil didikan saya terhadap siswa dan keluarga mereka."
Contoh 11
"Sebagai seorang marketer, saya selalu termotivasi untuk bekerja kreatif, bekerja dalam tim, serta berupaya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.
Salah satu hal yang saya sukai dari pekerjaan terakhir saya yaitu menyaksikan hasil kampanye tim dan melihat alur bagaimana orang-orang yang kami prospek berhasil menjadi pelanggan tetap.
Memiliki kesempatan untuk pembuatan ide hingga peluncuran produk menjadi salah satu alasan yang membuat saya sangat bersemangat untuk melamar pekerjaan ini."
Contoh 12
"Saya termotivasi ketika membantu pasien saat masih dirawat, terutama setelah menyelesaikan pekerjaan di shift malam.
Walaupun shift malam itu berat dan membuat saya harus terjaga sepanjang malam, tetapi melihat senyum di wajah pasien dan keluarganya, melihat pasien semakin pulih dari penyakitnya. Itu semua membuat saya semakin bersemangat untuk bekerja. Hal itulah yang memotivasi saya menjadi seorang perawat."
Contoh 13
"Kepuasan dalam mengatasi rintangan menjadi motivasi terbesar saya.
Sebagai contoh, matematika bukanlah mata pelajaran terbaik saya, namun saya memilih untuk mengambil kalkulus di perguruan tinggi. Meski hal itu tidak diwajibkan untuk jurusan saya, tapi saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya.
Materi pelajarannya tidaklah mudah bagi saya. Saya harus menghabiskan banyak waktu hingga begadang setiap malam untuk belajar. Hingga pada akhirnya saya bisa lulus dengan nilai A.
Perasaan berhasil setelah melalui tantangan inilah yang menjadi dorongan saya untuk berkarir di bidang penjualan."
Contoh 14
"Saya merasa lebih termotivasi saat berada dalam lingkungan yang positif, terutama ketika saya dikelilingi oleh rekan kerja yang memiliki pandangan yang terbuka dan tujuan yang sejalan, yaitu mencapai hasil terbaik untuk perusahaan.
Kerjasama tim yang baik, serta kontribusi aktif dari setiap individu akan mendorong saya untuk lebih produktif dan tetap fokus. Saya yakin bahwa perusahaan XYZ adalah tempat yang ideal untuk berkembang bersama."
Contoh 15
"Saya tertarik dengan posisi ini karena sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat saya. Menjadi penulis skenario merupakan tanggung jawab yang melibatkan pembuatan naskah untuk konten video dan artikel sesuai kebutuhan produksi perusahaan.
Hal tersebut membuat saya lebih konsisten di bidang multimedia. Oleh karena itu, saya merasa antusias untuk bergabung dengan tim di perusahaan ini."
Pertanyaan Tentang Motivasi Kerja
Agar lebih meyakinkan, HR sebagai pewawancara akan menanyakan kepada kandidat tentang motivasi kerja. Mengutip situs The Balance Money, berikut sejumlah pertanyaan yang umum ditanyakan oleh HR:
- Apa motivasi Anda untuk bekerja di bidang ini?
- Hal apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi pekerjaan dan perusahaan ini?
- Apa yang dapat Anda berikan untuk perusahaan ini?
- Strategi apa yang akan Anda gunakan untuk memotivasi tim Anda?
Tips Menjawab Pertanyaan Motivasi Kerja
Dari contoh di atas, detikers bisa mengetahui bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja. Agar lebih tenang dan bisa menjawab dengan baik, simak tipsnya berikut ini yang mengutip laman Bright Network:
- Lakukan riset terhadap posisi dan perusahaan yang dilamar.
- Sesuaikan dengan pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya.
- Jawab pertanyaan secara jujur dan terbuka.
- Hindari menjawab pertanyaan dengan berbohong atau melebih-lebihkan.
- Hindari menjawabnya karena ingin gaji lebih besar
- Hindari menjawabnya karena ingin mengisi waktu luang.
Itu dia 15 contoh jawaban motivasi kerja saat interview agar tidak kagok. Semoga bermanfaat!
(ilf/fds)
8 Jawaban yang Tidak Boleh Digunakan saat Interview Kerja, Jangan Sepelekan
Sebelum melamar kerja, kamu perlu mengetahui jawaban apa saja yang tidak boleh digunakan saat interview. Jangan sampai salah menjawab. [809] url asal
#interview-kerja #tips-karir #kesalahan-interview
(detikFinance - Sosok) 30/08/24 06:17
v/14821718/
- Jawaban yang Tidak Boleh Digunakan Saat Interview Kerja 1. Menyatakan Belum Mempersiapkan Diri2. Menjelekkan Perusahaan Sebelumnya3. Mengatakan Ketidaktahuan4. Mengatakan bahwa Jawaban ada di Resume/CV5. Mengungkapkan Kegugupan6. Memberi Jawaban yang Tidak Ditanyakan7. Menggunakan Bahasa yang Tidak Profesional8. Tidak Mengajukan Pertanyaan
Ketika melakukan wawancara kerja, cara pelamar menjawab pertanyaan sangat berpengaruh pada hasil akhir. Jawaban yang tepat bisa membuka peluang yang besar untuk mendapat pekerjaan.
Sebaliknya, jawaban yang salah atau kurang tepat bisa menutup kesempatan diterimanya kerja. Sehingga, pelamar perlu mengetahui beberapa jawaban yang sebaiknya dihindari saat wawancara kerja. Sebab, hal tersebut bisa memberikan kesan negatif atau menunjukkan kurangnya persiapan.
Jawaban yang Tidak Boleh Digunakan Saat Interview Kerja
Ada beberapa jawaban yang tidak boleh digunakan saat interview kerja. Jawaban-jawaban ini bisa membuat perekrut tidak tertarik untuk menerima pelamar. Menurut laman Indeed, The Muse, Air swift, dan buku 13 Pertanyaan Jebakan Wawancara Kerja oleh Mr. Yongkie Jalu Paksi, berikut di antaranya:
1. Menyatakan Belum Mempersiapkan Diri
Saat akan wawancara, penting untuk melakukan riset. Jangan datang ke wawancara tanpa mengetahui apapun tentang posisi yang ingin dilamar atau perusahaan. Selain melakukan riset secara online, kamu bisa bertanya kepada karyawan yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan tersebut.
2. Menjelekkan Perusahaan Sebelumnya
Ketika wawancara, mungkin kamu akan ditanya alasan mencari pekerjaan baru atau apa yang tidak disukai di pekerjaan sebelumnya. Untuk tetap profesional, jangan mengatakan hal negatif apapun tentang perusahaan atau pekerjaanmu sebelumnya.
Jawaban yang positif bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu tidak akan mengatakan hal negatif tentang perusahaan mereka nantinya. Saat menjawab pertanyaan tentang mantan atasan, coba fokus pada hal-hal yang ditawarkan di pekerjaan yang tidak bisa dilakukan mantan atasan.
3. Mengatakan Ketidaktahuan
Kamu mungkin akan mendapat pertanyaan yang tidak dipersiapkan. Hal ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk membuktikan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. Kamu bisa memberitahu wawancara bahwa kamu butuh waktu sebentar untuk memikirkan jawaban tersebut.
4. Mengatakan bahwa Jawaban ada di Resume/CV
Seringkali pewawancara akan menanyakan identitas diri yang sudah tertera di resume. Kamu harus mencoba menjawab dengan kata-kata sendiri dan memberikan informasi yang lebih rinci. Jangan mengatakan jawabanmu sudah tertera di resume dan tidak menjelaskannya lebih lanjut.
Coba jawab pertanyaan ini dengan menggunakan contoh-contoh spesifik yang membuktikan pengalaman atau keterampilanmu. Kamu bisa menjelaskan bagaimana kualifikasimu relevan dengan posisi yang dilamar.
5. Mengungkapkan Kegugupan
Hindari mengatakan bahwa kamu sedang gugup. Sebaliknya, katakan bahwa kamu bersemangat.
Mengatakan kata positif seperti semangat atau senang akan mengubah perasaan gugup menjadi lebih baik. Kegembiraan itu bisa menular ke perekrut dan membuatnya tertarik denganmu.
6. Memberi Jawaban yang Tidak Ditanyakan
Dalam wawancara, calon karyawan diminta memberi jawaban singkat, padat, dan jelas. Tapi pada praktiknya seringkali calon karyawan memberi jawaban atas pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Sehingga, saat wawancara pastikan untuk selalu fokus dan mendengarkan pertanyaan dengan baik. Persoalan selanjutnya yaitu banyak pelamar menganggap jawaban yang singkat kurang lengkap, sehingga berusaha menambahnya. Padahal yang dibutuhkan hanyalah jawaban yang singkat dan jelas.
7. Menggunakan Bahasa yang Tidak Profesional
Penting untuk menunjukkan profesionalisme selama wawancara. Salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan adalah menggunakan bahasa profesional.
Hindari bahasa tidak profesional seperti bahasa gaul dan kata-kata kasar. Saat menjawab pertanyaan, luangkan waktu untuk memikirkan cara merespon dan fokus berbicara dengan jelas.
8. Tidak Mengajukan Pertanyaan
Biasanya, menjelang akhir wawancara, perekrut akan bertanya apakah kamu mempunyai pertanyaan terkait pekerjaan yang dilamar atau tidak. Jangan mengatakan "tidak ada". Kamu harus mempunyai pertanyaan yang diajukan.
Persiapkan pertanyaan tersebut saat melakukan riset. Pilih pertanyaan yang menunjukkan minatmu pada perusahaan atau posisi yang dilamar.
Itulah beberapa jawaban yang tidak boleh digunakan saat interview kerja. Semoga informasi ini membantumu dalam proses melamar kerja ya detikers.
(elk/row)
Cara Jawab "Apa Tujuan Karier Anda?" Saat Wawancara Kerja dan Contohnya
Saat wawancara kerja, HRD perusahaan mungkin bertanya “Apa tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang Anda?” pada Anda. Halaman all [885] url asal
#wawancara-kerja #interview-kerja #tujuan-karier #cara-menjawab-pertanyaan-apa-tujuan-karier-anda-saat-wawancara-kerja
(Kompas.com - Money) 18/07/24 20:53
v/11218496/
JAKARTA, KOMPAS.com - Jika Anda belum memikirkan arah atau tujuan karier yang Anda inginkan, ada baiknya Anda memikirkannya terlebih dahulu sebelum wawancara kerja atau interview kerja.
Sebab, saat wawancara kerja, HRD perusahaan mungkin bertanya “Apa tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang Anda?” pada Anda.
Atau, Anda mungkin diajukan pertanyaan serupa, misalnya "Bagaimana Anda melihat diri Anda dalam lima tahun ke depan?"
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi wawancara kerja atau interview kerja.Dikutip dari The Balance, Kamis (18/7/2024), pihak perusahaan sering bertanya tentang masa depan untuk memastikan tujuan Anda sesuai dengan tujuan perusahaan dan memastikan bahwa Anda cocok untuk pekerjaan yang dilamar.
HRD perusahaan ingin mengetahui apakah Anda berencana untuk bertahan di perusahaan tersebut untuk waktu yang lama atau Anda tipe kutu loncat.
Mengajukan pertanyaan yang berfokus pada masa depan selama wawancara kerja adalah hal yang sangat umum.
Bagi perusahaan, taktik ini membantu mengungkap apakah Anda memiliki visi atau rencana jangka panjang.
Mempekerjakan dan melatih seorang karyawan itu mahal. HRD perusahaan ingin memastikan Anda berniat untuk bekerja dalam jangka waktu lama di perusahaan tersebut.
Namun, HRD perusahaan juga ingin memastikan Anda mempunyai ambisi dan tujuan untuk masa depan Anda.
Sebaiknya rencanakan jawaban untuk pertanyaan seperti ini. Ingatlah bahwa ada banyak cara untuk menjawab dengan baik.
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi wawancara kerja.Jawab pertanyaan ini dengan mempertimbangkan perusahaan. Jika tujuan pribadi Anda tidak sesuai dengan visi perusahaan di masa depan, lebih baik simpan saja untuk diri sendiri.
Anda dapat membagi tujuan karier menjadi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Bersiaplah untuk menjelaskan beberapa aspirasi ini kepada HRD perusahaan.
Berikut beberapa contoh cara menjawab pertanyaan apa tujuan karier Anda saat wawancara kerja.
1. "Dalam jangka pendek, saya ingin..."
"Dalam jangka pendek, saya ingin dapat bekerja sebagai sales representative untuk perusahaan seperti perusahaan ini. Perusahaan yang misinya didasarkan pada layanan dan perhatian pelanggan yang sangat baik.
Bekerja sebagai sales representative di perusahaan yang saya yakini akan mempersiapkan saya untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan tim yang lebih luas di masa depan, seiring dengan tersedianya tanggung jawab tersebut."
Jika Anda menjawab seperti ini, Anda merujuk pada perusahaan yang Anda lamar dalam jawaban atas pertanyaan tersebut, memberi tahu HRD bahwa Anda ingin direkrut oleh perusahaan tersebut dan ingin tetap di sana, setidaknya untuk sementara waktu.
2. "Tujuan jangka pendek saya adalah..., tetapi..."
"Tujuan jangka pendek saya saat ini adalah mengembangkan dan menggunakan keterampilan pemasaran dan komunikasi saya dalam pekerjaan seperti ini. Namun, pada akhirnya saya ingin berkembang ke posisi yang memungkinkan saya untuk terus menggunakan keterampilan ini sambil mengelola grup pemasaran.
Saya akan mempersiapkan tujuan ini dengan mengambil posisi kepemimpinan dalam proyek tim, dan dengan mengembangkan karier profesional saya melalui menghadiri konferensi kepemimpinan seperti yang diadakan setiap tahun oleh perusahaan ini."
SHUTTERSTOCK/OWLIE PRODUCTIONS Ilustrasi wawacara kerja, interview kerja.Jawaban ini berhasil karena dua alasan. Pertama, Anda menyatakan bahwa tujuan jangka pendek dapat dicapai dengan bekerja di perusahaan seperti yang Anda lamar.
Kedua, Anda menghubungkan tujuan jangka panjang mereka dengan konferensi tahunan yang diadakan oleh perusahaan.
3. "Tujuan jangka panjang saya adalah membawa karier saya..."
"Meskipun saya baru saja menyelesaikan sertifikasi X, tujuan jangka panjang saya adalah membawa karier .... (sebutkan bidang karier Anda) saya ke tingkat tertinggi dengan mendapatkan gelar Y.
Saya berencana untuk bekerja penuh waktu di lingkungan ... (sebutkan bidang karier) jangka panjang atau rumah sakit selama beberapa tahun ke depan, yang akan memberi saya pengalaman yang saya perlukan untuk unggul dalam program Z."
Dengan jawaban seperti ini, Anda menghubungkan tujuan jangka panjang dengan lingkungan yang sama. Hal ini meyakinkan HRD perusahaan bahwa mereka mungkin dapat mempertahankan Anda jika mereka merekrut Anda.
Tips menjawab pertanyaan tentang tujuan karier saat wawancara kerja
1. Mulailah dengan tujuan jangka pendek, lalu lanjutkan ke tujuan jangka panjang
Anda mungkin memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan jangka pendek Anda, seperti mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang Anda lamar.
Mulailah dengan menjelaskan tujuan-tujuan ini, kemudian beralih ke rencana jangka panjang.
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi melamar kerja, wawancara kerja.2. Jelaskan tindakan yang akan Anda ambil
Menjelaskan tujuan saja tidak akan menghasilkan jawaban yang kuat. Anda juga perlu secara singkat menjelaskan langkah-langkah yang akan Anda ambil untuk mencapainya.
Misalnya, jika Anda ingin berada di posisi manajemen, jelaskan langkah-langkah yang telah atau akan Anda ambil untuk menjadi seorang manajer.
Mungkin Anda sedang mengembangkan keterampilan kepemimpinan Anda dengan menjalankan proyek tim, Anda berencana menghadiri serangkaian konferensi kepemimpinan, atau Anda sedang mengejar sertifikasi manajemen khusus.
Menjelaskan rencana Anda menunjukkan bahwa Anda berpikir analitis tentang masa depan karier Anda dan potensi pertumbuhan Anda di perusahaan.
Misalnya, jika Anda berencana untuk melanjutkan pendidikan, jelaskan tujuan Anda sedemikian rupa sehingga meningkatkan nilai Anda bagi perusahaan.
3. Fokus pada perusahaan
Meskipun pertanyaan ini tentang Anda, Anda perlu menyampaikan bahwa Anda tidak akan meninggalkan perusahaan tersebut dalam waktu dekat.



