Produsen panel surya China mulai menghindari tarif perdagangan Amerika Serikat (AS). Para pengusaha kini mengurangi intensitas produksi di pabrik yang terletak negara-negara yang terkena tarif dagang AS, seperti di Vietnam.
Dilansir dari Reuters, Senin (4/11/2024), beberapa pabrik panel surya milik China dengan kapasitas yang besar di Vietnam memangkas produksi dan memberhentikan para pekerjanya. Ada perluasan tarif perdagangan AS yang menargetkan Vietnam dan tiga negara Asia Tenggara lainnya.
Pemerintah AS memang telah mengenakan tarif pada ekspor panel surya dari Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Kamboja sejak tahun lalu. Bahkan AS memperluas kebijakan tarif tersebut pada Oktober ini menyusul keluhan dari produsen di Amerika Serikat.
Sementara itu, di Indonesia dan Laos, banyak pabrik surya milik China baru bermunculan, dua negara ini berada di luar jangkauan proteksi perdagangan dari AS.
Kabarnya kapasitas pabrik panel surya yang dibangun di dua negara tersebut dapat memasok sekitar setengah dari panel surya yang dipasang di AS tahun lalu.
China telah memindahkan produksi panel surya mereka selama bertahun-tahun, ruang lingkup perpindahan ke Indonesia dan Laos dalam fase terbaru ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.
"Ini sangat besar," kata William A. Reinsch, mantan pejabat perdagangan di pemerintahan Clinton dan penasihat senior di Center for Strategic and International Studies.
"Tidak terlalu sulit untuk bergerak. Mereka mengatur dan memulai permainan lagi. Desain aturannya sedemikian rupa sehingga AS biasanya tertinggal satu langkah," lanjutnya.
China menyumbang sekitar 80% dari pengiriman panel surya dunia. Sementara pusat ekspornya di berbagai negara Asia menyumbang separuhnya. Data ini sangat kontras dengan dua dekade lalu ketika AS menjadi pemimpin global dalam industri panel surya.
Sementara itu, impor pasokan tenaga surya Amerika telah meningkat tiga kali lipat sejak AS mulai mengenakan tarif khusus pada tahun 2012. Terakhir mencapai rekor US$ 15 miliar tahun lalu.
Meskipun hampir tidak ada yang datang langsung dari China pada tahun 2023, sekitar 80% panel surya AS berasal dari Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Kamboja yang notabenenya merupakan rumah bagi pabrik-pabrik panel surya China.
Selama 18 bulan terakhir, setidaknya empat proyek China atau yang terkait dengan China telah mulai beroperasi di Indonesia dan Laos, dengan beberapa proyek lainnya telah diumumkan untuk segera dimulai. Secara keseluruhan, proyek-proyek tersebut memiliki total kapasitas sel atau panel solar sebesar 22,9 gigawatt (GW).
Sebagian besar produksi tersebut akan dijual di Amerika Serikat, pasar solar terbesar kedua di dunia setelah China dan salah satu yang paling menguntungkan. Harga di AS rata-rata 40% lebih tinggi daripada di China selama empat tahun terakhir.
Capaian ini memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan triwulan I-2024. [1,728] url asal
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 44% menjadi Rp562 miliar pada triwulan III 2024. Angka ini naik 2,4% dibandingkan laba sebelum pajak triwulan II-2024 yang sebesar Rp 548 miliar.
Diketahui Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 845 miliar per 30 September 2024. Adapun kenaikan laba ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat serta pendapatan fee-based yang membaik.
Capaian ini turut memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan pada triwulan I-2024.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
"Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar. Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year," kata Steffano dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
"Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group," tambah Steffano.
Pendapatan Bunga (Interest Income) Maybank Indonesia tercatat meningkat sebesar 10,2% YoY, sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik. Beban Bunga tetap tinggi, sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5%. Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) tertekan sebesar 55 bps menjadi 4,5%. Namun demikian, Pendapatan Bunga Bersih pada triwulan III 2024 naik 3,1% dibandingkan triwulan II 2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah.
Pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan fee-based pada triwulan III-2024 naik sebesar 35,0% dibandingkan triwulan II-2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua Anak Perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Total kredit yang disalurkan naik 8,8% pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp 122,37 triliun dari Rp 112,42 triliun. Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3% menjadi Rp 79,80 triliun dari Rp 71,70 triliun.
Selaras dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas Bank, kredit komersial CFS non-ritel yaitu, Business Banking, mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 26,2% diikuti dengan kredit segmen UKM (diklasifikasikan sebagai SME+) yang juga tumbuh 21,6%, dan kredit UKM Ritel (diklasifikasikan sebagai RSME) yang tumbuh 15,8%. Hal ini merupakan dampak dari langkah Maybank Indonesia dalam meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis dan mempercepat penyediaan solusi perbankan kepada nasabah, serta sebagai dampak dari kolaborasi 'One Maybank go-to-market' yang semakin kuat.
Sementara, kredit CFS ritel juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,0% didukung oleh bisnis Kartu Kredit & KTA yang tumbuh 15,9%, dan kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 4,3% di tengah penjualan otomotif roda empat ritel nasional yang turun 11,9%. Pembiayaan KPR melanjutkan momentum pertumbuhannya sebesar 3,8% didukung langkah Pemerintah dengan memperpanjang insentif PPN bersubsidi sampai dengan akhir Desember 2024. Bank terus menjalankan cross-selling antar konglomerasi Maybank sejalan dengan pendekatan 'One Maybank go-to-market'.
Pembiayaan korporasi Global Banking tumbuh 4,5% menjadi Rp 42,57 triliun dari Rp 40,72 triliun. Kredit segmen Large Local Corporate (LLC) tumbuh 25,5% selaras dengan strategi Bank pada segmen tersebut. Selain itu, kredit segmen Financial Institutions Group (FIG) juga meningkat sebesar 18,3%.
Di sisi lain, Maybank Indonesia berhasil membukukan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 22,56 triliun, didukung pertumbuhan sebesar 44,1% untuk pembiayaan yang difokuskan pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, dan pembiayaan sektor UKM yang tumbuh 1,4% YoY. Pada September 2024, Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan untuk energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan sebesar Rp 492 miliar. Total pembiayaan berkelanjutan menyumbang 20,6% terhadap total kredit yang disalurkan (Bank saja).
Simpanan nasabah naik 1,2% menjadi Rp 115,88 triliun dari Rp 114,50 triliun. CASA tumbuh 8,8% sedangkan Deposito Berjangka turun 6,1% YoY dan terus menurun sebesar 2,7% pada triwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024. Bank berupaya menurunkan porsi dana mahal dan mengoptimalkan dana murah melalui pemanfaatan platform digital yang dioperasikan oleh Bank. Adapun CASA yang dihimpun melalui M2U App & Web naik 35,0% sedangkan M2E tumbuh 3,3%. Rasio CASA meningkat menjadi 52,7% pada September 2024 dari 49,1% pada September 2023.
Biaya overhead pada sembilan bulan pertama 2024 tercatat sebesar Rp 4,76 triliun, lebih tinggi sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 4,42 triliun. Hal ini didorong investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas Teknologi Informasi, serta pelaksanaan beberapa inisiatif kunci sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Pada September 2024, rasio NPL membaik dari 3,2% (gross) dan 2,1% (net) pada September 2023 menjadi 2,9% (gross) dan 1,7% (net) pada September 2024. Pencapaian ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang memadai. Saldo NPL turun 3,8% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,8% pada September 2024 dari 10,7% periode yang sama tahun lalu.
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank saja berada pada level 89,5% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3% jauh di atas ketentuan regulator. Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8% dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6% pada akhir September 2024.
Maybank Indonesia terus melanjutkan penerapan Strategic Programmes (SP) 7 yang terintegrasi dengan strategi M25+ Maybank Group yang bertujuan terutama untuk meningkatkan kinerja Maybank Indonesia. Hal ini meliputi fokus untuk mengoptimalkan produktivitas, mendorong customer-centricity dalam pengembangan solusi, memperkuat inisiatif 'One Maybank Go to Market' dan memperdalam solusi wealth management berbasis Syariah. Inisiatif-inisiatif ini pun telah meningkatkan laba Bank, dan merupakan upaya untuk menjadi pembeda, serta mendorong pertumbuhan pada segmen yang berpotensi untuk berkembang lebih jauh.
Dari Juli hingga September 2024, Maybank Indonesia meraih beberapa penghargaan yang sekaligus menjadi bukti atas pencapaian Bank dalam inovasi dan kemajuan digital. Penghargaan ini antara lain, 'Wealth Management Platform of The Year - Indonesia' Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2024, dan 'Best Consumer Digital Banks in Asia-Pacific' oleh Global Finance. Serta memperoleh penghargaan di bidang pengelolaan SDM melalui 11 penghargaan dari 'HR Excellence Awards 2024' dan 'Overall HREA Winner' diselenggarakan oleh Human Resources Online, serta empat penghargaan dari 'Human Capital on Resilience Excellence Award 2024' yang diselenggarakan oleh majalah First Indonesia.
Selain itu, Maybank Indonesia juga menerima penghargaan 'Fortune 100 Indonesia's Biggest Company in 2024' dari Majalah Fortune Indonesia, dan 'Indonesia Product Experience of the Year - SME Banking Category' di Asian Experience Awards 2024 oleh Asian Business Review baru-baru ini.
Perbankan Syariah
Pembiayaan Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 7,3% menjadi Rp 30,98 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp28,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan yang meningkat pada segmen komersial dan UKM. Pendapatan fee-based tumbuh secara signifikan sebesar 21,4% menjadi Rp 166 miliar dari Rp 137 miliar didukung pendapatan fee dari solusi wealth management berbasis syariah.
Simpanan nasabah Perbankan Syariah tumbuh 2,0% menjadi Rp 37,10 triliun dari Rp 36,37 triliun. CASA tumbuh 14,2% menjadi Rp19,29 triliun dari Rp16,89 triliun, sedangkan deposito berjangka turun 8,6% Y-o-Y. Rasio CASA naik menjadi 52,0% pada September 2024 dari 46,4% pada September 2023.
Rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5% (gross) dan 1,8% (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9% dari 77,3%.
Sementara itu, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
"Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato' Khairussaleh.
Anak Usaha Maybank Indonesia Terus Bertumbuh
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)
Di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9%, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3%. Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0% menjadi Rp 426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3% (gross) dan 0,1% (net) dibandingkan dengan 0,2% (gross) dan 0,1% (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3% menjadi Rp 6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2% pada triwulan III 2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia - AISI.
WOM mencatatkan Laba sebelum Pajak sebesar Rp 212 miliar, meningkat 18,2% dari Rp 179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9% (gross) dan 0,8% (net) pada September 2024 dari 2,4% (gross) dan 1,1% (net) pada September 2023.
PT BRI mencatat laba bersih Rp 45,36 triliun hingga Triwulan III 2024. Fokus pada UMKM dan digitalisasi, BRI optimis hadapi tantangan ekonomi global. [765] url asal
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi ekonomi domestik yang masih penuh dengan tantangan. Dengan fokus memperkuat fundamental kinerja, hingga akhir Triwulan III 2024 BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 45,36 triliun.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada press conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2024 di Jakarta (30/10). Dalam paparannya, Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat.
"Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsisten memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar", ungkap Sunarso, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy). Dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70% di antaranya atau sekitar Rp 1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.
Penyaluran kredit yang tumbuh positif tersebut juga membuat aset BRI tercatat meningkat 5,94% yoy menjadi sebesar Rp1.961,92 trilliun. Dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
"BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," ujar Sunarso.
Dengan penyaluran kredit yang terus tumbuh, BRI juga mampu mengelola kualitas asetnya dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari rasio Non Performing Loan (NPL) BRI yang membaik. NPL pada Triwulan III 2024 tercatat sebesar 2,90% atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 3,07%.
Di samping NPL, perseroan juga berhasil mencatat rasio Loan at Risk (LAR) yang lebih baik, dari semula 13,80% pada akhir Triwulan III 2023 menjadi 11,66% pada akhir Triwulan III 2024.
Penurunan rasio NPL dan LAR ini didukung oleh penerapan strategi pengelolaan manajemen risiko yang disiplin di seluruh lini bisnis. BRI secara aktif memantau kualitas kredit dan mengadopsi Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah kredit sedini mungkin.
Selain itu, BRI juga memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien. Di samping kualitas kredit yang semakin membaik, BRI juga tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 215,44%.
"BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko, mulai dari selective growth, pemantauan kredit secara proaktif, penguatan pencadangan, hingga penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah," tambah Sunarso.
Sementara itu, dari sisi liabilities BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.362,42 triliun atau tumbuh 5,59% yoy. Komposisi dana murah (CASA) masih mendominasi DPK BRI dengan porsi mencapai 64,17% atau meningkat dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 63,64%.
Salah satu faktor utama dalam peningkatan penghimpunan dana murah adalah transformasi digital yang dilakukan BRI. Melalui super apps BRImo, BRI telah menciptakan solusi perbankan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh nasabah kapan saja dan di mana saja.
Inovasi ini terbukti mampu mendorong peningkatan jumlah nasabah tabungan, khususnya di kalangan milenial dan generasi muda yang semakin digital-savvy. Hingga akhir September 2024 tercatat pengguna BRImo telah mencapai 37,14 juta user dengan volume transaksi mencapai Rp4.034 triliun atau tumbuh 35,20% yoy.
Melalui pengembangan layanan hybrid bank, BRI juga telah memperluas jangkauan perbankan ke segmen-segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal, termasuk masyarakat di daerah terpencil melalui AgenBRILink. Hal ini sesuai dengan misi BRI untuk mendukung inklusi keuangan nasional serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep sharing economy.
Tercatat hingga akhir September 2024 BRI telah memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink yang tersebar di 62.227 desa di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari hingga September 2024, agen-agen tersebut berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp1.170 triliun yang berasal dari 859 juta transaksi finansial.
Pada kesempatan tersebut, Sunarso juga menjelaskan capaian kinerja positif BRI hingga Triwulan III 2024 tersebut juga didukung kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, Dimana Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada di level 89,18% serta Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai sebesar 26,76%.
"Ke depan, BRI akan terus mengelola likuiditas yang prudent untuk memastikan BRI siap menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik," ujar Sunarso.
Sunarso pun optimis dapat menutup tahun 2024 dengan capaian positif.
"BRI optimis dapat menutup tahun 2024 ini dengan kinerja positif, utamanya dengan fokus memperkuat fundamental kinerja dan membentuk ketangguhan sehingga BRI selalu siap menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari global maupun domestik," pungkasnya.
FLEI Business Show 2024 di JCC Jakarta hadirkan 150+ brand, konferensi bisnis, dan kompetisi latte art. Platform strategis untuk pengusaha dan investor. [861] url asal
Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2024 resmi dibuka hari ini di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan berlangsung hingga 27 Oktober 2024. Acara ini, diselenggarakan oleh Panorama Media, menghadirkan lebih dari 150 brand lokal dan internasional serta program unggulan, seperti Business Conference, business coaching sessions, dan Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2024.
FLEI menjadi platform strategis bagi pengusaha dan investor untuk berkolaborasi, memperluas jaringan, dan menciptakan inovasi bisnis di berbagai sektor. Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, menyatakan, acara ini lebih dari sekadar pameran.
"FLEI Business Show 2024 adalah titik temu antara inovasi dan peluang bisnis. Di sini, para pengusaha dapat menemukan mitra strategis dan membangun masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan," jelasnya, dalam pembukaan FLEI Business Show 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Ternyata ini sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah yang mengambil langkah dengan memperbarui aturan main sektor waralaba. PP nomor 35/2024 memperkenalkan kebijakan kebijakan yang dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kemitraan dan keberlanjutan bisnis.
"Kita tinggal tunggu bagaimana pelaksanaannya, tentu sesudah susunan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih tebentuk dan mulai effektif bekerja. Harapan kita tentunya mendorong ke arah yang lebih baik," lanjutnya.
FLEI 2024 tidak hanya memfasilitasi bisnis lokal, tetapi juga menarik minat investor global. CEO Asiawide Franchise Consultants, Albert Kong, menyoroti potensi pasar Indonesia sebagai pusat bisnis berkualitas di tingkat internasional.
"Permintaan investor asing terhadap peluang di Indonesia meningkat pesat. FLEI menjadi platform ideal bagi mereka untuk mengeksplorasi investasi di bisnis lokal sekaligus membawa brand Indonesia ke pasar global," ujar Albert.
Sektor waralaba memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Ketua Umum WALI Levita Ginting Supit mengungkapkan, model waralaba adalah solusi ideal bagi UMKM untuk berkembang dengan cepat.
"Lewat FLEI, kami memberikan akses pelatihan dan peluang bisnis agar UMKM dapat mempercepat pertumbuhan mereka secara efektif," tuturnya.
Dari sisi pemerintah, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Juan Permata Adoe, menegaskan komitmen KADIN dalam mendukung ekosistem bisnis yang produktif dan kolaboratif.
"Inisiatif seperti FLEI memperkuat kerja sama sektor bisnis dan pemerintah, menciptakan sinergi untuk mempercepat perdagangan dan menarik investasi," jelasnya.
Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Moga Simatupang, menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong regulasi yang kondusif bagi perkembangan bisnis dan waralaba.
"Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung ekspansi pasar dan menarik investasi," katanya.
Selain itu, Kementerian UMKM menekankan bahwa waralaba dan lisensi adalah solusi ideal bagi UMKM untuk berkembang pesat. "Pemerintah berharap FLEI bisa menjadi platform bagi UMKM untuk mendapatkan akses ke pengetahuan, pelatihan, dan jaringan bisnis yang lebih luas," ujar perwakilan kementerian tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata dan juga Kementerian Ekonomi Kreatif menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor waralaba dan pariwisata dalam mendukung promosi destinasi wisata dan pertumbuhan ekonomi kreatif. "Waralaba di sektor kuliner dan hospitality berperan penting dalam memperkuat pariwisata Indonesia. Acara seperti FLEI membuka peluang besar bagi inovasi di sektor ini," jelas perwakilan Kementerian Pariwisata.
Program Unggulan dan Promo Menarik FLEI Business Show 2024
Acara ini dilengkapi dengan Business Conference yang mempertemukan ahli industri, pengusaha, dan pembuat kebijakan untuk membahas tren terkini. Ada juga business coaching sessions di mana peserta bisa belajar langsung dari mentor berpengalaman tentang strategi ekspansi dan manajemen bisnis. Selain itu, hosted buyer program memberikan peluang bagi investor internasional untuk menjalin kemitraan strategis dengan bisnis lokal.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai promo menarik, seperti cashback dan diskon eksklusif hingga Rp 100 juta, serta peluang investasi dengan modal mulai dari Rp 20 juta. Kompetisi Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2024 yang bekerja sama dengan SCAI untuk menambah daya tarik dengan menghubungkan seni dan bisnis kopi, memperkaya pengalaman para pengunjung.
Dukungan dari Mitra dan Komunitas
FLEI Business Show 2024 berhasil terselenggara berkat dukungan dari berbagai mitra strategis, asosiasi, dan komunitas. Strategic Media Partners seperti Asiawide Franchise, InfoBrand, Franchise Global, dan World Franchise Associate memainkan peran penting dalam meningkatkan eksposur dan visibilitas acara ini.
Kolaborasi yang kuat juga didorong oleh Supporting Associations & Communities, termasuk HIPPINDO, SCAI, The Entrepreneurs Society, Cervo, dan LinkUMKM, yang berkontribusi aktif dalam menciptakan sinergi antar pelaku bisnis.
Mitra resmi turut berperan dalam mendukung kelancaran acara ini. Karindo sebagai Audiovisual Partner, Biznet sebagai Internet Partner, serta Roger dan DSV sebagai Freight Forwarder Partner memastikan kebutuhan operasional acara terpenuhi.
Cityneon Prima Mandiri mendukung infrastruktur sebagai Contractor Partner, sementara GoWork menyediakan ruang kolaboratif sebagai Co-Working Space Partner. Dukungan tambahan datang dari Jumpstart sebagai Coffee Partner, Undangin sebagai Ticket Partner, dan The 101 Hotels sebagai Hotel Partner, menciptakan pengalaman menyeluruh bagi peserta dan pengunjung.
Selain itu, Supporting Partners seperti Gratyo, ALC, dan Picant turut berperan dalam memperluas jangkauan acara, memperkuat dampak positif, dan memastikan kesuksesan FLEI Business Show 2024. Dukungan yang solid dari berbagai pihak ini tidak hanya memperlancar pelaksanaan acara, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis di Indonesia.
Cara Registrasi dan Informasi Tiket FLEI Business Show 2024
Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas jaringan dan mendapatkan insight bisnis di FLEI Business Show 2024, yang berlangsung 25-27 Oktober 2024, JCC Senayan, pukul 10:00- 20:00 WIB. Tiket tersedia dengan harga Rp 60.000 per orang dan dapat dibeli secara online di www.franchise-expo.co.id/ticket.
Setelah membeli tiket, pengunjung bisa memanfaatkan BizMatch untuk menjadwalkan pertemuan dengan exhibitor dan melihat berbagai promo. Dapatkan update terbaru dengan mengikuti akun Instagram kami di @fleiexpoid dan @fleibisnis.
"Bagi saya makan bergizi bagi ibu hamil dan anak anak ini adalahstrategic. Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintahan saya," kata Prabowo. [243] url asal
Presiden Prabowo Subianto berpesan tegas ke jajarannya untuk kelangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia memerintahkan Kepala Badan Gizi Nasional dan kementerian dan lembaga (K/L) agar segera memulai program tersebut.
Prabowo mengatakan bagi jajarannya yang tidak setuju program tersebut, dipersilahkan keluar dari pemerintahannya. Dia mengatakan hal itu dalam Sidang Kabinet Perdana, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10).
"Bagi saya makan bergizi bagi ibu hamil dan anak anak ini adalah strategic. Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintahan saya," kata Prabowo dikutip Kamis (24/10/2024).
Prabowo meminta agar program itu juga tepat sasaran. Di sisi lain, dia mengakui banyak yang meragukan pemerintahannya menjalankan program tersebut. Namun dirinya meminta bahwa jangan takut akan adanya kesulitan.
"Kepala Badan Gizi Nasional dan semua K/L untuk siapkan segera kita mulai dengan bergerak cepat, tepat sasaran, terukur tapi jangan takut dengan kesulitan. Saya masih mendengar beberapa tokoh meragukan kemampuan kita untuk laksanakan itu," ungkapnya.
Prabowo menyebut memang program tersebut tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Namun, di bawah pemerintahannya, Prabowo menjamin akan mengerahkan berbagai cara untuk mencapai target program tersebut.
"Saya tidak katakan bahwa ini bisa selesai satu minggu, dua minggu, tiga bulan. Tidak ada di antara kita yang punya tongkat nabi Sulaiman. Tapi kita bisa berhitung kita bisa mengelola kita bisa alokasi dana dan kita bisa kerahkan sumber daya dan kita akan mencapai target yang kita tentukan. Saya haqqul yaqin. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," jelasnya.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Astra Credit Companies (ACC), memproyeksikan penyaluran pembiayaan akan mencapai di atas Rp 35 triliun sampai akhir tahun ini.
Untuk memaksimalkan penyaluran pembiayaan, EVP Corporate Strategic & Communication ACC Riadi Prasodjo mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya.
"Untuk mendorong pembiayaan, ACC akan mengikuti dan menyelenggarakan event-event otomotif, seperti GIIAS 2024, serta pameran otomotif ACC Carnival yang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (1/10).
Selain pembiayaan mobil baru, ACC juga akan memaksimalkan segmen pembiayaan lain yang masih memiliki potensi untuk tumbuh, seperti pembiayaan mobil bekas dan fasilitas dana.
Dia mengatakan ACC berkomitmen untuk terus mendukung pelanggan dengan solusi pembiayaan yang tepat sejalan dengan situasi ekonomi yang dinamis.
Sementara itu, Riadi menyampaikan hingga Agustus 2024, ACC membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 26,5 triliun.
"Nilai pembiayaan tersebut masih naik sekitar 5%, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," ungkapnya.
Melihat pencapaian itu, Riadi menerangkan kondisi pembiayaan ACC saat ini terbilang cukup stabil. Dia menyebut ACC akan terus berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Astra Credit Companies (ACC) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di tengah pasar kendaraan yang lesu.
EVP Corporate Strategic & Communication ACC Riadi Prasodjo menyampaikan hingga Agustus 2024, ACC membukukan pembiayaan mobil sebesar Rp 26,5 triliun.
"Nilai pembiayaan tersebut masih naik sekitar 5%, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (1/10).
Melihat pencapaian itu, Riadi menerangkan kondisi pembiayaan ACC saat ini terbilang cukup stabil. Dia menyebut ACC terus berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar.
Selain pembiayaan mobil baru, ACC juga memiliki segmen pembiayaan lain yang masih memiliki potensi untuk tumbuh, seperti pembiayaan mobil bekas dan fasilitas dana.
Dia mengatakan ACC berkomitmen untuk terus mendukung pelanggan dengan solusi pembiayaan yang tepat sejalan dengan situasi ekonomi yang dinamis.
Untuk mendorong pembiayaan kendaraan, Riadi menyampaikan ACC akan mengikuti dan menyelenggarakan event-event otomotif, seperti GIIAS 2024, serta pameran otomotif ACC Carnival yang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan.
Sampai akhir tahun ini, Riadi memproyeksikan pembiayaan mobil perusahaan akan mencapai di atas Rp 35 triliun.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Januari-Agustus 2024, penjualan wholesales mobil nasional masih mengalami penurunan 17,1% Year on Year (YoY) menjadi 560.619 unit, dari sebelumnya 675.859 unit.
Pada saat yang sama, penjualan retail (dealer ke konsumen) mobil nasional juga menurun 12,1% YoY atau secara tahunan menjadi 584.857 unit, dibandingkan periode sebelumnya 665.262 unit.