Honda akan menyuntik mati motor bebek legendarisnya, Honda Super Cub 50 pada tahun depan. Sebab, tunggangan tersebut dianggap tak memenuhi syarat emisi di Jepang. Meski demikian, mereka telah menyiapkan penggantinya.
Disitat dari Young-machine dan Greatbiker, Kepala Divisi Sepeda Motor dan Produk Powertrain Honda, Minoru Kato mengatakan, pihaknya tak mau sepenuhnya 'membunuh' motor bebek bermesin kecil. Itulah mengapa, Honda tengah menyiapkan pengganti Super Cub 50.
"Super Cub dan motor 50cc akan berhenti diproduksi. Itu semua benar. Kami saat ini sedang menyiapkan model yang sesuai dengan aturan mengenai standar baru sepeda motor dengan mesin di bawah 125cc dan tenaga tak sampai 4 dk," ujar Kato, dikutip Jumat (5/7).
Minoru Kato. Foto: Doc. Honda Japan.
Jika merujuk pada aturan yang berlaku, Honda mustahil menghadirkan motor bebek bermesin 50cc lagi. Mereka hanya menjanjikan motor bebek yang mesinnya tak sampai 125cc. Namun, Kato belum membocorkan pengganti Super Cub 50 secara lebih detail.
"Standar baru ini merupakan kerangka yang memungkinkan mereka mengendarai motor di bawah 125cc, bukan motor 50cc yang terhalang aturan emisi," kata dia.
Diberitakan detikOto sebelumnya, Jepang punya aturan ketat mengenai batas emisi kendaraan. Pemerintah setempat sepakat menindak motor dengan kapasitas mesin 50cc atau lebih rendah. Sebab, kendaraan terkait punya konverter katalitik yang secara teknis kurang ideal.
Honda memang dikenal sebagai pemasok utama motor ber-cc kecil di dunia. Bahkan, pangsa pasar mereka di segmen tersebut masih berada di atas 80 persen. Namun, regulasi ketat soal emisi membuat mereka harus menyudahi produski Super Cub 50 yang berstatus sebagai motor bebek legendaris.
"Untuk membuat motor bemesin kecil yang sesuai undang-undang emisi baru, (produsen) akan mendorong kenaikan harga dari 200.000-300.000 yen (Rp 20,5 juta - Rp 30,8 juta) ke harga yang sama seperti motor-motor bebek bermesin 125cc atau lebih," demikian tulis laporan dari laman Nikkei Asia.
Honda Jepang saat ini menjual berbagai moped bermesin 50cc, termasuk Super Cub, Cross Cub, skuter Benly, dan CRF50F yang berorientasi pada motorsport junior. Namun, ini bukanlah akhir dari Super Cub. Sebab, varian berkapasitas lebih besar, seperti C125, akan tetap ditawarkan.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Moped kesayangan Jepang yang dijuluki "genchari" dengan mesin hingga 50 cc kini menghadapi ancaman kepunahan yang sangat nyata.
Penjualan Genchari melemah menyusul munculnya pilihan mobilitas baru, seperti sepeda bertenaga listrik, dan karena kesulitan bagi produsen untuk menyesuaikan model genchari mereka dengan peraturan emisi baru yang lebih ketat yang akan diperkenalkan di negara tersebut pada bulan November tahun depan.
Situasi yang memprihatinkan tersebut bahkan membuat produsen genchari terbesar, Honda Motor Co mempertimbangkan kemungkinan untuk mengakhiri produksi seri Super Cub ikoniknya.
Honda, Yamaha Motor Co.dan Suzuki Motor Corp saat ini merupakan satu-satunya pabrikan genchari besar di Jepang.
Honda, khususnya, telah menjual lebih dari 100 juta sepeda motor Super Cub sejak model pertama dirilis pada tahun 1958, dan seri kendaraan tersebut dikenal sebagai sepeda motor terlaris di dunia. Di Jepang, Super Cub telah menjadi pilihan populer dalam layanan pengiriman surat dan surat kabar.