#30 tag 24jam
Siap Perangi Israel, Begini Detail Kekuatan Tempur Houthi
Kelompok Houthi berhasil mengembangan sejumlah senjata dengan lekas belakangan. [1,246] url asal
#israel-serang-houthi #perang-israel-houthi #houthi-perang-lawan-israel #kekuatan-temput-houthi #senjata-houthi #rudal-houthi
(Republika - News) 23/07/24 04:00
v/11750944/
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Saling serang antara kelompok Houthi alias Ansar Allah dari Yaman dengan Israel kian menjadi-jadi. Pimpinan Ansar Allah menjanjikan perang panjang dengan Israel jika Jalur Gaza terus dibombardir. Mampukah Houthi melayani perang dengan Israel?
Ancaman eskalasi lebih lanjut Houthi memiliki dampak berbeda setelah menargetkan Tel Aviv dengan drone Jaffa. Diperkirakan laju eskalasi akan meningkat, dan langit negara pendudukan akan dipenuhi dengan kawanan drone dari generasi ke generasi yang telah dikembangkan oleh kelompok Ansar Allah selama bertahun-tahun.
Kemampuan militer dan strategis apa yang dimiliki kelompok Houthi? Apakah mereka benar-benar dapat memasuki pertempuran besar? Bagaimana rudal dan drone mereka mencapai Israel? Investigasi Aljazirah Arabia memaparkan hal tersebut.
Sistem rudal
Rudal pertama, yang diyakini ikut serta dalam serangan berturut-turut terhadap Irael, adalah rudal balistik jarak menengah "Taufan", dengan jangkauan 1.350-1.950 kilometer, yang desainnya mirip dengan rudal Iran, rudal Ghadr. Rudal ini diyakini memiliki tahap pertama yang menggunakan bahan bakar cair, dan tahap kedua yang menggunakan bahan bakar padat, yang memungkinkannya memiliki jangkauan yang jauh. Rudal tersebut memiliki panjang sekitar 16 meter dan lebar sekitar satu setengah meter.
Rudal balistik bekerja berdasarkan prinsip sederhana: mereka diluncurkan dalam bentuk busur, keluar dari atmosfer dan kemudian kembali ke Bumi untuk mencapai sasaran, dalam jalur yang telah ditentukan (yang membuatnya relatif mudah untuk diprediksi dan dicegat), dan begitu tiba, rudal tersebut akan ditembakkan. rudal melepaskan muatannya.
Rudal jenis ini dapat diluncurkan dari berbagai platform seperti platform darat, kapal selam atau silo, dan dalam kasus rudal Taufan, diluncurkan dari platform darat bergerak, yang siap dioperasikan hanya dalam waktu 30 menit. Rudal ini saat ini dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional, namun mampu dipersenjatai dengan hulu ledak kimia atau nuklir, yang beratnya mencapai sekitar 800 kilogram. Jika rudal mampu mencapai sasarannya, tingkat kesalahan lokasi sasaran spesifiknya berada dalam lingkaran dengan diameter 80-100 meter.
Kelompok Houthi belakangan memperbarui jangkauan persenjataan rudal mereka dengan sangat cepat. Pada 2015, Houthi mengumumkan peluncuran rudal Qaher-1 dan Qaher-M2, yang merupakan bagian dari keluarga rudal permukaan-ke-udara Soviet jenis SAM V-755, yang dimodifikasi untuk misi serangan darat. Rudal ini mampu mencapai jangkauan 250-400 km.
Pada Maret 2017, rudal Qaher-2 digunakan secara operasional, yang pada saat itu memiliki jangkauan dan kapasitas muatan yang lebih besar daripada versi pertama. Rudal Soviet yang sebelumnya ada di gudang senjata tentara Yaman telah dimodifikasi untuk memuat hulu ledak seberat 350 kg, bukan hulu ledak asli seberat 195 kg. Perkembangan ini memicu kontroversi di kalangan peneliti tentang sifat konversi ini.
Rudal Burkan-1 diumumkan pada 2016, dan kemungkinan merupakan versi modifikasi dari rudal Shahab-1 Iran dengan jangkauan hingga 800 kilometer. Diikuti oleh Burkan-2H, yang diluncurkan pada 2017, sebuah rudal balistik jarak pendek yang berasal dari rudal Qiam Iran dengan jangkauan 1.000 kilometer. Pada September 2023, turunan lain dari rudal Qiam Iran yang juga memiliki jangkauan 1.000 kilometer ditampilkan, yang diberi nama Aqeel.
Sejak 2019, Houthi telah mengumumkan kepemilikan mereka atas rudal Burkan 3, yang merupakan rudal jarak jauh di gudang senjata Houthi (sebelum munculnya Taufan), melebihi ambang 1.200 kilometer, dan diyakini telah digunakan untuk pertama kalinya pada 1 Agustus 2019.
Pertahanan udara
Kemampuan Houthi tidak berhenti sampai disitu saja, namun telah berkembang lebih dari itu. Sebelumnya pada November 2023, Houthi mengumumkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Amerika di perairan teritorial Yaman. Juru bicara militer Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi: "Pertahanan udara kami mampu menembak jatuh sebuah pesawat Amerika ketika pesawat itu melakukan tindakan permusuhan, memantau dan memata-matai wilayah udara perairan teritorial Yaman, dan dalam kerangka dukungan militer Amerika untuk entitas Israel."
MQ-9 Reaper merupakan drone serang utama Angkatan Udara AS, mengingat daya tahannya yang lama (sekitar 27 jam) dan ketinggian lebih dari 15 kilometer, serta kemampuan jangkauannya yang luas, yang tentunya membuat kita bertanya-tanya bagaimana Houthi bisa menembaknya hingga jatuh. Setelah menguasai Sana'a pada tahun 2014, Houthi mampu mengendalikan sebagian besar sisa persenjataan rudal permukaan-ke-udara SAM buatan Soviet dan radar yang menyertainya, yaitu rudal yang diluncurkan dari darat untuk mencegat dan menghancurkan. pesawat atau rudal musuh.
Namun persenjataan itu menghadapi beberapa masalah besar. Yang pertama adalah banyak bagiannya yang rusak atau setidaknya perlu diperbaiki, dan yang kedua adalah karena umumnya sudah tua sehingga akurasinya buruk dalam menetralisir ancaman udara.
Houthi telah memecahkan masalah ini dengan beberapa trik, seperti mengubah rudal udara-ke-udara pencari panas buatan Rusia seperti AA-10 Alamo B dan AA-11 menjadi rudal permukaan-ke-udara. AA-10 Alamo khususnya telah menjadi rudal yang paling banyak digunakan oleh Houthi, dan sejak tahun 2017 telah menjadi ancaman nyata dan menjadi penyebab sejumlah serangan kuat terhadap sasaran udara.
Ini adalah sistem yang sangat canggih, awalnya ditujukan untuk digunakan pada pesawat tempur generasi keempat Rusia seperti MiG-29 dan Sukhoi-35, namun dirancang untuk menyerang semua jenis pesawat, helikopter, rudal jelajah, dan sistem drone, dan dapat menyerang semua jenis pesawat, helikopter, rudal jelajah, dan sistem drone. melibatkan target udara dalam kondisi cuaca apapun siang dan malam.
Badan rudal berbentuk silinder dan memiliki permukaan simetris yang mengontrol pitch dan yaw rudal sehingga memberikan kelancaran saat terbang, dengan hulu ledak seberat 39 kg yang dioperasikan di dekat sasaran dengan kemampuan beroperasi dengan sinar infra merah yang sulit dideteksi.
Namun, kendala dari rudal ini adalah jangkauannya yang pendek hingga 40 kilometer, namun Houthi menggunakannya dengan cerdas. Setelah mengubahnya menjadi senjata permukaan-ke-udara untuk pertahanan udara, mereka melakukan penyergapan tersembunyi di lipatan pegunungan dan di tepinya, yang memungkinkan mereka memburu pesawat, drone, dan rudal jelajah dalam jarak yang relatif dekat. jarak.
Selain itu, Houthi mengumumkan beberapa tahun yang lalu bahwa mereka telah mengembangkan Barq, sebuah rudal pertahanan canggih yang hadir dalam dua versi, Barq-1 dan Barq-2 dan mirip dengan Sayyad Iran. -sistem rudal ke udara, yang merupakan pengembangan dari sistem S-75 Soviet yang disebutkan di atas, namun lebih baik di beberapa bidang, termasuk akurasi, jangkauan, dan kekuatan destruktif.
Barq-2 memiliki hulu ledak fragmentasi seberat 200 kilogram, sejenis hulu ledak eksplosif yang dirancang untuk menghasilkan dan melepaskan pecahan peluru pada saat ledakan. Sebab itu tidak perlu mengenai sasaran udara secara langsung tetapi hanya dapat dijatuhkan oleh pecahan peluru dari rudal tersebut. Rudal tersebut diluncurkan dari platform bergerak atau stasioner yang memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk memuatnya, dan terbang dengan kecepatan hingga 3.600 kilometer per jam, dengan jangkauan hingga 100 kilometer.
Sistem radar canggih
Selain itu, Houthi diyakini kini memiliki “penerima radar virtual”, yang dapat menerima sinyal ADS-B, sebuah sistem pengawasan yang digunakan untuk mengontrol dan memecahkan kode lalu lintas udara pesawat.
Sistem ini memungkinkan pesawat untuk menyiarkan posisi, kecepatan, ketinggian, dan informasi lainnya kepada pengontrol lalu lintas udara dan pesawat lain di sekitarnya dalam konteks kekuatan ofensif atau intelijen. Penerima radar virtual dapat menggunakan antena dan penerima radio untuk menangkap sinyal-sinyal ini dan mengirimkannya ke komputer untuk memproses sinyal dan menampilkannya di layar.
Hal ini memberikan operasi pertahanan udara tingkat siluman, dan memungkinkan Houthi mendeteksi target dalam radius 500 kilometer. Akibatnya, mengidentifikasi lokasi target udara memungkinkan Houthi mengatur serangan dengan rudal pertahanan udara kelas Barq, misalnya. Integrasi antara rudal paling canggih dan sistem penerima radar virtual inilah yang memberikan kehadiran kelompok ini secara menonjol di langit Yaman dan sekitarnya.
Mengingat kemampuan militer yang dimiliki Houthi, Aljazirah mencatat bahwa perencanaan strategis mereka didasarkan pada pembangunan perang asimetris dengan lawan seperti Israel atau Amerika Serikat, di mana pihak yang lebih lemah secara militer dan teknis mencari cara untuk mencari keuntungan relatif dalam pertempuran tersebut. yang mencapai tingkat keseimbangan dan pencegahan, terutama dalam perang jangka panjang.
Houthi Tegaskan tak Ada Batasan dalam Merespons Serangan Israel
Houthi rencanakan serangan balik ke Israel usai kota pelabuhan Hudaydah dibombardir. [250] url asal
#israel-serang-houthi #israel-gempur-houthi #perang-israel-houthi #houthi-perang-lawan-israel #kelompok-houthi #militan-houthi
(Republika - News) 22/07/24 21:19
v/11709085/
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Militan Houthi tidak memiliki "garis merah" (batasan) dalam menanggapi serangan udara Israel di pelabuhan Laut Merah Hudaydah di Yaman barat. Hal itu ditegaskan juru bicara gerakan tersebut pada Ahad (21/7/2024).
"Tidak ada 'garis merah' dalam tanggapan kami terhadap agresi Zionis," kata Mohammed Abdessalam kepada saluran berita Al Jazeera.
Israel melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di pelabuhan Hudaydah pada Sabtu (20/7/2024). Serangan itu menewaskan setidaknya enam orang dan melukai lebih dari 80 lainnya.
Pemberontak Houthi Yaman bersumpah pada musim gugur untuk menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel sampai Israel menghentikan tindakan militernya di Jalur Gaza. Serangan-serangan ini mendorong Amerika Serikat untuk membentuk koalisi multinasional guna melindungi pengiriman di wilayah Laut Merah, serta menyerang sasaran Houthi di darat.
Juru Bicara Kementeria Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani dikutip IRNA mengutuk serangan udara Israel ke Yaman pada Sabtu. Menurutnya, serangan Israel ke kota pelabuhan Hodeidah, menunjukkan, "Sifat agresif alamiah dari rezim pembunuh-anak Israel."
Kanaani mengatakan, bahwa berlanjutnya pembunuhan warga tak bersalah di Gaza adalah akar permasalahan dari tensi tinggi terus-menerus di Timur Tengah. Perdamaian di kawasan, Kanaani menekankan, tidak akan terjadi hingga rezim Israel menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Kanaani mengingatkan potensi meluaskan eskalasi akibat limpahan perang di kawasan akibat dari tindakan berbahaya Zionis. Rezim Zionis dan pendukungnya termasuk AS, kata Kanaani, akan secara langsung bertanggung jawab atas "konsekuensi berbahaya yang tak bisa diprediksi" akibat dari kejahatan berlanjut di Gaza dan serangan terhadap Yaman.
Mengapa Houthi dari Negara Miskin Berani Lawan Israel, Sedangkan Negara Kaya Teluk Diam?
Drone Houthi berhasil melintasi sejumlah negara sebelum jatuh ke Tel Avi. [884] url asal
#israel-serang-houthi #israel-gempur-houthi #perang-israel-houthi #houthi-perang-lawan-israel #israel-serang-gaza #kelompok-houthi
(Republika - News) 22/07/24 15:37
v/11677589/
REPUBLIKA.CO.ID, HUDAYDAH -- Sebuah pesawat tak berawak Yaman menyerang bangunan di ibu kota Israel, Tel Aviv pada Kamis pekan lalu dan menewaskan sedikitnya satu orang. Pasukan Houthi menyebut drone mereka melewati pertahanan udara Israel dan menyatakan bahwa Tel Aviv sebagai zona tidak aman dan target utama senjata mereka.
Israel pun tak menampik dengan serangan tersebut dan menyebut pertahanan mereka bobol karena kesalahan manusia.
Video di media sosial menunjukkan drone jenis layang terbang di atas garis pantai dekat Tel Aviv sebelum tiba di kota tersebut dan menyebabkan sebuah ledakan besar.
Kelompok Houthi mengatakan, drone baru tersebut tidak dapat dideteksi oleh pertahanan udara Israel dan menamakannya Jafa, diambil dari nama Palestina untuk Tel Aviv sebelum diduduki oleh Israel.
Jalur drone menunjukkan bahwa pesawat tanpa awak itu melewati lebih dari sekedar pertahanan Israel, menempuh jarak hampir 1000 mil atau sekitar 1600 km.
“Drone Yaman tidak hanya melewati pertahanan udara Israel, tetapi juga melewati Angkatan Laut AS, Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Rudal ini berhasil melewati pertahanan udara Saudi… melewati Yordania, melewati segalanya, dan berhasil menyerang ibu kota negara pendudukan Israel,” kata jurnalis dan editor The Cradle Esteban Carrillo kepada Sputnik.
“[Israel] menyebutnya akibat kesalahan manusia. Kami melihat sesuatu masuk melalui selatan dan (mereka) tidak menganggapnya sebagai ancaman. Ya, mereka salah.”
Kelompok Houthi telah menegaskan bahwa tindakan terhadap Israel dilakukan sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza yang menderita akibat kampanye militer Israel yang digambarkan sebagai genosida oleh banyak pemimpin dunia dan organisasi hak asasi manusia.
Ironisnya, Yaman merupakan salah satu negara termiskin di dunia yang berani dengan gagah melawan Israel. Sementara di sekitarnya,terdapat beberapa negara Arab kaya di wilayah tersebut, yang memiliki sumber daya untuk berbuat lebih banyak.
Carrillo mengatakan dia tidak terkejut bahwa negara-negara Teluk menolak berbuat lebih banyak. “Saat ini, ini sudah menjadi status quo selama beberapa dekade, bukan? Kapan Saudi pernah membantu Palestina? Kapan Irak? Kapan orang Yordania, kan? Seperti, sejak [Perang Enam Hari], [yang] sepertinya sudah lama sekali, mereka pada dasarnya telah menormalisasi [hubungan dengan Israel], begitu pula dengan Mesir.”
Carrillo mencatat bahwa meskipun banyak negara di kawasan ini belum secara resmi menormalisasi hubungan dengan Israel, hal ini seolah telah menjadi normalisasi de facto karena keinginan negara-negara Teluk untuk menjaga hubungan hangat dengan Barat.
“Mereka masih percaya pada supremasi dan keunggulan AS, dan Israel," kata Carrillo.
“Israel selalu menjadi nomor satu. Saat ini ada kandidat presiden AS yang bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling Zionis di antara mereka semua.”
Meskipun negara-negara Teluk tertentu lebih bersedia mengambil tindakan yang membuat marah AS, seperti ketika OPEC+ memangkas produksi minyak yang bertentangan dengan keinginan Presiden AS Joe Biden, tapi tindakan tersebut biasanya memberikan keuntungan finansial bagi negara-negara Arab. Sementara membantu Palestina hanya memberikan manfaat moral sebagai bentuk sikap etis.
“Tidak ada yang bisa diperoleh dari [membantu Palestina] kecuali sikap moralnya, bukan? Sikap etis untuk menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap umat manusia yang dikucilkan hari demi hari selama sembilan bulan,” jelas Carrillo, seraya menambahkan bahwa ini bukanlah sesuatu yang menarik bagi para pemimpin Teluk.
Adapun gerakan kelompok Yaman dan Hizbullah di Lebanon telah memberikan dampak yang signifikan terhadap Israel. Hizbullah telah memaksa evakuasi di wilayah utara. Sementara Houthi telah menghentikan pengiriman ke Israel dan negara-negara lain.
Kekuatan gabungan Amerika dan Inggris tidak mampu menghentikan mereka. Serangan terhadap Tel Aviv membuktikan bahwa Houthi memiliki kemampuan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya, dan mewakili fase baru dalam perang tersebut.
“[Surat kabar Israel] Harian Walla mengatakan insiden pesawat tak berawak membuktikan bahwa 'rasa hormat telah runtuh'. Haaretz… mengatakan bahwa insiden drone ini – begitulah mereka menyebutnya – mencerminkan wajah baru dalam perang. Surat kabar Maariv mengatakan ini adalah langkah awal dari Yaman,” kenang Carrillo.
Harian Walla juga menanyakan apakah ini adalah awal perang dengan Yaman, namun secara terbuka bertanya-tanya apakah Angkatan Pertahanan Israel mampu melakukan tugas tersebut. “Dalam hal ini, muncul pertanyaan apakah IDF memiliki sarana yang tepat untuk melakukan serangan signifikan [terhadap Yaman],” tulis surat kabar tersebut (diterjemahkan).
Keberanian Houthi
Israel membalas serangan Houthi dengan menggempur Pelabuhan Hudaidah di Yaman. Juru bicara militer Houthi Yehya Saree berjanji akan menanggapi serangan tersebut, dengan mengatakan, Houthi tidak akan ragu untuk menyerang 'target vital' Israel. Houthi juga memperingatkan bahwa Tel Aviv – kota besar yang menampung sejumlah misi diplomatik – masih belum aman.
“Kami telah bersiap untuk perang jangka panjang melawan musuh ini sampai agresi berhenti dan blokade terhadap rakyat Palestina dicabut,” kata Saree.
“Respons terhadap agresi Israel atas serangan terhadap negara kami pasti akan datang dan akan sangat besar,” kata pemberontak Houthi.
Mereka juga memperingatkan akan melanjutkan operasi terhadap kapal-kapal Israel, Amerika, dan Inggris sampai Zionis menghentikan aksi pengepungan di Gaza.
Pada Ahad Israel mengatakan mereka mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman. Proyektil tersebut tidak melintasi wilayah Israel. Sirene roket dan rudal dibunyikan menyusul kemungkinan jatuhnya pecahan peluru. "Insiden telah selesai,” kata IDF.
Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa Hudaidah bukanlah pelabuhan yang 'tidak punya salah'.
“Itu digunakan untuk tujuan militer, digunakan sebagai pintu masuk senjata mematikan yang dipasok ke Houthi oleh Iran,” kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Hudaidah juga telah digunakan untuk menyerang pelayaran internasional di Laut Merah.
Netanyahu juga mengatakan operasi tersebut, yang mencapai sasaran 1.800 km (1.118 mil) dari perbatasan Israel, menunjukkan musuh Israel serius dalam menanggapi ancaman.
“Hal ini memperjelas kepada musuh-musuh kita bahwa tidak ada tempat yang tidak dapat dijangkau oleh negara Israel,” kata Netanyahu.
Militer Houthi: Kami Siap Perang Jangka Panjang Lawan Israel
Houthi menyatakan tidak ragu untuk menyerang target vital Israel. [530] url asal
#israel-serang-houthi #israel-gempur-houthi #perang-israel-houthi #pejuang-houthi #houthi-perang-lawan-israel
(Republika - News) 22/07/24 08:43
v/11641059/
REPUBLIKA.CO.ID, HUDAIADAH -- Kelompok Houthi mengatakan sedikitnya enam orang tewas, tiga orang hilang, dan 83 orang lainnya terluka dalam serangan yang menghantam fasilitas minyak di Pelabuhan Hudaidah. Serangan dilancarkan oleh Israel sebagai balasan atas pengeboman di Tel Avin.
Juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam mengatakan serangan itu juga mengenai sasaran sipil dan pembangkit listrik. Dia mengecam apa yang disebutnya sebagai “agresi brutal Israel” yang bertujuan untuk meningkatkan penderitaan rakyat Yaman. Israe juga menekan kelompok tersebut untuk menghentikan dukungannya terhadap Gaza.
Juru bicara militer Houthi Yehya Saree berjanji akan menanggapi serangan tersebut, dengan mengatakan, Houthi tidak akan ragu untuk menyerang 'target vital' Israel. Houthi juga memperingatkan bahwa Tel Aviv – kota besar yang menampung sejumlah misi diplomatik – masih belum aman.
“Kami telah bersiap untuk perang jangka panjang melawan musuh ini sampai agresi berhenti dan blokade terhadap rakyat Palestina dicabut,” kata Saree.
“Respons terhadap agresi Israel atas serangan terhadap negara kami pasti akan datang dan akan sangat besar,” kata pemberontak Houthi.
Mereka juga memperingatkan akan melanjutkan operasi terhadap kapal-kapal Israel, Amerika, dan Inggris sampai Zionis menghentikan aksi pengepungan di Gaza.
Pada Ahad Israel mengatakan mereka mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman. Proyektil tersebut tidak melintasi wilayah Israel. Sirene roket dan rudal dibunyikan menyusul kemungkinan jatuhnya pecahan peluru. "Insiden telah selesai,” kata IDF.
Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa Hudaidah bukanlah pelabuhan yang 'tidak punya salah'.
“Itu digunakan untuk tujuan militer, digunakan sebagai pintu masuk senjata mematikan yang dipasok ke Houthi oleh Iran,” kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Hudaidah juga telah digunakan untuk menyerang pelayaran internasional di Laut Merah.
Netanyahu juga mengatakan operasi tersebut, yang mencapai sasaran 1.800 km (1.118 mil) dari perbatasan Israel, menunjukkan musuh Israel serius dalam menanggapi ancaman.
“Hal ini memperjelas kepada musuh-musuh kita bahwa tidak ada tempat yang tidak dapat dijangkau oleh negara Israel,” kata Netanyahu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan PBB bahwa dia sangat prihatin dengan laporan serangan tersebut.
Juru bicara IDF Daniel Hagari mengatakan serangan ke Yaman merupakan respons terhadap sekitar 200 rudal dan drone yang diluncurkan kelompok pemberontak ke Israel sejak Oktober, ketika perang Israel dengan Hamas di Gaza dimulai.
Sejak awal perang, pemberontak Yaman secara teratur menargetkan negara tersebut dengan drone dan rudal, yang sebagian besar telah dicegat oleh pertahanan Israel atau sekutunya.
Namun, kelompok Houthi mengklaim serangan pesawat tak berawak mereka di Tel Aviv pada hari Jumat – yang juga melukai 10 orang – dilakukan oleh pesawat tak berawak baru yang mampu 'melewati sistem intersepsi musuh.'
Houthi juga secara teratur menyerang sasaran AS dan kapal komersial di Laut Merah.
Baik Inggris maupun AS telah menanggapi serangan terhadap kapal tersebut dengan melakukan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman. Namun, Israel belum mengambil bagian dalam tanggapan tersebut.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan kepada CNN bahwa ini adalah 100% serangan Israel. Pejabat itu mengatakan Israel sebelumnya membiarkan AS dan Inggris memimpin dalam menanggapi serangan Houthi tetapi kali ini memutuskan untuk merespons sendiri karena kematian warga Israel di Tel Aviv.
Sejak 7 Oktober, pemberontak Houthi telah melakukan banyak serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut terkait dengan Israel dan sekutunya, sehingga meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah.
Koordinasi Houthi-Hizbullah Rancang Serangan Balasan ke Israel dan Peringatan dari Iran
Houthi menegaskan tak jera usai Israel membombardir kota pelabuhan Hodeidah di Yaman. [557] url asal
#perang-israel-houthi #perang-israel-hamas #israel-bombardir-yaman #pelabuhan-hodeidah #palestina-merdeka #free-palestine
(Republika - News) 22/07/24 05:19
v/11625497/
REPUBLIKA.CO.ID, Usai militer Israel membombardir kota pelabuhan Hodeidah di barat Yaman pada Sabtu (20/7/2024), sebagai balasan atas serangan drone Houthi ke Tel Aviv sehari sebelumnya, militan Houthi sepertinya tetap tak gentar. Menurut laporan beberapa media, salah satunya Al-Mayadeen dilansir Jerusalem Post, Houthi merencanakan serangan balasan ke pelabuhan Eilat.
"Satu sumber di pasukan khusus Yaman kepada Al-Mayadeen mengonfirmasi bahwa terjadi koordinasi terus-menerus antara Yaman, pejuang di Jalur Gaza, dan poros militan di kawasan, di mana koordinasi itu membahas (serangan) level lanjutan," demikan bunyi laporan itu.
Ini artinya Houthi bersiap mengkoordinasikan serangan lanjutan bersama milisi di Irak dan Hizbullah di Lebanon. Pejabat Houthi kepada wartawan mengatakan, bahwa serangan Israel ke Hodeidah tidak mencegah Houthi untuk melancarkan serangan balasan.
Houthi malah mengklaim serangan pada Sabtu menguatkan koordinasi mereka. Sementara, artikel lain yang dilansir Jerusalem Post menyoroti klaim bahwa, pelabuhan Eliat telah kehilangan banyak pemasukan bahkan nyaris bangkrut akibat operasi sabotase Houthi selama sembilan bulan terakhir terhadap kapal-kapal terafiliasi Israel yang melintas di perairan Yaman.
"Pejuang Houthi melancarkan dua operasi kualitatif di Eilat dan Laut Merah, lewat serangan misil balistik dan drone, demi kemenangan atas ketidakadilan terhadap rakyat Palestina dan mujahid mereka, dan sebagai respons kepada penjajahan AS-Inggris-Israel terhadap rakyat Yaman," laporan ketiga menyebutkan.
Selama akhir pekan lalu, pejuang Houthi memang masih terus menyerang kapal-kapal kontainer terafiliasi Israel yang melintas di Laut Merah. Al-Arabiya mengutip agen keselamatan maritim Inggris melaporkan, bahwa, "Sebuah kapal komersial dua kali diserang oleh drone di lepas pantai Yaman pada Sabtu, namun dapat melanjutkan perjalanan meski mengalami kerusakan."
Masih menurut laporan itu, "Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO), yang dijalankan oleh angkatan laut Inggris, menyatakan, serangan terjadi di 64 nautikal mil barat laut Mokha, Yaman, dekat selat Bab al-Mandeb. Kapal dihantam oleh sistem udara tanpa awak yang meledak di dekatnya, mengkibatkan kerusakan kecil," demikian pernyataan UKMTO.

Terkait esklasi terbaru di kawasan Timur Tengah, Houthi mengancam akan membom infrastruktur penting di Arab Saudi jika negara itu membantu Israel dan negara-negara Barat. Lewat cuplikan video yang dirilis departemen media mereka di X, pada Ahad (21/7/2024), Houthi mengincar objek-objek vital seperti Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, dan juga beberapa pelabuhan di Ras Tanura, Jizan, dan Jeddah.
Seperti dikutip Middle East Monitor, video itu berlatar narasi dari pemimpin Houthi, Abdul Malik Al-Houthi, yang mengatakan, "Amerika mengirim kami pesan kepada kami bahwa mereka akan menekan rezim Saudi agar mengambil langkah agresif." Menyinggung langsung kerajaan Saudi, Al-Houthi menambahkan, "Amerika berusaha untuk menjerat kalian, dan jika anda mau, coba saja. Jika anda menginginkan kebaikan pada diri anda, stabilitas negara dan ekonomi anda, hentikan konspirasi melawan negara kami."
Israel membombardir kota pelabuhan Hodeidah di barat Yaman pada Sabtu (20/7/2024), sebagai balasan atas serangan drone Houthi ke Tel Aviv sehari sebelumnya. Beberapa analis mempertanyakan bagaimana Israel bisa membombardir wilayah Yaman tanpa bantuan ruang udara di negara-negara Arab di kawasan.
Di tengah spekulasi Israel mendapat bantuan dari Arab Saudi yang secara geografis bersebelahan dengan Yaman, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki dikutip Saudi Gazette, menegaskan, bahwa pihak Kerajaan tidak akan mempersilakan entitas manapun menyalahi aturan batas ruang udara mereka. Al-Maliki pun menegaskan, Arab Saudi tidak memiliki kaitan dengan serangan di pelabuhan Hodeidah, di Yaman pada Sabtu.
Perang dengan Houthi, Israel Kini Dikepung Lima Front Perlawanan
Houthi menjanjikan perang panjang dengan Israel. [1,068] url asal
#israel-dikepung #perang-israel-houthi #perang-israel-hamas #perang-israel-hizbullah #perlawanan-tepi-barat #pejuang-palestina #israel-serang-yaman
(Republika - News) 21/07/24 07:38
v/11511902/
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Kelompok Houthi di Yaman membuka front terbuka dengan Israel, menjanjikan perang panjang dan serangan ke objek vital di Israel. Pernyataan ini membuat Israel kini harus menghadapi perlawanan dari setidaknya lima front sekaligus.
Eskalasi dengan kelompok Houthi meningkat sejak serangan drone ke Tel Aviv dilancarkan kelompok itu pada Jumat pekan lalu. Serangan itu menembus pertahanan udara canggih Israel dan menimbulkan ledakan di bangunan dekat kompleks cabang Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv, menewaskan seorang.
Israel membalas dengan serbuan udara pada Sabtu kemarin, menimbulkan kebakaran hebat di Pelabuhan Hodeidah di barat Yaman. Serangan itu berdampak pada 83 orang, sebagian dikabarkan meninggal. Saluran Almasirah yang berafiliasi dengan Houthi mengutip sumber resmi yang mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pembangkit listrik dan tangki bahan bakar listrik.
Kelompok Houthi menegaskan tak segan-segan menyerang “sasaran vital” di Israel, beberapa jam setelah serangan udara Israel di Hodeidah. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi bahwa mereka sedang mempersiapkan pertempuran panjang, memperingatkan Israel bahwa Tel Aviv tidak lagi aman.
Terkait ancaman itu, Israel telah meningkatkan tingkat kewaspadaannya di wilayah-wilayah strategis untuk mengantisipasi respons Houthi. Channel 14 melaporkan bahwa pertemuan darurat diadakan dengan partisipasi Menteri Transportasi Miri Regev, karena khawatir Houthi akan menyerang fasilitas strategis dan vital. Saluran tersebut menambahkan bahwa beberapa lembaga, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas kereta api, pelabuhan dan bandara, telah diarahkan untuk “mempersiapkan semua skenario.”
Pada saat yang sama, surat kabar Israel Hayom mengatakan bahwa Angkatan Laut Israel menaikkan tingkat kewaspadaan di Eilat yang menghadap ke Laut Merah menyusul serangan Israel yang menargetkan kota Hodeidah. Surat kabar yang sama mengutip seorang pejabat politik Israel yang mengatakan bahwa konfrontasi dengan kelompok Houthi akan berlangsung lama. Sebaliknya, surat kabar Yedioth Ahronoth mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa mereka menunggu tanggapan dari kelompok Houthi, dan bahwa Israel pada saat yang sama bersiap untuk menyerang dengan serangan yang "jauh lebih besar".
Front utara
Dari utara, Kelompok Hizbullah dari Lebanon untuk pertama kalinya meluncurkan serangan roket ke kibbutz (kota kecil/kolektif) di Israel utara, Sabtu (20/7/2024). Serangan tersebut merupakan balasan karena Israel melancarkan serangan drone sehari sebelumnya yang menyebabkan beberapa warga terluka.
Hizbullah meluncurkan puluhan roket Katyusha di kibbutz Israel utara di Dafna. Militer Israel mengungkapkan, sekitar 45 proyektil terdeteksi melintas dari Lebanon ke Israel utara dalam tiga serangan terpisah.
Militer Israel mengatakan, mereka berhasil mencegat sejumlah proyektil yang memasuki negaranya. Namun beberapa proyektil lainnya berhasil mendarat dan jatuh di area terbuka. Israel menyebut serangan Hizbullah tak menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun luka. Hantaman proyektil memicu beberapa kebakaran di Dataran Tinggi Golan.
Sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, telah mengancam akan menyerang permukiman-permukiman baru di Israel jika Tel Aviv terus membunuh warga sipil di Lebanon. Dia mengatakan kematian warga sipil di negaranya melonjak dalam beberapa hari terakhir akibat serangan Israel. "Terus menyasar warga sipil akan mendorong perlawanan (Hizbullah) untuk meluncurkan rudal ke permukiman (Israel) yang sebelumnya tidak menjadi sasaran," ujar Nasrallah dalam pidatonya pada Rabu (17/7/2024).
Sementara Hizbullah terus menyerang posisi militer Israel di Israel utara, Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas melakukan beberapa operasi besar di Gaza pada akhir pekan lalu. Dalam salah satu operasinya, mereka meledakkan sebuah terowongan setelah memancing sejumlah tentara Israel ke dalamnya, “mengakibatkan mereka tewas dan terluka”. Operasi terowongan tersebut dilakukan di Tal Al-Sultan, yang telah menjadi platform utama serangan Israel dan perlawanan Palestina di sebelah barat kota Rafah, di selatan Jalur Gaza.
Dilansir Palestine Chronicle, dalam operasi kompleks di sekitar Masjid Haroun, selatan George Street, timur Rafah, pejuang al-Qassam menargetkan tank Zionis Merkava dengan rudal Al-Yassin 105. Segera setelah pasukan penyelamat maju ke tempat itu, kendaraan lain dan sekelompok tentara menjadi sasaran peluru Al-Yassin 105 dan alat peledak Ra'adiya, menyebabkan mereka semua tewas atau terluka.
Operasi gabungan telah menjadi taktik baru yang memungkinkan kelompok-kelompok Palestina menggabungkan kemampuan militer mereka di berbagai wilayah Gaza, sehingga memungkinkan perlawanan terus berlanjut. Dalam operasi gabungan pada Sabtu, Brigade al-Qassam bekerja sama dengan Brigade Martir Abu Ali Mustafa dari kelompok sosialis Front Populer Perlawanan Palestina (PFLP). Al-Qassam juga bekerja dengan Brigade al-Quds, cabang militer Jihad Islam dalam dua operasi terpisah di wilayah Rafah.
Tepi Barat
Anadolu Agency melaporkan, bentrokan terjadi antara warga dan pejuang Palestina melawan pasukan Israel pada Jumat di berbagai lokasi di Tepi Barat yang diduduki. Konfrontasi tersebut terjadi di kota Betlehem, kota Beit Dajan dan Beita di selatan Nablus, dan Kafr Qaddum di timur Qalqilya, Anadolu melaporkan.
Pasukan Israel memasuki beberapa lingkungan dan menempatkan diri di jalan-jalan utama Bethlehem, kata para saksi mata kepada Anadolu. Para saksi menambahkan bahwa pasukan Israel menggunakan granat gas air mata selama bentrokan tersebut. Di Beita, bentrokan terjadi setelah pasukan Israel membubarkan puluhan warga Palestina yang melaksanakan salat Jumat di Gunung Sabih, memprotes legalisasi pos pemukiman Avitar di wilayah tersebut.
Pasukan Israel menembakkan peluru karet dan granat gas air mata ke arah warga Palestina, menyebabkan beberapa orang menderita karena menghirup gas air mata, menurut para saksi. Pasukan Israel telah memasuki berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki secara rutin selama beberapa tahun terakhir, namun serangan mereka semakin meningkat seiring dimulainya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Front Irak-Suriah
Selama sebulan terakhir, terjadi peningkatan serangan dari Irak terhadap Israel yang dikaitkan dengan Perlawanan Islam. Kelompok ini terdiri dari beberapa milisi yang didukung oleh Iran, aktif di Suriah dan Irak, termasuk Diantaranya Kataib Hezbollah, Asaib Ahl al-Haq, Harakat Hezbollah al-Nujaba dan Kataib Sayyid al-Shuhada. Sejak perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober, kelompok tersebut telah mengaku bertanggung jawab atas lebih dari seratus serangan di wilayah Israel.
Media Iran Press TV melansir, pemimpin kelompok perlawanan Asaib Ahl al-Haq di Irak telah memperingatkan Israel akan “biaya yang semakin besar” dari invasi darat dan udara yang terus berlanjut di Jalur Gaza yang terkepung. “Musuh Zionis akan menanggung akibat yang jauh lebih besar dalam hal keamanan, ekonomi, dan bahkan keberadaannya selama mereka terus melanjutkan agresinya,” kata Qais al-Khazali dalam sebuah pernyataan pada Jumat. Dia memuji semua kekuatan Poros Perlawanan, yang berjuang melawan serangan Israel ke Gaza selama lebih dari sembilan bulan. “Kelompok-kelompok perlawanan melakukan perjuangan yang terhormat dalam membela kesucian umat Islam, sementara pemerintah Arab dan Muslim enggan mengambil tindakan nyata apa pun,” kata Khazali.
Pemimpin Asaib Ahl al-Haq mencatat bahwa serangan pesawat tak berawak terbaru oleh pasukan Yaman di Tel Aviv, bersamaan dengan operasi sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok perlawanan regional, “jelas menunjukkan bahwa Palestina tidak sendirian dalam melawan agresi Israel.”
Israel Serang Pelabuhan Hodeidah di Yaman, Houthi Deklarasikan Perang
Puluhan orang jadi korban pengeboman Israel di Pelabuhan Hodeidah. [693] url asal
#israel-serang-yaman #pelabuhan-hodeidah-diserang #israel-serang-hodeidah #perang-israel-houthi #perang-houthi-israel
(Republika - News) 21/07/24 05:48
v/11502478/
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Militer Israel menyerang sejumlah sasaran dan menyebabkan kebakaran besar di barat Yaman pada Sabtu dengan dalih membalas serangan pesawat tak berawak yang fatal oleh kelompok Houthi di Tel Aviv pada hari sebelumnya. Serangan Israel pertama di wilayah Yaman sejak perang Oktober itu mengancam akan membuka front baru di wilayah tersebut.
Yousef Mawry, seorang jurnalis dan analis politik, mengatakan pada Aljazirah, Houthi yakin serangan Israel terhadap Hodeidah dilakukan melalui koordinasi dengan AS, Inggris, dan sekutu lainnya, termasuk sekutu Arab.
Kelompok Houthi mengatakan bahwa “negara mana pun, rezim Arab mana pun, pemerintah mana pun di kawasan yang membantu Israel atau AS melakukan serangan terhadap Yaman akan menghadapi pembalasan”, menurut Mawry, yang berbicara dari Sanaa.
“Setelah ini akan menjadi serangan habis-habisan terhadap seluruh kehadiran militer Israel, AS, dan Inggris di seluruh kawasan – baik itu di pulau Socotra di Yaman, pangkalan militer AS di Arab Saudi, UEA, dan Yordania,” ujarnya pada Aljazirah. “Kelompok Houthi pada dasarnya menyatakan perang terhadap Israel, Amerika Serikat, pemerintah Inggris, dan rezim Arab mana pun yang dianggap sebagai sekutu Israel”.
Associated Press melansir, Israel mengeklaim, mereka menyerang sejumlah “sasaran militer” diserang di kota pelabuhan barat Hodeidah, yang merupakan basis Houthi. Mereka menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap “ratusan serangan” terhadap Israel dalam beberapa bulan terakhir.
“Houthi menyerang kami lebih dari 200 kali. Pertama kali mereka melukai warga negara Israel, kami menyerang mereka. Dan kami akan melakukan ini di mana pun diperlukan,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dalam sebuah pernyataan. Kementerian Kesehatan di Sanaa mengatakan bahwa 80 orang terluka dalam jumlah korban awal serangan di Hodeidah, sebagian besar menderita luka bakar parah.
Militer Israel mengatakan pihaknya sendirian yang melakukan serangan tersebut dan “teman-teman kami telah mendapat informasi terbaru.” Seorang pejabat Angkatan Pertahanan Israel tidak mengatakan berapa banyak lokasi yang menjadi sasaran, namun mengatakan kepada wartawan bahwa pelabuhan tersebut adalah pintu masuk utama senjata Iran. Pejabat itu tidak mengatakan apakah ini merupakan serangan pertama Israel terhadap Yaman.
Juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam memposting di X bahwa “agresi Israel secara terang-terangan” menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar dan pembangkit listrik di provinsi tersebut. Dia mengatakan serangan itu bertujuan “untuk meningkatkan penderitaan rakyat dan menekan Yaman agar berhenti mendukung Gaza.”
Abdulsalam mengatakan serangan itu hanya akan membuat rakyat dan angkatan bersenjata Yaman semakin bertekad untuk mendukung Gaza. “Akan ada serangan balasan yang berdampak,” tulis Mohamed Ali al-Houthi dari Dewan Politik Tertinggi di Yaman di X. Sebuah outlet media yang dikendalikan oleh pemberontak Houthi di Yaman, Al-Masirah TV, mengatakan serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak dan solar di pelabuhan dan perusahaan listrik setempat menyebabkan kematian dan cedera, dan beberapa orang mengalami luka bakar parah. Dikatakan ada kebakaran besar di pelabuhan dan pemadaman listrik meluas.
Pejabat kesehatan di Yaman mengatakan serangan itu menewaskan sejumlah orang dan melukai lainnya, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.
Serangan pesawat tak berawak yang dilakukan pemberontak Houthi menewaskan satu orang di pusat Tel Aviv dan melukai sedikitnya 10 lainnya di dekat Kedutaan Besar AS pada Jumat pagi. Israel mengatakan pertahanan udara mendeteksi drone tersebut pada hari Jumat tetapi terjadi “kesalahan”.
Para ahli telah menyatakan keraguan tentang kemampuan Houthi untuk mengalahkan sistem pertahanan udara Israel dari jarak sekitar 1.600 kilometer. “Jaraknya membuat sulit untuk meluncurkan serangan yang diperlukan untuk menimbulkan kerusakan besar,” kata Fabian Hinz, pakar rudal dan peneliti di Institut Internasional untuk Studi Strategis.
Sejak bulan Januari, pasukan AS dan Inggris telah menyerang sasaran di Yaman, sebagai respons terhadap serangan Houthi terhadap kapal komersial yang digambarkan oleh pemberontak sebagai pembalasan atas tindakan Israel dalam perang di Gaza.
Serangan udara pasukan gabungan sejauh ini tidak bis berbuat banyak untuk menghalangi kekuatan yang didukung Iran. Para analis dan badan intelijen Barat telah lama menuduh Iran mempersenjatai kelompok Houthi, sebuah klaim yang dibantah oleh Teheran. Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan angkatan laut AS telah mencegat sejumlah kapal yang membawa senapan, granat berpeluncur roket, dan komponen rudal dalam perjalanan dari Iran ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.
Houthi memiliki rudal balistik jarak jauh, rudal jelajah yang lebih kecil, dan “drone bunuh diri”, yang semuanya mampu mencapai Israel selatan, menurut para ahli senjata. Kelompok Houthi terbuka mengenai persenjataan mereka, dan secara rutin memamerkan rudal-rudal baru di jalan-jalan Sanaa.