Suzuki di Amerika Serikat baru saja merilis motor sport terbaru dengan full fairing GSX-8R. Motor ini akan jadi saingan berat Yamaha R7. Suzuki di Amerika Serikat... | Halaman Lengkap [287] url asal
JAKARTA - Suzuki di Amerika Serikat baru saja merilis motor sport terbaru dengan full fairing GSX-8R. Motor ini akan jadi saingan berat Yamaha R7.
Suzuki GSX-8R baru hadir dengan perubahan warna baru yang lebih cerah. Motor ini menggunakan platform serupa GSX-8S dan V Strom 800DE yang meluncur pada 2022.
GSX-8R dirancang sebagai motor sport full fairing yang menekankan pola penggunaan baik untuk penggunaan sehari-hari maupun balap.
Selain itu, dilengkapi juga dengan Cross Balancer untuk menyeimbangkan kinerja mesin, memberikan stabilitas yang baik pada semua rentang kecepatan.
Soal performa, GSX-8R dibekali mesin dua silinder berkapasitas 776 cc dengan sudut crankshaft 270 derajat. Ini mensimulasikan kinerja mesin V-twin yang memberikan akselerasi awal lebih baik.
Menggunakan fairing penuh dengan windshield, motor tersebut tetap mempertahankan pengaturan lampu ganda dari GSX-8S. Tapi, kemudinya dibuat lebih rendah ketimbang motor naked. Agar lebih nyaman, tetap tidak serendah replika motor balap.
GSX-8R dirancang dengan ergonomi yang lebih baik dan sasis baru, sehingga memiliki pengaturan suspensi yang lebih fokus telah disetel untuk menangani bobot ekstra di bagian depan, menggunakan shock Showa, tidak seperti GSX-8S yang menggunakan shock KYB.
Penggunaan shock Showa baru ini dilengkapi teknologi SFF-BP untuk stabilitas redaman yang lebih baik. Sementara bagian belakang menggunakan shock tunggal dengan preload yang dapat disesuaikan.
Sedangkan rodanya menggunakan ukuran 17 inci yang dibalut ban Dunlop Sportmax Roadsport 2, berukuran 120/70 di depan dan 180/55 di belakang. Sistem pengeremannya menggunakan cakram ganda dengan ukuran 310 mm di depan dan single disc di belakang berukuran 240 mm.
Suzuki GSX-8R ditawarkan dengan warna baru, yakni Pearl Ignite Yellow, yang menggantikan Matte Sword Silver Metallic. Soal harga, motor ini ditawarkan dengan banderol 9.669 dolar AS atau setaraRp145,5juta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini bodi bawaan sepeda motor dari pabrikan tersedia dua macam, yaitu glossy atau mengkilap dan doff yang tampilannya sedikit lebih kasar.
Cat doff memang memberi kesan yang lebih garang ke motor. Cuma ada beberapa kekurangan dari cat doff daripada yang glossy, salah satunya dalam cara untuk merawat.
Junistian Farhan, pemilik bengkel cat Square Project di Jagakarsa, Jakarta Selatan menjelaskan, bodi yang tampilannya glossy itu lebih tahan banting daripada doff.
Febri Ardani/KompasOtomotif Tampilan Sonic jadi angker karena warna baru, doff.
"Bodi glossy kalau ada kotoran, mudah dibersihkan. Tapi doff, pernisnya tidak serapat glossy. Jadi jangan tunggu motor itu benar-benar kotor, segera cuci," kata Junis kepada Kompas.com, belum lama ini.
Junis menjelaskan, lapisan pernis di bodi doff pori-porinya besar. Jadi kalau dibiarkan lama kotor, noda tadi bisa tersimpan di sana. Selain itu, bodi doff disarankan agar tidak dipoles, karena bisa menghilangkan tekstur kasarnya.
"Kalau glossy ada baret, dipoles beres. Tapi kalau doff (ada baret) itu abadi. Kalau dipoles, nanti hasilnya jadi glossy, teksturnya berubah," kata Junis.
Buat pemilik motor dengan cat doff dan ingin menjaga bodinya, saran pertama jangan dipoles. Kedua, saat cuci motor doff, perhatikan sabun yang digunakan serta cara mengeringkannya.
Junis menyarankan agar tidak memakai kanebo atau kain biasa. Cara mengeringkan bisa pakai drying towel, handuk khusus yang menyerap air dengan baik, karena kalau ada debu di kainnya, bisa meninggalkan luka di bodi doff dan tidak bisa dipoles.