JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa layanan haji pada 2024 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief pada Rabu (18/9/2024).
Hilman menjelaskan, evaluasi terhadap layanan haji 2023 telah dilakukan secara menyeluruh, dan berbagai perbaikan telah diterapkan untuk memastikan bahwa layanan pada 2024 lebih baik.
"Alhamdulillah kita kemudian mencoba melakukan evaluasi. 2023 seperti apa? 2024 bagaimana? Subyektif kami, 2024 itu jauh lebih bagus dibanding 2023," ungkap Hilman.
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei terkait Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2023, yang menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS, indeks kepuasan jemaah haji tahun ini mencapai angka 88,2, meningkat dibandingkan pada 2022 yang berada di level 85,83.
Namun, angka pencapaian ini masih lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 90,4.
Direktur Sistem Informasi Statistik BPS, Joko Parmiyanto, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
"Indeks yang kita dapatkan tahun ini adalah 88,2. Dengan metodologi yang kami gunakan, indeks di atas 85 sudah masuk dalam kategori sangat memuaskan," ujar Joko.
Dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan, Kemenag optimistis bahwa layanan haji 2024 akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para jemaah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 15 kloter jamaah haji diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah untuk beribadah dan ziarah ke Raudhah dan sejumlah tempat lainnya di Kota Madinah pada Sabtu (13/7/2024).
Kloter-kloter tersebut menutup pemberangkatan jamaah haji Gelombang II menuju Kota Madinah, sekaligus menandai berakhirnya layanan penyelenggaraan ibadah haji Daerah Kerja Makkah tahun ini. Demikian disampaikan Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda di Jakarta.
"Dengan berakhirnya layanan haji di Makkah, maka seluruh layanan jemaah haji Indonesia akan terkonsentrasi di Madinah,"terang Widi dalam keterangan resmi Kemenag, Sabtu (13/7/2024). "Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke Tanah Air dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah," lanjut dia.
Ia menjelaskan, setelah seluruh jemaah didorong ke Madinah, sejumlah layanan haji di Makkahjuga berakhir, seperti layanan bus shalawat, layanan konsumsi, layanan kesehatan, baik di sektor maupun di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Ia mengatakan, penanganan untuk jamaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akan dilaksanakan hingga 23 Juli 2024. "Jika jamaah dinyatakan sembuh di RSAS, mereka akan dievakuasi oleh tim KKHI Makkah dan KKHI Madinah" jelasnya.
"Hingga Jumat, jamaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berjumlah 22 orang dan di Rumah Sakit Arab Saudi 54 orang," terangnya.
Menanti kepulangan ke Tanah Air, kata Widi, selain tetap menjaga kesehatan tubuh, jemaah diimbau untuk tetap memperhatikan kapasitas dan berat koper bagasi masing-masing. Sesuai ketentuan penerbangan, berat bawaan dalam koper bagasi yang disiapkan oleh maskapai Garuda dan Saudia, yaitu 32 kg.
"Tidak boleh membawa air zamzam ke dalam koper dalam kemasan apa pun. Petugas tidak segan-segan membongkar koper yang terdeteksi mesin x-ray ada air zamzamnya,"kata dia.
Hingga 12 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau 13 Juli 2024 pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 151.518 orang. Mereka tergabung dalam 386 kelompok terbang (kloter).
Pada Sabtu, 13 Juli 2024, jamaah haji yang akan dan telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 6.708 orang. Mereka tergabung dalam 20 kloter, dengan rincian sebagai berikut: