Meskipun motor injeksi lebih baik, memanaskan mesin selama 3-5 menit tetap penting untuk memastikan oli bersirkulasi dengan baik. Halaman all [316] url asal
SOLO, KOMPAS.com - Meskipun sepeda motor dengan mesin injeksi sudah lebih baik, namun kebiasaan memanaskan mesin sebelum digunakan sebaiknya tetap dilakukan.
Memanaskan mesin sebelum berkendara tetap penting untuk memastikan bahwa oli telah bersirkulasi dengan baik ke seluruh komponen mesin.
Selain itu, memanaskan mesin juga membantu sistem kontrol elektronik pada motor injeksi mendapatkan data suhu mesin yang akurat, sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat diatur dengan tepat untuk performa maksimal.
KompasOtomotif-donny apriliananda Yamaha Grand Filano, skutik merek Jepang rasa Eropa.
Andre, pemilik Workshop Dhinata Jaya Garage, mengatakan, motor injeksi tetap perlu dipanaskan karena membantu oli bersirkulasi terlebih dahulu.
“Sebenarnya perlu banget (motor injeksi dipanaskan), hal ini berguna agar olinya sirkulasi terlebih dahulu sebelum dikendarai motornya,” kata Andre kepada Kompas.com, Rabu (28/8/2024).
Selain, oli dapat bersirkulasi terlebih dahulu, memanaskan motor injeksi juga membawa manfaat lain, seperti kendaraan tidak brebet hingga kerja mesin jadi lebih optimal.
“Manfaat lainnya, biar tidak brebet dan tidak ngempos, karena suhu kerja mesin optimal itu sekitar kurang lebih 80 derajat Celcius,” kata Andre.
Andre juga menyarankan, memanaskan motor injeksi tidak butuh waktu yang lama, cukup sekitar 3-5 menit saja.
Ketika memanaskan mesin motor injeksi, pemilik juga tidak perlu memainkan gas atau menggeber, jadi biarkan saja dalam kondisi idle.
Sebelum digunakan, mobil matik sebaiknya dipanaskan dan tunggu beberapa saat hingga suhu ideal, agar tidak ada kerusakan pada komponen mesin. Halaman all [349] url asal
SOLO, KOMPAS.com - Memanaskan mesin mobil sebelum digunakan menjadi kebiasaan yang cukup penting untuk menjaga performa kendaraan, terutama pada transmisimatik.
Proses ini guna membantu memastikan bahwa semua komponen mesin, termasuk oli, mencapai suhu operasional yang optimal.
Cara memanaskan mobil matik juga mudah, tapi wajib diperhatikan kalau posisi tuas transmisi harus di P dan aktifkan rem tangan.
KOMPAS.com/Adityo Wisnu Tuas Transmisi Wuling New Almaz RS
“Matik di P dan hand rem aktif, sebisa mungkin jangan di N, ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti rem tangan tidak pakem atau tuas (transmisi) matik secara tidak sengaja didorong masuk ke D,” kata Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic kepada Kompas.com, belum lama ini.
Iwan juga mengatakan, waktu memanaskan mesin mobil juga tidak perlu lama-lama, cukup 3-5 menit saja.
Selain itu, Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta juga mengatakan, kenaikan suhu mesin sebaiknya terjadi secara bertahap dengan membiarkan mesin berputar stasioner dalam beberapa waktu sebelum digunakan.
“Jika diamati, putaran mesin stasioner ketika mesin dingin masih cukup tinggi yakni bisa menyentuh 1.000 Rpm, sedangkan bila sudah tercapai suhu kerja ideal putaran mesin akan turun sekitar 650-750 Rpm,” ucap Hardi.
Hardi mengatakan, sistem mobil memang membuat mesin naik secara stabil dengan pemanasan. Jika kendaraan langsung digunakan, maka akan ada perubahan suhu mesin dan bisa naik drastis.
“Saat putaran masih tinggi dan dipaksakan jalan maka akan membuat pertautan kampas transmisi matik lebih kasar, sehingga dapat mempercepat keausan, hal ini sebaiknya dihindari dengan menunggu sesaat,” ucap Hardi.