#30 tag 24jam
Ada 'Tangan Israel' di Balik Kerusuhan Anti-Muslim di Inggris?
Ada peningkatan signifikan dalam sentimen anti Muslim terkait Gaza. [1,021] url asal
#aksi-anti-imigran #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-inggris #inggris-dilanda-kerusuhan #kerusuhan-bakar-inggris #muslim-di-inggris #islamofobia-di-inggris
(Republika - Khazanah) 09/08/24 16:38
v/13931146/
REPUBLIKA.CO.ID, Inggris yang terbakar oleh kerusuhan sosial baru-baru ini mengejutkan dunia. Terlebih, kerusuhan tersebut dipicu oleh informasi hoaks yang muncul dari sejumlah akun aktivis sayap kanan di negeri Raja Charles tersebut. Tidak hanya menyerang petugas, para perusuh melakukan pembakaran, menyerang masjid, mengepung hotel imigran hingga mengintimidasi orang-orang yang mereka duga merupakan Muslim.
Jurnalis yang juga merupakan kontributor Palestine Chronicle, Robert Inlakesh menulis adanya dugaan pengaruh Israel dalam kerusuhan di Inggris lewat artikel bertajuk Anti-Muslim Crimes – Israel’s Hand in Instigating the Racist UK Riots atau Kejahatan Anti-Muslim - Tangan Israel dalam Memicu Kerusuhan Rasis di Inggris’ yang dimuat di Palestine Chronicle, Kamis (8/8/2024).
Dia mengungkapkan, para influencer sayap kanan yang memotivasi kerusuhan rasial tersebut mencoba untuk menghubungkan penyebab anti-imigran dengan Israel. Inlakesh bahkán menduga sebagian besar dari mereka adalah pendukung bayaran untuk perang Israel di Gaza.
Menurut Inlakesh, setelah serangan 7 Oktober yang dipimpin Hamas terhadap Israel, peningkatan retorika anti-Islam menjadi sangat tinggi.Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), jumlah pengaduan yang diterima atas insiden Islamofobia pada tahun 2023 - yang sebagian besar terjadi setelah 7 Oktober - merupakan terbesar dalam sejarah 30 tahun kelompok hak-hak sipil tersebut.
Menurut statistik yang diberikan pada tahun ini, insiden Islamofobia meningkat70% pada paruh pertama tahun 2024. Di Inggris, peningkatan Islamofobia jauh lebih buruk karena data Islamophobia Response Unit (IRU) menunjukkan peningkatan 365% dalam kejahatan kebencian anti-Muslim setelah 7 Oktober.
Data ini menunjukkan, ada peningkatan signifikan dalam sentimen anti-Muslim yang secara langsung terkait dengan pemberitaan terkait perang antara Gaza dan Israel, baik di media sosial maupun di media mainstream. Meskipun ada berbagai penelitian yang menunjukkan bias media mainstream, mayoritas opini garis keras saat ini dinilai dibentuksecara online.
Kontroversi Tommy Robinson..
Aktivis sayap kanan Tommy Robinson menjadi salah satu aktor kerusuhan sosial yang sedang berlangsung di Inggris. Robinson bahkan berkontribusi dalam menyebarkan nama Muslim yang dibuat-buat sebagai pelaku pembunuhan tiga anak perempuan di Southport pada akhir Juli lalu.
Tidak lama kemudian, nama palsu yang dirilis dan dipromosikan seolah-olah menjadi bukti adanya masalah dengan para pencari suaka Muslim yang kejam di Inggris, terbukti palsu, namun disinformasi ini menjadi katalisator bagi kerusuhan yang akan terjadi.
Tommy Robinson bahkan, mengatakan kepada 800.000 pengikutnya di X bahwa ada "lebih banyak bukti yang menunjukkan Islam adalah masalah kesehatan mental dan bukannya agama perdamaian".
Setelah memicu ketegangan, mengaitkan peristiwa penikaman massal yang mengerikan dengan "imigrasi ilegal" dan mendesak agar ada sesuatu yang dilakukan untuk mengatasinya, orang-orang seperti Tommy Robinson dengan cepat melompat ke dunia maya untuk menjauhkan diri mereka dari kekerasan.
Meski demikian, mereka membenarkan kerusuhan tersebut. Menariknya, poin pertama yang disampaikan Robinson dalam videonya mengenai kerusuhan tersebut bukanlah mengenai imigrasi ilegal, melainkan mengenai Hamas.
Tommy Robinson memberikan penjelasan pembuka mengenai kerusuhan anti-imigran:'Mengapa orang-orang marah? Saya akan memberi tahu Anda mengapa mereka marah - karena Hamas dibiarkan menguasai London. Mengambil alih ibu kota kita. Setiap minggu mengibarkan bendera ISIS, bendera Hamas. Menyerukan Jihad.Polisi tidak melakukan apa-apa. Tidak ada. Malah mereka menangkap saya."'
Dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa "tindakan Anda dalam tiga minggu terakhir atau sejak tanggal 7 Oktober, Anda telah menciptakan ribuan Tommy Robinson".
Tommy Robinson punya rekam jejak hubungan dengan Israel. Inlakesh mengungkapkan, dia pernah dibawa dalam tur militer Israel, berpose untuk foto-foto dengan kaos tentara Israel dan di atas tank yang beroperasi di wilayah pendudukan. Dia bahkan pernah mengatakan bahwa ia akan bertempur dalam perang untuk Israel.
Tommy Robinson menjadi terkenal ketika ia ikut mendirikan 'Liga Pertahanan Inggris' (EDL) yang secara eksplisit anti-Islam, yang dikenal karena kerusuhan dan pawai rasis. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa salah satu pendiri EDL adalah seorang pria bernama Paul Ray, yang pernah bekerja untuk intelijen Israel untuk menyusup dan memata-matai Gerakan Solidaritas Internasional (ISM).
Dalam sebuah thread yang diposting ke X (sebelumnya Twitter), aktivist pro Palestina yang juga berprofesi sebagai rapper, Lowkey merinci hubungan EDL dengan gerakan Zionis, dengan mencatat bahwa "EDL English Defence League LTD didaftarkan di rumah perusahaan (situs web pemerintah Inggris) oleh mantan tentara Israel, Roberta Moore. Dia adalah kepala Unit Yahudi EDL, yang memiliki sekitar 100 anggota. Ketika ditanya apakah EDL mengeksploitasi Gerakan Zionis, ia menjawab, "Jika ada, kami yang mengeksploitasi mereka."
PadaFebruari 2013, Roberta Moore mengubah nama EDL di perusahaan-perusahaannya menjadi Liga Pertahanan Yahudi Inggris. Moore berfoto bersama pemimpin Liga Pertahanan Yahudi (JDL) di Kanada, Meir Weinstein.
JDL pernah dilarang sebagai organisasi teroris di Amerika Serikat. JDL secara luas dipahami sebagai sayap bersenjata dari Partai Kach, sayap kanan mantan anggota Knesset Israel, Meir Kahane. Ketika EDL pertama kali dibentuk, pembicara utama dalam aksi-aksi mereka adalah mantan pelatih militer Israel, Rabbi Nachum Shifren.
Menurut seorang mantan karyawan Tommy Robinson, Lucy Brown, tokoh media sayap kanan itu dibayar 10.000 poundsterling per bulan oleh Miliarder Zionis Robert Shillman.
Hal ini, sebagaimana sebuah investigasi yang diterbitkan oleh The Guardian menemukan bahwa dengan dana dari Shillman, outlet media sayap kanan Kanada yang disebut 'Rebel News' membayar Tommy Robinson dengan gaji 5.000 poundsterling per bulan. Selain itu, terungkap pula bahwa lembaga think tank yang berbasis di Philadelphia bernama 'Middle East Forum' (MEF) milik Zionis mengakui membayar Robinson sedikitnya 60.000 poundsterling.
"Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dia menyuntikkan retorika anti-Palestina yang tidak relevan ke dalam komentarnya tentang kerusuhan yang dia bantu dorong, sambil terus membenarkan, meskipun berhati-hati untuk tidak mendukung kekerasan,"ujar Inlakesh.
Beberapa tokoh sayap kanan lainnya yang baru-baru ini muncul setelah peristiwa 7 Oktober dinilai kerap mengaitkanmengaitkan Israel dengan hal-hal anti-imigran yang mereka dukung.
Dia pun mencontohkan Douglas Murray, yang langsung diterbangkan ke Tel Aviv dan menjadi pembela genosida Israel di Gaza, sembari mempromosikan hoaks propaganda 7 Oktober.
Murray muncul untuk menyajikan propaganda yang dikemas dengan rapi tentang Timur Tengah, Muslim, Pencari Suaka, dan apa yang disebut sebagai nilai-nilai Barat. Meskipun kurang relevan, dia bahkan masuk untuk menjadi pembawa acara Piers Morgan tanpa disensor saat pembawa acara tersebut beristirahat.
"Jika kita ambil contoh orang lain, seperti Katie Hopkins, yang juga melakukan perjalanan ke Israel dan mengunggah foto dirinya mengenakan kaos tentara Israel, mereka juga mengemas pesan anti-Islam dan anti-imigran mereka dengan poin-poin pro-Israel."
Tokoh Rekaan Bernama Ali al-Shakati yang Membakar Kerusuhan Anti Muslim di Inggris
Ada 27 juta tayangan di media sosial yang berspekulasi penyarang adalah Muslim. [895] url asal
#kerusuhan-inggris #kerusuhan-anti-imigran #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-anti-migran-inggris #demonstran-inggris #pemicu-demonstrasi-anti-imigran #ali-al
(Republika - Khazanah) 08/08/24 21:46
v/13835082/
REPUBLIKA.CO.ID, Demonstrasi yang membakar kota-kota di Inggris berawal dari peristiwa penikaman yang menewaskan nyawa tiga gadis belia pada akhir Juli lalu. Para pengunjuk rasa yang termakan isu hoaks menyalahkan imigran Muslim sebagai pelaku pembunuhan. Padahal, polisi sudah menyatakan pembunuh bukanlah Muslim bahkan pelaku yang merupakan remaja Kristen muncul di pengadilan.
Di Southport pada Selasa lalu, para pengunjuk rasa melempari batu bata ke arah polisi dan masjid setempat, melukai lebih dari 50 polisi. Keesokan harinya di London,, protes serupa terjadi dengan para demonstran di dekat Downing Street meneriakkan, "Selamatkan anak-anak kami," dan "Kami ingin negara kami kembali."
Inti dari protes tersebut adalah keyakinan bahwa tersangka, yang diidentifikasi sebagai Axel Rudakubana, 17 tahun, dan lahir dari orang tua Rwanda di Cardiff, adalah seorang imigran Muslim, padahal bukan.
Pada Kamis, Hakim Andrew Menary di Liverpool Crown Court mencabut perintah untuk tidak menyebutkan identitas Rudakubana karena kerusuhan yang terjadi. Rudakubana juga didakwa pada Kamis lalu dengan tiga tuduhan pembunuhan, sepuluh tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan kepemilikan benda tajam.
Lantas, darimana dan bagaimana informasi hoaks ini dimulai?
Pada Senin, tiga anak perempuan - berusia 6, 7 dan 9 tahun - tewas akibat penikaman di sebuah acara tarian dan yoga bertema Taylor Swift untuk anak-anak di Southport. Delapan anak dan dua orang dewasa juga terluka.
Tidak banyak informasi yang dirilis mengenai tersangka mengingat dia masih berusia 17 tahun. Hukum di Inggris menyatakan jika mengidentifikasi tersangka yang masih di bawah umur adalah sebuah tindak pidana sampai proses hukum dimulai.
Meski demikian, dengan tidak adanya informasi dari organisasi media dan Kepolisian Merseyside, spekulasi yang tidak berdasar menghasilkan banyak unggahan bernada Islamofobia dan anti-imigran di media sosial.
Klaim palsu tentang asal-usul tersangka menyebar dengan cepat. Diantara informasi hoaks yang beredar yakni munculnya nama Ali al-Shakati sebagai pelaku tanpa adanya sumber resmi. Aljazeera di Instagram resminya melaporkan, nama tersebut bahkan tidak pernah ada. Ada juga klaim bahwa pelaku telah tiba di Inggris dengan perahu kecil pada tahun 2023, yang juga palsu.
Menurut Marc Owen Jones, seorang profesor studi Timur Tengah di Universitas Hamad bin Khalifa di Doha, di mana penelitiannya berfokus pada strategi pengendalian informasi, kesalahan tersebut sangat besar.
Pada 30 Juli, sehari setelah kejadian, Jones telah melacak setidaknya 27 juta tayangan di media sosial untuk postingan yang menyatakan atau berspekulasi bahwa penyerang adalah seorang Muslim, seorang migran, pengungsi, atau orang asing, katanya lewat platform X.
Influencer Andrew Tate juga mengatakan dalam sebuah video di X bahwa seorang "migran tak berdokumen" yang "tiba dengan perahu" telah menyerang para gadis di Southport.
"Jiwa orang Barat begitu hancur sehingga ketika para penjajah membantai anak-anak perempuan Anda, Anda sama sekali tidak melakukan apa-apa," kata Tate.
Akun-akun lain di X juga menyalahkan Muslim atas serangan tersebut, termasuk Channel 3 Now, yang mengaku sebagai organisasi berita namun latar belakangnya masih belum jelas. Akun ini kemudian menyatakan permintaan maaf atas penyebaran informasi yang keliru tersebut, tulis Aljazeera.
Siapa penyebar informasi hoaks tersebut?
Pada Selasa, Tommy Robinson, seorang juru kampanye sayap kanan anti-Islam, mengatakan kepada 800.000 pengikutnya di X bahwa ada "lebih banyak bukti yang menunjukkan Islam adalah masalah kesehatan mental dan bukannya agama perdamaian".
"Mereka menggantikan bangsa Inggris dengan para pendatang yang bermusuhan, penuh kekerasan, dan agresif. ... Anak-anak Anda tidak penting bagi [pemerintah Partai Buruh]," kata dia.
Keterlibatan aktivis sayap kanan..
Menurut Kepolisian Merseyside, anggota Liga Pertahanan Inggris sayap kanan, yang didirikan Robinson, termasuk di antara mereka yang melakukan kerusuhan di Southport pada Selasa.
Pada saat yang sama, anggota parlemen sayap kanan Nigel Farage mengunggah video berdurasi satu menit di X yang mempertanyakan apakah polisi, yang mengatakan bahwa serangan itu tidak "terkait teror", mengatakan yang sebenarnya.
Dengan banyaknya disinformasi yang tersebar di dunia maya, anggota parlemen dari Southport, Patrick Hurley, mengatakan kepada program Radio 4 Today di BBC pada Rabu lalu bahwa aksi protes diinisiasi oleh orang-orang dari luar kota.
Dia menambahkan, para preman yang telah menguasai kereta api. Mereka menggunakan kematian tiga anak kecil untuk tujuan politik mereka sendiri.
Di X, Jones juga menjelaskan bahwa setelah serangan apa pun, ada upaya yang jelas untuk mengeksploitasi insiden tragis tersebut oleh para influencer dan grifter sayap kanan. Mereka mendorong agenda anti-imigran dan xenofobia meskipun tidak ada bukti.
Apa tanggapan dari polisi dan pemerintah?
Setelah protes digelar pada Rabu di Downing Street, Perdana Menteri Keir Starmer mengecam "preman-preman kejam" yang bentrok dengan polisi di London. Starmer mengatakan bahwa mereka akan merasakan kekuatan hukum.
Kepolisian Metropolitan London mengatakan pada Kamis bahwa 111 orang telah ditangkap atas pelanggaran termasuk kekacauan dengan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas polisi.
Orang-orang di Southport juga mengecam protes kekerasan dan telah membantu membangun kembali bagian-bagian masjid setempat, yang diserang selama protes.
Pada Kamis, Starmer bertemu dengan para pemimpin polisi senior untuk menawarkan "dukungan penuh" setelah "insiden kekerasan ekstrem dan kekacauan publik".
"Meskipun hak untuk melakukan protes damai harus dilindungi dengan cara apa pun, kami akan menegaskan bahwa para penjahat yang mengeksploitasi hak tersebut untuk menebarkan kebencian dan melakukan tindakan kekerasan akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum," kata kantornya sebelum pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, perdana menteri meminta para kepala polisi di seluruh negeri untuk meningkatkan koordinasi dalam menangani protes dengan kekerasan.
Starmer juga mengutuk aksi protes tersebut dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis, dengan mengatakan, "Sejauh menyangkut kelompok sayap kanan, ini terkoordinasi. Ini disengaja."
"Ini bukan protes yang lepas kendali. Ini adalah sekelompok individu yang benar-benar bertekad untuk melakukan kekerasan."
Tokoh Rekaan Bernama Ali al-Shakati yang Membakar Kerusuhan di Inggris
Ada 27 juta tayangan di media sosial yang berspekulasi penyarang adalah Muslim. [895] url asal
#kerusuhan-inggris #kerusuhan-anti-imigran #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-anti-migran-inggris #demonstran-inggris #pemicu-demonstrasi-anti-imigran #ali-al
(Republika - Khazanah) 08/08/24 13:30
v/13785096/
REPUBLIKA.CO.ID, Demonstrasi yang membakar kota-kota di Inggris berawal dari peristiwa penikaman yang menewaskan nyawa tiga gadis belia pada akhir Juli lalu. Para pengunjuk rasa yang termakan isu hoaks menyalahkan imigran Muslim sebagai pelaku pembunuhan. Padahal, polisi sudah menyatakan pembunuh bukanlah Muslim bahkan pelaku yang merupakan remaja Kristen muncul di pengadilan.
Di Southport pada Selasa lalu, para pengunjuk rasa melempari batu bata ke arah polisi dan masjid setempat, melukai lebih dari 50 polisi. Keesokan harinya di London,, protes serupa terjadi dengan para demonstran di dekat Downing Street meneriakkan, "Selamatkan anak-anak kami," dan "Kami ingin negara kami kembali."
Inti dari protes tersebut adalah keyakinan bahwa tersangka, yang diidentifikasi sebagai Axel Rudakubana, 17 tahun, dan lahir dari orang tua Rwanda di Cardiff, adalah seorang imigran Muslim, padahal bukan.
Pada Kamis, Hakim Andrew Menary di Liverpool Crown Court mencabut perintah untuk tidak menyebutkan identitas Rudakubana karena kerusuhan yang terjadi. Rudakubana juga didakwa pada Kamis lalu dengan tiga tuduhan pembunuhan, sepuluh tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan kepemilikan benda tajam.
Lantas, darimana dan bagaimana informasi hoaks ini dimulai?
Pada Senin, tiga anak perempuan - berusia 6, 7 dan 9 tahun - tewas akibat penikaman di sebuah acara tarian dan yoga bertema Taylor Swift untuk anak-anak di Southport. Delapan anak dan dua orang dewasa juga terluka.
Tidak banyak informasi yang dirilis mengenai tersangka mengingat dia masih berusia 17 tahun. Hukum di Inggris menyatakan jika mengidentifikasi tersangka yang masih di bawah umur adalah sebuah tindak pidana sampai proses hukum dimulai.
Meski demikian, dengan tidak adanya informasi dari organisasi media dan Kepolisian Merseyside, spekulasi yang tidak berdasar menghasilkan banyak unggahan bernada Islamofobia dan anti-imigran di media sosial.
Klaim palsu tentang asal-usul tersangka menyebar dengan cepat. Diantara informasi hoaks yang beredar yakni munculnya nama Ali al-Shakati sebagai pelaku tanpa adanya sumber resmi. Aljazeera di Instagram resminya melaporkan, nama tersebut bahkan tidak pernah ada. Ada juga klaim bahwa pelaku telah tiba di Inggris dengan perahu kecil pada tahun 2023, yang juga palsu.
Menurut Marc Owen Jones, seorang profesor studi Timur Tengah di Universitas Hamad bin Khalifa di Doha, di mana penelitiannya berfokus pada strategi pengendalian informasi, kesalahan tersebut sangat besar.
Pada 30 Juli, sehari setelah kejadian, Jones telah melacak setidaknya 27 juta tayangan di media sosial untuk postingan yang menyatakan atau berspekulasi bahwa penyerang adalah seorang Muslim, seorang migran, pengungsi, atau orang asing, katanya lewat platform X.
Influencer Andrew Tate juga mengatakan dalam sebuah video di X bahwa seorang "migran tak berdokumen" yang "tiba dengan perahu" telah menyerang para gadis di Southport.
"Jiwa orang Barat begitu hancur sehingga ketika para penjajah membantai anak-anak perempuan Anda, Anda sama sekali tidak melakukan apa-apa," kata Tate.
Akun-akun lain di X juga menyalahkan Muslim atas serangan tersebut, termasuk Channel 3 Now, yang mengaku sebagai organisasi berita namun latar belakangnya masih belum jelas. Akun ini kemudian menyatakan permintaan maaf atas penyebaran informasi yang keliru tersebut, tulis Aljazeera.
Siapa penyebar informasi hoaks tersebut?
Pada Selasa, Tommy Robinson, seorang juru kampanye sayap kanan anti-Islam, mengatakan kepada 800.000 pengikutnya di X bahwa ada "lebih banyak bukti yang menunjukkan Islam adalah masalah kesehatan mental dan bukannya agama perdamaian".
"Mereka menggantikan bangsa Inggris dengan para pendatang yang bermusuhan, penuh kekerasan, dan agresif. ... Anak-anak Anda tidak penting bagi [pemerintah Partai Buruh]," kata dia.
Keterlibatan aktivis sayap kanan..
Menurut Kepolisian Merseyside, anggota Liga Pertahanan Inggris sayap kanan, yang didirikan Robinson, termasuk di antara mereka yang melakukan kerusuhan di Southport pada Selasa.
Pada saat yang sama, anggota parlemen sayap kanan Nigel Farage mengunggah video berdurasi satu menit di X yang mempertanyakan apakah polisi, yang mengatakan bahwa serangan itu tidak "terkait teror", mengatakan yang sebenarnya.
Dengan banyaknya disinformasi yang tersebar di dunia maya, anggota parlemen dari Southport, Patrick Hurley, mengatakan kepada program Radio 4 Today di BBC pada Rabu lalu bahwa aksi protes diinisiasi oleh orang-orang dari luar kota.
Dia menambahkan, para preman yang telah menguasai kereta api. Mereka menggunakan kematian tiga anak kecil untuk tujuan politik mereka sendiri.
Di X, Jones juga menjelaskan bahwa setelah serangan apa pun, ada upaya yang jelas untuk mengeksploitasi insiden tragis tersebut oleh para influencer dan grifter sayap kanan. Mereka mendorong agenda anti-imigran dan xenofobia meskipun tidak ada bukti.
Apa tanggapan dari polisi dan pemerintah?
Setelah protes digelar pada Rabu di Downing Street, Perdana Menteri Keir Starmer mengecam "preman-preman kejam" yang bentrok dengan polisi di London. Starmer mengatakan bahwa mereka akan merasakan kekuatan hukum.
Kepolisian Metropolitan London mengatakan pada Kamis bahwa 111 orang telah ditangkap atas pelanggaran termasuk kekacauan dengan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas polisi.
Orang-orang di Southport juga mengecam protes kekerasan dan telah membantu membangun kembali bagian-bagian masjid setempat, yang diserang selama protes.
Pada Kamis, Starmer bertemu dengan para pemimpin polisi senior untuk menawarkan "dukungan penuh" setelah "insiden kekerasan ekstrem dan kekacauan publik".
"Meskipun hak untuk melakukan protes damai harus dilindungi dengan cara apa pun, kami akan menegaskan bahwa para penjahat yang mengeksploitasi hak tersebut untuk menebarkan kebencian dan melakukan tindakan kekerasan akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum," kata kantornya sebelum pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, perdana menteri meminta para kepala polisi di seluruh negeri untuk meningkatkan koordinasi dalam menangani protes dengan kekerasan.
Starmer juga mengutuk aksi protes tersebut dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis, dengan mengatakan, "Sejauh menyangkut kelompok sayap kanan, ini terkoordinasi. Ini disengaja."
"Ini bukan protes yang lepas kendali. Ini adalah sekelompok individu yang benar-benar bertekad untuk melakukan kekerasan."
Ribuan Turun ke Jalan di Inggris Lawan Aksi Anti-Islam dan Antiimigran
Kekacauan yang dijanjikan kelompok sayap kanan mereda semalam. [696] url asal
#kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-inggris #kerusuhan-anti-imigran #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #aksi-tandingan-inggris
(Republika - News) 08/08/24 06:51
v/13744700/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Ribuan pengunjuk rasa anti-rasisme berkumpul di seantero Inggris dan membentuk perisai manusia untuk melindungi pusat suaka. Ini merupakan aksi tandingan setelah polisi memperingatkan akan adanya kerusuhan dari lebih dari 100 demonstrasi sayap kanan.
Sambil memegang plakat bertuliskan “terima pengungsi” dan “tolak rasisme”, orang-orang turun ke jalan di kota-kota besar dan kecil sembilan hari setelah negara itu diguncang oleh penikaman fatal terhadap tiga gadis di Merseyside dan kerusuhan yang terjadi setelahnya. Namun hanya ada sedikit tanda-tanda kerusuhan seperti yang terlihat selama seminggu terakhir.
Polisi melancarkan mobilisasi terbesar mereka untuk mencegah kekacauan pada Rabu, dengan mengatakan bahwa banyak dari aksi protes sayap kanan yang direncanakan berpotensi berubah menjadi kekerasan.
Kantor pengacara untuk imigran ditutup, toko-toko di jalan raya ditutup, praktik dokter umum tutup lebih awal, dan anggota parlemen diminta untuk mempertimbangkan bekerja dari rumah karena 41 dari 43 wilayah kepolisian setempat di Inggris dan Wales bersiap menghadapi potensi gangguan.
Sekitar 6.000 petugas terlatih anti huru-hara direkrut untuk mengatasi demonstrasi yang diperkirakan terjadi dan sekitar 30 protes tandingan setelah firma hukum imigrasi dan pusat pengungsi terdaftar sebagai target potensial dalam grup obrolan sayap kanan di aplikasi pesan terenkripsi Telegram.
Namun sebaliknya, ribuan pengunjuk rasa tandingan turun ke jalan di Liverpool, Birmingham, Bristol, Brighton dan London untuk melindungi komunitas mereka. Pada pukul 7 malam di Liverpool, ratusan orang membentuk perisai manusia di luar gereja yang menjadi sasaran pusat saran imigrasi sementara para wanita memegang spanduk bertuliskan “Suster melawan Nazi”.
Pemandangan serupa juga terjadi di Hackney dan Walthamstow, keduanya di London timur, dan Finchley di utara ibu kota, ketika ribuan masyarakat lokal dan aktivis anti-fasis berkumpul dan memegang plakat bertuliskan “kita adalah satu ras manusia” dan “bersatu melawan kebencian".
Di Brighton, segelintir pengunjuk rasa anti-imigrasi yang berkumpul di luar kantor hukum yang menjadi sasaran dikepung oleh polisi demi perlindungan mereka setelah mereka kalah jumlah dengan sekitar 500 pengunjuk rasa tandingan yang meneriakkan: “Minggir dari jalanan kami, sampah Nazi.” Kemudian, acara tersebut diwarnai dengan suasana karnaval jalanan dengan iringan band samba dan nyanyian nyaring.
Ketegangan berkobar di Aldershot di Hampshire setelah kelompok yang meneriakkan “hentikan kapal” bentrok dengan pengunjuk rasa yang memegang plakat “menentang rasisme” yang meneriakkan “pengungsi diterima di sini”. Puluhan petugas polisi bergegas ke jalan untuk menghentikan kelompok tersebut agar tidak terlalu dekat satu sama lain. Ada juga laporan pertempuran kecil di Blackpool.
Polisi Orthomptonshire mengatakan tiga orang telah ditangkap karena pelanggaran ketertiban umum di Northampton, dan ditahan, dan tidak ada anggota masyarakat atau polisi yang terluka.
Polisi Metropolitan mengatakan 15 orang ditangkap di seluruh ibu kota, termasuk 10 orang di Croydon karena menyerang pekerja darurat, kepemilikan senjata ofensif, dan pelanggaran lainnya setelah sekitar 50 orang berkumpul “untuk menyebabkan gangguan dan kekacauan”. “Mereka menyeret dan melemparkan benda-benda ke jalan dan melemparkan botol ke arah petugas. Ini tidak terkait dengan protes, ini tampaknya murni perilaku anti-sosial,” tambah pasukan tersebut pada X.
Namun pada pukul 9 malam, hanya sedikit pengunjuk rasa sayap kanan yang terlihat di lokasi yang diduga menjadi sasaran, meskipun pengunjuk rasa tandingan masih tetap berada di jalan.
Meskipun ada kekhawatiran akan terjadinya kekerasan dan kekacauan di Inggris dalam skala yang belum pernah terjadi sejak kerusuhan tahun 2011, pada akhirnya jumlah pengunjuk rasa yang menentangnya melebihi jumlah mereka yang mendukung protes yang dipimpin oleh kelompok sayap kanan. Di beberapa tempat, para pengunjuk rasa menemukan bahwa tidak ada orang lain di pihak lain yang muncul.
Sumber kepolisian yang mengetahui gambaran nasional mengatakan diyakini ada pertemuan kecil yang dipimpin kelompok sayap kanan di Durham, Blackpool, Norwich, Northampton, Sheffield dan Brighton.
Sumber tersebut mengatakan: “Tampaknya proses hukum yang cepat dijatuhkan kepada mereka yang terlibat dalam kerusuhan selama seminggu terakhir telah membuat orang berpikir dua kali. Pasukan sepenuhnya siap menghadapi apa yang mungkin menimpa mereka dalam bentuk kekacauan. Namun, kita telah melihat malam itu berlalu dengan sedikit atau tanpa kekerasan sama sekali.
Polisi memperkirakan beberapa hari ke depan akan relatif tenang dan lebih banyak protes tandingan diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini. Sekitar 15 peristiwa di Inggris dan Wales diketahui oleh polisi, sebagian besar melibatkan pengunjuk rasa tandingan. Diyakini beberapa pertemuan yang dipimpin kelompok sayap kanan sedang terjadi, meskipun dalam skala yang jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.
'Terorisme' Anti-Islam Berlanjut di Inggris, Makam Muslim Dirusak
Kerusuhan antiimigram dan Anti-Islam masih terus terjadi di Inggris. [860] url asal
#kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-imigran #kerusuhan-inggris #kerusuhan-di-inggris #sayap-kanan-islam
(Republika - News) 06/08/24 14:32
v/13520599/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Aksi ‘terorisme’ antiimigran dan anti-Islam masih terus meluas di Inggris pada Senin malam. Pada Senin malam, mobil polisi dibakar dan toko-toko diserang perusuh sayap kanan.
Dilansir the Guardian, Neil Basu, mantan kepala kontra-terorisme Inggris, mengatakan dia yakin serangan-serangan yang meluas belakangan harus diperlakukan sebagai tindakan terorisme. “Mencoba membakar sebuah gedung yang berisi orang-orang di dalamnya, yang jelas-jelas Anda benci, adalah tindakan kekerasan terhadap orang dan properti dengan alasan rasial yang dirancang untuk mengintimidasi sebagian masyarakat – baik itu Muslim atau pencari suaka,” katanya.
“Tidak hanya sesuai dengan definisi terorisme, tindakan itu sejatinya terorisme. Ini bukan sekadar upaya hukuman mati tanpa pengadilan di zaman modern dan orang-orang yang melakukannya harus menghadapi hukuman penjara seumur hidup, bukan hukuman lima tahun karena kekacauan yang disertai kekerasan.”
Aksi antiimigran dan anti-Islam berujung kekerasan terjadi di Inggris sejak akhir pekan lalu. Sentimen yang sudah lama dipendam kelompok sayap kanan Inggris itu meledak menyusul kabar bohong bahwa pelaku penusukan di Southport yang menewaskan tiga anak adalah seorang pencari suaka Muslim. Faktanya, pelaku adalah seorang remaja kelahiran Inggris dari orang tua asal Rwanda yang membesarkannya sebagai seorang Kristiani.
Pada Senin malam, batu nisan di pemakaman Muslim di Burnley, dirusak dalam apa yang disebut oleh pemimpin dewan kota sebagai "tindakan jahat" yang dilakukan oleh "individu keji". Di Belfast selatan, para preman melemparkan batu dan bom bensin ke mobil polisi dekat supermarket yang dibakar pada akhir pekan.
Sementara petugas polisi terluka dalam “kekerasan berkelanjutan” di Plymouth ketika kekacauan berlanjut selama tujuh hari setelah penikaman Southport, dengan lebih dari 370 penangkapan sejauh ini. Polisi Devon dan Cornwall mengatakan enam penangkapan dilakukan di Plymouth pada Senin setelah “beberapa petugas” menderita luka ringan dan dua anggota masyarakat dibawa ke rumah sakit.
Hal ini terjadi setelah batu bata dan kembang api diluncurkan ke arah petugas yang berusaha membubarkan demonstrasi di kota pelabuhan Devon.
Sebuah mobil van polisi dirusak ketika pengunjuk rasa anti-imigrasi bertopeng meluncurkan molotov pada demonstrasi tandingan di mana orang-orang memegang poster bertuliskan “Tidak Ada Tempat untuk Kebencian” dan “Katakan Tidak kepada Nazi”. Seorang petugas polisi di Devon dan Cornwall mengatakan “batu besar” telah dilemparkan ke arah petugas selama kerusuhan tersebut.
Berbicara di tempat kejadian, Inspektur Ryan North Moore mengatakan kepada Sky News: “Ini bukan lagi protes. Menurut pendapat saya, ini adalah kekerasan. Ini adalah kekerasan yang berkelanjutan.” Ketika ditanya betapa sulitnya mengawasi protes tersebut, dia menambahkan: “Saat ini sudah tidak sesuai skalanya. Dengan sumber daya yang kami punya, ini sulit.” Penjabat Kepala Polisi Jim Colwell mengatakan para petugas telah menunjukkan “kepolisian yang sangat berani dan kuat” ketika mereka menanggapi “perilaku kriminal yang menjijikkan dan tidak masuk akal”.
Sekitar 150 petugas dikerahkan di pusat kota, dan penangkapan tersebut dilakukan karena serangkaian pelanggaran ketertiban umum dan penyerangan, kata polisi.
Di Southport, ratusan orang menghadiri aksi damai seminggu setelah pembunuhan Bebe King, Elsie Dot Stancombe dan Alice Dasilva Aguiar. Anak-anak meniup gelembung dan yang lainnya meninggalkan bunga dan balon berbentuk hati pada Senin malam untuk mengenang para korban serangan penikaman di klub liburan bertema Taylor Swift.
Polisi Merseyside mengatakan satu anak yang terjebak dalam insiden tersebut masih dirawat di rumah sakit, namun semua pasien lainnya telah dipulangkan.
Di tempat lain, Dinas Kepolisian Irlandia Utara mengatakan mereka “menghadapi kekacauan yang sedang berlangsung” di daerah Jalan Donegall di Belfast selatan, dan BBC melaporkan petugas anti huru hara melemparkan batu dan bom molotov ke arah mereka. Sky News melaporkan pada hari Senin bahwa salah satu vannya diserang di Birmingham oleh “pria yang memegang pisau”.
Outlet berita tersebut melaporkan bahwa para jurnalisnya telah mengamati “sekumpulan besar pria Muslim yang mengatakan bahwa mereka bersiap untuk ‘mempertahankan’ jalan tersebut dari rencana protes sayap kanan lainnya di daerah tersebut. Polisi West Midlands (WMP) mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan tentang seorang pria yang memiliki senjata ofensif, serta insiden lainnya dan berjanji untuk “bekerja keras untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka yang bertanggung jawab”.
Pasukan tersebut mengatakan sejumlah besar orang telah berkumpul di daerah Bordesley di kota tersebut, namun tidak terjadi bentrokan dengan anggota kelompok lawan, dan meskipun terdapat rumor di media sosial mengenai adanya protes sayap kanan, namun hal tersebut tidak terjadi.
“Tidak ada penangkapan yang dilakukan pada tahap ini tetapi ada insiden sporadis dan kami sedang menyelidiki laporan penyerangan, insiden pengrusakan kriminal pada sebuah pub di Stoney Lane, sebuah mobil yang jendelanya pecah di Alcombe Grove, Stechford dan kerusakan kriminal lebih lanjut. ke kendaraan yang bannya rusak di Belchers Lane, Bordesley Green,” kata WMP.
Pada Senin, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan “pasukan tetap” yang terdiri dari petugas polisi spesialis sedang dikumpulkan untuk menindak kerusuhan, dan ia menyerukan agar para pelakunya disebutkan namanya dan dipermalukan. Keir Starmer berjanji untuk “meningkatkan peradilan pidana” setelah pertemuan darurat Cobra diadakan setelah kekacauan pada akhir pekan yang menyebabkan para perusuh menyerbu hotel-hotel yang menampung para pencari suaka.
Kantor berita PA melansir bahwa pasukan tetap perdana menteri merupakan perluasan dari skema bantuan timbal balik yang ada, yang memungkinkan petugas untuk dikerahkan di seluruh negeri sesuai kebutuhan. Starmer menolak seruan agar parlemen dipanggil kembali karena kerusuhan tersebut. Perdana menteri mengatakan dia fokus untuk memastikan polisi dapat menjalankan tugas mereka, karena anggota parlemen dari berbagai spektrum politik menuntut parlemen kembali dari reses musim panas.
'Terorisme' Anti-Islam Meluas di Inggris, Makam Muslim Dirusak
Kerusuhan antiimigram dan Anti-Islam masih terus terjadi di Inggris. [860] url asal
#kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-imigran #kerusuhan-inggris #kerusuhan-di-inggris #sayap-kanan-islam
(Republika - News) 06/08/24 14:32
v/13514481/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Aksi ‘terorisme’ antiimigran dan anti-Islam masih terus meluas di Inggris pada Senin malam. Pada Senin malam, mobil polisi dibakar dan toko-toko diserang perusuh sayap kanan.
Dilansir the Guardian, Neil Basu, mantan kepala kontra-terorisme Inggris, mengatakan dia yakin serangan-serangan yang meluas belakangan harus diperlakukan sebagai tindakan terorisme. “Mencoba membakar sebuah gedung yang berisi orang-orang di dalamnya, yang jelas-jelas Anda benci, adalah tindakan kekerasan terhadap orang dan properti dengan alasan rasial yang dirancang untuk mengintimidasi sebagian masyarakat – baik itu Muslim atau pencari suaka,” katanya.
“Tidak hanya sesuai dengan definisi terorisme, tindakan itu sejatinya terorisme. Ini bukan sekadar upaya hukuman mati tanpa pengadilan di zaman modern dan orang-orang yang melakukannya harus menghadapi hukuman penjara seumur hidup, bukan hukuman lima tahun karena kekacauan yang disertai kekerasan.”
Aksi antiimigran dan anti-Islam berujung kekerasan terjadi di Inggris sejak akhir pekan lalu. Sentimen yang sudah lama dipendam kelompok sayap kanan Inggris itu meledak menyusul kabar bohong bahwa pelaku penusukan di Southport yang menewaskan tiga anak adalah seorang pencari suaka Muslim. Faktanya, pelaku adalah seorang remaja kelahiran Inggris dari orang tua asal Rwanda yang membesarkannya sebagai seorang Kristiani.
Pada Senin malam, batu nisan di pemakaman Muslim di Burnley, dirusak dalam apa yang disebut oleh pemimpin dewan kota sebagai "tindakan jahat" yang dilakukan oleh "individu keji". Di Belfast selatan, para preman melemparkan batu dan bom bensin ke mobil polisi dekat supermarket yang dibakar pada akhir pekan.
Sementara petugas polisi terluka dalam “kekerasan berkelanjutan” di Plymouth ketika kekacauan berlanjut selama tujuh hari setelah penikaman Southport, dengan lebih dari 370 penangkapan sejauh ini. Polisi Devon dan Cornwall mengatakan enam penangkapan dilakukan di Plymouth pada Senin setelah “beberapa petugas” menderita luka ringan dan dua anggota masyarakat dibawa ke rumah sakit.
Hal ini terjadi setelah batu bata dan kembang api diluncurkan ke arah petugas yang berusaha membubarkan demonstrasi di kota pelabuhan Devon.
Sebuah mobil van polisi dirusak ketika pengunjuk rasa anti-imigrasi bertopeng meluncurkan molotov pada demonstrasi tandingan di mana orang-orang memegang poster bertuliskan “Tidak Ada Tempat untuk Kebencian” dan “Katakan Tidak kepada Nazi”. Seorang petugas polisi di Devon dan Cornwall mengatakan “batu besar” telah dilemparkan ke arah petugas selama kerusuhan tersebut.
Berbicara di tempat kejadian, Inspektur Ryan North Moore mengatakan kepada Sky News: “Ini bukan lagi protes. Menurut pendapat saya, ini adalah kekerasan. Ini adalah kekerasan yang berkelanjutan.” Ketika ditanya betapa sulitnya mengawasi protes tersebut, dia menambahkan: “Saat ini sudah tidak sesuai skalanya. Dengan sumber daya yang kami punya, ini sulit.” Penjabat Kepala Polisi Jim Colwell mengatakan para petugas telah menunjukkan “kepolisian yang sangat berani dan kuat” ketika mereka menanggapi “perilaku kriminal yang menjijikkan dan tidak masuk akal”.
Sekitar 150 petugas dikerahkan di pusat kota, dan penangkapan tersebut dilakukan karena serangkaian pelanggaran ketertiban umum dan penyerangan, kata polisi.
Di Southport, ratusan orang menghadiri aksi damai seminggu setelah pembunuhan Bebe King, Elsie Dot Stancombe dan Alice Dasilva Aguiar. Anak-anak meniup gelembung dan yang lainnya meninggalkan bunga dan balon berbentuk hati pada Senin malam untuk mengenang para korban serangan penikaman di klub liburan bertema Taylor Swift.
Polisi Merseyside mengatakan satu anak yang terjebak dalam insiden tersebut masih dirawat di rumah sakit, namun semua pasien lainnya telah dipulangkan.
Di tempat lain, Dinas Kepolisian Irlandia Utara mengatakan mereka “menghadapi kekacauan yang sedang berlangsung” di daerah Jalan Donegall di Belfast selatan, dan BBC melaporkan petugas anti huru hara melemparkan batu dan bom molotov ke arah mereka. Sky News melaporkan pada hari Senin bahwa salah satu vannya diserang di Birmingham oleh “pria yang memegang pisau”.
Outlet berita tersebut melaporkan bahwa para jurnalisnya telah mengamati “sekumpulan besar pria Muslim yang mengatakan bahwa mereka bersiap untuk ‘mempertahankan’ jalan tersebut dari rencana protes sayap kanan lainnya di daerah tersebut. Polisi West Midlands (WMP) mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan tentang seorang pria yang memiliki senjata ofensif, serta insiden lainnya dan berjanji untuk “bekerja keras untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka yang bertanggung jawab”.
Pasukan tersebut mengatakan sejumlah besar orang telah berkumpul di daerah Bordesley di kota tersebut, namun tidak terjadi bentrokan dengan anggota kelompok lawan, dan meskipun terdapat rumor di media sosial mengenai adanya protes sayap kanan, namun hal tersebut tidak terjadi.
“Tidak ada penangkapan yang dilakukan pada tahap ini tetapi ada insiden sporadis dan kami sedang menyelidiki laporan penyerangan, insiden pengrusakan kriminal pada sebuah pub di Stoney Lane, sebuah mobil yang jendelanya pecah di Alcombe Grove, Stechford dan kerusakan kriminal lebih lanjut. ke kendaraan yang bannya rusak di Belchers Lane, Bordesley Green,” kata WMP.
Pada Senin, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan “pasukan tetap” yang terdiri dari petugas polisi spesialis sedang dikumpulkan untuk menindak kerusuhan, dan ia menyerukan agar para pelakunya disebutkan namanya dan dipermalukan. Keir Starmer berjanji untuk “meningkatkan peradilan pidana” setelah pertemuan darurat Cobra diadakan setelah kekacauan pada akhir pekan yang menyebabkan para perusuh menyerbu hotel-hotel yang menampung para pencari suaka.
Kantor berita PA melansir bahwa pasukan tetap perdana menteri merupakan perluasan dari skema bantuan timbal balik yang ada, yang memungkinkan petugas untuk dikerahkan di seluruh negeri sesuai kebutuhan. Starmer menolak seruan agar parlemen dipanggil kembali karena kerusuhan tersebut. Perdana menteri mengatakan dia fokus untuk memastikan polisi dapat menjalankan tugas mereka, karena anggota parlemen dari berbagai spektrum politik menuntut parlemen kembali dari reses musim panas.
Inggris Dibekap Kerusuhan Ekstrem Kanan, PM Gelar Rapat Darurat COBRA
Unjuk rasa berubah menjadi aksi kekerasan dan kerusuhan terburuk di Inggris. [328] url asal
#pm-inggris #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-imigran #islamofobia-di-inggris #kerusuhan-inggris #pertemuan-cobra-inggris #sayap-kanan-inggris #ekstrem-kanan-inggris
(Republika - News) 06/08/24 11:09
v/13497102/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin (5/8/2024) memimpin rapat darurat Cobra bersama para pejabat senior kepolisian di tengah meluasnya kerusuhan sayap kanan. Kerusuhan meletus di seluruh kota, baik kota kecil maupun besar di Inggris.
COBRA merupakan singkatan dari 'Cabinet Office Briefing Room A' (ruang A untuk pertemuan kabinet). Pertemuan COBRA dirancang untuk mempertemukan semua pembuat keputusan dan penasihat utama di satu tempat.
Pertemuan COBRA ini dihadiri oleh perdana menteri yang mengumpulkan tokoh-tokoh senior Kabinet untuk membahas tanggapan pemerintah dan polisi terhadap kerusuhan yang sedang berlangsung.
Aksi unjuk rasa yang berubah menjadi aksi kekerasan dan kerusuhan terburuk di Inggris dalam beberapa tahun itu, meletus setelah insiden penikaman yang menewaskan tiga gadis muda di Southport minggu lalu. Polisi telah melakukan upaya meredam kekerasan di Rotheram, Middlesbrough, Bolton, dan beberapa lokasi lainnya di seluruh negeri pada Senin.
Selama akhir pekan, lebih dari 150 orang ditangkap selama terjadinya kerusuhan di sejumlah kota besar dan kecil di Inggris.
Saat pidato di depan umum pada Ahad, Starmer mengutuk premanisme sayap kanan dan bersumpah para perusuh akan menyesali tindakan mereka. Dia bersumpah mereka yang terlibat akan menghadapi kekuatan hukum sepenuhnya.
Meningkatnya kekerasan baru-baru ini telah mendorong seruan dari lebih banyak anggota parlemen agar parlemen dipanggil kembali untuk membahas kerusuhan tersebut. Parlemen terakhir kali dipanggil pada musim panas 2021 saat evakuasi pasukan Inggris dari Afghanistan.
"Kerusuhan anti-imigran nasional dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mengancam nyawa, harta benda, dan kepolisian. Kita perlu mengadakan kembali pertemuan Parlemen," ujar anggota parlemen Partai Buruh veteran Diane Abbott di X.
"Dalam jangka pendek, kami akan memadamkan kerusuhan, namun masalah jangka panjang yang lebih pelik masih tetap ada," kata pemimpin Reformasi Inggris dan anggota parlemen Clacton Nigel Farage juga meminta anggota parlemen kembali ke Parlemen.
Selama akhir pekan, seruan untuk pertemuan kembali parlemen datang dari kedua sisi spektrum politik. Tokoh Partai Konservatif Inggris Dame Priti Patel dan anggota parlemen sayap kiri Zarah Sultana menekankan betapa mendesaknya situasi saat ini.
Soal Kerusuhan di Inggris, MUI: Islamofobia Sudah Akut di Inggris
Kerusuhan anti Muslim terjadi di Inggris. [35] url asal
#kerusuhan #kerusuhan #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-muslim #islam #kerusuhan-anti-migran-inggris
(Republika - Khazanah) 06/08/24 08:30
v/13487313/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, protes dan kerusuhan anti imigran di Inggris adalah peristiwa yang sangat buruk sekali.
Kerusuhan di Inggris Muslim Jadi Sasaran Gerombolan anti-Islam, Ini Sikap PM Inggris
Kerusuhan anti Muslim terjadi di sejumlah kota di Inggris. [418] url asal
#kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-migran-inggris #islamofobia-di-inggris #islamofobia #kerusuhan-anti-muslim
(Republika - Khazanah) 06/08/24 08:03
v/13481024/
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Sebuah kelompok yang memantau organisasi anti-Islam mengatakan kepada The National bahwa banyak jamaah Muslim takut pergi ke masjid saat kerusuhan sayap kanan menyebar di seluruh Inggris.
Ini akan meningkatkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh kepolisian setempat untuk melindungi tempat-tempat ibadah.
Berdasarkan proses baru tersebut, polisi, pemerintah daerah, dan masjid dapat meminta agar keamanan segera dikirim, yang melindungi masyarakat dan memungkinkan kembalinya ibadah secepat mungkin.
Warna Kulit
Menteri Kepolisian Inggris, Diana Johnson mengatakan dengan 4.000 petugas ketertiban umum tambahan yang ditempatkan untuk mengatasi gangguan, sebagian besar di Inggris utara, pemerintah mengambil tindakan tegas.
Ia mengatakan ada nada rasis yang kuat dalam protes tersebut dan orang-orang takut karena warna kulit mereka.
"Itu tidak benar dan pemerintah ini akan mengambil tindakan apapun untuk mengatasinya," kata Johnson.
Dengan demonstrasi lebih lanjut yang diprediksi terjadi di Bolton, Lancaster, Middlesbrough, Weymouth, dan Rotherham, Yvette Cooper, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris memperingatkan bahwa siapa pun yang terlibat dalam kekacauan dan kekerasan ini akan menghadapi kekuatan hukum penuh.
"Sebagai sebuah bangsa, kita tidak akan menoleransi perilaku kriminal, ekstremisme berbahaya, dan serangan rasis yang bertentangan dengan semua yang diperjuangkan negara kita," jelas Mendagri Inggris.
Mantan menteri pertama Skotlandia, Humza Yousaf telah meminta agar tentara dikerahkan untuk menghentikan penjahat yang menyebabkan kekacauan di jalan-jalan.
"Bagi saya, sepertinya polisi tidak dapat menangani situasi ini," kata Yousaf.
"Polisi tidak dapat melindungi mereka yang berada di Holiday Inn. Tentara dapat membantu mengendalikan situasi yang tidak dapat dikendalikan oleh polisi,” ujar Yousaf.
Di Belfast, Irlandia Utara, seorang pengusaha Muslim yang supermarketnya dirusak dalam serangan pembakaran, mengatakan bahwa komunitas Islam diserang dengan sengaja.
"Orang-orang menyerang tempat ini, rasisme terhadap Islam dan Muslim, khususnya komunitas Muslim," kata Bashir.
Hasutan dan Hoax
Ratusan orang berkumpul di pusat kota pada akhir pekan, banyak dari mereka mengenakan bendera Inggris dan meneriakkan slogan-slogan anti-Islam.
Unjuk rasa tersebut diselenggarakan dengan slogan "sudah cukup" dengan polisi secara terbuka mengidentifikasi Liga Pertahanan Inggris sebagai faktor kunci.
Hampir semua koordinasi dan pelaporan palsu telah dilakukan di media sosial, dengan influencer sayap kanan berkontribusi terhadap ketegangan.
Sekarang ada seruan yang meningkat bagi pemerintah untuk mengatasi hasutan kebencian daring oleh tokoh-tokoh sayap kanan, dan Menteri Teknologi Peter Kyle telah berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan media sosial.
Atta meminta pemerintah untuk mempertimbangkan denda yang berat bagi platform media sosial, seperti aplikasi terenkripsi Telegram dan WhatsApp, yang katanya digunakan untuk mengkoordinasikan kekacauan dan menyebarkan disinformasi.
Sumber:
https://www.thenationalnews.com/news/uk/2024/08/04/muslims-fear-going-to-mosques-as-far-right-riots-grip-uk/
Kerusuhan Inggris Picu Keresahan Mahasiswa Indonesia | Republika Online Mobile
Kerusuhan anti-Islam masih terus terjadi di Inggris hingga Senin malam. [497] url asal
#kerusuhan-inggris #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-anti-migran-inggris #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-anti-imigran
(Republika - News) 06/08/24 06:45
v/13474038/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Kerusuhan yang dipicu oleh ekstremis sayap kanan di Inggris telah menyebar ke banyak kota sejak insiden penusukan tiga anak perempuan di Southport, Merseyside, Senin (29/7) lalu. Di malam berikutnya (30/7), kerusuhan pecah dekat sebuah masjid di Southport dan mulai menyebar ke berbagai kota lain di Inggris.
Kerusuhan-kerusuhan yang masih berlanjut hingga Senin (5/8/2024) tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri pada warga negara Indonesia yang sedang belajar di sana. Koresponden khusus RepublikaZainur Mahsir Ramadhan menuliskan kerisauan-kerisauan tersebut.
Bukannya meredam, kurang dalam sepekan Muslim di Inggris dibuat makin gamang. Mengapa bisa terjadi? Pelaku yang disebut masih bawah umur, tidak bisa diumumkan identitasnya menurut ketentuan negara. Spekulasi muncul, dan ekstremis sayap kanan menggembar-gemborkan jika pelaku adalah pencari suaka dan beragama Muslim. Konfirmasi jika tersangka bukan migran dan Muslim dari pihak berwajib tak dipedulikan. Kerusuhan kian meluas.
Kurang dalam sepekan, kerusuhan Southport digadang-gadang menjadi kerusuhan terburuk sejak satu dekade lalu, atau dikenal sebagai kerusuhan London. KBRI di London memang telah mengeluarkan anjuran untuk waspada kepada para WNI. Hal ini merujuk pada kondisi yang ada. Terlebih, di sosial media, ramai pula aksi-aksi susulan di kota-kota lain di Inggris, salah satunya targetnya London.
Mahasiswi Indonesia di London, Kamilah Aisyi, mengaku khawatir dengan kondisi yang ada. “Makin takut, parno kalau keluar,” kata dia, Senin waktu sekitar. Dalam beberapa hari terakhir, dia menjelaskan situasi terkesan lebih menakutkan dari biasanya meski dilaporkan belum ada kerusuhan di London. “Jadi lebih sensitif tiap ada apa-apa di luar. Lebih takut,” kata dia.
Dalam penuturannya, beberapa kawan mahasiswa WNI di London dan Inggris Raya juga telah membatalkan rencana perjalanan dengan pertimbangan kondisi terkini. Untuk memenuhi perkuliahan atau kebutuhan sehari-hari, Aisyi, sapaannya, memilih pergi bersama orang yang dikenal dan menghindari area tertentu.
Hal serupa dialami WNI lain di kota-kota yang lebih kecil. Di Norwich, Inggris, Firdaus Putra (33 tahun) mengatakan hal yang sama. Dirinya mengaku enggan melewati daerah atau jalan-jalan dengan penduduk yang mayoritasnya migran atau Muslim. “Kalau ke sana paling pas shalat Jumat aja nanti. Itu juga karena butuh ke masjid,” jelas Firdaus.
Meski kewaspadaan terus dia tingkatkan, kata Firdaus, Norwich memang masih relatif aman dan kondusif. Aral melintang, ekstremis sayap kanan yang menargetkan Muslim dia nilai mempersulit kondisi. “Tiap cek kehamilan istri, jadi lebih takut. Apalagi istri pakai hijab juga,” jelasnya.
Sementara pada Senin, petugas polisi di Devon dan Cornwall mengatakan “kekerasan berkelanjutan” telah terjadi menyusul protes di Plymouth. Tiga petugas terluka dalam bentrokan di kota tersebut.
Berbicara di tempat kejadian, Inspektur Ryan North Moore mengatakan kepada Sky News: “Ini bukan protes lagi. Menurut pendapat saya, ini adalah kekerasan. Ini adalah kekerasan yang berkelanjutan.
“Sejumlah besar batu dilemparkan ke arah kami, apakah itu ditujukan kepada kami atau orang lain atau kelompok lawan – kami belum tahu. Investigasi akan mengidentifikasi hal itu. “Tapi, ya, ada tiga petugas yang tumbang.”
Ketika ditanya betapa sulitnya mengawasi protes tersebut, Inspektur Moore menambahkan, hal itu kian tak masuk akal. “Dengan sumber daya yang kami miliki, hal ini sulit dilakukan.”
Ada Peran Israel terkait Kerusuhan Anti Muslim di Inggris?
Kerusuhan anti Muslim terjadi di Inggris. [449] url asal
#inggris #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #islam #makkah #israel #islamofobia-di-inggris #islamofobia
(Republika - Khazanah) 06/08/24 06:16
v/13469419/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Protes anti imigran di berbagai kota di Inggris dimanfaatkan kalangan ekstremis kanan untuk meningkatkan islamofobia. Menanggapi hal tersebut, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa sedang terjadi polarisasi di dunia.
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, Buya Bunyam Saptomo mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Inggris menunjukkan dunia sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang mengalami polarisasi gara-gara masalah yang terjadi di Palestina, yakni zionis Yahudi menjajah Palestina.
"Media Barat yang umumnya dikuasai Yahudi selalu mencitrakan Islam dan Palestina sebagai pelaku kekerasan, hal ini mengakibatkan islamofobia yang meningkat tajam di Eropa dan Amerika, seperti rumput kering di musim panas mudah terbakar," kata Buya Bunyam kepada Republika, Senin (5/8/2024) malam.
Buya Bunyam mengatakan, begitu ada berita hoaks terkait pelaku penusukan di Southport adalah seorang Muslim imigran, hoaks tersebut langsung menyudutkan umat Islam. Maka timbul kerusuhan anti imigran dan anti Islam.
"Padahal kejadian yang sebenarnya pelaku penusukan adalah seorang Kristen keturunan imigran Rwanda di Benua Afrika," ujar Buya Bunyam.
Buya Bunyam menegaskan, sudah tugas pemerintah di Inggris, Eropa dan Amerika untuk membina kerukunan masyarakatnya.
Sebagaimana diberitakan The National News pada Senin (5/8/2024), kerusuhan di Inggris dipicu oleh berita palsu di media sosial (medsos) yang menyebutkan bahwa tersangka penusukan tiga anak di Southport adalah seorang imigran Muslim.
Penusukan atau pembunuhan tiga orang anak sebenarnya dilakukan Axel Rudakubana (17 tahun) yang lahir di Wales dari orang tua imigran Rwanda yang beragama Kristen, ia didakwa atas tiga pembunuhan dan 10 percobaan pembunuhan.
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Inggris, Dyah Mustikaning Pitha Prawesti menceritakan latar belakang terjadinya protes anti imigran yang dimanfaatkan kalangan ekstremis kanan untuk meningkatkan islamofobia di Inggris.
Dyah mengatakan, protes anti imigran di Inggris sebenarnya sudah banyak letupan-letupan sebelumnya. Tapi pemicu terbesarnya adalah kejadian menyedihkan adanya penusukan yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 17 tahun di Southport pekan lalu. Korbannya tiga anak usia di bawah 10 tahun meninggal dunia, sementara beberapa remaja dan gurunya terluka parah.
"Karena penyerangan itu maka membuat orang-orang marah, yang tidak menolong adalah hukum di Inggris ini, karena penyerangnya di bawah umur yakni baru berumur 17 tahun, jadi tidak disebutkan namanya dan identitasnya, memang hukumnya seperti itu," kata Dyah kepada Republika, Senin (5/8/2024)
Dyah mengatakan, kalau pelaku masih di bawah umur tidak boleh diumumkan identitasnya. Kemudian terjadilah di sosial media (medsos) spekulasi-spekulasi siapa pelakunya. Salah satu spekulasi yang santer itu adalah dari kalangan ekstremis kanan, tokohnya mengatakan bahwa pembunuhan anak-anak itu dilakukan oleh imigran. Sempat juga disebut-sebut namanya dan dispekulasikan sebagai imigran Muslim yang jadi pelakunya.
Dyah mengatakan, memang banyak disinformasi yang kemudian dijadikan alasan oleh kalangan ekstremis kanan untuk kemudian meningkatkan islamofobia.
Disinformasi Anti-Muslim, Inggris Alami Gelombang Kerusuhan Terburuk Sejak 13 tahun
Disinformasi anti-Muslim di media sosial telah memicu Islamofobia ekstrem kanan. [421] url asal
#kerusuhan-anti-migran-inggris #kerusuhan-anti-muslim #kerusuhan-anti-islam #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-inggris
(Republika - News) 06/08/24 05:00
v/13468254/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris sedang mengalami gelombang kerusuhan terburuk sejak 13 tahun, ketika para pengunjuk rasa penganut ekstrem-kanan menjadikan pencari suaka dan komunitas etnis minoritas di seluruh negeri sebagai target.
Gelombang disinformasi anti-Muslim di media sosial telah memicu Islamofobia dan kekerasan ekstrem-kanan setelah penikaman fatal di kota tepi laut Southport di Inggris utara pada 29 Juli.
Laporan palsu yang disebarluaskan akun media sosial kalangan ekstremis sayap kanan itu mengeklaim bahwa tersangka penikaman merupakan seorang imigran Muslim. Tuduhan itu juga disuarakan dengan teriakan-teriakan pedas massa Islamofobia.
Kepolisian sejauh ini menyebut tersangka pelaku itu sebagai seorang laki-laki berusia 17 tahun yang lahir di Cardiff, ibu kota Wales. Lelaki itu disebutkan tinggal di sebuah desa dekat Southport.
Penikaman terjadi pada Senin (29/7) saat tiga gadis cilik berusia enam, tujuh, dan sembilan tahun tewas akibat ditikam di Southport, Inggris barat laut.
Pada Selasa (30/7) kerusuhan merebak di Southport dalam semalam. Massa yang berjumlah hingga 300 orang, termasuk anggota Liga Pertahanan Inggris, sebuah kelompok sayap kanan anti-Muslim, menyerang sebuah masjid di kota tersebut.
Mereka juga menyerang polisi, membakar mobil, menghancurkan properti, serta menyebabkan sedikitnya 50 petugas terluka. Polisi Merseyside menangkap empat orang.
Keesokan harinya pada Rabu (31/7), kekacauan itu menyebar ke Newton Heath, di utara Manchester. Para perusuh menargetkan hotel Holiday Inn, yang diyakini menampung para pencari suaka. Mereka melemparkan berbagai benda ke arah polisi dan menyerang seorang sopir bus.
Kekerasan juga terjadi di luar Downing Street di London. Para perusuh menyerang polisi dan melemparkan suar, yang mengakibatkan lebih dari 100 orang ditangkap.
Massa berjumlah sekitar 200 orang berkumpul di luar sebuah hotel di Aldershot yang menampung para pencari suaka.
Kekerasan terus meluas, kelompok ekstrem kanan terus melakukan aksi di seluruh Inggris dan Belfast, Irlandia Utara.
Di Kota Sunderland, massa membakar mobil dan kantor pemerintah. Di Rotherham, ratusan pengunjuk rasa sayap kanan merusak Holiday Inn Express yang menampung para pencari suaka, serta melemparkan bata ke arah polisi, menghancurkan jendela hotel, dan membakari tong-tong sampah.
Untuk mengatasi kekerasan yang meluas di seluruh Inggris, Dewan Kepolisan Nasional mengerahkan 4.000 petugas tambahan untuk menangani kekacauan yang meluas tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengutuk penargetan terhadap komunitas Muslim dan etnis minoritas lainnya, termasuk serangan ke masjid.
PM juga mengecam “kekerasan yang tidak disengaja” yang dilakukan oleh orang-orang yang memberi hormat ala Nazi.
Di tengah pergulatan mengatasi demonstrasi yang penuh kekerasan ini, lebih dari 140 orang telah ditangkap sejak Sabtu malam (3/8). Situasinya masih bergejolak, dan pihak berwenang meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kekerasan berlanjut.