#30 tag 24jam
Maggiore Signature Perkuat Area Komersial di Gading Serpong
Paramount Land juga mengembangkan Maggiore Hills Park, yakni sebuah area terbuka hijau seluas 2,3 hektare - Halaman all [342] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #paramount-land #properti-komersial #gading-serpong #maggiore-signature #area-komersial #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/11/24 20:16
v/17469329/
Jakarta, Investor.id- Paramount Land sebagai salah satu pengembang utama Kota Gading Serpong, Tangerang, Banten memperkuat area komersial lewat Maggiore Signature.
Properti komersial yang dibanderol mulai Rp2,9 miliar per unit itu mengusung gaya American Classic.
Menurut Norman Daulay, direktur Paramount Land, pihaknya senantiasa mengembangkan area komersial dengan diferensiasi, diversifikasi, dan inovasi sesuai kebutuhan dan selera masyarakat pada saat produk tersebut diluncurkan.
“Sejalan dengan komitmen Paramount Land dalam menghadirkan properti yang berkelanjutan, kami meluncurkan Maggiore Signature ‘Premium Business, Natural Vibes’, sebuah area komersial yang terintegrasi dengan alam dan menghadap area terbuka hijau,” kata dia dalam siaran pers dikutip Senin (4/11/2024).
Dia menambahkan, mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan, Paramount Land mengembangkan Maggiore Hills Park, yakni sebuah area terbuka hijau seluas 2,3 hektare (ha).
“Maggiore Signature berada di lokasi yang sangat strategis, dikelilingi area komersial yang sudah sangat hidup seperti Pisa Grande, Sorrento Square, Sorrento Grande, Maggiore Junction, serta Maggiore Square dan Maggiore Business Loft yang sedang dalam tahap serah-terima,” tutur Chrissandy Dave, direktur Marketing & Sales Paramount Land.
Dia menjelaskan, area komersial di kawasan ini memiliki keunggulan dari segi area parkir yang sangat luas dan multi-access entrance yang sangat fleksibel untuk berbagai jenis usaha.
Menurut Henry Napitupulu, direktur eksekutif Planning & Design Paramount Land, Maggiore Signature mengusung karakteristik bangunan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni konsep ‘Premium Business, Natural Vibes’ yang mengintegrasikan bangunan premium modern dengan unsur alam.
“Maggiore Signature didukung oleh lokasi yang sangat strategis dan berseberangan dengan kawasan terbuka hijau Maggiore Hills Park,” ujarnya.
Henry menerangkan, Paramount Land melihat tingginya animo masyarakat terhadap fitur Alfresco pada saat peluncuran Madison Grande, yakni area terbuka berbentuk teras atau balkon yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan bisnis.
“Untuk mendukung fitur ini dan memaksimalkan potensi lokasi kawasan, Maggiore Signature mengusung konsep ‘Street Gallery, Open Corridor Experience’, dengan massa bangunan komersial yang membentuk satu baris lurus sehingga pengunjung dapat menikmati suasana yang terbuka dan mudah menjangkau setiap toko,” kata dia.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Prospek Area Komersial hingga Proyek Kilang di Tangan Prabowo
Prospek properti area komersial hingga proyek kilang di tangan Prabowo menjadi berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id. [1,505] url asal
#properti-komersial #kilang-minyak #energi #prabowo
(Bisnis.Com - Ekonomi) 20/10/24 07:00
v/16728220/
Bisnis, JAKARTA— Setelah pandemi, minat terhadap area komersial terus tumbuh, tidak hanya untuk Food and Beverage (F&B) tetapi juga untuk klinik dan farmasi. Bahkan, banyak pengembang menawarkan ruko yang dapat diubah menjadi coworking space.
Prospek properti area komersial hingga proyek kilang di tangan Prabowo menjadi berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Minggu (20/9/2024). Berikut selengkapnya
1. Menerka Prospek Properti Area Komersial di Kawasan Township
Dalam beberapa tahun terakhir, area komersial di kawasan township terus mengalami perkembangan yang pesat.Seperti contohnya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang pengembangan area komersial sangat pesat. PIK tidak hanya membangun ruko komersial saja tetapi juga membangun kawasan komersial berkonsep stand alone.
Selain PIK 2, kawasan Gading Serpong juga gencar membangun area komersial berupa ruko maupun kavling stand alone.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan area komersial saat ini menjadi salah satu alternatif ruang ritel yang ekonomis, dan memiliki keunggulan dekat dengan kantong permukiman, fleksibel, memiliki opsi operasional 24 jam menjadi pilihan new starter.
Setelah pandemi, minat terhadap area komersial terus tumbuh, tidak hanya untuk Food and Beverage (F&B) tetapi juga untuk klinik dan farmasi. Bahkan, banyak pengembang menawarkan ruko yang dapat diubah menjadi coworking space.
Terlebih saat ini, beberapa jenis ritel memilih pindah dari mall ke ruko yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional atau mendekatkan diri dengan komunitas lokal.
“Namun memang sebagian besar peritel di ruko melakukan redesign interior ruangnya menjadi lebih menarik,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (19/10/2024).
Saat ini, area komersial yang diminati dan menarik bagi pengusaha ataupun investor, yaitu lokasi yang strategis terutama di kawasan yang memiliki konektivitas yang tinggi dapat meningkatkan nilai investasi secara signifikan.
Selain itu, area komersial dengan konsep yang modern dan tata letak interior yang terbuka tanpa banyak sekat menjadi pilihan yang popular saat ini karena memberikan fleksibilitas penggunaan ruang untuk menyesuaikan dengan berbagai jenis bisnis memberikan daya tarik tambahan bagi pembeli. Konsep ini juga lebih mudah diubah menjadi konsep ritel, kantor dan bahkan kafe.
2. Bisnis Properti Makin Berkibar Efek Proyek Infrastruktur Era Jokowi
Selama 10 tahun terakhir, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program yang berjalan masif era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan infrastruktur tersebut berupa jalan tol, jalan nasional, bendungan, rumah, Pos Lintas Batas Negara (PLBN), bandara, kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB), Light Rail Transit (LRT), hingga pelabuhan.
Hingga awal September 2024, panjang jalan tol yang telah beroperasi hampir mencapai 3.000 kilometer. Khusus era Pemerintahan Jokowi, sepanjang 2.200 kilometer jalan tol baru telah beroperasi dari total rencana 2.700 kilometer.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, sejak pertama kali dibangun pada tahun 1978 hingga Juni 2024, total panjang jalan tol di Indonesia telah mencapai 2.893,02 kilometer. Panjang jalan tol yang dibangun pada periode tahun 1978 hingga 2014 sekitar 790 kilometer, dan kemudian sepanjang 2.103 kilometer telah beroperasi dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data ini menunjukkan sekitar 72,7% dari total panjang jalan tol di Indonesia dibangun selama era Jokowi. Selama kepemimpinannya, Jokowi disebut telah membangun 6.000 km jalan nasional baru.
Pembangunan infrastruktur dan transportasi selama 1 dekade di masa pemerintahan Jokowi ini tentu berdampak signifikan bagi bisnis properti.
Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masuk lima besar dari total 23 sub-sektor selama periode Januari hingga September 2024 mencapai Rp91,56 triliun
Rinciannya untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), realisasi investasi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp56,51 triliun dengan 11.294 proyek, menempati peringkat ketiga dari total 23 sub-sektor. Sementara untuk realisasi PMA sebesar US$2,33 miliar atau sekitar Rp35,04 triliun dengan 9.432 proyek, atau peringkat sembilan dari total 23 sub-sektor.
3. Jurus Pemerintah dan Swasta Tingkatkan Kompetensi Pekerja Konstruksi
Pembangunan infrastruktur yang semakin cepat di Indonesia menciptakan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja konstruksi yang kompeten, terampil dan bersertifikasi. Menurut data terbaru, Indonesia memerlukan sekitar 12 juta pekerja konstruksi, namun pada tahun 2023, hanya 720.000 di antaranya yang telah bersertifikasi. Kesenjangan besar ini menjadi tantangan serius bagi sektor konstruksi terutama untuk menjaga kualitas dan juga dalam mewujudkan konsep konstruksi yang berkelanjutan.
Terlebih pada pemerintahan baru mendatang juga menggencarkan proyek infrastruktur dan pembangunan 3 juta unit rumah setiap tahunnya.
Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW III) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Semen Merah Putih, dan Dulux melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di tengah maraknya pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW III) Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Samuel EDP Tampubolon mengatakan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung kompetensi tenaga kerja di sektor konstruksi.
Program kolaborasi ini berfokus memberikan pelatihan komprehensif mencakup keterampilan teknis pada pondasi bangunan serta estetika dalam konstruksi. Kolaborasi ini menjadi penting karena keterampilan teknis dan estetika saling melengkapi dalam menghasilkan konstruksi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Peningkatan kualitas tenaga kerja tersebut diyakini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat sisi struktur bangunan, tetapi juga memperbaiki estetika dan ramah lingkungan.
“Tenaga kerja yang bersertifikasi adalah fondasi dari setiap proyek konstruksi yang aman dan berkualitas. Dengan sertifikasi ini, pekerja konstruksi dapat memenuhi standar yang ditetapkan, meningkatkan produktivitas, dan meminimalisir risiko kecelakaan di lapangan. Ini adalah kunci untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja kita di tingkat nasional maupun global,” ujarnya dikutip Sabtu (19/10/2024).
4.Langkah Maju Muhammadiyah Eksekusi Tambang Batu Bara
Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan Muhammadiyah terus mematangkan rencana untuk mengelola wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) batu bara yang ditawarkan pemerintah.
Setelah sebelumnya disebut-sebut tengah berfokus untuk melakukan penataan infrastruktur internal sebelum mengeksekusi konsesi atau izin usaha pertambangan khusus (IUPK) batu bara yang diberikan pemerintah, Muhammadiyah kini mulai melaksanakan survei untuk mencari titik tambang yang akan dikelola oleh ormas tersebut.
Sebelumnya, pemerintah memberikan dua opsi lokasi pertambangan bekas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk Muhammadiyah, yakni bekas lahan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Arutmin Indonesia.
Namun, alih-alih menerima area tambang batu bara yang ditawarkan pemerintah, Muhammadiyah disebut-sebut masih mempertimbangkan untuk menggarap lokasi tambang lain.
Dalam perkembangannya, Ketua Tim Pengelola Tambang Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengatakan bahwa ormas keagamaan itu tengah mengkaji untuk memakai lahan tambang batu bara wilayah bekas PKP2B Adaro Energy, Kideco, dan Arutmin Indonesia di Kalimantan Timur.
“Mengenai di mana yang kami pilih dari yang sudah diumumkan oleh Pak Bahlil, itu sudah kami survei. Kami sudah bentuk survei internal Adaro, Kideco, Arutmin. Jadi kami sudah bentuk tim untuk survei internal kami,” tuturnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (18/10/2024).
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa proses survei awal yang dilakukan oleh ormasnya mencakup studi geologi, pemetaan, penilaian ekonomi hingga studi lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan sebelum memulai eksplorasi atau pengembangan tambang batu bara demi mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan mengenai potensi dan kelayakan suatu area untuk penambangan.
“Jadi ini kami masih membentuk lembaga yang ada di Muhammdiyah. Saya tidak ingin kami menerima tambang, kemudian ternyata yang mengerjakan bukan kami. Nanti akan kami tambah lagi satu PT [perseroan terbatas] karena ada kemungkinan kami akan pada waktu penambangan tidak hanya satu titik yang akan kami kerjakan, tapi itu juga masih perkiraan,” tuturnya.
5. Asa Proyek Kilang Minyak Tuban di Tangan Prabowo
Pengembangan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang hingga kini masih mandek, terutama setelah afiliasi perusahaan migas Rosneft asal Rusia terkena sanksi akibat ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, diharapkan ada titik terang setelah pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto dilantik.
Proyek senilai US$13,5 miliar atau setara dengan Rp205,05 triliun yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bersama mitra asal Rusia, Rosneft Singapore Pte. Ltd. tersebut masih mandek lantaran terkendala sanksi negara-negara Barat yang dikenakan terhadap perusahaan Rusia akibat invasi terhadap Ukraina.
Di sisi lain, kelanjutan proyek strategis nasional (PSN) itu juga masih menggantung karena keputusan akhir investasi (final investment decision/FID) tak kunjung ditetapkan. Rosneft diketahui juga masih belum menyetujui penyertaan modal untuk pengembangan proyek atau site development lantaran belum diperolehnya FID GRR Tuban.
Pada saat yang sama, perburuan mitra strategis untuk menggantikan posisi Rosneft di megaproyek GRR Tuban, Jawa Timur tersebut bersama PT Pertamina (Persero) masih belum membuahkan hasil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya akan mengkaji masalah teknis pada Kilang Tuban apabila kembali diamanahkan untuk menjabat pada pemerintahan Prabowo.
“Secara teknisnya, apa persoalannya saya belum mendalaminya, tetapi kalau katakanlah kepercayaan itu dan amanah itu tetap masih diberikan kepada kami untuk melaksanakan, maka kami pasti akan detailkan apa persoalan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (18/10/2024).
Dia bercerita ihwal kendala terkait dengan proyek Kilang Tuban sudah mulai ditangani sejak masih menjabat sebagai menteri investasi/kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kala itu, Bahlil yang menangani pembebasan lahan, perizinan hingga rekomendasi insentif. Kendati demikian, Bahlil mengakui masih terdapat sejumlah kendala di luar perannya sebagai menteri investasi.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan yang diterima dari Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Bahlil menyebutkan bahwa target keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) ditargetkan rampung pada November 2024.
“Menurut hasil pembicaraan Pertamina kepada ESDM yang dilaporkan baru 2 hari lalu [target FID November],” ujarnya.
Indeks Permintaan Naik, Jababeka Intip Peluang Properti Komersial
Saat ini tren bangunan komersil multiguna di Indonesia tengah meningkat perkembangannya lantaran sangat ideal bagi ekosistem bisnis [452] url asal
#properti-komersial #properti-multiguna #properti #jababeka #kawasan-industri-jababeka
(MedCom - Properti) 06/10/24 18:13
v/16068424/
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat indeks permintaan properti komersial hingga kuartal I-2024 mengalami pertumbuhan positif 0,7 persen (yoy). Pertumbuhan ini diikuti oleh kembalinya daya beli masyarakat, perputaran barang, serta dampak industri e-commerce bagi industri logistik dan pergudangan.Senior Managing Director Jababeka Ivonne Anggraini mengatakan, saat ini tren bangunan komersil multiguna di Indonesia tengah meningkat perkembangannya lantaran sangat ideal bagi ekosistem bisnis. Saat ini pelaku bisnis tak hanya membutuhkan properti komersial biasa, tetapi bangunan multiguna.
“Sudah tentu karena ruko multiguna dapat menghemat biaya operasional. Selain itu, semakin berkurangnya lahan di wilayah perkotaan membuat bangunan multiguna semakin diminati karena bisa menjadi solusi bisnis yang praktis,” ujar Ivonne dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 Oktober 2024.
Bangunan komersil multiguna dapat mendukung bisnis semakin efektif dan efisien sebagai area penjualan, operasional, hingga ruang penyimpanan yang sangat dibutuhkan industri, khususnya e-commerce. Selain itu, para pelaku usaha membutuhkan bangunan multiguna dengan lokasi strategis dan akses yang mudah.
Dengan tingginya minat business owner, Jababeka meluncurkan bangunan komersil multiguna bernama Jababeka Bizpark. Terletak di jantung kawasan industri terkemuka Kota Jababeka Cikarang, bangunan komersil multiguna ini dipasarkan dengan harga kompetitif yakni mulai dari Rp1,4 miliar.
| Baca juga: 10 Rekomendasi Apartemen Sewa di Jakarta dengan Fasilitas Terbaik |
Ia menjelaskan, Jababeka Bizpark dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis dan usaha dengan fasilitas unggulan dan akses strategis. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya di koridor timur Jakarta yang tengah meningkat pesat.
“Dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis dan usaha, Jababeka Bizpark menghadirkan fasilitas unggulan dan akses strategis. Dengan harga yang ditawarkan, Jababeka Bizpark masih dapat dijangkau oleh pelaku bisnis kelas menengah ataupun pebisnis muda,” ujar Ivonne.
Pendaftaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) untuk unit di Jababeka Bizpark sudah dimulai pada 18 September 2024 dengan booking fee sebesar Rp5 juta. Pembiayaan Jababeka Bizpark didukung oleh Bank BCA dan Bank Panin serta tanpa DP, sehingga para calon konsumen cukup berfokus pada cicilan saja.
“Bangunan komersil multiguna ini sudah dilengkapi akses yang memungkinkan masuknya kontainer, 4 akses keluar tol, serta fasilitas internasional yang terintegrasi langsung dengan Kota Jababeka Cikarang. Jababeka Bizpark juga akan dibekali akses langsung menuju Cikarang Dry Port,” ungkapnya.
Berdiri di atas lahan seluas 12,4 hektare, posisi Jababeka Bizpark berdampingan dengan Jababeka Outlet Factory, University of Medical and Research Center, dan rumah sakit internasional. Terdapat tiga tipe ruko, yakni tipe Standart dengan ukuran 4,5m x 20m, tipe Standart II 5m x 18m, dan tipe Two View 4,5m x 20m.
“Jababeka Bizpark juga cocok untuk berbagai jenis penggunaan, termasuk F&B, gudang, kantor, workshop, dan showroom. Tak hanya itu bangunan multiguna ini pun dapat dijadikan bisnis kos-kosan, gym, maupun coworking space sebagai ide investasi kedepannya,” ujar Ivonne.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(END)
Gulirkan Venya Villa Ubud, Kontribusi Recurring Income Metland 30%
Pada 2023, Metland mengantongi pendapatan Rp1,70 triliun. Dari jumlah itu sekitar 28% bersumber dari recurring income. - Halaman all [434] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #metropolitan-land #metland #recurring-income #pendapatan-metland #properti-komersial #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 29/09/24 21:55
v/15742297/
Denpasar, Investor.id-PT Metropolitan Land Tbk (Metland) memerkirakan kontribusi pendapatan berkesinambungan (recurring income) menyentuh sekitar 30% terhadap total pendapatan 2024.
"Kehadiran Venya Villa Ubud, Bali ikut menyumbang terhadap recurring income, walau jumlahnya tidak signikan," tutur Wahyu Sulistio, direktur PT Metopolitan Land Tbk menjawab pertanyaan Investor Daily di Bali, Sabtu (29/9/2024).
Dia memerkirakan, porsi recurring income sekitar 30% terhadap total pendapatan tahun 2024.
Pada 2023, Metland mengantongi pendapatan Rp1,70 triliun dengan kontributor utama berasal dari segmen real estat, yakni Rp1,22 triliun atau sekitar 72% dari total pendapatan.
Sisanya berasal dari recurring income yaitu pusat perbelanjaan dan hotel, serta lain-lain sekitar Rp480 miliar atau sekitar 28%.
Properti komersial terbaru Metland, Venya Villa Ubud terletak di tebing kawasan Gianyar dengan mencakup 21 suites kamar hotel dan 19 vila.
Saat ini, kata Wahyu, tingkat hunian hotel menyentuh sekitar 95%, sedangkan vila sekitar 90%.
"Venya Villa Ubud cocok untuk bulan madu dan kekuarga muda serta yang hendak mencari ketenangan di tengah alam dengan udara segar," tutur Florentiano A Batuna, general manager Business Development PT Metropolitan Land Tbk.
Sementara itu, Metland menyasar segmen pembeli asing untuk Venya Villa Ubud, Bali.
Emiten berkode saham MTLA ini menyodorkan 19 unit fengan valuasi sekitar Rp40 miliar.
"Mulai Oktober 2024 kami memasarkan 19 vila dengan target penjualan Rp40 miliar," tutur Wahyu.
Kelak, tambah dia, jumlah vila akan mencapai sebanyak 54 unit.
Metland Venya Ubud hadir untuk menambah portofolio Metland dalam proyek komersial khususnya hotel dan juga portofolio Metland untuk produk dengan segmen kelas menengah atas dan atas.
"Target market yang kami bidik adalah segmen asing karena itu kami menerapkan kepemilikan vila long leased 25 tahun dan dioperasikan penuh oleh Metland Venya Ubud," ujar Wahyu.
Untuk hotel, tambahnya, jumlah tamu yang menginap juga didominasi segmen asing.
"Saat ini, tamu yang menginap berkisar 70-80% adalah warga negara asing," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk vila, pihaknya menjanjikan yield dari sewa berkisar 8-12% per tahun.
"Khusus dua tahun pertama, kami jamin sebesar 8%, selanjutnya tergantung kondisi pasar," papar dia.
Wahyu menyatakan, Metland optimistis mampu menjual seluruh vila yang tersedia, sekaligus mampu memberikan keuntungan.
"Pola bagi hasil yang kami terapkan kepada pemilik vila adalah 60:40,%," katanya.
Nitik Hening, Direktur PT Metropolitan Land Tbk, menerangkan bahwa Venya Villa Ubud merupakan pilihan tepat bagi investor karena Metland memiliki pengalaman selama 30 tahun di bidang properti.
"Kami optimistis Metland Venya Ubud akan menjadi ikon baru di wilayah Ubud dan dapat menjadi pilihan tempat menginap bagi wisatawan mancanegara dan domestik,” ujar dia.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Permintaan Properti Komersial Terus Bergulir di BSD City
Sepanjang Juli 2023 hingga Februari 2024 terjual lebih dari 400 unit - Halaman all [508] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bsd-city #properti-komersial #rumah-toko #sinar-mas-land #tangerang #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 09/07/24 11:54
v/10181596/
Jakarta, Investor.id- Permintaan properti komersial di BSD City, Tangerang, Banten terus bergulir sepanjang 2024.
Menurut data dari Commercial BSD City, kenaikan permintaan terhadap produk komersial segmen premium terlihat dari penjualan Enchante Business Park, Iconix Studio Loft, Cascade Studio Loft, Delrey Biztown, dan Northridge Ultimate, dan West Village Business Park yang sudah terjual lebih dari 400 unit, mulai dari Juli 2023 hingga Februari 2024.
Guna memenuhi kebutuhan pasar komersial yang tinggi, Sinar Mas Land kembali meluncurkan West Village Business Park tahap kedua di BSD City.
Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penjualan West Village Business Park tahap pertama, yang telah habis terjual dalam waktu beberapa jam saja saat peluncuran produk tersebut.
West Village Business Park tahap kedua mengusung konsep "Prestigious and Modern Facade Design", dengan menawarkan ruang fleksibel untuk bisnis berbagai ukuran.
Setiap unitnya terdiri atas 3 dan 4 lantai, lengkap dengan fasilitas lift untuk tipe tertentu. West Village Business Park tahap kedua menawarkan dua tipe unit, yakni standard building (ruko) dan studio loft. Tipe standard building (ruko) memiliki luas mulai dari 4,5x9 dan 5x12, sedangkan tipe studio loft memiliki luas mulai dari 6x12 dan 9x12.
Chief Executive Officer (CEO) Commercial BSD Sinar Mas Land, Anna Budiman, mengaku respons pasar yang luar biasa terhadap penjualan West Village Business Park di tahap pertama, yang telah habis terjual dalam waktu singkat.
“Pengembangan West Village Business Park tahap kedua ini merupakan solusi bagi para pebisnis yang mencari lokasi strategis dan modern untuk mengembangkan usaha mereka di era baru,” kata dia dalam siaran pers yang diperoleh Investor Daily, Selasa (9/7/2024).
Dia menerangkan, pada tahap kedua, West Village Business Park dipasarkan sebanyak 36 unit (penjualan fase 1) mulai dari harga Rp2,7 miliaran hingga Rp9 miliaran.
“Untuk memudahkan konsumen memiliki properti, Sinar Mas Land pun juga menyediakan berbagai pilihan pembayaran yang fleksibel, seperti KPR, cash bertahap, dan tunai,” kata dia.
West Village Business Park memiliki beragam fasilitas di antaranya multiple access entrance, backyard, lebar jalan sampai dengan ROW 42, jalur pedestrian yang mudah diakses, lahan parkir yang luas, hingga sistem keamanan 24 jam.
Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, klaster komersial ini pun sangat cocok bagi pebisnis yang ingin membuka berbagai jenis usaha, seperti office, kafe, restoran, salon, beauty clinic, boutique, non-formal education, dan bisnis ritel/komersial lainnya.
Sebagai ruang usaha, West Village Business Park memiliki captive market yang besar karena dikelilingi area residensial seperti kawasan The Eminent, The Mozia, Greenwich Park, De Park, Foresta, Jadeite, The Zora, dan NavaPark.
Berlokasi strategis di BSD City bagian barat, West Village Business Park dilengkapi dengan fasilitas bisnis dan lifestyle center, seperti AEON Mall, The Breeze, QBig, GrandLucky Superstore, dan RANS Nusantara Hebat.
Selain itu, ada pula pengembangan EASTVARA Mall yang diproyeksikan menjadi lifestyle commercial center yang akan beroperasi pada tahun ini. Tak hanya itu, West Village Business Park juga dekat dengan kawasan perkantoran di antaranya BSD Green Office Park, Foresta Business Loft 1-5, Astra Biz Center, dan Wisma BCA.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Permintaan Tinggi, Summarecon Siapkan Properti Komersial Anyar di Bekasi
Ruko terbaru akan diluncurkan pada 20 Juli 2024 di Gedung Plaza Summarecon Bekasi. - Halaman all [330] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #summarecon-bekasi #ruko-bekasi #rumah-toko #properti-komersial #properti-bekasi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/07/24 19:24
v/10103787/
Jakarta, Investor.id- PT Summarecon Agung Tbk menilai permintaan properti komersial berupa rumah toko (ruko) masih tinggi di Bekasi, Jawa Barat.
Sinyal itu mencuat ketika developer itu memasarkan Crystal Boulevard Signature Commercial Summarecon Bekasi tahap pertama pada 21 Oktober 2023. Ketika itu ruko terjual habis (sold out) hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
Kini, Summarecon Bekasi menyiapkan peluncuran New Block dari Crystal Boulevard Signature Commercial Summarecon Bekasi yang dibanderol mulai Rp3,6 miliar per unit.
Ruko itu akan diluncurkan pada 20 Juli 2024 di Gedung Plaza Summarecon Bekasi.
“Penjualan yang baik terhadap produk komersial kami selama ini, merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras Summarecon Bekasi dalam membangun kawasannya yang terus melaju pesat, sehingga keinginan untuk membuka usaha di sini, didominasi oleh dorongan untuk menjadi bagian dari kesuksesan 500 unit usaha yang kini sudah melengkapi Summarecon Bekasi,” kata Albert Luhur, executive director PT Summarecon Agung Tbk dalam keterangan tertulis kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (8/7/2024).
Dia menambahkan, tingkat kunjungan ke kawasan Summarecon Bekasi diprediksi meningkat seiring akan dibukanya Summarecon Mall Bekasi (SMB) Tahap 2 pada Desember 2025 dengan konsep baru yang terintegrasi dengan Sport Club.
Nantinya, tambah dia, Summarecon Mal Bekasi menjadi Mal Terbesar di Bekasi, dengan luasan area mencapai 306.000 m2 dan diisi total 600 tenant serta estimasi mencapai 5 juta pengunjung per bulan.
“Hal ini tentunya akan semakin meramaikan tingkat kunjungan ke kawasan Summarecon Bekasi,” tutur Albert.
Ruko berketinggian tiga dan empat lantai dengan lima tipe itu ditawarkan terbatas, yakni sebanyak 36 unit.
Bangunan Crystal Boulevar Signature Commercial dirancang dengan high ceiling sehingga menghadirkan kemegahan dengan tata ruang yang optimal.
Summarecon Bekasi hadir sejak tahun 2010 dan terus mengembangkan kawasan dengan melengkapi sejumlah fasilitas berskala kota terpadu yang modern.
Saat ini, pengembangan kawasan telah mencapai 70% dari total luas area dan telah dihuni oleh lebih dari 3.000 kepala keluarga.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News