#30 tag 24jam
Insentif Kalah Menarik, Batam Dinilai akan Kalah Bersaing dari Johor-Singapura
JS-SEZ yang dikembangkan Pemerintahan Malaysia dan Singapura mengeluarkan berbagai kebijakan yang memudahkan dunia usaha. [681] url asal
#insentif #bp-batam #johor #singapura
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/09/24 20:39
v/15597341/
Bisnis.com, BATAM - Dunia investasi di Batam mendapat tantangan serius dari Johor Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ).
Sejak muncul Juli 2024 kemarin, JS-SEZ terus mengeluarkan kebijakan pro investasi khususnya untuk industri manufaktur. Menurut kalangan pebisnis di Batam, ini seharusnya sudah menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah di Kepulauan Riau (Kepri).
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Makruf Maulana mengatakan baru-baru ini, JS-SEZ yang dikembangkan Pemerintahan Malaysia dan Singapura mengeluarkan berbagai kebijakan yang memudahkan dunia usaha.
"Ini berlaku untuk industri manufaktur. Salah satunya yakni pemberian 5% tax rate up to 20 years (10+10 years), dan satu lagi yakni Incentive for Industrial Building Allowance of 10%," katanya di Batam, Kamis (26/9/2024).
Dengan nilai dari Pajak Penghasilan (PPh) hanya 5% persen jelas akan mengancam iklim investasi di Indonesia, khususnya Batam. Menurut Makruf, PPh untuk industri di Indonesia bisa mencapai 21%.
"Perbedaannya sangat besar. Apalagi Batam dan JS-SEZ sama-sama mengincar investor asing. Keduanya juga punya lokasi strategis di Selat Malaka, dan bahkan JS-SEZ memiliki kelebihan lahan dibanding Batam," ungkapnya.
Makruf melihat jika dianggap enteng, maka dalam jangka panjang akan menggerus kepercayaan investor asing terhadap Kepri, khususnya Batam. Ia mengaku sudah menyurati Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Investasi dan Menteri Keuangan terkait masalah ini.
"Saya sudah surati stakeholder terkait. Kami hanya meminta perlakukan serupa terkait pajak, agar bisa seimbang dengan apa yang ada di JS-SEZ," jelasnya.
Selain itu, dia meminta perbaikan birokrasi di level daerah dan juga percepatan perizinan. Makruf menjelaskan sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengusaha Batam, bahwa pengurusan perizinan khususnya di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam itu sangat lama.
"Ini bagaimana ceritanya mau bersaing. Birokrasi perizinan selalu berbelit, waktunya juga lama. Kami hanya meminta ini dipercepat, dan jangan ada lagi praktik di bawah meja. Perizinan yang lama menjadi momok bagi pengusaha. Inilah realitanya," ungkapnya.
Atensi pemerintah pusat diperlukan karena industri manufaktur merupakan penopang utama perekonomian Batam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, industri manufaktur atau pengolahan memberikan kontribusi sebesar 56,38% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam.
"Batam juga diwacanakan oleh Presiden terpilih akan menjadi sentra pengembangan hilirisasi pasir silika dan industri semikonduktor. Jadi harus didukung dengan berbagai macam kemudahan," ungkapnya.
Terpisah Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan pemerintah pusat harus mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Free Trade Zone (FTZ) yang ada di Batam.
Caranya yakni dengan melimpahkan kewenangan perizinan yang ada di pusat ke pengelola FTZ dan ke pemerintah daerah dimana kawasan KEK berada.
"Jangan lagi ada ego sektoral yang membuat perizinan tersebut masih ditahan oleh kementerian tertentu. Kemudahan perizinan harus sepenuhnya diimplementasikan. Jangan setengah hati," ucapnya.
Menurut Rafki, pengembangan KEK di Johor tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena Singapura saat ini menjadi investor terbesar di Batam dan sekitarnya. Sehingga jika nanti banyak yang pindah ke Johor, akan membuat investasi Batam anjlok.
"Jadi pemerintah harus mengimbangi perkembangan Johor dengan terus membangun iklim investasi yang baik, kemudahan perizinan, insentif investasi yang menarik, kemudahan dan kepastian hukum mendapatkan lahah, memastikan tersedianya tenaga kerja terampil dalam jumlah yang cukup dan memadai, juga memastikan berjalannya hubungan Industrial yang baik di kawasan FTZ dan KEK yang ada di Indonesia," ungkapnya.
Infrastruktur jalan dan pelabuhan juga harus terus ditingkatkan. Tidak hanya jalan jalan protokol saja, tapi juga jalan jalan kecil terutama jalan yang menuju kawasan industri.
Kapasitas dan fasilitas pelabuhan dan bandara harus terus dipacu dengan terus menekan tarif logistik melalui efisiensi. Dengan begitu kita harapkan Batam dan kawasan ekonomi khususnya lainnya di Kepri akan lebih mampu bersaing dengan Johor ataupun KEK lainnya di kawasan regional," ungkapnya.
Ketua Bidang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indoensia, Tjaw Hioeng mengatakan saat ini semua negara di Asia Tenggara dalam posisi bersaing.
"Pak Menko pernah bilang semua negara di regional Asia Tenggara bersaing. Jadi siapa yang birokrasi perizinannya bagus, akan mendatangkan investor. Disini letak daya saingnya. Kalau kalah akan semakin tertinggal," jelasnya.
Sehingga Batam harus diberikan kemudahan berupa insentif menarik, agar daya saingnya tidak kalah dari JS-SEZ. "Ini tak bisa omong-omong saja, harus ada insentif sehingga Batam tidak kalah saing," pungkasnya. (K65)
Luhut tegaskan Indonesia siap bersaing dengan Johor soal KEK
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia siap bersaing dan tidak gentar ... [360] url asal
#luhut #menko-marves #kek #johor #singapura #malaysia
(Antara) 08/08/24 01:40
v/13716490/
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia siap bersaing dan tidak gentar menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dibentuk oleh Singapura dan Malaysia di Johor.
"Kami tidak takut bersaing dengan mereka (Singapura dan Malaysia) karena kita juga memiliki modal kekuatan yang baik, serta kredibilitas kepercayaan yang selama ini kita sudah bangun," kata Luhut dalam sambutannya di sela peresmian pabrik anoda baterai litium PT Indonesia BTR New Energy Material di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dipantau secara daring pada akun Youtube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Rabu.
Dia mengakui bahwa Singapura dan Malaysia akan menjadi saingan dalam pengembangan KEK. Pasalnya Singapura akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di KEK tersebut, sedangkan Malaysia akan menyiapkan lahan dan ketersediaan energi.
"Kita akan memiliki pesaing di dalam pengembangan KEK dari Johor (Malaysia) dan Singapura," ujarnya.
Menurut dia, pada awal tahun ini akan ditandatangani koridor special economic zone. Johor akan menyediakan lahan dan sumber daya energi yang kompetitif, sedangkan Singapura mendukung dengan kualitas SDM yang tinggi.
Meski begitu, Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi hal itu, sebab Indonesia juga memiliki sumber daya energi yang melimpah.
Selain itu, menurut dia, kredibilitas yang selama ini dibangun juga menjadi penting karena hal itu akan menjadi daftar kepercayaan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Ia menyatakan bahwa memberikan insentif kepada calon investor saja tidak cukup untuk menarik investasi ke Indonesia. Namun, kredibilitas pemerintah dalam menjaga keyakinan investor juga menjadi faktor kunci terkait hal itu.
"Kami tidak bersaing lagi dengan negara-negara tetangga hanya sekedar mengandalkan insentif, tetapi kredibilitas dan kepercayaan menjadi faktor kunci yang harus kita pertahankan," tutur Luhut.
Menko Marves juga mengatakan bahwa Indonesia siap bersaing sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia menuturkan kepemimpinan (leadership) Presiden Jokowi yang akan berakhir pada Oktober 2024 telah meninggalkan warisan (legacy) yang tidak mudah dibentuk oleh orang lain.
"Saya senang Presiden (Joko Widodo) selalu menyatakan kita kompetitif, kita harus kompetisi. Dan saya percaya dengan leadership Bapak, walaupun beberapa waktu lagi akan meninggalkan pemerintahan, tapi Bapak tetap meninggalkan legacy, yang saya kira tidak mudah dibentuk oleh orang lain," kata Luhut.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024
Gara-gara Malaysia-Singapura, Pemerintah Kaji Insentif Pajak di KEK Batam
Pemerintah bakal mengkaji insentif Pajak di KEK Batam setelah Malaysia-Singapura membangun KEK di Johor Baru. [393] url asal
#kawasan-ekonomi-khusus #kek #kek-batam #ke-bintan #kek-johor #kek-malaysia-singapura #malaysia #singapura
(Bisnis.Com - Ekonomi) 25/07/24 17:06
v/12073305/
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mulai meninjau ulang insentif pajak untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam dalam rangka bersaing dengan KEK lintas batas Johor Baru yang digagas Malaysia dan Singapura.
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan pihaknya telah mengevaluasi fasilitas di KEK Batam karena investor menilai sejumlah insentif masih kurang menarik.
“Kita harus compete dengan mereka, terutama kita harus desain ulang Batam ini lagi Supaya kompetitif. Karena kan Insentif fiskal, kita urusan tax holiday Kemarin kan juga masih belum, ini betul lah, investor masih banyak catatan gitu, untuk tax holiday tax allowance kita,” tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (25/7/2024).
Meski pemerintah sudah memberikan keistimewaan bagi investor di kawasan khusus tersebut, Susi menyampaikan bahwa itu semua masih belum cukup untuk membuat KEK Batam kompetitif dengan Malaysia dan Singapura.
Melansir dari lama resmi KEK, insentif fiskal terdiri dari pemerintah memberikan pengurangan pajak penghasilan perusahaan, bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Kemudian, pengurangan pajak dan retribusi daerah sebesar 50% - 100%, fasilitas khusus untuk KEK pariwisata, dan insentif bea dan cukai.
Sementara dari sisi nonfiskal, pemerintah memberikan insentif seperti kemudahan untuk perizinan dan lisensi, tidak ada kewajiban ekspor, serta kepemilikan tanah untuk 80 tahun.
Lebih lanjut, Susi mengungkapkan juga sudah mengkaji fasilitas integrasi yang terkait dengan pajak dalam rangka impor. Sementara untuk insentif nonfiskal, pihaknya sudah membahas masalah penggunaan golden visa tenaga asing.
Selain itu, nyatanya faktor lain yang membuat investor mempertimbangkan untuk menduduki KEK Batam karena membandingkan tarif listrik dan air di Batam dan Johor Baru.
“Kita harus hitung ulang nih karena kalau enggak, ya kita enggak kompetitif lagi, karena investasi sekarang lagi banyak-banyaknya ini ke Batam,” jelasnya.
Dalam catatan Bisnis, atas arahan Joko Widodo (Jokowi), Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) akan membuat rumusan penyederhanaan perizinan khusus KEK Batam untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota industri tersebut.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli mengungkapkan bahwa proyek KEK lintas batas pertama di Asia Tenggara tersebut akan mampu menarik investor dan menghasilkan transaksi yang ‘lincah’.
"Kedua pihak seharusnya dapat menandatangani kesepakatan dan meresmikan zona tersebut pada September [2024]," kata Rafizi dalam pengarahan di Kuala Lumpur, seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu (10/7/2024).
Kepala Menteri Johor Onn Hafiz Ghazi sebelumnya telah mengusulkan 16 sektor ekonomi untuk JS-SEZ, termasuk listrik dan elektronik, medis dan farmasi, penerbangan, bahan kimia khusus, logistik, perawatan kesehatan, dan pendidikan.
Singapura & Malaysia Bangun KEK di Johor, Gimana Nasib Batam-Bintan?
Apakah pembangunan KEK lintas negara antara Malaysia dan Singapura jadi ancaman bagi pemerintah Indonesia, khususnya KEK Batam dan Bintan? [1,028] url asal
#kawasan-ekonomi-khusus #kek #kek-batam #ke-bintan #kek-johor #kek-malaysia-singapura #malaysia #singapura
(Bisnis.Com - Ekonomi) 11/07/24 10:30
v/10404409/
Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia dan Singapura hampir sepakat untuk membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) lintas batas pertama di Asia Tenggara. Akankah proyek tersebut jadi ancaman bagi KEK Batam dan Bintan?
Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli mengungkapkan proyek yang dinamakan Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) dibangun untuk menarik perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi yang didukung oleh para investor yang melakukan transaksi dengan cara yang "lincah".
"Kedua pihak seharusnya dapat menandatangani kesepakatan dan meresmikan zona tersebut pada September [2024]," kata Rafizi dalam pengarahan di Kuala Lumpur, seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu (10/7/2024).
Kepala Menteri Johor Onn Hafiz Ghazi sebelumnya telah mengusulkan 16 sektor ekonomi untuk JS-SEZ, termasuk listrik dan elektronik, medis dan farmasi, penerbangan, bahan kimia khusus, logistik, perawatan kesehatan, dan pendidikan.
Dia menambahkan susunan geografis kawasan tersebut hampir rampung. Sebelumnya, Malaysia dan Singapura telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan kawasan ekonomi ini pada Januari 2024.
Menurutnya, tujuan utama KEK JS-SEZ memungkinkan pergerakan barang dan orang yang bebas antara negara bagian Johor yang kaya sumber daya dan Singapura yang terbatas lahan.
Rafizi mengatakan penandatanganan kesepakatan akan dilakukan sebelum pertemuan tahunan para pemimpin yang dijadwalkan pada akhir tahun ini, yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Malaysia menyelesaikan proposalnya pada Mei 2024 dan sedang menunggu tanggapan dari Singapura.
Johor dan Singapura sudah berbagi perbatasan darat tersibuk di dunia, dengan ratusan ribu warga Malaysia yang tinggal di Johor bepergian ke Singapura untuk bekerja setiap hari.
"Malaysia sedang menyusun insentif fiskal bagi perusahaan-perusahaan di KEK, yang akan diumumkan dalam pidato anggaran," tambah Rafizi.
Dia juga mengklaim investor banyak yang tertarik pada JS-SEZ sebagai "launch pad" untuk pasar Asia Tenggara. Dia menambahkan bahwa pasar ini akan "sangat berpengaruh" dalam lima hingga 10 tahun ke depan dan siap untuk menyalip Eropa.
Federasi Bisnis Singapura dijadwalkan mengadakan forum tentang KEK pada Kamis (11/7/2024) yang ditujukan untuk calon investor, dengan Kementerian Perdagangan Singapura juga hadir. Namun, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura belum memberikan komentar.
Johor telah menarik investasi menjelang pembentukan zona ekonomi ini, termasuk investasi pusat data dari Microsoft Corp. dan Nvidia Corp. berkat booming global dalam kecerdasan buatan.
Di sisi lain, ChemOne dari Singapura juga sedang membangun kompleks energi besar di pusat petrokimia Pengerang, yang diusulkan menjadi bagian dari zona tersebut.
Johor diperkirakan akan menjadi penerima manfaat utama dari rencana kereta api cepat antara Kuala Lumpur dan Singapura. Pemerintah Malaysia saat ini mempertimbangkan proposal dari beberapa kelompok swasta untuk proyek tersebut.

Nasib KEK Bintan dan Batam
Pembangunan KEK lintas negara antara Malaysia dan Singapura menjadi saingan baru bagi pemerintah Indonesia. Seperti diketahui, RI sudah memiliki KEK Batam dan KEK Bintan yang dibangun untuk menarik investasi dari negara mitra, termasuk Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam kembali mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang kuartal I/2024.
Kementerian Investasi/BKPM mencatat nilai PMA Batam mencapai Rp5,73 triliun pada kuartal I/2024. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun.
Selain itu, Singapura masih menjadi negara yang mendominasi realisasi PMA di Batam sepanjang kuartal I/2024 dengan nilai investasi sebesar US$240,097 juta atau setara Rp3,601 triliun. Tidak hanya Singapura, dua negara Asia lainnya juga masih berkontribusi besar terhadap peningkatan nilai PMA Batam.
Peringkat kedua ditempati oleh China dengan nilai investasi US$72,16 juta atau setara Rp1,082 triliun, dan Jepang dengan nilai investasi US$34,13 juta atau setara dengan Rp512,085 miliar.
Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kenyamanan dan keamanan investor. Sehingga, situasi kondusif di Batam mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan investasi.
"Gairah investasi sangat berpengaruh besar terhadap ekonomi Batam. Saya berharap, seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi kondusif kota tercinta ini agar perekonomian bisa terus bergerak," ujarnya di Batam, Kamis (4/7/2024).
Dia mengajak seluruh komponen daerah untuk mendukung langkah strategis BP Batam dalam menjaga iklim investasi. Tujuannya untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Berikut daftar lima negara dengan nilai investasi terbesar di Batam pada Kuartal I/2024
- Singapura US$240,097 juta atau Rp3,601 triliun
- China US$72,16 juta atau Rp1,082 triliun
- Jepang US$34,13 juta atau Rp 512,085 miliar
- Perancis US$15,85 juta atau Rp 237,77 miliar
- Hongkong US$4,95 juta atau Rp 74,304 miliar
KEK Tanjung Sauh
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024. KEK yang berada di Pulau Tanjung Sauh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut memiliki luas 840,67 hektare.
Penetapan KEK Tanjung Sauh dilakukan untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja, pengembangan wilayah kota Batam dalam mendukung pengembangan ekonomi wilayah dan ekonomi nasional.
“Dengan pengembangan KEK Tanjung Sauh, diharapkan akan mendorong daya saing Indonesia, sekaligus memberikan dampak signifikan bagi perekonomian wilayah melalui penerimaan investasi mencapai Rp199,6 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung, sebesar 366.087 orang ketika beroperasi penuh selama 30 tahun,” ujar Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang dalam keterangan resmi, dikutip (11/7/2024).
Lebih lanjut, Edwin menjelaskan bahwa pengembangan kawasan yang berjalan optimal diharapkan akan mampu berkontribusi pada PDRB Kepulauan Riau mencapai Rp166,81 triliun secara kumulatif.
KEK Tanjung Sauh memiliki komitmen realisasi investasi Rp199,6 triliun dan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 366.087 orang hingga 2053.
Selain itu, KEK Tanjung Sauh memiliki rencana bisnis produksi dan pengolahan, pengembangan energi, serta logistik dan distribusi. Di KEK ini akan dikembangkan industri komponen elektronik (PCB, RFID, GPS, CCTV, dan Semikonduktor), serta industri perakitan produk elektronik.
Dari segi pelabuhan, keberadaan pelabuhan di KEK Tanjung Sauh di antara Batam dan Bintan menjadi jembatan penting untuk mobilisasi logistik antara Kepulauan Riau dengan pasar nasional dan dunia internasional.
"KEK Tanjung Sauh juga akan berperan sebagai gateway port yang modern, mampu menampung hingga 5 juta TEUS, dan menjadi pusat logistik di wilayah antara Batam dan Bintan," imbuhnya.
KEK Tanjung Sauh juga akan menjadi pusat riset dan pengembangan bidang energi, sekaligus menjadi produsen dari energi alternatif, energi terbarukan dan energi primer, yang digadang-gadang akan memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di Batam-Bintan.