#30 tag 24jam
Siapa Pemilik Summarecon? Ini Sosok dan Sejarah Pendirian
Tahukah kalian siapa pemilik Summarecon? Simak sosok pendiri, lengkap dengan sejarah dan unit-unit bisnisnya sekarang. [1,083] url asal
#summarecon #kelapa-gading #soetjipto-nagaria
(detikFinance - Market Research) 04/08/24 05:47
v/13205567/
Nama Summarecon pasti sudah tidak asing lagi buat detikers, terutama bagi yang tinggal di kawasan Ibu Kota. Summarecon terkenal dengan kawasan real estate, termasuk mal yang bisa ditemukan di sejumlah daerah, seperti Summarecon Mall Kelapa Gading dan Summarecon Mall Serpong.
Meski Summarecon sudah banyak dikenal, kalian tahu nggak siapa pemiliknya? Simak artikel ini untuk mengetahui informasi tentang pemilik Summarecon, lengkap dengan sejarah pendirian, manajemen, dan unit bisnisnya sekarang.
Sosok Pemilik Summarecon
Pemilik Summarecon adalah Soetjipto Nagaria. Dikutip dari situs resmi Summarecon, Soetjipto Nagaria mendirikan PT Summarecon Agung Tbk pada 1975. Saat ini dia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Summarecon Agung Tbk.
Nama Soetjipto Nagaria pernah masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2015 dengan total kekayaan US$400 juta atau Rp 6,4 triliun (kurs US$ 1 = Rp 16.000). Namun dalam beberapa tahun terakhir, namanya tak lagi masuk di daftar tersebut.
Saham mayoritas PT Summarecon Agung Tbk dikuasai keluarga Soetjipto Nagaria melalui perusahaan PT Semarop Agung, yakni sebesar 33,8%. Saham sisanya yang sebesar 66,2% adalah saham-saham dengan kepemilikan di bawah 5%.
Sementara itu, pemegang saham PT Semarop Agung yang merupakan pemilik saham mayoritas PT Summarecon Agung Tbk adalah Soetjipto Nagaria (25.3%) beserta istrinya Liliawati Rahardjo (24.9%), dan kedua anaknya, yaitu Soegianto Nagaria (24.9%) dan Herman Nagaria (24.9%).
Sejarah Pendirian Summarecon
Dikutip dari laporan keuangan tahunan PT Summarecon Agung Tbk 2023 yang diterbitkan 2024, Soetjipto Nagaria dan rekan-rekannya mulai mengembangkan 10 hektare pada 1975. Saat itu, lahan tersebut masih berupa rawa-rawa di daerah terpencil Jakarta.
Lahan pertama yang dibangun adalah kawasan yang kini disebut Kelapa Gading. Selain perumahan, kawasan ini berkembang menjadi kota terpadu yang dilengkapi mal, hotel, rumah sakit, dan sebagainya. Selain mengembangkan wilayah Jabodetabek, Summarecon juga sudah merambah ke Karawang, Bandung, dan Makassar.
Manajemen dan Keuangan
Beberapa anggota keluarga Soetjipto Nagaria masuk ke dalam manajemen Summarecon. Soetjipto Nagaria sebagai Komisaris Utama, sedangkan istri dan dua anaknya, yaitu Liliawati Rahardjo, Soegianto Nagaria, dan Herman Nagaria menjadi direktur.
- Komisaris Utama: Soetjipto Nagaria (Ir)
- Komisaris: Harto Djojo Nagaria, Hendri Rahardja
- Komisaris Independen, Drs H Edi Darnadi, MM, Lexy Arie Tumiwa, Ir Ge Lilies Yamin
- Direktur Utama: Ir Adrianto Pitojo Adi
- Direktur: Liliawati Rahardjo, Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Lydia Tjio, Nanik Widjaja, Ir Sharif Benyamin, Jason Lim
Dilihat dari data keuangan Summarecon, pendapatan bersih perusahaan pada 2023 mencapai Rp 6,65 triliun, meningkat dari dua tahun sebelumnya, yakni Rp 5,56 triliun pada 2021 dan Rp 5,71 triliun pada 2022.
Sementara laba kotor perusahaan pada 2023 mencapai Rp 3,36 triliun. Sedangkan laba usahanya mencapai Rp 1,91 triliun pada 2023.
Unit Bisnis Summarecon
Unit usaha bisnis Summarecon secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu pengembangan properti; investasi dan manajemen properti; rekreasi, hospitality dan lainnya. Beberapa proyek yang telah dibangun Summarecon adalah sebagai berikut:
1. Summarecon Kelapa Gading
Summarecon Kelapa Gading merupakan proyek pertama yang dibangun dari lahan seluas 10 hektare dan meluas hingga sekitar 550 hektare. Di dalamnya terdapat 30 ribu rumah, 2.850 apartemen hunian, dilengkapi berbagai fasilitas umum.
Beberapa bangunan yang bisa kamu temukan yaitu Summarecon Mall Kelapa Gading, perkantoran Menara Satu dan Kensington Office, Harris Hotel Kelapa Gading dan POP! Hotel Kelapa Gading.
2. Summarecon Serpong
Summarecon Serpong memiliki luas sekitar 800 hektare. Dikembangkan sejak 1993, Summarecon Serpong memiliki lebih dari 50 cluster komersial dan residensial. Selain itu terdapat Summarecon Mall Serpong, pasar modern Sinpasa, food court terbuka Salsa, menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, Scientia Square Park, RS St. Carolus Summarecon Serpong, serta lapangan golf dan rekreasi klub.
3. Summarecon Bekasi
Summarecon Bekasi dikembangkan sejak 2010 dengan luas 263 hektare. Di dalamnya terdapat 4.250 unit rumah, 4.800 apartemen, dan 600 ruko. Fasilitas yang dibangun antara lain Summarecon Mall Bekasi, pasar modern Sinpasa, taman restoran LaTerzza, menara perkantoran Plaza Summarecon Bekasi, Sekolah Islam Al-Azhar, Sekolah BPK Penabur, dan Universitas Bina Nusantara.
4. Summarecon Bandung
Summarecon Bandung dikembangkan sejak 2015 dengan luas 370 hektare. Proyek ini merupakan kota terpadu pertama yang dikembangkan di luar wilayah Jabodetabek. Di dalamnya terdapat sekitar 1.900 rumah dan 400 ruko.
Fasilitas yang ada di sana seperti Sekolah Islam Al-Azhar untuk tingkat dasar dan menengah, serta ada Summarecon Mall Bandung.
5. Summarecon Emerald Karawang
Dikembangkan sejak 2016, Summarecon Emerald Karawang berdiri di atas lahan seluas 33 hektar. Di dalamnya terdapat sekitar 1.500 rumah dan 85 ruko.
6. Summarecon Mutiara Makassar
Summarecon Mutiara Makassar merupakan proyek Summarecon pertama di luar Jawa. Dibangun sejak 2018, kota terpadu ini dibangun di atas lahan seluas 360 hektare. Lokasinya dekat pusat transportasi seperti Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar New Port, dan Stasiun Kereta Api Trans Sulawesi.
7. Summarecon Bogor
Dikembangkan pada akhir 2020, Summarecon Bogor berada di atas lahan seluas 450 hektare yang berada di perbukitan Kabupaten Bogor. Kawasan ini berkonsep seperti resor yang tenang dan alami.
8. Summarecon Crown Gading
Terakhir ada Summarecon Crown Gading yang terletak di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi dengan luas sekitar 437 hektare. Lokasinya berada di antara Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Bekasi. Proyek diluncurkan sejak November 2022.
Nah, sekarang detiker sudah tahu kan siapa pemilik Summarecon? Pemilik Summarecon adalah Soetjipto Nagaria dan keluarganya.
(bai/row)
Liliawati Rahardjo Cuan Miliaran dari Dividen Summarecon Agung (SMRA)
Komisaris PT Summarecon Agung Tbk. Liliawati Rahardjo berpeluang cuan miliaran dari dividen SMRA yang dibayarkan hari ini, Jumat (19/7/2024). [532] url asal
#liliawati-rahardjo #soetjipto-nagaria #smra #idx-smra #saham-smra #summarecon-agung #smra-dividen-2024 #jadwal-dividen-smra #pembagian-dividen-smra #pemegang-saham-smra #emiten-properti #marketing-sal
(Bisnis.Com - Market) 19/07/24 14:08
v/11305434/
Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris PT Summarecon Agung Tbk. Liliawati Rahardjo berpeluang menerima guyuran dividen senilai miliaran rupiah dari SMRA pada hari ini, Jumat (19/7/2024).
Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Summarecon akan melakukan pembayaran dividen dari tahun buku 2023 dengan total senilai Rp148,57 miliar. Dengan demikian, pemegang saham SMRA yang berhak akan mendapatkan jatah Rp9 per lembar.
Pembagian dividen itu diputuskan dalam RUPST yang berlangsung pada 20 Juni 2024. Taburan kepada para pemegang saham SMRA berasal dari laba bersih senilai Rp765,96 miliar untuk tahun buku 2023.
Liliawati memegang saham SMRA atas nama pribadi sampai dengan Rabu (17/7/2024). PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah saham yang dipegang sebanyak 885.072.736 (885,07 juta) lembar atau setara dengan 5,36%.
Dengan asumsi jumlah kepemilikan tidak berubah, Liliawati ditaksir mendapatkan jatah dividen Rp7,96 miliar untuk kinerja Summarecon Agung tahun buku 2023.
Sebagai infromasi, Liliawati Rahardjo merupakan istri dari Soetjipto Nagaria, pengusaha properti sekaligus pendiri dari group Summarecon Agung.
Sebelumnya, SMRA mencatatkan kinerja impresif dengan memperoleh pendapatan sebesar Rp6,65 triliun pada 2023. Pada saat yang sama, kinerja laba bersih perseroan tumbuh double digit.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2023, SMRA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,65 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan 2022, perolehan tersebut mengalami kenaikan 16,42% year-on-year (YoY).
Capaian pendapatan SMRA ditopang oleh segmen pengembang properti yang mencapai Rp4,04 triliun, naik dari tahun sebelumnya yakni Rp3,52 triliun. Adapun segmen properti investasi menyumbang Rp1,73 triliun, sementara lain-lain sebesar Rp876,13 miliar.
Setelah diakumulasikan dengan pendapatan dan beban lainnya, SMRA mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp765,96 miliar atau meningkat 22,48% YoY. Laba per saham juga ikut naik dari Rp46,4 menjadi Rp37,88.
Untuk kinerja 2024, SMRA menorehkan peningkatan laba bersih secara signifikan pada kuartal I/2024. Capaian tersebut diraih berkat pertumbuhan di seluruh segmen bisnis perusahaan.
Melansir laporan keuangan akhir Maret lalu, SMRA membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk sebesar Rp441,39 miliar. Secara tahunan (year-on-year/YoY), perolehan ini meningkat hingga 62,45%.
Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung, Jemmy Kusnadi, mengatakan kenaikan laba ditopang oleh pendapatan bersih SMRA yang melonjak 42,3% YoY atau dari posisi Rp1,5 triliun menjadi Rp2,13 triliun.
“Pertumbuhan pendapatan bersih perseroan mendukung kenaikan secara menyeluruh di laba kotor, laba usaha, dan laba bersih perseroan,” ujar Jemmy kepada Bisnis, Minggu (26/5/2024).
Dia memerinci bahwa segmen pengembangan properti mengalami peningkatan sebesar 58,3% YoY menjadi Rp1,44 triliun. Torehan ini ditopang dari meningkatnya penjualan properti yang berhasil diserahterimakan kepada pembeli pada kuartal I/2024.
Selanjutnya, segmen properti investasi meningkat 21,5% YoY, atau dari Rp394,94 miliar pada kuartal I/2023 menjadi Rp479,84 miliar pada tahun ini. Kenaikan pendapatan sewa mal dan biaya layanan menjadi penopang pertumbuhan segmen tersebut.
Sementara itu, segmen leisure, pelayanan, dan lainnya meraup Rp212,31 miliar alias meningkat 9,7% secara tahunan yang disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan hotel.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
