Kebakaran mendadak Mercedes-Benz EQE di Korea Selatan memicu kepanikan, mendorong penjualan mobil listrik bekas melonjak hingga 184%. Harga EQE merosot tajam. [443] url asal
Kasus kebakaran mobil listrik Mercedes-Benz EQE yang secara tiba-tiba terjadi di Korea Selatan menuai sorotan. Pemilik kendaraan listrik atau EV berbondong-bondong menjual mobilnya karena panik.
Dilaporkan The Korea Herald, pedagang mobil bekas di Korea Selatan kebanjiran mobil listrik seken. Peningkatan stok mobil listrik bekas itu terjadi setelah adanya kasus terbakarnya Mercedes-Benz EQE secara tiba-tiba.
Sejak kebakaran Mercedes-Benz EQE pada 1 Agustus, pasar dibanjiri kendaraan listrik bekas. K Car, platform perdagangan mobil bekas terbesar kedua di Korea Selatan, melaporkan peningkatan sebesar 184 persen dalam listing kendaraan listrik bekas pada minggu pertama bulan Agustus dibandingkan dengan minggu terakhir bulan Juli.
Mobil listrik yang persis seperti yang terbakar, Mercedes-Benz EQE termasuk EQE 300 standar dan EQE 350 serta versi AMG dari EQE, sangat terpukul oleh reaksi pasar. Menyusul insiden tersebut, lebih dari 100 model EQE telah muncul di SK Encar, platform perdagangan mobil bekas terkemuka di Korea Selatan, sehingga menambah jumlah total kendaraan EQE yang dijual menjadi 115 unit pada 16 Agustus.
"Akibatnya, harga kendaraan listrik mewah ini merosot tajam. Sebelum kasus kebakaran, model EQE bekas biasanya dijual dengan harga 60 juta won (Rp 700 juta) hingga 70 juta won (Rp 815 juta). Saat ini, beberapa model EQE 300 2023 bekas bersertifikat dijual dengan harga hanya 59 juta won (Rp 687 juta), penurunan yang signifikan dari harga jual aslinya sebesar 92 juta won (Rp 1 miliaran)," demikian dilaporkan The Korea Herald.
Konsumen juga tidak terburu-buru kembali ke pasar kendaraan listrik. Menurut dealer mobil di Korea Selatan, beberapa pembeli yang sudah memesan kendaraan listrik baru kini membatalkannya.
"Yang menambah kekhawatiran adalah pembicaraan tentang peraturan baru yang dapat membuat kepemilikan kendaraan listrik menjadi lebih rumit, seperti membatasi penggunaannya di tempat parkir bawah tanah karena risiko kebakaran," pungkasnya.
Pemerintah Korea Selatan memanggil sejumlah pabrikan mobil listrik buntut dari Mercedes-Benz EQE terbakar saat parkir di sebuah apartemen. [414] url asal
Pemerintah Korea Selatan memanggil sejumlah pabrikan mobil listrik buntut dari Mercedes-Benz EQE terbakar saat parkir di sebuah apartemen.
Insiden mobil listrik terbakar terjadi lagi. Belum lama ini di Korea Selatan, satu unit mobil listrik Mercedes-Benz EQE tiba-tiba meledak saat tengah terparkir di kompleks apartemen kawasan Incheon, Korea Selatan. Kebakaran yang terjadi cukup hebat, butuh delapan jam untuk memadamkan api. Akibat insiden itu, 140 mobil lainnya terdampak dan para penghuni apartemen juga diminta mengungsi.
Sedan Mercedes EQE disinyalir menggunakan baterai buatan Contemporary Amperex Technology (CATL) yang berbasis di Ningde, China. Baterai ini diluncurkan di pasar Korea pada tahun 2022.
"Kami belum dapat mengonfirmasi detail mengenai model dan baterai pastinya saat ini," kata juru bicara Mercedes-Benz Korea kepada Korea JoongAng Daily.
"Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan akan melakukan yang terbaik untuk bekerja sama dengan otoritas pemadam kebakaran untuk menentukan penyebab pastinya."
Polisi dan pemadam kebakaran setempat masih melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran tersebut. Para ahli berspekulasi, mobil listrik tersebut mungkin terlibat dalam tabrakan sebelum kejadian, yang dapat merusak baterai dan menyebabkan panas berlebih. Namun, Mercedes belum mengonfirmasi hal ini.
Dilansir Reuters, buntut dari kejadian itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan mengadakan pertemuan yang juga dihadiri oleh kementerian transportasi dan industri sekaligus badan pemadam kebakaran nasional.
Selanjutnya, pejabat kementerian transportasi juga kana mengadakan pertemuan dengan para produsen mobil listrik seperti Hyundai Motor Group, Mercedes-Benz Korea, dan Volkswagen Group Korea untuk mendiskusikan merek baterai yang digunakan dalam mobil listrik.
Adapun terkait laporan itu, kementerian masih enggan berkomentar. Para produsen juga masih memberikan komentarnya terkait pertemuan tersebut.