#30 tag 24jam
Perpustakaan Nasional Gelar Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional 2024
Tantangan Indonesia di masa depan akan dihadapkan dengan kompleksitas perkembangan dan perubahan global. [543] url asal
#perpustakaan-nasional #perpusnas #pembelajaran-sebaya-tingkat-nasional #pembelajaran-sebaya #perpustakaan
(MedCom) 08/11/24 12:42
v/17772523/
Jakarta: Perpustakaan Nasional (Perpusnas) gelar Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional tahun 2024. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2024 di Bali.Tantangan Indonesia di masa depan akan dihadapkan dengan kompleksitas perkembangan dan perubahan global. Oleh karena itu, konsep pembangunan Indonesia akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi yang disokong oleh kecakapan sumber daya manusia (human capital).
Bangsa Indonesia akan mengalami puncak dari bonus demografi pada 2045 mendatang. Bonus demografi adalah kondisi di mana populasi usia masyarakat produktif lebih besar dibanding masyarakat usia non produktif.
Kondisi ini benar-benar harus dimaksimalkan agar tidak terjadi lonjakan pengangguran dan rendahnya produktivitas masyarakat. “Saat ini kita perlu mendesain bonus demografi sebagai manfaat yang besar. Dan keberadaan perpustakaan jelas berkorelasi sangat kuat dalam membangun human capital,” ujar Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar dalam siaran persnya, Jumat, 8 November 2024.
Perpustakaan merupakan instrumen pendidikan bagi semua orang. Keberadaannya selain memberikan layanan pengetahuan dan informasi kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, juga harus memberikan dampak signifikan merekonstruksi sumber daya manusia berbasis perilaku gemar membaca sehingga membantu terwujudnya masyarakat yang literat.
“Masyarakat yang literat adalah masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan kreatif,” tambah Adin.
Forum Ekonomi Dunia (Word Economy Forum) pada 2016 sudah jauh- jauh hari mengingatkan bahwa masa disrupsi akan terjadi. Perkembangan teknologi dan komunikasi mengakibatkan banyak lahan pekerjaan diambil alih oleh otomatisasi dan mesin. Artinya, eksistensi manusia mulai tereduksi.
Maka, di sinilah kecakapan interpersonal dan analisis menjadi penting. Manusia jangan hanya paham secara pengetahuan saja tapi juga dianalisis, dievaluasi, bahkan mencipta gagasan baru.
Perpusnas bersyukur inisiasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sejauh ini telah mendapatkan apresiasi banyak pihak arena terbukti dapat memberikan dampak sosial dan kesejahteraan. Bahkan di beberapa daerah, program TPBIS sudah direplikasi. Mereka meyakini, TPBIS mampu menjadi instrumen strategis dalam pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan dan stunting.
“Terjadinya kemiskinan ekstrim dan stunting karena adanya kemiskinan informasi dan pengetahuan sehingga masyarakat tidak mempunyai kecakapan dan kreativitas, tambah Adin
Di kancah internasional, program TPBIS pun telah mendapatkan respons positif. Sejumlah negara dalam forum Colombo Plan pada Agustus 2024 lalu secara khusus mendatangi dan mempelajari langsung praktik baik dari TPBIS.
Perpusnas terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan dengan membangun ruang-ruang baca sebagai ruang belajar. Selain itu juga melakukan pengembangan terhadap 10 ribu perpustakaan desa/kelurahan dan taman baca masyarakat melalui bantuan bahan bacaan bermutu.
Ekspansi layanan perpustakaan pun tidak luput dilakukan dengan menyasar armada perpustakaan keliling, pembangunan pojok baca digital (Pocadi), dan titik-titik baca yang bisa diakses secara online (QR Code) berisikan sumber-sumber bahan bacaan berbagai subjek, serta penguatan model TPBIS.
Sebelumnya, disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Nani Suryani bahwa sebelumnya Perpusnas telah mengadakan pertemuan serupa di tingkat regional secara daring dengan melibatkan 600 perpustakaan desa/kelurahan penerima manfaat TPBIS 2024 dari 143 kabupaten/kota dan 34 provinsi, serta para Pelatih Ahli. “Hari ini adalah kegiatan puncaknya dimana para mitra dihadirkan agar dapat berbagi cerita, strategi, serta praktik baik, juga wawasan yang lebih luas lagi dari para pengisi materi,” jelas Nani
Di momen puncak ini, tidak kurang dari 700 peserta berkesempatan hadir langsung mewakili institusi/kelompok dari daerah kabupaten/kota setiap provinsi. Sisanya, ribuan peserta mengikuti secara daring (online).
| Baca juga: 10 Rekomendasi Situs dan Platform Penyedia Jurnal Ilmiah, Mahasiswa Wajib Tahu! |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Daftar Nama Pahlawan Indonesia di Uang Kertas dan Koin Rupiah
Sosok pahlawan Indonesia terpampang di uang kertas dan koin rupiah. Berikut daftar nama pahlawan di uang rupiah. [1,164] url asal
#rupiah #soekarno #hatta #herman-johannes #i-gusti-ketut-pudja #surabaya #perpustakaan-nasional-ri #tjut-meutia #gssj-ratulangi #dr #sumatera-utara #ki-hadjar-dewantara #soeharto #de-locomotive #sosok-pahlawan-i
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 17/10/24 20:48
v/16617140/
- Daftar Nama Pahlawan di Uang Kertas rupiah 1. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta2. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja3. Dr. GSSJ Ratulangi4. Frans Kaisiepo5. Dr. K.H. Idham Chalid6. Mohammad Hoesni Thamrin7. Tjut Meutia
- Daftar Nama Pahlawan di Uang Koin Rupiah 1. Gusti Ketut Pudja2. Letjen TNI T.B. Simatupang3. Dr. Tjiptomangunkusumo4. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes
Sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan. Tak hanya terukir dalam buku sejarah, beberapa dari sosok mereka menghiasi lembaran dan koin uang rupiah.
Dengan melihat sosok pahlawan ini, masyarakat Indonesia bisa mengingat kembali perjuangan mereka dalam mempertahankan kedaulatan negara. Berikut daftar nama pahlawan di uang rupiah.
Daftar Nama Pahlawan di Uang Kertas rupiah
Beberapa nama pahlawan ini berada di uang kertas tahun emisi terbaru, yaitu 2022. Mulai dari Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, hingga Cut Nyak Meutia.
1. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta
Potret Presiden pertama RI Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta terdapat di pecahan uang Rp 100.000. Menurut laman Perpustakaan Nasional RI, Bung Karno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901, sementara Bung Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Keduanya sangat berjasa dalam kemerdekaan RI.
2. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
Sosok Ir. H. Djuanda Kartawidjaja menghiasi uang kertas dengan nominal Rp 50.000. Pahlawan pasca kemerdekaan RI ini lahir di Tasikmalaya, 14 Januari 1911.
Menurut laman Dishub Kabupaten Wonogiri, Djuanda pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan selama dua periode, yaitu 2 Oktober 1946-4 Agustus 1949 dan 6 September 1950-30 Juli 2953. Beliau juga menjabat sebagai Menteri ke 10 menggantikan Ali Sastroamidjojo pada 9 April 1957.
3. Dr. GSSJ Ratulangi
Pada uang 20.000, terlihat potret Dr. GSSJ Ratulangi, pahlawan dari Minahasa. Dalam buku Dr. G.S.S.J. Ratulangi: Riwayat Hidup dan Perjuangannya, tindakan dari Ratulangi banyak menguntungkan rakyat Minahasa.
Ratulangi berhasil menghapus kerja paksa, membangun yayasan dana belajar, dan menghapus kerja paksa. Pada tahun 1919, dia belajar di Swiss dan berhasil menjadi orang pertama orang Indonesia yang memperoleh gelar doktor ilmu eksakta
4. Frans Kaisiepo
Potret wajah Frans Kaisiepo menghiasi uang pecahan Rp 10.000. Dia lahir di Papua pada 10 Oktober 1921.
Menurut laman DJPb Kemenkeu, Frans Kaisiepo adalah orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonsia di Papua. Pada tahun 1948, Frans menjadi penggagas pemberontakan rakyat Biak terhadap Belanda. Dia juga membentuk Partai Politik Irian yang membentuk Partai Politik Irian yang menuntut supaya Nederlands Nieuw Guinea digabungkan kembali dengan Indonesia.
5. Dr. K.H. Idham Chalid
Dr. K.H. Idham Chalid adalah pahlawan nasional yang potretnya terdapat dalam pecahan Rp 5.000. Kiai kenamaan Nahdlatul Ulama ini lahir pada 27 Agustus 1922.
Mengutip buku Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah, dia terlibat dengan pergerakan nasional setelah kemerdekaan. Lulusan Pondok Pesantren Gontor ini pernah mendapat gelar doktor honoris causa di Universitas Al-Azhar.
6. Mohammad Hoesni Thamrin
Mohammad Hoesni Thamrin menjadi pahlawan yang menghiasi pecahan Rp 2.000. Pahlawan asal Betawi ini lahir di Jakarta, pada 16 Februari 1894.
Dahulu, Hoesni Thamrin mengenyam pendidikan kolonial sambil belajar mengaji. Sepak terjangnya di dalam pergerakan nasional mendorong kemajuan pribumi, hingga menuntut Indonesia berparlemen. Hal tersebut menyebabkan alasan mencari alasan untuk menangkapnya.
Menjelang akhir hayatnya, Hoesni Thamrin berstatus tahanan rumah dan dituduh melawan Belanda. Dia meninggal dunia pada 11 Januari 1941.
7. Tjut Meutia
Tjut Meutia adalah pahlawan wanita asal aceh yang wajahnya menghiasi uang kertas Rp 1.000. Wanita ini lahir pada tahun 1870.
Bersama suaminya, Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong, Tjut Meutia sangat berani melawan penjajah. Tahun 1910, Tjut Meutia dikepung Belanda, namun akhirnya dia tewas dengan luka tembak di kepala dan dada.
Daftar Nama Pahlawan di Uang Koin Rupiah
Selain pada uang kertas, beberapa sosok pahlawan juga menghiasi uang koin rupiah tahun emisi 2016. Menurut laman Bank Indonesia, berikut daftarnya:
1. Gusti Ketut Pudja
Gambar I Gusti Ketut Pudja berada di bagian depan koin pecahan Rp 1.000 rupiah. Pria kelahiran 19 Mei 1908 ini merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewakili sunda kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara).
Dia juga terlibat dalam perumusan naskah proklamasi di rumah laksamana Maeda. Pada tahun 2001, dia dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Soeharto.
2. Letjen TNI T.B. Simatupang
Sosok T.B. Simatupang menghiasi uang koin pecahan Rp 500. Pada bagian depan koin terpampang gambar pahlawan ini dengan tulisan Letjen TNI T.B. Simatupang di bagian bawahnya.
Letjen TNI T.B. Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara pada 28 Januari 1921. Dikenal sebagai ahli militer, di usianya yang masih muda, dia dipercaya menjabat sebagai Wakil Staf Angkatan Perang RI pada tahun 1948-1940 dan Kepala Staf Angkatan Perang RI pada tahun 1950-1954. Setelah itu, dia berkarir menjadi penasehat militer di Departemen Pertahanan RI.
3. Dr. Tjiptomangunkusumo
Gambar Dr. Tjiptomangunkusumo bisa dilihat di bagian muka koin pecahan Rp 200. Dia lahir di desa Pecangakan Jepara, pada 4 Maret 1886.
Sejak muda, Tjipto berpendirian kokoh dan kerap mengkritik pemerintah Belanda. Hal ini ditunjukkan melalui tulisannya yang diterbitkan De Locomotive dan Bataviaasch Niewsblad sejak tahun 1907. Bersama Douwes Dekker dan Ki Hadjar Dewantara, Tjpto dikenal sebagai Tiga Serangkai yang buah pikirannya sering merepotkan pemerintah kolonial Belanda.
4. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes
Pada koin Rp 100, terdapat sosok wajah dari Prof. Dr. Ir. Herman Johannes. Lahir di Rote, 28 Mei 1912, dia adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pahlawan Nasional Indonesia.
Dia juga tercatat pernah berkarir di bidang militer. Keahliannya sebagai fisikawan dan kimiawan berguna untuk memblokade gerak pasukan Belanda selama Agresi Militer I dan II. Berkat jasanya di dalam perang kemerdekaan membuatnya dianugerahi Bintang Gerilya pada tahun 1958.
Itulah daftar nama pahlawan di uang rupiah tahun emisi 2016 untuk koin dan 2022 untuk kertas. Semoga informasi ini bermanfaat.
(elk/inf)
Catat Puputan Badung, Naskah Kidung Bwana Winasa Ditetapkan Sebagai Ikon
Naskah Kidung Bwan? Wina?? karya Ida Pedanda Ngurah ditulis dalam bentuk puisi tradisional macapat dan mencatat peristiwa-peristiwa penting. [346] url asal
#perpustakaan-nasional #buku #puisi
(MedCom) 12/10/24 02:55
v/16334220/
Badung: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menetapkan Naskah Kidung Bwan? Wina?? sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) tahun 2024. Naskah Kidung Bwan? Wina?? karya Ida Pedanda Ngurah ditulis dalam bentuk puisi tradisional macapat dan mencatat peristiwa-peristiwa penting seperti puputan Badung pada 1906.Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Mariana Ginting, menyerahkan sertifikat penetapan IKON kepada perwakilan Gria Gede Belayu selaku keturunan penulis, perwakilan Giriya Mandhara Pemaron selaku penyimpan naskah, dan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Badung sebagai pengusul IKON, di Badung, Bali.
Mariana menjelaskan dengan cakupan sejarah yang luas, Kidung Bwan? Wina?? layak diakui sebagai IKON yang merepresentasikan kekayaan budaya dan peristiwa penting dalam sejarah dunia.
"Kidung Bwan? Wina?? dinilai oleh Dewan Pakar IKON memiliki signifikansi nasional, yakni mencatat kisah perjuangan rakyat Bali melawan kolonialisme Belanda melalui perang Puputan yang menjadi warisan penting bagi sejarah Indonesia," kata Mariana di Badung, Jumat, 11 Oktober 2024.
Mariana menekankan agar penganugerahan ini tidak sekadar menjadi selebrasi semata, namun ada pemanfataannya bagi masyarakat.
“Aksesibilitas dan pemanfaatan naskah Kidung Bwan? Wina?? seluas-luasnya harus terus diarusutamakan untuk kepentingan pengetahuan dan kemajuan bangsa,” jelasnya.
Selain itu dia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama dengan Perpusnas dalam pemilihan naskah Kidung Bwan? Wina?? menjadi IKON.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Badung I Nyoman Sujendra mewakili Plt. Bupati Kabupaten Badung I Ketut Suiasa menyampaikan sejumlah upaya dalam pelestarian naskah kuno di Kabupaten Badung.
“Pelestarian naskah kuno di Kabupaten Badung, khususnya lontar telah dilakukan upaya penelusuran, preservasi dan digitalisasi bekerja sama dengan penyuluh bahasa Bali Provinsi Bali,” tuturnya.
Perwakilan Giriya Mandhara Pemaron, Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran sebagai penyimpan naskah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terpilihnya naskah Kidung Bwan? Wina?? sebagai IKON Provinsi Bali.
“Karena itu merupakan sejarah yang bukan sejarah ngawang-ngawang jadi sejarah yang nyata. Di samping itu, merupakan suatu sarana pendidikan untuk dapat berpikir mencari satu kesatuan dan mengandung konsep untuk mencari kedamaian. Kalau sudah diresapi isi daripada lontar itu, muncul perasanya adalah kemandirian, teguh dalam pendapat untuk mencapai kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(DEN)
Perpusnas Dianugerahi Anindhita istara Data oleh BPS
Perpusnas meraih nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebesar 3,38, menempatkannya di peringkat ketiga di tingkat Lembaga Pemerintah Non Kementerian. [241] url asal
(MedCom) 28/09/24 05:50
v/15661316/
Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendapat anugerah Anindhita Wistara Data tahun 2024 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangkaian peringatan Hari Statistik Nasional.Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, sebagai pengakuan atas komitmen Perpusnas dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS).
"Saya kira ini merupakan hasil dari kerja keras kita, terutama dalam memberikan kontribusi berupa data statistik terkait perpustakaan dan kepustakawanan," kata Joko di Jakarta, Jumat, 27 September 2024.
Perpusnas meraih nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebesar 3,38, menempatkannya di peringkat ketiga di tingkat Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Kegiatan statistik sektoral yang dinilai pada Perpusnas, diantaranya Kompilasi Data Tenaga Fungsional Pustakawan Tahun 2023 dan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2023.
Joko menjelaskan pada tahun 2022 lalu, Perpusnas berhasil menyusun data tahunan mengenai tingkat Gemar Membaca Masyarakat dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat. Ia berharap ke depannya Perpusnas dapat menyajikan data yang lebih komprehensif, termasuk data terbitan dalam Bibliografi Nasional Indonesia, yang mencakup seluruh terbitan di Indonesia serta terbitan luar negeri tentang Indonesia.
"Harapannya, kami dapat terus menyajikan data komprehensif tentang perpustakaan, termasuk memantau aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, serta dampaknya terhadap penguatan budaya baca dan literasi," jelasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan statistik berkualitas adalah kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
"Pembangunan statistik nasional adalah tanggung jawab bersama. Ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat luas," ungkapnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(DEN)
Daftar Formasi CPNS Perpusnas 2024 untuk Lulusan D3 hingga S2 dan Kisaran Gajinya
Berikut ini deretan formasi CPNS Perpusnas 2024 untuk lulusan D3, D4, S1, dan S2. Terdapat sebanyak 154 formasi untuk formasi teknis. [872] url asal
#cpns #cpns-2024 #perpusnas #perpustakaan-nasional #pustakawan
(Bisnis Tempo) 28/08/24 21:58
v/14806841/
TEMPO.CO, Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) membuka kesempatan bagi lulusan diploma tiga (D3), sarjana terapan (D4), sarjana (S1), dan magister (S2) untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2024. Terdapat sebanyak 154 formasi tenaga teknis dan 1 formasi tenaga kesehatan yang disediakan.
Daftar Formasi CPNS Perpusnas 2024
Mengutip Surat Pengumuman Perpusnas Nomor: 9525/2/KPG.01.00/VIII.2024 tentang Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2024, berikut daftar nama jabatan, jenis formasi, unit penempatan, persyaratan pendidikan, dan kisaran gaji setiap bulanCPNSPerpusnas pada 2024:
Dokter Ahli Pertama
Formasi umum: 1.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: Dokter Umum.
Rentang penghasilan: Rp 7.242.120 - Rp 7.576.404.
Analis Anggaran Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Formasi lulusancumlaude: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Ekonomi.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Analis Kebijakan Ahli Pertama
Formasi umum: 1.
Formasi lulusancumlaude: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Administrasi Publik atau S1 Administrasi Negara.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Analis Kerja Sama Ahli Pertama
Formasi umum: 3.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Hubungan Internasional.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama
Formasi umum: 4.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Administrasi Negara atau S1 Teknik Informatika.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Arsiparis Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Administrasi Publik.
Rentang penghasilan: Rp 7.437.120 - Rp 7.771.404.
Auditor Ahli Pertama
Formasi umum: 7.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Hukum, S1 Administrasi Publik, S1 Akuntansi, S1 Teknik Informatika, atau S1 Teknik Sipil.
Rentang penghasilan: Rp 7.367.120 - Rp 7.701.404.
Manggala Informatika Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Teknik Informatika.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Penerjemah Ahli Pertama - Penerjemah Bahasa Inggris
Formasi umum: 6.
Unit penempatan:Perpusnas, Jakarta dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Blitar, Jawa Timur.
Kualifikasi pendidikan: S1 Sastra Inggris.
Rentang penghasilan: Rp 7.292.120 - Rp 7.626.404.
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama
Formasi umum: 7.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Ekonomi atau S1 Hukum.
Rentang penghasilan: Rp 7.410.120 - Rp 7.744.404.
Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Teknologi Pendidikan.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama
Formasi umum: 1.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Hukum.
Rentang penghasilan: Rp 7.242.120 - Rp 7.576.404.
Perencana Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Formasi lulusancumlaude: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Akuntansi.
Rentang penghasilan: Rp 7.919.120 - Rp 8.253.404.
Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama
Formasi umum: 3.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Kualifikasi pendidikan: S1 Hubungan Masyarakat atau S1 Ilmu Komunikasi.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Pranata Komputer Ahli Pertama
Formasi umum: 17.
Formasi lulusancumlaude: 3.
Formasi putra/putri Kalimantan: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta; UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno; dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatra Barat.
Kualifikasi pendidikan: S1 Ilmu Komputer atau S1 Teknik Informatika.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Pustakawan Ahli Pertama
Formasi umum: 19.
Formasi penyandang disabilitas: 2.
Formasi putra/putri Kalimantan: 3.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Kualifikasi pendidikan: S1 Ilmu Perpustakaan.
Rentang penghasilan: Rp 7.437.120 - Rp 7.771.404.
Statistisi Ahli Pertama
Formasi umum: 1.
Formasi lulusancumlaude: 1.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S1 Statistika.
Rentang penghasilan: Rp 7.457.120 - Rp 7.791.404.
Widyaiswara Ahli Pertama
Formasi umum: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: S2 Perpustakaan dan Sains Informasi.
Rentang penghasilan: Rp 7.557.020 - Rp 7.923.452.
Arsiparis Terampil
Formasi umum: 3.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: D3 Kearsipan.
Rentang penghasilan: Rp 6.310.320 - Rp 6.608.628.
Asisten Perpustakaan Terampil
Formasi umum: 24.
Formasi penyandang disabilitas: 1.
Formasi putra/putri Kalimantan: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta; UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno; dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.
Kualifikasi pendidikan: D3 Ilmu Perpustakaan.
Rentang penghasilan: Rp 6.310.320 - Rp 6.608.628.
Auditor Terampil
Formasi umum: 6.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: D3 Teknik Komputer atau D3 Akuntansi.
Rentang penghasilan: Rp 6.260.320 - Rp 6.558.628.
Penata Laksana Barang Terampil
Formasi umum: 4.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: D3 Akuntansi.
Rentang penghasilan: Rp 6.320.320 - Rp 6.618.628.
Pranata Hubungan Masyarakat Terampil
Formasi umum: 1.
Unit penempatan: UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
Kualifikasi pendidikan: D3 Komunikasi.
Rentang penghasilan: Rp 6.266.320 - Rp 6.564.628.
Pranata Keuangan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Terampil
Formasi umum: 4.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Kualifikasi pendidikan: D3 Akuntansi.
Rentang penghasilan: Rp 6.320.320 - Rp 6.618.628.
Pranata Komputer Terampil
Formasi umum: 12.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta dan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Kualifikasi pendidikan: D3 Sistem Informasi.
Rentang penghasilan: Rp 6.320.320 - Rp 6.618.628.
Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur Terampil
Formasi umum: 2.
Unit penempatan: Perpusnas, Jakarta.
Kualifikasi pendidikan: D3 Administrasi Negara.
Rentang penghasilan: Rp 6.320.320 - Rp 6.618.628.
