PT Pertamina Patra Niaga memanfaatkan teknologi artificial Intelligence (AI) dalam verifikasi pendaftaran Program Subsidi Tepat untuk mendapatkan QR Code. [816] url asal
PT Pertamina Patra Niaga memanfaatkan teknologi artificial Intelligence (AI) dalam verifikasi pendaftaran Program Subsidi Tepat untuk mendapatkan QR Code. Hal ini membuat proses mendapatkan QR Code bisa lebih cepat, yaitu 1-2 hari, dengan catatan data yang dimasukkan mudah terbaca dan tepat.
Pertamina sebelumnya melakukan verifikasi dengan sistem manual untuk pendaftaran pembelian BBM Subsidi. Pertamina mengerahkan 140 orang verifikator untuk memverifikasi dan membutuhkan waktu 7 sampai 14 hari.
"Bisa saat itu juga kalau semua data lengkap masuk bisa langsung mendapatkan barcode dan mungkin saat ini bisa di 1-2 hari kalau memang data sudah lengkap dan terbaca oleh AI ya," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari.
Meski demikian, diakuinya, Pertamina Patra Niaga juga membutuhkan waktu untuk peralihan dari sistem verifikasi manual ke AI. Dia mengatakan, pendaftar yang masuk sebelumnya cukup banyak, di tambah saat ini pendaftar yang masuk bisa mencapai 50-70 ribu pendaftar per hari.
Belum lagi, jika data yang dimasukkan salah atau tidak terbaca KTP atau STNK. Sebab saat data yang diunggah oleh pendaftar bermasalah, maka AI tidak bisa memproses data tersebut.
Data yang bermasalah tersebut seperti foto yang diunggah pecah atau STNK pendaftar tertekuk saat difoto sehingga tidak terbaca sistem. Karena sistem tidak bisa membaca, maka verifikasi dilakukan secara manual.
"Jadi mereka masuk ke sistem manual. Nah tim inilah yang kemudian follow up untuk yang tidak terverifikasi di AI," ujarnya.
Cara Daftar dan Dapatkan QR Code Subsidi Tepat
1. Siapkan dokumen berikut:
KTP
STNK (depan dan belakang)
Foto kendaraan roda empat (tampak keseluruhan dan nomor polisi)
2. Buka website subsiditepat.mypertamina.id. 3. Centang informasi memahami memahami persyaratan. 4. Klik 'Daftar Sekarang'. 5. Ikuti instruksi pengisian data pada website, pastikan email yang anda daftarkan aktif. 6. Tunggu pencocokan data maksimal 14 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala. 7. Apabila sudah terkonfirmasi, unduh kode QR dari website dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.
Tips agar Pendaftaran Lancar
Saat melakukan pendaftaran, beberapa kendala mungkin muncul seperti, status kendaraan ditolak atau QR Code yang tak kunjung diterima. Sebenarnya, ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebabnya.
Guna menghindari hal ini, pastikan melakukan seluruh tahapan dengan benar dan lakukan tips berikut:
1. Pastikan Foto yang Dilampirkan Sesuai
● Foto KTP
Untuk dokumen KTP, pastikan untuk meng-upload foto KTP yang berwarna dan tanpa efek. Pastikan juga tulisan nama dan nomor NIK terbaca jelas. Hindari mengambil foto KTP dari layar atau mengunggah foto KTP yang terpotong karena akan sulit terbaca.
● Foto STNK
Foto STNK sebaiknya berwarna tanpa menggunakan efek. Pastikan juga foto tidak terpotong atau terbaca lengkap. Dalam satu foto, berisi 2 dokumen (STNK dan Status Pajak) dengan data yang lengkap dan terbaca jelas (nopol, no rangka, CC, warna plat dan jenis BBM).
Hindari melampirkan hasil foto dari layar, hasil print di kertas, atau fotocopy.
● Foto Kendaraan
Sama seperti foto KTP dan STNK, foto kendaraan juga harus berwarna dan tidak terpotong. Pastikan nopol terbaca dan terlihat dengan jelas di foto. Adapun nopol harus dipasang dengan standar.
Selain itu, sudut foto harus diambil dari samping (+- 45 derajat) dan jumlah roda dapat dihitung atau diperkirakan.
2. No HP dan Alamat Email Valid
Sebelum mendaftar, siapkan nomor HP dan alamat email yang valid. Nomor HP dan alamat email juga harus dapat diakses secara mandiri oleh pemilik kendaraan. Hal ini akan memudahkan proses pengecekan dan konfirmasi status pendaftaran.
3. Sinyal Kuat
Sinyal yang stabil juga diperlukan saat melakukan pendaftaran. Hal ini mengingat seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara online sehingga membutuhkan koneksi internet yang kuat. Hal ini juga untuk menghindari proses loading website atau error saat melakukan pendaftaran.
Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat melakukan pendaftaran QR Code Pertamina. Pastikan seluruh dokumen sesuai dan data terisi dengan benar sehingga proses pendaftaran QR Code tidak mengalami kendala.
Jangan lupa juga untuk cek status pendaftaran di website secara berkala. Bagi pengguna yang datanya sudah cocok dan sesuai, akan mendapatkan QR code yang diterima di email atau notifikasi di laman subsiditepat.mypertamina.id.
QR code dapat dicetak dan dibawa ke SPBU sehingga pengguna dapat tetap membeli BBM Bersubsidi meski tidak memiliki aplikasi MyPertamina.
Wacana pembelian BBM bersubsidi mulai 1 Oktober 2024, hanya untuk yang memiliki QR Code. DPR dukung agar subsidi tepat sasaran bagi yang membutuhkan. [418] url asal
Wacana pengaturan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mengemuka belakangan ini dan disebut-sebut akan berlaku 1 Oktober 2024. Nantinya masyarakat yang bisa membeli BBM subsidi hanya yang memiliki QR Code Subsidi Tepat.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyambut baik rencana tersebut dan mendukung untuk segera diberlakukan. Ia melihat penyaluran subsidi BBM yang ada sekarang ini tidak tepat sasaran alias lebih banyak dinikmati oleh kalangan yang mampu.
"Kami sudah mengusulkan (pembatasan subsidi BBM) sejak 2 tahun lalu. Kita melihat pembagian subsidi BBM itu tidak tepat sasaran, sekitar 70% itu penggunanya adalah mereka yang mampu, itu kan artinya pemborosan anggaran," kata Eddy kepada detikcom, Selasa (3/9/2024).
Oleh karena itu, Eddy menyambut baik adanya peraturan menteri yang akan dikeluarkan untuk bisa membatasi pemberian BBM subsidi kepada masyarakat yang memang betul-betul membutuhkan. Di sisi lain, ia berpesan agar persiapan di lapangan dimatangkan supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
"Harus ada sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat, jangan sampai nanti pesan yang disampaikan salah. Dalam artian bahwa pembatasan itu hanya bagi mereka yang mampu. Sementara mereka yang kelas ekonomi bawah termasuk UMKM, ojol online masih berhak untuk membeli BBM subsidi," ucapnya.
Senada, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto juga mendukung rencana tersebut. Intinya agar pemberian subsidi BBM itu harus tepat sasaran, yakni kepada orang-orang yang memang teridentifikasi tidak mempunyai kemampuan ekonomi sebagaimana rata-rata yang lain.
"Persoalannya sekarang ini kan tidak tepat sasaran. Berbagai survei menyatakan bahwa ketidaktepatsasaran itu di atas 30%, maka kita sekarang mengidentifikasi sebetulnya siapa yang layak mendapat subsidi itu dalam konteks misalnya kendaraan," tuturnya.
Sugeng mengusulkan agar BBM bersubsidi hanya diperuntukkan untuk motor dan transportasi umum saja. Tujuannya agar lebih mudah diidentifikasi pelaksanaannya.
"Nanti motornya dibarcode bahwa sehari hanya bisa mengisi satu kali, misalnya supaya menghindari diperdagangkan. Tapi kan pemerintah punya pertimbangan sendiri, pemerintah mengambil jalan dengan sistem barcode dengan tetap mengacu pada kendaraan cc," tuturnya.
Sebelumnya, rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi mulai 1 Oktober 2024 disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sebelum diterapkan, akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.
"Ya memang ada rencana begitu karena begitu aturannya keluar, Permennya keluar, itu kan ada waktu untuk sosialisasi. Nah waktu sosialisasi ini yang sekarang saya lagi bahas," kata Bahlil menjawab kabar pembatasan BBM subsidi 1 Oktober di DPR Jakarta, Selasa (27/8).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembatasan BBM subsidi hanya berlaku untuk kendaraan roda empat (mobil). Untuk yang berbahan bakar bensin, kendaraan yang boleh membeli BBM subsidi maksimal 1.400 CC dan untuk berbahan bakar diesel maksimal 2.000 CC.