#30 tag 24jam
50 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri saat Interview Kerja
Saat proses interview kerja, kamu akan dihadapkan beberapa pertanyaan, termasuk kelebihan dan kekurangan diri. Ini contoh jawaban kelebihan dan kekurangan diri. [1,757] url asal
#kelebihan-dan-kekurangan-diri #contoh-kelebihan-dan-kekurangan-diri #contoh-kelebihan-dan-kekurangan-diri-sendiri #kelebihan-diri-saat-interview #cara-mengetahui-kelebihan-dan-kekurangan-diri-sendiri
(Bisnis.Com) 01/11/24 16:05
v/17317105/
Bisnis.com, JAKARTA - Menjelaskan contoh kelebihan dan kekurangan diri saat interview kerja merupakan bagian penting dalam proses seleksi. Jawaban yang tepat dan jujur dapat menunjukkan pemahaman diri serta kesesuaian karakter dengan posisi yang dilamar.
Dengan memberikan contoh kelebihan dan kekurangan diri yang relevan, kandidat dapat menunjukkan sikap profesional dan keinginan untuk terus berkembang. Artikel ini akan mengulas beberapa contoh kelebihan dan kekurangan diri yang sering digunakan untuk memaksimalkan peluang saat interview kerja.
Bagi beberapa kandidat, pertanyaan ini umumnya menjadi bagian wawancara yang cukup menakutkan. Untuk itu, kamu perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan diri secara baik.
Sebab, jika memberikan jawaban yang kurang mengenakkan bagi pihak recruiter, bisa-bisa kamu tidak diterima di perusahaan tersebut. Agar proses wawancara kamu berjalan baik, kamu bisa belajar untuk menjawab pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan diri.
Berikut ini beberapa jawaban yang bisa menjadi referensi kamu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, serta membantu kamu untuk memahami kemampuan diri seutuhnya.
Contoh Jawaban Kelebihan Diri
1. Percaya Diri
Jawaban yang satu ini membuat kamu terlihat ambisius dan siap untuk bekerja bagi perusahaan. Agar bisa terlihat meyakinkan, jawab pertanyaan kelebihan dan kelemahan diri dengan gesture yang baik. Jangan lupa untuk sertakan contoh yang baik.
2. Kemampuan Problem Solving
Kamu bisa menerangkan pada pihak recruiter bahwa kamu lihai dalam mengatasi semua masalah yang kamu temui. Jawaban ini cukup dicari perusahaan. Sebab, kamu akan menemukan berbagai macam rintangan di tempat kerja. Agar terlihat lebih meyakinkan, jangan lupa untuk memberikan contoh inisiatif problem solving di kantor lama.
3. Kreatif
Di era modern, perusahaan selalu bekerja untuk meraih inovasi baru. Tentunya, dengan karyawan yang kreatif, mereka bisa mendapatkan target bisnis dengan lebih cepat. Saat menjawab pertanyaan ini, kamu juga harus menyertakan contoh terkait hasil kreativitas Ketika di kantor lama agar tidak terlihat mengada-ngada.
4. Jujur
Kamu bisa menerangkan pada mereka bahwa kamu tidak malu untuk mengajukan pertanyaan jika tidak memahami sebuah tugas. Jawaban ini akan membuat perusahaan lebih tertarik karena mereka tahu bahwa kamu adalah calon karyawan yang akan menciptakan hasil kerja terbaik.
5. Aktif Berkolaborasi
Meskipun lebih lama bekerja secara mandiri, jawaban ini disukai oleh recruiter perusahaan. Karena, nantinya kamu akan diminta untuk bekerja bersama rekan kerja dan tim lain untuk mengejar tujuan bisnis. Dengan menjelaskan bahwa kamu aktif berkolaborasi, perusahaan akan melihatmu sebagai calon karyawan yang mampu diajak bekerja sama dengan baik.
6. Kemampuan Interpersonal yang Baik
Jawaban yang satu ini secara tidak langsung menguraikan bahwa kamu bisa bergaul dengan semua rekan kerja. Tidak hanya itu, kemampuan interpersonal yang baik menandakan bahwa kamu bisa bekerja dengan mumpuni bersama atasan di kantor baru nanti.
7. Rapi
Kerapian juga menjadi jawaban yang dicari oleh recruiter, karena dilansir dari The Muse, perusahaan akan selalu mencari karyawan yang bisa bekerja sesuai aturan. Tidak hanya itu, kerapian juga menandakan seorang pekerja yang detail terhadap pekerjaannya.
8. Mampu Memimpin Tim
Hal ini terutama bagi kamu yang akan mendaftarkan diri ke posisi manajerial dan kepemimpinan di perusahaan. Sama dengan jawaban ini, jangan lupa sertakan contoh Ketika sedang memaparkan jawaban ini.
9. Fleksibel
Dilansir dari lama Easy Resume, memberikan jawaban ini jika ditanya perihal kelebihan dan kekurangan diri akan membuat kamu terlihat luwes. Maksudnya, kamu bisa ditempatkan di berbagai posisi sesuai kebutuhan perusahaan.
10. Memiliki Kesabaran
Salah satu jawaban untuk pertanyaan kelebihan diri ini bisa kamu berikan dalam dunia kerja, memiliki sifat sabar berarti kamu tidak takut menghadapi kegagalan. Selain itu, kamu juga mudah terpengaruh dengan hal-hal yang berdampak negatif di sekitar kamu. Sikap ini akan menguntungkan Ketika kamu menghadapi konflik di kantor, kesabaran membuat kamu lebih memahami sudut pandang seseorang dengan lebih baik.
11. Kemampuan Komunikasi
Salah satu kelebihan utama saya adalah memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Saya mudah untuk berinteraksi dengan orang baru dan orang lain serta menjalin hubungan yang baik dalam tim.
12. Motivasi Tinggi
Saya cukup tekun dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Saya selalu bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
13. Fast Learner
Kelebihan yang saya miliki adalah kemampuan untuk belajar hal baru dengan cukup cepat. Saya mudah memahami hal-hal baru dan selalu siap untuk mengembangkan diri dalam bidang pekerjaan.
14. Detail Oriented
Saya adalah orang yang cukup detail-oriented. Selalu memperhatikan detail kecil yang bisa membuat perbedaan dalam pekerjaan.
15. Kreatif
Kreativitas membantu saya untuk mencari solusi yang inovatif dalam menyelesaikan setiap rintangan.
16. Problem Solving
Saya cukup baik dalam memecahkan suatu masalah. Saya mampu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
17. Leadership
Saya memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Saya memiliki pengalaman dalam memimpin proyek yang sukses dalam pekerjaan sebelumnya.
18. Tidak Mudah Menyerah
Saya adalah orang yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
19. Team Work
Saya memiliki kemampuan untuk bekerja dalam lingkungan tim yang beragam. Saya dapat menghargai dan mengintegrasikan berbagai sudut pandang.
20. Analisis
Kemampuan saya dalam analisis data membantu saya mengambil keputusan yang informatif dan strategis.
21. Multitasking
Saya memiliki kemampuan multitasking yang cukup baik. Saya bisa mengelola beberapa tugas sekaligus tanpa kehilangan fokus.
22. Fleksibel
Saya cukup fleksibel dan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.
23. Public Speaking
Saya memiliki kemampuan presentasi yang baik sehingga saya mampu berbicara di depan publik dengan percaya diri.
24. Disiplin
Saya adalah orang yang dapat diandalkan dan disiplin terhadap waktu.
25. Empati
Saya mampu berempati dengan rekan kerja dan mengatasi konflik dengan baik.
26. Etika
Saya memiliki integritas yang tinggi dan selalu bertindak dengan etika yang kuat dalam pekerjaan saya.
27. Pekerja Keras
Saya sangat fokus pada hasil. Saya selalu berusaha untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pekerjaan saya.
28. Manajemen Waktu
Kemampuan saya dalam manajemen waktu membantu saya untuk menjadi lebih produktif.
29. Tidak Mudah Menyerah
Kelebihan saya adalah kemampuan untuk belajar dari kegagalan. Saya melihat setiap kegagalan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang.
Itu tadi beberapa contoh jawaban kelebihan diri yang bisa kamu gunakan untuk menjawab saat proses interview kerja. Setelah ini, kamu wajib menyimak contoh jawaban kekurangan diri. Karena pertanyaan mengenai kekurangan diri umumnya sepaket dengan pertanyaan kelebihan diri.
Contoh Jawaban Kekurangan Diri
30. Belum Mahir Berbahasa Asing
Bisa berbahasa asing banyak dijadikan sebagai recruitment dalam pekerjaan. Seperti bahasa mandarin, bahasa korea, bahasa inggris dan yang lainnya. Misalnya, kamu menguasai bahasa inggris tapi belum terlalu mahir berbahasa korea. Sampaikan bahwa kamu mahir berbahasa Korea, tapi kemampuan bahasa inggris kamu baik dan saat ini sedang belajar mengembangkan keterampilan Bahasa Korea dengan mengikuti kursus.
31. Kurang Percaya Diri
Jika kamu pemalu dan tertutup, kamu bisa menyampaikan kepada prekrut bahwa kamu masih belum terbiasa berbicara di depan banyak orang. Sampaikan juga jika kamu sedang berusaha meningkatkan kepercayaan diri dengan mengikuti komunitas, banyak berlatih di depan cermin dan mengikuti kursus untuk meningkatkan skill.
32. Kurang Terorganisir
Jika ini memang kekurangan kamu, sampaikan bahwa akhir-akhir ini kamu mulai berlatih untuk lebih terorganisir dengan bantuan task management, membuat to do list harian dan selalu mengecek ulang hasil pekerjaan untuk memastikan semuanya sudah rapi dan tidak ada kesalahan.
33. Belum Terlalu Menguasai Skill Tertentu
Jika kamu belum menguasai salah satunya, kamu bisa menyampaikan hal tersebut kepada perekrut. Tapi, jangan lupa juga untuk menyampaikan bahwa kamu sedang berusaha untuk mempelajari dan menguasai skill tersebut untuk bisa mendukung pekerjaan kamu.
34. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Jika kamu adalah orang yang sulit percaya dengan orang lain, sampaikan kepada perekrut bahwa kamu sedang berusaha memperbaiki hal ini dengan mencoba mengerjakan projek bersama rekan kerja lain dan membagi tugas kepada semua anggota tim.
35. Kurang Menguasai Software Tertentu
Beberapa pekerjaan mengharuskan kamu menguasai penggunaan software tertentu. Namun, jika kamu belum terlalu menguasai software tersebut, bilang dengan jujur. Sampaikan jika kamu belum terlalu mahir menguasai software terbaru yang digunakan oleh perusahaan tempat kamu untuk melamar.
36. Terlalu Mengkritisi Diri
Beberapa orang bisa sangat mengkritik diri sendiri, merasa selalu kurang dan tidak melakukan beberapa hal dengan baik. Hal ini membuat kamu bekerja dengan sangat keras untuk mencapai hasil terbaik dan kadang kelelahan. Untuk mengurangi hal ini, sampaikan juga bahwa kamu juga sedang belajar untuk lebih menghargai setiap pekerjaan dan menghargai diri sendiri.
37. Berbicara Depan Umum atau Presentasi
Jika kamu merupakan orang yang kurang percaya diri Ketika diminta berbicara depan umum, kamu bisa menyampaikan sebagai kelemahan. Tapi, jangan lupa untuk mengatakan juga bahwa kamu sedang dalam proses belajar mengembangkan keterampilan tersebut melalui kursus, komunitas dan banyak berlatih bersama orang dengan keterampilan public speaking.
38. Tidak Sabaran
Kamu bisa menyampaikan bahwa kamu kurang sabaran Ketika bekerja karena ingin menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Namun, hal ini tidak membuat kamu bekerja secara asal-asalan. Kamu masih memperhatikan kualitas pekerjaan dan mengoreksi kembali untuk memastikan bahwa semuanya sudah sesuai untuk meminimalisir kesalahan.
39. Pengalaman Kerja yang Masih Minim
Bagi kamu seorang fresh graduate atau memulai karier di bidang baru, mungkin belum memiliki pengalaman yang cukup, sampaikan bahwa kamu belum terlalu berpengalaman, tapi pernah mengikuti magang, organisasi atau kursus yang sesuai dengan posisi tersebut. Ini menunjukkan bahwa kamu memiliki pengalaman dan keinginan untuk mengembangkannya.
40. Perfeksionis
Salah satu kekurangan saya adalah terkadang saya terlalu perfeksionis dan terlalu keras pada diri sendiri.
41. Public Speaking
Saya masih perlu meningkatkan keterampilan presentasi saya, terutama di depan kelompok besar.
42. Terlalu Kritis
Saya cenderung terlalu kritis terhadap diri sendiri, yang kadang-kadang membuat saya ragu dalam mengambil keputusan.
43. Manajemen Stres
Saya perlu bekerja lebih keras dalam mengelola stres, terutama saat tenggat waktu yang ketat.
44. Sulit Mengutarakan Pendapat
Terkadang saya kesulitan dalam mengutarakan pendapat saya dengan tegas, terutama jika ada perbedaan pendapat di tim.
45. Minim Pengalaman
Saya belum memiliki banyak pengalaman dalam bekerja dengan perangkat lunak tertentu, dan saya ingin meningkatkan kemampuan saya dalam hal tersebut.
46. Manajemen Tugas
Saya perlu mengembangkan keterampilan delegasi agar lebih efisien dalam manajemen tugas.
47. Detail
Saya harus lebih waspada terhadap detail tertentu yang bisa terlewatkan dalam pekerjaan saya.
48. Terlalu Kaku
Terkadang saya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan rencana.
49. Kemampuan Berbahasa
Saya perlu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya untuk berkomunikasi lebih efektif dengan rekan kerja internasional.
50. Risk Taker
Saya masih belajar untuk lebih percaya pada kemampuan saya sendiri dalam mengambil risiko.
51. Manajemen Waktu
Saya perlu belajar lebih baik dalam mengatur prioritas dan waktu saya.
52. Terlalu Tertutup
Terkadang saya sedikit lebih tertutup dan perlu bekerja lebih keras dalam membangun hubungan dengan orang lain.
53. Problem Solving
Saya masih belajar dalam meningkatkan kemampuan untuk mengatasi konflik di lingkungan kerja.
54. Tidak Percaya Diri
Saya harus lebih berani dalam mengajukan pertanyaan atau klarifikasi saat ada ketidakpahaman dalam tugas.
55. People Pleaser
Terkadang saya kurang bisa mengatakan "tidak" ketika diminta melakukan hal yang di luar tanggung jawab saya.
56. Disiplin
Saya perlu lebih disiplin dalam mengatur waktu istirahat agar tidak terlalu lelah saat bekerja.
57. Menghadapi Tekanan
Saya perlu meningkatkan kemampuan saya dalam menghadapi tekanan dalam situasi yang sangat stres.
Itulah beberapa contoh jawaban kelebihan dan kekurangan diri yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa menggunakan beberapa contoh diatas sebagai jawaban kelebihan dan kekurangan diri saat sedang dalam proses interview kerja. Namun tidak semua yang ada di atas bisa kamu jelaskan, karena setiap orang itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri.
4 Tips Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK Saat Interview
Saat interview kerja, pewawancara sering menanyakan alasan dipecat atau terdampak PHK. Agar tidak salah jawab, simak 4 tipsnya di sini. [834] url asal
#phk #dipecat #pekerjaan #interview-kerja
(detikFinance - Terbaru) 28/09/24 11:15
v/15671511/
Pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dipecat dari perusahaan lamanya tentu harus segera bangkit dan semangat mencari pekerjaan baru.
Saat melamar di sebuah perusahaan, pewawancara yang biasanya divisi human resources (HR) akan menanyakan beberapa hal, salah satunya ditanya soal alasan dipecat atau terdampak PHK. Pertanyaan ini membuat sebagian orang gugup karena khawatir penjelasannya justru menjadi bumerang, sehingga jadi tidak lolos tahap wawancara.
Lantas, bagaimana menyikapi pertanyaan tentang alasan dipecat atau terdampak PHK dari perusahaan sebelumnya? Simak tips menjawabnya dalam artikel ini.
Tips Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK
Saat wawancara kerja, HR bisa saja menanyakan alasan kenapa kamu dipecat atau terdampak PHK dari perusahaan sebelumnya. Mengutip situs Enhancv, berikut tips menjawabnya:
1. Berkata Jujur
Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, detikers harus menjawabnya dengan jujur. Jelaskan mengapa kamu bisa dipecat atau terdampak PHK dari tempat kerja sebelumnya.
Jawaban yang jujur lebih bisa diterima oleh perekrut daripada menjawab dengan alasan yang bertele-tele. Selain itu, kemungkinan besar HR akan menghubungi atasan kamu sebelumnya untuk memverifikasi cerita detikers.
2. Tetap Profesional
Walau harus bercerita secara terus terang, kamu harus tetap terlihat profesional di depan pewawancara. Saat menjelaskan apa yang terjadi, tetapi tenang dan sampaikan hal-hal tersebut dengan positif.
Sebaiknya hindari menggunakan kata-kata negatif dan cenderung menyerang perusahaan atau atasan detikers di tempat kerja sebelumnya. Langkah tersebut justru membuat HR menjadi ragu karena sikapmu yang kurang profesional di dunia kerja.
3. Belajar dari Pengalaman Sebelumnya
Menyampaikan alasan dipecat dari perusahaan sebelumnya bisa membantumu agar belajar dari pengalaman. Nah, coba jelaskan kepada pewawancara bahwa meski sudah dipecat, hal tersebut justru menyadarkanmu akan kesalahan-kesalahan di masa lalu yang tidak akan diulangi kembali.
Cara ini akan dipandang positif oleh HR. Soalnya, meski kamu sudah dipecat bukan berarti menyalahkan keadaan maupun orang lain, tapi justru membuatmu tersadar untuk lebih baik lagi ke depannya.
4. Promosikan Sisi Positif Kamu
Ketika ditanya alasan dipecat atau terdampak PHK, hal itu bisa menjadi titik balik untuk mempromosikan sisi positif kamu di bidang pekerjaan daripada terus-menerus menjual cerita sedih ke pewawancara.
Cukup sampaikan secara ringkas dan jujur tentang alasan kamu dipecat dari pekerjaan. Setelah itu, jelaskan kepada HR bahwa selama kamu bekerja masih memiliki hal-hal positif yang berdampak terhadap perusahaan.
Cara tersebut dapat mengubah arah pembicaraan, dari yang awalnya fokus terhadap kesalahanmu di masa lalu menjadi target yang detikers ingin raih bersama perusahaan baru.
Contoh Menjawab Alasan Dipecat atau Terdampak PHK
Setelah mengetahui tips-tipsnya, kini detikers tinggal mengolah kata-kata yang baik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Agar tidak gugup, simak beberapa contohnya di bawah ini yang mengutip situs The Balance Money:
Contoh Jawaban Pertama
"Saya dipecat oleh perusahaan lama saya karena kurang cekatan. Saya bekerja tidak sesuai dengan keterampilan sehingga saya kewalahan dalam menghadapi tekanan. Tapi, pemecatan saya adalah berkah tersendiri. Sekarang saya memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan kualifikasi dan minat saya."
Contoh Jawaban Kedua
"Pekerjaan sebelumnya tidak berjalan dengan baik, jadi atasan saya dan saya sepakat bahwa sudah saatnya bagi saya untuk pindah ke posisi yang akan memberikan hasil yang lebih baik bagi kami berdua. Sekarang, saya melamar di perusahaan Bapak/Ibu karena saya sudah belajar dari pengalaman dan siap bekerja."
Contoh Jawaban Ketiga
"Saya terdampak PHK karena pabrik di tempat saya kerja sebelumnya menghentikan operasionalnya dan memilih mendirikan pabrik di negara lain. Sangat disayangkan karena atasan saya sebelumnya mengenal saya sebagai pribadi yang baik dan melakukan pekerjaan secara profesional. Selain itu, saya sudah lima kali mendapatkan penghargaan sebagai karyawan terbaik bulanan sepanjang 2023."
Demikian penjelasan mengenai cara menjawab alasan dipecat atau terdampak PHK saat interview kerja. Semoga bermanfaat!
(ilf/fds)
Bingung Saat Ditanya Pilih Keluarga atau Pekerjaan? Ini Jawabannya
Saat interview kerja, pewawancara sering bertanya apakah lebih memilih keluarga atau pekerjaan. Berikut tips menjawabnya yang tepat. [844] url asal
#wawancara-kerja #interview-kerja #keluarga
(detikFinance - Moneter) 23/09/24 05:45
v/15421839/
Saat wawancara kerja, HR atau pewawancara akan bertanya kepada kandidat tentang banyak hal. Bahkan, ada sejumlah pertanyaan yang membuat kandidat perlu hati-hati dalam menjawabnya, misalnya saat ditanya apakah memilih keluarga atau pekerjaan.
Pertanyaan ini biasanya muncul ketika kandidat sudah berkeluarga dan memiliki anak. Sejumlah kandidat kerap kebingungan dalam menjawab pertanyaan ini karena sulit untuk memutuskan mana yang lebih utama, keluarga atau pekerjaan.
Lantas, bagaimana cara menjawabnya saat ditanya pilih keluarga atau pekerjaan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Tips Menjawab Pertanyaan "Pilih Keluarga atau Pekerjaan?"
Pertanyaannya sederhana, tapi terkadang membuat kandidat bingung saat menjawabnya. Sebab, jika memilih keluarga maka kamu akan kesulitan mendapat pekerjaan. Sebaliknya, jika memilih pekerjaan maka kamu akan sulit untuk lebih dekat dengan keluarga.
Mengutip laman University of The People, sebenarnya tidak ada jawaban pasti mengenai pilihan antara keluarga atau pekerjaan. Banyak HR yang menanyakan hal tersebut untuk meyakinkan kandidat bahwa ia bisa membagi waktu antara keduanya.
Saat menjawab pertanyaannya, detikers bisa menjelaskan bagaimana cara kamu membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Dalam beberapa hal, kamu bisa mengutamakan keluarga dahulu dibandingkan pekerjaan dan begitupun sebaliknya.
Sebagai contoh, ketika anak kesayanganmu sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dalam kondisi tersebut, kamu harus mengutamakan keluarga dibandingkan pekerjaan.
Namun, bukan berarti kamu melepas pekerjaan begitu saja karena masih memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan. Jadi, kamu bisa meminta kepada atasan untuk mempertimbangkan work from home (WFH), melakukan meeting online, atau mengundurkan deadline dari jadwal yang seharusnya.
Jawaban tersebut bisa menggambarkan dirimu sebagai kandidat yang bertanggung jawab. Artinya, kamu bertanggung jawab sebagai orang tua dalam keluarga sekaligus karyawan yang patuh terhadap aturan perusahaan.
Banyak Pekerja yang Dilema saat Memilih Karier atau Keluarga
Salah satu tantangan besar yang dihadapi para pekerja yang sudah berkeluarga adalah membagi waktu antara karier dan keluarga. Hal ini membuat beberapa pekerja dilema saat membagi waktu antara keduanya.
Dilansir Times of India, sebuah survei di Amerika Serikat pada 2013 lalu mengungkapkan bahwa 42 persen wanita karier mengurangi waktu kerja mereka demi keluarga, sedangkan 33 persen perempuan tidak bekerja sama sekali demi mengasuh anak di rumah. Sementara hanya 10 persen pria yang keluar dari pekerjaannya untuk mengasuh seseorang dalam keluarga.
Dr James Tooley, seorang profesor di bidang edukasi dari University of Newcastle mengatakan, banyak wanita karier yang merasa kurang bahagia ketika tidak mengutamakan keluarga dan anak-anaknya.
Berdasarkan temuannya lewat analisis data yang dikumpulkan lebih dari 100.000 pria dan wanita di Inggris dan AS, Tooley menemukan bahwa banyak orang tua yang lebih puas jika mereka tinggal di rumah dan membesarkan anak-anaknya.
Lalu, hasil studi terhadap 1.200 wanita karier yang telah menikah di beberapa kota besar menunjukkan bahwa 650 responden memilih menunda rencana untuk memiliki anak. Alasannya karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Tips Membagi Waktu antara Karier dan Keluarga
Meski jadi dilema bagi banyak orang, tapi sebenarnya membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga tidak terlalu sulit. Kembali mengutip situs University of The People, berikut cara membagi waktu antara karier dan keluarga:
1. Fokus dengan Apa yang Dihadapi
Ketika sedang bekerja, jangan terobsesi atau membayangkan bahwa kamu bisa pulang cepat ke rumah. Tetaplah fokus bekerja agar pekerjaan cepat selesai.
Nah, ketika sudah di rumah dan bersama keluarga, cobalah untuk tidak memikirkan pekerjaan di kantor. Sisakan waktu luang untuk bercengkrama bersama istri dan anak-anak, sebelum kembali tidur dan melanjutkan aktivitas di esok hari.
2. Sisakan Waktu Luang untuk Keluarga
Terkadang, tuntutan pekerjaan bisa membuatmu terasa jauh dari keluarga. Saat memasuki akhir pekan, gunakan waktu tersebut untuk bersantai bersama keluarga, mulai dari jalan-jalan, liburan ke luar kota, atau staycation untuk menghabiskan waktu bersama.
Itu dia tips menjawab pertanyaan 'pilih keluarga atau pekerjaan?' ketika sedang wawancara. Semoga dapat membantu detikers.
(ilf/fds)
Tips Menjawab Pertanyaan "Apakah Bersedia Ditempatkan di Kota Lain?" Saat Wawancara Kerja
Salah satu pertanyaan yang muncul saat wawancara kerja adalah 'Apakah bersedia ditempatkan di kota lain?'. Halaman all [290] url asal
#interview #lamaran-kerja #wawancara-kerja
(Kompas.com - Money) 09/07/24 13:41
v/10191918/
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelamar kerja pasti melewati tahap wawancara atau job interview setelah mengirimkan berkas kepada perusahaan yang dilamar.
Tahap wawancara ini adalah salah satu penentu pelamar kerja diterima atau tidak untuk bekerja di perusahaan. Biasanya, manajemen atau HRD menanyakan beberapa pertanyaan kepada pelamar kerja guna mencari kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.
Salah satu pertanyaan yang muncul saat wawancara kerja adalah "Apakah bersedia ditempatkan di kota lain?".
Menurut The Balance Money, ada beberapa tips untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Pertama, manfaatkan peluang. Kamu dapat memanfaatkan pertanyaan tersebut sebagai nilai jual atau menunjukkan keinginan untuk menjadi bagian dari perusahaan yang dilamar.
Kedua, tetap jujur pada diri sendiri. Jika kamu ragu bersedia atau tidak, berikan jawaban yang rasional. Ingat, jangan pernah berkata tidak. Misalnya, kamu memiliki alasan karena memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.
Ketiga, minta informasi lebih lanjut. Jika kamu masih mempertimbangkan penempatan kerja tersebut, tidak ada salahnya menanyakan apa saja manfaat dari penempatan kerja di luar kota tersebut.
Keempat, bersikap fleksibel. Apabila kamu tidak terbebani dengan penempatan kerja di kota lain, sampaikan keinginan tersebut.
Demikian adalah tips menjawab pertanyaan "Apakah bersedia ditempatkan di kota lain?" saat wawancara kerja.

