Banyak yang mengira jika customer, consumer, dan client adalah sama. Padahal, ketiganya memiliki arti yang berbeda. Ketahui perbedaannya di sini. [724] url asal
Dalam dunia bisnis, terdapat istilah customer, consumer, dan client. Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, ketiganya memiliki arti pelanggan, konsumen, dan klien.
Beberapa orang menganggap jika customer, consumer, dan client adalah penyebutan yang sama untuk kata 'pelanggan'. Padahal ketiganya memiliki arti yang berbeda, lho.
Khusus kata customer dan consumer memang memiliki sedikit kesamaan. Tapi jangan terkecoh karena kedua kata tersebut memiliki arti tersendiri.
Lantas, apa bedanya costumer, consumer, dan client? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Perbedaan Customer, Consumer, dan Client
Perlu diketahui, terdapat perbedaan makna antara customer, consumer, dan client. Maka dari itu detikers jangan sampai salah menggunakan katanya.
Mengutip laman Market Business News, berikut perbedaannya:
1. Customer
Kata customer jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya pelanggan. Menurut KBBI daring, pelanggan adalah orang yang membeli atau menggunakan barang secara tetap.
Customer berasal dari kata 'custom' yang berarti 'membuat sesuatu menjadi kebiasaan'. Maka dari itu, customer atau pelanggan adalah orang yang terbiasa membeli suatu produk.
Kamu tentu pernah mendengar istilah loyal customer atau pelanggan setia. Nah, mereka adalah salah satu jenis pelanggan yang selalu membeli produk tersebut secara berulang, entah karena puas dengan produknya atau menawarkan harga murah.
Sebagai contoh, David merupakan pelanggan setia sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan. David bisa berkunjung ke kedai kopi tersebut hingga lima kali dalam seminggu dan selalu memesan minuman yang sama, yakni es kopi susu.
2. Consumer
Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, consumer artinya konsumen. Menurut KBBI daring, konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dan sebagainya) atau diartikan juga sebagai pemakai jasa.
Jadi, konsumen adalah istilah bagi orang yang mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk atau jasa secara langsung. Bisa dibilang, consumer merupakan pengguna akhir dalam rantai distribusi barang dan jasa.
Kata consumer sendiri berasal dari 'consume' yang berarti 'menggunakan'. Oleh sebab itu, seorang konsumen disebut juga sebagai pengguna barang dan jasa.
Perlu diingat, seorang konsumen belum tentu merupakan pelanggan. Namun, seorang pelanggan bisa menjadi konsumen.
Sebagai contoh, Andin selalu membeli susu bayi merek A di toko Pak Budi. Dalam hal ini, Andin merupakan pelanggan (customer) tetap di toko Pak Budi dan selalu membeli susu bayi merek A untuk sang buah hati.
Namun, Andin bukanlah seorang konsumen (consumer) karena dia tidak mengkonsumsi susu bayi. Nah, yang menjadi konsumennya adalah anaknya Andin karena selalu meminum susu tersebut.
3. Client
Dalam bahasa Indonesia, kata client ditulis menjadi klien. Menurut KBBI daring, klien adalah orang yang membeli sesuatu atau memperoleh layanan secara tetap.
Berbeda dengan customer dan consumer, penyebutan client lebih tertuju untuk seseorang yang menjalin hubungan jangka panjang dan profesional dengan sebuah penyedia jasa, misalnya pengacara atau konsultan.
Misalnya, Ahmad menghubungi Iman yang merupakan seorang pengacara karena dirinya terjerat kasus pencucian uang. Dalam hal ini, Iman memiliki klien bernama Ahmad dan ia bertugas sebagai pengacara untuk membantu Ahmad di persidangan.
Nantinya, Ahmad dan Iman saling berinteraksi secara langsung. Iman akan mengarahkan Ahmad dalam menjawab pertanyaan dari hakim, memberikan masukan, hingga sejumlah saran yang dibutuhkan.
Itu dia perbedaan antara customer, consumer, dan client. Semoga dapat membantu detikers!
Bisnis.com, JAKARTA - Kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sangat penting untuk pendegaran, penapasan, dan penghubung mulut-tenggorokan. Mengobati kerusakan pada ketiga komponen tubuh ini perlu dengan tindakan khusus. Oleh karena itu, hindari kegiatan yang dapat merusak fungsi THT.
Beberapa kegiatan yang umum dilakukan orang-orang tampak tidak terlalu berbahaya seperti korek kuping, pura-pura batuk, mencabut bulu hidung dan lain-lain. Namun kenyataannya, segala kegiatan kecil yang dilakukan tersebut akan terakumulasi dan dapat merusak THT secara permanen.
Berikut ini telah dirangkum 6 kebiasaan yang merugikan kesehatan THT
1. Memasukan Benda Asing ke dalam Telinga
Jauhi kebiasaan memasukkan benda asing ke dalam telinga, seperti pensil atau tusuk gigi. Benda lembut seperti cotton bud saja tidak terlalu baik untuk telinga ini dapat merusak saluran pendengaran.
Kegiatan seperti justru dapat mendorong kotoran masuk semakin dalam dan menyebabkan masalah hingga infeksi. Benda asing selanjutnya adalah air, hindari masuknya air ke dalam telinga, terutama saat berenang, gunakan penutup telinga jika perlu.
2. Menggunakan Headset dengan Volume Keras
Batasi penggunaan earphone dengan durasi 60 menit dan volume 60%. hal ini guna menghindari kerusakan pada gendang telinga, jadi pastikan mendengarkan dalam volume sedang. Gunakan earplug atau headphone noise-canceling untuk melindungi telinga dari kebisingan berlebihan, terutama jika Anda sering berada di lingkungan berisik.
Paparan kebisingan yang terlalu sering dapat melemahkan sel-sel diarea pendegeran. Pastikan telinga Anda mendapatkan istirahat yang cukup ini membantu mencegah kelelahan pendengaran serta rusaknya sistem pendengaran jangka panjang.
3. Menghisap Rokok
Ilustrasi pada bungkus rokok sudah cukup menjelaskan apa yang akan terjadi paa tenggorokan jika anda mengkomsumsi rokok. Namun, memang kenyataannya rokok mengandung banyak zat karsigonik yang dapat menyebabkan kanker dan tentunya merusak leher dan banyak organ. Rokok juga dapat menyebabkan radang tenggorokan, suara serak Telinga berdenging (tinnitus), Kehilangan kemampuan mencium bau atau mengecap, dan Infeksi telinga.
4. Mengorek Hidung
Banyak orang punya kebiasaan mengorek hidung. Kebiasaan tersebut mungkin tidak menyebabkan masalah serius bagi kamu, namun hal itu bisa berbahaya bagi orang yang punya penyakit atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kuku jari yang kotor dapat menyebabkan terjadinya infeksi, dan bahkan mimisan sebagai akibat dari rusaknya pembuluh darah.
5. Jarang Minum
Manusia setidaknnya membutuhkan 2 liter air sehari, agar tidak dehidrasi. Hal ini juga berdampak pada tenggorokan, sebab apabila seseorang dehidreasi makan, tenggotokannya mudah kering. Ketika tenggorokan kering tubuh akan merespon dengan mengeluarkan batuk yang dapat mengiritasi tenggorkan.
6. Menggosok Hidung
Menggosok hidung agar tidak bersin umum diakukan banyak orang. Namun, tahukah anda hidung yang sering digosok dan mengeluarkan lendir apabila dilakukan terus menerus dapat merusak indra penciuman. Aktivitas ini dapat menyebabkan cidera dan infeksi saluran hidung. (Enrich Samuel K.P)
Apa yang terjadi bila saat bermain kita berlaku curang dan tidak jujur? Satu di antaranya adalah kehilangan kepercayaan dari teman bermain. [344] url asal
Meskipun sudah diajarkan sejak dini, tapi masih ada yang belum paham apa yang terjadi bila saat bermain kita berlaku curang dan tidak jujur. Bermain curang berarti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan demi meraih kemenangan atau keuntungan.
Bermain curang dan tidak jujur merupakan tindakan yang merugikan. Sangat penting untuk menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas dalam setiap aktivitas bermain agar semua orang dapat menikmati pengalaman yang adil dan menyenangkan.
Berdasarkan buku Pengantar Sosiologi, Prof. Dr. Kamanto Sunarto, (2005), ada banyak contoh perilaku curang saat bermain, mulai dari mengubah atau melanggar aturan permainan sampai dengan menggunakan trik atau strategi manipulatif kepada lawan atau teman main.
Apa yang terjadi bila saat bermain kita berlaku curang dan tidak jujur?Berlaku curang dan tidak jujur saat bermain dapat membawa dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Berikut adalah lima hal yang bisa terjadi akibat perilaku tersebut.
Ketika seseorang berbuat curang, teman atau lawan mainnya mungkin kehilangan kepercayaan padanya. Hal ini bisa mengakibatkan hubungan yang renggang dan membuat orang lain enggan untuk bermain atau berinteraksi dengannya di masa depan.
Berbuat curang dapat mengurangi kesenangan dan tantangan dari permainan. Kemenangan yang diraih dengan cara tidak jujur akan terasa tidak berarti dan bisa membuat pengalaman bermain menjadi membosankan.
Perilaku curang dapat merusak keterampilan sosial, karena seseorang tidak belajar untuk berinteraksi secara jujur dan sportif. Ini bisa memengaruhi bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain di berbagai konteks, tidak hanya dalam permainan.
Banyak permainan memiliki aturan yang mengatur perilaku pemain. Jika seseorang ketahuan curang, bisa jadi mereka dikenai sanksi, seperti diskualifikasi atau kehilangan hak untuk bermain di masa mendatang.
Kebiasaan curang dapat membentuk pola pikir negatif dan berdampak pada nilai-nilai moral seseorang. Ini bisa membuat individu lebih cenderung untuk bertindak tidak jujur dalam situasi lain di kehidupan mereka, bukan hanya saat bermain.
Itu tadi penjelasan mengenai apa yang terjadi bila saat bermain kita berlaku curang dan tidak jujur. Berlaku curang dan tidak jujur saat bermain tidak hanya merugikan orang lain, dapat juga berdampak buruk bagi diri sendiri. Mengedepankan kejujuran dan sportivitasakan menciptakan pengalaman yang lebih positif bagi semua pihak. (DNR)
Sombong atau merasa paling benar adalah sifat yang buruk yang perlu dihindari setiap orang. Sebab, sikap sombong dan merasa paling benar membuat orang lain merasa tersinggung hingga antipati.
Terlebih, sifat ini akan memberikan dampak negatif yang akan didapatkan cepat atau lambat. Di sisi lain, orang yang memiliki sifat sombong cenderung dihindari orang.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sombong memiliki arti menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah. Di sisi lain, dikutip dari buku Baca Buku Ini Saat Engkau Marah oleh Angga Pebria (2021) sombong adalah menilai pribadi diri sendiri lebih tinggi dari kenyataan yang sebenarnya.
Ketika seseorang merasa sombong, ia akan menuntut lebih banyak pujian dari orang lain untuk dirinya. Jika harapan tersebut tak terpenuhi, ia akan mudah marah.
Selain berdampak buruk terhadap diri sendiri, sikap sombong dan merasa paling benar membuat orang lain merasa tersinggung, tidak terima, hingga antipati.
Orang yang bersikap sombong dan merasa paling benar cenderung meremehkan, merendahkan, atau bahkan mengabaikan orang lain. Kebiasaan tersebut dapat membuat orang lain merasa tersinggung, tidak dihargai, dan tertekan.
Sikap sombong dan merasa paling benar dapat menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka merasa tidak diterima apa adanya dan harus menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan oleh orang yang sombong.
Sehingga, mereka akan cenderung menjauh dan mencari orang lain yang bisa menerima apa adanya dan bisa hidup berdampingan dengan nyaman.
Seseorang yang memiliki sikap sombong dan merasa paling benar jika dibiarkan dapat memicu kemarahan dan antipati dari orang-orang di sekitar. Mereka merasa diperlakukan tidak adil dan selalu dianggap rendah.
Bentuk kemarahan ini bisa menjauhi orang yang memiliki sifat sombong dan selalu benar. Akan tetapi bisa saja menimbulkan perkelahian hingga berakhir dengan kematian.
Dari penjelasan sikap sombong dan merasa paling benar membuat orang lain merasa tersinggung hingga antipati di atas dapat diketahui bahwa sikap ini memiliki dampak buruk. Sehingga, lebih baik untuk tetap merendah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.(MZM)
Dalam kebiasaan sehari-hari, lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada yang berasal dari alat musik tradisional. Lagu tradisional memiliki ciri-ciri khusus yang bisa diamati dari segi nadanya.
Seperti yang diketahui, jenis-jenis nada dibedakan menjadi tiga, yakni diatonis, pentatonis, dan kromatis. Adapun salah satu dari ketiga nada tersebut digunakan pada lagu tradisional Jawa.
Dalam kebiasaan sehari-hari, lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada pentatonis. Tangga nada ini merupakan tangga nada yang terdiri dari lima nada pokok.
Pentatonis umumnya digunakan pada musik daerah yang menggunakan alat musik tradisional. Contohnya, seperti alat musik karawitan Jawa dan Sunda.
Tangga nada ini dibedakan berdasarkan jarak antarnada dan variasi nada yang didengar. Setidaknya, ada dua jenis pentatonis, yakni pelog dan slendro.
Pentatonis adalah tangga nada yang tua karena telah ada sejak awal perkembangan musik. Tidak heran jika tangga nada ini mudah dijumpai di berbagai musik dunia, baik itu musik tradisional maupun modern.
Tangga nada pentatonis terbagi menjadi dua, yakni pelog dan slendrio. Mengutip buku Pengantar Pendidikan Seni oleh Fithri Meiliawati (2023), penjelasannya yakni sebagai berikut:
Tangga nada pentatonis pelog bersifat menenangkan dan mengandung kesan penghormatan. Perbedaan jarak antara tangga nada pelog cukup besar, yakni do, mi, fa, sol, dan si.
Tangga nada pelog terdiri dari lima nada yang umumnya digunakan pada alat musik gamelan Jawa dan Bali. Contoh lagunya yaitu Tari Bali dari Bali, Gambang Suling dari Jawa Tengah, dan Jamuran dari Jawa Timur.
Tangga nada slendro mempunyai ciri khas yang menyenangkan, berani, lincah, dan gembira. Jika tangga nada pelog memiliki jarak nada yang cukup besar, lain halnya dengan slendro yang memiliki jarak cukup kecil antarnadanya. Tangga nada pentatonis slendro juga terbagi menjadi lima, yakni do, re, mi, sol, dan la.
Beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada slendro, yaitu Lir Ilir dari Jawa Tengah, Keraban Sape ldari Jawa Tengah, dan Cing Cangkeling dari Jawa Barat.
Jadi, salam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada pentatonis. Tangga nada ini dibedakan menjadi pelog dan slendro yang masing-masing memiliki keunikannya tersendiri. (DLA)