#30 tag 24jam
Kecanduan Judi Online, Pentingnya Paham dari Sisi Kesehatan Mental
Remaja lebih berisiko terkena adiksi judi online, karena bagian otak depan atau korteks prefrontal baru berkembang penuh pada usia 20–21 tahun. [572] url asal
#candu #kecanduan #judol #judi-online
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/07/24 14:37
v/12186615/
Bisnis.com, JAKARTA – Judi online telah menjadi masalah yang semakin umum ditemukan di Indonesia beberapa tahun terakhir.
Menurut psikiater konsultan di bidang adiksi, Kristiana Siste Kurniasanti, kecanduan judi telah masuk ke daftar gangguan kesehatan mental. Adiksi judi masuk ke dalam kategori adiksi perilaku, yang antara lain juga meliputi adiksi game, pornografi, dan sebagainya.
Sementara itu, terdapat juga kategori adiksi zat: adiksi terhadap nikotin, ganja, heroin, dan sebagainya.
Dilansir dari Tran dkk. (2024), 2% rakyat Indonesia (sekitar 5,59 juta jiwa) memiliki kecanduan berjudi. Uniknya, 18% dari orang tersebut tidak merasa memiliki masalah adiksi.
“Biasanya, faktor risiko orang yang rentan mengalami adiksi itu karena genetik. Selanjutnya, aksesnya mudah dan lingkungannya mendukung. Jadi, alasannya kompleks,” tutur Kristiana pada acara diskusi Ikatan Dokter Indonesia di Zoom Meeting, Jumat (26/7/2024).
Adiksi termasuk penyakit kronis. Tidak hanya melibatkan perilaku, tetapi adiksi juga berdampak dan merupakan akibat dari pada sirkuit otak, lingkungan, pengalaman hidup, dan genetik. Intinya, adiksi saling berinteraksi dengan semua hal tersebut.
“Motivasinya bukan selalu karena iseng saja. Mungkin ada masalah finansial, atau keinginan mendapat uang secara segera. Ada juga orang yang butuh mendapat kesenangan atau gratifikasi secara segera,” Kristiana menjelaskan.
Dia menambahkan, remaja lebih berisiko terkena adiksi judi online. Hal ini karena bagian otak depan atau korteks prefrontal baru berkembang penuh pada usia 20–21 tahun. Bagian otak ini berfungsi untuk mengatur emosi, perilaku, hingga mengambil keputusan.
Bagian otak mana yang aktif ketika melakukan hal yang adiktif?
Paling tidak, terdapat 7 bagian otak yang mengalami ketergantungan ketika seseorang mengalami adiksi zat maupun adiksi perilaku.
Yang pertama adalah kontrol diri dan membuat keputusan yang dikontrol oleh bagian otak dorsolateral dan rostrolateral prefrontal cortex. Ketika melakukan hal yang adiktif, muncul euforia atau kebahagiaan berlebih pada bagian otak inferior frontal gyrus & orbitofrontal cortex.
Muncullah perasaan adiksi atau keinginan terus menerus di otak bagian tengah, yaitu anterior cingulate cortex, insula, putamen, dan caudate. Muncul juga emosi dan ingatan pada parahippocampal gyrus, posterior cingulate cortex, dan precuneus.
Cara mengetahui orang dengan adiksi judi
Dalam masalah kesehatan mental yang paling merugikan kehidupan, adiksi judi menjadi masalah nomor 3–di bawah depresi/kecemasan dan penyalahgunaan alkohol.
Hal ini membuat ketagihan judi online sangatlah berbahaya terhadap masyarakat. Maka, Anda perlu kenali gejala-gejalanya supaya Anda dapat menghindari orang tersayang dari masalah ini.
“Awalnya, judi dilihat sebagai hal yang menyenangkan. Kemudian jadi kebiasaan atau habit. Biasanya, penjudi tidak menyadari masalah sebelum orang lain di sekitarnya. Begitu dia menyadari, masalahnya sudah jadi besar,” papar Kristiana.
Barulah ketika sang penjudi merasakan dampaknya–terlilit hutang, masalah kesehatan mental, masalah hubungan dan pekerjaan–dia akan berusaha mengubah kebiasaan itu. Namun, inilah yang memunculkan adanya konflik internal. Penjudi masih punya dorongan untuk bertaruh.
Jika penjudi sudah berbohong tentang kegiatan berjudinya kepada siapapun, atau sudah merasa bertaruh lebih dari kemampuan finansialnya, maka ini telah jelas menjadi masalah.
Pada titik tersebut, penjudi sudah menyadari kesalahannya dan sangat perlu untuk mendapat bantuan dari profesional kesehatan jiwa.
Kristiana menyatakan bahwa disediakan beragam terapi untuk melawan adiksi.
“Mereka yang mengalami gejala judi online biasanya juga punya gangguan tidur, depresi, dan sebagainya. Kita juga lakukan terapi untuk itu–rata-rata 3 bulan, kemudian diperpanjang 6 bulan, dan pemantauan selama 12 bulan,” jelas Kristiana.
Ragam terapi antara lain terapi obat, psikoterapi , dan stimulasi otak atau cognitive training.
Sementara itu, apabila Anda tidak terdampak oleh judi online, Kristiana berpesan bahwa sangat penting untuk membahas mengenai dampak dari judi online.
“Pahami tentang adiksi judi! Ubah stigma tentang adiksi, berilah dukungan kepada mereka yang sedang berobat.” (Ilma Rayhana)
Di Balik Layar Judi Online: Sistem Dibuat untuk Membuat Pengguna Kecanduan? - kumparan.com
Mengungkap mekanisme psikologis dan teknis di balik judi online yang dirancang untuk membuat pengguna kecanduan, serta dampak finansial dan sosial yang ditimbulkannya. [752] url asal
#di-balik #kecanduan #layar #sistem #psikologi #finansial
(Kumparan.com - Tekno & Sains) 14/07/24 08:58
v/10729628/
Fenomena judi online di Indonesia telah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kemudahan akses melalui ponsel pintar dan internet, semakin banyak orang yang terjerat dalam lingkaran setan perjudian digital ini.
Namun, sedikit yang menyadari bahwa di balik layar judi online terdapat sistem yang dirancang khusus untuk membuat pengguna kecanduan dan mengalami kerugian finansial. Artikel ini mencoba untuk mengungkap bagaimana sistem ini bekerja dan mengapa kita harus waspada terhadap dampak negatifnya.
Judi online memanfaatkan berbagai mekanisme psikologis untuk menarik dan mempertahankan penggunanya. Salah satu yang paling menonjol adalah variabel reward system, atau sistem hadiah variabel. Konsep ini berasal dari penelitian B.F. Skinner, seorang psikolog terkenal dari Amerika, yang menemukan bahwa hadiah yang diberikan secara tidak terduga dan dalam interval yang tidak menentu dapat memperkuat perilaku. Dalam konteks judi online, pengguna tidak pernah tahu kapan mereka akan menang, dan ketidakpastian ini memicu dorongan untuk terus bermain.
Selain itu, judi online juga sering menggunakan near-miss effect atau efek nyaris menang. Ketika pemain hampir menang, mereka merasa bahwa mereka hampir berhasil, yang pada gilirannya memotivasi mereka untuk terus bermain dengan harapan kemenangan berikutnya akan segera datang. Ini adalah ilusi yang sengaja diciptakan oleh operator judi untuk memastikan pemain tetap terikat pada permainan.
Antarmuka pengguna pada platform judi online dirancang dengan cermat untuk meningkatkan daya tarik. Penggunaan warna-warna cerah, memunculkan suara ketika menang, dan animasi yang menarik semuanya dirancang untuk memberikan rangsangan visual dan auditori yang memicu respons emosional positif. Hal ini menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan memabukkan, yang pada akhirnya membuat pengguna sulit untuk berhenti bermain.
Fitur lain yang tidak kalah penting adalah easy access and seamless play. Dengan kemudahan akses kapan saja dan di mana saja, kemudahan untuk deposit dengan jumlah kecil, serta kemampuan untuk berpindah antar permainan tanpa hambatan, pengguna dapat terjebak dalam sesi perjudian yang panjang. Sistem ini memastikan bahwa pemain selalu memiliki kesempatan untuk melanjutkan permainan tanpa gangguan, meningkatkan risiko kecanduan.
Salah satu alasan utama mengapa judi online begitu membuat kecanduan adalah karena ilusi kontrol yang ditawarkannya. Banyak permainan judi online memberikan kesan bahwa keterampilan pemain dapat mempengaruhi hasil.
Padahal sebenarnya permainan ini sepenuhnya bergantung pada keberuntungan dan algoritma yang dikendalikan oleh operator, permainan seperti poker online--misalnya, mungkin memberikan ruang bagi keterampilan, namun pada akhirnya, peluang dan keberuntungan tetap memegang peranan utama.
Operator judi online juga sering memanfaatkan keberhasilan awal untuk menarik pemain baru. Pada tahap awal, pemain mungkin mengalami kemenangan yang lebih sering, yang membuat mereka percaya bahwa mereka memiliki peluang bagus untuk menang lebih banyak. Namun, setelah pemain terikat dan mulai bertaruh lebih besar, frekuensi kemenangan mereka menurun drastis, seringkali mengakibatkan kerugian besar.
Ketika pengguna sudah terjerat dalam kecanduan judi online, dampak finansial menjadi tidak dapat dihindari. Banyak pemain yang awalnya hanya mencoba-coba akhirnya menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan penting. Ketika kerugian menumpuk, mereka mungkin tergoda untuk terus bermain dalam upaya untuk "balik modal", yang sering kali hanya memperburuk situasi.
Dikutip dari Kompas.com “Menurut temuan Satuan Tugas (Satgas) Judi Online yang dibentuk Presiden Joko Widodo dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran uang dalam industri judi online di Indonesia mencapai Rp 600 triliun per tahun.”
Angka ini tidak hanya mencerminkan besarnya skala masalah ini, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebagian besar dana tersebut mengalir ke sejumlah negara di luar negeri, meninggalkan kerugian finansial yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Dampak sosial juga tidak bisa diabaikan. Kecanduan judi online dapat merusak hubungan pribadi, mengganggu kinerja pekerjaan, dan bahkan menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Pada tingkat ekstrem, beberapa individu mungkin merasa putus asa dan kehilangan harapan, yang bisa mengarah pada tindakan bunuh diri.
Pemerintah perlu mengimplementasikan langkah-langkah teknis dan teknologi yang tegas untuk memberantas judi online. Langkah ini mencakup pemblokiran situs dan aplikasi judi menggunakan teknologi firewall dan DNS, memperketat pengawasan terhadap transaksi keuangan mencurigakan dengan analisis data canggih, serta memperkuat infrastruktur keamanan siber untuk melindungi data pengguna. Selain itu, kampanye edukasi publik tentang bahaya judi online dan kerja sama internasional untuk melacak operasi lintas batas sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini secara efektif.
Judi online merupakan fenomena kompleks yang melibatkan berbagai faktor psikologis dan teknis untuk membuat pengguna kecanduan dan kalah. Sistem di balik judi online dirancang dengan cermat untuk memanipulasi emosi dan perilaku pengguna, sehingga sulit bagi mereka untuk melepaskan diri.
Dengan memahami cara kerja sistem ini, semoga kita semua dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat dari bahaya judi online. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.