PARIS, investor.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mundur jika koalisi baru gagal dibentuk. Hal ini disampaikan anggota Parlemen Eropa dari partai sayap kanan National Rally, Gilles Lebreton.
Menurutnya, ini dapat terjadi bila perdana menteri sayap kiri yang dipilihnya untuk memimpin pemerintahan koalisi baru ternyata gagal dalam memerintah.
"Presiden Macron kemungkinan akan menunjuk seorang perdana menteri (PM) sayap kiri, yang akan memimpin pemerintahan koalisi yang terdiri dari NFP (tidak termasuk partai sayap kiri La France Insoumise), partai-partai tengah, dan partai sayap kanan LR (The Republicans)," ungkapnya, Selasa (9/7/2024).
Lebreton melanjutkan, jika Macron tak berhasil atau jika koalisi ini gagal bekerja dengan baik maka presiden tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri.
Opsi lain bisa jadi membubarkan Majelis Nasional lagi, tetapi konstitusi Prancis melarang Macron melakukannya kurang dari setahun setelah pembubaran sebelumnya, tutur Lebreton.
Sebelumnya pada Juni 2024, Macron mengumumkan pembubaran majelis rendah parlemen Prancis dan mengadakan pemilihan parlemen dengan sistem dua putaran.
Koalisi New Popular Front memenangkan pemilihan parlemen, dengan perolehan 182 kursi di Majelis Nasional yang berjumlah 577 kursi, diikuti oleh koalisi sentris Macron dengan 168 kursi dan National Rally dengan 143 kursi.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News