JAKARTA, KOMPAS.com - Kemampuan pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam menekan harga kebutuhan pokok serta mencari solusi kerusakan jalan menjadi aspirasi utama masyarakat yang dianggap mesti dibenahi oleh calon gubernur dan calon wakil gubernur mendatang.
Hal itu diungkap dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) secara daring pada Minggu (28/7/2024), menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2024.
Dalam survei itu dipaparkan, sebanyak 34,1 persen responden berharap Pemprov Sumut bisa menekan harga kebutuhan pokok.
Kemudian 12,4 persen responden berharap pemerintah setempat segera membenahi kerusakan jalan.
Sebanyak 10,3 persen responden berharap gubernur dan wakil gubernur Sumut mendatang bisa menyediakan lapangan pekerjaan.
Sementara itu persoalan lain yang mesti segera dibenahi adalah soal penyalahgunaan narkoba (6,6 persen), banjir (6 persen), mahalnya harga pupuk (5,2 persen), dan harga jual hasil panen anjlok (5,1) persen.
Selain itu masyarakat setempat juga meminta cagub dan cawagub memikirkan solusi mahalnya biaya pendidikan (3,7 persen), kondisi keamanan yang buruk (2,9 persen), aparat pemerintahan kurang melayani (1,7 persen), kesulitan air bersih (1,6 persen), dan mati listrik (1,3 persen).
Survei itu dilakukan secara tatap muka pada rentang waktu 7 sampai 17 Juli 2024.
Populasi survei itu adalah seluruh warga Indonesia di Provinsi Sumatera Utara yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sampel survei sebanyak 800 responden diambil dengan menggunakan metode bertingkat (multistage), dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Selain akibat dari genangan air setelah hujan, kerusakan di beberapa lokasi jalan juga disebut imbas tetesan air yang berasal dari Stasiun LRT Sumsel. [220] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan menyebut masih ada beberapa jalan nasional di wilayah Kota Palembang yang mengalami kerusakan.
Selain akibat dari genangan air setelah hujan, kerusakan di beberapa lokasi jalan juga disebut imbas tetesan air yang berasal dari Stasiun Light Rail Transit (LRT) Sumsel.
“Ada beberapa lokasi (rusak) ya, di Jalan R.E Martadinata, lokasi yang dekat banjir di depan Sekolah Kusuma Bangsa (Jalan H. Abdul Rozak) dan Jalan Kolonel Haji Barlian juga ada beberapa, cucuran dari LRT,” ungkap Kepala BBPJN Sumatra Selatan (Sumsel) Hardy Siahaan, dikutip Jumat (12/7/2024).
Menurut Hardy, kerusakan jalan juga disebabkan oleh rembesan air yang berasal dari saluran bawah yang diduga mengalami kebocoran pada saat pelaksanaan pembangunan LRT.
“Ada saluran di bawah yang pada saat pembangunan LRT kemungkinan ada yang bocor, sehingga airnya terus merembes,” jelasnya.
Sementara, dia mengakui, tidak ada pekerjaan besar yang berlangsung pada tahun ini. Namun pihaknya tetap melaksanakan pemeliharaan, penanganan jalan berlubang dan penataan bahu dengan alokasi anggaran senilai Rp6 miliar.
Sedangkan untuk rencana perbaikan jalan inpres, terdapat 10 ruas jalan dengan 6 ruas diantaranya merupakan perbaikan jalan dampak dari pembangunan IPAL. Akan tetapi pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut baru dapat dilaksanakan di bulan September mendatang.
“Anggaran untuk perbaikan IPAL Rp30 miliar, itu masih menunggu DIPA yang rencananya cair Agustus. Jadi pelaksanaan kemungkinan September,” pungkasnya.