#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Ini 3 Hal Penting yang Kamu Lakukan Jika Terkena PHK
Hal-hal yang kamu lakukan jika terkena PHK. [470] url asal
#phk-massal-tekstil #phk-massal-perbankan #phk-massal #badai-phk #pemutusan-hubungan-kerja #phk-karyawan #phk
(MedCom - Ekonomi) 18/09/24 12:23
v/15181080/
Jakarta: Kehilangan pekerjaan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengalaman yang sangat menegangkan dan penuh ketidakpastian.Selain memberikan dampak emosional yang signifikan, PHK juga membawa konsekuensi finansial yang cukup berat. Tiba-tiba, sumber pendapatan utama terputus dan membuat kita harus mengatur ulang keuangan dengan cepat.
Namun, dengan perencanaan yang matang dan langkah-langkah yang tepat, kita bisa melewati masa-masa sulit ini dan bangkit kembali. Terdapat beberapa hal yang kamu harus lakukan jika terkena PHK:
1. Mengelola keuangan saat terkena PHK
Kehilangan pekerjaan bisa menimbulkan kekhawatiran finansial. Untuk menjaga stabilitas, periksa kembali tabungan dan sesuaikan pengeluaran agar keuangan tetap teratur.2. Mengklaim pesangon dan hak lainnya
Jika PHK tidak disebabkan oleh kesalahanmu, kamu berhak menerima pesangon dan hak lainnya sesuai undang-undang, termasuk kompensasi untuk cuti yang belum diambil.3. Berkonsultasi dengan penasehat keuangan
Pesangon yang diterima bisa menggoda untuk dibelanjakan. Agar uang tidak cepat habis, konsultasikan dengan penasihat keuangan atau diskusikan dengan keluarga tentang pengelolaannya.| Baca juga: |
Pindah jalur karier
Selain melakukan hal-hal tersebut. Pilihan untuk berpindah karier pun menjadi salah satu yang menjadi pilihan bagi kamu yang terkena PHK.Nah, apa saja yang harus kamu ketahui ketika berniat untuk pindah jalur pekerjaan usai terkena PHK?
1. Menghadapi PHK dan Dampaknya
PHK bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Gunakan waktu luang untuk mengeksplorasi jalur karier baru atau mencoba industri yang berbeda. Ini juga saat yang tepat untuk memulai usaha atau mengejar impian yang tertunda.2. Peluang untuk Perubahan Positif
Setelah mengatasi PHK, manfaatkan kesempatan untuk perubahan. Fokus pada peningkatan kualitas hidup, seperti menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga.3. Menilai Situasi
PHK mungkin mengurangi pendapatanmu, namun ini saat yang baik untuk mengevaluasi tujuan dan aspirasi. Dengan perspektif baru, kamu dapat memulai kembali dengan sikap positif dan optimis.4. Eksplorasi Jalur Karier Baru
Internet membuka banyak peluang baru. Gunakan teknologi untuk mempelajari keterampilan baru dan berkenalan dengan ahli di bidang yang kamu minati. Ini juga kesempatan untuk menemukan potensi yang belum tergali dalam dirimu.5. Strategi Pergantian Karier
Rencanakan strategi pergantian karier yang realistis dan sesuai kemampuan. Tetap fokus pada tujuanmu dan jangan tertekan oleh kemajuan orang lain di sekitar kamu.6. Mengembangkan Keterampilan Baru
Tingkatkan keterampilan dengan mengikuti kursus atau pelatihan. Kemampuan baru, seperti bahasa asing atau berbicara di depan umum, dapat memperluas peluang kariermu.7. Mengikuti Tren Pasar Kerja
Setelah meningkatkan keterampilan, amati pasar kerja dan tren perekrutan. Pastikan keterampilanmu sesuai dengan kebutuhan industri untuk tetap relevan dan kompetitif.Menghadapi PHK memang tidak mudah, namun ingatlah Anda tidak sendiri. Dengan semangat yang tinggi dan perencanaan keuangan yang matang, Anda pasti bisa melewati masa-masa sulit ini.
Jadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Ingat, setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. (Nanda Sabrina Khumairoh)
(ANN)
Gelombang PHK Marak, Begini Jenis, Aturan, Hak, dan Cara Menghadapi Dampaknya
Jenis, hak, dan cara menghadapi dampak PHK. [841] url asal
#phk-massal-tekstil #phk-massal-perbankan #phk-massal #badai-phk #pemutusan-hubungan-kerja #phk-karyawan #phk
(MedCom - Ekonomi) 18/09/24 10:57
v/15197270/
Jakarta: Belakangan ini, kondisi ekonomi yang tidak menentu memaksa banyak perusahaan untuk mengambil keputusan sulit, termasuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Fenomena ini bukanlah hal baru, namun gelombang PHK yang kembali marak belakangan ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pekerja.
Menghadapi situasi ini, penting bagi karyawan untuk memahami aturan main yang berlaku serta langkah-langkah yang bisa diambil guna mempersiapkan diri jika PHK terjadi.
Melansir laman Jobstreet, berikut beberapa tipe PHK yang bisa kamu pelajari:
Jenis-jenis PHK
1. PHK berdasarkan hukumJenis PHK ini dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Beberapa situasi yang termasuk dalam kategori ini adalah ketika seorang karyawan meninggal dunia, mencapai usia pensiun, atau ketika permohonan PHK yang diajukan perusahaan ditolak oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
2. PHK karena pelanggaran perjanjian kerja
PHK ini terjadi ketika salah satu pihak, biasanya karyawan, melanggar kesepakatan yang telah dibuat dalam perjanjian kerja. Sebelum memutuskan PHK, perusahaan umumnya harus memberikan peringatan secara bertahap, biasanya hingga tiga kali. Jika pelanggaran tetap berlanjut setelah surat peringatan ketiga, perusahaan berhak melakukan PHK.
3. PHK akibat keadaan tertentu
PHK jenis ini dilakukan karena kondisi yang tidak terduga, baik dari pihak perusahaan maupun karyawan. Misalnya, selama pandemi beberapa tahun lalu, banyak perusahaan terpaksa melakukan PHK akibat kerugian besar. Selain itu, PHK juga bisa dilakukan jika karyawan mengalami sakit berkepanjangan yang menghambat pekerjaannya.
4. PHK sepihak
PHK sepihak terjadi ketika perusahaan memutuskan hubungan kerja tanpa pemberitahuan kepada karyawan. Ini biasanya disebabkan oleh pelanggaran seperti ketidakhadiran tanpa izin selama lima hari berturut-turut. Namun, dalam beberapa kasus, PHK sepihak juga bisa dimanfaatkan perusahaan untuk memutuskan hubungan kerja meski tidak ada pelanggaran serius dari karyawan.
| Baca juga: Siap-siap, Gelombang PHK Berlanjut hingga Akhir Tahun |
Aturan PHK
Tindakan PHK harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam peraturan perburuhan nasional. Hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 35/2021, Bab V, yang mengatur berbagai aspek PHK.Pasal 36 menjelaskan alasan-alasan yang dapat mendasari dilakukannya PHK. Alasan-alasan tersebut akan menentukan perhitungan hak-hak yang berhak diterima oleh karyawan yang terkena PHK.
Pasal 37 hingga 39 membahas tata cara pelaksanaan PHK, mulai dari pemberitahuan hingga proses PHK. Jika tidak ada kesepakatan, perselisihan akan diselesaikan melalui mekanisme hubungan industrial sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pasal 40 hingga 59 mengatur tentang hak-hak yang timbul akibat PHK, seperti uang pesangon, uang penggantian hak, uang penghargaan masa kerja, serta kompensasi lain yang berhak diterima oleh karyawan.
Hak karyawan yang terkena PHK
Ketika perusahaan melakukan PHK, ada beberapa hak yang wajib dipenuhi untuk karyawan yang terkena dampak.1. Uang pesangon
Sesuai dengan pasal 156 ayat 2 dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, perusahaan wajib memberikan uang pesangon kepada karyawan yang terkena PHK dengan jumlah yang telah ditetapkan.
2. Uang penghargaan masa kerja
Selain pesangon, karyawan yang terkena PHK juga berhak mendapatkan uang penghargaan masa kerja, sebagaimana diatur dalam pasal 156 ayat 3 UU Ketenagakerjaan, yang nilainya ditentukan berdasarkan masa kerja.
3. Uang pengganti hak
Karyawan yang terkena PHK juga berhak menerima uang pengganti hak yang belum diterima, seperti:
- Cuti tahunan yang belum digunakan.
- Biaya transportasi harian.
- Penggantian untuk perumahan, pengobatan, dan perawatan sebesar 15 persen dari total pesangon.
- Hak lain yang tercantum dalam kontrak kerja.
Selain itu, karyawan yang terkena PHK juga dapat mengklaim manfaat dari program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang untuk membantu mereka yang baru saja kehilangan pekerjaan.
Menghadapi dampak PHK
Mengalami PHK bukanlah hal yang mudah, terutama karena tekanan emosional dan finansial yang bisa muncul. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan mental dan menghadapi situasi ini dengan lebih baik.1. Dampak PHK pada kesehatan mental
Setelah kehilangan pekerjaan, rasa cemas, marah, dan tertekan sering kali muncul. Tekanan finansial dan ketidakpastian masa depan juga bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyadari dampak emosional ini dan melakukan langkah-langkah yang bisa menjaga kesehatan mental.
2. Menjaga kesehatan mental
Berpikir positif setelah PHK memang sulit, terutama jika kamu telah lama bekerja di perusahaan tersebut. Mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman dekat dapat membantu. Berbagi perasaan dan pengalaman dengan mereka bisa meringankan beban emosional dan membantu menjaga keseimbangan mental.
3. Konsultasi dengan profesional
Selain dukungan dari orang terdekat, pertolongan profesional seperti psikolog atau psikiater bisa sangat membantu. Dengan layanan yang lebih terjangkau, seperti melalui BPJS, kamu bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mentalmu setelah PHK.
4. Membangun dukungan sosial
Menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman dapat memulihkan kepercayaan diri dan semangat. Dukungan sosial ini akan membantu kamu bangkit dari dampak emosional PHK dan memberi kekuatan untuk menghadapi tantangan ke depan.
5. Mengeksplorasi peluang baru
PHK bukan akhir dari perjalananmu. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, mengasah keterampilan, dan memperluas jaringan. Dengan begitu, kamu bisa menemukan peluang baru yang mungkin lebih baik di masa depan.
Dengan meningkatnya angka PHK, penting bagi pekerja untuk memahami berbagai aspek yang terkait dengan pemutusan hubungan kerja. Mulai dari jenis-jenis PHK yang ada, aturan hukum yang mengatur, hingga hak-hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan, semua ini menjadi penting untuk diketahui agar kamu dapat melindungi diri dan hakmu. (Nanda Sabrina Khumairoh)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)