JAKARTA, KOMPAS.com – Pada November 2024, banderol beberapa sepeda motor bebek terbilang stabil. Dari empat merek yang memasarkan sepeda motor bebek, terpantau tidak ada yang mengubah harga jual pada bulan ini.
Untuk diketahui, harga bebek Yamaha telah mengalami kenaikan pada Oktober lalu. Misal MX King 150 yang kini dibanderol Rp 26,780 juta, dari sebelumnya Rp 26,625 juta
Kemudian, Jupiter Z1 dari sebelumnya Rp 20,490 juta menjadi Rp 20,645 juta. Adapun Vega Force kini dijual Rp 18,439 juta, dari sebelumnya Rp 18,275 juta.
Dok. YIMM Yamaha Jupiter Z1 2023
Kenaikan harga bebek Yamaha sebelumnya telah terjadi pada Agustus lalu. Di mana Jupiter Z1 dan MX King 150 naik sekitar Rp 400.000. Kemudian, Vega Force juga naik Rp 100.000.
Pada April 2024, bebek Yamaha seperti Jupiter Z1 dan MX King 150 juga pernah naik harga. Artinya, Jupiter Z1 dan MX King 150 sudah naik harga tiga kali. Sedangkan Vega Force sudah naik dua kali dalam tahun ini.
Berlanjut ke merek Honda Honda yang sudah menaikkan harga motor bebek pada Mei dan Juli 2024. Kenaikan harga motor bebek Honda bervariasi. Revo, Supra X 125, dan Supra GTR 150 naik Rp 500.000. Sedangkan Sonic 150R naik Rp 1,5 juta.
Selain merek-merek tadi, TVS masih mempertahankan harga lama untuk Neo XR dan Rockz, masing-masing sebesar Rp 15,8 juta dan Rp 16,99 juta.
Sementara itu, Suzuki juga sudah menaikkan harga Suzuki All New Satria F150 pada September 2024, dari sebelumnya Rp 28,5 juta menjadi Rp 28,910 juta.
Adapun buat varian Special Edition saat ini dijual Rp 30,760 dari sebelumnya Rp 30,350 juta. Artinya, kedua varian Satria F150 telah naik sekitar Rp 410.000 pada bulan tersebut.
Dok. Suzuki PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali meluncurkan edisi pilihan warna baru bagi motor ayam jago Satria F150
Berikut ini harga motor bebek per November 2024:
Honda Revo Fit: Rp 16.535.000 Revo X: Rp 18.465.000 Supra X 125 Spoke FI: Rp 19.900.000 Supra X 125 CW FI: Rp 20.925.000 Supra GTR 150 Sporty: Rp 25.915.000 Supra GTR 150 Exclusive: Rp 26.165.000 Sonic 150R Activo Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Energetic Red: Rp 27.445.000 Sonic 150R Aggresso Matte Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Honda Racing Red: Rp 27.445.000 Super Cub C125: Rp 77.665.000 CT 125: Rp 81.850.000
Yamaha MX King 150: Rp 26.780.000 Jupiter Z1: Rp 20.645.000 Vega Force: Rp 18.430.000
Suzuki All New Satria F150: Rp 28.910.000 All New Satria F150 Special Edition: Rp 30.760.000
TVS Neo XR Rp 15.800.000 Rockz Rp 16.990.000
*Harga OTR Jakarta *Harga berbeda di tiap daerah *Harga bisa berubah sewaktu-waktu *Harga situs resmi
Jakarta: Astra Honda Motor (AHM) secara resmi memperkenalkan Honda ST125 Dax. Bebek offroad ini menawarkan skema warna baru, Pearl Glittering Blue yang menggantikan Pearl Nebula Red.
ST125 Dax warna Pearl Glittering Blue melengkapi warna Pearl Cadet Gray yang masih dipertahankan. Secara tampilan, dominasi kelir biru dilabur ke rangka T-shape yang menjadi frame ikonik ST125 Dax. Meski demikian, para insinyur di Jepang mendesain dengan tema iconic leisure bike. Secara keseluruhan, ST125 Dax masih mengkombinasikan sisi retro dan modern.
Walau punya tampang klasik, sisi modern ditunjang dari sektor pencahayaan dengan didukung pencahayaan LED di lampu depan, belakang, dan sein. sedangkan tampilan retro didukung dengan setang berwarna krom yang diposisikan tinggi untuk kenyamanan berkendara, serta knalpot ikonik dengan pelindung. Di bagian tengah rangka, tersemat aksen garis hitam dengan tulisan Dax yang khas. Tiap sisi rangka bagian depan terdapat logo wing Honda klasik, warisan identitas spesial dari sepeda motor Honda. Logo ST125 hadir dengan sentuhan kartun dari anjing Dachshund yang membuat motor ini semakin unik.
Performa ST125 Dax didukung mesin 125 cc, SOHC, pendingin udara, dan sudah berpengabut injeksi dengan tenaga maksimal 8,8 daya kuda @ 7.000 rpm dan torsi puncak 10,4 Nm @ 5.000 rpm. Output power disalurkan lewat transmisi manual 4-percepatan.
Di area roda depan disematkan dengan cakram tunggal berukuran 220 mm dan 190 mm di roda belakang. Untuk sistem kaki-kaki, depan dibekali dengan suspensi berjenis upside down garapan Showa berdiameter 31 mm. Sementara belakangnya menggunakan model ganda yang sudah mendukung pengaturan pre-load.
Kedua pelek mengemas ukuran mini berukuran 12 inci. Depan dikawal dengan profil ban 120/70 dan belakang 130/70. Untuk memaksimalkan penggunaan semua ban sudah pakai tipe tubeless. Sektor deselerasi dipasangkan rem cakram berdiameter 220 mm (depan) dan 190 mm (belakang).
"Gaya hidup pengendara motor saat ini semakin beragam. Kami ingin dapat terus melakukan inovasi dalam menghadirkan beragam sepeda motor di berbagai segmen. Warna baru ST125 Dax tentu menjadi pilihan bagi pengendara yang menginginkan sepeda motor berdesain tak lekang oleh waktu sebagai bagian cara mereka mengekspresikan diri,” ujar Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, melalui keterangan resmi.
Modifikasi restorasi mencakup penggantian suku cadang yang rusak, perbaikan komponen, dan pengecatan ulang agar sesuai dengan spesifikasi pabrik. Halaman all [429] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com – Dunia otomotif, modifikasi motor telah menjadi sebuah tren yang populer. Salah satu aliran modifikasi yang menarik perhatian adalah restorasi.
Berbeda dengan modifikasi yang bertujuan untuk meningkatkan performa atau tampilan secara ekstrem, restorasi fokus untuk mengembalikan motor ke kondisi asli atau mendekati kondisi aslinya.
Modifikasi restorasi mencakup penggantian suku cadang yang rusak, perbaikan komponen, dan pengecatan ulang agar sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Dok. CRC Depok Restorasimotor bebekHonda Astrea Grand
Salah satu bengkel yang mengerjakan restorasi adalah CRC di Depok, Jawa Barat. Uniknya, bengkel ini melayani berbagai motor lawas yang sedang digemari saat ini, misalnya Honda Astrea Grand.
Seperti diketahui, Astrea Grand merupakan bebek Honda generasi awal yang punya kode C100 dengan mesin berkapasitas 98 cc.
Motor yang meluncur pada era 1990-an ini sempat keluar dalam beberapa model seperti Impressa dan Legenda.
Dok. CRC Depok Restorasi motor bebek Honda Astrea Grand
Sebagai salah satu motor terlaris pada masanya, pasti ada banyak orang yang memakai Astrea Grand buat aktivitas sehari-hari ketika itu. Dengan melakukan restorasi, pemilik tentu bisa sedikit bernostalgia dengan motornya.
“Ini Astrea Grand tahun 1994, biaya restorasi totalnya habis Rp 8 juta,” ujar Arie Seplahidiwa, pemilik bengkel modifikasi CRC, kepada Kompas.com (16/10/2024).
“Agak mahal karena beberapa part ganti orisinal. Kalau normalnya Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, belum sama unit motor,” kata dia.
Dok. CRC Depok Restorasi motor bebek Honda Astrea Grand
Arie menjelaskan, biaya restorasi di bengkelnya mulai Rp 5 juta. Biaya tadi untuk jasa bongkar pasang motor dan setting kelistrikan ulang.
Kemudian, biaya itu juga termasuk penggantian semua baut dengan yang baru. Lalu, repaint seluruh bodi-bodi dan rangka motor, serta setel jari-jari yang baru.
Namun demikian, biaya tersebut tidak termasuk penggantian spare part, baik itu mesin dan eksterior. Serta tidak termasuk vapour blasting/chrome.
“Kami terima restorasi semua motor dari tahun 1970 ke atas. Estimasi pengerjaan sekitar 4-6 minggu,” ucap Arie.
Motor bebek bekas tetap diminati karena keandalan mesin, harga terjangkau, kemudahan perawatan, serta kapasitas angkut barang. Halaman all [352] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Motor bebek, meski kerap dianggap sebagai model lama, tetap menjadi salah satu pilihan favorit bagi banyak masyarakat Indonesia. Di tengah tren motor matic dan sport, motor bebek bekas masih memiliki tempat tersendiri di hati konsumen.
Keandalan mesin, harga yang terjangkau, serta kemudahan perawatan menjadi alasan mengapa kendaraan roda dua ini masih diburu di pasar motor bekas.
Tidak hanya itu, motor bebek dikenal memiliki ketahanan yang luar biasa untuk perjalanan jarak jauh maupun penggunaan sehari-hari. Dengan konsumsi bahan bakar yang irit, motor bebek bekas kerap dijadikan solusi ideal bagi mereka yang membutuhkan kendaraan praktis tanpa menguras kantong.
Selain itu, motor ini juga terkenal mampu mengangkut berbagai barang kebutuhan, seperti kayu, galon air, hingga hasil pertanian, sehingga sangat diminati, terutama di daerah-daerah.
Menurut Ivan, pengelola Babay Motor di Jakarta Barat, motor bebek bekas banyak diminati karena faktor ekonomisnya.
"Banyak pelanggan yang memilih motor bebek karena suku cadangnya mudah ditemukan dan perawatannya relatif murah. Untuk para pekerja atau pelajar, motor bebek bekas menjadi alternatif yang sangat efisien," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (28/9/2024).
kompas.com Motor bebek pengangkut barang.
Ivan juga menambahkan bahwa motor bebek sangat tangguh dalam mengangkut berbagai barang dagangan.
"Di daerah-daerah, motor bebek masih banyak pembelinya. Mereka sering pakai untuk bawa kayu, galon, bahkan hasil panen. Kapasitas angkutnya besar, itulah kenapa masih banyak peminat," ujarnya.
Ketahanan mesin dan daya angkut ini membuat motor bebek terus diminati meski sudah masuk kategori motor bekas.
Honda punya motor bebek dengan dua tuas rem pada area stang. Baru-baru ini Honda merilis motor bebek versi anyar tersebut, Honda Biz 125 veri 2025.
Umumnya motor bebek itu punya rem depan dengan tuas sebelah kanan. Sedangkan rem belakang itu berada di kaki sebelah kanan.
Berbeda dengan Honda Biz 125, motor bebek itu punya dua rem pada area setang. Biasanya tuas sebelah kiri itu untuk menekan kopling.
Biz 125 menggunakan tuas rem tangan di kedua sisinya layaknya skuter. Tuas persneling sebelah kiri kini berfungsi untuk mengaktifkan rem belakang.
Versi teratas, Biz 125 EX, memungkinkan penggunaanetanol atau bensin, sedangkan versi entry-level,Biz 125 ES, hanya menggunakan bensin.
Honda Biz 125 Foto: Honda Brazil
Peningkatan kapasitas mesin dari 110 menjadi 125 cc. Sekarang Biz 125 bisa memuntahkan daya 7,01 kW pada 7.500 rpm dan torsi 10,1 Nm pada 6.000 rpm.
Peningkatan lainnya adalah kompartemen penyimpanan yang nyaman di belakang pelindung, mampu menampung botol setengah liter, ponsel, atau barang lainnya.
Di dekat kunci kontak yang mengontrol kunci jok, terdapat port USB-C. Sistem bukaan kompartemen di bawah jok masih diaktifkan dengan kunci. Pengait untuk menggantung pembelian kecil masih berada di tengah pelindung depan.
Honda Biz 125 Foto: Honda Brazil
Motor ini baru dipasarkan di Brazil. Sejak diluncurkan, motor bebek ini sudah terjual lebih dari 4,5 juta unit.
Di negeri samba itu, Honda Biz 125 dijual mulai dari Real Brazil 12 ribu atau setara dengan Rp 33 jutaan, ini untuk versi velg jari-jari. Sedangkan Honda Biz 125 tipe EX yang memakai velg racing dijual brazilian real 14.970 atau setara Rp 41 jutaan.
JAKARTA, KOMPAS.com – Pada September 2024, banderol beberapa sepeda motor bebek kembali mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. Dari empat merek yang memasarkan sepeda motor bebek, terpantau hanya Suzuki yang menaikkan harga bulan ini.
Di mana pabrikan asal Jepang ini menaikkan harga Suzuki All New Satria F150 menjadi Rp 28.910.000, dari sebelumnya Rp 28.500.000 untuk varian All New Satria F150.
Adapun buat varian Special Edition sekarang dijual Rp 30.760.000, dari sebelumnya Rp 30.350.000. Artinya, kedua varian Satria F150 naik sekitar Rp 410.000 pada bulan ini.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Motor bebek Revo di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2024
Sementara buat Yamaha, pada Agustus lalu sudah menaikkan Jupiter Z1 dan MX King 150 sekitar Rp 400.000. Kemudian, Vega Force juga naik Rp 100.000.
Sebelumnya, Jupiter Z1 dan MX King 150 juga telah mengalami kenaikan Rp 100.000 pada April 2024. Sedangkan Vega Force memang belum mengalami kenaikan sejak awal tahun.
Berlanjut ke merek Honda Honda yang sudah menaikkan harga motor bebek pada Mei dan Juli lalu.
Dok. YIMM Yamaha Jupiter Z1 2023
Kenaikan harga motor bebek Honda bervariasi. Revo, Supra X 125, dan Supra GTR 150 naik Rp 500.000. Adapun Sonic 150R naik Rp 1,5 juta.
Selain merek-merek tadi, TVS masih mempertahankan harga lama untuk Neo XR dan Rockz, masing-masing sebesar Rp 15,8 juta dan Rp 16,99 juta.
Berikut ini harga motor bebek per September 2024:
Honda Revo Fit: Rp 16.535.000 Revo X: Rp 18.465.000 Supra X 125 Spoke FI: Rp 19.900.000 Supra X 125 CW FI: Rp 20.925.000 Supra GTR 150 Sporty: Rp 25.915.000 Supra GTR 150 Exclusive: Rp 26.165.000 Sonic 150R Activo Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Energetic Red: Rp 27.445.000 Sonic 150R Aggresso Matte Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Honda Racing Red: Rp 27.445.000 Super Cub C125: Rp 77.665.000 CT 125: Rp 81.850.000
Yamaha MX King 150: Rp 26.625.000 Jupiter Z1: Rp 20.490.000 Vega Force: Rp 18.275.000
Suzuki All New Satria F150: Rp 28.910.000, dari sebelumnya Rp 28.500.000 All New Satria F150 Special Edition: Rp 30.760.000, dari sebelumnya Rp 30.350.000
TVS Neo XR Rp 15.800.000 Rockz Rp 16.990.000
*Harga OTR Jakarta *Harga berbeda di tiap daerah *Harga bisa berubah sewaktu-waktu *Harga situs resmi
Honda Brazil punya lini produk yang unik, salah satunya BIZ 125 yang rem belakangnya ada di setang sebelah kiri plus pelek depan dan belakang belang Halaman all [359] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Lini produk Honda di Brazil memang unik, salah satunya buat segmen motor bebek ada BIZ 125 yang baru meluncur. Uniknya bisa dilihat dari penampilan sampai cara pengoperasiannya.
Dikutip dari Greatbiker, tampilan BIZ 125 seperti motor bebek pada umumnya. Cuma ada yang beda, ukuran pelek depan dan belakang berbeda dan posisi rem belakang bukan di kaki kanan, tapi ada di setang sebelah kiri, seperti skutik.
Kalau diperhatikan, bagian depannya mirip dengan motor bebek pada umumnya, peleknya 17 inci. Tapi di setang ada tuas rem di kanan dan kiri serta roda belakang ukurannya lebih kecil, 16 inci.
GREATBIKER Honda BIZ 125, motor bebek unik di Brazil yang rem belakangnya ada di setang sebelah kiri
Buat mesinnya, pakai 124cc satu silinder dengan tenaga maksimal 9,3 TK di 7.500 RPM dan torsi 10.1 Nm di 6.000 RPM. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi empat percepatan dengan rantai ke roda belakang.
Fiturnya sebenarnya sederhana, cenderung mengutamakan fungsi saja. Misal lampu utama tergantung dari model, ada yang halogen dan LED, begitu juga speedometer ada yang masih pakai jarum atau full digital.
Buat versi tertingginya bahkan sudah dilengkapi dengan colokan USB buat mengisi daya telepon genggam.
Buat versi paling murah yakni EX tersedia tiga pilihan warna, hitam, putih, dan merah. Harganya sekitar 12.000 Real Brazil atau sekitar Rp 32 jutaan.
Sedangkan yang varian paling tinggi atau ES, tersedia tiga warna yaitu biru metalik, merah, dan putih mutiara. Harganya lebih mahal, 14.900 Real Brazil atau sekitar Rp 40 jutaan.
Dalam proyek ini Kawasaki akan berkolaborasi dengan Modenas, produsen lokal Malaysia yang berpengalaman di segmen motor bebek. Halaman all [251] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com –Kawasaki yang terkenal dengan motor sportnya, kabarnya akan kembali memasuki segmen motor bebek dengan model baru berkapasitas mesin antara 150-175 cc.
Dilansir dari Greatbiker (19/8/2024), dalam proyek ini Kawasaki akan berkolaborasi dengan Modenas, produsen lokal Malaysia yang berpengalaman di segmen motor bebek.
Motor bebek ini kemungkinan akan menggunakan basis dari model Modenas Aveta SVR 180, yang sudah dikenal di pasar.
Dok. Otomotifnet Ilustrasi Kawasaki Athlete
Meskipun tanggal peluncuran resmi belum diumumkan, langkah ini menunjukkan upaya Kawasaki untuk mengejar peluang di pasar Asia Tenggara.
Dengan menggabungkan pengalaman Modenas dan inovasi Kawasaki, motor bebek ini diharapkan bisa menawarkan performa dan fitur yang lebih baik dari pesaingnya.
Bagi penggemar motor, ini adalah perkembangan menarik yang layak ditunggu. Apalagi bebek ini menawarkan sejumlah kelebihan.
Dari suspensi depan yang sudah upside down, untuk handling yang lebih baik. Lalu rem cakram di depan dan belakang. Serta mesin tegak 1 silider yang memberikan performa khas motor sport.
Kawasaki dikabarkan sedang menyiapkan motor bebek dengan kapasitas mesin antara 150 cc hingga 175 cc. Motor bebek super ini nantinya tidak dikembangkan oleh pihak Kawasaki, melainkan bakal menggandeng produsen motor lokal di Malaysia, Modenas.
Selama ini Kawasaki dikenal dengan produk motor sportnya, entah itu motor sport fairing maupun motor sport jenis offroad. Namun ke depannya, Kawasaki sepertinya ingin bermain di segmen motor yang banyak peminatnya, yakni segmen motor bebek.
Motor bebek atau moped diketahui masih menjadi pilihan utama konsumen di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Malaysia. Di negeri tetangga ini, warganya masih banyak yang menggunakan motor bebek, alih-alih motor skutik seperti di Indonesia.
Dikutip dari laman Greatbiker, pihak Kawasaki dikabarkan sedang menggodok rencana untuk melahirkan motor bebek mereka di Malaysia, menggandeng mitra lokal Modenas. Motor ini bakal memiliki mesin antara 150 cc hingga 175 cc.
Berdasarkan renderinggambar yang tersebar di media sosial, calon motor bebek Kawasaki ini dibekali suspensi depan upside down, cakram ganda, serta mesin yang pipanya ada dua. Tentu itu sekadar rekayasa gambar, bukan menginformasikan spek yang sesungguhnya, sebab motor tersebut bakal menjadi over spec jika benar-benar memakai suspensi depan upside down dan cakram ganda.
Kemungkinan besar basis motor bebek Kawasaki ini akan mengambil dari model Modenas yang sudah eksis sebelumnya, yakni Modenas Aveta SVR 180. Belum diketahui pasti kapan jadwal peluncuran motor bebek Kawasaki tersebut.
Kilas balik ke belakang, Kawasaki sebenarnya pernah memproduksi motor bebek di masa lalu dengan nama Kaze R dan Blitz R. Namun kedua motor itu kalah pamor dibanding motor-motor bebek besutan Honda, Yamaha, maupun Suzuki.
JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki bulan Agustus 2024, banderol beberapa sepeda motor bebek kembali mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya.
Dari empat merek yang memasarkan motor bebek, terpantau hanya Yamaha yang menaikkan harga pada bulan ini.
Di mana pabrikan berlogo Garpu Tala ini menaikkan harga Yamaha Jupiter Z1 dan MX King 150 sekitar Rp 400.000. Sementara Yamaha Vega Force juga naik Rp 100.000.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Motor bebek Revo di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2024
Sebelumnya, Jupiter Z1 dan MX King 150 telah mengalami kenaikan Rp 100.000 pada April 2024. Sedangkan Vega Force memang belum mengalami kenaikan sejak awal tahun.
Sementara itu, merek Honda Honda sudah menaikkan harga motor bebek pada Mei dan Juli lalu.
Kenaikan harga motor bebek Honda bervariasi. Revo, Supra X 125, dan Supra GTR 150 naik Rp 500.000. Adapun Sonic 150R naik Rp 1,5 juta.
Selain dua merek tadi, TVS masih mempertahankan harga lama untuk Neo XR dan Rockz, masing-masing sebesar Rp 15,8 juta dan Rp 16,99 juta.
Begitu juga dengan Suzuki All New Satria F150 yang masih bertahan di angka Rp 28,5 juta. Adapun untuk varian Special Edition dihargai Rp 30.350.000.
Dok. Suzuki Suzuki Satria F150 model 2022
Berikut ini harga motor bebek per Agustus 2024:
Honda Revo Fit: Rp 16.535.000 Revo X: Rp 18.465.000 Supra X 125 Spoke FI: Rp 19.900.000 Supra X 125 CW FI: Rp 20.925.000 Supra GTR 150 Sporty: Rp 25.915.000 Supra GTR 150 Exclusive: Rp 26.165.000 Sonic 150R Activo Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Energetic Red: Rp 27.445.000 Sonic 150R Aggresso Matte Black: Rp 27.040.000 Sonic 150R Honda Racing Red: Rp 27.445.000 Super Cub C125: Rp 77.665.000 CT 125: Rp 81.850.000
Yamaha MX King 150: Rp 26.625.000, dari sebelumnya Rp 26.225.000 Jupiter Z1: Rp 20.490.000, dari sebelumnya Rp 20.090.000 Vega Force: Rp 18.275.000, dari sebelumnya Rp 18.175.000
Suzuki All New Satria F150: Rp 28.500.000 All New Satria F150 Special Edition: Rp 30.350.000
TVS Neo XR Rp 15.800.000 Rockz Rp 16.990.000
*Harga OTR Jakarta *Harga berbeda di tiap daerah *Harga bisa berubah sewaktu-waktu *Harga situs resmi
Jika detikers mencari motor yang hemat bahan bakar minyak (BBM) atau bensin, ada banyak pilihannya. Harganya pun bervariasi, mulai dari belasan juta rupiah hingga di atas Rp 70 juta.
Mau tahu apa saja motor tersebut? Simak 15 motor paling irit 2024 yang bisa detikers pilih di bawah ini. Modelnya antara motor matic dan motor bebek. Ada yang bisa menempuh 67 km dengan bensin 1 liter.
Motor Paling Irit 2024
Berikut 15 motor paling irit 2024 yang dikutip dari situs Astra:
1. Suzuki Nex II
Suzuki Nex II Foto: Suzuki Indonesia
Konsumsi BBM: 44 km/liter Harga: mulai dari Rp 19.632.500
NEX II adalah motor matic irit yang hadir dengan penampilan stylish, berdesain modern dan futuristik. NEX II memiliki fitur Suzuki Easy Start System memberi kemudahan saat menyalakan mesin, serta terdapat fitur USB charging.
NEX II dilengkapi mesin berkapasitas 115cc Fuel Injection (FI) dengan teknologi Suzuki Eco Performance (SEP). Teknologi ini memberikan keuntungan konsumsi bahan bakar.
Mesin tersebut mampu menghasilkan daya hingga 9,1 dk/8.000 rpm, dengan torsi hingga 8,5 Nm/6.000 rpm. Sementara kapasitas tangkinya memuat 3,6 liter.
2. Suzuki Nex Crossover
Suzuki Nex Crossover Foto: Dok. Suzuki
Konsumsi BBM: 44-48 km/liter Harga: Rp 20.850.000
Tampil dengan gaya berbeda dari Nex II, Suzuki Nex Crossover memiliki handle bar dan seat cover yang terlihat fresh. Speedometernya menggunakan sistem digital sehingga lebih mudah untuk membaca informasi.
Nex Crossover juga dilengkapi mesin berteknologi SEP (Suzuki Eco Performance), dengan kapasitas 115cc FI. Mesin 4 tak ini memiliki silinder tunggal, 2 katup SOHC, air cooled.
Mesin ini mampu menghasilkan daya maksimal 9 dk/8.000 rpm dan torsi maksimal 8,5 Nm/6.000 rpm. Adapun kapasitas tangkinya juga 3,6 liter.
3. TVS Ntorq 125 Race XP
TVS Ntorq 125 Foto: TVS
Konsumsi BBM: 44,8 km/liter Harga: Rp 22.500.000
TVS Ntorq 125 Race XP dilengkapi mesin 125 cc 4 tak SOHC 3 katup, injeksi, dengan pendingin udara. Mesin bisa menghasilkan daya hingga 10 dk/7.000 rpm, dengan torsi maksimal 10,8 Nm/5.500 rpm.
Ada dua riding mode, yaitu Street Mode dan Race Mode. Bobot kendaraan ini cukup berat, yaitu 116 kg. Kapasitas tangkinya yakni 5,8 liter.
4. Yamaha Mio M3
Yamaha Mio M3 Warna Baru Foto: Dok. Yamaha
Konsumsi BBM: 48,2 km/liter Harga: Rp 17.750.000
Muncul sejak 2003, Yamaha Mio kini hadir dengan seri Mio M3. Motor matic ini dibekali mesin 125 cc Blue Core SOHC 2 klep berpendingin udara, Saat SSS (stop start system) diaktifkan, rata-rata konsumsi bahan bakarnya 48,2 km/liter.
Bagasinya cukup lega untuk menyimpan barang-barang. Kapasitas tangkinya yaitu 4,2 liter.
5. Yamaha Grand Filano
Yamaha Grand Filano Foto: Yamaha
Konsumsi BBM: 50,6 km/liter Harga: Rp 27.150.000
Motor paling irit 2024 selanjutnya adalah Yamaha Grand Filano. Motor matic ini dibekali dengan mesin Blue Core 125 cc hybrid, 4-langkah, SOHC, silinder tunggal berpendingin udara, Kapasitas tangki bensinnya 4,4 liter.
Mesin Blue Core ini lebih ramah lingkungan dan handal. Selain itu, motor lilengkapi Electric Power Assist Start yang membuat akselerasi awal lebih bertenaga dan halus, terlebih saat di tanjakan dan berboncengan.
6. Yamaha Fazzio Hybrid-Connected
Yamaha Fazzio Hybrid-Connected hybrid. Foto: dok. Yamaha Indonesia
Konsumsi BBM: 51,6 km/liter Harga: Rp 23.350.000
Mirip Grand Filano, Yamaha Fazzio Hybrid-Connected juga menggunakan mesin 125cc Blue Core. Teknologi hybrid ini membuat Yamaha Fazzio punya konsumsi BBM rendah, apalagi saat fitur SSS diaktifkan.
Pada Fazzio LUX Version terdapat fitur connection always on berteknologi Communication Control Unit (CCU) yang dapat dihubungkan dengan aplikasi Y-Connect di HP.
7. Suzuki Avenis 125
Suzuki Avenis 125 Foto: Dok. Suzuki
Konsumsi BBM: 51,9 km/liter Harga: Rp 30.180.000
Suzuki Avenis 125 menggunakan mesin 1 silinder SOHC 2 katup berkapasitas 124,3 cc berpendingin udara dan berteknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Kapasitas tangkinya besar, hingga 5,2 liter.
Motor matic ini punya tarikan awal yang responsif. Tenaga di putaran bawahnya pun terasa enak untuk stop & go.
8. TVS Callisto 110
TVS Callisto Foto: Dok. TVS
Konsumsi BBM: 52,7 km/liter Harga: mulai dari Rp 19.500.000
TVS juga punya produk lain yang irit, yaitu TVS Callisto dengan mesin 110 cc, 4 langkah SOHC 2 katup berpendingin udara, FI, yang menghasilkan tenaga hingga 7,5 dk/7.500 rpm, dengan torsi 8 Nm/5.500 rpm.
Kapasitas tangki BBM TVS Callisto adalah 5 liter. Fitur lainnya, motor ini dilengkapi dengan port USB.
9. Yamaha Jupiter Z1
Yamaha Jupiter Z1 Foto: Dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)
Konsumsi BBM: 53 km/liter Harga: Rp 20.490.000
Yamaha Jupiter Z1 adalah salah satu motor bebek paling irit 2024. Motor ini dibekali mesin 113,7cc, 4-stroke, SOHC, 1 silinder berpendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimal 10 dk/7750 RPM dengan torsi maksimal 9,8 Nm/6.750 rpm.
Kapasitas tangki BBM motor ini adalah 4,1 liter. Fitur lainnya ada lampu depan ganda LED, speedometer digital, dan ban tubeless.
10. Yamaha Vega Force
Motor Bebek Yamaha Vega Force Foto: Dok. Yamaha
Konsumsi BBM: 55,6 km/liter Harga: Rp 18.275.000
Yamaha Vega Force dilengkapi mesin 114 cc, 4 Langkah, SOHC, 1 silinder, berpendingin udara. Mesin ini menggunakan teknologi FI dan Euro 3, sehingga lebih irit.
Teknologi Forged Piston membuat motor ini lebih bertenaga dan bandel. Mesin ini dapat menghasilkan tenaga maksimal 8,7 dk/ 7.000 rpm dengan torsi maksimal 9,53 Nm / 5.500 rpm.
Adapun kapasitas tangkinya adalah 4 liter. Sementara bagasinya luas yang setara dengan 9,2 liter.
11. Honda Scoopy
Honda Scoopy. Foto: AHM
Konsumsi BBM: 55,7 km/liter Harga: Rp 22.525.000
Honda Scoopy menggunakan mesin eSP generasi terbaru dan sasis eSAF (enhanced Smart Architecture Frame). Mesin ini mampu menghasilkan daya maksimal 9 dk/7.500 rpm dengan torsi maksimal 9,3 Nm/5.500 rpm.
Kapasitas tangki BBM-nya hingga 4,2 liter. Fiturnya antara lain smart key system, panel kombinasi digital, dan dilengkapi USB Charger serta console box.
12. Honda Supra X 125 FI
Honda Supra X 125 Foto: Bayu muharram/Astra Honda Motor
Konsumsi BBM: 57,2 km/liter Harga: Rp 19.900.000
Motor paling irit selanjutnya ada Honda Supra X 125 FI. Motor ini menggunakan mesin 4-Langkah, SOHC, silinder tunggal, yang bisa menghasilkan tenaga maksimal 10,1 dk/ 8.000 rpm dengan torsi maksimal 9,30 Nm/4.000 rpm.
Kapasitas BBM motor ini sampai dengan 4 liter. Fitur lainnya, terdapat USB charger di dalam bagasinya.
13. Honda BeAT
All New Honda BeAT Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)
Konsumsi BBM: 60,6 km/liter pada WMTC Mode Harga: Rp 18.430.000
Honda Beat terbaru mengusung mesin 4 Langkah, SOHC, eSP 110 cc, yang menghasilkan daya maksimal 9 dk/7.500 rpm dengan torsi maksimal 9.2 Nm/6000 rpm. Adapun kapasitas tangki bahan bakarnya adalah 4,2 liter.
Fitur Honda Beat terbaru ini dilengkapi dengan smart key system, anti-theft alarm, kombinasi panel digital, serta dilengkapi USB Charger. Lampunya pun menggunakan LED.
14. Honda Revo 110 FI
Honda Revo Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)
Konsumsi BBM: 62,2 km/liter Harga: Rp 16.535.000
Honda Revo 110 FI memiliki keunggulan hemat BBM, sehingga sering dipilih untuk pekerja dengan mobilitas tinggi. Mesin berteknologi (PGM-FI) ini menghasilkan tenaga 8,91 dk/7.500 rpm dengan torsi 8,76 Nm/6.000 rpm. Adapun kapasitas tangkinya 4 liter.
15. Honda Super Cub C125
Honda Super Cub 125. Foto: Andi Sururi
Konsumsi BBM: 67 km/liter Harga: Rp 77,6 juta
Yang terakhir ada Honda Super Cub C125 yang hadir untuk pecinta motor klasik. Desainnya yang jadul membuat kamu tampil beda. Meski jadul, motor ini dilengkapi fitur terbaru, seperti smart key system, panel digital, dan lampu LED.
Dari segi performa, motor ini dilengkapi mesin 4-stroke SOHC 2-Valve PGM-FI. Transmisinya manual 4-speed. Mesin ini menghasilkan daya maksimal 9,8 dk/ 7.500 rpm dengan torsi maksimal 10,4 Nm/ 6.250 rpm. Adapun kapasitas tangki BBM-nya 3,7 liter.
Demikian tadi 15 motor paling irit 2024 yang terdiri dari motor matic dan bebek. Nah, detikers kira-kira mau beli yang mana?
Surabaya: Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap 3 tersangka asal Jawa Tengah berinisial T, AM dan GB. Mereka ditangkap hendak mengekspor 293 kendaraan ilegal menuju Timor Leste lewat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Prasetyo, menjelaskan pengungkapan tindak pidana penggelapan fidusia dan penadahan kendaraan bermotor jaringan internasional ini berawal laporan korban inisial H (45).
"Pak H ini merupakan pemilik kendaraan Daihatsu Grand Max, beliau menjadi korban penggelapan yang dilakukan oleh tersangka GB," kata Prasetyo, saat konferensi pers di Terminal Peti Kemas (TPS) Surabaya, Jumat, 19 Juli 2024. Prasetyo mengatakan kasus ini berawal pada tanggal 5 Juli 2024, diketahui dari aplikasi GPS bahwa kendaraan tersebut berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Kemudian kami melakukan serangkaian penyelidikan," ujarnya.
Kendaraan milik korban tersebut dimuat di dalam kontainer pelayaran Kupang dengan nomor YSU 25 3350 dengan eksportir PT RA. "Dari hasil pengembangan PT RA milik tersangka T terdapat dua kontainer yang akan diekspor ke negara Timor Leste. Dengan memuat dua kendaraan jenis roda empat dan 34 jenis kendaraan roda dua," ujarnya.
Dari hasil koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), sebagian besar kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang menjadi jaminan fidusia atau leasing.
"Kemudian diketahui di dua kontainer tersebut dikirim dari wilayah Jawa Tengah yang seluruh kendaraan tersebut dikumpulkan di dalam gudang milik tersangka T dan juga sebagai eksportir," ujarnya.
Prasetyo menyebut, tersangka T ini merupakan penadah kendaraan yang diperoleh dari pembelian hasil dari penggelapan dan juga kendaraan jaminan fidusia. "Tersangka T ini membeli dengan harga yang murah dengan hanya melampirkan surat STNK saja," ucapnya.
Setelah kendaraan terkumpul di dalam gudang, tersangka T memperbaiki dan speedometer diubah menjadi 0 Kilometer. "Kemudian setelah barang itu terkemas rapi dan seperti baru, dilakukan bongkar muat di dalam kontainer di dalam gudang milik tersangka T," ujarnya.
Kendaraan yang sudah siap di dalam kontainer, selanjutnya dikirim ke Surabaya dan dilakukan ekspor ke negara Timor Leste. "Hasil kami koordinasi dengan rekan-rekan dari Bea Cukai Tanjung Perak, pengiriman ini kami cegah. Sehingga kontainer tersebut tidak dilakukan pengiriman ke negar Timor Leste," katanya.
Prasetyo menjelaskan, pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan peran sebagai berikut.
"Tersangka GB berperan sebagai pelaku penggelapan, tersangka AM berperan sebagai pelaku penadah dan penjual kendaraan penggelapan. Serta tersangka T berperan sebagai penadah kendaraan penggelapan dan fidusia dan sebagai eksportir," ujarnya.
Pasal yang disangkakan adalah Pasal 36 undang-undang nomor 42 tahun 99 tentang fidusia dan Pasal 372 KUHP dan pasal 480 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP. "Ancaman hukumannya, empat tahun penjara," pungkas Prasetyo.