#30 tag 24jam
Mau Tahu Gaji di Jepang 2024? Segini UMR dan Kenaikannya Per Tahun
Mau tahu gaji di Jepang terbaru 2024? Simak UMR, faktor-faktor pengaruh gaji, serta kenaikan gajinya per tahun. [876] url asal
#gaji #upah #jepang #workstatus #kisaran-gaji #ilmu #tokyo-portfolio #mau-tahu-gaji #pendidikan #umr #sma #diploma #saitama #salary-explorer #jepang-jepang #osaka #pekerja #angka #besarnya-gaji #detikers #jpy-6 #tokyo #peng
(detikFinance - Market Research) 25/10/24 05:49
v/16966566/
Gaji di Jepang yang dikenal tinggi membuat banyak orang ingin bekerja di sana. Mungkin detikers bertanya-tanya, berapa gaji di Jepang? Untuk mengetahuinya, simak artikel ini. Kita akan ulas kisaran gaji, upah minimum regional (UMR), faktor pengaruh gaji, hingga kenaikannya per tahun.
Berapa Gaji di Jepang?
Dilansir dari Tokyo Portfolio, rata-rata karyawan di Jepang mendapat gaji bulanan sekitar JPY 515.000. Dihitung dengan kurs JPY 1 = Rp 103 maka gaji bulanannya bisa mencapai Rp 53 juta. Nilai ini sudah termasuk tunjangan tempat tinggal dan transportasi.
Namun tentunya gaji kamu akan disesuaikan berdasarkan banyak faktor. Lebih lengkapnya, simak rincian gaji di Jepang berikut ini:
Kisaran Gaji di Jepang
Jika dilihat dari kisaran gaji di Jepang, maka karyawan di Jepang per bulannya mendapatkan antara JPY 130.000 (Rp 13,4 juta) sampai JPY 2.300.000 (Rp 230 juta).
Median Gaji di Jepang
Sementara dilihat dari median gaji di Jepang pada 2024, yakni sekitar JPY 471.000 (Rp 48,5 juta) per bulan.
Gaji median dihitung dengan memisahkan dua bagian populasi pekerja, yaitu 50% orang Jepang berpenghasilan di atas pendapatan median, dan 50% lainnya yang berpenghasilan lebih rendah.
UMR di Jepang
Jepang juga memiliki aturan mengenai UMR di masing-masing daerah memiliki gaji berbeda. Sebagai gambaran, UMR di Tokyo adalah sekitar JPY 985 (Rp 101 ribu) per jam.
Angka di atas lebih tinggi dari upah minimum rata-rata nasional Jepang yang sebesar JPY 961 (Rp 99 ribu) per jam. Jepang biasanya menggunakan sistem kerja 40 jam sepekan
Faktor yang Mempengaruhi Gaji di Jepang
Setidaknya ada empat faktor utama yang mempengaruhi besarnya gaji di Jepang:
1. Wilayah Kerja
Berikut ini rata-rata gaji per bulan di sejumlah wilayah di Jepang:
- Tokyo: 574.000 (Rp 59 juta)
- Osaka: JPY 555.000 (Rp 57 juta)
- Nagoya: JPY 545.000 (Rp 56 juta)
- Fukuoka: JPY 526.000 (Rp 54 juta)
- Kyoto: JPY 505.000 (Rp 52 juta)
- Kawasaki: JPY 495.000 (Rp 51 juta)
- Saitama: JPY 486.000 (Rp 50 juta)
- Hiroshima: JPY 476.000 (Rp 49 juta)
- Okinawa: JPY 390.000 (Rp 40 juta)
2. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan karyawan juga mempengaruhi besarnya pendapatan. Perkiraan kenaikan gaji karena tingkat pendidikan adalah sebagai berikut:
- Diploma: 17% lebih tinggi dari SMA
- Sarjana: 24% lebih tinggi dari Diploma
- Master: 29% lebih tinggi dari Sarjana
- Doktor: 23% lebih tinggi dari Master
3. Tingkat Pengalaman
Faktor lainnya adalah lamanya bekerja atau pengalaman kerja. Berikut ini perkiraan kenaikan gaji karena tingkat pengalaman kerja:
- Kurang dari 2 tahun: gaji awal
- 2-5 tahun: 32% lebih tinggi dari < 2 tahun
- 5-10 tahun: 36% lebih tinggi dari < 5 tahun
- 10-15 tahun: 21% lebih tinggi dari < 10 tahun
- 15-20 tahun: 14% lebih tinggi dari < 15 tahun
- Di atas 20 tahun: 9% lebih tinggi dari < 20 tahun
4. Jenis Industri
Sektor pekerjaan atau jenis industri tempat kamu bekerja juga menawarkan gaji yang berbeda-beda. Berikut ini perkiraan gaji rata-rata tahunan berdasarkan jenis industrinya:
- Medis dan Kesehatan: JPY 9.220.000 (Rp 951 juta)
- Ilmu Pengetahuan dan Layanan Teknis: JPY 8.270.000 (Rp 853 juta)
- Real Estate: JPY 6.990.000 (Rp 721 juta)
- Pendidikan: JPY 6.550.000 (Rp 676 juta)
- Keuangan dan Akuntansi: JPY 6.360.000 (Rp 656 juta)
Kenaikan Gaji Per Tahun
Dikutip dari Workstatus berdasarkan Salary Explorer, karyawan biasanya mendapatkan kenaikan gaji per tahun berdasarkan jabatan maupun jenis industrinya.
Kenaikan Gaji Berdasarkan Masa Kerja
Berikut persentase kenaikan gaji di Jepang per tahun berdasarkan jabatannya:
- Top manager: 15% - 20%
- Senior: 10% - 15%
- Middle: 6% - 9%
- Junior: 3% - 5%
Kenaikan Gaji Berdasarkan Jenis Industri
Berikut persentase kenaikan gaji di Jepang per tahun berdasarkan jenis industrinya:
- Pendidikan: 2%
- Konstruksi: 3%
- Perjalanan: 4%
- Perawatan Kesehatan: 5%
- Teknologi Informasi: 6%
- Energi: 7%
- Perbankan: 8%
Itulah tadi informasi mengenai gaji di Jepang jika detikers ingin kerja di sana, lengkap dengan besar UMR, faktor-faktor pengaruh gaji, serta kenaikan gajinya per tahun.
(bai/row)
BlackRock: Bitcoin sebagai Aset Diversifikasi di Tengah Ketidakpastian Global
BlackRock menyoroti Bitcoin sebagai aset diversifikasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, termasuk kondisi ekonomi AS. [788] url asal
#bitcoin #blackrock #diversifikasi #investasi #kripto #portfolio #utang-as
(BlockChain-Media) 19/09/24 22:04
v/15254662/
BlackRock, perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, belum lama ini menerbitkan laporan terbaru yang menyoroti potensi Bitcoin sebagai aset diversifikasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Laporan ini mencerminkan minat yang semakin besar dari klien institusional terhadap Bitcoin, sekaligus menegaskan keyakinan BlackRock bahwa Bitcoin memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari aset tradisional.
Dalam laporan tersebut, BlackRock menegaskan bahwa meskipun Bitcoin dianggap sebagai aset berisiko tinggi karena volatilitasnya, sifat-sifat mendasarnya seperti terdesentralisasi (decentralized), pasokan unit tetap, dan independensi dari sistem moneter negara manapun memberikan daya tarik tersendiri. Hal ini menjadi lebih relevan mengingat meningkatnya kekhawatiran global terkait stabilitas moneter, utang AS yang meningkat, serta ketegangan geopolitik di berbagai wilayah.
Bitcoin Menarik Saat Terjadi Gejolak GlobalBlackRock mengakui, sejak diperkenalkan pada 2009, Bitcoin telah mengalami pertumbuhan pesat dan adopsi global yang meluas. Sebagai mata uang digital yang sepenuhnya terdesentralisasi, Bitcoin menawarkan solusi untuk masalah-masalah yang selama ini melekat pada sistem moneter tradisional. Pasokan Bitcoin yang dibatasi hanya hingga 21 juta unit memberikan jaminan bahwa aset ini tidak akan mudah terdevaluasi seperti mata uang fiat yang sering kali diterbitkan secara berlebihan oleh pemerintah.
“Bitcoin adalah aset yang unik karena sifatnya yang tidak memiliki hubungan langsung dengan risiko makroekonomi, seperti krisis sistem perbankan atau devaluasi mata uang,” tulis BlackRock dalam laporan yang dirilis pada Rabu (18/9/2024) tersebut.
Mereka menambahkan, ketiadaan risiko dari pihak ketiga dan keterlepasannya dari satu negara menjadikannya menarik di saat terjadi gejolak global.
BlackRock juga mencatat bahwa, meskipun ada periode di mana Bitcoin tampak bergerak sejalan dengan pasar saham atau aset berisiko lainnya, dalam jangka panjang Bitcoin menunjukkan pola yang berbeda. Ini membuatnya berpotensi menjadi diversifier yang efektif dalam portofolio investasi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ketidakstabilan fiskal, termasuk kekhawatiran tentang utang AS yang terus meningkat.
Ada Pembengkakan Utang AS, Robert Kiyosaki Gemborkan Beli Bitcoin, Lagi
Pergerakan Bitcoin dan Korelasi dengan Aset LainDalam laporannya, BlackRock juga menyoroti beberapa episode volatilitas pasar Bitcoin baru-baru ini, termasuk pada 5 Agustus 2024, di mana Bitcoin mengalami penurunan harian sebesar 7 persen, bersamaan dengan penurunan 3 persen di indeks S&P 500.
Menurut perusahaan internasional itu, penurunan ini terjadi karena aksi jual besar-besaran di pasar global yang dipicu oleh pembalikan “carry trade” yen Jepang. Episode tersebut diperburuk oleh serangkaian likuidasi terkait kebangkrutan perusahaan kripto besar seperti Genesis dan MtGox.
Namun, seperti yang sering terjadi, harga Bitcoin pulih dengan cepat, kembali ke level sebelum aksi jual dalam waktu tiga hari. BlackRock menekankan bahwa ini adalah pola umum di mana aksi jual jangka pendek sering kali diikuti oleh pemulihan harga, mencerminkan kekuatan fundamental Bitcoin dalam jangka panjang.
“Pasar Bitcoin sering kali bereaksi negatif terhadap kejadian-kejadian global tertentu, namun sejarah menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin pada akhirnya menang atas reaksi perdagangan jangka pendek,” tertera di laporan tersebut.
BlackRock juga mengutip kutipan terkenal dari Warren Buffett, bahwa pasar saham adalah alat untuk mentransfer uang dari orang yang tidak sabar ke orang yang sabar, yang menurut mereka juga berlaku di pasar Bitcoin.

Walaupun BlackRock optimis tentang masa depan Bitcoin, perusahaan ini tidak mengabaikan risiko yang masih melekat pada aset ini. Bitcoin masih dalam tahap awal adopsi global dan pasar kripto secara umum masih relatif muda. Tantangan regulasi, ketidakpastian mengenai jalur adopsi, dan ekosistem yang belum matang menjadi beberapa risiko utama yang dihadapi Bitcoin.
“Bitcoin adalah aset yang berisiko tinggi, terutama karena volatilitasnya yang ekstrem, namun, yang membuatnya menarik adalah sebagian besar risiko yang dihadapi Bitcoin berbeda dari risiko aset tradisional,” sebut mereka.
Sebagai contoh, laporan tersebut mencatat bahwa model investasi konvensional yang membagi aset antara “risk-on” dan “risk-off” tidak sepenuhnya berlaku untuk Bitcoin. Sifat Bitcoin yang tidak terkait langsung dengan variabel makroekonomi utama membuatnya tidak sesuai dengan kerangka tradisional tersebut. Dalam konteks portofolio, Bitcoin dapat memiliki efek diversifikasi pada alokasi yang kecil, tetapi pada ukuran posisi yang lebih besar, volatilitasnya yang tinggi dapat mempengaruhi risiko keseluruhan portofolio.
Meningkatnya Minat Institusi terhadap BitcoinSalah satu faktor pendorong utama di balik meningkatnya minat terhadap Bitcoin adalah kekhawatiran yang terus tumbuh tentang utang pemerintah AS dan kemungkinan melemahnya dolar AS sebagai mata uang cadangan global. BlackRock mencatat bahwa kekhawatiran serupa juga muncul di negara-negara lain yang mengalami akumulasi utang signifikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak institusi yang tertarik untuk mengalokasikan sebagian portofolio mereka ke Bitcoin sebagai perlindungan terhadap kemungkinan krisis ekonomi atau fiskal di masa depan. Di tengah kekhawatiran ini, Bitcoin mulai dilihat sebagai alternatif yang layak terhadap aset-aset cadangan tradisional, seperti emas.
Laporan BlackRock menegaskan bahwa meskipun Bitcoin masih merupakan aset yang berisiko tinggi, sifat dasarnya yang unik menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor yang mencari diversifikasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dengan meningkatnya perhatian terhadap utang AS, ketegangan geopolitik, dan ketidakstabilan moneter global, Bitcoin berpotensi menjadi lindung nilai yang semakin penting di masa depan. [ps]
Ekonomi AS Tangguh, Analis Reku: Imbas ke Pasar Kripto Belum Cukup Positif
Data terbaru yang mencerminkan ekonomi AS yang tangguh ternyata belum memberikan dampak positif terhadap pasar kripto. [469] url asal
#akumulasi #altcoin #amerika-serikat #bitcoin #bullish #dolar-as #eth #kripto #paman-sam #pasar-kripto #portfolio
(BlockChain-Media) 19/08/24 16:40
v/14516207/
Data terbaru yang mencerminkan ekonomi AS yang tangguh ternyata belum memberikan dampak positif terhadap pasar kripto, menurut Analis Reku, Fahmi Almuttaqin. Pasar masih menanti potensi pemangkasan suku bunga pada September mendatang.
Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk Juli 2024 menunjukkan inflasi yang semakin mereda, dengan harga konsumen naik hanya 2,9 persen dalam 12 bulan terakhir, yang merupakan kenaikan tahunan terendah sejak Maret 2021.
Secara bulanan, harga naik tipis 0,2 persen. Sektor hunian dan transportasi menjadi pendorong utama kenaikan ini, dengan biaya hunian menyumbang hampir 90 persen dari kenaikan inflasi bulanan. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, naik 3,2 persen year-on-year(YoY).
Ekonomi AS yang Tangguh Belum Berdampak Positif pada Pasar Kripto
Namun demikian, data terkini mengenai ekonomi AS yang tangguh itu belum memberikan dampak positif terhadap pasar kripto secara global.
Menurut Fahmi, fokus persepsi investor saat ini lebih pada potensi penundaan penurunan suku bunga The Fed, meskipun ekonomi AS yang resilien mungkin berdampak positif terhadap sektor bisnis di negara tersebut. Namun, dampaknya terhadap pasar kripto tidak signifikan. Ini ditandai dengan pelemahan kapitalisasi pasar kripto secara global selama 30 hari terakhir, dari US$2,34 triliun menjadi US$2,08 triliun, berdasarkan data dari Coinmarketcap.

The Fed telah mempertahankan suku bunga acuannya di atas 5 persen sejak Juli 2023, dengan tujuan menahan inflasi yang mencapai puncaknya pada 9,1 persen pada pertengahan tahun 2022.
“Prospek ekonomi AS dalam dua bulan ke depan beragam, dan ini menyebabkan pasar kripto berada pada ketidakpastian yang meningkat. Namun, tren penurunan inflasi yang semakin stabil dengan prospek pertumbuhan ekonomi AS yang masih terjaga dapat berpotensi membuat kebijakan ekonomi yang lebih longgar berlangsung secara progresif dan mungkin bertahan cukup lama. Perubahan kebijakan tersebut, menurut kami, masih berpotensi diberlakukan di sisa tahun ini,” ujar Fahmi.
Di tengah dinamika ini, strategi akumulasi secara bertahap dan pengelolaan portofolio secara lebih aktif menjadi opsi yang menarik bagi para investor.
Ramalan Terbaru Potensi The Fed Pangkas Suku Bunga Lagi
“Volatilitas pasar kripto yang lebih terukur saat ini, dengan potensi terjadinya siklus bullish yang lebih besar pasca perubahan kebijakan suku bunga The Fed, membuat potensi return dari pengelolaan portofolio secara aktif menjadi lebih tinggi. Di situasi seperti ini juga, banyak aset kripto potensial dengan peluncuran peningkatan teknologi dan fitur produk yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, yang belum banyak diketahui oleh investor sebab masih minimnya perhatian terhadap aset kripto khususnya altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah,” pungkas Fahmi.
Strategi akumulasi dapat dilakukan dengan mudah apabila investor memantau pergerakan harga saat membeli aset kripto, sehingga dapat menilai level harga dan potensi keuntungannya. Saat ini, pengguna Reku tidak perlu menghitung manual pergerakan harga saat membeli aset, karena telah tersedia fitur Portfolio Analysis yang meliputi harga rata-rata pembelian aset, potensi laba/rugi (unrealized profit/loss), hingga kalender laba/rugi historis serta alokasi keseluruhan investasi. [ps]
