REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) angkat suara mengenai kabar bahwa Unilever global berencana akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawannya di Eropa hingga akhir 2025. Disebutkan bahwa belum ada perincian negara-negaranya atas rencana itu.
Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Vivek Agarwal menuturkan, hal tersebut diperkirakan berdampak secara global. Dan oleh karena itu nantinya bakal ada konsultasi dan persyaratan hukum yang berjalan.
“Namun saat ini kami tidak memberikan (informasi) rinciannya. Itu masih berproses,” kata Vivek dalam agenda pengumuman Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk yang digelar secara daring, Rabu (23/7/2024).
Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya opsi efisiensi yang diterapkan perusahaan di Indonesia untuk menjaga kinerja keuangan, Vivek mengatakan bahwa sebenarnya sebelum program itu diumumkan secara global, pihaknya sudah memiliki program efisiensi atau penghematan yang berkelanjutan.
“Di Indonesia, kami juga terus meninjau secara struktural inisiatif apa saja yang dapat kami terapkan, yang akan membantu kami mengatur ulang standar kami secara struktural. Artinya mengganti mesin berkecepatan lambat dengan mesin berkecepatan tinggi,” tuturnya.
Menurut penuturan Vivek, bahkan dalam 3—5 tahun terakhir, Indonesia mencatatkan hasil produktivitas yang sangat baik. Hal itu menjadi siklus perbaikan yang berkelanjutan ke depan.
Ditegaskan bahwa upaya-upaya inisiatif soal efisiensi dan produktivitas menjadi bagian untuk memastikan bahwa bisnis selalu sesuai dengan masa depan. Vivek juga menekankan, kondisi apapun yang terjadi di depan, termasuk kabar ribuan karyawan Unilever di Eropa akan di-PHK, pihaknya akan selalu terbuka di Indonesia.
“Jadi apapun dampaknya bagi Indonesia, kami akan selalu terbuka sebagai perusahaan terbuka di Indonesia. Namun saat ini, untuk program global ini, kami belum memberikan rinciannya. Kami tidak memiliki rincian lebih lanjut mengenai rincian negara per negara,” terangnya.
Unilever dikabarkan berencana....
Sebelumnya, Unilever dikabarkan berencana akan melakukan PHK sepertiga karyawannya di Eropa hingga akhir tahun 2025. Langkah efisiensi tersebut merupakan strategi CEO Unilever Hein Schumacher untuk mendorong bisnis perusahaan untuk tetap tumbuh.
“Saat ini, selama beberapa minggu ke depan, kami akan memulai proses konsultasi dengan karyawan yang mungkin terdampak oleh perubahan yang diusulkan,” kata juru bicara Unilever melalui email dikutip Reuters, Sabtu (13/7/2024).
Rencananya, sebanyak 3.200 posisi di perusahaan akan dipangkas hingga akhir 2025. PHK tersebut juga menjadi strategi global Unilever yang akan mengurangi 7.500 pegawai seperti yang diumumkan pada Maret 2024.
“Yang terdampak dalam efisiensi di Eropa antara sekarang dan akhir tahun 2025 kisaran 3.000 hingga 3.200 karyawan,” kata Kepala SDM Unilever Constantina Tribou.